Minggu, 13 Maret 2016

Aditiya awaludin_PMI 6_Sosiologi Lingkungan_Tugas 1

Aditiya Awaludin

 

1113054000012 (PMI 6)

 

Tugas ke 1

 

Sosiologi Lingkungan

Sosiologi lingkungan (environment sociology) didefenisikan sebagai cabang sosiologi yang memusatkan kajiannya pada adanya keterkaitan antara lingkungan dan perilaku sosial manusia. Menurut Dunlop dan Catton, sebagaimana dikutip Rachmad, sosiologi lingkungan dibangun dari beberapa konsep yang saling berkaitan, yaitu:

1.           Persoalan-persoalan lingkungan dan ketidakmampuan sosiologi konvensional untuk membicarakan persoalan-persoalan tersebut merupakan cabang dari pandangan dunia yang gagal menjawab dasar-dasar biofisik struktur sosial dan kehidupan sosial.

2.           Masyarakat modern tidak berkelanjutan (unsustainable) karena mereka hidup pada sumberdaya yang sangat terbatas dan penggunaan di atas pelayanan ekosistem jauh lebih cepat jika dibandingkan kemampuan ekosistem memperbaharui dirinya. Dan dalam tataran global, proses ini diperparah lagi dengan pertumbuhan populasi yang pesat.

3.            Masyarakat menuju tingkatan lebih besar atau lebih kurang berhadapan dengan kondisi yang rentan ekologis.

4.           Ilmu lingkungan modern telah mendokumentasikan kepelikan persoalan lingkungan tersebut dan menimbulkan kebutuhan akan penyelesaian besar-besaran jika krisis lingkungan ingin dihindari.

5.           Pengenalan dimensi-dimensi krisis lingkungan yang menyumbang pada 'pergeseran paradigma' dalam masyarakat secara umum, seperti yang terjadi dalam sosiologi berupa penolakan terhadap pandangan dunia Barat yang dominan dan penerimaan sebuah paradigma ekologi baru.

6.           Perbaikan dan reformasi lingkungan akan dilahirkan melalui perluasan paradigma ekologi baru di antara publik, massa dan akan dipercepat oleh pergeseran paradigma yang dapat dibandingkan antara ilmuan sosial dan ilmuan alam.
Lebih lanjut, dalam kajian sosiologi lingkungan, beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, adaptasi terhadap perubahan lingkungan atau adanya pergeseran nilai-nilai sosial yang merupakan efek dari perubahan lingkungan harus dapat dikontrol. Hal ini dilakukan agar kemunculan pengaruh-pengaruh berupa faktor-faktor yang tidak berkaitan dengan kondisi lingkungan (eksogen) dapat terdeteksi atau dikenali dengan jelas. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sosiologi lingkungan adalah cabang sosiologi yang mengkaji aspek-aspek lingkungan, seperti pemanfaatan sumberdaya alam serta pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia dengan beragam alasan sebagai dampak ikutannya.

Sosiologi lingkungan merupakan kajian komunitas dalam arti yang sangat luas (Bell 1998). Orang, binatang, lahan dan tanaman yang tumbuh di atasnya, air, udara – semuanya memiliki hubungan kait mengait yang sangat erat. Bersama-sama mereka membentuk semacam solidaritas, yang kemudian kita sebut dengan ekologi. Seperti dalam banyak komunitas, mereka juga mengalami konflik ditengah-tengah hubungan tersebut.

 

Sosiologi lingkungan mengkaji komunitas terluas tersebut dengan maksud untuk memahami asal usul, dan solusi yang diusulkan dari seluruh konflik sosial dan biofisik yang sangat nyata.

 

Teori sosiologi lingkungan:

·      Teori Sistem = Manusia dan Lingkungan Sebagai Sistem Untuk Kestabilan Sehingga Ada Pembagian Peran Manusia Dalam Pengelolaan Lingkungan.

·      Teori Konflik = Kelompok Dominan dan Minoritas Dalam Pengelola Lingkungan Sehingga Ada Perebutan Asset Lingkungan

Sumber Bacaan:

1. Sunyoto Usman, 'Studi Lingkungan Dalam Perspektif Sosiologi', dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

2. Rachmad K.D.S, Sosiologi Lingkungan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2008.

3. Y.R. Zakaria, Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Walhi, 1994.

4. Bruce Mitchell dkk., Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2003.

 

Sabtu, 12 Maret 2016

Lus riadi menambahkan Anda ke lingkarannya dan mengundang Anda untuk bergabung dengan Google+

Lus riadi menambahkan Anda ke lingkarannya dan mengundang Anda untuk bergabung dengan Google+.
Gabung dengan Google+
Google+ menjadikan berbagi di web semakin menyerupai berbagi di kehidupan nyata.
Lingkaran
Cara mudah untuk berbagi beberapa hal dengan teman kuliah, hal yang lain dengan orang tua, dan tidak berbagi apa-apa dengan atasan. Seperti halnya di kehidupan nyata.
Hangouts
Percakapan lebih baik dilakukan sambil bertatap muka. Gabung dengan Hangout video dari komputer atau ponsel Anda untuk bersosialisasi, menonton video YouTube bersama, atau bertukar cerita dengan maksimal 9 teman sekaligus.
Mobile
Chatting berkelompok secepat kilat. Foto yang diupload otomatis. Tampilan yang merangkum hal-hal yang terjadi di sekitar. Kami membuat Google+ dengan mempertimbangkan perangkat mobile.
Anda menerima pesan ini karena Lus riadi mengundang kuliahtantan.1945@blogger.com untuk bergabung dengan Google+. Berhenti berlangganan email ini.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

Lusriadi_Metodologi Penelitian Dakwah_Tugas 1

LUSRIADI_METODOLOGI PENELITIAN DAKWAH_TUGAS 1
Nama : Lusriadi
NIM : 11140530000001

Kelas : Manajemen Dakwah 4A

PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS METODOLOGI PENELITIAN

 DAKWAH

1.      Apa itu Penelitian?

 

Penelitian didefinisikan dari asal kata "Penelitian" yang diterjemahkan dari bahasa Inggris "research". Research terdiri dari kata re (mengulang) dan search (pencari, pengejaran, penelusuran, penyelidikan, atau penelitian). Maka research berarti berulang melakukan pencarian.[1]

Penelitian adalah proses untuk mencari, menemukan fakta-fakta baru untuk menghasilkan informasi baru melalui serangkaian prosedur tertentu.[2]

 

2.      Apa itu Dakwah?

 

Dakwah, secara bahasa (etimologi) merupakan sebuah kata dari bahasa Arab dalam bentuk masdar. Kata dakwah berasal dari kata da'aa-yad'u-da'watan, artinya seruan, panggilan, undangan atau do'a.[3]

Dakwah, secara istilah (terminilogi) adalah : pertama, dakwah merupakan proses penyelenggaraan suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan dengan sadar dan sengaja. Kedua, dakwah adalah mengajak manusia kepada ajaran Allah SWT demi kemaslahatan baik secara individual maupun sosial-kemasyarakatan. Ketiga, dakwah adalah menyampaikan yang benar (ajaran islam) dan mencegah hal-hal yang bersifat munkar (niat,sikap, dan tingkah laku). Keempat, bahwa proses penyelenggaraan usaha tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu kebahagiaan, dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat serta keridhoan Allah. Kelima, untuk, mencapai semua itu, maka dalam dakwah terdapat upaya mempengaruhi orang lain agar mau "menganut, menyetujui, dan melaksanakan suatu ideologi, pendapat, atau pekerjaan tertentu.[4]

 

3.      Apa itu Metode Penelitian?

 

Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodologi ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode.

Penelitian adalah proses untuk mencari, menemukan fakta-fakta baru untuk menghasilkan informasi baru melalui serangkaian prosedur tertentu.

Jadi Metode Penelitian adalah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian. Ditinjau dari sudut filsafat, metode penelitian merupakan epistemologi penelitian. Yaitu yang menyangkut bagaiamana kita mengadakan penelitian.[5]

 

4.      Jenis-Jenis Penelitian?

 

a.       Penelitian Historis (Historical Research) adalah membuat rekonstruksi masa latihan secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat.

b.      Penelitian Deskriptif (deskriptive Research) adalah membuat pemeriaan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu.

c.       Penelitian Perkembangan adalah menyelidiki pertumbuhan atau perubahan sesuatu sebagai fungsi waktu.

d.      Penelitian Korelasi adalah mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien korelasinya.

e.       Penelitian Tindakan adalah mengembangkan keterampilan baru atau cara pendekatan baru untuk memecahkan masalah didunia kerja atau dunia aktual yang lain.[6]

 

 

5.      Jenis-Jenis Analisis Data Penelitian?

 

a.      Data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata, kalimat, gerak tubuh, ekspresi wajah, bagan, gambar dan foto. Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif.

 

b.     Data kuantitatif adalah angka-angka (kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun pengukuran. Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan selalu menggunakan bilangan cacah. Data yang bersifat kuantitatif (numerical) tentu saja analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan ukuran-ukuran statistik. Untuk analisis data kuantitatif dalam penggunaan statistik deskriptif dapat disesuaikan dengan ruang lingkup yang hendak dicapai.



[1] DR. Wardi Bachtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1997), Cet. 1, Hal. 1.

[2] Syamsir Abduh, Metodologi Penelitian : Cara Praktis Menulis Disertasi, (Jakarta : Penerbit Universitas Trisakti, 2006), Cet. Pertama, Hal. 3.

[3] Drs. Enjang AS, M. Ag., M.Si & Aliyudin, S.Ag., M.Ag, Dasar-Dasar Ilmu Dakwah, (Bandung: Widya Pandjadjaran, 2009), Cet. Pertama, Hal. 3.

[4] Drs. Hasanuddin, MA, Manajemen Dakwah, ( Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), Cet. 1, Hal. 41-42.

[5] Dr. Husaini Usman, M. Pd & Purnomo Setiady Akbar, M. Pd, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000), Cet. Ketiga, Hal. 42

[6] Dr. Husaini Usman, M. Pd & Purnomo Setiady Akbar, M. Pd, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000), Cet. Ketiga, Hal. 4-6.

Jumat, 11 Maret 2016

Muhamad_Ubaidillah_Metode_Penelitian_Dakwah_Tugas_1

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-angkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu[1]

Dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu daa'a, yad'u, da'watan yang artinya mengajak. Sedangkan di dalam buku Psikologi Dakwah karangan Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi Dakwah adalah usaha meyakinkan kebenaran kepada orang lain.[2]

Metode penelitian adalah gabungan dari dua kata yaitu metode dan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan penelitian telah saya paparkan sebelumnya. Jadi dari gabungan kata tersebut dapat saya simpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara atau jalan yang teratur dan sistematis serta terstruktur guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah.

Di dalam buku Metodologi Penelitian yang ditulis oleh M. Nazir mengatakan bahwa, Secara umum jenis-jenis penelitian terbagi menjadi dua yaitu Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan.

1.      Penelitian Dasar

Penelitian terapan adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam dan hukum-hukumnya. Contoh penelitian dasar adalah penelitian tentang gen, tentang nucleus dan lain sebagainya.

2.      Penelitian Terapan

Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan denagn segera untuk keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagao satu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.

Setelah melakukan penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan. Menganalisis suatu data bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, butuh keterampilan, kecerdasan dan tehnik dalam mengolahnya. Analisis data penelitian dapat dibedakan melalui dua jenis yaitu melalui metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Analisis data dalam metode kuantitatif menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris. Sedangkan analisis data metode kualitatif dapat menggunakan beberapa jenis yaitu :

1.      Model Bogdan dan Biklen

2.      Model Miles dan Huberman

Menurut Miles dan Huberman ada tiga kegiatan analisis data kualitatif yaitu :

a.       Reduksi Data

b.      Model Data (Data Display)

c.       Penarikan/Verifikasi Kesimpulan

3.      Model Strauss dan Corbin (Grounded Theory)

Menurut Strauss dan Corbin analisis data kualitatif, terdiri dari tiga jenis pengkodean utama, yaitu (1) pengkodean terbuka (2) pengkodean berporos (3) dan pengkodean selektif.

4.      Model Spradley (Etnografi)

5.      Model Philipp Mayring

6.      Analisis data melalui program komputer



[1] Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Rajawali Press, Jakarta 2012) h. 11

[2] Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi, Psikologi Dakwah (Kencana, Jakarta 2006) h. x

Muhamad Ubaidillah menambahkan Anda ke lingkarannya dan mengundang Anda untuk bergabung dengan Google+

Muhamad Ubaidillah menambahkan Anda ke lingkarannya dan mengundang Anda untuk bergabung dengan Google+.
Gabung dengan Google+
Google+ menjadikan berbagi di web semakin menyerupai berbagi di kehidupan nyata.
Lingkaran
Cara mudah untuk berbagi beberapa hal dengan teman kuliah, hal yang lain dengan orang tua, dan tidak berbagi apa-apa dengan atasan. Seperti halnya di kehidupan nyata.
Hangouts
Percakapan lebih baik dilakukan sambil bertatap muka. Gabung dengan Hangout video dari komputer atau ponsel Anda untuk bersosialisasi, menonton video YouTube bersama, atau bertukar cerita dengan maksimal 9 teman sekaligus.
Mobile
Chatting berkelompok secepat kilat. Foto yang diupload otomatis. Tampilan yang merangkum hal-hal yang terjadi di sekitar. Kami membuat Google+ dengan mempertimbangkan perangkat mobile.
Anda menerima pesan ini karena Muhamad Ubaidillah mengundang kuliahtantan.1945@blogger.com untuk bergabung dengan Google+. Berhenti berlangganan email ini.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

Muhamad_Ubaidillah_Metode_Penelitian_Tugas_1

Nama : Muhamad Ubaidillah
NIM    : 11140530000027
Jurusan : MD 4A
Tugas 1

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-angkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu[1]

Dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu daa'a, yad'u, da'watan yang artinya mengajak. Sedangkan di dalam buku Psikologi Dakwah karangan Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi Dakwah adalah usaha meyakinkan kebenaran kepada orang lain.[2]

Metode penelitian adalah gabungan dari dua kata yaitu metode dan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan penelitian telah saya paparkan sebelumnya. Jadi dari gabungan kata tersebut dapat saya simpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara atau jalan yang teratur dan sistematis serta terstruktur guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah.

Di dalam buku Metodologi Penelitian yang ditulis oleh M. Nazir mengatakan bahwa, Secara umum jenis-jenis penelitian terbagi menjadi dua yaitu Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan.

1.      Penelitian Dasar

Penelitian terapan adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam dan hukum-hukumnya. Contoh penelitian dasar adalah penelitian tentang gen, tentang nucleus dan lain sebagainya.

2.      Penelitian Terapan

Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan denagn segera untuk keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagao satu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.

Setelah melakukan penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan. Menganalisis suatu data bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, butuh keterampilan, kecerdasan dan tehnik dalam mengolahnya. Analisis data penelitian dapat dibedakan melalui dua jenis yaitu melalui metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Analisis data dalam metode kuantitatif menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris. Sedangkan analisis data metode kualitatif dapat menggunakan beberapa jenis yaitu :

1.      Model Bogdan dan Biklen

2.      Model Miles dan Huberman

Menurut Miles dan Huberman ada tiga kegiatan analisis data kualitatif yaitu :

a.       Reduksi Data

b.      Model Data (Data Display)

c.       Penarikan/Verifikasi Kesimpulan

3.      Model Strauss dan Corbin (Grounded Theory)

Menurut Strauss dan Corbin analisis data kualitatif, terdiri dari tiga jenis pengkodean utama, yaitu (1) pengkodean terbuka (2) pengkodean berporos (3) dan pengkodean selektif.

4.      Model Spradley (Etnografi)

5.      Model Philipp Mayring

6.      Analisis data melalui program komputer



[1] Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Rajawali Press, Jakarta 2012) h. 11

[2] Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi, Psikologi Dakwah (Kencana, Jakarta 2006) h. x


Kamis, 10 Maret 2016

Dauatus Saidah_PMI 6_Pembanguan Pertanian Berbasis Ekologi_Tugas 1

Dauatus Saidah
1113054000016 (PMI 6)
Tugas ke 1
 
Pembangunan pertanian berbasis ekologi
Pertanian berkelanjutan merupakan pengertian kunci dalam pembahasan pertanian ekologi. Para ilmuan senior dunia mengatakan agar manusia merubah sikap dan tindakannya terhadap alam. Pada awal tahun 1990-an, lima puluh ilmuan Swedan sampai pada konsensus mengenai prinsip keberlanjutan.
Prinsip-prinsip ini pada awalnya menjadi kurikulum sekolah di Swedan, namun kemudian diambil alih oleh Negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris serta menjadi bagian dari gerakan lingkungan.
Prinsip-prinsip keberlanjutan yang kemudia terkenal adalah pertama; alam tidak dapat menanggung beban dari penimbunan secara sistematis dari bahan-bahan hasil penambangan dari kulit bumi. Kedua; alam tidak dapat menanggung beban dari penimbunan secara sistematis dari bahan-bahan rekayasa permanen buatan manusia. Ketika; alam tidak menanggung beban dari perusakan secara sistematis dari kemampuannya untuk memperbarui dirinya.
Dengan demikian, bila kehidupan ingin lestari maka kita harus efisien memanfaatkan sumberdaya, menegakkan keadilan karena kemiskinan akan membawa pada usaha dengan persfektif jangka pendek yang merusak lingkungan (misalnya hutan) yang dibutuhkan oleh  semua makhluk hidup untuk kehidupan jangka panjang.
Pertanian berkelanjutan tidak dapat berdiri sendiri, namun merupakan harus bagian dari suatu paradigma dan gerakan alternatif yang menyangkut keterhubungan antara manusia dan alam. Untuk menggali lebih dalam latar belakang pemikiran atau asumsi dasar pertanian berkelanjutan atau yang disebut juga pertanian alternatif maka kita beralih pada agroekologi.
Definisi formal dari agreologi adalah kajian menyeluruh mengenai agroesistem, termasuk semua unsur lingkungan dan manusia, hubungan unsur-unsur dan proses-proses yang melibatkan unsur-unsur tersebut. misalnya; simbosis, persaingan, dan perubahan secara berurutan.
Dalam arti yang sempit agreologi menunjuk pada studi dan pengetahuan mengenai fenomena ekologis di dalam sistem pertanian, seperti hubungan predator/mangsa atau permasalahan persaingan tanaman pertanian dengan gulma.
Dalam artian lebih luas lagi agreologi mencakup pemikiran mengenai pendekatan pertanian yang lebih peka dna peduli pada lingkungan dan masyarakat. Suatu pendekatan yang tidak selalu berfokus pada produksi, namun menekankan keberlanjutan dari sistem produksi itu sendiri. Dalam pengertian ini, agroekologi merupakan suatu pendekatan dari pertanian berbasis epistemology berbeda dibandingkan pendekatan pertanian yang konvensional.
Asumsi dasar dari agreologi dikemukakan oleh Norgaard adalah; 1. Agroekosistem sebagai sistem kompleks yang berkembang bersama manusia dalam suatu proses yang unik. 2. Karena, the nature of each biological system as evolved to reflect the nature of the people-their social organization, knowledge,technologies and valus. 3. Demikianpun, cirri penduduk mencerminkan sebentuk ciri dari lingkungan fisik dan sistem biologi yang menjadi lingkungan hidupnya. 4. Human culture molds biological system while biological system mold culture each puts selective pressure on the other. People and their biological systems have coevolved.
 

Tugas1_Sosiologi lingkungan_PMI6

Vikron Fahreza

1113054000025

PMI 6

Sosiologi lingkungan

Sosiologi lingkungan merupakan sebuah ruang lingkup keilmuan yang memadukan antara ilmu sosial dengan  keseimbangan alam, menurut Bell (1998) sosiologi loingkungan merupakan kajian komunitas dalam arti yang sangat luas, manusia, hewan lahan dan tanaman yang tumbuhnya diatas air bahkan udara yang semuanya memiliki hubungan kait mengait yang sangat erat. Menurut Bell juga sama halnya seperti komunitas yang merupakan suatu kajian ilmu sosiologi, oleh karena itu sosiologi lingkungan merupakan suatu ilmu yang meremix atau memadukan kedua kajian ilmu tersebut.

Masalah lingkungan tidak hanya masalah tekhnologi dan industry, ekologi maupun biologi. Masalah lingkungan  juga  merupakan suatu masalah yang ditimbulkan oleh manusia dan manusia juga lah yang harus menyelesaikan itu, mungkin karena itulah teori sosiologi lingkungan dibutuhkan.

Alam juga memiliki tiga konsepsi sosiologi lingkungan tiga konsepsi itu adalah

1.      Pendekatan pemanfaatan sumber daya alamyang berkelanjutan

2.      Pendekatan interpretasi arcadian terhadap alam

3.      Pendakatan konstruksi alam

Alam sebagai sumber daya suatu konsep yang mengimplikasikan bahwa alam diterima terutama sebagai suatu cara (alat) produksi, barang untuk dikonsumsi suatu kondisi awal untuk kesehatan manusia. Dengan kata lain sebagai suatu pusat sumber makanan. Ketika alam dipandang sebagai sumber daya, maka tidak ada jurang perbedaaan yang mendasar antara perlindungan lingkungan dan konservasi alam. Maksudnya adalah ketika manusia membutuhkan sumber daya makanan yang cukup banyak, maka alam lah yang akan menjadi sasarannya, manusia akan lebih sering mengeksploitasi alam secara berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan alam, sehingga hancurnya alam akan menjadi sesuatu fenomena yang akan sangat sering kita temui.

Alam sebagai suatu kontruksi sosial dipropagandai oleh ahli sosial seperti Bruno, Latour, Michel Callon, Karin Knorr, Collins. Pendekatan kontruksi sosial diperoleh dalam diskursus sosiologi tentang alam. Pendekatan konstruksi sosial menjelaskan alam sebagai sesuatu yang dibentuk secara simbolik daripada yang ada secara objektif. Pendekatan ini menekankan peranan budaya dan simbolnya dalam mengkonseptualisasikan tentang alam. Makna alam tidak cukup dijelaskan secara karakteristik biofisik maupun nilai-nilai intrinsik. Pendekatan terhadap alam mengalami dekonstruksi, melalui demonstrasi bagaimana konsep alam tergantung pada konteks sosialnya. Jadi ketika ingin mengkaji sesuatu yang berkaitan dengan alam maka harus mengkaji pula sesuatu yang berkaitan dengan ilmu sosialnya.

Berikut upaya menuju teori sosial tentang alam

1.      Harus mampu menggambarkan dua gagasan pokok, jadi ketika kita mulai menggambarkan tentang kedua kajian ilmu yang berbeda ini kita diharuskan untuk membandingkan diantara keduanya. Tidak ada yang kita kesampingkan diantara keduanya.

2.      Harus memberikan ruang teoritis bagi valuasi nilai penting dari alam, dengan kata lain materialistis alam tidak dipandang sebagai partikel saja namun juga sebagai makhluk hidup.

 

Ada tiga isu penting relasi manusia dan alam

Keberlanjutan yaitu pokok tentang keberlanjutan adalah seberapa lama kita dapat mempertahankan apa yang telah kita lakukan. Lalu keadilan yang juga memberikan perhatian pada pola-pola ketimpangan dalam distribusi barang-barang lingkungan, lalu yang terakhir adalah hak dan kecantikan alam pada masyarakat modern biasanya sangat memperhatikan kecantikan dan keindahan alam.

Tugas1_ Sosiologi lingkungan_PMI6

Fauzia Nurul Khotimah

1113054000007

PMI 6

Sosiologi Lingkungan

Sosiologi lingkungan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari masyarakat, dari lingkungan, kelompok, masyarakat, bangsa sampai negara, dalam konteks pedesaan, perkotaan, perbatasan, pesisir, hutan, perkebunan, tanaman pangan, daerah aliran sungai sampai industri, sosiologi lingkungan merupakan kajian komunitas dalam arti yang luas, menurut Bell sosiologi lingkungan merupakan suatu disiplin ilmu yang memadu padankan antara semua makhluk hidup yang berada dibumi.

Jadi kebradaan ilmu ini juga merupakan suatu alasan untuk terciptanya sebuah kehidupan yang harmonis antara alam dan manusia, harmonis disini yang dimaksudkan adalah, antara manusia dan makhluk hidup lainya seperti tumbuhan atau alam tidak saling mengeksploitasi satu sama lain, semuanya menjaga dan saling melindungi ekologi yang sudah tercipta dan terbentuk sedemikian rupa. Dengan adanya kajian ilmu sosiologi lingkungan diharapkan manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk yang lebih tinggi derajatnya ketimbang makhluk-makhluk lainnya, sehingga tidak  ada lagi kata eksploitasi dan pemanfaatan yang besar-besaran tanpa memikirkan keadaan alam.

Sosiologi lingkungan setidaknya mengajarkan kepada kita sebagai manusia agar tidak menjadi makhluk yang serakah dan benar-benar tidak menghargai alam, sebab walaubagaimanapun segala sesuatu masalah yang terjadi dimuka bumi kita ini adalah masalah yang terjadi akibat ulah manusia itu sendiri, dan manusia lah juga yang berkewajiban menyelesaikannya dengan cara yang sebijak-bijaknya. Tanpa ada pihak yang dirugikan. Allah menciptakan alam semesta ini dengan berbagai macam keindahan dan keelokannya, oleh karenanya janganlah keindahan dan keelokan itu hancur akibat ulah keserakahan umat manusia, berbagai macam ekologi yang sudah semestinya seperti itu jangan dirubah ataupun dihancurkan demi kepentingan segelintir kelompok yang memanfaatkan alam demi profit ataupun hal-hal lainnya yang bersifat keduniawian ataupun semacamnya.

Konseptualisasi alam menurut sosiologi lingkungan, pendekatan pertama mengenai pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, disini sumber daya alam yang berkelanjutan maksudnya adalah sumber daya alam yang pemanfaatan dilakukan secara terus menerus, contohnya seperti manusia yang mencangkul sawah dan menanaminya dengan padi untuk kepentingan pangan bagi kelangsungan hidup mereka, pendekatan yang kedua yakni pendekatan berdasarkan alam dan pendekatan konstruksi alam. Menurut Copen tradisi penting dalam pendekatan arcadian berujung pada budaya, tradisi sejarah alam. Pengembangan sejarah alam dalam ilmu seperti botani, Zoologi, dan geografi terkait erat dengan tradisi estetika. Pendekatan konstruksi sosial menjelaskan alam terbentuk sebagai sesuatu yang simbolik daripada objektif.

Pendekatan ini mengkritik bahwa alam adalah sesuatu yang sudah tersedia atau difikir sudah alami, melainkan alam merupakan produk dari kegiatan yang teroganisasi secara sosial. Kesimpulannya ekologi sering dikaitkan kepada kajian tentang komunitas alam. Sedangkan sosiologi digambarkan sebagai kajian tentang komunitas manusia. Jadi sosiologi lingkungan adalah kajian yang keduanya secara bersama-sama dimana bumi yang harus kita tinggali bersama-sama, kadang-kadang dengan rasa tidak suka dengan manusia lain, bentuk kehidupan lain dan batu, air, tanah, udara yang mendukung seluruh kehidupan. 

Senin, 07 Maret 2016

Rizky Arif Santoso_Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekologi dan Keadilan Sosial_Tugas 1

Nama   :           Rizky Arif Santoso
Kelas   :           PMI 6
NIM    :           111 3054 000 001

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS EKOLOGI DAN KEADILAN SOSIAL
Pemberdayaan masyarakat merupakan perubahan dari bawah yang memaksimalkan partisipasi melalui konsep demokrasi partisipatif yang diperkuat demokrasi deleberatif. Pengembangan masyarakat sejatinya merupakan proses. Integritas proses pengembangan masyarakat adalah fundamental. Peningkatan kesadaran, kerjasama masyarakat merupakan bagian dari proses terpenting yang tidak dapat dipaksakan tetapi harus berjalan natural.

Kamis, 21 Januari 2016

UAS_SOSKOT_PMI 3_KEHIDUPAN PASAR TRADISIONAL

AHMAD RIZAL, IKRIMA NUR ALFI, SYIFA NUROHMA, SYAHRULLAH
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas.Semua unsur yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar mulai dari unsur produksi, distribusi, ataupun unsur konsumsi.Pasar merupakan tempat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.Pada awalnya pasar terbentuk di suatu tempat yang luas, dan di tempat tersebut terjadilah transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli. Pada awalnya pasar terkenal dengan label kumuh,pengap,dll. Seiring Perkembangan zaman, terjadinya perubahan dan perkembangan yaitu adanya pasar tradisional.Baik pasar tradisional maupun pasar modern merupakan tempat vital bagi masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jumat, 01 Januari 2016

UAS Soskot_Pengusaha Kecil yang Tangguh_Jaenun Noni, Risna Siti Rahmah, dan Siti Maghfiroh_PMI 3

PENGUSAHA KECIL YANG TANGGUH
"Dissa Syakina Ahdanisa"
(Pemilik Deaf Cafe Fingertalk)

I.     Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Sebagian besar masalah yang dihadapi para penyandang disabilitas adalah sulitnya mendapat pekerjaan. Hal ini dikarenakan pandangan ketidakmampuannya, mereka sulit bersaing dengan orang normal. Selain itu, lapangan pekerjaan yang membuka pekerjaan untuk para disabilitas sulit ditemukan. Akibatnya tidak sedikit pengangguran dari kaum disabilitas.

Para penguaha yang tangguh oleh Nida Arafat, M. Iqbal fauzan

PARA PENGUSAHA YANG TANGGUH
I.                  PENDAHULUAN
A.    Mengapa gejala social ini penting
Gejala gejala social yang dapat di amati dalam sehari hari pasti mempunyai penyebab tertentu. Teori ini menjadi titik telak penyesuaian ekonomi terbelakang pada system dunia. Sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan semua penghasilan daerah ke pusat sehingga mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terbelakang.

“KEHIDUPAN SOSIAL DI PASAR TRADISIONAL” oleh Ahmad Rizal, Ikrima Nur Alfi, Syahrullah, Syifa Nurohmah_PMI 3

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas.Semua unsur yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar mulai dari unsur produksi, distribusi, ataupun unsur konsumsi.Pasar merupakan tempat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.Pada awalnya pasar terbentuk di suatu tempat yang luas, dan di tempat tersebut terjadilah transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli.

Pelayanan Publik pada Masyarakat Perkotaan oleh Anwar Kamil Hanif Jurn 1A_Faisal Akbar Jurn 1B_Firda Nur Fildzah KPI 1A

MASYARAKAT INDONESIA JADIKAN KERETA API SEBAGAI TRANSPORTASI UTAMA
A.     Pendahuluan
            Tugas mata kuliah sosiologi kali ini yang bersifat turun lapangan untuk mengambil data langsung lalu menganalisis dan melaporkannya secara struktur bertujuan untuk memenuhi tugas akhir perkuliahan di semester satu. Selain itu, tugas turun lapangan ini juga untuk menggantikan tugas akhir semester yang bersifat tertulis. Kami mengamati mulai dari objek, tempat dan subjek penggunanya, dengan disertakan teori-teori sosiologi yang sesuai dengan tema observasi kali ini.

Kamis, 31 Desember 2015

tugas Akhir semester sosoilogi / Persaingan Pedagang traradisional.

shaleha nurudina _jurnalistik 1B

Sulustyowati Jurnalstik 1 A

Maulana Abdul zhaky KPI 1 B

I.Pendahuluan

1.      Mengapa gejala sosial ini penting diteliti ?
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang. Kegiatan  ini merupakan bagian dari perekonimian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis, dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang di perdagangkan.

KelompokObservasi_TugasAkhir_MNawawi(JNR1B)FaizahN(JNR1A),MBadruuddin(KPI1B)

LAPORAN HASIL OBSERVASI
"BURUH TEMPORER DI PERKOTAAN"
Dibuatuntukmemenuhitugasakhir semester 1
Mata Kuliah :Sosiologi
Dosen :TantanHermansah, M.Si.
Disusunoleh:
1.FaizahNurhidayah  (11150510000089) Jurnalistik 1A
2. Muhammad Nawawi (11150510000217) Jurnalistik 1B
3.  MuhamadBadruddin (11150510000056) KPI 1B

Rabu, 30 Desember 2015

TUGAS UAS SOSKOT_"BURUH-BURUH TEMPORER PERKOTAAN"_Abdul Basid Nasution, Dwi Aryurini, Rizky Rivaldi, Yuyun Yunena_PMI 3

BURUH TEMPORER PERKOTAAN
STUDY KASUS KULI BANGUNAN


I.                   PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang Masalah
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua.[1] Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Cari Blog Ini