Jumat, 16 November 2012

Fertilitas_Demografi_Viqih_PMI5

Term Of Reference Demografi
Viqih Akbar
 
Dasar Pemikiran
Fertilitas sebagai istilah demografi diartika sebagai hasil reproduksi dari seorang wanita atau sekelonpok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas, sebaliknya, merupakan  potensi fisik untuk melahirkan anak. Jadi merupakan lawan arti kata sterilitas.
Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya. Fertilitas pencakop peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
Fertilitas  merupakan salah satu di antara tiga komponen Demografi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Dua komponen lainnya adalah Mortalitas dan migrasi. Informasi tentang ke- tiga komponen tersebut sangatlah penting, tidak saja bagi pemerintah melainkan juga bagi pihak swasta, yang terutama berkecimpung dalam bidang ekonomi dan kesehatan.
Studi – studi demorafi mengenai fertilitas memusatkan perhatian pada fenomena yang berhubungan dengan reproduksi manusia. Telah berkembangnya berbagai ukuran untuk mengetahui tingkatan – tingkatan dan pola – pola fertilitas mencerminka perhatian yang cukup banyak dari para ahli terhadap fenomena tersebut. Lebih lanjut telah pula ada usaha – usaha untuk menyusun kerangka analisis teoritis untuk menerangkan fertilitas manusia diberbagai masyarakat.
Fertilitas dalam kepentingan demografi adalah kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Beberapa ukuran dasar fertilitas yang sering digunakan adalah:
a.       Angka Kelahiran Kaasar (Crude Brith Rate)
b.      Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate)
c.       Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate).
 
 
 
 
 
a. Angka Kelahiran Kasar (CBR)
                           B
CBR =              k
                P
 
B = Banyaknya kelahiran pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k = 1000
 
b. Angka Kelahiran Menurut Umur (ASFR)
 
                             B
            ASFRₓ =             . k
                             Pₓₓ
 
                 = Umur wanita dalam kelompok umur 5 tahun
                      (15-19, 20-24, ………….., 45-49)
            Bₓ  = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur ₓ
            Pₓₓ = jumlah wanita pada kelompok umur ₓ
 
c. Angka Fertilitas Total (TFR)
                       
                                  45-49
            TFR = 5 . ∑                     SAFR.
                                 ₓ= 15-19
           
            Pada umumnya Angka Fertilitas Total dinegara – negara yang sedang berkembang tnggi sekali yaitu 5 atau lebih, sedangkan dinegara – negara maju hanya sekitar 2 atau dibawahnya. Untuk Indonesia angka fertilitas total nya adalah 5,9 per wanita pada tahun 1971.
 
Konsep – konsep

1.      Lahir Hidup: (Live birth) menrut UN & WHO, dalah suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya didalam kandungan, dimana si bayi menunjukan tanda – tanda kehidupan,
2.      Lahir Mati: (Still birth) adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukan tanda – tanda kehidupan
3.      Abortus: Kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilan kurang dari 28 minggu. Ada 2 macam abortus, disengaja (induced) dan tidak disengaja (spontaneous). Induced abortion dapat dilakukan bedasarka alasan medis, midalnya karena mempunyai penyakit jantung yang berat sehingga membahayakaan jiwa si ibu
4.      Masa Reproduksi (Childbearing age) adalah masa dimana wanita mampu melahirkan, yang disebut juga usia subur (15 – 49 tahun).
 
Sumber Data

1.      Registrasi
Data yang tersedia: Statistika Kelahiran (brith statistics).
Kelemahan – kelemahannya;
a.       Ketepatan definisi yang dipakai dan aplikasinya
b.      Kelengkapan (completeness) registrasi
c.       Ketepatan alokasi tempat
d.      Ketepatan alokasi waktu
e.       Ketepatan pengelompokan kelahiran berdasarkan karakteristik ekonomi / demografi.

Unuk negara maju, kelemahan – kelemahan a, b, dan d sebagian besar sudah teratasi. Sedangkan di sebagian negara yang sedang berkembang ke- 5 macam kelemaha tersebut masih terasa. Yang paling menonjol adalah di bagian b, yaitu kelengkapan registrasi. Hal ini di sebabkan oleh: 1. penduduk (baik yang mempunyai anak maupun petugas registrasi) tidak menyadari pentingnya registrasi kelahiran, 2. penduduk tidak mengerti bagaimana menjawab pertanyaan – pertanyaan seperti : tanggal kelahiran anaknya, umur ibnya, dan sebagainya.
 
2.      Sensus
Data yang tersedia :
a.       Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.
b.      Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup.
c.       Jumlah anak yang dilahirkan dalam suatu periode yang lalu.
d.      Data penduduk yang berhubungan dengan variabel fertilitas
Kelemah – kelemahanya :
a.       keterangan jumlah anak yang pernah dilahirkan sanat tergantung pada daya ingat dari si ibu. Semakin tua umur si ibu semakin besar kemungkinan melupakan jumlah anak yang pernah dilahirkanya. Hal ini dapat desebabkan anakmungkin sudah menikah, meninggal atau tinggal bersama dengan salah satu keluarganya ditempat lain.
b.      Keterangan mengenai banyak anak yang lahir setahun yang lalu tergantung pada ketepatan dalam memperkirakan jangka waktu satu tahun sebelum sensus. Perkiraan jangka waktu ini bisa terlalu panjang atau sebaliknya terlalu pendek.
c.       Keterangan – keterangan penduduk yang dikaitkan dengan variabel fertilitas juga mengandung kesalahan pelaporan umur oleh penduduk, dan biasanya seing terjadi dinegara yang sedang berkembang
 
Nama Kegiatan
 
Kegiatan ini bernama Penelitian "MORTALITAS: Kependudukan di Desa Sindang Asih Kec. Cisurupan, Garut"
 
Tujuan
-          Mengetahui gambaran umum mengenai kependudukan
-          Mengetahui jumlah kepadatan penduduk
-          Mengetahui tingkat keseimbangan kelahiran serta kematian
 
Hasil yang diharapkan (In put)
·         Mengetahu jumlah penduduk yang lahir didesa tersebut
·         Mengetahui jumlah keseimbangan antara laki – laki dan perempuan didesa tersebut
 
 
Waktu dan Tempat
 
Praktikum Lapangan ini akan diselenggarakan pada :
                       
                        Hari                 : Jum'at s/d Minggu
                        Tanggal          : 30 November s/d 2 Desember
                        Tempat           : Desa Sindang Asih, Kec. Cisurupan, Garut.
 
Peneliti
 
                        Nama              : Viqih Akbar
                        NIM                 : 1110054000025
                        Jurusan           : Pengembangan Masyarakat Islam
                                                  Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi
 
Penutup
 
Demikian TOR ini saya buat sebagai acuan Praktikum Lapangan I dalam mata kuliah Demografi.
 
Sumber Bacaan
  1. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Dasar-Dasar Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004.
  2. Rusli, Said. Pengantar Ilmu Kependudukan, LP3ES, 2012.
 

Rabu, 14 November 2012

Institusi Sosial_Dwinda Nur Oceani_JNRL1B_laporan1

 

Judul Penelitian :

"Peranan Guru BK dalam Mengantisipasi Bullying di Sekolah"

 

Peneliti :

Nama   : Dwinda Nur Oceani

NIM    : 1112051100039

 

 

I.                   Latar Belakang

Maraknya aksi kekerasan saat ini yang dilakukan oleh banyak kalangan masyarakat menimbulkan banyak masalah. Dari mulai jatuhnya korban meninggal hingga akhirnya dijadikan contoh oleh banyak kalangan anak muda (siswa/i). Aksi bullying menjadi kasus nyata imbas aksi kekerasan saat ini. Banyak anak yang memanfaatkan aksi bullying sebagai alat atau jalan pintas untuk menindas orang lain atau mengancam dengan kekerasan secara terus-menerus dan biasanya pelaku melakukan bullying memiliki motivasi  untuk  pencitraan dirinya agar dianggap hebat, kuat dan berkuasa. Adapun faktor penyebabnya, dan bagi korban aksi bullying akan merasakan krisis kepercayaan diri yang menyebabkan siswa/siswi tersebut dijauhi oleh teman-temannya, sulit untuk bersosialisasi dan pada akhirnya tidak memiliki kepekaan sosial. Disini peranan orang tua, guru/lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar itu sangat berpengaruh dalam pembentukan psikologis siswa/siswi karna anak itu sangat membutuhkan perhatian yang lebih dalam hal menyalurkan aspirasinya dan keinginannya, komunikasi yang baik juga harus diterapkan untuk membentuk sikap dan sifat keterbukaan dalam segala hal agar tidak terjadinya kesalah pahaman.

Aksi bullying banyak terjadi di sekolah-sekolah menengah pertama sampai menengah atas. Kasus ini harus ditemukan titik pemecahan masalah karena dapat berimbas pada masa depan anak tersebut. Disinilah dibutuhkan peran guru BK untuk membantu membentuk karakter seorang siswa/i.

 

 

II.                Pertanyaan Pokok

1.      Penyebab seorang siswa melakukan aksi bullying?

2.      Untuk mengantisipasi perilaku bullying, apa yang dilakukan seorang Guru BK?

 

III.             Metode Penelitian

Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara mendalam terhadap narasumber.

Lokasi : Ruang BK, SMK YADIKA 5 Pondok Aren

Waktu : Pukul 14.19 WIB , 14 November 2012

 

 

 

IV.             Gambaran Subyek/ Obyek  Penelitian

Gambaran subyek :Sukma Ria Emma wati,S.pd kelahiran Depok, 18 November 1983 lulusan UNINDRA PGRI, FIPPS, BK , yang menjabat sebagai guru BK di SMK Yadika 5 dari tahun 2008 s/d sekarang selain itu beliau juga bekerja sebagai freelance tutor di LSM Witayani, beliau sangat concern/ memperhatikan masalah bullying disekolah sehingga ketika ada kasus bullying disekolah langkah pertama yang dilakukannya adalah pendekatan terhadap murid yang melakukan bullying atau korbannya  .

Obyek penelitian : Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya "ancaman" yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau "rendah" dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya (korban disebut bully boy atau bully girl) berupa stress (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya; misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya). Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. pengalaman yang biasa dialami oleh banyak anak-anak dan remaja di sekolah.

 

V.                Analisis

Ada beberapa faktor dan penyebab dari aksi bullying, penyebabnya bisa dari pengalaman seorang siswa/i yang pernah disakiti atau ditindas sebelumnya sehingga menimbulkan rasa ingin membalas/membalas dendam dengan cara membully orang lain yang memiliki tujuan agar apa yang dia lakukan bisa memberi kepuasan tersendiri untuk dirinya , sebenarnya belum tentu yang melakukan bullying itu bersalah maka ada latar belakang juga yang menyebabkan seorang siswa/i melakukan bullying bisa dari meniru perilaku orang tua atau dari tempat pergaulanya atau trauma psikis yang pernah dirasakan.

Untuk mengantisipasi terjadinya bullying dilingkungan sekolah seorang guru BK memiliki wewenang atau kewajiban untuk Mensosialisasikan kepada siswa/i mengajarkan bagaimana cara menerapkan etika pergaulan seperti memberikan pendapat dan mendengarkan pendapat teman, perhatian dari semua yaitu dari orang tua, lingkungan sekolah dan dari lingkungan pergaulan yang baik. Etika pergaulan yaitu sopan santun / tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.

Harapan : Agar  siswa/i dapat menerapkan etika dalam pergaulaan dan dapat mengisi waktu dan waktu yang ada dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dapat membatasi input yang berasal dari media seperti media online yang dapat merusak moral dari siswa/siswi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Narasumber   : Sukma Ria Emma Wati S.Pd (Guru BK SMK Yadika 5)

-P. Ambarwati S.Pd (Guru BK SMK Bina Informatika)

http://disan99.blogspot.com/

http://walidrahmanto.blogspot.com/

 

           

 

Institusi Sosial_Annisa rahmah_JNRL1B_laporan1

 
Judul Penelitian :
Peranan PKK Terhadap Stabilitas Lingkungan Hidup
Peneliti :
Nama   : Annisa Rahmah
NIM    : 1112051100043
 
I.                  Latar Belakang
Pembangunan Nasional dapat terwujud, jika di satu pihak ada fasilitas dan pelayanan publik yang memadai, dan di lain pihak ada warga dan masyarakat yang secara sadar turut berpartisipasi dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara yang berdaulat. Dalam rangka ini setiap warga negara mempunyai kebebasan dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya, dan terutama mempunyai tanggung jawab sosial sebagai warga negara. Untuk ini diperlukan pula adanya lingkungan yang kondusif, dimana seseorang dapat berusaha dan mengembangkan potensi atau kemampuannya.
Namun kini, lingkungan tempat dimana kita tinggal tidak lagi terurus dengan baik. Kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana. Baik karena yang disebabkan oleh proses alam seperti, gunung meletus, tanah longsor, dan gempa bumi. Juga ada yang disebabkan oleh kegiatan manusia contohnya, sampah, pemburuan flora dan fauna secara berlebihan, juga pencemaran.
Disinilah peran kita sebagai manusia dan penduduk diperhitungkan. Mampukah kita menjaga, merawat, dan memelihara lingkungan hidup? Untuk melakukan hal itu, diperlukan kerja sama yang kuat antarwarga. Dimulai dari organisasi terkecil yaitu keluarga lalu rukun tetangga berikutnya rukun warga lalu terus naik ke organisasi yang lebih luas.
Seperti yang tertuang pada misi pkk (pembinaan kesejahteraan keluarga),  yaitu diantaranya:
1.       Meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan keluarga, serta upaya peningkatan pemanfaatan pekarangan melalui halaman asri, teratur, indah dan nyaman (hatinya) PKK, sandang dan perumahan serta tata laksana rumah tangga yang sehat.
2.      Meningkatkan derajat kesehatan, kelestarian lingkungan hidup serta membiasakan hidup berencana dalam semua aspek kehidupan dan perencanaan ekonomi keluarga dengan membiasakan menabung.
Dan juga tertuang dalam 10 program pokok PKK pada point ke lima dan Sembilan, yaitu:
5.  Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
Rumah bukan sekedar tempat untuk berteduh saja. Rumah adalah tempat dimana keluarga dapat hidup bersama dan meningkatkan kualitas hidupnya, dalam lingkungan yang nyaman, damai, bersih dan apik.
Orang perlu mengetahui bagaimana menata rumah sehat, menarik dan nyaman. Selain itu, perlu pula mengetahui bagaimana menjaga kebersihan rumah dan memanfaatkan pekarangan.
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
Program ini sangat membantu dalam menjaga keseimbangan lingkungan secara ekologis.  Menjaga kelestarian lingkungan menjadi faktor yang sangat penting dewasa ini. Banyak bencana alam yang disebabkan karena lingkungan yang rusak. PKK memberikan penyuluhan sederhana agar lingkungan tidak dirusak dan mencegah pencemaran sumber air, antara lain tidak membuang sampah di sungai atau selokan, serta melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan penyuluhan – penyuluhan kesehatan lingkungan.
Maka sudah sepatutnya, masalah stabilitas hidup ini menjadi tanggung jawab bersama dan dengan dibantu oleh kader-kader dari pkk itulah diharuskan adanya aksi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup ini.
Dampak yang dapat ditimbulkan dari ketidakstabilan lingkungan hidup menurut ahli kesehatan yaitu polusi sampah.mengakibatkan dampak buruk yaitu pertama, terhadap kesehatan. Seperti timbulnya gangguan pencernaan, pernafasan, dan penyakit kulit.
Selain itu, kegagalan dalam   pengelolaan sampah berimbas pada menurunnya kualitas kesehatan warga masyarakat, merusak estetika kota, dan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi arus investor ke daerah. 
Dan juga perburuan pada flora dan fauna akan menimbulkan kelangkaan. Yang akhirnya dapat dikawatirkan akan terjadi kepunahan. Lalu manusia pada generasi berikutnya sulit menemukan jenis flora dan fauna yang langka bahkan hanya tinggal legenda.
 
II.               Pertanyaan Pokok
1.      Seberapa pedulikah warga terhadap lingkungan tempat dimana mereka tinggal saat ini?
2.      Bagaimana cara penyadaran lebih mendalam kepada masyarakat agar mereka mau dan peduli terhadap lingkungan hidup?
 
III.           Metode Penelitian
Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.
Lokasi : Rumah Ibu Ketua PKK RW 08
Waktu : Pukul 7.00 pagi
 
IV.           Gambaran Subyek dan Obyek  Penelitian
Nur Supriyati (17 Juli 1974), seorang ibu rumah tangga sekaligus istri dari ketua rw 08 kelurahan srengseng sawah kecamatan jagakarsa Jakarta selatan. Karena menjadi istri seorang ketua rw 08 yang terpilih pada tahun 2004 dan kini sudah menjabat untuk periode ketiga, maka ibu Nur Supriyati secara otomatis merangkap menjadi ketua organisasi pkk (pembinaan kesejahteraan keluarga). Diawal masa jabatan, ibu Nur sebagai ketua pkk rw, mulai beradaptasi dengan cara mengikuti berbagai macam acara dan program-program yang dibuat oleh para pejabat daerah seperti tingkat kelurahan ataupun kecamatan.
PKK awalnya hanya diadakan di Provinsi Jawa Tengah atas gagasan  ibu Isriati Moenadi selaku istri dari Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 atas dasar rasa prihatin terhadap mereka yang tinggal di pedesaan terutama perempuan yang kurang mendapat pendidikan yang layak, kesehatan yang semestinya, serta status ekonomi yang rendah. Sejak saat itu untuk mewujudkan fungsi pkk yang sebenarnya dilaksanakanlah "sepuluh program pokok pkk".
Pada tahun 1972, Menteri Dalam Negeri menginstruksikan kepada  Gubernur di seluruh Indonesia, agar gerakan PKK dilaksanakan dan ditingkatkan di seluruh wilayah Indonesia. Tim Penggerak PKK dibentuk di semua tingkat administrasi : Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan, yang diketuai  oleh  isteri  Pimpinan  Daerah  setempat.
PKK adalah suatu gerakan pembangunan yang tumbuh dari bawah, dikelola oleh, dari dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang sejahtera.
PKK adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang independen non profit dan tidak berafiliasi kepada suatu partai politik tertentu.
 
V.               Analisis
Keadaan lingkungan RW 08 saat ini sudah semakin bersih dan tertata dengan baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sempat mendapatkan penghargaan adipura dalam lomba penataan lingkungan. Tentu saja hal tersebut tidak terlepas dari program-program yang dilakukan oleh PKK. Seperti, Jumat Bersih, Kerja Bakti tiap Minggunya, dan juga penyuluhan-penyuluhan terhadap jumantik.
Program-program tersebut mendapat tanggapan positif dari warga karena mereka juga menyadari bahwa kebersihan lingkungan sangat penting demi kenyamanan bersama. Namun, di lapangan faktanya masih terdapat beberapa kendala. Diantaranya ada beberapa warga yang masih membuang sampah di bantaran kali, membakar sampah di pekarangan rumah yang tentu saja berimbas pada tanah yang kelak tidak dapat ditumbuhi tanaman.
Selain itu, modal biaya juga menjadi faktor penghambat pada program penghijauan yang kini menjadi topik utama PKK RW 08. Ketua RW terus mengusahakan agar program tersebut dan program lainnya dapat terlaksana dengan baik dan berjalan sukses. Kerja sama antarkader PKK dan juga sesama warga sangat dibutuhkan agar keadaan lingkungan dapat selalu terkontrol dengan baik.
Untuk kedepannya sudah ada beberapa rancangan oleh pkk rw 08 demi kelestarian lingkungan. Seperti, composing, yaitu pemisahan sampah dapur antara sampah organik dan non-organik yang kedepannya dapat didaur ulang untuk sampah non-organik dan juga dapat dijadikan pupuk pada sampah organik. Selain itu, ada juga perencanaan pembuatan tps dan pemanfaatan pekarangan yang lebih baik lagi.
Kini efek dari program-program diatas sudah mulai dirasakan warga. Seperti lingkungan yang menjadi lebih indah, tertata rapi, dan angka  kesehatan yang meningkat. Harapan kedepannya yaitu agar warga lebih sadar lagi dan mau memperbaiki, menjaga, merawat, dan memelihara lingkungan sekitar, minimal pada rumahnya sendiri dahulu.
 
DAFTAR PUSTAKA
1.      http://tp-pkkpusat.org/  (web resmi pkk se-Indonesia)
 
2.      http://green.kompasiana.com (oleh: Trisno widodo)
 
 
            

Cari Blog Ini