Selasa, 15 Maret 2016

Alfi Syahrin Dyah R_MAJELIS TA’LIM AL-HIDAYAH KOMPLEK SESPIMMA POLRI_Tugas 2

Nama        : ALFI SYAHRIN D.R/
NIM          :11140530000031
Kelas         : Manajemen Dakwah 4A

Pada dasarnya sebuah lembaga atau tempat yang di gunakan sebagai sarana menyalurkan dakwah dalam bentuk pembelajaran belajar-mengajar yang biasanya di lakukan segelintiran komunitas atau para ibu rumah tangga saja. Bahkan tak heran apabila dalam pembelajaran ini hanya bapak-bapak saja yang mengikutinya. Tempat ini biasa dinamakan majelis ta'lim atau tempat menimba ilmu khususnya ilmu agama Islam. Di dalamnya terdapat sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya kegiatan belajar dan mengajar.
Disini saya akan mengulas sebuah majelis ta'lim yang berada di dekat rumah tepatnya di Komplek Sespimma Polri RT.008/09, Jakarta Selatan. Sebelum dibangun menjadi sebuah tempat yang kaya akan manfaat tepatnya tahun 1995, dahulu sempat menjadi kandang ayam yang menganggu indera penciuman masyarakat disini. Salah satu pelopor dakwah yakni Bapak H. Suprapto yang terbesit untuk menjadikan kandang ayam menjadi sebuah majelis ta'lim.
Dimana pada eranya sangat sulit sekali mengumpulkan dana untuk membangun sebuah majelis ta'lim. Beliau memberanikan diri membuat proposal dan mengajukannya ke pihak PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) walaupun diberikan sedikitnya 2.000.000 rupiah pada saat itu sangatlah membantu sekali dalam pembangunan ini. Selain dengan membuat proposal juga mendapat donasi dari warga. Dan pada tahun 17 Agustus 1996 tempat ini diresmikan menjadi ruang serbaguna sebelum menjadi majelis ta'lim. Setelah peresmian dijadikan tempat untuk pertemuan masyarakat khususnya RT.008/09.
Sebelumnya pengajian rutin ini dilakukan oleh bapak-bapak saja, yang berlangsung sebulan sekali tepatnya dirumah Bapak Prayitno selaku ketua rukun tetangga 008/09. Dan ketika itu istri beliau adalah seorang yang beragama non Islam, dan yang mengaji merasa sungkan dan tidak enak akhirnya berjalan pengajian itu tetapi dari rumah ke rumah. Sesuai dengan jadwal yang diterima oleh personil yang mengikuti pengajian itu. Setelah beriringnya waktu yang mengaji sudah mulai sedikit dan sampai akhirnya sisa Bapak H. Suprapto selaku guru ngaji dan Bapak Prayitno selaku ketua rukun tetangga.
Setelah adanya kesepakatan dari musyawarah yang dilakukan pengurus dan masyarakat sekitar, dijadikan selain menjadi ruang serbaguna juga menjadi majelis ta'lim yang di pimpin oleh Ibu Hj. Khomisah Saleh. Sejak itulah ibu-ibu dapat mengikuti pengajian serta pengkajian ilmu agama Islam hingga saat ini. Pengajian ini dilakukan pada setiap hari rabu tepatnya pukul 19.00-21.00 WIB dan ada juga pemberian snack makanan yang digilir oleh ibu-ibu pengajian sesuai dengan jadwal piket.
Dalam pengajian ini perminggunya berbeda pembahasan yakni, pada minggu pertama membaca al-Qur'an serta tajwid dan makhorijul huruf, minggu kedua hafalan juz 30 serta tahsin (pembagusan lafadz), minggu ketiga membahas ilmu fiqh dan minggu keempat membahas tafsir al-Qur'an dan minggu kelima membaca rawi atau barjanji. Sebelum pengajian dimulai, terlebih dahulu adanya pembukaan yang berisi pengiriman do'a untuk Nabi besar Muhammad SAW juga kepada saudara-saudara yang terlebih dulu meninggalkan di dunia. Hal ini akan mengingatkan kita yang masih hidup untuk menjadi manusia yang baik secara dzohir maupun secara batin.
Setelah kegiatan yang terlampir diatas ada pula sarana dan prasarana yang terdapat di majelis ta'lim ini yaitu dua buah lampu, satu papan tulis, dua karpet, dua buah spidol, satu buah  penghapus papan, empat gorden kaca, satu buah sound system, satu buah papan pengumuman, dua buah speaker atau pengeras suara yang dipasang ditengah keberadaan masyarakat untuk memberikan pengumuman adanya acara ditempat dan berita duka.
Pengajian ini di ikuti oleh ibu-ibu sebanyak 35 orang namun yang aktif hanya berkisar 22 sampai 23 orang. Dikarenakan banyak faktor yang menghalangi niat baiknya untuk mengikuti kegiatan ini. Salah satu faktornya adalah kelelahan setelah pulang kerja dan rutinitas yang lainnya. Karena yang masih aktif biasanya ibu-ibu pekerja rumah tangga dan beberapa sudah pensiun, jadi mengisi waktu luangnya untuk belajar agama Islam walau tidak setiap hari.
           

Afif Saifuddin Ahmad¬_Metode Penelitian Dakwah_ Tugas 1

Nama               : AFIF SAIFUDDIN AHMAD

Nim                 : 11140530000014

Jurusan            : Manajemen Dakwah ( MD ) 4A

 

 

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dirdasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu, rasional, empiris dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara –cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat di amati oleh panca indra manusia, sehingga orang lain dapat mengetahui dan mengamati cara-cara yang digunakan (bedakan dengan cara yang tidak ilmiah misalkan, mencari uang yang hilang atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkahtertentu yang bersifat logis.[1]

Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah cara empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkaan oleh peneliti. Misalnya dalam masyarakat tertentu terdapat 5000 orang miskin, sementara peneliti melaporkan jauh dibawah atau diatas 5000 orang miskin, maka derajat validitas hasil penelitian itu rendah atau misalnya dalam suatu unit kerja pemerintahan, dimana dalam unit keja tersebut iklim kerjanya sangat bagus, sementara peneliti melaporkan iklim kerjanya  tidak bagus, maka data yang dilaporkan tersebut juga tidak valid. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam penelitian sering sulit dilakukan, oleh karna itu data yang belum diketahui validitasnya, dapat di uji melalui pengujian relabilits dan obtektivitas. Pada umumnya kalau data itu reliabel dan obyektivterdapat kecenderungan data tersebut akan valid.

Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keraguan-keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu, dan pengembangan berarti memper dalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.

Dakwah secara lughowi berasal dari bahasa arab, merupakan bentuk dari kata masdar da'a, yad'u, da'watan yang berarti seruan, panggilan, undangan, Secara istilah kata dakwah  berarti menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah SWT. Dan Rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.[2]

Kata dakwah adalah kata dasar atau kata masdar. Kata kerjanya adalah da'a, yang mempunyai arti memanggil, menyeru, atau mengajak. Setiap gerakan yang bersifat menyeru, atau mengajak, dan memanggil orang untuk beriman kepada dan taat  kepada Allah SWT. Sesuai garis kaidah, syari'at, dan akhlak Islamiyah.    Sedangkan dakwah menurut istilah, ialah usaha seorang da'I dalam menyampaikan pesan-pesan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits, yang dilakukan dengan cara mengajak, menyeru, membimbing manusia agar kembali kejalan Allah SWT. Guna menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya [3]

            Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti, berdasarkan tujuan metode metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research)   penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research and development). Selanjutnya berdasarkan tingkat kealamiahan  metode penelitian dapat dikelompokan menjadi metode penelitian eksperimen , survey dan naturalistic.[4]

Gay (1997). Menyatakan bahwa sebenarnya sulit membedakan antara penelitian murni ( dasar ) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian dasar pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondidinya terkontrol dengan ketat. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan, suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah masalah praktis. Jadi penelitian murni atau dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu. Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan masalah, maka penelitian tersebut akan menjadi penelitian terapan.

            Jenis data penelitian terbagi menjadi dua yaitu: metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisonal, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivism. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientif. Karena telah memenuhi kaedah kaedah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut dengan metode kuantitatif, karena data penelitian berupa angka angka dan analisis menggunakan statistic.

            Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivistime. Metode ini disebut juga metode sebagai metode arttistik. Karena proses penelitian lebih bersifat seni ( kurang terpola ), dan disebut juga sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan untuk interprestasi terhadap data yabg ditemukan di lapangan. Untuk selanjutnya dalam buku ini kedua metode itu disebut metode kuantitatif dan kualitatif.



[1]Prof. Dr. Sugiyono,, Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif, ( Bandung, Alfabeta, 2011 ) hlm  2

[2] Rubiyanah, MA dan Ade Masturi, MA, Pengantar Ilmu Dakwah, ( Jakarta, UIN Jakarta Press, 2010 ) hlm 2

[3] Rubiyanah, MA dan Ade Masturi, MA, Pengantar Ilmu Dakwah, ( Jakarta, UIN Jakarta Press, 2010 ) hlm 12

[4] Prof. Dr. Sugiyono,, Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif, ( Bandung, Alfabeta, 2011 ) hlm  4

Avivah Hazanah_Masjid Al-Muhajirin_Tugas 2

Avivah Hazanah_Masjid Al-Muhajirin_Tugas 2

 

Nama   : Avivah Hazanah

Kelas   : MD 4 A

Nim     : 11140530000004

            MASJID AL-MUHAJIRIN adalah masjid yang terletak di kampung Semanggi II kelurahan Cempaka Putih RT 04/03 kecamatan Ciputat. Masjid ini didirikan pada tahun 80an yang awalnya adalah sebuah mushola yang bernama mushola Al-Muhajirin. Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf dari bapak Ali Hasan.  Pembangunan mushola ini dikerjakan oleh warga setempat. Warga sangat antusias mendirikan tempat peribatan tersebut.

            Setelah beberapa tahun kemudian, mushola Al-Muhajirin direnovasi menjadi dua tingkat. Penyelesaian renovasi ini selesai pada akhir tahun 2012. Pada awal tahun 2013, warga setempat melakukan sholat Jum'at pertama di mushola ini. Pada saat itu mushola ini berubah nama menjadi masjid Al-Muhajirin karena warga telah melakukan sholat Jum'at.

Namun sebelum diresmikan menjadi masjid ketika masih menjadi mushola, warga setempat telah melakukan sholat idul fitri sekitar tahun 1993. Warga telah aktif dalam kegiatan-kegiatan masjid meskipun masjid ini masih sebagai mushola. Seperti telah ada pengajian ibu-ibu atau majelis ta'lim ketika masih menjadi mushola.

 Pada tahun 2011, ketika masjid masih dalam renovasi, masjid Al-Muhajirin berada di bawah naungan yayasan. Yayasan tersebut bernama yayasan Rahmad Sentosa. Yayasan ini dipimpin oleh ketua yayasan, sekretaris, bendahara, dan staf-staf bawahannya. Di dalam yayasan ini bidang-bidang keahlian masjid juga termasuk ke dalam organisasi yayasan. Misalnya adalah bidang sosial, bidang kemasjidan, bidang dakwah, dan bidang-bidang lainnya. Sedangkan organisasi masjid di pimpin oleh dewan ketua masjid (DKM) yaitu bapak H. Mas'ud, sekretaris yaitu bapak Ahmad Toha, dan bendahara bapak Mukhtar (alm) yang sekarang belum tau siapa penggantinya.

Sistem pengumpulan dana yang dipakai masjid Al-Muhajirin, biasanya ada sumbangan atau donatur dari warga setempat. Selain itu ada juga infak warga setiap hari Jum'at ketika melaksanakan sholat jum'at, dan juga yang diperoleh paling banyak itu ketika bulan ramadhan. Infak yang dikumpulkan setiap malam ketika pelaksanaan sholat sunnah tarawih. Dari dana tersebut, keuangan masjid dikelola kembali untuk keperluan masjid. Misalnya memperbaiki sarana dan prasarana masjid jika ada yang rusak, upah da'i untuk ceramah, dan juga upah untuk marbot masjid yang bertugas menjaga masjid Al-Muhajirin.

Pemberdayaan jama'ah pada masjid ini secara rutin adalah melakukan sholat berjama'ah di masjid. Banyak dari kalangan masyarakat setempat yang aktif dalam kegiatan ini. Tidak hanya masyarakat di RT tersbut, bahkan para mahasiswa dan mahasiswi yang kos di sekitar daerah tersebut ikut serta dalam malaksanakan sholat berjama'ah. Menurut ketua DKM bapak H. Mas'ud, masyarakat setempat adalah masyarakat yang kompak dalam pemberdayaan masjid tersebut. Mereka tidak ada rasa iri dengki antara satu sama lain, hanya saja selalu kompak dalam melakukan kegitan masjid.

Selain itu juga ada majelis ta'lim ibu-ibu yang bernama majelis ta'lim Al-muhajirin yang mengadakan pengajian sekali seminggu. Majelis ta'lim khusus kaum laki-laki pengajian sekali sebulan yang digabung se-RW setempat, dan kalangan remaja ada juga nama organisasi tersendiri yaitu Ikatan Remaja Semanggi (IRGI) yang mengadakan kegiatan rutin pengajian untuk remaja sebulan sekali. Untuk kalangan anak-anak terdapat taman pelajar al-quran (TPQ) yang sekarang namanya diubah menjadi diniyah.

Selain diluar kegiatan peribatan seperti sholat, kegiatan rutin di masjid ini berada di naungan yayasan masjid. Yayasan masjid yang bertanggung jawab untuk kegiatan rutin ini. Adapun kegiatan rutin organisasi masjid adalah membaca surat yasin setiap malam jum'at, sholat idul fitri, hari raya qurban, isra' mi'raj, muharram, dan lain sebagainya.

Masyarakat setempat juga memanfaatkan masjid Al-Muhajirin untuk berkumpul mengadakan rapat, nikahan, bahkan melaksanakan resepsi pernikahan sekalipun. Masjid Al-Muhajirin termasuk salah satu masjid yang aktif. Karena masyarakat yang kompak menjadikan masjid ini menjadi hidup dari segi peribadatan dan juga dalam kegiatan-kegiatan masjid.

 

Narasumber: H. Mas'ud (Ketua DKM masjid Al-Muhajirin).

 

anindyaputriyustika4MDB_penelitiansubyekdakwah_Tugaske2

PENELITIAN SUBYEK DAKWAH

Oleh : Anindya Putri Yustika

NIM: 11140530000042

 

 

Hj. Eva Khairunnisa,S.pd.I

 

        20 April 1980 telah lahir seorang bayi perempuan mungil dari pasangan Hj. Anisa dan Kh. Mukri Azhari yang bernama Eva Khairunnisa. Ibunda dan ayahanda mendapatkan anugerah dari Allah berupa suara indah untuk melantunkan alunan ayat-ayat suci dan membacakan sholawat atas Nabi, sehingga anugerah indah itu pun diwarisi kepada keturunan- keturunannya.

        Usth. Eva tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik nan lincah. Pada tahun 1984 - 1986 beliau mengikuti pendidikan taman bermain di Manaratul islami, pada tahun 1986 -1992 menduduki Sekolah Dasar Islam Manaratul islam,  memasuki Madrasah Tsanawiyah At-Thahiriyah Jakarta pada tahun 1995 -1998, pada masa Aliyah beliau menjalani masa-masa di pondok pesantren tambak beras Jombang pada tahun 1995 – 1998, setelah lulus aliyah beliau melajutkan ke PT Institut Ilmu Al-Quran Jakarta pada tahun 1998 – 2003.

        Beliau menikah dengan pria yang gagah bernama, H. Zaini Hamdan pada tahun 2014. Satu tahun setelah menyelesaikan study S1, beliau dikaruniai anak pertama, bernama Amani mardhatila. anak kedua juga seorang putri yang bernama Luthfi manfaluthi. Anak ketiganya tentunya seorang putri yang tidak kalah cantik bernama Najma Maulida.

        Sejak 2001 mengajar di jenjang formal MTS Manaratul Islam, setelah beliau sibuk mengajar ta'lim diberbagai tempat, pada tahun 2014 beliau memutuskan untuk berhenti. Beliau melanjutkan amanah orang tua untuk terjun di masyarakat. Suami beliau selalu mensuport kegiatan yang selama ini sudah di geluti olehnya dari tahun 1998, seperti mengajar Qur'an, mengajar Sholawat-sholawat di berbagai majelis ta'lim sampai dengan sekarang.

        Beliau juga mengajar santri-santri di rumah, Pondok Pesantren Al-Qur'an An-Najihin. Wasiat ayahanda tercintanya yang harus dilanjutkan bersama 7 putra-putri ayahanda KH. Mukri Azhari dengan Ibunda Usth. Hj. Anisa.

        Menurut beberapa jamaah usth. Eva mempunyai Karakter yang tegas, sabar, dan teliti dalam mengajar membuat beliau disegani jama'ah. Meskipun kedudukan beliau sebagai guru yang berumur lebih muda dari para jamaah, tetapi hormat beliau sangatlah tinggi kepada jama'ahnya. Dan beliau sangat konsisten dalam mengambil ketetapan sesuatu.

        Disamping beliau mengajar, beliau juga tidak ingin melewati tumbuh kembang anak-anaknya. Oleh karena itu beliau tidak enggan untuk  membawa anak-anaknya saat mengajar. Beliau adalah guru yang baik bagi keluarga dan jama'ahnya.

        Hidup harus bernilai manfaat, untuk ummat dan masyarakat itu adalah visi hidup beliau. Misi beliau adalah membangun hidup dengan cinta. Motivasi beliau adalah tiada kebahagiaan (dunia akhirat )tanpa keringat dan kerja keras(Ibadah).

        Jadikan hari-hari mu bernilai dan lakukan dengan cinta karena hidup hanya sekali, ini adalah kalimat terahir yang menjadi pesan beliau untuk penelitian ini.

        Ini adalah hasil penelitian yang saya dapatkan tentang

Usth.  Eva Khairunnisa.

tugas 2

Avivah Hazanah_Masjid Al-Muhajirin_Tugas 2

 

Nama   : Avivah Hazanah

Kelas   : MD 4 A

Nim     : 11140530000004

            MASJID AL-MUHAJIRIN adalah masjid yang terletak di kampung Semanggi II kelurahan Cempaka Putih RT 04/03 kecamatan Ciputat. Masjid ini didirikan pada tahun 80an yang awalnya adalah sebuah mushola yang bernama mushola Al-Muhajirin. Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf dari bapak Ali Hasan.  Pembangunan mushola ini dikerjakan oleh warga setempat. Warga sangat antusias mendirikan tempat peribatan tersebut.

            Setelah beberapa tahun kemudian, mushola Al-Muhajirin direnovasi menjadi dua tingkat. Penyelesaian renovasi ini selesai pada akhir tahun 2012. Pada awal tahun 2013, warga setempat melakukan sholat Jum'at pertama di mushola ini. Pada saat itu mushola ini berubah nama menjadi masjid Al-Muhajirin karena warga telah melakukan sholat Jum'at.

Namun sebelum diresmikan menjadi masjid ketika masih menjadi mushola, warga setempat telah melakukan sholat idul fitri sekitar tahun 1993. Warga telah aktif dalam kegiatan-kegiatan masjid meskipun masjid ini masih sebagai mushola. Seperti telah ada pengajian ibu-ibu atau majelis ta'lim ketika masih menjadi mushola.

 Pada tahun 2011, ketika masjid masih dalam renovasi, masjid Al-Muhajirin berada di bawah naungan yayasan. Yayasan tersebut bernama yayasan Rahmad Sentosa. Yayasan ini dipimpin oleh ketua yayasan, sekretaris, bendahara, dan staf-staf bawahannya. Di dalam yayasan ini bidang-bidang keahlian masjid juga termasuk ke dalam organisasi yayasan. Misalnya adalah bidang sosial, bidang kemasjidan, bidang dakwah, dan bidang-bidang lainnya. Sedangkan organisasi masjid di pimpin oleh dewan ketua masjid (DKM) yaitu bapak H. Mas'ud, sekretaris yaitu bapak Ahmad Toha, dan bendahara bapak Mukhtar (alm) yang sekarang belum tau siapa penggantinya.

Sistem pengumpulan dana yang dipakai masjid Al-Muhajirin, biasanya ada sumbangan atau donatur dari warga setempat. Selain itu ada juga infak warga setiap hari Jum'at ketika melaksanakan sholat jum'at, dan juga yang diperoleh paling banyak itu ketika bulan ramadhan. Infak yang dikumpulkan setiap malam ketika pelaksanaan sholat sunnah tarawih. Dari dana tersebut, keuangan masjid dikelola kembali untuk keperluan masjid. Misalnya memperbaiki sarana dan prasarana masjid jika ada yang rusak, upah da'i untuk ceramah, dan juga upah untuk marbot masjid yang bertugas menjaga masjid Al-Muhajirin.

Pemberdayaan jama'ah pada masjid ini secara rutin adalah melakukan sholat berjama'ah di masjid. Banyak dari kalangan masyarakat setempat yang aktif dalam kegiatan ini. Tidak hanya masyarakat di RT tersbut, bahkan para mahasiswa dan mahasiswi yang kos di sekitar daerah tersebut ikut serta dalam malaksanakan sholat berjama'ah. Menurut ketua DKM bapak H. Mas'ud, masyarakat setempat adalah masyarakat yang kompak dalam pemberdayaan masjid tersebut. Mereka tidak ada rasa iri dengki antara satu sama lain, hanya saja selalu kompak dalam melakukan kegitan masjid.

Selain itu juga ada majelis ta'lim ibu-ibu yang bernama majelis ta'lim Al-muhajirin yang mengadakan pengajian sekali seminggu. Majelis ta'lim khusus kaum laki-laki pengajian sekali sebulan yang digabung se-RW setempat, dan kalangan remaja ada juga nama organisasi tersendiri yaitu Ikatan Remaja Semanggi (IRGI) yang mengadakan kegiatan rutin pengajian untuk remaja sebulan sekali. Untuk kalangan anak-anak terdapat taman pelajar al-quran (TPQ) yang sekarang namanya diubah menjadi diniyah.

Selain diluar kegiatan peribatan seperti sholat, kegiatan rutin di masjid ini berada di naungan yayasan masjid. Yayasan masjid yang bertanggung jawab untuk kegiatan rutin ini. Adapun kegiatan rutin organisasi masjid adalah membaca surat yasin setiap malam jum'at, sholat idul fitri, hari raya qurban, isra' mi'raj, muharram, dan lain sebagainya.

Masyarakat setempat juga memanfaatkan masjid Al-Muhajirin untuk berkumpul mengadakan rapat, nikahan, bahkan melaksanakan resepsi pernikahan sekalipun. Masjid Al-Muhajirin termasuk salah satu masjid yang aktif. Karena masyarakat yang kompak menjadikan masjid ini menjadi hidup dari segi peribadatan dan juga dalam kegiatan-kegiatan masjid.

 

Narasumber: H. Mas'ud (Ketua DKM masjid Al-Muhajirin).

 

NUR SYAMSIYAH_PMI 6_EKOLOGI MANUSIA_TUGAS 1

Sosiologi lingkungan yang merupakan suatu kajian ilmu pengetahuan hubungan manusia dengan lingkungan , dituntut untuk bisa dan mampu menganalisis dan memahami permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupannya dengan aspek lingkungannya. Perhatian para ilmuan sosial terhadap permasalah lingkungan dari aspek sosiologi ini dapat dikatakan terlambat dibandingkan dengan lainnya. Karena beberapa pakar menilai bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kungkungan dan kekangan defenisi sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli dan dijadikan acuan oleh banyak kalangan dalam melakukan kajian.

Beragam defenisi sosiologi yang dikemukakan oleh beragam ahli selama ini memperlihatkan bahwa ilmu ini 'hanya' mengkaji hubungan antar manusia tanpa memasukkan unsur lingkungan. Kenyataan ini dapat dimengerti karena sosiologi hadir dan dirumuskan di saat perspektif antroposentrisme (manusia sebagai pusat atau penentu alam) masih sangat dominan. (Pahrudin HM,M.A.).

Perkembangan pandangan sosiologi dari antroposentrisme menjadi ekosentrisme (lingkungan atau alam sebagai pusat kajian) baru mengemuka pada tahun 1978 yang dilakukan oleh Riley Dunlap dan William Catton dalam jurnalnya yang berjudul " Environmental Sosiology : A New Paradigm" dalam buku "The American Sosiologist, 1978, Vol 13 (February) 41-49". Dimana praktek sosiologi untuk masa yang akan datang  harus melihat hubungan antara manusia/masyarakat dan lingkungan biofisik, di jurnal ini dibahas anjuran untuk suatu paradigma baru bagi hubungan antara manusia/masyarakat dengan lingkungannya sehingga disiplin ilmu ini tidak lagi mengabaikan hubungan masyarakat dengan lingkungan biofisiknya.

Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan produktivitas.

Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut. Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, dan logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914).

Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.

 

Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:

  1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
  2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
  3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

 

Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

  • Komponen hidup (biotik)
  • Komponen tak hidup (abiotik)

Ekologi sering digambarkan sebagai kajian tentang komunitas alam, sedangkan sosiologi digambarkan sebagai kajian tentang komunitas manusia. Ketika membahas sosiologi lingkungan artinya kita sedang berbicara tentang lingkungan yang berkaitan dengan ekologi manusia, dan berbagai ekosistem, kadang-kadang manusia merasa enggan dengan manusia lain, bentuk kehidupan lain, dan batu, air, tanah, dan udara yang mendukung seluruh kehidupan.

Tiara 'Adani_Biografi Alm. H. Ade Suhara_Tugas2

Nama               : Tiara 'Adani

NIM                : 11140530000052

Jurusan            : Manajemen Dakwah 4B

Matkul             : Metodelogi Penelitian Dakwah

 

"Biografi Alm H. Ade Suhara"

H. Ade Suhara merupakan seorang laki-laki yang berasal dari Ciamis Jawa Barat. Beliau merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Beliau lahir di Ciamis pada tanggal 01 Oktober 1961. Beliau adalah sosok laki-laki yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Oleh karena itu beliau, beliau berusaha untuk selalu bisa mandiri dalam hidupnya.

Meskipun beliau berasal dari keluarga yang sangat sederhana, bahkan latar pendidikan keluarganya pun bisa dikatakan sangat rendah. Beliau tetap menjadi orang yang memiliki adab baik terhadap manusia dan makhluk hidup lainnya. Beliau tumbuh di kampung hingga usia remaja dan pernah menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Pasir Kadu Ciamis Jawa Barat kurang lebih 3 tahun.

Setelah pendidikan agamanya selesai, beliau langsung merantau ke kota Jakarta untuk mencari pengalaman hidupnya. Di Jakarta beliau pernah menggeluti profesi sebagai supir angkot dan pedagang kaki lima. Hingga akhirnya pada suatu hari beliau dianjurkan untuk menikah dan menikahlah beliau dengan perempuan yang bernama Enung pada tahun 1989. Setelah menikah, beliau mengajak istrinya untuk tinggal di Jakarta.

Awalnya beliau dan istrinya memilih untuk tinggal di kontrakan karena kondisi ekonomi yang masih sangat minim. Hingga pada akhirnya setelah melewati berbagai pengalaman sebagai pedagang kaki lima yang menjual tahu, beliau berinisiatif untuk mencoba bekerja di pabrik tahu tempat saudaranya hingga beliau mengetahui bagaimana caranya untuk mendirikan sebuah perusahaan.

Akhirnya pada tahun 1990-an setelah memiliki anak pertama yang bernama Fahmi Rahmat Hidayat, beliau pun memiliki tekad yang kuat untuk mendirikan sebuah perusahaan pabrik tahu untuk menghidupi keluarganya. Pada saat itu pun beliau masih tinggal di rumah kontrakan di daerah Kedaung Ciputat. Singkat cerita, beliau pun telah mampu mengelola pabrik dan bertekad untuk membangun pabrik sendiri di daerah Sasak Tinggi Ciputat yang masih berdiri hingga saat ini.

Menurut anaknya, meskipun beliau telah menjadi orang yang berkecukupan pada tahun 2000, beliau tidak pernah sombong dan tidak melupakan keluarganya di kampung. Bahkan beliau selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dizakatkan. Beliau merupakan sosok laki-laki yang sangat memegang teguh agamanya. Beliau selalu mengingatkan istri dan tiga anaknya untuk bisa berbagi dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.

Pendidikan agama merupakan hal yang harus diberikan sedini mungkin pada anaknya. Anak-anaknya telah dilatih untuk melaksanakan sholat sejak usia dini sebelum usia sekolah. Bahkan tidak cukup dengan itu, ketiga anaknya pun dimintanya untuk belajar di pondok pesantren.

Apabila waktu sholat telah tiba, beliau tidak pernah ragu untuk meninggalkan pekerjaan yang sedang dilakukannya dan menyegerakan diri untuk bergegas ke masjid melaksanakan sholat berjamaah. Ini merupakan salah satu contoh yang beliau berikan kepada anak laki-lakinya untuk selalu mengusahakan sholat berjamaah di masjid.

Sejak itulah beliau sering dipercaya masyarakat sekitar untuk menjadi imam di masjid, bahkan beliau sering diminta untuk mengisi ceramah di masjid. Dan menurut masyarakat sekitar beliau adalah seseorang yang sangat dermawan, tidak pernah sombong walaupun beliau sudah sangat berkecukupan. Hingga pada akhirnya, Allah SWT memanggil beliau pada tanggal 19 September 2014. Semoga Allah SWT menerima iman, islam dan amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya dan memuliakan derajat juga tempat bagi almarhum disisi Allah SWT. Aamiin

Meidiana Utami_Biografi dan Penelitian K.H. Shidqi Yahya_Tugas 2

METODOLOGI PENELITIAN DAKWAH

PELAKU/ AKTOR KEAGAMAAN

Oleh:   Meidiana Utami

NIM:   11140530000041

Jurusan: Manajemen Dakwah – 4B

K.H. SHIDQI YAHYA

            Beliau lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1956, mempunyai 5 orang anak yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan dan mempunyai seorang istri yang cantik dan pandai agama serta mengurus rumah tangga. Beliau orang yang di hormati dan di segani oleh masyarakat. Selain menjadi mubaligh beliau juga menjadi kepada sekolah di sekolah islam swasta. Beliau juga memiliki toko sembako yang terletak di depan rumahnya. Semua anak-anaknya didik sesuai dengan ajaran islam, ketika SD semua anak-anaknya disekolahkan di sekolah islam, lalu SMP mereka dimasukkan di pondok pesantren yg terdapat di jawa timur kurang lebih selama 6 tahun.

            Beliau juga mengajar di majlis ta'lim di berbagai tempat pada hari-hari tertentu. beliau juga suka "merakyat". Jika hujan datang dan sekitar rumah beliau banjir, beliau selalu membelikan nasi goreng sebanyak 30-50 untuk di bagian kerumah rumah yang terkena banjir. Ketika beliau main kerumah saya karena mempunyai hajat yang penting dengan bapak saya, terkadang beliau suka bercerita tentang pengalaman beliau atau memberikan "wejangan". Dengan gaya yang santai, ketika berkunjung ke rumah dan bapak saya ingin meminta nasihat, cukup dengan segelas kopi dan beberapa batang rokok "nogo sosro" beliau akan semangat memberikan "wejangan" kepada keluarga kami.

            Ketika di sekolah beliau sangat ditakuti oleh para murid-muridnya, menurut beberapa murid di sekolah itu, bila beliau sedang melewati dan mengontrol ke setiap kelas, semua murid terdiam dan tidak ada yang berani membuka suara. Beliau sosok guru yang tegas dan disegani oleh banyak guru-guru dan murid-murid di sekolah. "kadang-kadang kita harus menyesuaikan tempat kak kalo mau bergurau sama beliau" tutur beberapa muruid di sekolah SD islam tempat beliau mengajar. Beliau juga sering memperhatikan kebersihan sekolah tersebut. Jika beliau melihat muridnya buang sampah tidak pada tempatnya, maka anak itu di hukum dengan menggunakan papan yang dikalungi yang bertuliskan "buang sampah sembarangan, sayalah orangnya" maka dari itu murid-murid di sekolah SD itu sangat takut kepada beliau.

           

 

 

Menurut beberapa narasumber, ketika mengajar di majlis ta'lim beliau selalu membuka pengajian tersebut dengan alfatihah dan sholawat nabi, karena menurut beliau semua alam semesta akan tunduk jika mendengar sholawat nabi. Beliau juga sring menganjurkan kepada jamaahnya untuk bersholawat minimal 1000 per hari. Karena dengan sholawat kita akan dipermudahkan urusan dan mendapatkan syafaat dari nabi Muhammad SAW. Kitab yang sering di pakai beliau untuk mengajar jemaahnya yaitu: riyadusholihin, bulughul mahrom, fiqih sunnah, safinatunnajah, dan masih banyak lagi.

Menurut narasumber A dan B cara beliau mengajar tegas, seru diselingi humor-humor sehingga para jamaahnya tidak mengantuk, dan materi yang di sampaikan kepada beliau menyangkut kehidupan sehari-hari. terkadang beliau suka terlambat beberapa menit dikarenakan jadwal padat beliau mengajar majlis ta'lim lainnya. "Pernah sekali beliau lupa jadwal mengajarnya karena "ketiduran" sehingga para jamaahnya menunggu sampai selesai waktunya" tutur narasumber C. kebiasaan beliau setiap sabtu pagi pukul 6:30 yaitu membaca kitab di teras rumah dengan segelas kopi dan beberapa batang rokok.

Jika beliau tidak bisa menghadiri pengajian di masjid ta'lim dikarenakan tugas di luar kota, beliau meminta anaknya yang bernama haikal untuk menggantikan beliau di majlis ta'lim tersebut. Haikal anak kedua K.H Shidqi Yahya sering menggantikan posisi ayahnya, dia kuliah di UIN syarif hidayatullah Jakarta fakultas Syari'ah, dan sekarang dia sedang menyusun skripsi. gaya dia menyampaikan materi sama persis seperti ayahnya, logatnya, humorisnya, dan contoh di kehidupan sehari-hari. jika K.H shidqi yahya terkadang suka terlambat waktu, beda dengan anaknya yang tepat waktu, mungki karna anaknya tidak terlalu padat jadwalnya, sehingga dia sangat tepat waktu.               

Beliau juga mempunyai taman pendidikan Al-Quran (TPA) untuk anak anak berumur 3-15 tahun. Banyak sekali anak-anak yang menimba ilmu di tempat beliau. Karena TPA beliau banyak belajarnya sedikit bermainnya, maka tidak sedikit anak-anak TPA beliau yag perlu diajukan jempol prestasinya. Beliau juga bekerja sama dengan TPA nurul jannah agar ilmunya bertambah banyak dan menciptakan anak-anak yang berprestasi.

Kurang lebih inilah penelitian yang saya dapatkan tentang K.H Shidqi Yahya.  

Wiwi Wihdatul Aliah_KH MANSYUR_Tugas 2

Nama: Wiwi Wihdatul Aliah
NIM: 11140530000054
Kelas: MD 4 B
Matkul: Metodologi Penelitian Dakwah
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa metode penelitian dakwah adalah tatacara melakukan penelitian dengan berbagai teknik untuk menelaah objek dakwah. Tak hanya objek, melainkan ada juga subjek dakwah yaitu pelaku atau aktor keagamaan seperti kiyai, guru agama, penda'I dan lain sebagainya. Kali ini saya ditugaskan untuk meneliti salah satu dari subjek dakwah tersebut. Saya meneliti seorang kiyai yang bernama KH Mansyur.

Fitri Lutfiana_Biografi Ustadz Fauzi_Tugas 2

Nama : Fitri Lutfiana

NIM : 11140530000062

MatKul : Metodologi Penelitian Dakwah

Jur/smt : Manajemen Dakwah/4B

 

Biografi Ustadz Fauzi

Ustadz Fuazi, biasa akrab orang memanggilnya, beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 19 April 1971, beliau terlahir sebagai anak pertama dari keluarga yang sederhana. Ayahnya tukang becak dan ibunya pedagang es keliling. Namun, keadaan keluarga yang demikian semakin membuat beliau semangat untuk menjalani hidup.

Istri beliau bernama Syifa Evi Cahya Ningsih juga jama'ah dari pengajian yang beliau ikuti. Ustadz Fauzi ayah dari enam anak yang kini berprofesi sebagai ustadz dalam jamaah ahlusunnahnya, beliau juga memiliki pekerjaan lain. Yakni, beliau membuka klinik herbal dan terapi bekam, beliau juga aktif sebagai DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Al-Huda perumahan chandra baru – Bekasi.

Dahulunya, beliau sekolah dasar di SD Muhammadiyah 1 Yogyakarta, beliau telah mahir dalam membaca Al-Qur'an karena didikan orang tuanya sejak kecil. Kemudian beliau sekolah menengah pertama di Muhammadiyah 1 Yogyakarta, lalu sekolah menengah atas di Sekolah Menengah Teknologi Industri. Setelah sekolah menengah atas beliau tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi keluarganya.

Beliau ahli dibidang kimia, tidak ada basic pesantren dalam pendidikannya, namun beliau bisa menjadi ustadz. Beliau menyadari, pemilik segalanya hanya Allah sehingga beliau berniat untuk berhijrah ke jalan yang lebih baik, maka beliau mengikuti pengajian Ahlusunnah.

Dimulai dari beliau mengikuti suatu pengajian ahlusunnah pada tahun 2000. Beliau menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan pesantren, kemudian tahun 2009 beliau diamanahi untuk menyampaikan ilmu-ilmu yang telah beliau miliki kepada jama'ah-jama'ah yang baru. Beliau mengajar tafsir qur'an hingga sekarang. Terkadang ada beberapa jama'ah yang konsultasi tentang keagamaan mereka kepada beliau.

Menurut beliau, basic pendidikan pesantren bukanlah hal yang utama dalam menyampaikan ajaran-ajaran Allah. Bahkan menyampaikan dan mengajak kepada kebaikan juga menjauhi kemunkaran adalah perintah Allah, "tidak harus lulusan pesantren" ucapnya.

Motivasi beliau adalah "inna sholati wanusuky mamahyayaa mamamaaty lillahirabbil 'aalamiin" yang artinya sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah SWT semata.

Tanggapan beberapa jama'ah, beliau adalah orang yang tegas namun ramah. Cara penyampaiannya pun menarik dan tidak terburu-buru sehingga mudah difahami dan dimengerti. Setiap pertanyaan dari jama'ah pun selalu beliau tanggapi dengan baik.

Visi beliau yakni mampu menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Misi beliau, salah satunya adalah menyampaikan ayat-ayat Allah meskipun sedikit, sebagaimana hadits "ballighuu 'anniy walaw aayah" yang artinya, sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.

Metode beliau dalam menyampaikan materi beliau selalu menyamakan dengan kisah kisah rosulullah di masa lalu atau pun dengan kisah kisah sahabat sahabat nabi. Terkadang beliau juga menggunakan metode cerita.

Pesan beliau untuk para da'i pemula yakni jangan pernah malu dalam menyampaikan ayat-ayat Allah. Tidak perlu tunggu lulus sarjana atau tunggu jadi ustadz, karena mengajak amar ma'ruf nahi munkar adalah tugas setiap muslim.

 

 

 

 

muhammad rifkih_KH.Adrian Mafatihullah Karim M.A_ tugas 2

PENELITIAN SUBJEK DAKWAH

TUGAS KE-2

 

Muhammad Ripkih

11140530000038

Dalam tugas matakuliah metodologi penelitian dakwah ini saya menjelaskan seorang tokoh pemimpin pesantren. Penelitian ini saya ambil sejak hari  sabtu tanggal 12 maret 2016 melalui wawancara antara alumni pondok pesantren La Tansa dan beberapa ustadnya.  KH. Adrian Mafatihullah Karim, MA. Merupakan anak kedua pendiri Pondok Pesantren La Tansa, lahir pada 15 Juni 1973 di Gintung, Tangerang. Memulai pendidikan formalnya di SD Rancaleutik 1979 sampai kelas tiga, kemudian pindah sekolah ke SDN Cikande II Hingga tamat pada 1986.

Seperti anak-anak di desanya, siang hari sepulang sekolah beliau masuk madrasah di MMA hingga tamat. Sejak kecil bercita-cita ingin menjadi guru, setelah lulus dari sekolah dasar beliau melanjutkan studi di Pondok Pesantren Daar El-Qolam yang dipimpin oleh ayah tercinta.  Saat mondok beliau menjabat sebagai wakil ketua ISMI Putra (1991-1992) dan aktif sebagai Pasukan Istimewa Gerakan Pramuka Pondok Pesantren Daar El-Qolam. Dalam mengisi liburannya beliau pernah mondok di Pesantren Daar el Ulum Bogor dan Pesantren Cisantri Pandeglang, dibimbing oleh KH. Bustomi mempelajari kitab Alfiyah dan Tafsir Munir.

Tamat Pondok Pesantren Daar El-Qolam pada 1992 beliau melaksanakan tugas pengabdiannya dengan mengajar selama setahun. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti HMI cabang Ciputat dan Senat Dakwah IAIN Jakarta, beliaupun tercatat sebagai anggota JIPI (Jaringan Informasi dan Pengkajian Islam).

Disamping kesibukan kuliahnya di IAIN Mulai 1996 beliau aktif mengajar di Pondok Pesantren Daar El-Qolam. Beliau meraih gelar sarjana S-1 pada tahun 1998 dengan judul skripsi "Konsepsi Pesantren Pariwisata Sebagai Sarana Dakwah Alternatif". Sejak menggantikan kedudukan Sang Ayah sebagai Pimpinan Pondok, kesibukannya makin bertambah karena harus bolak-balik untuk mengajar di PPDQ dan Pon-Pes La Tansa. Beliau berencana akan melanjutkan pendidikannya sampai S-3 sesuai dengan amanat sang Ayah. Pada usia 27 tahun,  Pada tahun 2001 melangsungkan kehidupan berkeluarga mempersunting muridnya sendiri Khaerunnisa putri pasangan Bapak Drs. H. Mahmud Yunus dan Ibu H. Suhanah, S. Ag, dan beliau dianugerahi dua orang anak bernama Ahmad Alief Al-Fawaz yang lahir pada tahun 2002 dan Putri Fakhira Hansa yang lahir pada tahun 2007. Ditengah-tengah kesibukan beliau memimpin Pondok Pesantren La Tansa, beliau menyelesaikan program pasca sarjana (S2) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (2006), dengan judul tesis "Keadilan dalam Poligami menurut Sayid Qutub". Semoga beliau diberikan kekuatan dan  kemudahan dalam mengemban amat memimpin pesantren La Tansa, Amin

 

 

            Dari sejak ayah handa KH.Ahmad Rifa'I Arif wafat beliau menggantikan kepemimpinanya sampai saat ini. Dan diliat dari cara kepemimpinan KH. Adrian Mafatihullah Karim, MA. Beliau paling tegas mangambil sebuah keputusan dan berwibawa, beliau bagus membina para ustad/ustazah dalam sebuah organisasi yang dibangun di dalam sebuah pesantren.  Setiap kegiatan yang ada didalam pesantren La Tansa dibuat begitu padat mengarah  kegiatan-kegiatanya mengaca kepada Pondok Pesantren Gontor. 

 

 

M. Anggi Syahrullah_Biografi KH. A. Thahir Fuad_Tugas 2

Dalam hal ini saya melakuklan penelitian subjek dakwah sebagaimana ditugaskan oleh bapak dosen mata kuliah Motodologi Penelitian Dakwah. Kita sudah mengetahui bersama bahwasanya motode penelitian dakwah merupakan motode atau kayfiah (dalam bahasa arab) tata cara melakukan penelitian dengan berbagai macam teknik untuk mentelaah objek dakwah. Namun, tidak hanya objeknya saja, akan tetapi juga mentelaah subjek dakwah yaitu actor keagamaan atau pelaku, seperti ulama, kiayi, guru keagamaan, pendakwah/da'i  dan lain-lain. Pada kesempatan ini saya meneliti seorang panutan dan pemuka agama yaitu Drs. KH. A. Thahir Fuad.
Drs. KH. A. Thahir Fuad adalah ulama asal Tasikmalaya merupakan pimpinan pondok pesantren perguruan KH. Zainal Musthafa sukamanah, Desa. Sukarapih, Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya Jawa Barat. Dan merupakan anak dari sesepuh pondok pesantren sukamanah yakni KH. Fuad Muhsin dan beliau juga cucu dari ulama terkemuka, pejuang pahlawan nasional KH. Zainal Musthafa. Usia beliau saat ini 56 tahun, beliau mempunyai satu istri, dua anak perempuan, satu anak laki-laki. Istri beliau bernama Ny. Hj. Nunung Nurjamilah.
Beliau merupakan penerus kepemimpinan Pesantren Sukamanah periode ke-3 setelah ayahandanya (Kiyai Fuad Muhsin) menyerahkan kepemimpinan sepenuhnya kepadanya pada bulan desember tahun 1999 - hingga sekarang. Beliau didampingi oleh adik kandungnya yaitu K. A. Rustam Hazim sebagai Sekretaris Pesantren dan adik iparnya yaitu KH. Mastur farid Atto"ilah sebagai Ketua Dewan Pendidikan dan Pengajaran Pesantren. Pesantren sukamanah sendiri berdiri pada tahun  1927, sekitar 89 tahun silam dibangun oleh kakeknya KH Zainal Musthafa, beliau sekarang memiliki santri yang berjumlah sekitar 1500 lebih yang tiap tahunnya semakin bertambah banyak dari berbagai daerah- daerah yang ada di Jawa Barat hingga di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Lokasinya yang jauh dari perkotaan dan suasana pesantrennya yang asri, alam yang indah terpancar dari lingkungan pesantren yang dikelilingi oleh pesawahan dan balong-balong ikan yg banyak serta pemandangan gunung galunggung yang elok dan berlalu lalangnya para santri yang berangkat mengaji menjadi ciri khas pesantren.
Pergerakan beliau dalam menyampaikan risalah dakwahnya untuk li'ilai kalimatillah (meninggikan kalimat Allah) pasti terdapat banyak rintangan dan cobaannya karena setiap kebaikan yang diperbuat pasti ada cobaannya. Dengan tekad yang luhur, sifat qona'at dan kecerdasan ilmu beliau yang ditanami oleh sang ayah dan sang kakek, beliau selalu bijaksana, tegar, santai, jenaka serta pandai dalam bergaul pada masyarakat walaupun beliau selalu bersikap santai. Namun, dalam menyampaikan dakwahnya mendalam hingga kena ke hati mad'u atau santri-santrinya. Kemudian beliau orangnya sangat rendah hati sekali, sangat sederhana, tidak menampakan kemewahan bahkan cara berbusana beliau saja tidak seperti kiyai-kiyai yang lain, yang selalu memakai sorban, kopiah haji, jubbah yang panjang. Berbeda dengan beliau ini yang setiap harinya mengajar atau berdakwah hanya memakai songkok nasional, baju koko, dan sarung kadang juga beliau berkalungkan sorban.
Kemudian selanjutnya saya mewancara singkat kepada dua orang secara terpisah, mereka adalah alumni sekaligus murid atau santri kiayi thahir fuad yang pernah menetap di pesantren tersebut selama 6 tahun menimba ilmu disana, yang pertama saya bertanya kepada Kang Lutfi Ahmad Dzulfahmi.
''  Bagaimana menurut anda tentang sosok KH. A. Thahir fuad?. Tanya saya.
'' ia menjawab, ''Yaa. Bapak kiyai itu orangnya bijaksana sekali, santai tapi kena gitu langsung masuk ke hati mendalam sekali dalam menasehati para santrinya''.
'' Apa yang anda sukai dari beliau?. Tanya saya
'' dia  menjawab. '' yang saya sukai dari dalam diri beliau adalah ketawadhuannya yang saya sangat kagumi itu.
'' Seperti apa cara ketika beliau berdakwah atau sedang mengajar?. Tanya saya.
'' dia jawab. '' Bapak kiyai itu kalem orang, santai tapi perhatian, ya contohnya kalau ada santri yang nundutan (tidur), bapak kiyai mah santai-santai aja, gak memarahi santrinya, tapi malah menasehati dengan cara menyindir''….
Yang kedua yaitu saya bertanya kepada Kang Faisal Mustofa, menurut ia adalah:
bahwa kiyai itu bahwa pak kiyai itu orangnya sederhana, selalu tawadhu, tidak pernah membeda-bedakan orang lain.
Kalo dalam berdakwahnya jelas tidak berbelit-belit dalam menerangkan, memberikan canda-canda yang mendidik dan nyaman.

Cari Blog Ini