Minggu, 29 November 2015

Tugas Soskot_Azhar Fuadi_Teori Max Webber Kota Sebagai Ladang Perjuangan_PMI 3

Nama          : Azhar Fuadi

NIM            : 11140540000004

Prodi           : Pengembangan Masyarakat Islam

 

Kota Sebagai Ladang Perjuangan

( Perjuangan Merbot Masjid Al-Amal Jakarta Utara)

 

I.                   Pendahuluan

 

Teori Webber yang terkenal sampai saat ini adalah Teori Verstehen dimana teori ini adalah metode pengumpulan data yang berhubungan dengan tindakan sosial individu. Bagi Webber, sosiologi adalah bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang Tindakan Individu atau menghubungkan mengapa sampai orang bertindak demikian dan untuk apa dia bertindak seperti itu. Tindakan individu jelas menjadi salah satu perjuangan mereka untuk hidup di lingkungan masyarakat. Tindakan individu yang peneliti observasi adalah Marbot Masjid. Marbot, atau Kaum adalah istilah yang diberikan kepada seorang yang bertanggungjawab mengurus keperluan langgar/surau atau masjid, terutama yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah tersebut. Adakalanya, seorang marbot juga mengurusi hal-hal yang berurusan dengan ibadah, seperti azan, menjadi imam cadangan.  Sebagai suatu profesi, jasa seorang marbot juga dihargai. Mereka digaji dari dana celengan yang dikumpulkan baik harian, ataupun mingguan (hari Jumat). Pada saat-saat tertentu, marbot juga mendapat santunan, seperti saat masyarakat mengadakan walimah (khitanan atau perkawinan), atau saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, mereka pun mendapatkan bagian. Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid.

Penelitian yang digunakan dalam meneliti perjuangan Merbot Masjid Al-Amal Jakarta Utara adalah dengan menggunakan Metode penelitian Kualitatif. Metode penelitian Kualitatif merupakan sebuah cara yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan. Penelitian kualitatif ialah penelitian riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis serta lebih menonjolkan proses dan makna. Tujuan dari metodologi ini ialah pemahaman secara lebih mendalam terhadap suatu permasalahan yang dikaji. Dan data yang dikumpulkan lebih banyak kata ataupun gambar-gambar daripada ang

Karakteristik Atau Ciri-ciri Penelitian Kualitatif Adapun ciri pokok metode penelitian kualitatif ada lima, yaitu antara lain:

1.      Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif berupa lingkungan alamiah. Kajian utama dalam penelitian kualitatif  yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kondisi dan situasi sosial.

2.      Memiliki sifat deskriptif analitik. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, dokumentasi, analisis, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, bukan dalam bentuk angka-angka.

3.  Tekanan pada proses bukan hasil. Data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian kualitatif berkaitan dengan pertanyaan untuk mengungkapkan proses dan bukan hasil dari suatu kegiatan. 

4.     Bersifat induktif. Penelitian kualitatif diawali mulai dari lapangan yaitu fakta empiris. Peneliti terjun langsung ke lapangan, mempelajari suatu proses penemuan yang terjadi secara alami dengan mencatat, menganalisis dan melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses berlangsungnya penelitian tersebut.

5.      Mengutamakan makna. Makna yang diungkapkan berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa yang akan diteliti tersebut.

 

II.                Tinjaun Teoritik

 

Teori Marxis Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari Karl Marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial dan sistem politik. Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis. Teori ini merupakan dasar teori komunisme modern. Teori ini tertuang dalam buku Manisfesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan sahabatnya, Friedrich Engels. Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar. Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum sementara hasil keringat mereka dinikmati oleh kaum kapitalis. Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan kumuh. Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya "kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya. Untuk mensejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme. Bila kondisi ini terus dibiarkan, menurut Marx kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan. Itulah dasar dari marxisme.

 

Salah satu alasan mengapa Marxisme merupakan sistem pemikiran yang amat kaya adalah bahwa Marxisme memadukan tiga tradisi intelektual yang masi telah sangat berkembang saat itu, yaitu filsafat Jerman, teori politik Perancis, dan ilmu ekonomi Inggris. Marxisme tidak bisa begitu saja dikategorikan sebagai "filsafat" seperti filsafat lainnya, sebab marxisme mengandung suatu dimensi filosofis yang utama dan bahkan memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap banyak pemikiran filsafat setelahnya. Itulah sebabnya, sejarah filsafat zaman modern tidak mungkin mengabaikannya.

 

Neo-Marxisme adalah istilah diterapkan pada teori sosial atau analisis sosiologi yang mengacu pada ide-ide Karl Marx, Friedrich Engels dan unsur-unsur dari tradisi intelektual lain, seperti psikoanalisis (teori kritis), sosiologi Weberian (teori Erik Olin Wright tentang kelas yang bertentangan) dan anarkisme (kriminologi kritis). Neo-Marxisme juga meliputi analisis Marxisme, Marxisme Hegelian, teori Antonio Gramsci tentang hegemoni, feminisme Marxis, Marxisme ekologis, post-Marxisme dan berbagai teori sosial kritis yang berasal dari Frankfurt School. Penganut Neo-Marxisme (Neo-Marxis) menunjukkan bagaimana kebijakan-kebijakan dalam kapitalisme menghambat pembangunan dan meningkatkan kesenjangan antara negara di bagian utara dan selatan. Sejak saat itu, Neo-Marxis menghasilkan teori ketergantungan dan teori sistem dunia sebagai ilustrasi tentang bagaimana kapitalisme neo-liberal meningkatkan ketidaksetaraan ekonomi global. Neo marxisme muncul atas dasar kritik terhadap pemikir kaum marxisme, walaupun pada dasarnya neo marxisme memiliki landasan teori yang sama tetapi para pemikir kaum neo marxisme berfikir bahwa pemikiran marxisme ada yang menyimpang dari tujuan awal marxisme.  Teori ini adalah lanjutan dari teori marxisme. Dimana landasan dasar teori marxisme yang menyebutkan bahwa melepaskan manusia dari belenggu eksploitasi dan ketidaksetaraan. Tidak ada yang membedakan dalam teori ini hanya teori neo marxisme dilihat lebih struktural,  yang diasumsikan oleh neo-marxisme adalah sistem internasional yang terbagi berdasarkan kelas. Pada intinya, neo-marxisme membuat sistem internasional dunia menjadi terstruktur, sehingga terdapat sistem tersendiri dalam hubungan antar negara.

 

Kesimpulannya bahwa teori marxisme dan neo marxisme merupakan teori yang mengkritik pandangan liberalisme dan realisme, dimana teori melihat adanya kesenjangan dalam masyarakat dengan dengan begitu para kaum marxis ingin menghilangkan kelas – kelas yang ada pada pandangan sebelumnya. Menurut penulis dengan tidak ada nya kelas – kelas maka hubungan antar negara pun akan kacau, karena tidak adanya pembagian yang jelas mengenai tugas masing – masing individu.


III.             Hasil Observasi Lapangan

 

Kota sebagai ladang perjuangan menurut Teori Webber adalah dimana individu berjuang dengan sepenuh hati agar tetap bisa hidup di lingkungan masyarakat. Teori Webber yang terkenal sampai saat ini adalah Teori Verstehen dimana teori ini adalah metode pengumpulan data yang berhubungan dengan tindakan sosial individu. Bagi Webber, sosiologi adalah bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang Tindakan Individu atau menghubungkan mengapa sampai orang bertindak demikian dan untuk apa dia bertindak seperti itu. Tindakan individu jelas menjadi salah satu perjuangan mereka untuk hidup di lingkungan masyarakat. Peneliti memutuskan untuk mengambil sample tentang kehidupan perjuangan seorang Marbot Masjid didaerah Jakarta Utara, Masjid tersebut namanya Masjid Al-Amal.

 

Marbot Masjid itu namanya Bapak Suripto atau panggilan akrabnya Babeh. Babeh diamanahkan menjadi Marbot Masjid oleh pengurus Ta'mir Masjid dari tahun 2003 sampai sekarang.  Umur Babeh kira-kira 65 Tahun. Perjuangan Babeh hidup dilingkungan Masyarakat adalah profesinya menjadi Marbot Masjid. Marbot Masjid adalah istilah yang diberikan kepada seorang yang bertanggungjawab mengurus keperluan langgar/surau atau masjid, terutama yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah tersebut. Adakalanya, seorang marbot juga mengurusi hal-hal yang berurusan dengan ibadah, seperti azan, menjadi imam cadangan.  Sebagai suatu profesi, jasa seorang marbot juga dihargai. Mereka digaji dari dana celengan yang dikumpulkan baik harian, ataupun mingguan (hari Jumat). Pada saat-saat tertentu, marbot juga mendapat santunan, seperti saat masyarakat mengadakan walimah (khitanan atau perkawinan), atau saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, mereka pun mendapatkan bagian.

 

Babeh memilih menjadi Marbot Masjid karena Babeh ingin memakmurkan Masjid. Menjadi Marbot Masjid menurut Babeh adalah profesi yang mulia karena dengan menjadi Marbot Masjid dapat lebih dekat dengan Allah Swt karena Masjid adalah Rumah Allah Swt yang harus dijaga dengan baik. Menurut Babeh Masjid berarti tempat beribadah seluruh masyarakat Muslim yang ada di lingkungan Masyarakat. Fungsi masjid yang paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjama'ah. Kalau kita perhatikan, shalat berjama'ah adalah merupakan salah satu ajaran Islam yang pokok, sunnah Nabi dalam pengertian muhaditsin, bukan fuqaha, yang bermakna perbuatan yang selalu dikerjakan beliau. Ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang shalat berjama'ah merupakan perintah yang benar-benar ditekankan kepada kaum muslimin. Selain itu fungsi masjid menurut Babeh itu:

 

1.    Sebagai tempat beribadah 

 

Sesuai dengan namanya Masjid adalah tempat sujud, maka fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah shalat. Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka fungsi Masjid disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara luas sesuai dengan ajaran Islam.

 

 

2.    Sebagai tempat menuntut ilmu

 

Masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama yang merupakan fardlu 'ain bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di Masjid.

 

3.    Sebagai tempat pembinaan jama'ah

Dengan adanya umat Islam di sekitarnya, Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta'mir Masjid dibina keimanan, ketaqwaan, ukhuwah imaniyah dan da'wah islamiyahnya. Sehingga Masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh.

 

4.    Sebagai pusat da'wah dan kebudayaan Islam 

Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da'wah islamiyah dan budaya islami. Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan da'wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat. Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da'wah dan kebudayaan.

 

5.    Sebagai pusat kaderisasi umat 

Sebagai tempat pembinaan jama'ah dan kepemimpinan umat, Masjid memerlukan aktivis yang berjuang menegakkan Islam secara istiqamah dan berkesinambungan. Patah tumbuh hilang berganti. Karena itu pembinaan kader perlu dipersiapkan dan dipusatkan di Masjid sejak mereka masih kecil sampai dewasa. Di antaranya dengan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Remaja Masjid maupun Ta'mir Masjid beserta kegiatannya.

 

6.    Sebagai basis Kebangkitan Umat Islam 

Abad ke-lima belas Hijriyah ini telah dicanangkan umat Islam sebagai abad kebangkitan Islam. Umat Islam yang sekian lama tertidur dan tertinggal dalam percaturan peradaban dunia berusaha untuk bangkit dengan berlandaskan nilai-nilai agamanya. Islam dikaji dan ditelaah dari berbagai aspek, baik ideologi, hukum, ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya. Setelah itu dicoba untuk diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan riil umat. Menafasi kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai Islam. Proses islamisasi dalam segala aspek kehidupan secara arif bijaksana digulirkan.

 

Umat Islam berusaha untuk bangkit. Kebangkitan ini memerlukan peran Masjid sebagai basis perjuangan. Kebangkitan berawal dari Masjid menuju masyarakat secara luas. Karena itu upaya aktualisasi fungsi dan peran Masjid pada abad lima belas Hijriyah adalah sangat mendesak (urgent) dilakukan umat Islam. Back to basic, Back to Masjid.

 

Babeh bertindak menjadi Marbot Masjid semata-mata ingin dirinya lebih dekat dengan Allah, dengan profesi menjadi Marbot Masjid Babeh ingin menginvestasikan amal ibadah didunia agar selamat dunia dan akhirat. Babeh juga bertindak sebagai Marbot sudah menjadi panggilan nurani karena dengan menjadi Marbot Masjid berarti Babeh sudah mempunyai peran besar di masyarakat dengan menjaga dan membersihkan Masjid di lingkungan Masyarakat. Menjadi marbot masjid banyak pengalaman suka dan duka. Pengalaman itu dijadikan pembelajaran untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi. Motivasi Babeh tetap menjadi Marbot Masjid adalah keikhlasan, karena dengan ikhlas segala sesuatu tugas semua bisa dikerjakan dan juga selalu mengaharap Ridho Allah jika Allah sudah Ridho dengan kita maka pekerjaan sesulit apapun bisa dimudahkan sehingga pekerjaan kita hasilnya memuaskan.

 

IV.             Kesimpulan

 

Marbot Masjid itu namanya Bapak Suripto atau panggilan akrabnya Babeh. Babeh diamanahkan menjadi Marbot Masjid oleh pengurus Ta'mir Masjid dari tahun 2003 sampai sekarang.  Umur Babeh kira-kira 65 Tahun. Babeh memilih menjadi Marbot Masjid karena Babeh ingin memakmurkan Masjid. Menjadi Marbot Masjid menurut Babeh adalah profesi yang mulia karena dengan menjadi Marbot Masjid dapat lebih dekat dengan Allah Swt karena Masjid adalah Rumah Allah Swt yang harus dijaga dengan baik. Babeh bertindak menjadi Marbot Masjid semata-mata ingin dirinya lebih dekat dengan Allah, dengan profesi menjadi Marbot Masjid Babeh ingin menginvestasikan amal ibadah didunia agar selamat dunia dan akhirat. Motivasi Babeh tetap menjadi Marbot Masjid adalah keikhlasan, karena dengan ikhlas segala sesuatu tugas semua bisa dikerjakan dan juga selalu mengaharap Ridho Allah jika Allah sudah Ridho dengan kita maka pekerjaan sesulit apapun bisa dimudahkan sehingga pekerjaan kita hasilnya memuaskan.

 

V.                Daftar Pustaka

 

1.      Nurdin, M.Amin, 2006, Mengerti Sosiologi Pengantar Untuk Memahami Konsep-Konsep Dasar. Jakarta: UIN Jakarta Press

2.      Wirawan, Ida bagus. 2012. Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

3.      Setiadi, Elly M. Kolip,Usman. 2011. Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

4.      Koentjaraningrat. 1977. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.



 

 

Sabtu, 28 November 2015

Tugas Sosiologi: Seli Nursolihat KPI1A (11150510000043) - Mutia Regina Saura Jurnalistik1B (11150510000165)

TUGAS SOSIOLOGI

 

Oleh:

Seli Nursolihat KPI 1A (11150510000043)

Mutia Regina Saura jurnalistik 1B (11150510000165)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.        LATAR BELAKANG

 

Jakarta adalah kota megapolitan dengan penduduk yang berjumlah lebih dari 8 juta jiwa dan terus bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang amat pesat ini disebabkan karena pemusatan lokasi kegiatan perekonomian dan pemerintahan untuk kawasan Jabodetabek berada di Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia. Pergerakan penduduk Jakarta sangat dinamis guna menuju ke tempat aktivitas tiap harinya mereka memenuhi ruas-ruas jalan di dalam kota terutama jalan utama yang menuju ke daerah tujuan. Kemacetan menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi, khususnya pada saat peak hour. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini adalah dengan meningkatkan kualitas sarana ataupunprasarana angkutan umum, atau dengan menggunakan jenis angkutan massal. Penggunaan BRT (Bus Rapid Transit) natau yang biasa disebut busway bisa menjadi alternatif.

 

Fasilitas transportasi Ibu Kota yang nyaman, cepat, dan murah merupakan impian masyarakat Jakarta. Untuk saat ini barulah bus Transjakarta yang menjadi moda transportasi andalan pemerintah DKI yang coba mewujudkan impian itu. Transportasi yang meniru sistem transportasi di Bogota Kolombia itu memang diharapkan menjadi salah satu solusi persoalan transportasi di ibu kotaseperti kemacetan dan kenyamanan yang buruk. Jumlah armada yang sedikit menyebabkan penumpukan calon penumpang disejumlah halte dan bus Transjakarta pun tidak dapat menghindari kemacetan akibat kebijakan yang memperbolehkan kendaraan lain menggunakan jalurbusway. Bus Transjakarta akhirnya tidak lagi berbedadengan bus-bus umum lainnya, yang lambat dan penuh sesak.


 

BAB II

TINJAUAN TEORITIK

 

·         Aliran marxis

 

Marxis analitis menggunakan metode analitis filsafat dan ilmu sosial dalam membahas masalah substantif marxian (mayer, 1994: 22) aliran ini dibahas disini karena "secara tegas bermaksud menyintesiskan metode non- marxis dan teori marxis" (weldes, 1989;371).

 

Marxisme analitis menggunakan pendekatan neodogmatik terhadap teori marx.  Tidak mendukung teori Mark secara membabi-buta dan tanpa pikir, tidak menolak fakta- fakta sejarah dalam usahanya untuk mendukung teori Marxis, dan tidak secara total menolak Mark sebagai keliru sebagai mendasar. Teori Marx dianggap sebagai kekuatan besar dan berinti yang shahih meski juga ada kelemahan subtstantifnya. Teori marx harus digunakan, namun perlu memanfaatkan metode dan teknik yang dibangun diakhir abad 20. Aliran ini menyangkal ada metodologi marxian yang distingtif dan mengecam mereka yang mengira metodologi seperti itu adadan shahih.

 

Orang mungkin bertanya, mengapa marxias analitis mesti disebut Marxis. Dalam menjawab pertanyaan ini Roemer mengatakan. "saya tak yakin itu harus" namum, ia mengumukakan beberpa alasan mengapa kita dapat menganggapnya sebuah teori (neo-) Marxia, pertama, aliran ini menganalisis topik-topik tradisional seperti kelas dan eksploitasi. Kedua, aliran ini mencoba memahami dan menerangkan masalah yang berkaitan dengan kapitalisme. Tetapi, mesti dalam aliran ini adalah Marxis mereka juga "mau dan gampang meminjam dari pandangan lain'. Sekali lagi marxisme analitis sangat banyak kesamaannya dengan teori sintesis yang dikemukakan diseluruh buku ini.

 

 

 

·         Non Marxis

 

Teori-teori neo- Marxian semuanya menjadikan pemikiran sebagai pangkal tolak, tetapi mereka sering menempuh arah yang sangat berbeda. Meski keanekaragaman yang berkembang ini menjadi memberi vitalitas kepada teori neo- marxian, namun juga menciptakan kontoversi dan diferensiasi yang sebagian besar tidak perlu disfungsional. Jadi, tugas utama teoritis sosiologi marxian modern adalah mengintegrasikan satuan-satuan besar teori-teori ini sambil mengakui kekhasan berbagai bangunan teori itu.

 

Teori neo- marxian pertama adalah secara historis secara determinisme ekonomi, tetapi determinisme  ekonomi kurangpenting pada masa sekarang, khusunya bagi pemikir yang berorientasi sosiologi. Teori yang berdasarkan ini ditentang oleh berbagai jenis teori. Marxian lain yang berkembang kemudian.

Berikutnya, dikemukakan dua aliran pemikiran dalam sosiologi ekonomi neo-marxian. Pertama yang menerangkan hubungan antara modal dan tenaga kerja, terutama dalam karya Baran-Sweezy dan Braverman. Kedua, yang menerangkan transisi dari fordisme ke post- Fordisme. Ketiga, kumpulan pemikiran ini mencerminkan upaya untuk kembali kebeberapa pemikiran ekonomi tradisional sosiologi marxian. Pemikiran ini penting karena upayanya untuk memperbaharui sosiologi ekonomi Marxian yang dengan memperhatikan realitas yang muncul dalam masyarakat kapitalisme masa kini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ISI

 

 

Transjakarta umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam.

 

 

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

 

 

 

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia's Center for Transportation Studies (UI-CTS). Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

 

 

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.


 

Pintu bus menggunakan 3 sistem yaitu sistem lipat, sistem geser, dan sistem putar yang otomatis dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tunggal koridor 2-8 serta bus gandeng jenis Komodo telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

 

 

 

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun pada bus bus baru (kecuali Hino TJSB) hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi berbunyi dua kali. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, GPS, serta fitur lainnya (terdapat di bus baru). Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center Transjakarta).

 


Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus namun banyak yang hilang, tombol darurat diatas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard pengemudi bus (terdapat di bus bus baru).

 

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB dan TransJabodetabek beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway. APTB dan TransJabodetabek telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.

 

Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya) atau disediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

 

 

 

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton (halte baru). Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte namun banyak yang tidak berfungsi. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah (bus tertentu), dan papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainnya.

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (Tapcash, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), Bank DKI (JakCard), serta Bank Mega MegaCash. Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada seluruh halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte. Kartu tersebut, (kecuali untuk Bank DKI (JakCard) dan Bank Mega MegaCash), dapat juga digunakan sebagai tiket Commuter Line.

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.

Terkadang kriminalitas juga terjadi pada jam-jam sibuk di saat bus penuh terisi penuh. Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri. serta kurangnya tempat duduk di halte.

Beberapa titik di jalur koridor 2-12 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).

              




 

Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.

  

 

 Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya. Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.

 

 

 

 

    

KESIMPULAN

 

 Konflik antara supir  kendaraan umum seperti mertro mini, kopaja dsb. sering terjadi dengan supir busway atau transJakarta. Permasalahan ini timbul    karena menurunnya penumpang angkutan umum dalam kota dan beralih ke transJakarta. Mengapa penumpang beralih menggunakan transJakarta? Selain terrsedianya sistem keamanan, dengan menggunakan busway juga terhindar dari kemacetan. Karena busway sendiri mempunyai jalur khusus yang mana tidak boleh dimasuki oleh kendaraan lain.


Pada jam-jam tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Banyak pengendara yang memasuki kawasan busway. Hal ini tentu sudah melanggar tata terbit. Tak jarang dari mereka dikenakan sangsi oleh aparat kepolisian agar tidak mengulangi lagi dan menjadi pengendara tertib serta  mematuhi lalu lintas.


Sering juga terjadi kecelakaan di kawasan busway, karena sepeda  motor atau penyebrang jalan memasuki kawasan busway yang mana disitu busway sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Tak dipungkiri lagi korban tewas pun meninggal di tempat.


Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Australian Agency for International Development (AUSAID) sedang melakukan kajian mengenai rencana memperbolehkan bus kota reguler masuk jalur transjakarta. Namun, sebelum kebijakan itu dikeluarkan, operator bus diharuskan meremajakan terlebih dahulu bus-bus yang mereka miliki agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh transjakarta.

Dalam penggunaan busway dan kendaraan umum lainnya. Tentunya memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri, Hal ini tentu sudah menjadi lumrah. Selain adanya perbedaan tersebut maka  menjadikan penumpang memilih sendiri kenyaman dalam menggunakan transportasi umum khusunya di daerah Jakarta dan sekitarnya. 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      https://id.wikipedia.org/wiki/Transjakarta

2.      http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/04/09041081/Agar.Kopaja.dan.Metromini.Bisa.Lewat.Busway.

3.      Teori Sosiologi Modern Edisi keenam, George Ritzer – Douglas J. Goodman.

4.      Study lapangan penulis dari daerah Blok M – Kotu.

5.      Study lapangan dari daerah Blok M – Harmoni.

 

Tugas Sosiologi : Seli Nursolihat Kpi1a (11150510000043) - Mutia Regina Saura (11150510000165)

TUGAS SOSIOLOGI

 

Oleh:

Seli Nursolihat KPI 1A (11150510000043)

Mutia Regina Saura jurnalistik 1B (11150510000165)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.        LATAR BELAKANG

 

Jakarta adalah kota megapolitan dengan penduduk yang berjumlah lebih dari 8 juta jiwa dan terus bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang amat pesat ini disebabkan karena pemusatan lokasi kegiatan perekonomian dan pemerintahan untuk kawasan Jabodetabek berada di Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia. Pergerakan penduduk Jakarta sangat dinamis guna menuju ke tempat aktivitas tiap harinya mereka memenuhi ruas-ruas jalan di dalam kota terutama jalan utama yang menuju ke daerah tujuan. Kemacetan menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi, khususnya pada saat peak hour. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini adalah dengan meningkatkan kualitas sarana ataupunprasarana angkutan umum, atau dengan menggunakan jenis angkutan massal. Penggunaan BRT (Bus Rapid Transit) natau yang biasa disebut busway bisa menjadi alternatif.

 

Fasilitas transportasi Ibu Kota yang nyaman, cepat, dan murah merupakan impian masyarakat Jakarta. Untuk saat ini barulah bus Transjakarta yang menjadi moda transportasi andalan pemerintah DKI yang coba mewujudkan impian itu. Transportasi yang meniru sistem transportasi di Bogota Kolombia itu memang diharapkan menjadi salah satu solusi persoalan transportasi diibu kotaseperti kemacetan dan kenyamanan yang buruk. Jumlah armada yang sedikit menyebabkan penumpukan calon penumpang disejumlah halte dan bus Transjakarta pun tidak dapat menghindari kemacetan akibat kebijakan yang memperbolehkan kendaraan lain menggunakan jalurbusway. Bus Transjakarta akhirnya tidak lagi berbedadengan bus-bus umum lainnya, yang lambat dan penuh sesak.


 

BAB II

TINJAUAN TEORITIK

 

·         Aliran marxis

 

Marxis analitis menggunakan metode analitis filsafat dan ilmu sosial dalam membahas masalah substantif marxian (mayer, 1994: 22) aliran ini dibahas disini karena "secara tegas bermaksud menyintesiskan metode non- marxis dan teori marxis" (weldes, 1989;371).

 

Marxisme analitis menggunakan pendekatan neodogmatik terhadap teori marx.  Tidak mendukung teori Mark secara membabi-buta dan tanpa pikir, tidak menolak fakta- fakta sejarah dalam usahanya untuk mendukung teori Marxis, dan tidak secara total menolak Mark sebagai keliru sebagai mendasar. Teori Marx dianggap sebagai kekuatan besar dan berinti yang shahih meski juga ada kelemahan subtstantifnya. Teori marx harus digunakan, namun perlu memanfaatkan metode dan teknik yang dibangun diakhir abad 20. Aliran ini menyangkal ada metodologi marxian yang distingtif dan mengecam mereka yang mengira metodologi seperti itu adadan shahih.

 

Orang mungkin bertanya, mengapa marxias analitis mesti disebut Marxis. Dalam menjawab pertanyaan ini Roemer mengatakan. "saya tak yakin itu harus" namum, ia mengumukakan beberpa alasan mengapa kita dapat menganggapnya sebuah teori (neo-) Marxia, pertama, aliran ini menganalisis topik-topik tradisional seperti kelas dan eksploitasi. Kedua, aliran ini mencoba memahami dan menerangkan masalah yang berkaitan dengan kapitalisme. Tetapi, mesti dalam aliran ini adalah Marxis mereka juga "mau dan gampang meminjam dari pandangan lain'. Sekali lagi marxisme analitis sangat banyak kesamaannya dengan teori sintesis yang dikemukakan diseluruh buku ini.

 

 

 

 

·         Non Marxis

 

Teori-teori nreo- Marxian semuanya menjadikan pemikiran sebagai pangkal tolak, tetapi mereka sering menempuh arah yang sangat berbeda. Meski keanekaragaman yang berkembang ini menjadi memberi vitalitas kepada teori neo- marxian, namun juga menciptakan kontoversi dan diferensiasi yang sebagian besar tidak perlu disfungsional. Jadi, tugas utama teoritis sosiologi marxian modern adalah mengintegrasikan satuan-satuan besar teori-teori ini sambil mengakui kekhasan berbagai bangunan teori itu.

 

Teori neo- marxian pertama adalah secara historis secara determinisme ekonomi, tetapi determinisme  ekonomi kurangpenting pada masa sekarang, khusunya bagi pemikir yang berorientasi sosiologi. Teori yang berdasarkan ini ditentang oleh berbagai jenis teori. Marxian lain yang berkembang kemudian.

Berikutnya, dikemukakan dua aliran pemikiran dalam sosiologi ekonomi neo-marxian. Pertama yang menerangkan hubungan antara modal dan tenaga kerja, terutama dalam karya Baran-Sweezy dan Braverman. Kedua, yang menerangkan transisi dari fordisme ke post- Fordisme. Ketiga, kumpulan pemikiran ini mencerminkan upaya untuk kembali kebeberapa pemikiran ekonomi tradisional sosiologi marxian. Pemikiran ini penting karena upayanya untuk memperbaharui sosiologi ekonomi Marxian yang dengan memperhatikan realitas yang muncul dalam masyarakat kapitalisme masa kini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB III

ISI

 

 

Transjakarta umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam.

 

 

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

 

 

 

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia's Center for Transportation Studies (UI-CTS). Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

 

 

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.

 

 

Pintu bus menggunakan 3 sistem yaitu sistem lipat, sistem geser, dan sistem putar yang otomatis dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tunggal koridor 2-8 serta bus gandeng jenis Komodo telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

 

 

 

 

 

 

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun pada bus bus baru (kecuali Hino TJSB) hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi berbunyi dua kali. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, GPS, serta fitur lainnya (terdapat di bus baru). Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center Transjakarta).

 

Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus namun banyak yang hilang, tombol darurat diatas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard pengemudi bus (terdapat di bus bus baru).

 

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB dan TransJabodetabek beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway. APTB dan TransJabodetabek telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.

 

Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya) atau disediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

 

 

 

 

 

 

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton (halte baru). Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte namun banyak yang tidak berfungsi. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah (bus tertentu), dan papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainnya.

 

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (Tapcash, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), Bank DKI (JakCard), serta Bank Mega MegaCash. Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada seluruh halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte. Kartu tersebut, (kecuali untuk Bank DKI (JakCard) dan Bank Mega MegaCash), dapat juga digunakan sebagai tiket Commuter Line.

 

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.

 

Terkadang kriminalitas juga terjadi pada jam-jam sibuk di saat bus penuh terisi penuh. Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri. serta kurangnya tempat duduk di halte.

Beberapa titik di jalur koridor 2-12 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).

              

 

Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.

 

 

             

 

 

Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya. Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.

 

 

 

 

            

            

 

KESIMPULAN

 

Konflik antara supir  kendaraan umum seperti mertro mini, kopaja dsb. sering terjadi dengan supir busway atau transJakarta. Permasalahan ini timbul karena menurunnya penumpang angkutan umum dalam kota dan beralih ke transJakarta. Mengapa penumpang beralih menggunakan transJakarta? Selain terrsedianya sistem keamanan, dengan menggunakan busway juga terhindar dari kemacetan. Karena busway sendiri mempunyai jalur khusus yang mana tidak boleh dimasuki oleh kendaraan lain.

Pada jam-jam tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Banyak pengendara yang memasuki kawasan busway. Hal ini tentu sudah melanggar tata terbit. Tak jarang dari mereka dikenakan sangsi oleh aparat kepolisian agar tidak mengulangi lagi dan menjadi pengendara tertib serta  mematuhi lalu lintas.

Sering juga terjadi kecelakaan di kawasan busway, karena sepeda  motor atau penyebrang jalan memasuki kawasan busway yang mana disitu busway sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Tak dipungkiri lagi korban tewas pun meninggal di tempat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Australian Agency for International Development (AUSAID) sedang melakukan kajian mengenai rencana memperbolehkan bus kota reguler masuk jalur transjakarta. Namun, sebelum kebijakan itu dikeluarkan, operator bus diharuskan meremajakan terlebih dahulu bus-bus yang mereka miliki agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh transjakarta.

Dalam penggunaan busway dan kendaraan umum lainnya. Tentunya memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri, Hal ini tentu sudah menjadi lumrah. Selain adanya perbedaan tersebut maka  menjadikan penumpang memilih sendiri kenyaman dalam menggunakan transportasi umum khusunya di daerah Jakarta dan sekitarnya. 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      https://id.wikipedia.org/wiki/Transjakarta

2.      http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/04/09041081/Agar.Kopaja.dan.Metromini.Bisa.Lewat.Busway.

3.      Teori Sosiologi Modern Edisi keenam, George Ritzer – Douglas J. Goodman.

4.      Study lapangan penulis dari daerah Blok M – Kotu.

5.      Study lapangan dari daerah Blok M – Harmoni.

 

Cari Blog Ini