Kamis, 20 Desember 2012

Laporan 6_Mely Ismi Ardikusuma Wardani_1112051000112_KPI 1D

Judul Penelitian           : Perkembangan IPTEK di Pondok Pesantren Al-Hidayah
Peneliti                        : Mely Ismi Ardikusuma Wardani/ 1112051000112/ KPI 1D
 
I. Latar Belakang
Menurut Durkheim makna pendidikan pendidikan adalah sebagai realitas sosial. Pendidikan dan struktur sosial, pendidikan sebagai pranata sosial. Fungsi utama pendidikan  yaitu:
1) Memperkuat solidaritas sosial
§  Sejarah: belajar tentang orang-orang yang melakukan hal-hal yang baik bagi banyak orang membuat seorang individu merasa tidak berarti.
§  Menyatakan kesetiaan: membuat individu merasa bagian dari kelompok dan dengan demikian akan mengurangi kecenderungan untuk melanggar peraturan.
2) Mempertahankan peranan sosial
§  Sekolah adalah masyarakat dalam bentuk miniatur. Sekolah mempunyai hierarkhi, aturan, tuntutan yang sama dengan "dunia luar". Sekolah mendidik orang muda untuk memenuhi berbagai peranan.
3) Mempertahankan pembagian kerja.
§  Membagi-bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecakapan. Mengajar siswa untuk mencari pekerjaan sesuai dengan kecakapan mereka.
 
Pondok pesantren secara etimologi  terdiri dari dua kata yang mengarah pada makna yang sama. Kata pondok berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat tinggal atau asrama, sedangkan pesantren berasal dari bahasa tamil atau India Shassti dengan kata dasarnya Shassta yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri yang mempelajari ilmu-ilmu agama. Begitu juga pesantren berasal dari kata santri yang mendapatkan awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat belajar para santri untuk mendalami ilmu-ilmu agama.
Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa Ahli, di antaranya adalah sebagai berikut:
a.Menurut Mastuhu 
"Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari".
b. Menurut M. Dawam Raharjo
"Pondok Pesantren adalah suatu lembaga keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan,dan menyebarkan ilmu agama Islam".
c.Menurut Sudjoko Prasojo
Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non klasikal, dimana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.
 
II. Pertanyaan Pokok Peneliti
Bagaimana proses pembelajaran Pondok Pesantren Al-Hidayah agar sesuai dengan perkembangan zaman?

III. Metode Penelitian
Metode yang saya gunakan dalam penelitian kali ini adalah metode kualitatif, agar mendapatkan informasi melalui wawancara yang lebih mendalam kepada narasumber dan mendapatkan hasil yang lebih intensif.
Lokasi                         :  Kediaman Bapak Ust. H. Mu'az Dzaelani
Waktu                         :  Minggu, 16 Desember 2012, pukul: 15.30-17.00 WIB
 
IV. Gambaran Tokoh
Pada penelitian ini tokoh yang menjadi narasumber ialah Ust. H. Mu'az Dzaelani ia merupakan seorang Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al-Hidayah Basmol. Menurut keluarganya beliau merupakan sosok orang yang disiplin, tegas, dan menempatkan pendidikan dan agama sebagai prioritas yang utama kepada anak-anaknya. Dan di kalangan pondok pesantren ia dikenal ramah, baik hati, tegas, dan bijaksana.
 

V. Analisis
 
Pondok pesantren Al-Hidayah didirikan tahun 1990. Pondok pesantren ini didirikan oleh Alm. KH. Moh. Hasyim Mas'ud. Pondok pesantren ini dibuat karena keinginan KH. Moh. Hasyim Mas'ud yang bertujuan untuk membuat generasi penerus bangsa menjadi manusia yang selalu bertaqwa dan memiliki iman yang baik. Pada saat ini pondok pesantren Al-Hidayah di ketuai oleh KH. A. Syarifuddin Abdul Ghani, MA.
            Proses pembelajaran di pondok pesantren Al-Hidayah ini berbeda dengan pondok pesantren lainnya, karena di pondok pesantren ini para santri tidak hanya belajar tentang hal hal yang berkaitan dengan agama saja, namun ilmu pengetahuan teknologi(IPTEK) juga dipelajari agar para santri melek teknologi. Namun dalam mempelajari IPTEK tidak bertentangan dengan ajaran islam. Dan di pondok pesantren ini juga terdapat kegiatan rutin yang diantaranya adalah pengajian rutin Nahwu dan Fiqih untuk para santri putra, pengajian Akhlaq dan Tauhid untuk para santri putri yang dilaksanakan Ba'da Ashar, mempelajari kitab kuning dan huruf gundul setiap hari kamis. Dalam perkembangan IPTEK mempunyai dampak positif dan negatif. Para ustad dan ustadzah dalam menjaga para santrinya agar tidak terkena dampak negatif dari internet, mereka selalu mengawasi dan mengingatkan agar para santri bersikap dewasa dan menyaring segala informasi yang mereka dapatkan dari perkembangan IPTEK tersebut.

institusi keagamaan_Mely Ismi Ardikusuma W_1112051000112_KPI 1D

Judul Penelitian    : Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Peneliti                 : Mely Ismi Ardikusuma Wardani / 1112051000112/ KPI 1D
 
 
I. Latar Belakang
Menurut Emile Durkheim tempat ibadah itu berfungsi sebagai untuk membangun identitas bersama. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam, tidak heran bila banyaknya masjid di Indonesia. Masjid adalah tempat beribadah umat muslim, Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.
 
II. Pertanyaan Pokok
-         Sejarah berdirinya Masjid Fathullah
-         Kegiatan apa saja yang ada di Masjid ini
-         Ciri khas yang membedakan dengan masjid lain
III. Metode Penelitian
Metode yang saya gunakan dalam penelitian kali ini yaitu metode kualitatif, yang menggunakan indeks interview (wawancara mendalam) terhadap narasumber. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, maka akan menghasilkan hasil penelitian yang lebih akurat, lebih jelas, dan juga terpercaya.
Tempat       : Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Waktu         : Selasa, 18 Desember 2012. Pukul: 10.00- 11.30 WIB
 
IV. Gambaran Tokoh
Narasumber dalam wawancara kali ini adalah Nanang Syaeroji, beliau merupakan kepala staff harian masjid Fathullah ini dan beliau juga  alumni UIN jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, sejak tahun 2004 hingga sekarang bekerja sebagai staff di Masjid Fathullah ini. Semenjak bekerja di Masjid Fathullah ini ia pernah mewakili Masjid Fathullah mengikuti lomba muadzin di Kuala Lumpur se Asia Tenggara. Lalu, ia dipercaya untuk memimpin rombongan umroh Daru Assalam.

V. Analisis
Masjid Fathullah ini berada di bawah naungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, awalnya masjid Fathullah tidak berada disini, karena bertambahnya mahasiswa akhirnya dipindahkan disini. Masjid Fathullah berdiri tahun 1994, yang mendirikannya rektor UIN dahulu Bpk. Quraisy Shihab.
Nama Fathullah ini diberikan nama oleh Bpk.Quraisy, yang dalam bahasa Arab Fathullah artinya kemenangan, diharapkan oleh beliau agar jamaah masjid ini hatinya selalu lapang, bersih, khusyuk.
Kegiatan-kegiatan yang ada di Masjid Fathullah ini ada banyak, diantaranya; pengajian qirahatul hutub dari segi dakwah yang dilaksanakan setiap hari dan tidak hanya untuk warga UIN tetapi masyarakat umum juga bisa, pengajian ini sudah berlangsung sejak awal didirikannya masjid ini, awalnya untuk mengajarkan mahasiswa UIN yang rata-rata tidak semuanya backgroundnya berasal dari pesantren untuk mengenalkan kitab-kitab kuning, huruf gundul. Lalu kegiatan yang lainnya adalah khutbah jumat, kemudian dalam bentuk dakwah yang lainnya masjid ini memiliki 3 lembaga,yaitu lembaga remaja, lembaga takhliq dan takhlim Al-Quran. LPQ lembaga pendidikan Al-Quran yang kita biasa kenal dengan nama TPA. Fungsi untuk remaja adalah agar para mahasiswa lebih mencintai Al-Quran. LPQ mengajak agar menyadarinya pentingnya belajar Al-Quran sejak dini. Selanjutnya, kegiatan yang paling menonjol itu adalah kegiatan tahunan, diantaranya adalah peringatan maulid nabi, tahun baru muharam, isra miraj, peringatan hari ibu, bedah buku, education fair, peringatan nuzulul Al-Quran, buka puasa bersama, pesantren anak-anak dan remaja selama bulan ramadhan, takbir keliling dan pawai obor.
Ciri khas masjid Fathullah ini yang membedakan dengan masjid yang lainnya adalah masjid ini dibawah naungan UIN yang menyebabkan dari segi nama masjid ini mudah dikenal. Dalam mengelola masjid ini terdapat peluang dan hambatan yang terjadi. Dalam segi peluang diantaranya masjid ini dalam menyelenggarakan program untuk menarik sponsor mengatas namakan dari UIN, menjadi kepercayaan orang juga. Lalu hambatannya, karena di bawah naungan UIN semua program apapun, termasuk mengecat masjid harus melalui persetujuan UIN tidak bisa bebas seperti masjid lain, hal itu cenderung membuat masjid ini tidak bisa bergerak cepat karena untuk mengurus surat perizinan melalui proses yang lama. Perbedaan masjid fathullah dengan yang lain adalah mesin pompa air di mesjid ini bekerja non stop berbeda dengan masjid lain yang hanya dinyalakan saat waktu sholat karena jamaahnya yang terlalu banyak dan tiada henti. Lalu di masjid ini terdapat 12 karyawan, yang masjid biasanya hanya beberapa orang saja. Pembagian jam kerja karyawan ini terdapat 2 shift yaitu jam 07.00-14.00 dan 14.00- 20.00. Dan karena masjid ini terletak di dekat jalan butuh pengamanan yang ekstra,  untuk mencegah terjadinya kehilangan.
 
 

Meteor Mardiansyah_KPI 1D_Tugas ke 6

Interaksi Sosial Dalam Konteks Ajaran Nasrani Protestan

Meteor Mardiansyah
11120510001
27
KPI 1
d

 

I.     LatarBelakang

Negara Indonesia adalahsebuah Negara yang memiliki beberapa Agama.Indonesia pun terbilangmerupakansalahsatu Negara yang semuarakyatnyadapathiduprukunwalaupundalamperbedaan agama yang dianutnya.Perbedaan-perbedaandalamkonteks Agama di Indonesia telahbersifat relative danterbilangsuatukewajaran yang tidakdipermasalahkandalamtindakansosialsesamapenduduk.Karena Indonesia sendirimemiliki motto "bhinekatunggalika" walaupunberbeda-bedaetnis, sukudan agama tetapitetapsatu.Indonesia tidakmempermasalahkansemuaperbedaan-perbedaan yang terlihatdariparapenduduknya, khususnyaperbedaan agama.Bahkantindakansosialpenduduk Indonesia yang berbeda-beda agama, dapatmenjadisuatucirisignifikanbagi Negara kesatuan Indonesia.Yang berlandaskankedaulatanmasyarakatdanberakarkolektivitas.

Penelitiankali ini, akanmembahastindakandaninteraksisosial agama nasraniprotestan di jakarta. Fungsipenelitianiniaalahgunamelihatdanmengetahuibagaimanaparaoenganut agama nasraniprotestaninimengorientasikantindakansosial di sekitarlingkungansosialnya, yang dimanatidaksemuapenduduksekitarmenganut agama yang sama, danterlihatdarilatarbelakangparapenganutnya yang mayoritasbukanpendudukasli Indonesia.

II.     PetanyaanPokok

1. Bagaimanapenganut agama nasraniprotestanmengorientasikantindakansosialdenganlingkungansosialnya, khususnya di sekitargereja? Apakahsemuakegiatansosial yang dijalankanselalumemprioritaskankepadaparapenganutajarannasranisaja?

Pertanyaaninisangatmenarikuntuk di ajukan, agar dapatmengetahuibagaimanainteraksisosial yang terjadi di sekitargereja.Pertanyaaninijugadapatmembuktikan, beberapakegiatansosial yang dilakukanolehpenganutnasraniprotestan, sertamelihatjeniskegiatansosialtersebut, apakahkegiatanituhanyamemprioritaskanpadapenganutnasranisaja.Ataukahkegiataninidilakukansecaraumum, tanpamembeda-bedakanajaran agama yang di anut.

 

III.     MetodelogiPenelitian

a.    Waktudantempatpenelitian

Penelitian kali inidilaksanakan di sebuahtempatperibadatanpenganut agama nasrani (protestan) yaitu, Gerejajawa NAHEMIA.Yang bertempat di daerahlebakbulus Jakarta selatan, takjauhdarikampus UIN StarifHidayatullah.Waktu yang dipilihuntukpenelitianini, ialahpadaharisenin 19 november 2012 siang. Objekpenelitian yang menjadisorotanpentingpadapenelitian kali ini, ialahmelihatinteraksisosialumatberagamanasranidenganlingkungansosialsekitarnya.

b.    Jenismetodelogipenelitian

Metodepenelitian yang dipilihpadapenelitianiniialahpenelitiankualitatif.Penelitiankualitatifmungkinsangatsesuaipadapenelitian kali ini, karenadilihatdarikondisi di gereja yang memangsepipadaharisenin.Metodeini pun dapatmenghadirkaninformasi-informasi yang specifik, karenasifatmetodekualitatif yang alamiyah.Metodekualitatifmerupakanmetodepenelitian yang dapatmenghadirkan data deskriptifbaiklisanmaupuntulisan, dankualifikasi data-data darimetodelogiinibersifatteoritis, tidakmatematis yang menggunakanrumus statistic dansebagainya.

IV.     GambaranTokoh

Tokoh yang menjadinarasumberpadapenelitian kali ini, ialahbapakhendriseorangstafkantor yang bekerja di gerejajawa NEHEMIA. Bapakhendritelahbekerjasebagaistafkantorgerejasejaktahun 2004, dengansukarela. Dilihatdaripengalamankerjanya, bapakhendripastimengetahuijelastentangbagaimanainteraksisosialpenganut agama nasrani (protestan) di sekitargereja. Pak hendriinijugajelasmengetahuiapasajakegiatan-kegiatansosial yang dilakukanpihakgereja, di sekitargerejamaupun di beberapadaerah.

Di sampingaktivbekerjasebagaistafkantorgereja NEHEMIA, pak….. jugamasihaktivmengikutimajlis-majlispengkajianajaran agama di gereja.

V.     Analisis

Gerejajawa NEHEMIA telahberdirisejaktahun 1986, di lebakbulus Jakarta selatan.Yang didirikanolehbapakRaulusPrawito, yang menjabatsebagaipendetasekaligusmentrikeuanganpadasaatitu.Sebelumgerejainiberdiri, gerejainitidakmemilkitempatpastiatauselaluberpindah-pindah.Gerejaini, disebutgerejajawa, karenamemangmayoritasbanyakjamaahnya yang berasaldaridaerahjawa.Gerejainitidakinginmengurangiunsuretnisparajamaahnya, semuainiterlihatdaripelaksanaanibadahnya yang masihmenggunakanbahasajawadan Indonesia.

Dalamgerejaini, terdapat 4 pendetadan 17 stafkaryawandankantor yang bertugas. Semuastafkaryawan yang bekerja di gerejaini, terbilangbekerjadengansukarela.Dan pendeta-pedeta yang mengimamigerejaini, mayoritasberpendidikansarjana theology darisekolahtinggitheologiya Indonesia.Karenapenganutnasrani, selalumengangkatpendetabukanhanyadarikapasitaske-Aamaan yang dimiliki, melainkandilihatdarilatarbelakangpendidikanpendetaitusendiri.

Membahastentanginteraksisosial, pengelolagerejamaupunjamaahgerejainisangatramahdantidakmembeda-bedakan agama dalamkehidupansosial di sekitarnya.Semuainiterlihatdaribegituramahnyaparastafgerejasaatmenyambutkedatangan kami untukmengadakanwawancara.Gerejainijugatelahmendirikanbeberapalembagapemasyarakatan.Seperti BALKESMAS (balaikesehatanmasyarakat) yang beradatidakjauhdarigereja NEHEMIA sendiri.Balaikesehatanini di dirikangunamenunjangkesehatanmasyarakatsekitartanpamemprioritaskanjamaahataupunpenganut agama nasrani (protestan).Takhanyaitu, pihakpengelolagerejajugaseringmengadakan "pasarmurah" di depangereja, demi menggalangkerukunansosialpenganut agama lain di lingkungangereja.

Pengelolagerejadanparapenganutnyabiasamelakukankegiatansosialpadahari-haribesarnasrani.Yaitu, padaharirayaPaskahdanHari Raya Natal.MerekabiasamelakukankegiatansosialberupaBaktiSosial yang tertujuakanpadasebuahpantiasuhan.Tapisayangnya, setiapkegiatanbaktisosial yang dilakukanpadahari-harirayaNasraniterbilanghanyamemprioritaskanpadapenganutajaran agama nasrani (protestan).

 

 

Oleh : Meteor Mardiansyah

NIM : 1112051000127

Meteor Mardiansyah_KPI 1D_Tugas ke 5

Interaksi dan Keterlibatan Pondok Pesantren Dalam Kehidupan Sosial

 

Meteor Mardiansyah
11120510001
27
KPI 1
d

 

 I.      Latar Belakang

Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pembelajaran dan pendidikan yang religius, dimana di setiap aktivitas sehari-hari para santri lebih banyak berasaskan keagamaan, khususnya agama islam. Bahkan hingga disiplin yang di terapkan dalam pondok pesantren banyak ditekankan pada  kgiatan-kegiatan keagamaan, mulai dari mengaji qur'an mengaji kitab-kitab, bermuhadarah (berpidato) hingga kegiatan-kegiatan lainnya. Dan tak hanya itu, di dalam pondok pesantren juga ditekankan disiplin berbahasa seperti bahasa arab dan inggris. Saat ini, pondok pesantren di Indonesia telah berkembang sangat pesat, tak hanya pondok pesantren yang konsentrasinya hanya kepada bidang pendidikan keagamaan saja yang berkembang.

Selaras dengan berkembangya pendidikan podok pesantren dan prestasinya dalam keilmuan, maka tak heran lalu bermunculan pondok-pondok pesantren yang tak hanya fokus dalam bidang pendidikan Agama tetapi bidang pendidikan umum  (exact) pun diterapkan  dalam pembelajarnnya. Pondok pesantren ini dikenal dengan pondok psantren modern. Pondok-pondok pesantren modern kini juga telah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum di sekitarnya, bahkan tak heran di masa modern saat ini pesantren-pesantren modern juga mampu mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional. Di lihat dari sangat pesatnya perkembangan pondok ppesantren dan keilmuan para santrinya yang berprestasi. Dan telah populernya pondok pesantren dalam dunia pendidikan, Pihak kementrian agama dan pendidikan pun tak segan memberikan akreditas MBI, Madrasah Bertaraf Internasional bagi pondok-pondok pesantren yang terlihat mumpuni dan memenuhi syarat.

Pondok pesantren merupakan wadah pendidikan yang bercorak islami, yang mengajarkan dan mendidik para santrinya bukan hanya dalam keilmuan agama dan keilmuan exacta (umum). Tetapi pondok pesantren adalah suatu tempat pendidikan yang juga mendidik mental dan karakter para santrinya. Serta sangat teliti sekali dalam pembentukan moral dan etika, aklaqu al-karimah.

Dilihat dari peranan podok pesantren yang begitu besar dan penting, khususnya di Negara yang berpenduduk mayoritas islam. Tak khayal untuk kita mengetahui bagaimana keterlibatan pondok pesantren dalam kehidupan sosial, dan interaksi sosialnya dengan sekitar lingkungannya maupun dalam lingkungan pondok pesantren sendiri.

Bagaimana pondok pesantren ini menyiarkan dan mempropagandakan pendidikan islam hingga pesat seperti ini?, bagaimana interaksi sosial di sekitar pondok dan bagaimana tanggapan? dan pandangan para orang tua santri hingga mempercayai anaknya untuk di sekola kan di pondok pesantren?. Semua ini akan di bahas dalam penelitian kali ini, yang kan membahas semua kegiatan, interaksi dan keterlibatan pondok pesantren dalam kehidupan sosial di dalam maupun di luar lingkungan pondok.

Pembahasan dalam penelitian kali ini, akah di analisa sebuah lembaga pendidikan podok pesantren yang bertempat di gintung jayanti tangerang,banten. Yaitu pondok pesantren Al-Istiqomah yang merupakan pondok modern yang memiliki prestasi yang mengagumkan dalam bidang keilmuan, agama dan bahasa.

II.      Pertanyaan Pokok

1.      Bagaimana interaksi sosial pondok pesantren ini dengan penduduk setempat?  Lalu bagaimana keterlibatan penduduk setempat dalam ruang lingkup pondok pesantren?

Pertanyaan ini di ajukan guna mendapatkan informasi yang signifikan perihal interaksi sosial sebuah lembaga pendidikan pondok pesantren ini dengan penduduk setempat. Serta mengulas informasi-informasi sebenarnya tentang keterlibatan pondok pesantren dengan kehidupan sosial dan bagaimana keterlibatan penduduk sekitar dalam ruang lingkup pondok pesantren ini.

III.      Metodelogi Penelitian

 

a.    Waktu dan tempatpenelitian

Penelitian ini dilakukan pada sebuah pondok pesantren Al-Muhajirin, yang terletak di Anggrek kel. Cileungsi Bogor Jawa Barat. Dan waktu yang dipilih untuk melaksanakan penelitian ini ialah pada hari sabtu 15 Desember 2012. Objek dan tema penelitian kali ini ialah menganalisa interaksi sosial sebuah pondok pesantren modern dengan lingkungannya dan mencari tahu bagaimana keterlibatan penduduk setempat dengan kegiatan-kegiatan di dalam pondok, dan lembaga pendidikan pondok pesantren kali ini ialah pondok pesantren Al-Muhajirin.

b.    Jenismetodelogipenelitian

Metode penelitian yang dipilih pada penelitian ini ialah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif mungkin sangat sesuai pada penelitian kali ini, karena dilihat dari kondisi di pesantren yang memang sepi pada hari sabtu. Metode ini pun dapat menghadirkan informasi-informasi yang signifikan dan bersifat alami. Metode kualitatif merupakan metode penelitian yang bersifat deskriptif  yang mendeskripsikan info-info yang fakta berdasarkan lisan maupun tulisan, dan kualifikasi data-data dari metodelogi ini bersifat teoritis, tidak matematis yang menggunakan rumus statistik dan sebagainya. Metodelogi ini juga banyak memiliki banyak fungsi, khususnya untuk mendapatkan data-data yang sebenarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.

IV.      Gambaran Tokoh

Tokoh yang menjadi Narasumber kali ini ialah Ust. Ubaydillah Spi, yang juga alumni pondok pesantren Al-Muhajirin yang lulus pada tahun 2002. Mendapatkan gelar sarjana dari UIN SUNAN GUNUNG JATI, lalu beliau mendapatkan beasiswa dari Departemen Agama untuk melanjutkan study pascasarjana di UI salemba, 2004.

Analisa

 

Pondok pesantren Al-Muhajirin berdiri di sebuah desa yang bernama desa pasir angin, pada pada 16  januari 1988 masehi. Didirikan oleh KH.Muhajirin.  Pondok Pesantren Al-Muhajirin memiliki santri kurang lebih mencapai 400 santri. Berdiri di atas kurang lebih 5 hektar tanah. Pondok pesantren ini, di kenal sebagai pondok pesantren modern yang sangat ketat sekali dalam menekankan disiplin berbahasa pada para santrinya. Al-Muhajirin juga menerapkan pendidikan ilmu umum dan ilmu exact dalam metode pendidikannya. Dan sudah terlihat bagaimana prestasi pondok ini dalam bidang pendidikan umum dan bahasanya, bahkan pondok pesantren ini pun terkenal karena disiplin berbahasa para santrinya. Tek heran jika lulusan Al-Muhajirin dapat berbicara bahasa arab dan inggris.

Mungkin nama Al-Muhajirin sudah familiar dan tak asing lagi di wilayah Cileungsi. Karena di lihat dari prestasi-prestasi yang di dapatkan para santrinya dan sistem disiplin pondoknya yang berjalan rapih..

 Landasan pemikiran pondok pesantren Al-Muhajirin adalah sebuah institusi pendidikan islam yang moderat dan berdiri untuk semua golongan. Al-Muhajirin juga memiliki visi dan misi yaitu menciptakan  kader yang muknmin, muttaqiin dan raaskhiina fiil ilmi. Al-Muhajirin sendiri memiliki sifat dan karakteristik yaiu berdiri " diatas dan untuk semua golongan. Ini berarti, ponpes tidak terikat dengan satu aliran tertentu atau salah satu golongan organisasi masyarakat sosial (ormas) tertentu. Ponpes Al-Muhajirin juga mengajarkan nilai2 keislaman yang santun, moderat, toleran dan inclusive.

Berbicara tentang interaksi sosial, pondok pesantren Al-Muhajirin sangat selalu bergotong royong dengan masyarakat sekitar. Karena masyarakat sekitar sangat memperngaruhi berdirinya pondok dan berjalannya system-sistem pondok pesantren. Karena eratnya hubungan sosial masyarakat sekitar, hamper semua karyawan yang bekerja di Al-Muhajirin berasal dari penduduk setempat. Begitu pula penduduk setempat, yang bertergantungan dengan Al-Muhajirin. Karena menurut penduduk sekitar, berdirinya pondok Al-Muhajirin ini memberikan berkah bagi kehidupan para penduduk. Maka terlihat dari pada ini, terjadilah saling menguntungkan (simbio mutualisme). Tak sampai di situ, anak-anak para penduduk sekitar pun di bolehkan bersekolah di Al-Muhajirin secara gratis.

Pondok Al-Muhajirin pun sering sekali membuat dan melaksanakan program-program dalam kehidupan bersosialisasi dengan penduduk. Seperti, mendirikan lembaga kesehatan bagi penduduk sekitar, membuka lapangan kerja, menyantuni anak yatim dan kaum dhu'afa sekitar pondok dll. Pada hari raya islam pun Al-Muhajirin tak pernah lupa untuk selalu mengadakan bakti sosial dan tindakan-tindakan sosial dengan para penduduk sekitar pondok.

 

Oleh : Meteor Mardiansyah

NIM : 1112051000127

 

                                                              

Meteor Mardiansyah_KPI 1D_Tugas ke 4

MENELITI SEORANG SOSOK BERPENGARUH DAN PENGARUHNYA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN SOSIALISASINYA

Meteor Mardiansyah
11120510001
27
KPI 1
d

 

 I.      Latar Belakang

Dalam dunia keilmuan pada konteks kemahasiswaan yang telah berkembang pesat, terlihat dari banyaknya organisasi, instansi, hingga lembaga yang terbentuk dari campur tangan para alumni mahasiswa. Serta terujinya kualitas keilmuan kelompok-kelompok tersebut. Maka tak ayal untuk kita, agar menorehkan sedikit pandangan kita terhadap beberapa kelompok-kelompok tersebut. Guna mengetahui  bagaimana substansi perkembangan kapasitas keilmuan para mahasiswa secara intens. Baik dalam ruang lingkup lokal, nasional, bahkan hingga jenjang internasional (global).

Berdirinya suatu instansi, organisasi, dan bahkan suatu lembaga pendidikan. Bukan saja terlihat dari dasar apa dan bagaimana instansi, organisasi dan lembaga itu berdiri secara historis dan kronologis. Tetapi penting juga kita lihat sosok seseorang di balik layar yang berperan penting dalam pembentukan dan perkembangannya. Seorang sosok, yang memiliki karakter juang tinggi, mental kuat, intelektual (memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni) dan memiliki integritaslah yang mampu melahirkan sebuah organisasi atau lembaga dan menyetirnya menuju sebuah perkembangan yang fantastik..

Mungkin tak heran, jika banyak orang yang mengenal wadah-wadah tersebut hanya melihat dari nama, citra, dan kapasitas kualitasnya serta pengaruhnya. Tanpa mengenal siapa sosok tokoh yang sangat berpengaruh inclusive di dalamnya. Maka teramat penting bagi kita untuk menyelesaikan tugas mulia mengenalkan dan mengenang jasa-jasa seorang tokoh berpengaruh di dalamnya.

Berbicara tentang tokoh, maka tak heran lagi terlintas dalam benak kita, bahwa seorang tokoh ialah seorang yang sangat penting dan berpengaruh pada sekitarnya. Terlihat dari segala aspek, mulai dari eksistensi kelompoknya, konsep dan ide sosok tersebut dan seberapa besar pengaruh sang sosok terhadap lembaga atau komunitas yang dipimpin atau dicetuskannya. Hingga kini pengaruh tersebut masih dapat dirasakan para penerus yang diwarisi tonggak perjuangan maupun para pemuda-pemuda, khususnya para pemuda yang terhimpun dalam wadah-wadah tersebut. Maka amat layak para tokoh tersebut mendapatkan apresiasi dan menjadi contoh pembelajaran bagi anak-anak yang kelak menjadi penerus-penerusnya, menuju sebuah tujuan yang mulia.

Pada kesempatan peneltian kali ini, akan terulas tuntas bagaimana kita mendalami ide dan konsep tokoh tersebut hingga dapat melahirkan organisaasi atau lembaga dan memberikan pengaruh positive terhadap lembaga tersebut dan anggotanya.

Objek penelitian yang dilakukan kali ini, tertuju pada seorang tokoh berpengaruh dalam dunia keilmuan dan keorganisasian mahasiswa. Yaitu, bapak Drs. SuhadiM.a yang merupakan seorang tokoh pendiri dan penggerak dalam organisasiAl-Hijriyah, yang juga menjadi tauladan para adik-adiknya. Dan dalam hulu hilir perjuangannya yang sangat menginspirasi, hingga ia di nobatkan sebagai tokoh berpengaruh dalam keorganisasaianAl-Hijriyah.

II.      Pertanyaan Pokok

1.       apa yang di lakukan sang tokoh dalam perkembangan organisasi ini? Dan konsep apa yang ditanamkan dalam keorganisasian ini, sehingga dapat mencapai titik perkembangan yang  terlihat dari kapasitas keilmuan para anggotanya?

Pertanyaan ini di ajukan kepada seorang sosok perpengaruh yang juga merupakan tokoh penggerak dan pengembang sebuah organisasi, guna melihat bagaimana eksistensinya dalam organisasi tersebut. Serta menganalisa bagaimana seorang tokoh tersebut membeikan konsep dan ide, menjadi motivator, dan menggerakan sebuah organisasi. Sehingga ia dapat menjadi seorang tokoh berpengaruh yang menjadi tauladan dan inspirasi bagi para pemuda yang melanjutkan estafet perjuangannya menuju tujuan mulia.

III.      Metodelogi Penelitian

 

a.    Waktu dan tempat penelitian

Penelitian ini di lakukan pada kediaman sang tokoh yang bertempat di kandang besar, ujung Palimanan,Cirebon JawaBarat. Dan waktu pelaksanaan penelitian ini ialah pada hari sabtu, 8 desember 2012. Objek penelitian kali ini ialah, meneliti serta menganalisa seorang tokoh berpengaruh dalam sebuah ruang lingkup organisasi mahasiswa. Serta mencari tahu bagaimana pengaruh sang tokoh di dalam maupun di luar organisasi.

b.    Jenis  metodelogi penelitian

Metode penelitian yang dipilih pada penelitian ini ialah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif mungkin sangat sesuai pada penelitian kali ini, karena dilihat dari kondisi di gereja yang memang sepi pada hari senin. Metode ini pun dapat menghadirkan informasi-informasi yang signifikan dan bersifat alami. Metode kualitatif merupakan metode penelitian yang bersifat deskriptif  yang mendeskripsikan info-info yang fakta berdasarkan lisan maupun tulisan, dan kualifikasi data-data dari metodelogi ini bersifat teoritis, tidak matematis yang menggunakan rumus statistik dan sebagainya. Metodelogi ini juga banyak memiliki banyak fungsi, khususnya untuk mendapatkan data-data yang sebenarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.

 

IV.      Gambaran Tokoh

 

Tokoh yang menjadi Narasumber kali ini ialah bapak Drs. SuhadiM.a, yang juga merupakan pendiri, penggerak serta motivator organisasi Al-Hijriyah yang berdiri pada tahun 2001, yang sosoknya selalu di segani, dan juga menginspirasi para anggota dan alumni organisasi tersebut  berkat kinerjanya, Al-Hijriyah dapat berkembang bukan hanya menjadi yayasan santri dan mengumpulkan alumni dari almamternya tapi menjadi salah satu organisasi mahasiswa ynag cukup dikenal, karena memang Organisasi ini di dirikan secara historis atas dasar kekeluargaan alumni pondok Buntet pondok pesantren Buntet yang melanjutkan studinya di perguruan tinggi.

BapakSuhadi, seorang tokoh yang lahir pada 29 Agustus 1968 ini,  merupakan alumni pondok pesantren Daar el-qolam yang lulus pada tahun 1984. Lalu meneruskan jenjang pendidikannya ke bidang aqidah fisafat dan Mendapatkan gelar sarjana dari IAINSunan Kalijaga, Jogjakarta Dan mendapatkan beasiswa dari Departemen Agama untuk melanjutkan study pascasarjana di IAIN Jakarta. Hingga mendapatkan gelar M.a

Bapak Suhadi ini juga merupakan salah satu santri terbaik Daar El-Qolam, dan tak hanya itu ia juga pernah di nobatkan sebagai mahasiswa terbaik Universitas Islam Negri (UIN) Jakarta pada tahun 1988-1989. Semasa kemahasiswaanya, pak Suhadi ini juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan HMI, dan pernah menjabat sebagai pengurus cabang HMI, cirebon. Serta pernah menjadi ketua umum FSD (Forum Silahturahmi Daar el-Qolam) selama 2 periode pada tahun 2001-2005.  

 

V.      Analisa

 

Organisasi Al-Hijriyah berdiri pada tahun 2001, yang dipelopori oleh bapak Suhadi dan kawan-kawan. Di Cirebont. Al-Hijriyah merupakan suatu organisasi mahasiswa sekaligus yayasan santri yang didirikan berasaskan kekeluargaan dan kesetaraan alumni Daar el-Qolam dan Buntet yang berlandaskan al-Quran dan Sunnah. Organisasi ini bersifat Independen dan memiliki fungsi sebagai organisasi kader dan perekatan kekeluargaan Podok pesantren Daar el-Qolam dan buntet.

Dengan keinginnan kuat dan bertujuan mulia. Serta dengan gagasan bapak Suhadi yang memandang bahwa perlunya di bentuk suatu wadah untuk Para alumni. Karena di lihat dari potensi-potensi alumni yang terlihat mumpuni dalam bidang keilmuan tetapi tidak memilki wadah, maka timbulah keinginan untuk membuat sebuah organisasi kekeluargaan yang menjadi wadah pelatihan dan pembelajaran serta wadah megasah potensi para Alumni. Terlahirah organisasi Al-Hijriyah

Berkat ide-ide dan konsep bapak Suhadi, serta motivasinya pada para anggota. Organisasi ini berkembang hingga ke daerah-daerah.

BapakSuhadi, merupakan sosok yang menjadi suri tauladan para anggota terlihat dari sumbangsih keilmuan dan gagasan-gagasan penting yang di cetuskan bapakSuhadi. Bapak Suhadi selalu menerapkan pendekatan secara emosional pada para anggotanya yang juga adik-adik kelas beliau. Hingga banyak tercetaknya alumni-alumni Daar el-Qolam maupun Buntet yang mumpuni dalam keilmuan dan juga berpengaruh dalam Organisasi-organisasi mahasiswa hingga masyarakat.

Tak hanya dalam organisasi ini sendiri, bimbingan dan motivasi bapak Suhadi secara terus menerus di berikan kepada Alumni, murid dan masyarakat sekitarnya. Hingga ia memang layak menjadi sosok inspirator yang berpengaruh dalam dunia keilmuan.

Dedikasi dan eksistensi bapak Suhadi sungguh sangat patut menjadi contoh dan suri tauladan. Karenanya organisasi ini dapat berkembang dan menjadi wadah penting bukan hanya memprioritaskan wadah tersebut sebagai wadah alumni pondok pesantren, tetapi juga wadah mahasiswa secara umum. Tak hanya itu, hingga kini pengaruh keilmuan, motivasi dan ide-ide bapakSuhadi selalu menjadi hal yang istimewa dan dapat menjadi suatu terobosan perkembangan organisasi Al-Hijriyah.

 

Oleh : Meteor Mardiansyah

NIM : 1112051000127

 

Meteor Mardiansyah_KPI 1D_Tugas ke 3

MAHASISWA YANG MENJADI SEORANG MENJADI FIGUR TELADAN DALAM KONTEKS ORGANISASI MAHASISWA

Meteor Mardiansyah
11120510001
27
KPI 1
d

 

 I.      Latar Belakang

Mahasiswa sebagai kaum terpelajar, tentunya akrab dengan daya nalar dan kritis. Daya tersebut disalurkan dengan berbagai macam cara. Diantaranya, menuliskan gagasan lalu menyebarluaskannya, menggelar aksi simpatik (unjuk rasa), mengadakan mediasi dengan siapapuun yang dirasa berkepintangan dan memiliki wewenang. khususnya di indonesia, hal-hal yang disebutkan tadi dianggap seperti harga mati bagi mahasiswa.

Bukan hanya mengamati realita sosial yang terjadi di negaranya, mahasiswa Indonesia juga menumbuhkan daya-daya tersebut dalam lingkup yang lebih kecil, seperti dalam lingkup kampus. Bahkan ada juga yang berpendapat, daya-daya tersebut ditumbuhkan bertahap. Mulai dari lingkup yang lebih kecil seperti universitas. Benang merahnya, ada pada keberadaan stake holder yang juga terdapat dalam Negara. Universitas sebagai institusi, memiliki segala kemungkinan tepat dan kurang tepat mengenai kebijakan dan hal lainnya. Dipengaruhi juga oleh iklim demokrasi yang menuntut asas keterbukaan. Disitulah peran mahasiswa sebagai pengawas dan teman berunding dalam konteks kebijakan universitas.

Atas dasar itulah lembaga pers atau jurnalistik, seerta organisasi kejurnalistikan dalam kampus, dibutuhkan sebagai media informasi seluruh mahasiswa dalam universitas. Bukan hanya itu, lembaga-lembaga dan organisasi tersebut juga sangat berguna sebagai wadah pembelajaran mahasiswa, guna mencetak mahasiswa yang kritis dan piawai dalam dunia jurnalistik. Dunia Jurnalistik mahasiswa, seakan menjadi pintu gerbang dan jendela informasi bagi mahasiswa lainnya untuk memudahkan penyamaan visi dan misi setelah peran jurnalistik mahasiswa sebagai pemegang peran terpenting dalam asas keterbukaan yang independen agar segala informasi mengenai kebijakan dan hal-hal lain tentang universitas tidak menjadi propaganda satu pihak saja.

Tentu, dibalik lembaga pers atau organisasi kejurnalistikan mahasiswa, secara umum tentu ada sosok dan tokoh dibelakangnya yang menjaga keberlangsungan organisasi tersebut tetap berada pada relnya, dan tetap dalam posisinya sebagai elemen keterbukaan (demokrasi). Bahkan dapat menuntun kemajuan dan pencitraannya.

Pada penelitian kali ini, sang peneliti akan meneliti sebuah organisasi mahasiswa yang bergerak dalam bidang jurnalistik. Yaitu, organisasi TERAS, sebuah orgnisasi mahasiswa dalam lingkup kampus khususnya dalam fakultas dakwah dan komunikasi. Yang menjadi sebuah wadah pembelajaran kejurnalistikan serta menjadi media informasi mahasiswa.

II.      Pertanyaan Pokok

1.       apa saja yang di lakukan sang tokoh dalam perkembangan organisasi ini? konsep apa yang ditanamkan dalam keorganisasian ini, sehingga eksistensinya dapat diakui oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya?

Gagasan pertanyaan ini, diajukan guna mendapatkan informasi-informasi atas apa saja yang dilakukan sang tokoh dalam perkembangan sistem-sistem keorganisasian. Serta mencari tahu bagaimana sang tokoh memberi gagasan dan ide hingga dapat menuntun organisasi ini kepada titik pencitraan yang diakui oleh mahasiswa-mahasiswa di sekitarnya.

III.      Metodelogi Penelitian

 

a.    Waktu dan tempat penelitian

Penelitian ini di lakukan di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang lebih spesifiknya di fakultas Dakwah dan Komunikasi. Tempat sang tokoh melanjutkan studinya, serta beraktivitas. Waktu pelaksanaan penelitian ini, pada hari jum'at 7 desember 2012.

Objek penelitian kali ini ialah, meneliti serta menganalisa seorang tokoh berpengaruh dalam sebuah ruang lingkup organisasi mahasiswa. Serta mencari tahu bagaimana pengaruh sang tokoh di dalam maupun di luar organisasi.

b.    Jenis  metodelogi penelitian

Metode penelitian yang dipilih pada penelitian ini ialah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif mungkin sangat sesuai pada penelitian kali ini, karena dilihat dari kondisi di gereja yang memang sepi pada hari senin. Metode ini pun dapat menghadirkan informasi-informasi yang signifikan dan bersifat alami. Metode kualitatif merupakan metode penelitian yang bersifat deskriptif  yang mendeskripsikan info-info yang fakta berdasarkan lisan maupun tulisan, dan kualifikasi data-data dari metodelogi ini bersifat teoritis, tidak matematis yang menggunakan rumus statistik dan sebagainya. Metodelogi ini juga banyak memiliki banyak fungsi, khususnya untuk mendapatkan data-data yang sebenarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.

 

IV.      Gambaran Tokoh

 

Tokoh sekaligus narasumber pada penelitian kali ini ialah kanda Muhammad Hasbul. Seorang mahasiswa kelahiran pamekasan Madura, 8 maret 1989. Seorang santri lulusan ppondok pesantren Daarul Ulum, banyumas jawa timur tahun 2008. Lalu melanjutkan studinya ke perguruan tinggi di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Pada jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Kanda Hasbul, juga masih berkecimpung dalam pendidikan kemahasiswaan, smester 7. Kanda hasbul, tidak hanya aktif di organisasi TERAS sendiri, sebagai Ketua. Dia juga aktif dalam organisasi LSMD (Lembaga Studi Mahasiswa Dakwah) sebagai ketua. Tidak hanya aktif  organisasi mahasiswa dalam kampus. Ia juga aktif di organisasi mahasiswa luar kampus. Seperti, HMI sebagai anggota, FKMSB (Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyumas) sebagai sekertaris umum, dan Formad (Forum Madura) sebagai Humas.

Kanda Hasbul merupakan seorang mahasiswa yang memiliki kapasitas keilmuan yang cukup dalam dunia jurnalistik dan komunikasi. Dilihat dari prestasinya, ia pernah menjadi salah satu mahasiswa dalam program pertukaran mahasiswa dengan Negara Malaysia. Juga pernah mendapatkan juara 2 dalam kejuaraan "film pendek" di Amerika.

V.      Analisa

Teras merupakan suatu organisasi mahasiswa yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan komunikasi. Seperti redaksi, fotografi, desain karikatur, editor dan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan jurnalistik.  Organisasi ini didirikan pada tahun 2010, yang didirikan oleh akmal fauzi. Organisasi mahasiswa dalam kampus ini, didirikan dalam ruang lingkup fakultas Dakwah dan Komunikasi yang diprioritaskan untuk mahasiswa jurusan KPI.

Kanda Hasbul juga terlibat dalam membidani lahirnya dan berdirinya organisasi TERAS. Yang didirikan guna menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa fakultas untuk dijadikan wadah praktek dan belajar dalam bidang jurnalistik.

Kanda Hasbul adalah  mahasiswa sekaligus anggota teras yang selalu mendisiplinkan pelatihan rutin kejurnalistikan. Ia juga selalu mengayomi para anggota yang juga teman dan adik-adik kelasnya, memotivasi dan tidak mendiskriminasikan para anggota dari segi generasi kemahasiswaan. Terlihat dari eksistensinya yang loyal dan rendah hati, ia selalu menyamaratakan semua anggota teras, ia juga beranggapan bahwa dirinnya juga tetap sebagai anggota yang tidak ada bedanya dengan anggota-anggota linnya. Ia pun beranggapan bahwa kemampuannya dalam bidang jurnalistik masih belum bisa dibedakan dengan orang-orang berpengalaman lainnya, dan masih tetap belajar bersama para anggota lainnya.

Berkat eksistensinya dalam organisasi, TERAS mampu menjadi organisasi dalam kampus yang citranya dikagumi mahasiswa dalam kampus, khususnya dalam fakultas dakwah dan Komunikasi. Dan bulletin-buletin Teras sangat berpengaruh dalam jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, dan setiap beritanya bukan hanya mencakup dalam Fakultas saja, tetapi juga mencakup kegiatan-kegiatan sekitar kampus. Dalam Kampus maupun luar kampus.

Kanda Hasbul telah menjadi sosok dan figure berpengaruh yang disukai dan disegani oleh para anggota dalam organisasi Teras. Hingga setiap eksistensi, gagasan, dan idenya dalam lingkup organisasi ini, selalu di respon positif oleh para anggotanya walaupun terlebih dulu dikritisi dan adanya perdebatan.  

                                                                                        

Oleh : Meteor Mardiansyah

NIM : 1112051000127

 

Cari Blog Ini