Rabu, 28 November 2012

Trs: kelompok sosial_yuni kartika sari_JNR 1 B_1112051100057


----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Kartika Sari <merahkuninghijau72@yahoo.com>
Kepada: "kuliahtantan.posting@blogger.com" <kuliahtantan.posting@blogger.com>
Dikirim: Rabu, 28 November 2012 22:59
Judul: kelompok sosial_yuni kartika sari_JNR 1 B_1112051100057

KELOMPOK SOSIAL (KELOMPOK BELAJAR SMK 30 JAKARTA)
 
YUNI KARTIKA SARI (NIM : 1112051100057)
JURNALISTIK 1 B
 
 
  1. Latar belakang

          Manusia cenderung hidup berkelompok salah satunya dikarenakan untuk mempermudah pekerjaannya karena setiap manusia akan saling membantu manusia lainnya jika manusia tersebut butuh bantuan,karena memang pada hakikatnya manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan satu sama lain. Kemudian alasan lainnya ialah karena faktor kepentingan yang sama.
         Manusia pasti memiliki suatu keinginan (tujuan) atau sesuatu yang ingin untuk dicapai dengan maksimal. Keinginan itupun pasti berbeda antar setiap individu, namun ada kalanya beberapa keinginan itu ada yang sama.Dan individi-individu yang memiliki kepentingan yang sama tersebut membentuk suatu kelompok. Ini mungkin dikarenakan kepentingan yang sama dalam menggapai tujuan tersebut.
         Kelompok social dapat berdampak negative juga dapat pula memberikan pengaruh positif dalam kehidupan manusia,tergantung bagaimana kita sebagai manusia menanggapinya dam memfilter sendiri mana yang baik dan yang buruk.
 
 
 
II. Pertanyaan Pokok
  1. Seberapa besar pengaruh kelompok belajar ini dengan kegiatan belajar di sekolah ? Apakah memberikan dampak positif terhadap nilai siswa-siswi ?
Tentu saja berdampak positif,selain dapat ilmu lebih banyak,kelompok belajar ini juga free tanpa biaya jadi untuk yang tidak dapat mengikuti les atau bimbel karena terbentur masalah biaya,mereka bisa langsung bergabung tanpa dipungut biaya apapun.Untuk nilai siswa-siswi yang mengikuti kelompok belajar ini rata-rata mereka masuk dalam 10 besar di dalam kelas.Hal ini membuktikan bahwa kelompok belajar ini berpengaruh pada nilai akademik siswa-siswi.
  1. Apakah ada tenaga pengajar khusus di dalam kelompok belajar ini ?
Dalam kelompok belajar ini tidak ada pengajar khusus, kita saling berbagi pengetahuan dan informasi. Bila ada yang tidak mengerti atau kesulitan dalam mengerjakan suatu soal maka kita akan memecahkannya bersama-sama.
III. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, karena metode ini dirasakan lebih efektif dalam menggali sebuah informasi kepada sebuah kelompok masyarakat yang tidak terlalu formal. Penulis melakukan wawancara kepada salah seorang anggota kelompok belajar SMKN 30 JKT untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan kelompok belajar ini dan penulis lebih bisa melakukan pendekatan dengan siapa yang ingin penulis dapatkan informasi tentang dirinya.
Lokasi penelitian : Jalan Pakubuwono VI – Kebayoran Baru
Waktu penelitian : Selasa, 28 November 2012 pkl. 14.35 – 16.00 WIB
 
 
 
IV. Gambaran Subyek
Gusta, salah seorang anggota kelompok belajar yang selalu diadakan dirumah salah satu anggota kelopok belajar menuturkan bahwa kelompok belajar ini dirasa sangat efektif untuk menunjang proses belajar disekolah. Disamping kami mendapat ilmu disekolah, sepulang dari sekolah pun kami juga mendapat pelajaran tambahan dari kawan – kawan yang sudah mengerti akan apa yang dipelajari disekolah. Jadi, kami bisa saling bertukar pikiran apa yang belum dimengerti dan apa yang sudah dimengerti. Kegiatan kelompok belajar ini terkadang dilakukan di rumah anggota dengan diatur secara bergiliran, diruang kelas yang tidak sdipakai pada saat jam sepulang sekolah dan bisa juga ditempat lain yang memenuhi syarat ada ketersediaan meja, kursi dan penerangannya.
 
V. Analisis
Kelompok belajar bersama salah satu fungsinya ialah sebagai suatu wadah atas proses belajar yang disokong oleh anggota-anggotanya, sehingga ada ketergantungan antar sesama anggota untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati bersama. Cara pelaksanaan kegiatan kelompok belajar ini diantaranya membahas dan menyelesaikan soal, tanya jawab soal, memahami kata dan istilah yang cukup kompleks dan mencatat pertanyaan untuk diajukan kepada guru dikelas dan lain – lain. Tujuan itu umumnya adalah untuk bersama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan semoga mendapat berkah dari-Nya.
Di negara kita sendiri khususnya di daerah daerah, telah banyak tumbuh tempat-tempat berkumpul bagi kelompok belajar bersama. Bukan hanya para remaja yang masih menginjak bangku SMP dan SMA, para mahasiswa juga banyak yang mengadakan kelompok belajar bersama. Ini bertujuan untuk lebih mendalami materi – materi yang sudah di ajarkan disekolah ataupun dikampus. Contoh yang paling mudah ialah : ketika kita di sekolah dulu, kita dibagi oleh guru ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas tertentu, misalnya prakarya, menerjemahkan buku, merangkum, menyelesaikan soal fisika, biologi, kimia, maupun tugas-tugas lainnya. Bahkan ada juga kelompok yang dibentuk oleh guru sekolah untuk menjadi kelompok belajar ilmu menyanyi atau paduan suara.
Banyak manfaat yang bisa didapat jika kita membentuk kelompok belajar bersama, antara lain:
  • Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasi semangat belajar antara teman yang satu dengan teman yang lainnya.
  • Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada teman lainnya dalam satu kelompok belajar.
  • Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
  • Bekerjasama menyelesaikan PR sekaligus bersosialisasi di luar sekolah.
  • Memotifasi siswa ke arah kegiatan yang berhbungan denganmasyarakat, dalam arti dengan kerja kelompok, siswa dapatmenerapkan teori di sekolah dalam praktik hidup sehari-hari,disamping itu dapat mengembangkan pemikirannya/ide-idenyaserta tenaga bagi masyarakat sekitar.
  • Dengan melakukan kerja kelompok memberi pengalaman padasiswa untuk mengenal kepemimpinan atau leadership, sepertimembuat rencana sebalum melakukan suatu pekerjaan,memecahkan masalah, menyelesaikan tugas dengan kerjasama.
  • Dengan bekerjasama itu siswa dapat mengumpulkan bahaninformasi atau data yang lebih banyak tentang berbagai jenis aspek suatu masalah dalam suatu waktu yang relative singkat.
Cara ini sangat dianjurkan bagi anak yang mempunyai tipe pemalu untuk bertanya kepada guru. Karena apabila belajar bersama dengan teman-teman, anak tersebut diharapkan tidak malu bertanya kepada temannya sendiri bila ada materi yang belum dia mengerti.
 
VI. Daftar Pustaka
Gusta, anggota kelompok belajar SMK 30 JKT


Trs: kelompok sosial_yuni kartika sari_JNR 1 B_1112051100057


----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Kartika Sari <merahkuninghijau72@yahoo.com>
Kepada: "kuliahtantan.posting@blogger.com" <kuliahtantan.posting@blogger.com>
Dikirim: Rabu, 28 November 2012 22:59
Judul: kelompok sosial_yuni kartika sari_JNR 1 B_1112051100057

KELOMPOK SOSIAL (KELOMPOK BELAJAR SMK 30 JAKARTA)
 
YUNI KARTIKA SARI (NIM : 1112051100057)
JURNALISTIK 1 B
 
 
  1. Latar belakang

          Manusia cenderung hidup berkelompok salah satunya dikarenakan untuk mempermudah pekerjaannya karena setiap manusia akan saling membantu manusia lainnya jika manusia tersebut butuh bantuan,karena memang pada hakikatnya manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan satu sama lain. Kemudian alasan lainnya ialah karena faktor kepentingan yang sama.
         Manusia pasti memiliki suatu keinginan (tujuan) atau sesuatu yang ingin untuk dicapai dengan maksimal. Keinginan itupun pasti berbeda antar setiap individu, namun ada kalanya beberapa keinginan itu ada yang sama.Dan individi-individu yang memiliki kepentingan yang sama tersebut membentuk suatu kelompok. Ini mungkin dikarenakan kepentingan yang sama dalam menggapai tujuan tersebut.
         Kelompok social dapat berdampak negative juga dapat pula memberikan pengaruh positif dalam kehidupan manusia,tergantung bagaimana kita sebagai manusia menanggapinya dam memfilter sendiri mana yang baik dan yang buruk.
 
 
 
II. Pertanyaan Pokok
  1. Seberapa besar pengaruh kelompok belajar ini dengan kegiatan belajar di sekolah ? Apakah memberikan dampak positif terhadap nilai siswa-siswi ?
Tentu saja berdampak positif,selain dapat ilmu lebih banyak,kelompok belajar ini juga free tanpa biaya jadi untuk yang tidak dapat mengikuti les atau bimbel karena terbentur masalah biaya,mereka bisa langsung bergabung tanpa dipungut biaya apapun.Untuk nilai siswa-siswi yang mengikuti kelompok belajar ini rata-rata mereka masuk dalam 10 besar di dalam kelas.Hal ini membuktikan bahwa kelompok belajar ini berpengaruh pada nilai akademik siswa-siswi.
  1. Apakah ada tenaga pengajar khusus di dalam kelompok belajar ini ?
Dalam kelompok belajar ini tidak ada pengajar khusus, kita saling berbagi pengetahuan dan informasi. Bila ada yang tidak mengerti atau kesulitan dalam mengerjakan suatu soal maka kita akan memecahkannya bersama-sama.
III. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, karena metode ini dirasakan lebih efektif dalam menggali sebuah informasi kepada sebuah kelompok masyarakat yang tidak terlalu formal. Penulis melakukan wawancara kepada salah seorang anggota kelompok belajar SMKN 30 JKT untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan kelompok belajar ini dan penulis lebih bisa melakukan pendekatan dengan siapa yang ingin penulis dapatkan informasi tentang dirinya.
Lokasi penelitian : Jalan Pakubuwono VI – Kebayoran Baru
Waktu penelitian : Selasa, 28 November 2012 pkl. 14.35 – 16.00 WIB
 
 
 
IV. Gambaran Subyek
Gusta, salah seorang anggota kelompok belajar yang selalu diadakan dirumah salah satu anggota kelopok belajar menuturkan bahwa kelompok belajar ini dirasa sangat efektif untuk menunjang proses belajar disekolah. Disamping kami mendapat ilmu disekolah, sepulang dari sekolah pun kami juga mendapat pelajaran tambahan dari kawan – kawan yang sudah mengerti akan apa yang dipelajari disekolah. Jadi, kami bisa saling bertukar pikiran apa yang belum dimengerti dan apa yang sudah dimengerti. Kegiatan kelompok belajar ini terkadang dilakukan di rumah anggota dengan diatur secara bergiliran, diruang kelas yang tidak sdipakai pada saat jam sepulang sekolah dan bisa juga ditempat lain yang memenuhi syarat ada ketersediaan meja, kursi dan penerangannya.
 
V. Analisis
Kelompok belajar bersama salah satu fungsinya ialah sebagai suatu wadah atas proses belajar yang disokong oleh anggota-anggotanya, sehingga ada ketergantungan antar sesama anggota untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati bersama. Cara pelaksanaan kegiatan kelompok belajar ini diantaranya membahas dan menyelesaikan soal, tanya jawab soal, memahami kata dan istilah yang cukup kompleks dan mencatat pertanyaan untuk diajukan kepada guru dikelas dan lain – lain. Tujuan itu umumnya adalah untuk bersama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan semoga mendapat berkah dari-Nya.
Di negara kita sendiri khususnya di daerah daerah, telah banyak tumbuh tempat-tempat berkumpul bagi kelompok belajar bersama. Bukan hanya para remaja yang masih menginjak bangku SMP dan SMA, para mahasiswa juga banyak yang mengadakan kelompok belajar bersama. Ini bertujuan untuk lebih mendalami materi – materi yang sudah di ajarkan disekolah ataupun dikampus. Contoh yang paling mudah ialah : ketika kita di sekolah dulu, kita dibagi oleh guru ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas tertentu, misalnya prakarya, menerjemahkan buku, merangkum, menyelesaikan soal fisika, biologi, kimia, maupun tugas-tugas lainnya. Bahkan ada juga kelompok yang dibentuk oleh guru sekolah untuk menjadi kelompok belajar ilmu menyanyi atau paduan suara.
Banyak manfaat yang bisa didapat jika kita membentuk kelompok belajar bersama, antara lain:
  • Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasi semangat belajar antara teman yang satu dengan teman yang lainnya.
  • Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada teman lainnya dalam satu kelompok belajar.
  • Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
  • Bekerjasama menyelesaikan PR sekaligus bersosialisasi di luar sekolah.
  • Memotifasi siswa ke arah kegiatan yang berhbungan denganmasyarakat, dalam arti dengan kerja kelompok, siswa dapatmenerapkan teori di sekolah dalam praktik hidup sehari-hari,disamping itu dapat mengembangkan pemikirannya/ide-idenyaserta tenaga bagi masyarakat sekitar.
  • Dengan melakukan kerja kelompok memberi pengalaman padasiswa untuk mengenal kepemimpinan atau leadership, sepertimembuat rencana sebalum melakukan suatu pekerjaan,memecahkan masalah, menyelesaikan tugas dengan kerjasama.
  • Dengan bekerjasama itu siswa dapat mengumpulkan bahaninformasi atau data yang lebih banyak tentang berbagai jenis aspek suatu masalah dalam suatu waktu yang relative singkat.
Cara ini sangat dianjurkan bagi anak yang mempunyai tipe pemalu untuk bertanya kepada guru. Karena apabila belajar bersama dengan teman-teman, anak tersebut diharapkan tidak malu bertanya kepada temannya sendiri bila ada materi yang belum dia mengerti.
 
VI. Daftar Pustaka
Gusta, anggota kelompok belajar SMK 30 JKT


kelompok sosial_yuni kartika sari_JNR 1 B_1112051100057

KELOMPOK SOSIAL (KELOMPOK BELAJAR SMK 30 JAKARTA)
 
YUNI KARTIKA SARI (NIM : 1112051100057)
JURNALISTIK 1 B
 
 
  1. Latar belakang

          Manusia cenderung hidup berkelompok salah satunya dikarenakan untuk mempermudah pekerjaannya karena setiap manusia akan saling membantu manusia lainnya jika manusia tersebut butuh bantuan,karena memang pada hakikatnya manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan satu sama lain. Kemudian alasan lainnya ialah karena faktor kepentingan yang sama.
         Manusia pasti memiliki suatu keinginan (tujuan) atau sesuatu yang ingin untuk dicapai dengan maksimal. Keinginan itupun pasti berbeda antar setiap individu, namun ada kalanya beberapa keinginan itu ada yang sama.Dan individi-individu yang memiliki kepentingan yang sama tersebut membentuk suatu kelompok. Ini mungkin dikarenakan kepentingan yang sama dalam menggapai tujuan tersebut.
         Kelompok social dapat berdampak negative juga dapat pula memberikan pengaruh positif dalam kehidupan manusia,tergantung bagaimana kita sebagai manusia menanggapinya dam memfilter sendiri mana yang baik dan yang buruk.
 
 
 
II. Pertanyaan Pokok
  1. Seberapa besar pengaruh kelompok belajar ini dengan kegiatan belajar di sekolah ? Apakah memberikan dampak positif terhadap nilai siswa-siswi ?
Tentu saja berdampak positif,selain dapat ilmu lebih banyak,kelompok belajar ini juga free tanpa biaya jadi untuk yang tidak dapat mengikuti les atau bimbel karena terbentur masalah biaya,mereka bisa langsung bergabung tanpa dipungut biaya apapun.Untuk nilai siswa-siswi yang mengikuti kelompok belajar ini rata-rata mereka masuk dalam 10 besar di dalam kelas.Hal ini membuktikan bahwa kelompok belajar ini berpengaruh pada nilai akademik siswa-siswi.
  1. Apakah ada tenaga pengajar khusus di dalam kelompok belajar ini ?
Dalam kelompok belajar ini tidak ada pengajar khusus, kita saling berbagi pengetahuan dan informasi. Bila ada yang tidak mengerti atau kesulitan dalam mengerjakan suatu soal maka kita akan memecahkannya bersama-sama.
III. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, karena metode ini dirasakan lebih efektif dalam menggali sebuah informasi kepada sebuah kelompok masyarakat yang tidak terlalu formal. Penulis melakukan wawancara kepada salah seorang anggota kelompok belajar SMKN 30 JKT untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan kelompok belajar ini dan penulis lebih bisa melakukan pendekatan dengan siapa yang ingin penulis dapatkan informasi tentang dirinya.
Lokasi penelitian : Jalan Pakubuwono VI – Kebayoran Baru
Waktu penelitian : Selasa, 28 November 2012 pkl. 14.35 – 16.00 WIB
 
 
 
IV. Gambaran Subyek
Gusta, salah seorang anggota kelompok belajar yang selalu diadakan dirumah salah satu anggota kelopok belajar menuturkan bahwa kelompok belajar ini dirasa sangat efektif untuk menunjang proses belajar disekolah. Disamping kami mendapat ilmu disekolah, sepulang dari sekolah pun kami juga mendapat pelajaran tambahan dari kawan – kawan yang sudah mengerti akan apa yang dipelajari disekolah. Jadi, kami bisa saling bertukar pikiran apa yang belum dimengerti dan apa yang sudah dimengerti. Kegiatan kelompok belajar ini terkadang dilakukan di rumah anggota dengan diatur secara bergiliran, diruang kelas yang tidak sdipakai pada saat jam sepulang sekolah dan bisa juga ditempat lain yang memenuhi syarat ada ketersediaan meja, kursi dan penerangannya.
 
V. Analisis
Kelompok belajar bersama salah satu fungsinya ialah sebagai suatu wadah atas proses belajar yang disokong oleh anggota-anggotanya, sehingga ada ketergantungan antar sesama anggota untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati bersama. Cara pelaksanaan kegiatan kelompok belajar ini diantaranya membahas dan menyelesaikan soal, tanya jawab soal, memahami kata dan istilah yang cukup kompleks dan mencatat pertanyaan untuk diajukan kepada guru dikelas dan lain – lain. Tujuan itu umumnya adalah untuk bersama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan semoga mendapat berkah dari-Nya.
Di negara kita sendiri khususnya di daerah daerah, telah banyak tumbuh tempat-tempat berkumpul bagi kelompok belajar bersama. Bukan hanya para remaja yang masih menginjak bangku SMP dan SMA, para mahasiswa juga banyak yang mengadakan kelompok belajar bersama. Ini bertujuan untuk lebih mendalami materi – materi yang sudah di ajarkan disekolah ataupun dikampus. Contoh yang paling mudah ialah : ketika kita di sekolah dulu, kita dibagi oleh guru ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas tertentu, misalnya prakarya, menerjemahkan buku, merangkum, menyelesaikan soal fisika, biologi, kimia, maupun tugas-tugas lainnya. Bahkan ada juga kelompok yang dibentuk oleh guru sekolah untuk menjadi kelompok belajar ilmu menyanyi atau paduan suara.
Banyak manfaat yang bisa didapat jika kita membentuk kelompok belajar bersama, antara lain:
  • Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasi semangat belajar antara teman yang satu dengan teman yang lainnya.
  • Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada teman lainnya dalam satu kelompok belajar.
  • Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
  • Bekerjasama menyelesaikan PR sekaligus bersosialisasi di luar sekolah.
  • Memotifasi siswa ke arah kegiatan yang berhbungan denganmasyarakat, dalam arti dengan kerja kelompok, siswa dapatmenerapkan teori di sekolah dalam praktik hidup sehari-hari,disamping itu dapat mengembangkan pemikirannya/ide-idenyaserta tenaga bagi masyarakat sekitar.
  • Dengan melakukan kerja kelompok memberi pengalaman padasiswa untuk mengenal kepemimpinan atau leadership, sepertimembuat rencana sebalum melakukan suatu pekerjaan,memecahkan masalah, menyelesaikan tugas dengan kerjasama.
  • Dengan bekerjasama itu siswa dapat mengumpulkan bahaninformasi atau data yang lebih banyak tentang berbagai jenis aspek suatu masalah dalam suatu waktu yang relative singkat.
Cara ini sangat dianjurkan bagi anak yang mempunyai tipe pemalu untuk bertanya kepada guru. Karena apabila belajar bersama dengan teman-teman, anak tersebut diharapkan tidak malu bertanya kepada temannya sendiri bila ada materi yang belum dia mengerti.
 
VI. Daftar Pustaka
Gusta, anggota kelompok belajar SMK 30 JKT

Kelompok Sosial dan Masyarakat_HildaDziahAzqia SM JRN 1B_Laporan ke- 3

STUDI dan PENGARUH IBURATU BANK SAMPAH KUB (Kelompok Usaha Bersama)
 
HILDA DZIAH AZQIAH SM
111205110035
       I.            LATAR BELAKANG
Menurut Sorjono Soekanto, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Jadi, kelompok social masyarakat adalah kesatuan masyarakat yang hidup bersama karena ada hubungan diantara mereka yang menyangkut satu sama lain yang saling mempengaruhi.
Seperti yang kita ketahui bahwa seseorang warga masyarakat telah menjadi anggota dari kelompok-kelompok kecil, kelompok-kelompok kecil yang dimaksud adalah atas dasar kekerabatan, usia, pekerjaan atau kedudukan. Keanggotaan individu juga ada yang bersifat sukarela. Seperti keanggotaan di bidang pekerjaan atau kedudukan. Keanggotaan individu juga ada yang bersifat sukarela. Seperti keanggotaan di bidang pekerjaan atau rekreasi. Dengan demikian tak dapat derajat dan arti tertentu bagi individu-individu tadi sehubungan dengan keanggotaan kelompok. Seorang individu akan lebih tertarik dengan kelompok-kelompok sosial yang dekat dengan kehidupan mereka seperti keluarga, kelompok kekeerabatan, dan rukun tetengga, dari pada keanggotaan perusahaan besar atau negara.
Kelompok Sosial :
1. Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain.
2. Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
3. Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya.
4. Memiliki kepentingan bersama
5. Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.
           Dasar Pembentukan Kelompok Sosial :
1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest)
2. Faktor darah / keturunan yang sama (common in cestry)
3. Faktor geografis
4. Factor daerah asal yang sama
Yang termasuk dalam kelompok social masyarakat ini, antara nya dari himpunan atau kesatuan dari sekumpulan ibu- ibu yang berada pada satu lingkungan yang diberi nama dengan IBU RATU karena mereka  mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan. Diantara kepeduliannya terhadap lingkungan, maka para ibu ini membuat suatu kesatuan IBU RATU yang memiliki struktur bersama, visi  dan misi. Para ibu ini sangat mempedulikan sampah- sampah yang ada disekitar lingkungan mereka. Karena mereka mempunyai pola piker bahwa sampah- sampah ini akan sangat menghasilkan manfaat yang banyak untuk manusia. Dan mereka membentuk KUB yaitu "kelompok usaha bersama".
Dengan hal ini, maka mendorong saya sebagai peneliti untuk meneliti mengenai IBU RATU karena kelompok ini sangat peduli dengan lingkungan dan alasan lainnya yaitu, karena saya ingin mengetahui dan mempelajari akan manfaat dari sampah dan bisa membawa saya untuk mencintai kedaur ulangan sampah bagi kita semua.
 
    II.            PERTANYAAN POKOK PENELITIAN
Dengan adanya rasa kepedulian para ibu- ibu terhadap lingkungannya yang berkaitan dengan banyak sampah, maka timbullah pertanyaan pada diri saya, bagaimana  cara para ibu- ibu ini untuk menimbulkan rasa peduli dan mau untuk mendaur ulang sampah?
 
Dan dengan adanya KUB IBU RATU ini,  mengapa KUB ini dapat terus berkembang dan dengan cara apa saja para ibu tetap semangat melakukan aktifitas ini?
 III.            METODE PENELITIAN
Untuk mendapatkan keterangan yang baik saya menggunakan metode kualitatif yang merupakan salah satu metode dengan system wawancara ke narasumber. Adapun nara sumbernya yaitu Bpk. Bahron nurweddan, Ibu Sri Wulan, dan Ibu Rosidah.
Penelitian ini dilakukan pada hari Selasa bertepatan dengan tanggal 27 Nopember 2012 sejak pukul 13:00 WIB.
Lokasi penelitian tersebut berada di Kp. Pintara Rt 01 Rw 13 Kec. Pancoran Mas.
 IV.            GAMBARAN SUBJEK/ OBJEK PENELITIAN
Dengan banyaknya timbulan sampah di perkotaan ini sangat meningkat, serta seiring dengan urbanisasi yang cepat ini karena percepatan perkembangan social ekonomi ini. Maka berdirilah beberapa Bank Sampah diantaranya di kota Depok yang berada didaerah Pancoran Emas.
KUB IBURATU ini berdiri pada tahun 2009 yang dikoordinir oleh Ibu Sri Wulan yang melakukan arisan pada ibu- ibu yang kemudian menciptakan suatu kegiatan mengenai sampah agar dapat didaurulang. Bank Sampah ini pada dasarnya, suatu strategis penerapan yang meliputi " Reuse, Reduce, dan Recyle". Yang pada dasarnya satu rekayasa social.
KUB (Kelompok Usaha Bersama) yang dilakukan pada lingkungan ini, maka menjadikan para ibu- ibu untuk terus beraktifitas atau dengan kata lain membuat para ibu untuk menambah kegiatannya dalam lingkungan mereka. KUB IBURATU RECYLE  bank sampah ini merupakan pusat kerajinan, daurulang, pelatihan, dan penyailhan. Dan dengan adanya Bank Sampah ini membuat kehidupan dilingkungan menjadi berkah.
            Bank Sampah ini juga mempunyai struktur  namun struktur yang dibuatnya secara kekeluargaan diantaranya mencakup : Ketua (Ibu Sri Wulan W),
Bendahara (Ibu Sri Wahyuni), Staf-staf salah satunya (Ibu Rosidah).
Visinya yaitu "Menuju lingkungan yang bersih dari sampah sejuk dan bermanfaat akibat pengelolaan sampah secara terpadu.
Misinya yaitu :
a.       Pengomposan  pada sampah organik.
b.      Pengelolaan sampah bersih dengan kegiatan.
c.       Pembuatan kerajinan pada sampah non organilk.
d.      Penyejukan lingkungan yang indah dan asri.
Proses pertama yang dilakukannya yaitu memilah sampah yang organik maupun non organik.  Nasabahnya ada 150 orang, dengan berupa mitra sebanyak 20 sentra.
Bank Sampah ini juga bekerjasama dengan bebrepa kecamatan, diantaranya:
a.       Kecamatan pancoran emas
b.      Kecamatan beji
c.       Kecamatan sukmajaya
d.      Kecamatan cinere
e.       Komplek sawangan
            Dengan kegiatan ini, masyarakat sekitarnya sangat mendukungnya, karena Bank Sampah ini dapat dikelola oleh banyak orang.
Dianatara visi dan misi dari Bank Sampah yaitu:
a.       Untuk menyemangati para ibu dalam memilah sampah.
b.      Untuk memperdayakan para ibu dan membersihkan lingkungan.
Dalam Bank Sampah ini juga ada LkS (Lembar Kerja Siswa), dan diadakannya proses menabung sampah yang juga kan memberikan suatu siklus yang akan dirasakan oleh para warga yang ada didaerah tersenut. Namun kita juga harus mengetahui walaupun Bank Sampah yang ada didaerah Depok ini didirikan oleh wanita, namun pemilahan untuk sampahnya dapt dilakukan oleh seluruh warga lingkkunga tersebut baik dari kalangan pemuda, ibu-ibu ataupun para anak- anak.
Dan KUB Bank Sampah ini juga selalu mengadakan berbagai "training" salah satu training yang dilakukannya yaitu dari daerah Cibinong. Dan Bank Sampah juga melakukan nasabah tabungan sampah, adanya anggota tetap selam tiga bulan yang dapat merasakan dari tabungan yang mereka lakukan selam satu minggu sekali.
Adapun pandangan para Ibu Rumah Tangga terhadap kegiatan ini sangat menguntungkan, alasannya antara lain:
a.       Membantu ekenomi para Ibu RT.
b.      Menambah kegiatan para ibu yang hanya sebagai Ibu RT.
c.       Menjadikan para ibu- ibu untuk kreatif, inovatif, dan semangat.
Bank Sampah ini juga bernilai ekonomi besra jika volume juga besar.
Diantara sampahnya yaitu meliputi:
a.       Kertas
Adapun yang meliputi kertas, sebagai berikut:
Koran                          900
Kardus                                    800
Putihan                        1000
Burem/ CD                  800
Duplek                                    100
Kertas Cpr                   500
 
b.      Plastik
Gelas                     4500
Botol                     2500
Kristal                   1500
Kaleng                   1500
Tembaga                20000
Dan masih banyak yang lainnya. Dan meliputi daur ulang mempunyai nilai
a.       Tebal               1000
b.      Tpis                 500
    V.            ANALISIS
Dahulu sampah hanya dapt dibuang dan kemudian dibakar, namun dengan berkembangnya zaman yang semakin maju dan canggih, maka pola piker manusia pun bertambah  maju.  Dengan adanya Bank Sampah ini merupakan suatu yang ideal karena Bank Sampah sangat berpengaruh oleh masyarakat sekitarnya.
Dan pada dasar KUB IBURATU Bank Sampah ini berdiri dengan pendekatan seorang ibu kepada para ibu- ibu dilingkungannya bahwa sampah itu banyak manfaatnya, dan memberikan bukti nyatanya berupa benda- benda.
Bank sampah ini dikelola kelola oleh KUB(Kelompok Usaha Bersama)  IBURATU ini  dengan sistem koperasi sehingga lebih bermanfaat bagi perekonomian setiap anggotanya. Bank Sampah seperti layaknya bank, menerima setoran dari debitor atau anggota berupa sampah, IBURATU mengolah dengan memilah setiap jenis sampah seperti plastik, kardus, kertas koran, kaleng minuman serta jenis lain yang mengandung logam.
Selanjutnya sampah sesuai karakternya diolah menjadi pupuk kompos, kerajinan dari sampah organik maupun non organik. Usaha kelompok itu semakin berkembang, karena industri olahan produk daur ulang. Sentimen positif terhadap produk daur ulang akhirnya memperluas pangsa pasar berbagai produk kreatif yang dihasilkan KUB IBURATU dalam Bank Sampah KUB ini.
Sampah-sampah yang mereka setorkan ke Bank Sampah akan mendapat imbalan. Besarannya disesuaikan secara adil sesuai kesepakatan. Adapun produk yang dihasilkannya berupa:
a.       Tas yang terbuat dari beberapa bungkus mie.
b.      Bandana yang terbuat dari beberapa bungkus kopi.
c.       Tempat pensil.
d.      Dompet.
Dan masih banyak produk lainnya yang dihasilkan.
Dalam Bank Sampah IBURATU ini ada beberapa divisi seperrti penjahit, pengayam dan perajut. Dengan sampah yang telah didaur ulang yang perrtama memilah sampah yang sebelumnya diberikan beberapa plastic ke warga setempat dan dijelaskan sampah yang norganik diguntiing dibagian atasnya agar sampah tersebut masih terlihat layak. Kemudian sampah plastic tersebut dikumpulkan dan dijadikan sebagai barang- barang yang berharga yag mempunyai nilai mahal.
Setelah itu, produk tersebut dipasarkan disebuah event lingkunngan hidup, dan di bazaar. Bank Sampah ini juga bekerjasama dengan beberapa daerah seperti di Cinere. Pancoran Emas, Beiji, Sawangan. Dan Bank Sampah juga suka melakukan training ke sekolah, TK, atau banyak juga dari mahasiswa yang melakukan kajian terhadap Bank Sampah tersebut.
Dengan adanya KUB IBURATU BANK SAMPAH ini maka sangat bermanfaat bagi warga masyarakat, diantara manfaatnya:
a.       Menambah perekonomian Ibu RT.
b.      Membersihkan lingkungan dan menjadikan asri dan sejuk.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012
www.gudangmateri.com/2010/10/kelompok-sosial-dalam-sosiologi
Ibu Sri Wulan W sebagi Kordinir IBURATU Bank Sampah KUB
Bahron Nurweddan sebagai warga lingkungan tersebut.
Ibu Rosidah sebagai staf IBURATU Bank Sampah KUB.

Cari Blog Ini