Sabtu, 20 April 2013

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Surya Wiratama_Tugas ke-6

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial

Metodologi berasal dari bahasa Yunani "metodos" dan "logos". Kata "metodos" terdiri dari dua suku kata yaitu "metha" yang berarti melalui atau melewati dan "hodos" yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. "Logos" artinya ilmu. Metodologi adalah ilmu-ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji.

Banyak orang yang menyamakan istilah antara metode dan metodologi yang padahal memiliki pengertian yang berbeda di antara keduanya. Metodologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang metode-metode yang dipergunakan dalam penelitian. Sedangkan metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan sistem sosial adalah sejumlah kegiatan atau sejumlah orang yang mempunyai hubungan timbal balik relatif konstan. Hubungan sejumlah orang dan kegiatannya itu berlangsung terus menerus.

Istilah "sistem" berasal dari bahasa Yunani "Systema"yang mempunyai pengertian :

a) Suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian.

b) Hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen secara teratur.

media adalah sesuatu yang merupakan bagian di dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik seperti yang diungkapkan Gearlach dan Ely dalam Fathurrohman dan Sutikno (2007: 65) bahwa "media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap".

 

Metodologi dipengaruhi Indikator Sosial

Metodologi dalam praktek

Indikator sosial -> Segmentasi massa di pengaruhi oleh

1.      Intelektualitas

2.      Ekonomi

3.      Wilayah/adat/nilai

 

Konstruksi pesan

·         Kepentingan apa

·         Idealisasi ide

·         Membangun apa /visi

Jumat, 19 April 2013

Tokoh Ekoman_Arundhati Roy_Muhammad Iqbal_PMI 6


TOKOH EKOLOGI MANUSIA
Arundhati Roy
Memanusiakan Dunia dengan Kata dan Aksi
Oleh: Muhammad Iqbal Abdul Ghofur
"Manusia adalah produk lingkungannya", itu adalah sebuah kalimat yang tidak asing yang saya temukan didalam Jurnal Perempuan edisi ke-21 yang selanjutnya akan memperkenalkan tokoh perempuan dari India, Arundhati Roy.
Berbicara ekologi manusia bukan hanya berbicara tentang pengetahuan dan pemahaman, bukan sekadar tentang hubungan alam dan manusia, akan tetapi hubungan manusia dengan alam serta hubungan manusia dengan Tuhan-nya.
Dia adalah Arundhati Roy, seorang perempuan yang dibesarkan dilingkungan umat budha, Kristen dan Islam, lingkungan tiga keyakinan yang saling bersebrangan. Ayahnya seorang Budha di Ibunya seorang yang beragama Kristen, perceraian kedua orang tuanya  memberikan dampak yang kurang baik bagi kehidupannya, ibu dan ayahnya mengalami perceraian. Namun, disinilah kiranya saya menemukan titik awal kehidupan seorang aktivis yang dilahirkan di Ayemenem, sebuah kampung kecil di Provinsi Kerala, India.

Kamis, 18 April 2013

Perspektif Psikologi Sosial Muhammad Farid Tugas ke 2


Nama               : Muhammad Farid
Nim                 :1111054000003

perspektif dalam psikologi sosial

Ada 4 perspektif menurut Hasan Mustafa :

1.     Perilaku
Pendekatan ini awalnya diperkenalkan oleh John B. Watson (1941, 1919). Pendekatan ini cukup banyak mendapat perhatian  dalam psikologi di antara tahun 1920-an s/d 1960-an. Ketika Watson memulai penelitiannya, dia menyarankan agar pendekatannya ini tidak sekedar satu alternatif bagi pendekatan instinktif dalam memahami perilaku sosial, tetapi juga merupakan alternatif lain yang memfokuskan pada pikiran, kesadaran, atau pun imajinasi. Watson menolak informasi instinktif semacam itu, yang menurutnya bersifat "mistik", "mentalistik", dan "subyektif". Dalam psikologi obyektif maka fokusnya harus pada sesuatu yang "dapat diamati" (observable), yaitu pada "apa yang dikatakan (sayings) dan apa yang dilakukan (doings)". Dalam hal ini pandangan Watson berbeda dengan James dan Dewey, karena keduanya percaya bahwa proses mental dan juga perilaku yang teramati berperan dalam menyelaskan perilaku sosial.

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya Muhammad Farid


Nama     : Muhammad Farid
Nim        : 1111054000003

Dinamika kota besar
Pengertian
          Manusia adalah makhluk sosial yang sering merasa tidak puas dengan sesuatu yang telah dicapainya. Dinamika yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga dinamika pada kelompok sosial. Perubahan dan perkembangan yang terjadi pada satu
masyarakat akan berbeda antar satu dengan yang lainnya.
          Keluarga sebagai tempat awal seorang manusia yang dilahirkan dan menerima proses sosialisasi sejalan dengan perjalanan waktu, maka akan mengalami perkembangan.

Dinamika kelompok sosial diartikan sebagai proses interaksi dan interdependensi antaranggota kelompok atau antara kelompok yang satu dengan kelompok lain dapat mengakibatkan terjadinya perubahan. Menurut beberapa tokoh ada 2 macam pendekatan yang dapat dipakai, yaitu:

Tugas-tugas Psikologi Sosial Ahmad Afandi

Teori-teori dasar dalam Psikologi Sosial
Ahmad Afandi            1111054000007
Pengembangan Masyarakat Islam 4
Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, dan keinginan manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial. Interaksi social terbentuk karena dipengaruhi oleh tindakan social, kontak social, dan komunikasi social. Hubungan antar manusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur dari masyarakatnya. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri, mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan masyarakat.

Rabu, 17 April 2013

Dinamika Kota Besar dan Dampak Pisikologis_Fevi Saleha

fevi saleha 1111054000024
Dinamika Kota Besar dan Dampak Pisikologis Masyarakat

Kota merupakan sebuah teritori yang pengertianya terus berubah sejalan dengan dinamika kota itu sendiri. Dalam konsep Jawa contohnya, tak dikenal dengan istilah kota. Yang ada hanya negara, dan wilayah itu ke mana pun "orang pergi ke luar tanpa melintasi sawah". Sementara orang Melayu menyebutnya Bandar: tempat persinggahan kapal-kapal, bongkar muat barang, dan lain-lain. Pemahaman ini tentunya datang dari mereka yang akrab dengan laut. Jadi kota/Bandar dalam hal ini merupakan gerbang. Jadi, kota di sini bisa diartikan dengan suatu batas, karena gerbang merupakan batas.
Perkembangan Masyarakat Kota.
·        Aspek ekonomi, dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan, alat pembayaran tidak hanya uang (dengan kartu kredit)
·        Aspek social, kelompok kekerabatan mulai memudar diganti kelompok berdasarkan kepentingan yang sama, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
·        Aspek politik, masyarakat mulai tanggap dan kritis terhadap kehidupan politik, sehingga lebih dinamis.
·        Aspek budaya, keterbukaan terhadap dunia luar menyebabkan masyarakat kota merasa lebih modern bila mengadaptasi budaya asing dan mulai meninggalkan budaya tradisional.

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_ Semyanka Rizki Kurnia _ Tugas 5

Metode berasal dari Bahasa Yunani "Methodos'' yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari "Medium" yang secara harfiah berarti "Perantara" atau "Pengantar" yaitu perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001). Sedangkan dalam bahasa arab media berasal dari kata "wasaaila" artinya pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Cricitos, 1996).

DINAMIKA KOTA BESAR DAN DAMPAK PSIKOLOGIS PADA PERLAKU MASYARAKAT oleh Fachrul Rodzi


Fachrul Rodzi   

1111054000004
Pengembangan masyarakat islam 4
Dinamika kota besar dan dampak psikologis  pada perilaku masyarakat
            Kehidupan masyarakat indonesia sejak kemunculannya di kepulauan nusnatara ini sepanjang waktu selalu mengalami dinamika, dimulai dari kelompok - kelompok kecil  hingga membentuk bangsa yang begitu besar. Pada awalnya kehidupan masyarakat membentuk suatu komunitas kecil yang ada disuatu pelosok, kemudian membentuk suku bangsa. Setelah itu, masyarakat yang membentuk suatu komunitas tersebut terus mengalami perkembangan budaya yang diciptakannya.
Perkembangan budaya ini tidak tumbuh dan berkembang di masyarakat itu sendiri tetapi diikuti oleh pengaruh pengaruh budaya yang datang dari luar, pengaruh pengaruh tersebut diantaranya pengaruh agama budaya bahasa dari luar, seperti dari India, Arab Islam, dan Eropa. Pengaruh budaya dari luar turut memperkaya budaya masyarakat. Bangsa Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk dalam perkembangannya menimbulkan berbagai suku bangsa dengan kebudayaan yang berbeda, sehingga perbedaan suku bangsa diikuti dengan agama yang berbeda beda pula karena dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan yang berbeda yang berasal dari luar.

Prof. Dr. Otto Sumarwoto tokoh pejuang lingkungan Taufik Ramadhan

Prof. Dr. Otto Sumarwoto, seorang tokoh lingkungan, putra terbaik bangsa yang tak ternilai lagi karya-karyanya dan peranannya dalam memberikan solusi dalam penanganan lingkungan hidup. Pria kelahiran Purwokerto pada 19 Februari 1926 sepanjang hidupnya diabdikan untuk kelestarian lingkungan hidup.Otto Sumarwoto menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di Temanggung tahun 1941 dan MULO di Yogyakarta tahun 1944. Otto merupakan Anak keenam dari 13 bersaudara dari ayah seorang pegawai DPU zaman Belanda. Pada waktu muda Otto bercita-cita jadi ahli pertanian, namun ia sempat nyasar menjadi pelaut, hanya karena senang melihat kapal. Dia memasuki Sekolah Tinggi Pelayaran di Cilacap (1944), kemudian sempat menjadi Mualim Kapal Kayu (1944-1945).
Namun cita- citanya menjadi ahli pertanian tak pernah padam. Maka selepas menamatkan Sekolah Menengan Atas di Yogyakarta tahun 1947, dia mendaftar di Fakultas Pertanian Klaten. Namun tiba-tiba Belanda datang menyerbu Indonesia, kemudian Otto bergabung ke TRIP 1948 – 1949. Setelah situasi tenang, pada tahun 1949 dia kembali kuliah di Fakultas Pertanian UGM, dan lulus dengan cum laude pada tahun 1954. Kemudian dia pun semangat mengajar di almamaternya. Sebelumnya dari tahun 1952, dia sudah menjadi Asisten Botani Fakultas Pertanian UGM.Setelah lulus sebagai insinyur pertanian dari UGM, dia menjabat Asisten Ahli Fakultas Pertanian UGM pada 1955. Kemudian meraih gelar Doktor filosofi tanaman (Plant Physiology) dari Universitas California, Berkeley, AS dengan disertasi berjudul "The Relation of High Energy Phospate to Ion Absorption by Excised Barley Roots" pada tahun 1960. Saat pulang ke Indonesia, Otto kembali ke UGM dan menjadi Guru Besar Ilmu bercocok tanam di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM.

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologi Kepada Masyarakat_NUR HALIMAH


DINAMIKA KOTA BESAR DAN DAMPAK PSIKOLOGINYA KEPADA MASYARAKAT
NUR HALIMAH (PMI 4)
Tugas ke-5
Secara bahasa dinamika sendiri bila diartikan dalam dua hal, yaitu secra kelompok adalah gerak atau kekuatan yang dimiliki sekumpulan orang di masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan pada tata hidup masyarakat yang bersangkutan, sedangkan secara sosial adalah gerak masyarakat secara terus menerus yang menimbulkan perubahan. [1]
Kota sendiri adalah sebuah literatur yang dewasa ini tumbuh begitu pesat. Bentuk perkotaan merupakan akibat langsung dari cara-cara terorganisirnya suatu masyarakat. Oleh karena itu, dalam suasana yang timpang, tidaklah mengherankan jika kota-kota besar juga mengalami ketimpangan, karena di dalam kota besar banyak sekali permasalahan yang sangat kompleks, dimana kota sebagai sentral bagi setiap daerah. [2]

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya Budhi Baihakki

Budhi Baihakki (1111054000010)
Pengembangan Masyarakat Islam 4
Psikologi Sosial
Tugas ke 5
Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya Kepada Perilaku Masyarakat
Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Pengertian "kota" sebagaimana yang diterapkan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi.
Kota yang telah berkembang maju mempunyai peranan dan fungsi yang lebih luas lagi antara lain sebagai berikut :
1.      Sebagai pusat produksi (production centre)
2.      Sebagai pusat perdagangan (centre of trade and commerce)
3.      Sebagai pusat pemerintahan (political capital)
4.      Sebagai pusat kebudayaan (culture centre)

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya_Iis Sudiyanti


Tugas ke 5 (Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya kepada Masyarakat)
Nama : Iis Sudiyanti_Nim : 1111054000006_PMI4_Fak:Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi
Ciri-ciri type masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
Ø  Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
Ø  Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
Ø  Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
Ø  Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
Ø  Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
Ø  perubahan-perubahan tampak nyata  dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya kepada Masyarakat_SITI NURAINI

SITI NURAINI         PMI4              1111054000013          Psi. Sosial
Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya Kepada Perilaku Masyarakat

Pengertian Kota dan Masyarakat
Secara pengertiannya, kota adalah kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Sedangkan masyarakat berarti sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan  masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu :
  1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  2. Orang-orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
  3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologis Terhadap Masyarakat

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologis Terhadap Masyarakat[i]
Oleh : Ahmad Munsorif[ii]
1111054000008
Kota merupakan sebuah teritori yang pengertianya terus berubah sejalan dengan dinamika kota itu sendiri. Dalam konsep Jawa contohnya, tak dikenal dengan istilah kota. Yang ada hanya negara, dan wilayah itu ke mana pun "orang pergi ke luar tanpa melintasi sawah". Sementara orang Melayu menyebutnya Bandar: tempat persinggahan kapal-kapal, bongkar muat barang, dan lain-lain. Pemahaman ini tentunya datang dari mereka yang akrab dengan laut. Jadi kota/Bandar dalam hal ini merupakan gerbang. Jadi, kota di sini bisa diartikan dengan suatu batas, karena gerbang merupakan batas.

Kota Besar dan Dampak Psikologisnya_Syifa toyyibah

Syifa Thoyyibah (1111054000020)
PMI 4
Tugas ke 5

Dinamika Kota Besar dan Dampak Psikologisnya Kepada Perilaku Masyarakat
Dinamika sosial berarti bahwa manusia dan masyarakat selalu berkembang serta mengalami perubahan, yang dalam prosesnya berlangsung secara cepat maupun lambat.Sebab-sebab terjadinya dinamika sosial : Berubahnya struktur kelompok sosial, Pergantian anggota kelompok, Perubahan situasi sosial dan ekonomi.
1.     Perkembangan Masyarakat Kota.
Ø  Aspek ekonomi, dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan, alat pembayaran tidak hanya uang (dengan kartu kredit)
Ø  Aspek social, kelompok kekerabatan mulai memudar diganti kelompok berdasarkan kepentingan yang sama, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
Ø  Aspek politik, masyarakat mulai tanggap dan kritis terhadap kehidupan politik, sehingga lebih dinamis.
Ø  Aspek budaya, keterbukaan terhadap dunia luar menyebabkan masyarakat kota merasa lebih modern bila mengadaptasi budaya asing dan mulai meninggalkan budaya tradisional.

Selasa, 16 April 2013

Dinamika Kota Besar Dan Dampak Psikologi Kepada Perilaku Masyarakat

Nama  : Nur Fajrina ( PMI 4 )
Nim     : 1111054000009
Dinamika Kota Besar Dan Dampak Psikologi Kepada Perilaku Masyarakat
Pengertian dinamika
Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah. Sedangkan Dinamika sosial berarti bahwa manusia dan masyarakat selalu berkembang serta mengalami perubahan, yang dalam prosesnya berlangsung secara cepat maupun lambat.
Adapun sebab-sebab terjadinya dinamika sosial di dalam masyarakat yakni : (1) Berubahnya struktur kelompok sosial, (2) Pergantian anggota kelompok, (3) Perubahan situasi sosial dan ekonomi.

Tugas 1; (Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa)/ NurOktaviani(109051000126)

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa
Pendahuluan
Manusia pada dasarnya sudah mempelajari apa itu sosiologi karena manusia selama hidupnya telah menjadi anggota masyarakat yang hidup dan selalu terlibat dalam hubungan sosial. Hubungan social tersebut bisa berasal dari hubungan dalam keluarga, lingkungan tempat tingga, sekolah, dan tempat sosialisasi lainnya yang pernah mereka datangi. Pengalaman yang didapat dalam mempelajari kebudayaan yang merupakan hasil sebuah perkembangan yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal tersebut merupakan pengetahuan yang manusia dapat yang bersifat sosiologis. Pengetahuan yang diperoleh tersebut adalah karena ikut sertanya manusia dalam hubungan-hubungan sosial.

Dinamika kota besar dan dampak psikologi pada masyrakat

M.IRHAMNI (1111054000014)
Pengembangan Masyarakat Islam 4
Dinamika Kota besar
Perkembangan Masyarakat Kota
  • Aspek ekonomi, dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan, alat pembayaran tidak hanya uang (dengan kartu kredit)
  • Aspek social, kelompok kekerabatan mulai memudar diganti kelompok berdasarkan kepentingan yang sama, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
  • Aspek politik, masyarakat mulai tanggap dan kritis terhadap kehidupan politik, sehingga lebih dinamis.
  • Aspek budaya, keterbukaan terhadap dunia luar menyebabkan masyarakat kota merasa lebih modern bila mengadaptasi budaya asing dan mulai meninggalkan budaya tradisional
1.     Perkembangan masyarakat desa menjadi masyarakat kota
Masyarakat kota bisa terjadi karena adanya perkembangan masyarakat desa. Hal ini bisa berlangsung secara lambat (evolusi) maupun secara cepat (revolusi). Perubahan secara evolusi berlangsung sangat lama dan tidak direncanakan, yang terjadi karena dorongan pemenuhan kebutuhan yang lebih kompleks. Sedangkan perubahan secara revolusi berlangsung cepat dan bersifat mendasar. Misalnya revolusi industri di Inggris, memberi pengaruh yang sangat besar pada perkembangan desa untuk menjadi masyarakat kota yang berbasis IPTEK.
2. 

kisah pejuang ekologi _MayaIndahJumanten _PMI 6

KISAH PEJUANG EKOLOGI
"Laksamana Malahayati"
Bicara soal pejuang ekologi manusia, disini ada perempuan hebat, ada sedikit cerita tentang sosok perempuan lain yang berbeda generasi dari RA Kartini.  Perempuan yang untuknya tidak ada lagu pujian. Pahlawan yang jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya.  Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati..
Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Pada saat dibentuk pasukan yang prajuritnya terdiri dari para janda yang kemudian dikenal dengan nama pasukan Inong Balee, Malahayati adalah panglimanya (suami Malahayati sendiri gugur pada pertempuran melawan Portugis). Konon kabarnya, pembentukan Inong Balee sendiri adalah hasil buah pikiran Malahayati. Malahayati juga membangun benteng bersama pasukannya dan benteng tersebut dinamai Benteng Inong Balee.

Tokoh-Tokoh Ekologi_Moch. Irfan jaya_Com-dev 6


Nama              : Moch Irfan Jaya
Jurusan          : Pengembangan Masyarakat Islam
Tokoh Ekologi Tanah Betawi
H. Chaerudin: Si Jampang Penyelamat Kali Pesanggrahan
Sosok sederhana yang selalu mengenakan pakaian khas betawi, lengkap dengan peci dan goloknya, ini memiliki kenangan indah saat mudanya dulu memancing ikan di Kali Pesanggrahan.Kicauan burung yang begitu merdu menghiasi suasana di pinggir kali. Selain itu, aneka satwa lain juga dapat dengan mudah ditemui.
Namun, kondisi di akhir 1980-an sangatlah jauh berbeda. Pinggiran Kali Pesanggrahan jadi tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga. Akibatnya air kali menjadi hitam kelam.
Kenangan itulah yang kemudian mendorong H. CHAERUDIN (54 tahun), atau akrab disapa Bang Idin, bertualang, selama lima hari enam malam, menyusuri Kali Pesanggrahan ke hulunya di Kaki Gunung Pangrango sejauh 136 km dengan berjalan kaki atau berakit batang pisang.
Ia mencari tahu apa saja yang masih tersisa di sepanjang aliran kali. Pohon apa saja yang tak lagi tegak, satwa apa saja yang lenyap, ikan apa saja yang minggat, dan mata air mana saja yang alirannya tersumbat.

KISAH SUKSES PEJUANG EKOLOGI_NURUL VIVI ARYANTI PULUNGAN_TGS KE-3

Nama : Nurul Vivi Aryanti P
Kisah Sukses Para Pejuang Atau Tokoh Lingkungan
Apa yang dilakukan?
Haji Chaerudin pejuang betawi yang menghijaukan bantaran kali pesanggrahan
H. Chaerudin (54 tahun), atau akrab disapa Bang Idin, bertualang  menyusuri Kali Pesanggrahan ke hulunya di Kaki Gunung Pangrango sejauh 136 km dengan berjalan kaki atau berakit batang pisang. Ia mencari tahu apa saja yang masih tersisa di sepanjang aliran kali. Pohon apa saja yang tak lagi tegak, satwa apa saja yang lenyap, ikan apa saja yang minggat, dan mata air mana saja yang alirannya tersumbat.
Ia wujudkan hutan wisata seluas 40 hektar di tepi Kali Pesanggrahan, Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di sana, pria yang dalam kesehariannya selalu berpakaian Betawi lengkap dengan peci dan golok ini membebaskan pengunjung memetik hasil hutan sembari memancing ikan di kali. "Gratis asal tidak merusaknya,"
Usahanya dimulai dengan membersihkan sampah. Langkah awal ini ternyata tidak mudah. Berkali-kali beliau bersitegang dengan orang-orang gedongan, disebut orang gila, sering diinterogasi dan ditangkap aparat.

perempuan pejuang sukses ekologi_Mia Maisyatur R_tugas ke 3


Nama               : Mia Maisyatur R (1110054000022)
Tugas               : ekologi manusia
PEJUANG SUKSES EKOLOGI
Click to enlarge image 02.jpg
-          PROFIL
Murniwati boru harahap atau Murniwati Harahap, begitulah sapaan akrab untuk wanita pecinta dan peduli lingkungan ini. Ia lahir di Rantau Parapat, Sumatera Utara, 31 Agustus 1944.  Ia adalah seorangt pejuang penghijauan hutan bakau di wilayah Jakarta Utara, atau dikenal sebagai pengelola dan pencipta Taman Wisata Alam (TWA). Meskipun kediamannya adalah di Bandung dan di wilayah Warung Buncit Jakarta Selatan, ia lebih mencintai hasil karyanya di Taman Wisata Alam dan menganggapnya sebagai rumah kediamannya.
Taman Wisata Ala mini tepatnya didaerah Jakarta Utara belakang perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), tak jauh dari pantai dan perumahan yang kini dihuni oleh sebagian banyak diantara memreka adalah orang-orang hedonis. Disanalah Murniwati mengelola hutan mangrove atau sering kita kenal sebagai hutan bakau. Ia mengelola hutan tersebut seluas 99,82 hektar.

-         

Kisah Pejuang Ekologi_Resa Purnama_Tugas3

Perempuan Indonesia Mendapat Penghargaan Lingkungan Hidup Goldman
Aleta Baun (Foto: Goldman Environmental Prize)Seorang perempuan Indonesia bernama Aleta Baun menjadi salah satu dari enam pemenang penghargaan Goldman Prize. Aleta Baun atau Mama Aleta berhak mendapat $150 ribu atau Rp1,4 miliar yang diberikan pertama kali dalam upacara khusus, Senin, 15 April 2013 di San Francisco Opera House. Pernyataan resmi dari Goldman Prize menyebut prestasi Aleta adalah, "Dengan mengorganisir ratusan warga desa setempat untuk secara damai menduduki tempat-tempat penambangan marmer dalam suatu "protes sambil menenun," Aleta Baun menghentikan pengrusakan tanah hutan yang sakral di Gunung Mutis di pulau Timor."
Menurut biografi Aleta di situs Goldman Prize, pada 1980an pemerintah di Mollo, Timor Barat, memberikan izin pada perusahaan pertambangan marmer untuk memotong batu-batu marmer dari pegunungan di kawasan Mollo. Pemerintah setempat melakukannya tanpa meminta izin penduduk lokal. Seiring dengan semakin banyaknya penggundulan hutan serta pertambangan, longsor menjadi hal biasa, begitu juga dengan polusi air dan kesusahan hidup bagi penduduk desa di hilir sungai. 
         

Cari Blog Ini