Selasa, 15 Maret 2016

tugas 2 oleh khoirul wildan

KHOIRUL WILDAN_RA MIFTAHUL ULUM_TUGAS 2
 
Untuk memenuhi tugas Metodologi Penelitian
Manajemen Dakwah 4 c
Nim 11140530000079
 
kali ini saya akan mencoba mendeksrifsikan hasil penelitian saya terhadap lembaga pendidikan Islam Raudhatul Athfal Miftahul Ulum.
Raudhathul Athfal (RA) Miftahul Ulum, merupakan suatu lembaga pendidikan Islam pra sekolah atau bisa disebut juga taman kanak-kanak (TK) yang terakreditasi B melalui surat keputusan akreditasi No, 02.00/205/BAP-SM/SK/X/2012.  RA Miftahul Ulum yang berdiri sejak tahun 2002 dibawah naungan yayasan Miftahul Ulum Sawangan yang disahkan melalui surat keputusan Kementrian Agama Republik Indonesia No. Kd.10.22/4/PP.00.1/308/2010. RA Miftahul Ulum yang beralamatkan di Jl. Pendidikan Serua Bulak Rt 02/03 Kel. Pondok Petir, Bojongsari depok berdiri di atas tanah seluas 300 m2, dengan luas bangunan 250 m2 dan halaman bermain 50 m2.  
RA miftahul Ulum ini beroreintasi untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini khususnya di Kota Depok agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan berakhlakul karimah dimasa yang akan datang, maka dari itu yayasan Miftahul Ulum melalui Raudhatul Athfal menyiapkan serangkaian pembelajaran 3 doman + 1, yaitu aspek kognitif Afektif, psikomotorik dan aspek spiritual yang dilakukan melalui konsep Joyfull Learning (belajar yang mengembangkan) dan meaning full learning ( pembelajaran bermakna).
Dari segi kurikulum nya, RA miftahul Ulum mengimplementasikan kurikulum nasional, yaitu kurikulum berbasis kompentensi (KBK) yang mengikuti sistem dari pemerintah tentang apa saja yang harus yang harus di pelajari oleh murid serta hasil akhir yang harus didapat dari pembelajaran tersebut. Maka dari itu pembelajarannya sama dilakukan oleh seluruh RA yang berada di kota Depok.
RA Miftahul Ulum mempunyai tujuan pendidikan, yaitu : terbentuknya geberasi muda yang bertaqwa dan berakhlak karimah, mempunyai kreatifitas yang tinggi, dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk dalam pergaulan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat dan dapat memahami dan menghargai lingkungan, makhsluk hidup, menggunakan pengetahuan dan keterampiulan yang dimiliki. Dari tujuan yang telah disebutkan tadi, maka RA Miftahul Ulum mempunyai visi, yaitu : "Dengan Berlandaskan Iman Dan Taqwa Melahirkan Tunas Bangsa Yang Cerdas, Kreatif Dan Berakhlakul Karimah." Untuk tercapainya visi tersebut, maka perlu adanya misi sebagai alat untuk mencapai visi, yaitu : pertama, menanamkan dasar-dasar keagamaan yang kuat sejak anaka usia dini. kedua, menciptakan sauasana belajar yang bersifat Pakem (Pembelajaran, Aktif, Kreatif Dan Menyenangkan). Ketiga, memantapkan gerakan bebas buta huruf latin dan Al-Qur'an. Keempat, menumbuhkan suasana pergaulan yang penuh kasih sayang ( marhamah) dimulai sejak dari kehidupan keluarga sampai masyarakat.
RA Miftahul Ulum Terdapat dua kelas, yaitu kelas A dan kelas B. Waktu pembelajarannya dengan menggunakan 5 hari efektif dalam seminggu, yaitu Senin-Jum'at, mulai dari 07.30-10.00 WIB untuk kelas A dan 07.30-11.30 WIB untuk kelompok B. Pada setiap harinya, murid diwajibkan memakai seragam yang telah ditentukan oleh yayasan, pada hari senin untuk laki-laki dan perempuan menggunakan seragam kotak-kotak ungu lengkap, sepatu hitam tanpa tali dan kaos kaki bebas. Pada hari selasa, untuk laki-laki menggunakan seragam batik dengan celana panjang putih, separtu hitam tanpa tali dan kaos kaki bebas, sedangkan untuk perempuan menggunakan baju  batik dengan rok putih , kerudung, sepatu hitam tanpa tali dan kaos kaki bebas. Pada hari rabu, laki-laki dan perempuan menggunakan seragam olahraga, sepatu hitam tanpa tali dan kaos kaki putih. Pada hari kamis, untuk laki-laki dan perempuan menggunakan seragam polisi lengkap, sepatu hiytam tanpa tali dan kaos kaki hitam. Pada hari jum'at, untuk laki-laki dan perempuan menggunakan pakaian muslim putih dengan sepatu hitam tanpa tali dan kaos kaki bebas.
Untuk membangun kreatifitas anak, RA Miftahul Ulum mempunyai beberapa ekstra kurikuler, diantaranya melukis, Bahasa Inggris, Renang, Menari dan Drumband. Bahkan, RA Miftahul Ulum ini sering mengikuti dan mengadakan kegiatan di luar sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan melatih mental anak, seperti kegiatan Manasik Haji, Study Tour dan mengikuti lomba-lomba tingkat Kota dan Provinsi.
Sedangkan, untuk membangun kreatifitas anak dan mendukung kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, RA Miftahul ulum memfasilitasi siwa dengan beberapa fasilitas, diantaranya 3 ruang kelas, halaman bermain, ruang guru,  mainan edukatif, perpustakaan, ruang musik dan kamar mandi/MCK. Sedangkan untuk mendukung pempelajaran, terdapat 5 guru yang berpotensi, 3 guru kelas, 1 guru melukis dan 1 guru Bahasa Inggris.
Demikianlah hasil penelitian yang dapat sayaa paparkan terhadap lembaga pendidikan Islam RA Miftahul Ulum.

tugas 1 oleh Khoirul Wildan MD 4 c

KHOIRUL WILDAN_TUGAS 1
 
Untuk memenuhui tugas Metodologi Penelitian
Manajemen Dakwah 4 c
NIM 11140530000079
 
1.      Apa itu penelitian ?
Penelitian adalah tiap usaha untuk mencari pengetahuan (ilmiah) baru menurut prosedur yang sistematisdan terkontrol melalui data empiris (pengalaman), yang artinya beberapakali dapat diuji dengan hasil yang sama.[1] Jadi, penelitian juga dapat diartikan sebagai pemeriksaan untuk mencari data atau pengetahuan baru yang di inginkan, dengan menggunakan prosedur melalui pengalaman dan sumber-sumber lainnya serta mengumpulkan fakta-fakta yang ada. Penelitian juga sebagai suatu kegiatan mengungkapkan atau membuka pengetahuan karena pengetahuan, baik yang sudah ada maupun yang belum ditemukan. Penelitian bukan hanya dilakukan untuk sesuatu yang belum mempunyai data, akan tetapi penelitian juga dilakukan untuk sesuatu yang sudah ada, hanya saja perlu pengungkapan kembali guna memberikan pembaharuan informasi.
 
Menurut david Penny, penelitian berarti "berpikir secara sistematis mengenai jenis-jenis persoaalan yang untuk pemecahannya diperlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta".
 
2.      Apa itu dakwah ?
Dakwah dari segi bahasa Arab merupakan isim masdhar dari da'a-yad'u-da'watan yang artinya panggilan atau ajakan. Jadi, dakwah adalah suatu kegiatan berkesinambungan yang sifatnya panggilan, ajakan dan seruan yang di lakukan oleh seorang da'i (pendakwah) dengan target sasaran seorang Mad'u baik secara individu maupun secara umum, dengan tujuan mengajak umat untuk menjalin kehidupan yang sesuai dengan apa yang telah di ajarkan oleh agama.
 
3.      Apa yang dimaksud dengan metode penelitian ?
Jika kita lihat dari segi makna, bahwa metode adalah cara, jadi metode penelitian adalah cara atau tindakan yang harus dilakukan oleh seorang peneliti untuk melakuan penelitiannya, karena hal ini sangat penting dengan berhasil tidaknya penelitian.
 
4.      Jenis-jenis penelitian
Berikut merupakakan jenis-jenis penelitian, yaitu :
A.  Penenlitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelituian dan pemahaman yang berdasarkan metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia.[2] Jadi, pada penelitian kualitatif ini, peneliti harus menekankan sifat alami manusia yang tumbuh alami pada masyarakat sosial.
 
Ada enam jenis penelitian kualitatif, yaitu :
a.       Penelitian Deskriptif
Yaitu penelitian yang menjelaskan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat ini.
 
b.      Studi Kasus
Yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif terhadap seseorang yang dianggap mempunyai kasus tertentu.
 
c.       Biografi
Yaitu penelitian terhadap seorang individu dan pengalamannya dengan cara mengumpulkan dokumen dan arsip, dengan tujuan mengungkap perilaku seorang individu yang menarik.
 
d.      Fenomenologi
Yaitu penelitian yang dilakukan secara alami untuk mencoba menjelaskan atau mengungkap fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi oleh beberapa individu.
 
e.       Grounded Theory
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu.
 
f.       Etnografi
Yaitu uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial.
 
B.     Penlitian kuatitatif
Penelitian kuantitatif merupakan metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel.[3]
Ada 3 jenis penelitian kuantitatif, yaitu :
a.       penelitian survei
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun kelapangan untuk mendapatkan informasi dan data.
 
b.      Studi Kasual Komperatif
Yaitu studi yang berusaha mengamati alasan atau penyebab terjadinya sebuah fenomena yang diteliti.
 
c.       Studi kolerasional
Yaitu studi yang mempelajari hubungan dua variabel atau lebih.
                       
 


[1] Irawan Soehartono, metode penelitian sosial  h.2
[2] Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta : kencana 2014) h. 33
[3] Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta : kencana 2014) h. 38

Arief Wibawa Mukti_Masjid Jami Nurul Huda_Tugas 2

Arief Wibawa Mukti_Masjid Jami Nurul Huda_Tugas 2

Nama               : Arief Wibawa Mukti

NIM                : 11140530000009

Kelas               : Manajemen Dakwah 4A

 

 Sejarah berdirinya Masjid Jami Nurul Huda berawal dari Musholla kecil yang bernama Musholla Nurul Huda berdiri sejak tahun 1985. Masjid Jami Nurul Huda yang terletak di jalan Setia 1 RT 003 RW 010 Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Dimana berdiri diatas tanah serta halaman rumah milik H. Sauwih. Yang sekarang menjadi tanah wakaf. Beliau yang mengurus, membina, dan mengembangkan Musholla ini. Beliau juga merupakan salah satu tokoh agama dan masyarakat di lingkungannya.

Setelah beberapa tahun Musholla Nurul Huda ini berdiri, H.Sauwih bersama anaknya mendirikan TPA/TPQ yang bernama Nur Faidah. Nama Nur Fidah diambil dari nama seorang cucu beliau yang bernama Nur. Kemudian TPA/TPQ Nur Faidah berkembang pesat dengan telah meluluskan kurang lebih 20 angkatan. Pengajarnya yaitu dari teman-teman ibu Nur cucu dari H.Sauwih.

Pada tahun 2001 H.Sauwih meninggal dunia yang kemudian Musholla Nurul Huda ini dipimpin dan diurusi oleh menantu beliau. Namun, hal itu hanya sementara. Sebab menantu beliau memiliki perbedaan prinsip dengan jamaah yang ada di lingkungan Mushollah Nurul Huda. Setelah cucu beliau menikah dengan seorang Ustadz, yang bernama Ustadz Yusuf Supriyadi, maka pimpinan Mushollah diberikan kepada Ustadz Yusuf Supriyadi.

Selama kepemimpinan Ustadz Yusuf Supriyadi ini, beliau bersama para jamaah memiliki inisiatif untuk mengembangkan Mushollah Nurul Huda ini untuk menjadi sebuah Masjid. Hingga akhirnya pada tahun 2007 dilakukan peletakan batu pertama untuk mengembangkan Mushollah Nurul Huda ini menjadi Masjid yang bernama Masjid jami Nurul Huda. Sebab di jalan Setia 4 juga ada Masjid yang bernama Nurul Huda.

Kegiatan-kegiatan Masjid Jami Nurul Huda, kegiatan-kegiatan yang ada terdiri dari beberapa pengajian rutin. Pengajian disetiap malam Kamis ba'da Isya. Kemudian pengajian kuliah Subuh yang didadakan setiap ba'da Subuh di hari Sabtu. Serta pengajian kaum ibu-ibu setiap hari Sabtu ba'da Dzuhur. Dahulu ketika masih Mushollah, ada ikatan pengajian remaja, namun karena ada suatu konflik diantar pengurus, maka ikatan tersebut dibubarkan. Hingga saat ini belum ada lagi ikatan pengajian khusus remaja baik ikhwan atau akhwat.

 System pengangkatan DKM, pengangkatannya dengan cara demokrasi, dimana ada calon-calon ketua DKM. Dan jamaah diberikan hak untuk memilih, untuk beberapa tahun belakangan ini, Masjid Jami  Nuru Huda belum melakukan penyegaran pengurus DKM. Karena belum ada sosok atau tokoh masyarakat yang ingin mencalonkan dirinya sebagai ketua DKM.

Sarana dan prasarana yang terdapat di Masjid Jami Nurul Huda masih belum memadai untuk digolongkan kedalam Masjid yang besar. Walau terdiri dari 2 lantai sholat yang lantai bawah sebagai tempat imam. Terdapat kamar mandi untuk ikhwan dan juga akhwat  serta kebersihannya pun terjaga. Namun,  Masjid ini belum mempunyai sound system sendiri, dan halaman parkiran yang kurang memadai.

Arief Wibawa Mukti_Masjid Jami Nurul Huda_Tugas 2

Arief Wibawa Mukti_Masjid Jami Nurul Huda_Tugas 2

Nama               : Arief Wibawa Mukti

NIM                : 11140530000009

Kelas               : Manajemen Dakwah 4A

 

 Sejarah berdirinya Masjid Jami Nurul Huda berawal dari Musholla kecil yang bernama Musholla Nurul Huda berdiri sejak tahun 1985. Masjid Jami Nurul Huda yang terletak di jalan Setia 1 RT 003 RW 010 Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Dimana berdiri diatas tanah serta halaman rumah milik H. Sauwih. Yang sekarang menjadi tanah wakaf. Beliau yang mengurus, membina, dan mengembangkan Musholla ini. Beliau juga merupakan salah satu tokoh agama dan masyarakat di lingkungannya.

Setelah beberapa tahun Musholla Nurul Huda ini berdiri, H.Sauwih bersama anaknya mendirikan TPA/TPQ yang bernama Nur Faidah. Nama Nur Fidah diambil dari nama seorang cucu beliau yang bernama Nur. Kemudian TPA/TPQ Nur Faidah berkembang pesat dengan telah meluluskan kurang lebih 20 angkatan. Pengajarnya yaitu dari teman-teman ibu Nur cucu dari H.Sauwih.

Pada tahun 2001 H.Sauwih meninggal dunia yang kemudian Musholla Nurul Huda ini dipimpin dan diurusi oleh menantu beliau. Namun, hal itu hanya sementara. Sebab menantu beliau memiliki perbedaan prinsip dengan jamaah yang ada di lingkungan Mushollah Nurul Huda. Setelah cucu beliau menikah dengan seorang Ustadz, yang bernama Ustadz Yusuf Supriyadi, maka pimpinan Mushollah diberikan kepada Ustadz Yusuf Supriyadi.

Selama kepemimpinan Ustadz Yusuf Supriyadi ini, beliau bersama para jamaah memiliki inisiatif untuk mengembangkan Mushollah Nurul Huda ini untuk menjadi sebuah Masjid. Hingga akhirnya pada tahun 2007 dilakukan peletakan batu pertama untuk mengembangkan Mushollah Nurul Huda ini menjadi Masjid yang bernama Masjid jami Nurul Huda. Sebab di jalan Setia 4 juga ada Masjid yang bernama Nurul Huda.

Kegiatan-kegiatan Masjid Jami Nurul Huda, kegiatan-kegiatan yang ada terdiri dari beberapa pengajian rutin. Pengajian disetiap malam Kamis ba'da Isya. Kemudian pengajian kuliah Subuh yang didadakan setiap ba'da Subuh di hari Sabtu. Serta pengajian kaum ibu-ibu setiap hari Sabtu ba'da Dzuhur. Dahulu ketika masih Mushollah, ada ikatan pengajian remaja, namun karena ada suatu konflik diantar pengurus, maka ikatan tersebut dibubarkan. Hingga saat ini belum ada lagi ikatan pengajian khusus remaja baik ikhwan atau akhwat.

 System pengangkatan DKM, pengangkatannya dengan cara demokrasi, dimana ada calon-calon ketua DKM. Dan jamaah diberikan hak untuk memilih, untuk beberapa tahun belakangan ini, Masjid Jami  Nuru Huda belum melakukan penyegaran pengurus DKM. Karena belum ada sosok atau tokoh masyarakat yang ingin mencalonkan dirinya sebagai ketua DKM.

Sarana dan prasarana yang terdapat di Masjid Jami Nurul Huda masih belum memadai untuk digolongkan kedalam Masjid yang besar. Walau terdiri dari 2 lantai sholat yang lantai bawah sebagai tempat imam. Terdapat kamar mandi untuk ikhwan dan juga akhwat  serta kebersihannya pun terjaga. Namun,  Masjid ini belum mempunyai sound system sendiri, dan halaman parkiran yang kurang memadai.

Arief Wibawa Mukti_Pengertian dan Jenis-Jenis Penelitian Dakwah_Tugas 1

Arief Wibawa Mukti_Pengertian dan Jenis-jenis Penelitian Dakwah_Tugas 1

 

Nama         : Arief Wibawa Mukti

NIM          : 11140530000009

Jurusan      : Manajemen Dakwah 4A

 

Menurut kamus Webster's New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untik menetapkan sesuatu. Menurut ilmuan Hilway (1956)[1], penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh yang tepat terhadap masalah tersebut. Penelitian didefinisikan sebagai satu penyelidikan yang sistematis dan metodis atas suatu masalah untuk menemukan solusi atas masalah tersebut dan menambah khazanah pengetahuan.

"Da'wah" ditinjau dari segi bahasa berarti: panggilan, seruan atau ajakan. Bentuk perkataan tersebut dalam bahasa Arab disebut mashdar. Sedangkan bentuk kata kerja (fi'il)nya adalah berarti: memanggil, menyeru atau mengajak (Da'a, Yad'u, Da'watan). Orang yang berdakwah biasa disebut dengan Da'I dan orang yang menerima dakwah atau orang yang didakwahi disebut dengan Mad'u.[2]

Menurut Prof.Dr.Hamka dakwah adalah seruan panggilan untuk menganut suatu pendirian yang ada dasarnya berkonotasi positif dengan substansi terletak pada aktivitas yang memerintahkan amar ma'ruf nahi mungkar. Dakwah menjadikan perilaku Muslim dalam menjalankan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang harus didakwahkan kepada seluruh manusia, yang prosesnya melibatkan unsure-unsur dkwah. Dakwah juga mengandung arti panggilan dari Allah Swt, dan Rasulullah Saw. Untuk umat manusia agar percaya kepada ajaran islam dan mewujudkan ajaran yang dipercayanya itu dalam segala segi kehidupan.

Metode dalam bahasa Yunani Methodos adalah cara atau jalan. Metode merupakan cara yang teratur mencapai suatu maksud yang diinginkan. Metode dapat diartikan sebagai cara mendekati, mengamati, dan menjelaskan suatu gejala dengan menggunakan landasan teori. Arti sempit dari kata metode yaitu hanya berhubungan dengan rancangan penelitian yang meliputi prosedur pengumpulan data dan teknik analisa data. Dalam arti luas, metode penelitian merupakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki suatu masalah tertentu dengan maksud mendapatkan informasi untuk digunakan sebagai solusi atas masalah tersebut.[3]

Jenis-jenis penelitian ini dibedakan menurut sifat-sifat masalahnya. Sifat inilah yang membuat penelitian ini menjadi semakin lebih bisa dibedakan untuk apa penelitian ini dibuat dan dilakukan dan hasilnya semakin mudah untuk di publikasikan dan juga lebih spesifik penggunaannya. Penelitian dibagi menjadi 4 sifat yaitu :

  • Menurut Penggunaannya
  • Menurut Sifat Permasalahannya
  • Menurut Metodenya
  • menurut Tujuannya

Analisis data dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian atau untuk menguji hipotesis-hipotesis penelitian. Analisis data adalah proses penyederhanaan data dan penyajian data dengan mengelompokkannya dalam suatu bentuk yang mudah dibaca dan diinterpretasi.[4]

Analisis data berdasarkan tujuannya, dapat dibedakan atas deskriptif dan korelasional. Berdasarkan banyaknya variable yang dianalisis dibedakan atas analisis univariat dan, bivariat, dan multivariate. Sedangkan berdasarkan bentuk data dibedakan atas analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.



[1] T.Hilway, Introduction to Research, Houston Miffin Co., 1956.

[2] Drs.Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah, (Jakarta:Grafindo Persada,2012), cet ke-2, hal.1

[3] Dr.Ulber Silalahi,MA, Metode Penelitan Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama,2010), cet ke-4, hal.12

[4] Dr.Ulber Silalahi,MA, Metode Penelitan Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama,2010), cet ke-4, hal.332

 

Alfi Syahrin Dyah R_MAJELIS TA’LIM AL-HIDAYAH _Tugas 2

Nama        : ALFI SYAHRIN D.R/
NIM          :11140530000031
Kelas         : Manajemen Dakwah 4A

Pada dasarnya sebuah lembaga atau tempat yang di gunakan sebagai sarana menyalurkan dakwah dalam bentuk pembelajaran belajar-mengajar yang biasanya di lakukan segelintiran komunitas atau para ibu rumah tangga saja. Bahkan tak heran apabila dalam pembelajaran ini hanya bapak-bapak saja yang mengikutinya. Tempat ini biasa dinamakan majelis ta'lim atau tempat menimba ilmu khususnya ilmu agama Islam. Di dalamnya terdapat sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya kegiatan belajar dan mengajar.
Disini saya akan mengulas sebuah majelis ta'lim yang berada di dekat rumah tepatnya di Komplek Sespimma Polri RT.008/09, Jakarta Selatan. Sebelum dibangun menjadi sebuah tempat yang kaya akan manfaat tepatnya tahun 1995, dahulu sempat menjadi kandang ayam yang menganggu indera penciuman masyarakat disini. Salah satu pelopor dakwah yakni Bapak H. Suprapto yang terbesit untuk menjadikan kandang ayam menjadi sebuah majelis ta'lim.
Dimana pada eranya sangat sulit sekali mengumpulkan dana untuk membangun sebuah majelis ta'lim. Beliau memberanikan diri membuat proposal dan mengajukannya ke pihak PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) walaupun diberikan sedikitnya 2.000.000 rupiah pada saat itu sangatlah membantu sekali dalam pembangunan ini. Selain dengan membuat proposal juga mendapat donasi dari warga. Dan pada tahun 17 Agustus 1996 tempat ini diresmikan menjadi ruang serbaguna sebelum menjadi majelis ta'lim. Setelah peresmian dijadikan tempat untuk pertemuan masyarakat khususnya RT.008/09.
Sebelumnya pengajian rutin ini dilakukan oleh bapak-bapak saja, yang berlangsung sebulan sekali tepatnya dirumah Bapak Prayitno selaku ketua rukun tetangga 008/09. Dan ketika itu istri beliau adalah seorang yang beragama non Islam, dan yang mengaji merasa sungkan dan tidak enak akhirnya berjalan pengajian itu tetapi dari rumah ke rumah. Sesuai dengan jadwal yang diterima oleh personil yang mengikuti pengajian itu. Setelah beriringnya waktu yang mengaji sudah mulai sedikit dan sampai akhirnya sisa Bapak H. Suprapto selaku guru ngaji dan Bapak Prayitno selaku ketua rukun tetangga.
Setelah adanya kesepakatan dari musyawarah yang dilakukan pengurus dan masyarakat sekitar, dijadikan selain menjadi ruang serbaguna juga menjadi majelis ta'lim yang di pimpin oleh Ibu Hj. Khomisah Saleh. Sejak itulah ibu-ibu dapat mengikuti pengajian serta pengkajian ilmu agama Islam hingga saat ini. Pengajian ini dilakukan pada setiap hari rabu tepatnya pukul 19.00-21.00 WIB dan ada juga pemberian snack makanan yang digilir oleh ibu-ibu pengajian sesuai dengan jadwal piket.
Dalam pengajian ini perminggunya berbeda pembahasan yakni, pada minggu pertama membaca al-Qur'an serta tajwid dan makhorijul huruf, minggu kedua hafalan juz 30 serta tahsin (pembagusan lafadz), minggu ketiga membahas ilmu fiqh dan minggu keempat membahas tafsir al-Qur'an dan minggu kelima membaca rawi atau barjanji. Sebelum pengajian dimulai, terlebih dahulu adanya pembukaan yang berisi pengiriman do'a untuk Nabi besar Muhammad SAW juga kepada saudara-saudara yang terlebih dulu meninggalkan di dunia. Hal ini akan mengingatkan kita yang masih hidup untuk menjadi manusia yang baik secara dzohir maupun secara batin.
Setelah kegiatan yang terlampir diatas ada pula sarana dan prasarana yang terdapat di majelis ta'lim ini yaitu dua buah lampu, satu papan tulis, dua karpet, dua buah spidol, satu buah  penghapus papan, empat gorden kaca, satu buah sound system, satu buah papan pengumuman, dua buah speaker atau pengeras suara yang dipasang ditengah keberadaan masyarakat untuk memberikan pengumuman adanya acara ditempat dan berita duka.
Pengajian ini di ikuti oleh ibu-ibu sebanyak 35 orang namun yang aktif hanya berkisar 22 sampai 23 orang. Dikarenakan banyak faktor yang menghalangi niat baiknya untuk mengikuti kegiatan ini. Salah satu faktornya adalah kelelahan setelah pulang kerja dan rutinitas yang lainnya. Karena yang masih aktif biasanya ibu-ibu pekerja rumah tangga dan beberapa sudah pensiun, jadi mengisi waktu luangnya untuk belajar agama Islam walau tidak setiap hari.
           

Afif Saifuddin Ahmad_Pondok Pesantren Daarus Sa’adah Cipondoh_Tugas 2

Nama               : AFIF SAIFUDDIN AHMAD ( 11140530000014 )

Jurusan            : Manajemen Dakwah ( MD ) 4A

Dosen              : Tantan Hermansyah, M.Si

Pondok Pesantren Daarussa'adah terbentuk bermula dari semangat perjuangan dalam menegakkan Agama Allah, yaitu Agama Islam. Keyakinan beliau K.H. Soemarno Syafi'i kepada Allah SWT. Beliau tidak hanya memimpin, tapi beliau adalah sebagai penggerak pembangun dari awal hingga saat ini berdiri kokoh diluas tanah yang amat besar. Adalah kekuatan utama yang membuat beliau berani membangun sebuah pondok pesantren, dan beliau pun yakin bahwa Allah akan selalu memberikan jalan yang terang kepada hambanya yang senantiasa mengikuti ajaran Syari'at Agama Islam. Maka pada tanggal 27 mei 1992, di jl. Wijaya kusuma I (samping Green Like City), kel. Ketapang kec. Cipondoh kota. Tangerang-Banten dibangunlah pondok pesantren Daarus Sa'adah.[1]

Sejarah berdirinya pondok pesantren Daarus Sa'adah sejak tahun 1992, ketika itu masih dengan bangunan satu local saja, dengan jumlah santri 30 santri yang terdiri dari santri mukim dan santri non mukim, ketika itu santri mukim seluruhnya berjumlah 20 orang santri, dan selebihnya santri non mukim. Seiring berjalannya waktu pondok pesantren Daarus Sa'adah terus mengalami kemajuan yang amat pesat, dengan kegigihan pengasuh dalam berdakwah diberbagai tempat, maka daarus Sa'adah terus menerus membangun tempat, Fasilitas, sarana ibadah, asrama , sekolah bagi kebutuhan santri selanjutnya, yang hanya berawal satu local saja, hingga Saat ini pondok pesantren Daarussa'adah sudah memiliki fasilitas yang modern bagi para santri-santrinya diantaranya

·         Tiga gedung sekolah, untuk tingkat MTs dan MA, dua gedung masing-masing gedung terdiri dari tiga lantai, dan satu gedung dua lantai

·         Tiga asrama putra, dua gedung masing-masing gedung terdiri dari tiga lantai, dan satu gedung dua lantai

·         Dua asrama putri, satu gedung dua lantai dan satu gedung tiga lantai

·         Satu masjid dua lantai, berikut dengan aula

·         Satu ruangan lab. IPA

·         Satu ruangan lab. Bahasa

·         Satu ruangan lab. Computer

·         Satu ruangan perpustakaan

·         Satu ruang kesenian santri putri

·         Pos satpam (security)

·         Lapangan parkir

·         Lapangan santri

·         Kantor Osis, Ikatan Pelajar Pondok Pesantren Daarussa'adah (IP3DS)

·         Satu koperasi yang menyediakan berbagai macam kebutuhan santri

·         Dan beberapa CCTV pada setiap titik area yang cukup urgen[2]

           

 

Jadi, kurang lebih pondok pesantren  Daarussa'adah sudah sangat modern dan sudah memiliki kriteria kebutuhan santri. Pondok pesantren Daarussa'adah tidak luput dari penghijauan dan sangat mengutamakan kebersihan, karena kebersihan akan menciptakan kenyamanan dan kesehatan hingga pada akhirnya melahirkan tindakan yang sehat pula. Saat ini jumlah seluruh santri yang mukim di pondok pesantren daarussa'adah bejumlah 514 santri. Yang terdiri dari 260 santri putra dan 254 santri putri.[3]

            Pondok pesantren Daarus Sa'adah didalamnya terdapat dua jenis pendidikan yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Madrasah Tsanawiyah pada tahun ini dikepalai oleh Ust. Rahmat Topani, S.Sos.I dan Kepala Madrasah Aliyah yaitu Ust. Wahadi, S.Pd.I, dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan kurang lebih 40 orang beserta 18 jumlah rombongan belajar.[4]

            Kegiatan di pondok pesantren Daarus Sa'adah ini sangatlah padat tapi bermanfaat bagi para santri santrinya, mulai dari bangun tidur jam 03:00 pagi sampai dengan tidur kembali jam 22:30 malam. Dalam waktu yang demikian terdapat aktifitas sholat berjama'ah dan pengajian salafyah, yaitu pengajian kitab kitab klasik atau yang tidak asing disebut dengan kitab kuning sesuai tingkatan yang mengkaji 3 materi inti, yaitu Fiqh, Tauhid Dan Ilmu Alat. Untuk fiqh nya biasanya menggunakan kitab Safinatun Najah, GhayatutTaqrib, Fathul Qarib, Fathul Muin, dan untuk materi Tauhidnya digunakan kitab, Jawhirul Kalamiah, Tijan Ad-Darari, Kifayatul Awam, Fathul Majid, Sedangkan untuk materi Ilmu Alat digunakan kitab, Awamil Jurzani, Matan Jurmiyah, Nadom Maqsud, Al-Imrithy dan yang tertinggi Alfiyah Ibnu Malik. [5]

            Ekstrakulikuler yang menunjang kegiatan santri banyak sekali yang dilakukan pada hari sabtu dan minggu, guna mengisi kekosongan waktu dengan hal hal positif, seperti, Qasidah, Latihan Hadrah, Marawis, Tari Saman, Tari Kipas, Futsal, Gambus dll, yang mana kegiatan tersebut akan dipentaskan 2 bulan sekali di pondok pesantren Daarus Sa'adah yang acara tersebut dinamakan Pentas Seni & Muhadlarah Kubra. Karena di pondok pesantren Daarus Sa'adah ini para santrinya digembleng dan diajarkan tata cara berdakwah dan berceramah dengan baik dan handal sesuai harapan masyaraakat dan ummat yang akan datng yang ditunjang dengan kegiatan muhadlarah bagi santri pada setiap sabtu siang dan sabtu malam, yang dibimbing langsung oleh para pengurus pesantren ( IP3DS ) Dan Majlis Ustadz dan Ustadzah, agar mereka terlatih dan bisa untuk berpidato didepan banyak orang, guna mengamalkan ilmu ilmu mereka dimasa yang akan datang.[6]

            Waktu kunjungan bagi para santriawan dan santriawati pondok pesantren Daarus Sa'adah hanya sebulan sekali yang dibarengi pertemuan kyai dan wali santri dalam Acara Pengajian bulanan umum dipesantren, agar anak anak terbiasa mandiri. Yang mana pengajian ini selalu dilakukan oleh pimpinan pondok pada minggu kedua setiap bulannya, setelah itu bisa berjumpa dengan anak anaknya, dan bisa membayar spp bulanan, yang tahun ini sebesar Rp.650.000, dengan fasilitas, makan, sekolah dan mengaji.[7]



[1] Ust. Haris Sputra, Alumni Pertama Pondok Pesantren Daarus Sa'adah , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Sabtu,12 Maret  2016 pukul 11;00-11;45 WIB

[2] Ust. Wahadi, S.Pd.I, Kepala Madrasah Aliyah  Pondok Pesantren Daarus Sa'adah , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Sabtu,12 Maret  2016 pukul 12;30-12;45 WIB

[3] Ust. Dimas Agung Yudhistira, Wakil Tata Usaha Sekolah, , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Sabtu,12 Maret  2016 pukul 13:00 – 13:15 WIB

[4] Ust. Enjang Miftah Nur Ishaq, S.Pd.I,   Tata Usaha Sekolah, , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Minggu,13 Maret  2016 pukul 09:00 – 09:15 WIB

[5] Ust. Muhammad Badruddin, S.Pd.I,   Koordinator Salafyah, , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Minggu,13 Maret  2016 pukul 09:30 – 09:25 WIB

[6] Ust. Yusuf Bachtiar Syafi'i, S.Pd.I,   Pembina Osis , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Minggu,13 Maret  2016 pukul 11:30 – 11:55 WIB

[7] Ustz. Ratna Kartika & Ustz. Anis Prasati, S.Hum,   Bendahara Pusat , Wawancara Pribadi, Tangerang,  Minggu,13 Maret  2016 pukul 12:30 – 12:55 WIB

Cari Blog Ini