Selasa, 22 September 2015

Muhammad Nawawi(jurnal1B) Konflik Sosial dan Perbutan Sumberdaya Tugas2

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA
 
1.      Definisi Konflik Sosial
            Manusia adalah makhluk konflik (homo conflictus) yaitu makhluk yang terlibat dalam perbedaan, pertentangaan dan persaingan baik sukarela maupun terpaksa. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesai yang disususn oleh Poerwadarminta (1976), konflik berarti pertentangan atau percekcokan. Pertentangan sendiri bisa masuk dalam pertentangan ide maupun fisik antara dua belah pihak yang berseberangan.francis menambahkan unsur persinggungan dan pergerakan sebagai aspek tindakan sosialnya (francis, 2006:7). Sehingga secara sederhana konflik adalah pertentangan yang ditandai oleh pergerakan dari beberapa pihak sehingga terjadi persinggungan.
            Pengertian konflik diatas sesuai dengan apa yang didefinisikan oleh Pruit dan Rubin yang mengutip Webster bahwa "konflik berarti persepsi mengenai perbedaan kepentingan (perceived divergence of interest), atau suatu kepercayaan bahwa aspirasi pihak-pihak yang berkonfik tidak dicapai secara simultan (Pruit & Rubin, 2004:10). Jika memahami konflik pada dimensi ini, maka unsur-unsur yang ada didalam konflik adalah persepsi, aspirasi dan aktor yang terlibat didalamnya. Artinya dalam dunia sosial yang ditemukan adalah persepsi, maka akan ditemukan pula aspirasi dan aktor.
            Konflik bisa muncul dalam skala yang berbeda seperti:
 
a)      Konflik antar perorangan (interpoersonal conflict)
b)      Konflik antar kelompok (intergroup confilct)
c)      Konflik antar kelompok dengan negara (vertical conflict)
d)     Konflik antarnegara (interstate conflict)
 
Setiap skala memiliki memiliki latar belakang dan arah perkembangannya. Masyarakat didunia pada dasarnya memiliki sejarah konflik dalam skala antar perorangan sampai antarnegara.
            Sebagai suatu contoh konflik dalam lingkungan keluarga, dimana ada Ayah, Ibu, Adik dan Kakak sebagai tokoh dalam konflik. Suatu saat Ayah sebagai kepala keluarga mengusulkan untuk mengganti warna cat rumah dengan warna yang lebih terang, Ibu merasa tidak setuju dengan pendapat Ayah karen Ibu menginginkan rumah tetap dengan warna cokelat, sedangkan Adik setuju dengan pendapat Ayahnya asal cat rumahnya ping dan Kakak berselisih faham dengan Adik karena Kakak ingin rumahnya di cat dengan warna merah. Maka terjadilah konflik dalam keluarga tersebut.
            Conto lain, dalam suatu desa terdapat dua kelompok usaha masyarakat yaitu kelompok usaha nelayan dan kelompok usaha kerambah apung, disuatu kondisi dimana kelompok usaha nelayan yang kesehariannya melaut merasa tersaingi oleh kelompok usaha nelayan kerambah karena mereka merasa penjualan ikan di monopoli oleh kelompok nelayan kerambah, sedamgkan kelompok nelayan kerambah balik menyinggung bahwa kelompok nelayan yang melaut terlalu mengeksploitasi hasil laut tanpa berpikir dampak pada kelestarian hayati laut. Maka dalam kasus ini terjadi konflik antar kelompok terhadap hasil dari sumberdaya yang ada.
2.      Definisi sumber daya
Dalam perspektif sosiologi sumber daya diartikan sebagai materi unsur yang mempunyai potensi, dalam artian sumber daya merupakan sesuatu yang harus dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh makhluk sosial itu sendiri. Sehingga dengan adanya hubungan yang baik itulah akan terjadi keseimbangan dalam kehidupan di muka bumi ini, seperti halnya hubungan antar manusia yang saling membutuhkan satu sama lain, ketika seseorang memiliki sumber daya yang ia jaga dengan baik maka iapun tidak akan mengganggu sumber daya orang lain begitu juga sebaliknya.
Sumber daya sendiri adakalanya yang dilakukan oleh anggota tubuh contohnya seperti tenaga manusia atau bisa jadi yang tidak dilakukan oleh anggota tubuh seperti pikiran manusia. Dalam ilmu pengetahuan alam sendiri sumber daya ada yang bisa diperbaharui contohnya seperti angin, udara, air, cahaya matahari, awan, api, dan lain sebagainya yang mungkin tak akan habis kita pakai, berbeda lagi dengan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, contohnya seperti batu bara, minyak bumi, bahan galian (emas, perak, perunggu, berlian , batu akik), semua sumber daya yang tidak dapat diperbaharui tentu akan habis jika kita memakainya terus menerus.
Maka dari itu timbulah hubungan antara sumber daya dengan ilmu sosiologi. Bahwa, dengan adanya perawatan sumber daya yang baik oleh makhluk sosial maka akan terjadi kehidupan yang sejahtera tanpa mengganggu sumber daya yang telah ada.
 
3.      Contoh Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya dalam Kehidupan Sehari-hari
Ø Dua orang nelayan yang saling bertetangga yang sama-sama menggunakan perahu motor sebagai alat untuk melautnya harus saling bertengkar mulut ditempat pembelian bahan bakar karena saling berebut solar sebagai bahan bakar perahunya. (contoh konflik antar perorangan terhadap sumberdaya alam)
Ø Disuatu Fakultas di Universitas Negeri ada dua Organisasi kemahasiswaan yang saling mendominasi, dan dalam pencarian kader baru yang unggul, sehingga terjadi pergesekan antar kedua Organisasi tersebut yang menimbulkan dinamika dan konflik politik baik didalam maupun diluar kampus. (contoh Konflik antar kelompok terhadap sumberdaya manusia).
Ø Pemerintah mengelurkan kebijakan terhadap sitem pengolahan pertanian yang ternyata menimbulkan kerugian terhadap hasil dari petani di pedesaan, hal ini menyebabkan kelompok petani pedesaan berbondong-bondong berorasi di gedung DPR sebagai pihak yang merasa dirugikan atas kebijakan Pemerintah tersebut. (contoh konflik antar kelompok dengan negara terhadap sumberdaya alam)
Ø Terjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia atas klaim Malaysia terhadap kekayan budaya Indonesia yang berupa Kesenian Reog dan Batik. (contoh konflik antarnegara terhadap sumberdaya intelektual dan kebudayaan).
 
4.      Sumber:
Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik Kontemporer, Novri Susan,M.A. Jakarta: Kencana Grup, 2009
Sosiologi Klasik, Prof.Dr. Wardi Bachtiar. Bandung:Remaja Rosdakarya, 2006

Eka Sugiarti_KPI 1B_Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya_Tugas 3

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

 

1.      Definisi konflik sosial dalam perspektif sosiologi

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Istlah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat dan lain-lain yang paling tidak mengakibatkan dua pihak atau lebih. Secara sederhana konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan. Konflik adalah suatu proses sosial yang berlangsung melibatkan orang-orang atau kelompok-kelompok yang saling menantang dengan ancaman kekerasan.

 

Macam-macam konflik           :

·         Konflik Gender

·         Konflik Rasial antarsuku

·         Konflik Antar-Umat Agama

·         Konflik Antargolongan

·         Konflik Kepentingan

·         Konflik Antarpribadi

·         Konflik Antarkelas Sosial

·         Konflik Antar Negara/Bangsa

Penyebab konflik dibagi dua, yaitu :

·         Kemajemukan horizontal

·         Kemajemukan vertikal

 

 

 

 

2.      Definisi sumber daya

 

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik(intangible). Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang. Sumber daya ada pula yang kekal. Selain itu dikenal pula istilah sumber daya yang dapat terbarukan dan tidak dapat terbarukan. Sumber daya yang dikuasai setiap orang mungkin berfungsi untuk merealisasikan tujuan individual maupun kolektif.  Modal sosial ini memungkinkan dihasilkannya kemakmuran individual dan kolektif. Sumber daya dibagi menjadi dua macam yaitu, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya Manusia.

 

3.      Contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari

Konflik sosial             :\

Konflik tawuran antar pelajar             : Terjadinya konflik ini adalah karena perbedaan suatu pendapat, ketersinggungan salah satu temannya yang ditanggapi berlebihan dan rasa kesolidaritas yang berlebihan dapat menimbulkan konflik yang berakibat kekerasan fisik.

Sumber daya   :

Sumber daya alam (SDA) : Seorang kolektor batu-batuan akan membayar batu semahal apapun yang dia anggap langka dan menarik dihatinya.

 

Referensi         :

1.      Elly M. Setiadi dan Usman Kolip. Pengantar Sosiologi.

2.      J. Dwi Narwoko dan Bagong Suryanto. Sosiologi Teks Pengantar Terapan.

MAULANA ABDUL ZHAKI KPI 1B - KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA - TUGAS 3

NAMA                        : MAULANA ABDUL ZHAKI

NIM                            : 11150510000082

KELAS                       : KPI 1B

MATA KULIAH       : PENGANTAR SOSIOLOGI TUGAS 3

 

 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

Konflik Sosial

Dalam pandangan sosiologi, masyarakat selain merupakan arena kehidupan yang memiliki hubungan saling ketergantungan, juga merupakan arena konflik, artinya dalam setiap kehidupan sosial akan terdapat perselisihan dan pertikaian yang disebabkan oleh banyaknya keanekaragaman sosial. Namun di pihak lain terdapat kerja sama atau integrasi yang tidak kalah pentingnya di dalam mengisi setiap gerak kehidupan sosial itu sendiri. Dengan demikian, konflik dan integrasi merupakan gejala yang selalu hadir dalam setiap kehidupan sosial. Penganut pandangan ini di antaranya adalah Karl Marx, Frederic Engle, Ralf Dahrendorft, dan lain-lainnya.

Perebutan Sumber Daya

Sumber-sumber daya yang dikuasai oleh setiap orang mungkin berfungsi untuk merealisasikan tujuan individual maupun kolektif. Modal sosial ini memungkinkan dihasilkannya kemakmuran (kekayaan) individual, seperti ketika seseorang membantu salah seorang temannya dalam mendapatkan pekerjaan. Modal ini juga memungkinkan orang untuk menghasilkan kekayaan kolektif yang memberi keuntungan kepada sebuah kelompok yang memiliki kepentingan bersama, apakah mereka itu turut berpartisipasi dalam menghasilkan kekayaan tersebut secara personal atau tidak.

 

Contoh konflik dalam kehidupan sehari-hari

Konflik Gender

Konflik gender bukan merujuk pada aspek perbedaan jenis kelamin di mana laki-laki ditunjukkan dengan identitas diri dan di mana laki-laki memiliki alat kelamin yang berbeda dengan perempuan, akan tetapi gender lebih berorientasi pada aspek sosiokultural. Gender lebih memperhatikan pada aspek status dan peranan manusia dilihat dari jenis kelamin.

Konflik Kepentingan

Di dalam dunia politik "tiada lawan abadi dan tiada kawan abadi, kecuali kepentingan abadi." Dengan demikian konflik kepentingan identik dengan konflik politik.

Konflik Antar – Umat Agama

Agama tidak cukup dipahami sebagai metode hubungan antara manusia kepada Tuhan serta seperangkat tata aturan atas dasar tuntunan kitab suci. Secara sosiologis, agama dapat dijadikan sebagai alat perekat solidaritas sosial.

Konflik Antarpribadi

Konflik antar-individu adalah konflik sosial yang melibatkan individu di dalam konflik tersebut. Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan atau pertentangan atau juga ketidakcocokan antara individu satu dan individu lain. Masing-masing individu bersikukuh mempertahankan tujuannya atau kepentingannya masing-masing.

 

 

 

Sumber : PENGANTAR SOSIOLOGI
ELLY M. SETIADI, USMAN KOLIP

Novia Hasan Fratiwi Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya Tugas 3

Novia Hasan Fratiwi
11150510000074
KPI 1/B

 

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

            Perspektif Konflik  dalam teori konflik lebih menekankan sifat pluralistik dari masyarakat dan ketidakseimbangan distribusi kekuasaan yang terjadi diantara kelompoknya. Karena kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok-kelompok elite, maka kelompok-kelompok itu juga memiliki kekuasaan untuk menciptakan peraturan, khususnya hukum yang dapat melayani kepentingan-kepentingan mereka. Berkaitan dengan hal itu,  perspektif konflik memahami masyarakat sebagai kelompok-kelompok dengan berbagai kepentingan yang bersaing dan akan cenderung saling berkonflik.

            Perspektif konflik klasik melihat terbentuknya masyarakat tidak didasarkan atas suatu konsensus terhadap nilai-nilai, tetapi karena suatu perjuangan diantara kelas-kelas sosial yang ada.

Faktor-faktor yang menyebabkan konflik sosial :

A.    Faktor Politik

 

            Hubungan antar kelompok yang berbeda yang semula rukun sutu saat bisa berubah menjadi penuh konflik ketika di dalamnya diberi muatan politik atau dimanipulasi untuk kepentingan elite-elite politik.

            Contohnya, Indonesia. Di zaman pemberontakan G-30-S/PKI. Masyarakat desa yang semula hidup tukun saling tolong menolong berubah saling curiga, saling bertikai, dan bahkan saling membunuh karena dimanipulasi untuk kepentingan politik PKI.

 

B.     FaktorEkonomi


            Perbedaan antar kelompok bisa berubah menjadi permusuhan atau minimal sikap antipati ketika perbedaan antara masing-masing kelompok itu bersejajaran dengan kesenjangan kelas ekonomi.
            Contohnya, Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir kita tentu pernah mendengar dan membaca bahwa beberapa kali kerusuhan sosial sempat muncul karena disulut oleh isu konflik antar etnis. Peristiwa Tnajung Priok, peledakan bom di BCA, kasus Irah atau peristiwa Solo adalah beberapa contoh bahwa perbedaan etnis ternyata suatu ketika bisa menjadi bibit pemicu konflik yang sangat potensial.

 

C.     Faktor Sosial Budaya

 

            Yang dimaksud faktor sosial budaya disini terutama adanya ikatan primodialisme antara kelompok satu dengan yang lain atas dasar solidaritas etnis, ras, kelas, atau sentimen kedaerahan.
            Contohnya, di Indonesia konflik antar suporter juga sering terjadi. Persebaya bertanding dengan Arema yang keduanya sebenarnya sama-sama warga Jawa Timur acap kali diwarnai kerusuhan di antara pendukungnya.

            Dalam menghadapi berbagai tantangan dunia dewasa ini, maka diperlukan manusia Indonesia yang berkualitas tinggi, yang dapat menghadapi segala kesulitan dan hambatan apapun serta sanggup melestarikan nilai-nilai luhur manusia.

            Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya terdiri dari sumberdaya fisik dan non fisik. Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

            Sumber daya alam di Indonesia yang sangat kaya sering kali diperebutkan oleh negara-negara lain. Maka sebagai warga negara Indonesia kita harus menjaganya jangan sampai apa yang sudah kita punya direbut oleh negara lain secara sepihak.

            Sumber daya manusia Indonesia juga harus ditingkatkan kualitasnya agar lebih memberikan darma bakti bagi kemajuan fisik,mental, dan spiritual bangsa dengan berlandaskan ajaran agama. Kebahagiaan&kesejahteraan bangsa dan negara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu disadari untuk masa depan yang lebih baik.

 

Daftar Pustaka

J.Dwi Narwoko, Bagong Dwi Narwoko (ed), Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta: Kencana, 2007.

Jimly Asshiddiqie,dkk, Sumber Daya Manusia Untuk Indonesia Masa Depan, Bandung: Mizan,2004.

Elly M. Setiadi. Usman Kolip. Pengantar Sosiologi, Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana,2011.

Umi Lailatul Baroroh, Jurnalis !A-Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya-Tugas 3

Nama: Umi Lailatul baroroh

NIM:  11150510000039

Kelas: jurnalistik 1A       

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

1.      Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

Dalam Sosiologi terdapat perspektif fungsional, konflik dan interaksionis dalam melihat realitas sosial. Perspektif konflik, Dahrendorf (1959-1968) tokoh utama yang berpendirian bahwa manusia memiliki dua wajah (konflik dan Konsensus), Ia menyatakan bahwa segera setelah kelompok konflik muncul, kelompok itu melakukan tindakan yang menyebabkan perubahan dalam struktur sosial. Bila konflik itu hebat, perubahan yang terjadi adalah Radikal. Bila konflik disertai tindakan kekerasan, akan terjadi perubahan struktur secara tiba-tiba. Apapun ciri konflik, sosiologi harus membiasakan diri dengan hubungan antara konflik dan perubahan maupun dengan hubungan antara konflik dan status quo.

Sementara tokoh utama dalam upaya membangun teori konflik yang lebih sintesis dan integratif adalah Randall Collins. Collins mengatakan kontribusi utama untuk teori konflik adalah menambah analisis tingkat mikro terhadap teori yang bertingkat makro , saya menunjukkan bahwa stratifikasi dan organisasi didasarkan atas interaksi kehidupan sehari-hari. Dan konflik merupakan proses sentral terhadap kehidupan sehari-hari. Berlawanan terhadap paradigma fungsionalisme, para ahli teori konflik melihat masyarakat sebagai kumpulan berbagai unsur yang bekerja sama oleh suatu kekuatan sosial (social power)- suatu kemampuan mengontrol perilaku pihak lain yang menentang keinginan mereka.

Para ahli teori konflik lebih lanjut berpendapat bahwa konflik terjadi di antara organisasi. Dengan kata lain, organisasi-organisasi berusaha menggunakan kekuatan mereka untuk meraup keuntungan sendiri. Beberapa kelompok dengan memiliki keistimewaan sendiri lebih secara peiodik akan mengubah status mereka, sementara yang kelompok-kelompok yang dominan akan berusaha memapankan posisi kuasa mereka.

Perbandingan Pandangan Fungsionalis dan Konflik

 

Pandangan Fungsionalis

Pandangan Konflik

Bagian-bagian masyarakat yang beragam bersifat interpenden dan secara fungsional berkait

Masyarakat adalah sebuah sistem akomodasi di antara kelompok-kelompok yang berkompetisi

Setiap bagian dari sistem sosial memberi kontribusi secara positif pada beroperasinya sistem secara berkelanjutan

Sitem sosial setiap waktu bisa menjadi tidak seimbang karena berbagai perubahan dalam kekuasaan

Bagian-bagian dari sistem sosial yang beragam terpadu dalam harmoni

Bagian-bagian dari sistem sosial yang beragam tidak terpadu secara harmoni

Sistem-sistem sosial sangat stabil

Sistem-sistem sosial tidak stabil dan akan berubah secara cepat.

Kehidupan sosial diatur dengan konsesus dan kerjasama

Kehidupan sosial melibatkan konflik karena adanya berbagai kepentingan yang bertentangan

2.      Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

Collins yakin bahwa orang berupaya untuk memaksimalkan "Status Subyektif" mereka dan kemampuan untuk berbuat demikian tegantung pada sumber daya mereka maupun sumber daya orang lain dengan siapa mereka berurusan. Ia melihat orang memiliki kepentingan sendiri-sendiri, jadi benturan mungkin terjadi karena kepentingan-kepentingan itu pada dasarnya saling bertentangan. Pendekatan konflik terhadap stratifikasi dapat diturunkan menjadi 3 prinsip utama. Pertama Collins yakin bahwa orang hidup dalam dunia subyektif yang dibangun sendiri. Kedua orang lain mempunyai kekuasaan untuk memengaruhi atau mengontrol pengalaman subyektif seorang individu. Ketiga orang lain sering mencoba mengontrol orang yang menentang mereka akibatnya adalah kemungkinan terjadinya konflik antarindividu. Selanjutnya Collins mengembangkan lima prinsip analisis.

Pertama: Collins yakin bahwa teori konflik harus memusatakan perhatian pada kehidupan nyata, Ia mendesak kita agar memikirkan manusia seperti binatang yang tindakannya dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri, namun Ia juga mengakui bahwa manusia rentan terhadap tarikan emosional dalam upaya mendapatkan kepuasan

Kedua: harus meneliti secara seksama susunan material yang mempengaruhi interaksi, variabel utama adalah sumber daya yang dimiliki oleh aktor yang berlainan, aktor dengan sumber daya yang banyak akan menentang bahkan menghambat material ini.

Ketiga: dalam situasi ketimpangan, kelompok yang mengendalikan sumberdaya kemungkinan akan mencoba mengeksploitasi kelompok yang sumber dayanya terbatas. Dalam hal ini mereka mungkin akan mengambil keuntungan dari pihak yang sumberdayanya terbatas.

Keempat: Collins menginginkan teoritisi melihat fenomena kultural seperti keyakinan dan gagasan dari sudut pandang kepentingan, sumber daya dan kekuasaan. Kemungkinan kelompok dengan sumber daya dan berkuasa dapat memaksakan sistem gagasan mereka terhadap seluruh masyarakat.

Kelima: komitmen tegas untuk melakukan study ilmiah tentang stratifikasi dan setiap aspek kehidupan sosial lainnya

          Pada sumber daya yang dimiliki oleh berbagai kelompok umur. Orang dewasa mempunyai berbagai jenis sumber daya, termasuk pengalaman, ukuran, kekuatan, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan jasmani anak muda. Sebaliknya salah satu dari sedikit sumber daya yang dimiliki anak muda adalah daya tarik fisik, ini berarti anak muda ada kemungkinan untuk didominasi orang dewasa. Tetapi ketika anak menjadi dewasa mereka memperoleh sumber daya makin banyak dan makin mampu menentang dengan akibat meningkatnya konflik sosial antara dua generasi.

3.      Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

a)      Perjuangan kaum wanita untuk memperoleh hak suara

b)      Perjuangan kaum buruh untuk memperoleh hak membentuk serikat pekerja

c)      Perjuangan untuk hak-hak warga sipil

d)      Perjuangan untuk memperoleh kesetaraan bagi kaum perempuan 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

Nama                          : Faizah Nurhidayah

Mata Kuliah                : Pengantar Sosiologi

NIM                            : 11150510000089

 

Konflik sosial dan perebutan sumber daya

Beragam agama, budaya , bahasa bahkan perbedaan paham pemikiran dan pendapat di Indonesia merupakan suatu faktor banyaknya konflik sosial yang terjadi di tanah air, kepentingan politik sosial agama bahkan budaya yang pernah terjadi bahkan sering menelan banyak korban dan fasilitas umum. Membuat Indonesia banyak mengalami konflik sosial bahkan perebutan sumber daya alam.

Apa itu teori konflik ?

Adalah suatu perspektif di dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem social yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang memiliki kepentingan berbeda. Konflik bisa terjadi/tumbuh dari akar primodialsme yang sempit , kesukuan, agama dan golongan.

Definisi Konflik

Menurut Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi (1974:177) Konflik merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi akibat adanya ketegangan antara satu pihak dengan pihak lain . Ketia terjadi konflik antar kelompok , maka semakin membesar konflik akan semakin menguatkan solidaritas internal (in group solidarity) sebaliknya dengan semakin melemahnya konflik maka solidaritas semakin melemah. (Doyle Paul Johnshon,1988:195).

Menurut coser (1956), konflik adalah perilaku dan kondisi seseorang yang tengah di lakukannya dan juga perbedaan fokus dan pemahaman manusia.

Konflik merupakan proses social dimana individu atau kelompok memiliki tujuan masing-masing , sehingga terdapat perbedaan kepetingan yang diikuti gejala-gejala untuk menyingkirkan pihak lain dengan cara ancaman dan kekerasan.

Menurut Soerjono Soekanto konflik memiliki bentuk sebagai berikut :

1.Konflik Pribadi

Adalah konflik yang terjadi di antara orang-perorangan karena masalah pribadi atau perbedaan pendapat , pandangan dalam menyikapi suatu hal.

2.Konflik Politik

Adalah konflik yang terjadi akibat kepentingan atau tujuan politis yang berbeda antara seseorang atau kelompok.

3.Konflik Rasial

Adalah konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda Karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan.

4.Konflik Antarkelas Sosial

Adalah konflik yang terjadi karena perbedaan kepentingan di dalam kelas-kelas  masyarakat.

5.Konflik yang bersifat Internasional

Yaitu konflik yang melibatkan beberapa negra (blok) karena perbedaan kepentingan masing-masing.

Menurut smelser beberapa faktor penentu (dominan) yang dapat memunculkan suatu kerusuhan / perilaku kekerasan dan kolektif yaitu:

a.       Kesesuaian struktural , struktur masyarakat yang menunjang.

b.      Ketegangan struktural , perasaan adanya ketidak adilan dalam masyarakat mendorong banyak orang melakukan tindakan ekstrim.

c.       Faktor Pemercepat , suatu peristiwa dramatis atau desas-desus mempercepat perilaku kolektif .

d.      Kemunculan dan penyebaran pandangan para pelaku kerusuhan sudah memiliki pandangan yang sama mengenai sumber ancaman, jalan keluar dan cara pencapaian jalan keluar.

Contoh :

-Kerusuhan di Mataram                      -Konflik dalam Keluarga

-Kerusuhan di Poso                 -Konflik perebutan wilayah

-Kerusuhan Kupang NTT                   -Konflik perebutan kebudayaan

-Kerusuhan Lampung                         -Konflik antar suku

-Kerusuhan Ambon

-Kasus Dayak dan Madura

 

 

Konflik juga bisa di sebabkan oleh

Ø  Perbedaan pendirian, pendapat , perasaan.

Ø  Perubahan Sosial.

Ø  Perbedaan Agama yang tidak menghormati satu sama lain.

Ø  Weak Leadership.

Ø  Pemanfaatan Aparat Pemerintah untuk menghindari tuduhan.

Konflik bisa di selesaikan dengan jalan kompromi, arbitrasi,coercion , stalemate, konversi , toleransi , truce dan displacement.

 

 

 

Sumberdaya

Adalah sesuatu nilai atau potensi yang dimiliki suatu materi atau unsure tertentu dalam kehidupan. Sumber daya ada yang terus berkembang menjadi besar atau hilang , ada yang bersifat tetap dan tidak tetap . Ada sumber daya yang terbaruka (renewable resource) dan tidak terbarukan (non-renewable resource). Sumberdaya ada sumber daya manusia , sumber daya alam .

Perebutan , atau pengambil alih secara paksa atau mengakui yang bukan haknya, mengatasnamakan yang bukan sebenarnya, atau merasa diatasnamakan orang lain , atau mengambil hak seseorang , kelompok bahkan negara yang membuat emosi , dendam atau rasa tidak terima.

Dalam sosiologi perebutan sumber daya dapat berakibat terjadinya konflik sosial , baik itu sumber daya Alam, sumber daya manusia .

Perebutan sumber daya dalam konteks ini mungkin suatu yang terjadi antara individu , kelompok ataupun antar golongan yang merebutkan suatu sumber daya tertentu bersifat ingin memiliki dan saling mengakui hingga terjadi perbedaan pendapat atau asumsi maupun pikiran bahwa sumber daya tersebut milik nya sendiri atau merupakan haknya, perebutan budaya , wilayah , maupun sumber daya alam baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Bisa saja seperti perebutan sumber daya buatan atau sumber daya yang nilai gunanya sudah di tingkatkan sehingga menimbulkan konflik sosial dalam kehidupan .

Contoh :

-kasus  konflik laut tiongkok selatan

-perebutan hak masyarakat oleh oknum terhadap sumber daya yang dimiliki seperti tambak ikan

-Penguasaan SDA oleh Negara-negara besar.

-Geopolitik dan perang.

-Pengambilan anak-anak negeri yang cerdas di tawari kehidupan yang lebih baik dari pada di negerinya sendiri.

  Sumber Referensi : buku teori sosiologi modern Bernard Kalis SOD
Buku konflik sosial bernuansa agama di Indonesia
Buku Pengantar Sosiologi
Buku Siap Tempur UN & Snmptn IPS
wikipedia bahasa

Cari Blog Ini