Jumat, 21 September 2012

biografi_Hilda Dziah Jrn 1B_tugas1

Assalamu`alaikum warohmatullahii wabarokaatuh

    Sebuah biografi   singkat dari seseorang wanita yang berbaik hati. Saya bernama Hilda Dziah Azqiah Septi Manzilah, dia dilahirkan tepat didaerah Bogor pada tanggal 5 September 1993. Saya dilahirkan di keluarga besar yang kehidupannya penuh kebahigaan, walaupun saya kesusahan tapi dia selalu membawa kehidupannya dengan enjoy. Orangtuanya sangat sayang dengannya. Sekarang saya masih tinggal bersama orangtuanya di Jl.Radar Auri Gg.H.Ramin Rt 03 Rw 09 No.16 Cimanggis-Depok 16952. Saya memiliki 7(tujuh) saudara yang terdiri dari 6(enam) saudara laki-laki dan seorang saudara wanita. Saya anak yang terakhir dikeluarganya, saya memiliki sikap yang agak pemalu, tapi saya sebenarnya cerewet, saya tak terbuka dengan orangtuanya tapi saya lebih terbuka dengan kakaknya, karena saya berpikir tidak ingin menceritakan hal yang menyedihkan kepada orangtuanya. Saya selalu berpesan untuk dirinya sendiri bahwa "Kita harus baik kepada orang lain,dan be yourself. Motto saya  "All is well, langkahmu adalah masa depanmu dan sesungguhnya setiap kesulitan itu selalu ada kemudahan". Saya aga takut dengan suara yang keras karena saya mengalami sesuatu yang membawa kementalan saya aga berkurang.
   
    Saya tak menyangka saya bisa masuk di jurusan jurnalistik, walupun saya pernah berkata saya ingin menjadi detektif. Jurusan jurnalistik ini pilihan kedua saya, saya tetap mengambil jurusan ini karena saya yakin "Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan". Dan saya ingin menuruti kata-kata kakak saya untuk menjadi jurnalistik karena mereka menyayangi saya dan orangtua selalu mendukng dengan apa yang saya lakukan.
   
    Tokoh Jurnalistik yang saya jadikan panduan saya yaitu "Robert Doisneau" karena dia terkenal dengan fotografinya yang sederhan tapi dia selalu peduli dengan anak jalanan walaupun dia seorang pemalu. Saya senang dengan beliau karena dengan sedikit biografi tentangnya yang saya baca tapi kisah kehidupannya perlu kita jadikan pacuan untuk kehidupan kita juga.
   
    InsyaAllah jika saya menjadi orang, saya ingin lebih terjun terhadap orang disekitar saya dan orang-orang yang membutuhkankan. Dan sebagai warga negara Indonesia, kita harus memberikan yang terbaik, dan kita sebagai jurnalis harus bisa lebih tau informasi yang mendalam tentang negara kita dan negara lain dan melakukan sesuatu yang bisa menguntungkan kebersamaan.

    Demikian sekilas biografi dari diri saya.

Wassalamu`alaium warahmatullahi wabarokaatuh.
.


                                                                                                           

Biografi_RikiSubagiaJurnalistik1B_TugasKe1

Nama saya riki subagia bisa dipanggil riki,saya lahir di tangerang pada tanggal 9 maret 1995.sejak kecil sampai saat sekarang saya tinggal di tangerang.saya anak pertama dari 3 bersaudara,sekolah dasar (sd) saya di sd gondrong 3 sekolah menengah pertama (smp) di SMP 18 tangerang sekolah menengah atas (SMA) di SMA ki hajar dewantoro, alesan saya memilih jurnalistik ingin mengetahui dan mencari hal baru dalam hidup saya,hoby saya bermain sepak bolaa kalo bisa saya ingin menjadi pemain sepak bolaaa,tokoh inspirasi saya muhamad yusuf ronodifuro

Motto hidup saya : tetap semangat dalam kedaan apapun,
Cukup sekian dan terima kasih.

Teori Konflik

Teori Konflik

Oleh: Rizka Arfheinia PMI-3

Tugas ke-2

 

           Pada dasarnya, dunia sosial dan politik selalu disarati oleh hubungan konflik kepentingan dan identitas. Menurut derwinisme, inilah dunia survival of the fittest, yang paling kuat adalah pemenangnya, yang kalah harus mati dan menderita. Memahami dunia konflik akan membawa pada kompleks dari mobilisasi berbagai sumber daya konflik, seperti ideology, massa kekerasan, dan militer. Bukankah ini tampak mengerikan? Negara bangsa hidup dalam dunia konflik yang tak berkesudahan, konflik separatism, komunal etnoreligius, politik, dan identitas. Konflik adalah mesin pembentuk sejarah masyarakat manusia dan pencipta peradaban berbagai Negara bangsa sampai detik Negara modern termuda Republik Timor Leste dilahirkan pada abad ini. Eksistensi Negara bangsa tumbuh dan bertahan dalam narasi konflik yang menjadi hukum sejarah dan fakta sosial.

       Studi konflik telah dimulai semenjak perkembangan ilmu sosial klasik sampai abad postmodern terutama melalui disiplin ilmu sosiologi, psikologi, dan hubungan internasional. Akan tetapi studi ini, menjadi perhatian serius dan berkembang di Indonesia melalui berbagai peristiwa konflik kekerasan baikdalam dimensi etnis, agama, dan separatism pasca kekuasaan Orba (Orde Baru)

Konflik menjadi fenomena yang paling sering muncul karena konflik selalu menjadi bagian hidup manusia yang bersosial dan berpolitik serta menjadi pendorong dalam dinamika dan perubahan sosial politik.

Teori Konflik

Konflik adalah unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Karena konflik memiliki fungsi positif(George simel. 1918; Lewis Coser, 1957)

Sedangkan yang dimaksud dengan Teori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula. Teori ini didasarkan pada pemilikan sarana-sarana produksi sebagai unsur pokok pemisahan kelas dalam masyarakat.

1. Asumsi Dasar

    Teori konflik muncul sebagai reaksi dari munculnya teori struktural fungsional. Pemikiran yang paling berpengaruh atau menjadi dasar dari teori konflik ini adalah pemikiran Karl Marx. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, teori konflik mulai merebak. Teori konflik menyediakan alternatif terhadap teori struktural fungsional. Pada saat itu Marx mengajukan konsepsi mendasar tentang masyarakat kelas dan perjuangannya. Marx tidak mendefinisikan kelas secara panjang lebar tetapi ia menunjukkan bahwa dalam masyarakat, pada abad ke-19 di Eropa di mana dia hidup, terdiri dari kelas pemilik modal (borjuis) dan kelas pekerja miskin sebagai kelas proletar. Kedua kelas ini berada dalam suatu struktur sosial hirarkis, kaum borjuis melakukan eksploitasi terhadap kaum proletar dalam proses produksi. Eksploitasi ini akan terus berjalan selama kesadaran semu eksis (false consiousness) dalam diri proletar, yaitu berupa rasa menyerah diri,

menerima keadaan apa adanya tetap terjaga. Ketegangan hubungan antara kaum proletar dan kaum borjuis mendorong terbentuknya gerakan sosial besar, yaitu revolusi. Ketegangan tersebut terjadi jika kaum proletar telah sadar akan eksploitasi kaum borjuis terhadap mereka. Ada beberapa asumsi dasar dari teori konflik ini. Teori konflik merupakan antitesis dari teori struktural fungsional, dimana teori struktural fungsional sangat mengedepankan keteraturan dalam masyarakat.

 

Menurut Coser konflik dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Konflik Realistis, berasal dari kekecewaan terhadap tuntutan-tuntutan khusus yang terjadi dalam hubungan dan dari perkiraan kemungkinan keuntungan para partisipan, dan yang ditujukan pada obyek yang dianggap mengecewakan.

Contohnya para karyawan yang mogok kerja agar tuntutan mereka berupa kenaikan upah atau gaji dinaikkan.

2. Konflik Non-Realistis, konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan saingan yang antagonis, tetapi dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan, paling tidak dari salah satu pihak. Coser menjelaskan dalam masyarakat yang buta huruf pembasan dendam biasanya melalui ilmu gaib seperti teluh, santet dan lain-lain. Sebagaimana halnya masyarakat maju melakukan pengkambing hitaman sebagai pengganti ketidakmampuan melawan kelompok yang seharusnya menjadi lawan mereka.

Teori-Teori Konflik Masa Kini

         Para penulis pendekatan konflik masa kini melihat perilaku kriminal sebagai suatu refleksi dari kekuasaan yang memiliki perbedaan dalam mendefinisikan kejahatan/ penyimpangan. Ada sebagian pemikir konflik kontemporer yang mendefinisikan kriminalitas sebagai suatu fungsi dari posisi kelas sosial. Karena kelompok elit dan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan memiliki kepentingan yang berbeda, apapun keuntungan dari kelompok elit akan bekerja melawan kepentingan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tidak mengejutkan apabila data dan catatan resmi tentang angka kejahatan di kantor polisi secara mendasar lebih tinggi pada kelas bawah dibandingkan kelas-kelas yang memiliki hak-hak khusus. Teori-teori konflik kontemporer sering kali juga menganggap kejahatan sebagai suatu tindak rasional. Kejahatan yang terorganisir adalah suatu cara rasional untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ilegal dalam masyarakat kapitalis. Teori-teori konflik menganggap kejahatan sebagai suatu ciri yang tidak dapat diubah dari masyarakat kapitalis. Amerika Serikat adalah satu dari masyarakat kapitalis tingkat tinggi/ lanjut dan angka kejahatan tertinggi di dunia saat ini.

Proposisi dalam Teori Konflik

Untuk lebih memahami adanya konflik sosial, ada beberapa proposisi yang perlu dipahami, yaitu:

1. Semakin tidak merata distribusi sumber-sumber di dalam suatu sistem, akan semakin besar konflik kepentingan antara segmen dominan atau lemah.

2. Segmen-segmen yang lebih lemah (subordinate) semakin menyadari akan kepentingan kepentingan kolektif mereka

maka akan semakin besar kemungkinannya mereka itu akan mempertanyakan keabsahan distribusi sumber-sumber yang tidak merata.

3. Segmen-segmen yang lemah dalam suatu sistem semakin sadar akan kepentingan-kepentinagn kelompok mereka maka semakin besar kemungkinan mereka mempersalahkan keabsahan distribusi sumber-sumber dan semakin besar pula kemungkinannya mereka mengorganisir untuk memulai konflik secara terang-terangan terhadap segmen-segmen dominan suatu sistem.

4. Apabila segmen-segmen subordinate semakin sipersatukan oleh keyakinan umum dan semakin berkembang struktur kepemimpinan politik mereka, maka segmen-segmen dominan dan segmen-segmen yang dikuasai yang lebih lemah akan terpolarisasi.

6. Tahapan-Tahapan Konflik

Perkembangan konflik biasanya melewati tiga tahapan, yaitu:

1. Latent Tension (unreal conflict), konflik masih dalam bentuk kesalahpahaman antara satu dengan lainnya, tetapi anatara pihak yang bertentangan belum terlibat dalam konflik.

2. Nescent Confilct, konflik mulai tampak dalam bentuk pertentangan meskipun belum menyertakan ungkapan-ungkapan ideologis dan pemetaan terhadap pihak lawan secara terorganisir.

3. Intensified Conflict, konflik berkembang dalam bentuk yang terbuka disertai dengan radikalisasi gerakan di antara pihak yang saling bertentangan dan masuknya pihak ketiga ke dalam arena konflik.

 

DAFTAR PUSTAKA

Susan, Novri. 2010. Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer. Jakarta: kencana

ATIKA SURI JURNALISTIK 1A

KARL MARX

1.      PERTENTANGAN KELAS

 

Marx sering memakai istilah pertentangan kelas dalam tulisan-tulisannya, tetapi dia tidak pernah mendefinisikan secara sistematis apa yang dia maksud tentang istilah ini. Biasanya dia menggunakannya untuk menyatakan sekelompok orang yang berada dalam situasi yang sama dalam hubungannya dengan kontrol mereka terhadap alat-alat produksi. Namun, hal ini belumlah merupakan deskripsi yang sempurna dari istilah kelas sebagaimana yang di gunakan Marx. Kelas bagi Marx, selalu di definisikan berdasarkan potensinya terhadap konflik. Individu-individu membentuk kelas sepanjang mereka berada didalam suatu konflik biasa dengan individu-individu yang lain tentang nilai surplus. Didalam kapitalisme terdapat konflik kepentingan yang inheren antara orang yang memberi upah para buruh dengan para buruh yang kerja mereka diubah kembali menjadi nilai-nilai surplus. Konflik inheren inilah yang membentuk kelas-kelas (ollman, 1976). Karena kelas disefinisikan sebagai sesuatu yang menimbulkan konflik, maka konflik ini berbeda-beda baik secara teoritis, maupun sevara historis. Sebelum mengidentifikasi sebuah kelas, diperlukan suatu teori tentang dimana suatu konflik berpotensi terjadi dalam sebuah masyarakat.

Bagi Marx, sebuah kelas benar-benar eksis hanya ketika orang menyadari kalau dia sedang berkonflik dengan kelas-kelas lain. Tanpa kesadaran ini, mereka hanya akan membentuk apa yang disebut Marx dengan suatu kelas didalam dirinya. Ketika merekamenyadari konflik, maka mereka menjadi suatu kelas yang sebenarnya, suatu kelas untuk dirinya. Ada dua macam kelas yang ditemukan Marx ketika menganalisis kapitalisme, yaitu kelas borjuis dan kelas proletar. Kelas borjuis, merupakan nama khusus untuk para kapitalis ekonomi modern. Mereka memiliki alat-alat produksi dan mempekerjakan pekerja upahan. Konflik antar kelas borjuis dan proletar adalah contoh lain dari kontradiksi antara kerja dan kapitalisme. Tidak satupun dari kontradiksi-kontradiksi ini yang bisa diselesaikan kecuali dengan mengubah struktur kapitalis. Bahkan sampai perubahan tersebut tercapai, kontradiksi semakin memburuk. Masyarakat akan semakin berisi pertentangan dua kelas besar yang berlawanan. Kompetisi dengan toko-toko besar dirantai monopoli akan mematikan bisnis-bisnis kecil dan independen, mekanisasi akan menggantikan buruh tangan yang cekatan, dan bahkan beberapa kpitalis akan ditekan melalui cara-cara ampuh untuk monopoli, misalnya melakukan merger. Semua orang yang digantikan ini akan terpaksa turun kelas menjadi proletariat. Marx menyebut pembengkakan yang tak terelakkan didalam jumlah proletariat ini dengan proletarianisasi.

Sebagai tambahan, karena kapitalis telah mengganti para pekerja dengan mesin-mesin yang menjalankan serangkaian operasi yang sedrhana, maka mekanisasi akan semakin mudah. Sebagai jalannya mekanisai maka semakin banyak orang yang keluar dari pekerjan dan terjatuh dari proletariat ke "tentara cadangan" industri. Akhirnya marx meramalkan suatu situasi dimana masyarakat akan terdiri atas secuil kalangan kapitalis eksploratif dan kelas prolateriat dan "tentara cadangan" industri yang sangat besar. Dengan mereduksi banyak orang kedalam kondisi ini, kapitalisme menciptakan massa yang akan membawa nya kepada keruntuhan. Makin terpusatnya kerja pabrik, sebagaimana kepulihannya memperhebat kemungkinan resistensi yang terorganisasi terhadap kapitalisme. Kemudian daripada itu, hubungan internasional pabrik-pabrik dan pasar-pasar menganjurkan para pekerja untuk menyadari lebih dari sekadarkepentingan lokal mereka sendiri. Inilah yang membawa sebuah revolusi.

 

2.      AGAMA

 

Marx melihat agama sebagai ideologi. Dia merujuk agama sebagai candu masyarakat, namun berikut adalah kutipan catatan Marx:

"Kesukaran agama-agama pada saat yang sama merupakan ekspresi dari kesukaran yang sebenarnya dan juga protes melawan kesukaran yang sebenarya. Agama adalah napas lega makhluk yang tertindas, hatinya dunia yang tak punya hati, spiritnya kondisi yang tanpa spirit. Agama adalah candu masyarakat (marx, 1843/1970)."

Marx percaya bahwa agama seperti halnya ideologi merefleksikan suatu kebenaran, namun terbalik. Karena orang-orang tidak bisa melihat bahwa kesukaran dan ketertindasan mereka diciptakan oleh sistem kapitalis, maka mereka diberikan suatu bentuk agama pada hakikatnya, melainkan menolak suatu sistem yang mengandung ilusi-ilusi agama.

Bentuk keagamaan ini, mudah dikacaukan dan oleh karena itu selalu berkemungkinan untuk menjadi dasar suatu gerakan revolusioner. Kita juga melihat bahwa gerakan-gerakan keagamaan sering berada digarda depan dalam melawan kapitalisme. Meskipun demikia, Marx merasa bahwa agama khusunya menjadi bentuk kedua ideologi dengan menggambarkan ketidak adilan kapitalisme sebagai sebuah ujian bagi keyakinan dan mendorong perubahan revolusioner ke akhirat. Dengan cara ini, teriakan orang-orang tertindas justru digunakan untuk penindasan selanjutnya.

 

 

3.      IDEOLOGI

Perubahan-perubahan yang penting untuk perkembangan kekuatan-kekuatan produksi tidak hanya cenderung di cegah oleh relasi-relasi yang sedang eksis, akan juga ileh relasi-relasi yang pendukung, institusi-institusi dan khususnya, ide-ide umum. Ketika ide-ide umum menunjukkan fungsi ini, Marx memberikan nama khusus terhadapnya: Ideologi. Marx tidak selalu persis tentang penggunaan kata ideologi. Dia menggunakan kata tersebut untuk menunjukkan ide-ide yang berhubungan. Pertama, ideologi merujuk kepada ide-ide yang secara alamiah muncul setiap saat didalam kapitalisme, akan tetapi yang karena hakikat kapitalisme, merefleksikan realitas didalam suatu cara yang terbalik. Untuk hal ini, dia menggunakan metafora kamera obscura, yang menggunakan optik quirk untuk menunjukkan bayang-bayang nyata yang nampak terbalik. Inilah tipe ideologi yang direpresentasikan oleh fetisisme komoditas atau oleh uang. Meskipun kita mengetahui bahwa uang yang hanyalah potongan kertas yang memiliki nilai hanya karena relasi-relasi sosial yang mendsarinya, akan tetapi dalam kehidupan  sehari-hari kita harus memperlakukan uang seolah-ola memiliki nilai sendiri. Walaupun pada hakikatnya kitalah yang memberi nilai pada uang tersebut, akan tetapi yang sering terlihat bahwa uanglah yang memberi kita nilai. Tipe ideologi ini mudah terganggu karena didasarkan pada kontradiksi-kontradiksi  material yang mendasarinya. Nilai manusia tidak benar-benar tergantung pada uang, dan kita sering menemui orang yang hidup membuktikan kntradiksi-kontradiksi itu. Faktanya, disinilah level yang sering menjadikan kita sadar bahwa kontradiksi-kontradiksi material yang diyakini Marx akan membawa kapitalisme ke fase selanjutnya. Misalnya kita menjadi sadar bahwa kerja kita bukan sekadar komoditas, dan bahwa penjualannya melalui umpan menimbulkan alienasi. Atau jika kita tidak menyadari kekacauan karena gerakan politis yang terang-terangan didalam pengamatan gangguan-gangguan inilah penggunaan dari kedua ideologi relevan.

Ketika gangguan-gangguan muncul dan kontradiksi-kontradiksi material mendasar terungkap, tipe kedua ideologi akan muncul. Disini Marx menggunakan istilah ideologi untuk merujuk keada sistem-sistem aturan ide-ide yang sekali lagi berusaha menyembunyikan kontradiksi-kontradiksi yang berada di pusat sistem kapitalis. Pada kebanyakan kasus, mereka melakukan hal ini dengansalah satu dari tiga cara berikut:

a.       Mereka menghadirkan suatu sistem ide, sistem agama, filsafat, literature, hukum yang menjadikan kontradiksi-kontradiksi tampak koheren,

b.      Mereka menjelaskan pengalaman-pengalaman tersebut yang mengungkapkan kontradiksi-kontradiksi, biasanya sebagai problem-problem personal atau keanehan-keanehan individual, atau

c.       Mereka menghadirkan kontradiksi kapitalis sebagai yang benar-benar menjadi suatu kontradiksi pada hakikat manusia dan oleh karena itu satu hal yang tidak bisa di penuhi oleh perubahan sosial.

Secara umum, golongan-golongan yang berkuasa menciptakan kedua tipe ideologi ini. Misalnya Karl Marx merujuk kepada ekonomi-ekonomi borjuis yang merepresentasikan filsuf-filsuf borjuis, seperi Hegel, karena menganggap bahwa kontradiksi-kontradiksi material bisa diatasi dengan mengubah cara berpikir. Bagaimanapun, proletariat pun bisa menciptakan tipe ideolog ini. Namun, persoalannya bukan siapa yang menciptakan, akan tetapi bahwa ideologi-ideologi selalu menguntungkan golongan yang berkuasa engan menyembunyikan kontradiksi-kontradiksi yang akan membawa perubahan sosial.

 

4.      MODAL PRODUKSI

Dalam produksi sosial eksistensi, manusia menjalin hubungan dengan hal tertentu yang dibutuhkan dan bebas sesuai keinginan mereka. Hubungan-hubungan produksi ini berkaitan dengan level tertentu yang terkait dengan perkembangan tenaga produksi material. Keseluruhan kebutuhan ini membentuk struktur ekonomi masyarakat, sebagai pondasi riil yang menjadi dasar berdirinya bangunan yuridis dan polotik, dan sebagai jawaban atas bentuk-bentuk tertentu dalam kesadaran sosial. Cara produksi dalam kehidupan material pada umumnya mendominasi perkembangan kehidupan sosial, politik, dan intelektual. Bukan kesadaran manusia yang menentukan eksistensinya, namun sebaliknya, eksistensi sosial mereka menentukan kesadaran tersebut. Pada taraf perkembangan tertentu tenaga kerja produksi material dalam masyarakat berbenturan dengan hubungan produksi yang ada, mulailah era revolusi sosial. Perubahan dalam pondasi ekonomi disertai dengan kekacauan bangunan besar itu cepat atau lambat terdapat kekacauan dalam kondisi-kondisi produksi ekonomi. Namun ada juga bentuk-bentuk yuridis, politik, religius, artistik, dan filosofis, pendeknya  bentuk-bentuk ideologis tempat manusia didalamnya memperoleh kesadaran akan adanya konflik itu dan akan mendorongnya hingga ke ujung akhir. Jika di reduksi hingga ke garis-garis besarnya, maka cara produksi ala asia, kuno, feodal, dan borjuis tampak sebagai zaman progresif terbentuknya ekonomi dalam masyarakat. Hubungan produksi model borjuis adalah bentuk antagonis terakhir dalam proses sosial produksi. Masa prasejarah kemanusiaan berakhir dengan sistem sosial ini.

Biografi_RizaTasyaCandraDewiJurnalistik1B_TugasKe1

Nama saya Riza Tasya Candra Dewi, saya lahir di Jakarta, 11 mei 1995 . Saya anak ke 4 dari 4 bersaudara. Saya terlahir dari seorang Designer interior dan seorang ibu rumah tangga yang hebat, dan saya memiliki 3 saudara yang selalu mendukung dan membimbing saya, kakak saya yang pertama, Erwinsyah seorang sarjana ekonomi, dan yang kedua, Irwansyah seorang sarjana teknik, dan kaka saya yang terakhir, Shanty herawati seorang sarjana hukum. Sesungguhnya unik rasanya memiliki saudara-saudara yang memiliki perbedaan dalam minat pendidikan.

Saya lulusan dari Sahid International Islamic Boarding School dan SMAN 87 Jakarta. Saya seseorang yang menggilai dunia perfilman dan saya sesungguhnya berambisi untuk menjadi seorang sutradara yang membuat karya-karya film yang berkualitas, tapi sayangnya keluarga saya tidak mendukung ambisi saya itu. Tapi tetap tidak menggubris saya untuk mewujudkan ambisi dan impian saya. Karena saya sangat terinspirasi oleh seorang sutradara joko anwar.

Alasan saya mengapa saya ambil jurusan jurnalistik karena saya suka sesuatu yang bisa saya tekuni dan langsung terjun ke lapangan, dan ketika saya sudah menjajaki ke arah jurnalistik saya akan berusaha untuk terus bersikap skeptis karena seorang jurnalistik membutuhkan sikap skeptis.

Dalam dunia juralistik saya menjadikan Senandung Nacita, karena dia sangat terlihat intelek dan anggun. Saya berharap kelak saya akan menjadi seorang jurnalis yang seperti beliau.

Untuk menyemangati hidup yang saya akui sulit ini, saya berpegang teguh pada pedoman hidup saya. Moto hidup saya 'make a dream,and make it real!'.

Biografi_DwindaNurOceaniJurnalistik1B_TugasKe1

Saya Dwinda Nur Oceani biasa di panggil Dwinda, dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang luar biasa di Jakarta tanggal 18 Januari 1994. Saya adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara, Ayah saya bernama Achmad Apip dan Ibu saya benama Zaidah Destiana, saya memiliki saudari/kakak perempuan yang benama Ade Eka Putri saya bangga dan bahagia bisa menjadi bagian dari mereka karena mereka adalah semangat hidup bagi saya. Saya menempuh  pendidikan di SDN CIPUTAT IV lalu dilanjutkan di SLTP DAHLIA dan SMK YADIKA 5. Mulai dari SMP saya sudah mulai suka mengikuti organisasi intra sekolah (OSIS) dan aktif dibeberapa ektrakulikuler, saat SMK pun juga begitu saya aktif di OSIS dan beberapa ekstrakulikuler seperti design grafis yang akhirnya pada tahun 2009 saya menjadi utusan sekolah untuk mengikuti lomba design grafis yang kebetulan diadakan di UIN pada saat itu, saya sangat suka membaca buku – buku/ novel inspiratif seperti novel karya Iwan Setyawan selain membaca novel saya juga suka berimajinasi dan saya tuangkan menjadi sebuah script/naskah biasa disebut, saya suka mendengarkan musik jazz,blues dan soul karna biasanya ketika saya mendengarkan musik akan mempermudah datangnya inspirasi.


Saat ini saya kuliah dijurusan konsentrasi jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, alasan saya memilih jurnalistik menurut saya jurnalistik itu menarik dari kata jurnalis saja sudah banyak pertanyaan dikepala saya apa sebenarnya itu? karna Banyak hal yang bisa saya dapat dari jurnalistik dari pengetahuan yang tak terbatas, bermacam – macam pengalaman nanti yang akan  didapat dan selalu dituntut untuk mengikuti perkembangan apapun itu dan satu lagi karna seorang jurnalis adalah survivor. Harapan saya nanti kalau saya sudah lulus dan resmi menjadi seorang jurnalis saya bisa memberi pengaruh yang baik untuk INDONESIA dan mengabdian kepada INDONESIA dengan mengekplorasi dan meng expose kemampuan kemampuan dan kekayaan kekayaan yang dimiliki INDONESIA ke kancah International.


Tokoh jurnalis yang menginspirasi saya adalah Meutya Hafid, beliau salah satu inspirator yang luar biasa karna pengabdiannya pada pekerjaannya dan tanggung jawabnya selama beliau masih menjadi seorang jurnalis dan yang benar benar di expose pada saat beliau bertugas di Irak untuk meliput perang di Irak dan beliau sempat di sandera selama 3 hari dan tetap SURVIVE walaupun seorang perempuan dan juga banyak prestasi yang diraihnya seperti  terpilih sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill, dari pemerintah Australia dll nya walaupun sekarang beliau sudah melepas profesi lamanya dari seorang jurnalistik sekarang menjadi Anggota DPR tetapi pengalaman – pengalamannya di dunia jurnalistik sangat menginspirasi saya.

 

Motto hidup saya adalah "Life is a choice"

Biografi_Muh.Firman.Hadi.Jurnalis1B_TugasKe1

TUGAS BIOGRAFI OLEH : M. Firman Hadi (1112051100038) JURNALISTIK 1 B (TUGAS KE-1)


Nama saya Muhammad Firman Hadi biasa dipanggil Firman, saya lahir di Pekalongan Jawa Tengah pada tanggal 7 April 1993. Sejak kecil saya tinggal di Jakarta dari umur 3 tahun hingga sekarang, tepatnya di kalideres jakarta barat saya tinggal dan menetap untuk mengadu nasib di Ibu kota. Pada tahun ajaran 2012 ini saya lulus dari jenjang SMA dengan jurusan IPS di SMAN 94 JakBar sebagai pilihannya. Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana dan anak ke 4 dari 4 bersaudara, walaupun anak bontot tapi orang tua selalu mengajarkan hidup mandiri dan pantang mengeluh. kakak pertama saya adalah tulang punggung keluarga karena Ayah sudah meninggal sejak saya masih dibangku SD, ayah saya seorang pekerja keras begitu juga dengan kakak saya, dia selalu melakukan hal yang terbaik untuk adik-adiknya dan juga untuk ibu tercinta,

Alasan saya mengapa memilih jurusan Jurnalistik di Universitas Islam Negeri Jakarta untuk jenjang pendidikan selanjutnya sebenarnya sangat sederhana, karna saya ingin mencari ilmu baru dan mencoba dunia baru dalam hidup ini. Karena Dunia yang selama ini saya geluti hanya seputar dunia IT dan Programmer, dengan berbekal niat tersebut saya bulatkan tekad untuk memilih Jurnalistik UIN dan dijurusan ini juga saya jadikan sebagai media untuk menyalurkan salah satu hobi saya yaitu Bloging.

Selain itu hobi saya yang lainnya yaitu main Game Online #biar kaya bocah haha, Optimasi blog, dan design web/blog.
jika ada waktu bisa main keblog kecil saya, minimal komen/ sekedar sundul postingan juga tidak apa'' hehe, http://seven4.heck.in
#maaf ijin promo pak, hehe :)

Jika ditanya Salah satu tokoh inspirasi saya dalam bidang jurnalistik, jujur saja saya masih bingung karena saya baru terjun dan belum terfikir siapa tokoh tersebut???. Tapi satu bulan sebelum saya memilih UIN jurusan jurnalistik, di tempat saya magang di daerah Jakarta Barat tepatnya saya bertemu Bang Hasman lulusan STM Listrik yang pernah mencicipi dunia media walaupun hanya satu tahun #ujarnya. Akan tetapi wawasannya sangat luas dan mulai saat itu saya jadi sering ngobrol seputar dunia media dengan beliau, akhirnya saya jadi tertarik dengan dunia jurnalis dan saya jadi punya cita-cita baru yaitu menjadi jurnalis di media online. semoga impian baru di dunia baru ini dapat tercapai. Aamiin Ya Allah :)

Motto hidup saya yaitu :
***Jangan Takut Mencoba Hal Baru Dalam Hidupmu. Jika Kamu Benar Kamu Akan Bahagia. Jika Tidak Kamu Akan Bijaksana :)***
cupuk sederhana namun punya arti tersendiri untuk saya pribadi. Hehe

Biografi_triahermalisjurnal1B_tugaske1

 
 
Nama saya Tria Hermalis,saya lahir dijakarta tanggal 22 desember 1993. Saya memiliki kedua orang tua penyang dan bertanggung jawab terhadap anak anaknya ,dan saya anak ke 3 dari 3 bersaudara. Saya lulusan dari SMPN 178 jakarta,dan SMAN 86 jakarta. Sewaktu saya SMA saya mengikuti beberapa organisasi diantaranya Osis (Organisasi siswa intra sekolah) dari tahun  2010 sampai dengan 2011 dan SAPMA PP ( Satuan pelajar dan mahasiswa pemuda pancasila ) dari tahun 2009 sampai sekarang.

Saya  suka dengan dunia foto modeling ,dan menulis.dan saya sebenernya lebih tertarik berkecimpung  pada dunia sekertaris  tetapi karna satu dan lain hal. Saya memutuskan untuk mengambil  jurusan jurnalistik. Alasan saya memilih jurnalistik karena saya lebih suka bekerja di lapangan. Dan saya sangat suka mencari  pengalaman baru . 
Menurut saya jurnalistik sangat menarik, karena di jurnalistik saya bias bebas mengekspresikan apa yang ada dipikiran saya.
Tokoh inspirator saya yaitu Putra Nababan,karena menurut saya  Putra Nababan sudah cukup banyak pengalaman dan sepak terjang didunia jurnalistik. Dengan tata cara bicara yang lembut dengan kata yang lugas. Motto hidup saya adalah Hidup itu butuh perjuangan  untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.   

biografi_achmadfauzijurnal1b_tugaske1

Saya Achmad Fauzi, saya lahir di Jakarta, 19 Oktober 1993. Saya mempunyai seorang ayah bernama Sahroni dan mempunyai ibu yang bernama Sumarsih. Saya anak pertama dari 3 bersaudara, saya mempunyai 2 adik, 1 adik perempuan yang bernama Dwi Puspa Ramadhini dan 1 adik laki-laki yang bernama Muhammad Ilhhamsyah saya menyukai olahraga seperti badminton dan futsal,  saya bermimpi ingin menjadi seorang atlit tapi sayangnya saya tahu bahwa mimpi saya terhenti karena kedua orangtua  tidak mendukung saya dalam dunia itu. Saya lulusan dari SMAN 32 Jakarta.

Saya tertarik dengan jurnalistik karena saya ingin menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa dan ingin memberikan informasi yang berguna yang berintegrasi dengan keilmuwan, keislaman, dan keIndonesiaan.

Saya terinspirasi dari seorang  jurnalis handal yang bernama Karni Ilyas, saya terinspirasi karena beliau sangat berani mengkritik masalah- masalah di negara ini yang belum terungkap di media massa dan beliau merupakan sosok jurnalis yang patut di perhitungkan karena kecerdasan dan wawasan yang luas.

Untuk menjalani hidup yang keras ini saya berpegang teguh pada moto hidup saya yaitu 'Just be your self' karena setiap pribadi manusia memiliki kekuatan dan kelebihan yang berbeda, maka dari itu jadilah diri kita sendiri  daripada berusaha menjadi pribadi orang lain.
 

Biografi_AnnisaRahmahJurnalistik1B_tugaske1

 
Saya seorang wanita bernama Annisa Rahmah. Saya lahir di Jakarta pada 28 November 1994. Saya terlahir sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Sebagai anak termuda saya selalu mengambil teladan dari orangtua dan kakak-kakak saya. Mereka sebagai panutan dan motivasi setiap apa yang menjadi keputusan saya.
 
Saya menempuh pendidikan sekolah dasar di MIN 8 Jakarta lalu melanjutkan ke MTsN 4 Jakarta. Karena merasa kurang cukup dengan pengetahuan agama yang saya miliki, maka orangtua menyarankan untuk melanjutkan  pada sekolah menengah atas yang berlandaskan islam yakni, MAN 13 Jakarta dan tepat tahun ini saya lulus dari sekolah tersebut.
 
Kini saya terdaftar sebagai mahasiswi jurusan Jurnalistik Fakults Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil saya memang sangat ingin menjadi seorang jurnalis. Pekerjaan sebagai seorang wartawan adalah pekerjaan yang keren bagi saya. Seorang wartawan akan mengetahui lebih dahulu berita ter-update dibanding orang biasa. Selain itu, dimata saya seorang wartawan akan mempunyai peluang lebih besar untuk melakukan penjelajahan di tempat yang tidak pernah saya datangi sebelumnya. Itulah mengapa saya memilih jurusan jurnalistik sebagai tumpuan masa depan saya.
 
Salah satu inspirasi saya adalah Andy Flores Noya, seorang lelaki tamatan stm yang dengan tekad kuat melanjutkan pendidikannya ke sekolah tinggi publisistik. Kini ia menjadi seorang reporter dan host yang terpandang. Pertanyaan sederhana, gaya bicara dan kemampuannya menjadikan ia sebagai seseorang yang saya kagumi.
 
Sekarang saya akan melanjutkan hidup saya dan akan berjuang untuk mencapai masa depan yang membanggakan. Karena hidup adalah perjuangan dan dengan melakukan yang terbaik saya akan mendapatkan yang terbaik dengan tidak lupa selalu mengingat Allah di setiap langkah.

Biografi_AnggaSatriaPerkasaJurnalistik1B_Tugaske1

Saya Angga Satria Perkasa  biasa dipanggil Angga. Saya lahir di Jakarta tanggal 30 bulan September tahun 1993. Saya terlahir dari seorang ibu rumah tangga yang sangat cantik yang bernama  Jumira dan seorang ayah sarjana pendidikan strata 1 di UHAMKA yang bernama Sutarno. Saya anak ketiga dari tiga bersaudara, kakak saya yang pertama bernama Priyo Supriadi dan kakak saya kedua bernama Elly Febriani. Saya lulusan Sekolah Dasar Kampung Bulak 2, Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ciputat, dan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 3 Jakarta. Saya sangat bangga lahir dikeluarga ini karena kedua orangtua saya telah tulus mendidik dan membesarkan saya sampai saat ini, juga kedua kakak saya tercinta yang selalu memberi semangat dan motivasi.
Alasan saya masuk jurusan jurnalistik karena memang saya bercita-cita menjadi  seoarang jurnalis ternama di negeri ini bahkan sampai diluar negeri. Sebelumnya saya pernah kuliah di UHAMKA jurusan manajemen tetapi  mata kuliah yang tersedia sangat membosankan. Karena itu tahun ini saya mencoba daftar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan jurnalistik, Alhamdulillah diterima melalui jalur test SPMB Mandiri.
Seoarang tokoh jurnalis di Indonesia yang menginspirasikan saya hingga saat ini adalah Sudjiwo Tedjo. Memang pada awalnya beliau adalah seorang seniman, tetapi setelah mengamati kehidupan suku Baduy  di Provinsi Banten  beliau tertarik untuk  mendalami  dunia jurnalistik dan saat ini beliau menjadi seorang jurnalis yang handal dan namanya telah besar di Indonesia bahkan dilua negeri.
Moto hidup saya, JADILAH ORANG SUKSES BUKAN ORANG KAYA, KARENA SUKSES ITU PRIBADI TETAPI KAYA ITU BISA BERASAL DARI ORANGTUA
 

Biografi_RoniKurniawanJurnal1b_TugasKe1

Nama saya Roni Kurniawan, sejak kecil saya biasa dipanggil Encek karena mata saya sipit seperti orang cina walaupun saya ga ada silsilah keturunan cina. Saya lahir di Jakarta tanggal 11 Mei 1994. Saya anak ke 3 dari 3 bersaudara. Saya lahir dikeluarga yang sederhana ayah saya hanyalah seorang pensiunan guru dan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga. Ayah saya bernama Drs. Didi Juhaedi dan Ibu saya bernama Sariah, Saya mempunyai 2 kakak yang saya cintai , kakak saya yang pertama bernama Yanti sulistiawati dan Kakak saya yang kedua bernama Dani Faturakhman. Saya SD di SDN Larangan 10 Ciledug lulusan tahun 2006, SMP di SMPN 48 Jakarta lulusan tahun 2009 , SMA di SMAN 32 Jakarta lulusan tahun 2012, dan sekaramg saya sedang mengenyam pendidikan di Universitas Islam Negeri Syarif  Hidayatullah Jakarta jurusan Jurnalistik semester 1. Sejak saya kelas 3 SMP hobi saya Travelling/Touring ke berbagai tempat yang menarik, dan saya paling gemar touring dengan menggunakan motor bebek kesayangan saya yang sudah saya miliki sejak saya berumur 11 tahun  yang saya beri nama vegi.

Sekarang saya berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Jurnalistik semester 1. Alasan saya memilih dan menekuni jurusan jurnalistik  karena saya tertarik pada bidang kejurnalistikan terutama prospek kerja pada bidang kejurnalistikan bisa dibilang menjanjikan bila kita menekuninya dengan serius dan bersungguh sungguh untuk menjadi jurnalis  yang handal dan berkompenten dibidang kejurnalistikan. Terlebih lagi saya suka berjalan jalan keluar kota dan menurut saya hobi saya itu bisa menunjang untuk saya bisa berkompenten di bidang kejurnalistikan.

Tokoh kejurnalistikkan yang saya idolakan dan sangat menjadi inspirator saya untuk menjadi seorang jurnalis yang hebat adalah Putra Nababan. Menurut saya beliau adalah seorang jurnalis yang hebat dan sangat berkompenten dibidang kejurnalistikan. Selain handal menjadi seorang reporter beliau juga handal menjadi seorang pembawa berita disalah satu media Televisi ternama di Indonesia. Saya ingin sekali  menjadi Putra Nababan yang bisa sukses melalui bidang kejurnalistikkan, dan saya harus bisa sukses seperti Putra Nababan yang bisa sukses. Saya sebagai anak terakhir dikeluarga saya harus bisa lebih sukses dan lebih maju dari ayah saya dan kakak kakak saya. Dengan menyebut bismillah sejak saya masuk UIN Syarif Hidayatullah dengan mengambil jurusan jurnalistik bisa menjadi batu loncatan saya untuk menjadi jurnalis yang hebat, terkenal, dan sukses seperti tokoh jurnalis idola saya Putra Nababan sesuai motto hidup saya "Sukses, mapan, kaya, dan bahagia dalam menjalani hidup ini ada ditangan saya! Bisaaaaaa!".

Biografi_IndahPermataSariJurnalistikB_Tugaske1

Nama saya Indah Permata Sari. Saya biasa dipanggil Indah. Saya lahir di Jakarta 16 Oktober 1994. Saya lulusan dari SMAN 87 Jakarta. Saya berasal dari keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Ayah saya bernama Muchlis yang umurnya di tahun 2012 ini mencapai 58 tahun. Ibu saya bernama Siti Hindun yang pada tahun 2010 lalu telah berpulang ke sisi ALLAH SWT di usia 54 tahun. Saya si bungsu dari 3 bersaudara. Kakak pertama saya bernama Lisa Anggraini Oktora dan kakak ke-dua saya bernama Ridwan Saleh Hudin. Saya sangat suka membaca novel. Daripada melihat film lebih baik saya membaca novel dari film tersebut, karena menurut saya dengan membaca saya bisa berimajinasi sesuai dengan isi novel dan saya seperti berada di dalam cerita novel tersebut.
            Sekarang saya mengenyam pendidikan di Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta mengambil jurusan konsentrasi Jurnalistik. Awalnya sama sekali tidak terpikirkan dalam otak saya untuk mengambil jurusan jurnalistik. Cita-cita saya dulu hanyalah berkutat di bidang ekonomi dan saya sangat ingin bekerja di sebuah Bank. Prodi pilihan jurusan pertama yang saya ambil adalah Perbankan Syariah, lalu pilihan kedua saya yaitu Jurnalistik yang di mana saya mengisi itu karena ajakan teman saya. Karena tidak tahu harus menulis apa di pilihan kedua maka saya ikut memilih jurnalistik. Tidak disangka ternyata saya tidak lolos di Perbankan Syariah melainkan saya lolos di Jurnalistik. Daripada saya tidak masuk Universitas Negri  lebih baik saya ambil jurusan jurnalistik ini. Tapi mungkin memang ini jalan dari ALLAH SWT untuk saya karena saya baru menyadari bahwa saya memiliki rasa minat dalam jurnalistik. Sekarang saya ingin menjadi seorang penulis. Lebih tepatnya penulis novel. Tetapi di samping itu saya juga ingin menjadi wartawan karena mungkin dengan menjadi wartawan saya akan lebih pintar bersosialisasi karena saya adalah seorang yang pendiam. Saya semakin yakin bahwa ini adalah jalan dari ALLAH SWT agar saya mendapatkan hidup yang lebih baik lagi di masa mendatang.
            Orang yang menginspirasikan saya salam menyukai dunia novel adalah Authorizuka. Dia sudah menerbitkan belasan buku novel. Memang saya baru membaca 3 dari belasan buku novelnya tapi dari ketiga buku yang sudah saya baca itu sangat menginspirasikan saya untuk berkeinginan menjadi seorang penulis novel. Dalam dunia Presenter atau Wartawan saya menyukai sosok seorang Putra Nababan. Dia seorang presenter acara berita di salah satu stasiun Televisi dan dia satu-satunya orang dari Indonesia yang pernah melakukan wawancara eksklusif dengan Presiden Amerika saat ini yaitu Barrack Obama. Dan kelak jika saya menjadi seorang wartawan saya ingin mendapat kesempatan untuk bisa mewawancarai sosok tokoh penting dunia.
            Moto hidup saya adalah "Masa depan saya tergantung dengan pilihan saya saat ini"

Biografi_AzmyAzisJurnalis1B_Tugaske1

Nama saya Azmy Azis, tapi orang-orang biasa memanggil saya dengan sebutan Amy. Saya di lahirkan 18 tahun yang lalu di Jakarta tepatnya tanggal 24 Maret 1994. Saya anak ke2 dari 3 bersaudara.  Saudara laki-laki saya bernama Ridho Zuliansyah Azis yang saat ini berumur 21 tahun,Mahasiswa semester 7 Universitas Mercu Buana dan saudara perempuan saya yang bernama Resva Dini Azis yg saat ini berumur 7 tahun siswi dari SDN 09 Bintaro. Saya memulai pendidikan saya di TK Raudhatul Atfal (MIN 15 Bintaro), lalu melanjutkan di SDN 09 Bintaro,setelah itu di SMPN 178 Jakarta,dan melanjutkan lagi di SMAN 87 Jakarta, dan saat ini di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Jurusan Jurnalistik. Hobi saya adalah membaca komik, dan mendengarkan musik. Saya mempunyai pengalaman berorganisasi di Osis. Saya menjadi Ketua MPK periode 2010-2011 di SMA.

Alasan mengapa saya memilih jurnalistik karena pada dasarnya saya menyukai dunia kejurnalistikan karena jurnalis itu kerja di lapangan(outdoor) yg bisa terjun langsung apabila ada suatu kejadian dan tentunya bias mengapresiasi  apa ide saya melalui tulisan maupun lisan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tokoh idola saya  di dunia kejurnalistikan adalah Putra Nababan. Saya bangga dengan beliau karena dapat mewawancarai Presiden Amerika saat ini yaitu Barrack Obama dan satu-satunya orang dari Indonesia yg dapat mewawancarai beliau secara ekslusif. Apabila saya menjadi seorang jurnalis nantinya saya ingin  menjadi seperti beliau yang dapat bertemu dan mewawancarai langsung tokoh-tokoh penting di dunia ini.

Moto hidup saya adalah "kegagalan bukanlah akhir dari segalanya tetapi awal dari kesuksesan"

biografi_rizkyanandajurnalistik1B_tugaske1

Nama saya Rizky Ananda, saya lahir di Tangerang pada tanggal, 23 Agustus 1993. Saya anak pertama dari empat bersaudara. Saya tinggal di Villa Bintaro Regency blok F3 nomer 17. Saya lahir dari seorang ibu yang sangat amat bijaksana, beliau merupakan pelita hidup saya. Saya sangat mencintai keluarga saya, karena tanpa mereka hidup saya tidak akan seperti sekarang. Saya merupakan panutan bagi adik adik saya, maka dari itu saya berusaha untuk menjadi pribadi yang baik dan bijaksana. Saya lulusan dari sekolah dasar islam An-nisaa, sekolah menengah pertama negeri 177 jakarta, sekolah menengah umum negeri 90 jakarta dan sekarang saya sedang menempuh pada pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dengan jurusan jurnalistik.
Hobi saya adalah menari dan menyanyi khususnya budaya tradisional Indonesia. Saat ini saya menguasai tarian Yospan yang merupakan kebudayaan asal papua. Selanjutnya saya sangat ingin belajar tari dan lagu kebudayaan daerah lainnya di Indonesia. Impian saya, saya ingin bisa menari kebudayaan Indonesia di luar negeri, semoga saja Allah mempermudah langkah saya untuk mencapai itu. Amiin.
Kenapa saya memilih jurusan jurnalistik adalah karena saya sangat prihatin terhadap perkembangan budaya tradisional Indonesia khususnya terhadap minimnya pengetahuan masyarakat terhadap tari dan lagu lagu tradisional Indonesia. Oleh karena itu saya sangat berharap dengan bergabungnya saya dalam jurnalistik saya bisa menjadi jurnalis yang baik yang bisa berperan dalam perkembangan kebudayaan seni Indonesia. Moto hidup saya adalah 'Life! Go! Fight! and Win!' karena menurut saya hidup itu harus maju dan butuh perjuangan untuk menang, walau saya tahu tidak selamanya kita bisa menang, tapi kalau tidak mencoba dan berjuang bagaimana kita tahu kalau kita menang? Karena setiap manusia bisa menang dan mendapatkan apa  yang diimpiakannya.
Tokoh panutan saya dalam bidang jurnalistik adalah seorang jurnalis wanita yang tinggal di eropa yang mengajarkan tentang islam dan memperkenalkan budaya Indonesia. Jujur saja saya lupa siapa nama wanita itu, saya pernah mendengar kabar tentang beliau dari sebuah siaran radio lokal. Semenjak saya mendengar kabar tersebut mulailah tergerak hati saya ubtuk mengikuti jejak beliau dalam memperjuangkan islam dan memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri. Semoga saja perjuangan saya bisa berhasil seperti beliau. Dan semoga saja perjuangan beliau  bisa membuahkan hasil yang membahagiakan dean membanggakan. Amiin.

Devi Yuliana Jurnalistik 1A

KARL MARX
 
*   Pertentangan Kelas
Sebagian orang terpelajar jerman termasuk pemuda Marx mempelajari filsafat sejarah, politik, dan kultur dalam kerangka pemikiran Hegel. Pendidikan Marx di Universitas Berlin dibentuk oleh gagasan Hegel dan oleh perpecahan yang berkembang antara penganut Hegel setelah kematiannya. ''Hegelian Tua terus menganut gagasan gurunya, sedangkan ''Hegelian Muda'', meski masih berkarya menurut tradisi Hegelian, mengkritik berbagai segi sistem filsafat Hegel.
Dua konsep yang mencerminkan esensi filsafat Hegel adalah dialektika dan idealisme. Dialektika adalah cara berpikir dan citra tenteang dunia, menekan kan arti penting dari proses, hubungan , dinamika, konflikdan kontradiksi atau cara berpikir yang lebih dinamis. Marx mengakui pentingnya dialektika, ia mengkritikbeberapa aspek yang dipakai Hegel. Contoh, Hegel cenderung menerapkan dialektilkahanya pada dunia gagasan, sedangkan marx merasa bahwa dialektikadapat diterapkan pula pada aspekkehidupan yang lebihbersifat materialseperti pada aspek ekonomi.
Hegel selalu dikaitkan denganfilsafat idealismeyang menekankan pentingnyua pikiran atau produk mental ketimbang kehidupan material. Yang penting bagi kehidupan fisik dan material adalah definisi sosial, bukan kehidupan itu sendiri. Idealisme menegaskan bahwa hanya konstruksi pikiran dan psikologislah yang ada. Idealis tidak hanya menekankan pada proses mental, tapi juga pada gagasan yang dihasilkan oleh proses mental itu.
 
*   Agama
 
Ludwig Feuerbachadalah jembatan penting yang menhubungkan antara Hegel dan Marx. Ia banyak menkritik Hegel. Diantaranyatehadap penekanan berlebihan Hegel pada kesadaran dan semangat masyarakat. Feuerbach menerima filsafat meterialis dan karenanya ia menegaskan bahwa yang diperlukan adalah meninggalkan idealisme subjektif Hegel untuk kemudian memusatkan perhatian bukan pada ggasan, tetapi pada realitas material kehidupan manusia. Dalam mengkritik Hegel ia menekankan pada agama.
 
Menurut feuerbach, tuhan adalah esesi kehidupan manusia yang mereka proyeksikan menjadi sebuah kekuatan impersonal. Manusia menempatkan tuhan diatas dan di sekeliling mereka sendiri yang menyebabkan mereka menjadi terasing dari tuhan yang membangun seperangkat ciri positif bagi tuhan (bahwa dia maha sempurna, maha kuasa, dan maha suci). Sementara mereka merendahkan diri , mereka sendiri lantas menjadi manusia tidak sempurna, tanpa kuasa, dan penuh dosa. Menurut feuerbach masalah keyakinan agama seperti itu harus diatasi dan kelemahannya itu harus di bantu dengan filsafat yang materialis yang menempatkan manusia (bukan agam) sendiri.
 
 
*   Ideologi
 
Marx bukanlah seorang sosilogidan tak menganggap dirinya seorang sosiolog. Bagi kebanyakan sosiolog awal, karya marx merupakan sebuah kekuatan negatif, sesuatu yang bertentangan dengan sosiologi yang mereka kembangkan. Reaksi negatif terhadap karya marx masih menjadi kekuatan utama dalam penyusunan beberapa teori sosiologi.
 
Alasan mendasar penolakan terhadap pemikiran Marx ini bersifat ideologis. Pemikiran sosiologi Marx ditolak karena dianggap berbau ideologi. Ada tuduhan yang menyatakan bahwa ia bukanlah seorang teoritis sosiologi yang bersifat serius. Namun, ideologi per se tak dapat dijadikan alasan nyata untuk menolak Marx karena karya Comte, Durkheim, dan pemikir konservatif lain pun banyak kadar ideologinya. Yang ditolak oleh banyak teoritis sosiologi sebenernya bukan eksistensi ideologinya, tetapi ciri-ciri ideologi tertentu. Teoritis sosiologi itu siap dan ingin sekali membeli ideologi konservatif yang terbungkus dalam mantel teori sosiologi, tetapi bukan sosiologi radikalyang ditawarka oleh Marxdan para pengikutnya.
 
 
*   Modal Produksi
 
Secara garis besar , dapat dikatakan bahwa Marx menawarkan sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat mendasar manusia. Marx yakin bahwa manusia pada dasarnya produktif, artinya untuk bertahan hidup manusia perlu bekerja di dalam dan dengan alam. Dengan itu mereka dapat menghasilkan makanan, pakaian, peralatan, perumahan, dan kebutuhanlain untuk mereka hidup. Manusia pada hakikatnya adalah mahkluk sosial, mereka perlu bekerja bersama untuk menghasilkan segala sesuatu yang mereka perlukan untuk hidup.
 
Melalui perjalanan sejarah, proses alamiah ini dihancurkan, mula-mula oleh kondisi peralatan masyarakat primitif dan kemudian oleh berbagai jenis tatanan sruktural yang diciptakan masyarakat selama perjalanan sejarah. Tatanan struktural ini mengganggu proses produktif alamian melalui berbagai cara. penghancuran proses alamiah mencapai titk puncaknya dalam kapitalisme. Kapitalisme pada dasarnya adalah sebuah struktur yangyang membuat batas pemisah antara seorang individu dan proses produksi, produk yang di proses dan orang lain dan akhirnya juga memisahkan diri individu itu sendiri. Inilah makna mendasar dari konsep aliensi. aliensi terjadi karena kapitalisme telah bekembang menjadi siste dua kelas dimana sejumlah kecil kapitalis menguasai proses produksi, produk, dan jam kerja dari orang yang bekerja untuk mereka. Pemikiran Marx sangat terpusat pada struktur kapitalisme dan dampak penindasannya terhadap buruh.
 
Kapitalis mempunyai sumber daya yang sangat besar yang dapat digunakan untuk mencegah munculnya sosialisme tetapi mereka dapat dikusai melalui tindakan bersama dari kaum ploretariatyang mempunyai kesadaran kelas. Sosialisme adalah suatu masyarakat dimana mula-mula orang akan mendekati citra ideal Marx tentang produktivitas.

Cari Blog Ini