Sabtu, 28 November 2015

Tugas Sosiologi : Seli Nursolihat Kpi1a (11150510000043) - Mutia Regina Saura (11150510000165)

TUGAS SOSIOLOGI

 

Oleh:

Seli Nursolihat KPI 1A (11150510000043)

Mutia Regina Saura jurnalistik 1B (11150510000165)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.        LATAR BELAKANG

 

Jakarta adalah kota megapolitan dengan penduduk yang berjumlah lebih dari 8 juta jiwa dan terus bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang amat pesat ini disebabkan karena pemusatan lokasi kegiatan perekonomian dan pemerintahan untuk kawasan Jabodetabek berada di Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia. Pergerakan penduduk Jakarta sangat dinamis guna menuju ke tempat aktivitas tiap harinya mereka memenuhi ruas-ruas jalan di dalam kota terutama jalan utama yang menuju ke daerah tujuan. Kemacetan menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi, khususnya pada saat peak hour. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini adalah dengan meningkatkan kualitas sarana ataupunprasarana angkutan umum, atau dengan menggunakan jenis angkutan massal. Penggunaan BRT (Bus Rapid Transit) natau yang biasa disebut busway bisa menjadi alternatif.

 

Fasilitas transportasi Ibu Kota yang nyaman, cepat, dan murah merupakan impian masyarakat Jakarta. Untuk saat ini barulah bus Transjakarta yang menjadi moda transportasi andalan pemerintah DKI yang coba mewujudkan impian itu. Transportasi yang meniru sistem transportasi di Bogota Kolombia itu memang diharapkan menjadi salah satu solusi persoalan transportasi diibu kotaseperti kemacetan dan kenyamanan yang buruk. Jumlah armada yang sedikit menyebabkan penumpukan calon penumpang disejumlah halte dan bus Transjakarta pun tidak dapat menghindari kemacetan akibat kebijakan yang memperbolehkan kendaraan lain menggunakan jalurbusway. Bus Transjakarta akhirnya tidak lagi berbedadengan bus-bus umum lainnya, yang lambat dan penuh sesak.


 

BAB II

TINJAUAN TEORITIK

 

·         Aliran marxis

 

Marxis analitis menggunakan metode analitis filsafat dan ilmu sosial dalam membahas masalah substantif marxian (mayer, 1994: 22) aliran ini dibahas disini karena "secara tegas bermaksud menyintesiskan metode non- marxis dan teori marxis" (weldes, 1989;371).

 

Marxisme analitis menggunakan pendekatan neodogmatik terhadap teori marx.  Tidak mendukung teori Mark secara membabi-buta dan tanpa pikir, tidak menolak fakta- fakta sejarah dalam usahanya untuk mendukung teori Marxis, dan tidak secara total menolak Mark sebagai keliru sebagai mendasar. Teori Marx dianggap sebagai kekuatan besar dan berinti yang shahih meski juga ada kelemahan subtstantifnya. Teori marx harus digunakan, namun perlu memanfaatkan metode dan teknik yang dibangun diakhir abad 20. Aliran ini menyangkal ada metodologi marxian yang distingtif dan mengecam mereka yang mengira metodologi seperti itu adadan shahih.

 

Orang mungkin bertanya, mengapa marxias analitis mesti disebut Marxis. Dalam menjawab pertanyaan ini Roemer mengatakan. "saya tak yakin itu harus" namum, ia mengumukakan beberpa alasan mengapa kita dapat menganggapnya sebuah teori (neo-) Marxia, pertama, aliran ini menganalisis topik-topik tradisional seperti kelas dan eksploitasi. Kedua, aliran ini mencoba memahami dan menerangkan masalah yang berkaitan dengan kapitalisme. Tetapi, mesti dalam aliran ini adalah Marxis mereka juga "mau dan gampang meminjam dari pandangan lain'. Sekali lagi marxisme analitis sangat banyak kesamaannya dengan teori sintesis yang dikemukakan diseluruh buku ini.

 

 

 

 

·         Non Marxis

 

Teori-teori nreo- Marxian semuanya menjadikan pemikiran sebagai pangkal tolak, tetapi mereka sering menempuh arah yang sangat berbeda. Meski keanekaragaman yang berkembang ini menjadi memberi vitalitas kepada teori neo- marxian, namun juga menciptakan kontoversi dan diferensiasi yang sebagian besar tidak perlu disfungsional. Jadi, tugas utama teoritis sosiologi marxian modern adalah mengintegrasikan satuan-satuan besar teori-teori ini sambil mengakui kekhasan berbagai bangunan teori itu.

 

Teori neo- marxian pertama adalah secara historis secara determinisme ekonomi, tetapi determinisme  ekonomi kurangpenting pada masa sekarang, khusunya bagi pemikir yang berorientasi sosiologi. Teori yang berdasarkan ini ditentang oleh berbagai jenis teori. Marxian lain yang berkembang kemudian.

Berikutnya, dikemukakan dua aliran pemikiran dalam sosiologi ekonomi neo-marxian. Pertama yang menerangkan hubungan antara modal dan tenaga kerja, terutama dalam karya Baran-Sweezy dan Braverman. Kedua, yang menerangkan transisi dari fordisme ke post- Fordisme. Ketiga, kumpulan pemikiran ini mencerminkan upaya untuk kembali kebeberapa pemikiran ekonomi tradisional sosiologi marxian. Pemikiran ini penting karena upayanya untuk memperbaharui sosiologi ekonomi Marxian yang dengan memperhatikan realitas yang muncul dalam masyarakat kapitalisme masa kini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB III

ISI

 

 

Transjakarta umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam.

 

 

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

 

 

 

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia's Center for Transportation Studies (UI-CTS). Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

 

 

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.

 

 

Pintu bus menggunakan 3 sistem yaitu sistem lipat, sistem geser, dan sistem putar yang otomatis dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tunggal koridor 2-8 serta bus gandeng jenis Komodo telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

 

 

 

 

 

 

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun pada bus bus baru (kecuali Hino TJSB) hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi berbunyi dua kali. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, GPS, serta fitur lainnya (terdapat di bus baru). Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center Transjakarta).

 

Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus namun banyak yang hilang, tombol darurat diatas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard pengemudi bus (terdapat di bus bus baru).

 

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB dan TransJabodetabek beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway. APTB dan TransJabodetabek telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.

 

Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya) atau disediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

 

 

 

 

 

 

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton (halte baru). Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte namun banyak yang tidak berfungsi. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah (bus tertentu), dan papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainnya.

 

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (Tapcash, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), Bank DKI (JakCard), serta Bank Mega MegaCash. Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada seluruh halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte. Kartu tersebut, (kecuali untuk Bank DKI (JakCard) dan Bank Mega MegaCash), dapat juga digunakan sebagai tiket Commuter Line.

 

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.

 

Terkadang kriminalitas juga terjadi pada jam-jam sibuk di saat bus penuh terisi penuh. Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri. serta kurangnya tempat duduk di halte.

Beberapa titik di jalur koridor 2-12 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).

              

 

Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.

 

 

             

 

 

Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya. Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.

 

 

 

 

            

            

 

KESIMPULAN

 

Konflik antara supir  kendaraan umum seperti mertro mini, kopaja dsb. sering terjadi dengan supir busway atau transJakarta. Permasalahan ini timbul karena menurunnya penumpang angkutan umum dalam kota dan beralih ke transJakarta. Mengapa penumpang beralih menggunakan transJakarta? Selain terrsedianya sistem keamanan, dengan menggunakan busway juga terhindar dari kemacetan. Karena busway sendiri mempunyai jalur khusus yang mana tidak boleh dimasuki oleh kendaraan lain.

Pada jam-jam tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Banyak pengendara yang memasuki kawasan busway. Hal ini tentu sudah melanggar tata terbit. Tak jarang dari mereka dikenakan sangsi oleh aparat kepolisian agar tidak mengulangi lagi dan menjadi pengendara tertib serta  mematuhi lalu lintas.

Sering juga terjadi kecelakaan di kawasan busway, karena sepeda  motor atau penyebrang jalan memasuki kawasan busway yang mana disitu busway sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Tak dipungkiri lagi korban tewas pun meninggal di tempat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Australian Agency for International Development (AUSAID) sedang melakukan kajian mengenai rencana memperbolehkan bus kota reguler masuk jalur transjakarta. Namun, sebelum kebijakan itu dikeluarkan, operator bus diharuskan meremajakan terlebih dahulu bus-bus yang mereka miliki agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh transjakarta.

Dalam penggunaan busway dan kendaraan umum lainnya. Tentunya memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri, Hal ini tentu sudah menjadi lumrah. Selain adanya perbedaan tersebut maka  menjadikan penumpang memilih sendiri kenyaman dalam menggunakan transportasi umum khusunya di daerah Jakarta dan sekitarnya. 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      https://id.wikipedia.org/wiki/Transjakarta

2.      http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/04/09041081/Agar.Kopaja.dan.Metromini.Bisa.Lewat.Busway.

3.      Teori Sosiologi Modern Edisi keenam, George Ritzer – Douglas J. Goodman.

4.      Study lapangan penulis dari daerah Blok M – Kotu.

5.      Study lapangan dari daerah Blok M – Harmoni.

 

Tugas sosiologi _Nanda aullia (1115051000119) jurnal 1a_Karlita cahyani (11150510000062) kpi1b

PENDAHULUAN

 

Latar belakang

Sosiologi mempelajari proses sosial yaitu pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama contoh hubungan timbal balik dan antara kehidupan agama dan kehidupan politik, hubungan timbal balik antara kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi. Gejala sosial diataranya ialah : gejala ekonomi, keluarga, dan moral.

Bila kita melihat pada zaman modern seperti sekarang ini banyak terjadi gejala ekonomi sosial, gejala ini kerap terjadi pada suatu lapisan masyarakat yang berpola kehidupan tradional maupun modern. Gejala-gelajanya beraneka ragam mengikuti perkembangan zaman dari yang kecil sampai yang besar, yang singkat sampe berkepanjangan. Salah satu contohnya ialah kemiskinan dan pengangguran.

Karl Marx merupakan tokoh pencetus teori ekonomi,Ada berbagai teori Ekonomi salah satunya ialah teori Marxisme yang membagi ekonomi menjadi dua kelas ialah kelas kaum borjuis ialah pemilik modal dan kaum proletar yaitu kaum buruh yang menerima upah. Banyak yang menganut sistem ekonomi seperti ini, contohnya seperti Butik yang kami observasi mereka menggunakan teori marxis. Kami mengobservasi salah satu Butik yang ada dikomplek permata pamulang. Metode yang kami gunakan ialah metode observasi pengamatan.



TINJAUAN TEORISTIS

 Teori Marxisme

         1. Karl Marx

 Marxisme adalah suatu paham ekonomi dan sosial berdasarkan ide politik   dan ekonomi dari Karl Marx dan Frederich Engels. Marxisme adalah sistem sosialisme dimana kepentingan yang dominan ialah pada kepemilikan publik, yaitu produksi, distribusi dan tukar-menukar proses jual beli. Teori perjuangan kelas.

Konsep berpikirnya berangkat dari konsep pemikiran revolisi, revolui merupkan sebuah hal yang harus terjadi, sebagai akibat dari suatu masyarakat itu sendiri. Hal inilah yang pada akhirnya disebut dengan revolusi truktural., yang berusaha membongkar ideologi dengan mengatakan bahwa sistem sosial tidak dapat diubah. Padahal secara realistis masyarakat dan strukturnya saling terkait. Marx menegaskan bahwa emansipasi manusia hanya dapat dicapai dengan perjuangan kelas. Kelas sosial menurut Marx gelaja yang khas yang terdapat pada masyarakat pascafedoal. Marx juga menyebutkan bahwa didalam struktur kelas ada perbedaan, yaitu kelas atas (kaum pemilik modal dan alat-alat industri) dan kelas bawah (kaum proletar, buruh) seperti contohnya pada ibu Azizah pemilik modal dan para pegawainya. Dalam masyarakat kapitalis marx menyebutkan ada tiga kelas sosial :       1. kaum buruh, yaitu mereka yang hidup dari upah.

      2. kaum pemilik modal, yang hidup dari laba.

      3. para tuan tahan, yang hidup dari rente tanah.

a.       Teori Materialisme dialetika

 Prinsip dasar teori materialisme dialetika ini, bukan kesadaran manusia untuk mengadakan keaadan sosial, melainkan sebaliknya keadaan sosiallah yang menentukan kesadara manausia. Marx berkeyakinan bahwa untuk memahami sejarah dan arah perubahan, tidak perlu memerhatikan apa yang dipikirkan oleh manusia, tetapi bagaimana dia bekerja dan berproduksi. Dengan melihat cara manusia itu bekerja dan berproduksi, ia yakin akan menentukan cara manusia itu berfikir

b.      Teori nilai dan nilai lebih

Teori ini terdiri dari emoat subteori: 1. Teori tentang nilai pekerjaan, 2. Teori tentang nilai tenaga kerja, 3. Teori tentang nilai lebih, 4. Teori tentang laba.

Teori tentang nilai pekerjaan menyangkut bagaimana nilai ekonomis sebuah komoditas dapat ditentukan secara objektif. Nilai ini dipakai oleh nilain pakai dan nilai tukar. Teori tentang nilai tenaga kerja merupakan upah. Dalam arti buruh mendapat upah yang senilai dengan apa kebutuhan buruh untuk memulihkan kembali tenaganya dan kebutuhan keluarganya. Teori tentang laba merupakan satu-satunya sumber laba yang dimiliki oleh kapitalis yang sangat ditentukan oleh besar kecilnya nilai lebih

2. George lukacs

Reifikasi. sejak awal Lukacs menjelaskan bahwa ia tidak sepenuhnya menolak karya pada Marxis ekonomi tentang reifikasi, namun sekedar berusaha memperluas dan menguraikan lagi gagasan-gagasan mereka. Perbedaan kursial antara fetisisme komoditas dengan reifikasi terletak pada luas cakupan kedua konsep tesebut. Kalau yang pertama terbatas pada institusi ekonomi, maka yang kedua diberlakukan Lukacs pada saeluruh masyarakat-negara, hokum, dan sector ekonomi. Dalam masyarakat kapitalis, berbagai factor mencegah berkembangnya kesadaran kelas. Salah satu penyebabnya ialah Negara, yang terlepas dari ekonomi, mempengaruhi strata social; seadng penyebab lain adalah kesadaran status(prestise) cenderung menutupi kesdaran kelas (ekonomi).

3. Antonio Gramsci

Marxis Italia Antonio Gramsci juga memainkan peran kunci dalam transisi dari determinisme ekonomi menuju posisi Marxian yang lebih modern. gramsci mengakui arti penting factor structural, khususnya ekonomi, ia tidak percaya bahwa factor-faktor structural ini menggiring massa untuk membangkang.

 

Teori Sosiologi Neo-Marxian

1. Jugen Habermas

Jurgen Habermas merupakan penerus Marxian yang sangat kritis dari generasi kedua Mazhab Frankfurt. Latar belakang pemikiran Habermas terbentuk dalam sebuah dialektika. Selama beberapa tahun, Hebermas menjadi pemikir Neo-marxis paling terkenal di dunia. Habermas melihat kapitalisme modern seperti yang dikarakterkan oleh dominasi Negara atas ekonomi dan bidang lain dari kehidupan social. Gagasan teori kritis masyarakat ditemukan Habermas pada Karl Marx. Berhadapan dengan penindasan yang dialami kaum buruh dalam system kapitalisme Marx membongkar kepercayaan bahwa hokum ekonomi kapitalistik adalah sesuatu yang alamiah dan abadi. Kapitalisme adalah buah karya manusia sendiri, penindasan bukan suatu yang dapat diterima begitu saja.

2. Ralf Dahrendorf

Ralf menerangkan bahwa dalam masyarakat industrial pada tahun 1959. Teori ini sangat berbeda dari teori Marx karena ia menganalisis politik ekonomi yang ada. Jika marx bersandar pada pemilikan alat produksi, maka dahrendorf bersandar pada control atas alat produksi. Dalam terminology dahrendorf, pada masa pos produksi tidak menjamin adanya control atas alat produksi.





ANALISIS DATA

 

Asal usul Butik

Sejarah Busana Busana berasal dari bahasa sansekerta "bhusana" yang berati pakaian. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai manusia mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pada zaman pra sejarah, manusia belum mengenal busana seperti sekarang. manusia memakai kulit binatang, tumbuh- tumbuhan untuk menutupi tubuh mereka. manusia purba yang hidup di daerah dingin menutupi tubuhnya dengan kulit binatang, misalnya kulit domba yang berbulu tebal. sedangkan manusia purba yang hidup di daerah panas, melindungi tubuh mereka dengan memanfaatkan kulit pepohonan yang direndam terlebih dahulu lalu dipukul - pukul dan dikeringkan. selain itu mereka juga menggunakan dedaunan dan rumput. Sebelum mengenal tenunan, manusia pada zaman dahulu mengenakan pakaian hanya pada bagian-bagian tertentu saja, seperti pada bagian dada atau pada lingkar pinggang atau panggul. Bahan yang digunakan didapat dari lingkungan sekitar, baik berupa kulit binatang, kulit batang bahkan daun. Fungsinya juga hanya sebagai penutup bagian tertentu pada tubuh.

butik adalah toko khusus yang menawarkan barang dagangan kecil yang tidak biasa dan khas yang biasanya tidak akan ditemukan dalam pakaian tradisional atau departemen store. Selain pakaian yang unik, aksesoris,dan hadiah, pengunjung juga terpesona oleh layanan pelanggan berkualitas dan harga yang wajar toko-toko kecil yang indah menawarkan"

Jadi dapat disimpulkan bahwa butik adalah toko khusus yang menawarkan pakaian yang unik, aksesoris dan hadiah yang tidak akan ditemukan dalam departemen store dengan layanan pelanggan yang berkualitas dan harga yang wajar.

 

Awal mula didirikan Butik

 

Dahrendorf  melihat yang terlibat konflik adalah kelompok semu (quasi group), yaitu para pemegang kekuasaan dengan kepentingan yang sama yang terbentuk karena adanya munculnya kelompok kepentingan. Adapun kelompok yang kedua iyalah kelompok kepentimgam yang luas, kelompok ini struktur, orgaisasi, program serta anggota yang jelas.

Dahrendorf melihat bahwa "kepentingan" yang dikaitkan dengan peran-peran didefinisikan sebagai peran-peran yang diharapkan. Suatu peran yang mengandung kekuasaan membawa harapan bahwa kesesuaian itu dilaksanakan untuk keuntungan organisasi sebagai suatu keseluruhan dan dalam kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan. Dahrendorf melihat masyarakat memiliki sisi konflik dan sisi kerja sama.

Jadi pada dasarnya konflik sosial itu hal yang wajar terjadi dan itu termasuk dalam menuju proses sosial. Terlebih lagi pada masalah ekonomi. Seperti perdangan, perusahaan besar, usaha-usaha kecil dipasar dll.

saat ini tidak sedikit orang yang ingin membuka usaha sendiri dan tidak berada pada suatu tempat yang bersama-sama. Ibu Hj. Azizah adalah salah satu contoh pemilik usaha Boutique yang ia kelola sendiri. Menurutnya membuka usaha sendiri dan dengan tanah sendiri akan jauh lebih menguntunkan. Ditambah dengan letak yang strategis juga. Keadaan sekitar tempat usahanya itu adalah tempat yang cukup ramai walaupun berada di sebuah komplek perumahan.

Seperti yang dijelaskan diatas menurut pendapat Dahrendorf bahwa yang terjadi di boutique tersebut ialah kerja sama karena di sisi lain pihak yang bukan penguasa pun tetap sejahtera dan ini hanya kerja sama dan upaya untuk mnegurangi pengangguran dan mencoba untuk membuka lapanga pekerjaan dengan dibukanya boutique tersebut dan mempekerjakan pegawai.

pada awal mulanya ia hanya gemar berbelanja dan menjual barangnya itu pada teman-temannya. Hingga pada suatu waktu munculah ide mendirikan Butik. Dengan modalnya sendiri dan dengan tempat milik sendiri pula. Ada beberapa pegawai yang membantu pekerjaannya di Butik tersebut. Butik tersbut diberi nama "Balqis collection" , kata Balqis diambil dari sebuah nama anak pertamanya. Ia merasa bahwa bisnisnya akan menguntungkan, terlebih ia adalah pemilik modal dan tanah (kaun Borjuis) dan ia hanya memberi upah kepada pegawainya.

Adapun cara-cara yang ditempuh untuk mempromosikan Butik tesebut dengan melalui internet dan sosial media yang lain, dan biasanya dengan diadakan sale atau discount untuk menarik minat pengunjung untuk berbelanja. Biasanya adanya buy one get one free, atau biasanya jika pembeli membeli suatu produk diatas harga yang ditentukan pembeli akan mendapatkan satu produk lagi sebagai bonus. Itu merupakan cara-cara promosi yang dilakukan untuk menarik minat pembeli.

 

Sistem kerja pegawai

Butik dibuka pada pukul 09.00 -19.00 WIB. Karena ia juga mengurusi keluarganya terlebih ia meliliki anak yang masih kecil, jadi yang membuka boutique, menjaga, dan hingga tutup adalah tiga orang pegawai yang ia percaya. Setiap masuk waktu sholat pegawai yang menjaga boutique bergantian untuk menjaga boutique tersebut. Karna dibutik tersebut disediakan kamar lengkap dengan dapurnya oleh sebab itu dua pegawai itu sering menginap di boutique tersebut. Dan biasanya bagi pengunjung yang ingin ke toilet atau sholat disediakan failitasnya.

Seiap sore hari pemilik boutique datang untuk sekedar mengecek dan melihat bahkan melayani pengunjung yang datang, tidak sedikit juga pengunjung yang hanya sekedar melihat-lihat dan bertanya-tanya. Tidak hanya pada sore hari saja pemilik butik jika sudah mengantarkan anaknya sekolah ia langsung menuju Butik. Semua kegiatan keuangan Butik sepenuhnya diatur oleh pemilik Butik. Hanya saja setiap pegawai memdapatkan tugasnya masing-masing ada yang menjaga kasir dan ada yang melayani atau mencarikan barang yang memang sedang dicari pembeli. Tidak ada sistem shift pada butik tersebut karena melihat hanya dari jam 09.00 – 19.00 WIB saja. Tetapi waktu makan siang dan waktu shallat dilaksanakan secara bergantian. Karena pada butik tersebut ada satu orang pegawai laki-laki maka setiap hari jum'at ketika masuk waktu shallat jum'at , butik ditutup dan dibuka kembali sehabis shalat jumat selesai.

Sistem upah yang diberi pada pegawai boutique ialah diberikan pada setiah satu bulan. Pegawai diboutique tersebut sangat cekatan karena jika tidak seperti itu maka pembeli pun akan merasa tidak nyaman.

Pemilik boutique merupakan penguasa dan penentu segalanya dibandingkan dengan pegawai yang hanya bekerja dan melayani. Berbeda halnya dengan pedagang kecil mereka pemilik modal dan mereka juga yang dapat mentukan harga bahkan jika ingin menjual dengan harga yang lebih tinggi pun tidak masalah karena mereka yang mempunyai modal dan tidak mempekerjakan pegawai.

Walaupun pemilik boutique merupakan penguasa sepenuhnya tetapi pegawai tetap mendapatkan haknya dan juga mendapat kesejahteraan. Jadi sistem yang digunakan pada butik tersebut menggunakan teori nilai dan nilai lebih bahwa nilai ini ditentukan oleh nilai pakai dan nilai tukar. Teori tentang nilai tenaga kerja merupakan upah. Dalam arti buruh mendapat upah yang senilai dengan apa kebutuhan buruh untuk memulihkan kembali tenaganya dan kebutuhan keluarganya. Dan yang dilakukan pemilik Butik sesuai dengan apa yang ada pada teori nilai dan nilai lebih bahwa ia memberikan upah sesuai pekerjaan pegawainya. Teori tentang laba merupakan satu-satunya sumber laba yang dimiliki oleh kapitalis yang sangat ditentukan oleh besar kecilnya nilai lebih. Dan juga meggunakan teori perjuangan kelas bahwa ada kaum kapitalis dan kaum proletar.

Aturan – aturan yang berlaku untuk pegawai yang ada pada Salsabila collection antara lain adalah :

1.      Setiap pegawai harus memakai pakaian yang sopan

2.      Tidak boleh menggunakan pakaian yang telalu terbuka

3.      Pegawai wanita diharuskan menggunakan hijab (karena Butik tersebut merupakan Butik muslimah dan barang yang dijual semuanya pakaian muslim)

4.      Dan harus cekatan dan juga ramah kepada calon pembeli.

Adapula ketentuan untuk para pembeli :

1.      Barang yang sudah di beli tidak bisa dikembalikan atau tidak jadi beli.

2.      Jika barang yang dibeli tidak pas, batas waktu penukaran ialah tiga hari setelah transaksi pembayaran.

3.      Jika barang cacat atau rusak bisa dikembalikan dengan syarat memang cacat dari saat pembelian.

4.      Pembayaran dilakukan secara cash.

 

Karl Marx  menyatakan bahwa ekonomi merupakan faktor penentu alam perubahan sosial. Dalam hal ini seperti yang dijelaskan diatas bawa pemilik modal sepenuhnya berkuasa dan ini berarti terjadi kelas sosial. Kelas sosial disini terlihat bahwa pemilik Butik (kaum borjuis) yang hanya memantau dan mengatur saja serta pegawai Butik  (kaum proletar) yang bekerja dan mendapat upah.

Kelas sosial menurut Marx gelaja yang khas yang terdapat pada masyarakat pascafedoal. Marx juga menyebutkan bahwa didalam struktur kelas ada perbedaan, yaitu kelas atas (kaum pemilik modal dan alat-alat industri) dan kelas bawah (kaum proletar, buruh) seperti contohnya pada ibu Azizah pemilik modal dan para pegawainya. Dalam masyarakat kapitalis marx menyebutkan ada tiga kelas sosial :  1. kaum buruh, yaitu mereka yang hidup dari upah.

                  2. kaum pemilik modal, yang hidup dari laba.

                  3. para tuan tahan, yang hidup dari rente tanah.

Prinsip dasar teori materialisme dialetika ini, bukan kesadaran manusia untuk mengadakan keaadan sosial, melainkan sebaliknya keadaan sosiallah yang menentukan kesadara manausia. Marx berkeyakinan bahwa untuk memahami sejarah dan arah perubahan, tidak perlu memerhatikan apa yang dipikirkan oleh manusia, tetapi bagaimana dia bekerja dan berproduksi. Dengan melihat cara manusia itu bekerja dan berproduksi, ia yakin akan menentukan cara manusia itu berfikir. Jadi apa yang bu Hj. Azizah jalankan bismisnya itu disisi lain ingin mencapai apa yang ditujunya mendapat keuntungan, dan ingin memproduksi sendiri selain itu juga membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Dalam hal ini juga kerja sama sangat dibutuhkan dan menjadi simbiosis mutualisme. Artinya penguasa mendapat apa yang memang menjadi tujuannya dan kaum buruh atau mereka yang hidup dari upah juga bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya.



PENUTUP

 

Kesimpulan

Butik merupakan sebuah tempat dimana didalamnya biasanya menjual pakaian yang dibuat oleh tangan. Dan merupakan produksi sendiri. Butik Salsabila collection merupakan salah satu butik di permata pamulang. Butik ini mempunyai tiga pegawai. Butik ini memakai teori marxisme yaitu teori nilai dan nilai lebih bahwa pemilik modal berkuasa dan pegawai yang hanya menerima upah. Yaitu terdiri dari kaum borjuis dann kaum proletar.  Bahwa pemilik butik sekaligus pelimik modal adalah kaum borjuis dan yang memeliki tenaga kerja ialah kaum proletar. Dalam observasi ini dapat disimpulkan bahwa teori nilai lebih telah diterapkan pada sistem dibutik tersebut karena kaum proletar atau mereka yang bekerja sebagai pegawai dibutik tersebut menerima upah sesuai dengan hasil kerja mereka.

 


Daftar pustaka :

 

Prof. Dr. I.B Wirawan, Teori-teori sosial dalam tiga paradigma, Jakarta 13220,  Kencana Prenadamedia Group, 2013.

Teori sisiologi klasik sampai perkembangan mutakhir teori sosial post modern : George ritzer douglas j. Goodman.

 

 

 


Sosiologi Teori Marxis

Disusun oleh:

Anisa Seftriani, Jurnalistik 1A (11150510000190)
Januwarti Nurul Aini, KPI 1B (11150510000051)

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

PT Carrefour Indonesia (Carrefour) adalah suatu pusat perbelanjaan modern yang berkembang pesat di Negara Indonesia ini. Perusahaan ini bergerak di bidang jual beli, dan di miliki oleh investor dari Negara prancis. Carrefour adalah suatu kata yang sudah tidak asing dan sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia khususnya di daerah kota besar. Di Carrefour menawarkan semua kebutuhan pokok yang di butuhkan masyarakat , sangat lengkap dan juga proses pemasaran dan penjualan sangatlah modern dan lebih canggih.

Dengan adanya Carrefour menimbulkan dampak pada perdagangan di Indonesia ini, terutama pedagang lokal yang ada di pasar tradisional. Dampak yang di timbulkan memang ada yang positif dan juga berdampak negative pada masyarakat kita. Dampak positif dengan adanya Carrefour menyerap banyak tenaga kerja yang di butuhkan. Tetapi dampak negatifnya sangat terasa yaitu mematikan pasar lokal atau pasar tradisional yang ada di daerah sekitar Carrefour.

Pada kenyataannya yang di lakukan Carrefour cenderung menekan para pedagang kecil dan menengah serta terindikasi mempermainkan harga. Pasalnya, Carrefour diduga memonopoli bisnis ritel modern di Indonesia. Monopoli dapat mem-permainkan harga. Sehingga yang tadinya para konsumen yang sebelumnya berbelanja di pasar tradisional berbalik berbelanja ke Carrefour, karena masalah harga dan juga prosesnya yang lebih modern.

Pemerintah sudah berusaha memberikan peringatan kepada Carrefour agar banyak mengakomodasi kepentingan industri kecil dan menengah (IKM). Sebab, mereka wajib dibantu agar dapat berkembang sebagai salah satu pilar penopang pertumbuhan ekonomi. Indikasi monopoli bisnis Carrefour, menurut pemerintah dapat dicegah dengan menyertakan kepemilikan saham IKM di peritel asing tersebut Dengan demikian, unsur dominan tidak selalu berujung kepada penekanan terhadap pihak yang lemah. Konsep ini sudah berhasil diterapkan di India.

 


 

B.     TINJAUAN TEORITIS

 

A.           Pengertian Hegemoni

Istilah hegemoni berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu 'eugemonia'. Sebagaimana yang dikemukakan encylclopedia Britanica dalam prakteknya di Yunani, diterapkan untuk menunjukkan dominasi posisi yang diklaim oleh negara-negara kota (polism atau citystates) secaara individual misalnya yang dilakukan opleh negara Athena dan Sparta terhadap negara-negara lain yang sejajar (Hendarto, 1993:73).

Jika dikaitkan pada masa kini, pengertian hegemoni menunjukkan sebuah kepemimpinan dari suatu negara tertentu yang bukan hanya sebuah negara kota terhadap negara-negara lain yang berhubungan secara longgar maupun secara ketat terintegrasi dalam negara "pemimpin". Dalam politik internasional dapat dilihat ketika adanya perang pengaruh pada perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Sovyet yang biasanya disebut sebagai perang untuk menjadi kekuatan hegemonik dunia. Adapun teori hegemoni yang dicetuskan Gramsci adalah:

Sebuah pandangan hidup dan cara berpikir yang dominan, yang di dalamnya sebuah konsep tentang kenyataan disebarluaskan dalam masyarakat baik secara institusional maupun perorangan; (ideologi) mendiktekan seluruh cita rasa, kebiasaan moral, prinsip-prinsip religius dan politik, serta seluruh hubungan-hubungan sosial, khususnya dalam makna intelektual dan moral.

Berdasarkan pemikiran Gramsci tersebut dapat dijelaskan bahwa hegemoni merupakan suatu kekuasaan atau dominasi atas nilai-nilai kehidupan, norma, maupun kebudayaan sekelompok masyarakat yang akhirnya berubah menjadi doktrin terhadap kelompok masyarakat lainnya dimana kelompok yang didominasi tersebut secara sadar mengikutinya. Kelompok yang didominasi oleh kelompok lain (penguasa) tidak merasa ditindas dan merasa itu sebagai hal yang seharusnya terjadi.

Dengan demikian mekanisme penguasaan masyarakat dominan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Kelas dominan melakukan penguasaan kepada kelas bawah menggunakan ideologi. Masyarakat kelas dominan merekayasa kesadaran masyarakat kelas bawah sehingga tanpa disadari, mereka rela dan mendukung kekuasaan kelas dominan.

B.           Refleksi

Berdasarkan pemikiran Gramsci tersebut dapat dijelaskan bahwa hegemoni merupakan suatu kekuasaan atau dominasi atas nilai-nilai kehidupan, norma, maupun kebudayaan sekelompok masyarakat yang akhirnya berubah menjadi doktrin terhadap kelompok masyarakat lainnya dimana kelompok yang didominasi tersebut secara sadar mengikutinya. Kelompok yang didominasi oleh kelompok lain (penguasa) tidak merasa ditindas dan merasa itu sebagai hal yang seharusnya terjadi. jika direfleksikan ke dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia saat ini, maka kami mencoba mengambil contoh adanya 'pasar modern ' yang marak saat ini dan menyebar hampir keseluruh wilayah di Indonesia. Pasar modern ini contohnya adalah Carrefour.

 

 


 

BAB II

ISI

A.    PASAR TRADISIONAL

Pasar tradisional adalah pasar yang pelaksanaanya bersifat tradisional tempat bertemunya penjual pembeli, terjadinya kesepakatan harga dan terjadinya transaksi setelah melalui proses tawar-menawar harga.

Biasanya pasar tradisional umumnya menyediakan berbagai macam bahan pokok keperluan rumah tangga, dan pasar ini biasanya berlokasi di tempat yang terbuka. Bangunan di pasar ini berbentuk toko dan los. Toko semi permanen umumnya digunakan untuk berjualan aneka kue, pakaian, dan barang atau perabotan lainnya. Adapun los-nya yang digunakan untuk berjualan buah-buahan, sayuran, ikan, daging dan sebagainya. Penerangan di pasar tradisional secukupnya, dan tidak ber-AC. Kebersihan juga kadang kurang terjaga, seperti sampah banyak berserakan dan bertumpukan sehingga sering menimbulkan bau. Akibatnya jika turun hujan, akan becek dan kotor. Tapi semakin kesni kebersihan di pasar tradisional mulai di tingkatkan, bahkan sekarang ada pasar tradisional yang rapih dan bersih sehingga nyaman untuk dikunjungi.

Ciri-ciri pasar tradisional

Berikut ini ciri dari pasar tradisional:

  • Proses jual beli barang dll. melalui proses tawar menawar harga.
  • Barang yang dijual umumnya keperluan memasak,dapur dan rumah tangga.
  • Harga barang yang di perjualbelikan relatif murah dan terjangkau.
  • Area pasar tradisional biasanya di tempat yang terbuka.

Syarat-syarat pasar

Berikut ini syarat dari pasar atau terbentuknya pasar, dapat kamu baca di bawah ini;

  • Adanya penjual dan pembeli.
  • Adanya barang yang di perjual belikan.
  • Terjadinya kesepakatan harga dan transaksi.

Di zaman resesi seperti saat ini, orang harus lebih cermat dan bijak membelanjakan setiap sen uang, termasuk ketika membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Jika selama ini terbiasa berbelanja bulanan di supermarket seperti Carrefour Ciputat atau pasar modern lainnya, sudah waktunya melirik kemungkinan berbelanja di pasar tradisional Ciputat. Selain lebih murah, Anda pun bisa turut membantu meningkatkan taraf kesejahteraan para pedagang kecil.

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini kami memberikan sejumlah perbandingan untung-rugi berbelanja di pasar tradisional versus pasar modern:

A.    Harga barang

Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya.

B.     Tawar menawar

Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas.

C.     Diskon

Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan.

D.    Kenyamanan berbelanja

Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap.

E.     Kesegaran produk

Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya.

 

 

 


 

B.     PASAR MODERN

 

Pengertian

Carrefour Indonesia memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih. Pada saat yang sama, Continent, juga sebuah paserba dari Perancis, membuka unit pertamanya di Pasar Festival. Pada penghujung 1999, Carrefour dan Promodes (Induk perusahaan Continent) sepakat untuk melakukan penggabungan atas semua usahanya di seluruh dunia. Penggabungan ini membentuk suatu grup usaha ritel terbesar kedua di dunia dengan memakai nama Carrefour. Di bulan Januari 2008 PT.Carrefour Indonesia berhasil menyelesaikan proses akuisisi terhadap PT. Alfa Retailindo Tbk. Carrefour kini mengelola 75 gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Tanah Air. Sebanyak 30 gerai (Carrefour Ekspres) berasal dari hasil akuisisi 75% saham Alfa Retailindo pada Januari 2008. Sedangkan 45 gerai merupakan ekspansi Carrefour Indonesia.

Permasalahan yang terjadi saat ini adalah ekspansi bisnis PT Carrefour Indonesia yang berdekatan dengan pasar-pasar tradisional menimbulkan konflik dikeduanya karena ekspansi tersebut mematikan pasar-pasar tradisional yang berlokasi di dekatnya. Sebagai gambaran, saat ini sejumlah lokasi gerai Carrefour cukup berdekatan dengan pasar-pasar tradisional di Pemprov DKI Jakarta. Gerai Carrefour di Cempaka Putih berdekatan dengan Pasar Sumur Batu, Pasar Serdang, Pasar Sawah Besar, dan Pasar Cempaka Putih. Gerai Carrefour MT Haryono juga berdampingan dengan Pasar Jambu dan Pasar Cawang Kavling, dan Carrefour Ciputat dengan pasar Ciputat.

Kasus ini diangkat karena menunjukkan konflik modern dan tradisional yang terjadi di masyarakat saat ini. Secara teoritik, konflik ini jelas menunjukkan konflik modern dan tradisional. Konflik modern dan tradisional ini adalah timbulnya paham/pemikiran baru di masyarakat, bertentangan dengan pemikiran terdahulu dan terjadi konflik di dalamnya sebagai akibat ekspetasi dan realita yang berbeda. Teori Marxis mendefinisikan kekuasaan (power) sebagai sesuatu yang pada dasanya berkaitan dengan negara dan hanya dimiliki oleh sekelompok kecil orang. Pandangan seperti ini menafikan praktik kekuasaan yang dilakukan oleh berbagai macam aktor dan kekuatan sosial lainnya, serta melupakan usaha untuk menganalisis adanya penentangan (resistensi) terhadap kekuasaan.

Secara empirik, kasus ini perlu adanya perhatian terhadap penyelesaian di dalamnya. Upaya pemerintah untuk merevitalisasi pasar tradisional tidak terlepas dari pertimbangan bahwa perkembangan pasar tradisional di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Survei yang dilakukan oleh AC Nielsen menyebutkan bahwa jumlah pasar tradisional di Indonesia saat ini mencapai 1,7 juta unit atau mengambil porsi 73% dari keseluruhan jumlah pasar yang ada. Dari survei tersebut diketahui bahwa pasar tradisional masih mendominasi pasar di Indonesia. Namun dari segi pertumbuhan, laju pertumbuhan pasar tradisional tidak sebanding dengan pasar modern. Pertumbuhan pasar tradisonal yang hanya mencapai 5% per tahun. Sedangkan pertumbuhan pasar modern jauh lebih tinggi yaitu 16% per tahun (Sindo, 21/01/2008). Kondisi seperti ini terus menimbulkan konflik di pasar tradisional dan pasar modern. Seperti contoh kasus yang terjadi pada PT Carrefour dan pasar tradisional.

 

Konsep Modernitas

Modernitas sebagai sebuah konsep hadir ketika munculnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya melakukan sesuatu di luar tradisi tradisional dalam upaya pembebasan dari keterbelakangan. Konsep modernitas ini pada awalnya lahir di dunia Eropa, yang mana selanjutnya konsep ini menjalar ke berbagai penjuru dunia dengan pesatnya. Giddens menyebutkan tentang konsep modernitas, bahwa modernitas ini mengacu pada mode kehidupan masyarakat atau organisasi yang lahir di Eropa sejak abad ke-17 dan sejak itu pengaruhnya makin menjalar ke seluruh penjuru dunia. Giddens juga menambahkan bahwa keyakinan yang dimiliki oleh masyarakat yang modern tersebut diperoleh dari pengetahuan yang rasional akan tetapi tidak begitu saja menggeser kemantapan jiwa yang diperoleh dari tradisi-tradisi dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Jadi dapat kita simpulkan bahwa modernitas itu adalah sebuah tatanan masyarakat yang ada pasca masyarakat tradisional yang mana di dalam tatanan tersebut yang masih ada beberapa sifat dari tradisi yang melekat di suatu masyarakat tersebut tidak bergeser secara signifikan.

Konsep tentang modernitas ini memang merupakan sebuah konsep yang memiliki berbagai macam pendapat dari berbagai ahli sosiologi terutama. Namun secara garis besar modernitas ini dapat digambarkan sebagai sebuah bentuk kehidupan yang baru yang terjadi saat dunia ini sedang mengalami revolusi industri. Di mana dalam masa revolusi industri tersebut juga membawa dampak yang cukup besar bagi dunia ini, ada pergeseran dari dalam masyarakat itu sendiri yang sangat mengedepankan rasionalitas ilmiah dalam setiap bidang kehidupannya. Dan inilah yang tampak pada kehidupan masyarakat sekarang ini.

Pasar modern sebagai korporasi yang memiliki modal besar tentu lebih memiliki power. Hampir dapat dipastikan bahwa dalam arus liberalisme, persaingan pasar cenderung dimenangkan oleh faktor yang memiliki akumulasi kapital. Kehadiran pasar modern merupakan sebuah keniscayaan di dalam arus liberalisme. Keadaan seperti inilah yang kemudian melahirkan konflik pasar tradisional vs modern. Pada tataran ini kemudian peran negara dituntut menjadi sentral yaitu sebagai regulator dan mediator antara modern-tradisional.

Tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran pemodal asing tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan peran negara. Negara telah memberi ruang bagi modal asing untuk masuk deangan tujuan meningkatkan kapasitas pembangunan. Akan tetapi di sisi lain masuknya modal asing mengakibatkan terganggunya sistem ekonomi tradisional. Dari sini dapat dilihat bahwa kehadiran negara mutlak diperlukan yaitu untuk menjaga keseimbangan sistem. Adapun caranya adalah seperti disebut di atas yaitu melalui regulasi.

Negara hendaknya selektif dalam merancang regulasi dalam modernisasi pasar sehingga efek negatif modernisasi tersebut dapat diminimalisir. Sekali lagi, kunci dari keberhasilan penyelesaian konflik pasar tradisional-modern terletak pada negara. Pemerintah memiliki kuasa penuh atas bagaimana sebuah sistem dibangun. Artinya, pemerintah-lah yang menentukan apakah social order diciptakan melalui persaingan pasar (negara = arena) atau  social order tersebut bersifat dipaksakan.

Akan tetapi agaknya terlalu berbahaya jika pemerintah menempatkan negara sebagai arena. Alasannya adalah kontestasi pasar akan cenderung dimenangkan oleh pemodal besar. Oleh karena itu diperlukan peran pemerintah secara moderat. Di satu sisi pemerintah tetap memberikan ruang bagi pemodal besar sementara disisi lain pemerintah perlu memproteksi sektor-sektor tertentu yang memegang peranan signifikan dalam ekonomi nasional.

Benang Merah

Konflik antara pasar tradisional vs modern dapat ditekan dengan mengoptimalkan peran pemerintah. Pemerintah memiliki otoritas untuk membangun struktur yang tidak memberikan ruang politis sehingga pasar tradisional-modern cenderung tidak berkonflik. Selain itu, pemerintah juga dapat menjadi penyeimbang dan mediator antara pasar tradisional-modern sehingga tradisional dan modern dapat saling beriterelasi dan saling melengkapi.

 

 


 

KESIMPULAN

Konflik ataupun pertentangan yang terjadi pasar tradisional dan pasar modern hadir ketika di dalam suatu masyarakat itu terdapat dua buah pemahaman yang berbeda dalam memahami kehidupan ini. Di satu sisi ada masyarakat yang menghendaki adanya suatu sistem yang memudahkan setiap individunya dalam mengakses segala sesuatu dan di sisi lain ada masyarakat yang memang menghendaki adannya keadaan yang seperti apa adanya tidak terlalu menuntut adanya perubahan yang berarti. Begitu pula halnya dengan sesuatu yang bernama pasar ini. Seperti yang telah dikemukakan di awal tulisan ini bahwa pasar itu adalah sebuah tempat yang dapat digunakan oleh tiap individu untuk memenuhi segala jenis kebutuhannya. Dan sebagai ruang publik pasar sudah seharusnya memiliki berbagai macam aspek yang membuat individu tersebut merasa nyaman dan aman berada di situ.

Pasar yang ada sekarang ini secara garis besar terbagi menjadi dua jenis, yaitu pasar modern ( supermarket, mall, dan lain sebagainya ) dan juga pasar tradisional. Yang mana dari kedua jenis pasar tersebut memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Akan tetapi yang perlu kita lihat khususnya dalam tulisan ini adalah bagaimana pola relasi antar aktor yang bermain di pasar modern ini dengan aktor yang ada di pasar tradisional, yang mana selanjutnya dari situ dapat kita lihat juga bagaimana sebenarnya terjadinya konflik yang terjadi di antara keduanya. Masalah ini mencuat di Indonesia setidaknya semenjak masuknya modal asing ke negara kita Indonesia ini. Yang selanjutnya modal asing tersebut yang banyak bermain di dalam perekonomian kita ini, dan sepertinya negara ini mengalami bentuk penjajahan yang baru khususnya dalam bidang ekonomi ini. Di bidang perdagangan modal asing menggunakan supermarket dan juga mall-mall untuk mengadakan ekspansinya di Indonesia ini. Sebagai sebuah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia tentulah hal ini banyak menimbulkan kontroversi baik yang pro maupun yang kontra.

Masalah muncul ketika pasar modern itu hadir di tengah-tengah lokasi yang banyak terdapat pasar tradisionalnya. Telah banyak kasus yang ditemukan di berbagai daerah bahwa hadirnya pasar modern itu justru mematikan pedagang-pedagang kecil yang berdagang di pasar tradisional. Salah satu contoh kasus yang kami temukan adalah tentang penolakan hadirnya Carrefour cabang Mega Mall Pluit, yang mana dengan adanya Carrefour itu dikhawatirkan akan mematikan kegiatan ekonomi pasar tradisional yang ada di sekitar wilayah tersebut. Pertentangan yang ada di sini adalah antara pengusaha pasar modern dalam hal ini adalah pihak Carrefour dan juga pihak dari para pedagang pasar tradisional.

Kekhawatiran dari para pedagang pasar tradisional ini memang berdasar, artinya di sini para pedagang tradisional menganggap bahwa kehadiran pasar modern ini dapat membuat para pelanggannya lebih tertarik untuk berbelanja di pasar modern dengan segenap fasilitasnya ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Sehingga keadaan ini sangat merugikan para pedagang kecil ini. Dan hal inilah yang melatarbelakangi para pedagang dan juga warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) melakukan aksi  demonstrasi menuntut agar segera dilakukan tindakan pemindahan Carrefour Cabang Mega Mall Pluit. Untuk lebih memperkuat argumentasi dari kelompok masyarakat ini mereka juga mewacanakan bahwa keberadaan Carrefour tersebut melanggar Perda No 2/2002 tentang perpasaran, yang mana Carrefour itu berada kurang dari 2,5 KM dari pasar tradisional.

Memang di salah satu sisi pasar modern memiliki kelebihan dibandingkan dengan pasar tradisional. Bahkan mungkin sebagian besar dari kita sekarang ini lebih senang berbelanja di pasar modern dibandingkan dengan pasar tradisional. Kelebihan yang ditawarkan oleh pasar modern tersebut antara lain adalah kenyamanan lokasi belanja bagi para pembeli, tersedianya banyak pilihan kualitas produk dan juga dari sisi harganya yang terpampang jelas informasinya, dari sisi keamanan berbelanja pasar modern juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan pasar tradisional, dan masih banyak lagi kelebihan dari pasar modern ini. Namun, di satu sisi kehadiran pasar modern itu jika tidak dikendalikan perkembangannya dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas ekonomi nasional khususnya di Indonesia ini. Pasar modern yang banyak bergerak sekarang ini sebagian besar modalnya berasal dari asing, dan hal ini justru sangat tidak baik jika tidak dikendalikan. Seperti jika terjadi krisis keuangan global maka hal ini juga akan mempengaruhi keberlangsungan pasar modern ini. Krisis keuangan yang terjadi belakangan ini sangat jelas menampakkan kondisi ini. Di mana di saat harga-harga barang di pasar modern melonjak tinggi, di pasar tradisional meskipun tidak serta merta terbebas dari penngaruh krisis global ini justru mendapatkan keuntungan dari keadaan ini. Karena memang yang terbangun di atas pasar tradisional ini bukanlah modal asing, yang menjalankan roda pasar tradisional ini adalah rakyat Indonesia sendiri. Mekanisme interaksi sosial masih sangat kental ada di pasar tradisional. Hanya di pasar tradisional lah dapat kita temui mekanisme tawar menawar harga barang, dapat juga kita temui interaksi antar penjual dan pembeli yang terkesan tidak dapat dipisahkan oleh dimensi ekonomi ( masih ada kontak sosial di sini ), di pasar tradisional lah dapat kita temui orang yang menggantungkan hidupnya dari adanya pasar tradisional ini seperti kuli panggul, tukang becak, dan lain sebagainya. Dan semuanya itu tidak dapat kita temui di pasar modern.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

1.       https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar

2.       https://albertus19.wordpress.com/2010/09/28/pasar/

3.       http://www.bintan-s.web.id/2011/11/george-lukacs-sastra-sebagai-cermin.html

4.       https://liarkanpikir.wordpress.com/2011/10/15/teori-hegemoni-menurut-gramsci/

5.       Study lapangan pasar tradisional Ciputat, Jalan Dewi Sartika (Ciputat), Tangerang Selatan, Banten

6.       Study lapangan pasar modern Carrefour Ciputat, Jalan Laksamana RE Martadinata (Ciputat), Tangerang Selatan, Banten


Cari Blog Ini