Rabu, 11 September 2013

Nadiyah Ulfah KPI 1C_Tugas 1_Definisi Sosiologi

Definisi Sosisologi Menurut Para Ahli

 

        I.            Definisi Sosiologi menurut Auguste Comte merupakan sebagai ilmu tentang masyarakat.

 

      II.            Definisi sosiologi menurut Petirim A. Sorokin ialah sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari hal berikut ini:

1.       Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial.

2.       Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial.

3.       Ciri-ciri umum daripada semua jenis gejala-gejala sosial.

 

    III.            Definisi sosiologi menurut McGee(1977) sebagai berikut:

1.       Sebagai studi tentang kelompok-kelompok manusia dan pengaruh mereka terhadap perilaku individu.

2.       Sebagai studi tentang tatanan sosial dan perubahan sosial.

3.       Sebagai pencarian sebab-sebab sosial dari hal-hall, cara-cara diman fenomena sosial mempengaruhi perilaku manusia.

4.       Bersifat empiris, artinya ilmu pengetahuan tersebut didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak spekulatif.

5.       Bersifat komulatif, artinya tteori-teori sosiologi dibentuk atas teori-teori yang sudah ada, dalam arti memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori yang lama.

6.       Bersifat monetis, artinya aspek yang dipersoalkan bukanlah baik-buruknya fakta tertentu, tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara teoritis (Syarbaini, 2002:10).

 

    IV.       Definisi sosiologi menurut Roucek dan Warren ialah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok.

 

      V.        Definisi sosiologi menurut william F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff adalah penilitian secara ilmiah terhadapinteraksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

 

    VI.     Definisi sosiologi menurut J.A.A van Doorn dan C.J. Lammers adalah ilmu pengetahuan dengan struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

 

  VII.    Definisi sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Seolaiman Seomardi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

 

VIII.    Definisi Sosiologi menurut Y.B.A.F Mayor Polak adalah sebagai berikut:

1.       Ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antarhubungan diantara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, baik formil maupun materil, baik statis maupun dinamis.

2.       Sosiologi bukanlah mempelajari apa yang diharuskan atau apa yang diharapkan, maka dengan sendirinya pengetahuan tentang apa yang ada, selanjutnya menjadi bahan untuk bertindak dan berusaha


Definisi Sosiologi menurut hasan Shadily adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu (kutipan Sosiologi Masyarakat Indonesi

  Definisi sosiologi menurut Soerjono Soekanto merupakan sebagai ilmu sosial yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional dan empiris, serta bersifat umum.

 

 

 

Perbedaan Definisi Antar Penemu

 

                Dari berbagai pendapat para penemu tentang definisi sosiologi dapat disimpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antar masyarakat dengan lingkungannya. Berikut ini, beberapa perbedaan antar definisi dari masing-masing penemu:

 

        I.            Menurut Comte fokus dalam sosiologi yaitu tingkah laku manusia dalam konteks sosial.

      II.            Menurut Petirim A. Sorokin sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik gejala sosial, hubungan timbal balik gejala sosial dengan gejala non sosial. Dan hubungan timbal balik dari macam-macam gejala.

    III.            Menurut Mc Gee sosiologi bersifat empiris, teoritis, komulatif, dan monetis.

    IV.            Menurut Roucek dan Warren sosiologi merupakan ilmu tentang manusia dengan kelompoknya.

      V.            Menurut William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff sosiologi ilmu tentang penilitian secara ilmiah.

    VI.            Menurut J.A.A van Dorn dan C.J Lammers sosiologi ilmu kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  VII.            Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman soemardi sosisologi ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial.

VIII.            Menurut Y.B.A.F Mayor Polak sosiologi ilmu yang dipelajari secara pasti yang ada pada kenyataannya.

    IX.         Menurut Hassan Shadily sosiologi ilmu yang menyelidiki ikatan-ikatan manusia yang menguasai kehidupan pada saat itu.

        I.            Menurut Soerjono Soekanto pada dasarnya sosiologi itu ialah ilmu yang bersifat umum.

        I.    



 

Aida_KPI1A_Tugas1Sosiologi_Definisi Sosiologi menurut para ahli


DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI
1.      Menurut August comte
August Comte berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Artinya sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi, lembaga-lembaga dan peradaban.

Ayu Triana PMI 3_Tugas1_Masalah Sosiologi Perkotaan



1.      Tindak kejahatan
Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian. Misalnya, ada yang mencuri ternak, hasilpertanian,hasil hutan, dan sebagain. Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.

Arianne Sarah PMI 3_Tugas1_Permasalahan Sosiologi Perkotaan

Seluruh Negara yang ada di bumi ini memiliki satu wilayah yang dapat dikatakan sebagai Ibu Kota Negara. Begitupun dengan Negara Indonesia. DKI Jakarta menjadi Ibu Kota Negara dari Republik Indonesia (RI). Menjadikannya sebagai pusat pemerintahan, pusat informasi dan komunikasi, pusat ekonomi, pusat bisnis mulai dari bisnis berskala kecil hingga besar, sampai menjadi pusat berbagai macam permasalahan dan persoalan tumbuh dan berkembang menjadi satu di Ibu Kota  ini.

Lianti Meida_KPI 1C_Definisi Sosiologi dan Perbandingan


TEORI SOSIOLOGI
1.      CLOUDE HENRI SAINT SIMON (1760-1825)
Saint Simon mengembangkan teori sosiologi konservatif. Dalam teori konservatif, Saint Simon ingin mempertahankan kehidupan masyarakat seperti apa adanya, tetapi ia tak ingin kembali ke kehidupan seperti di Abad Pertengahan sebagaimana yang di dambakan de Bonald dan de Maistre. Ia adalah seorang positivis yang berarti ia yakin bahwa studi fenomena sosial sebaiknya menggunakan teknik ilmiah yang sama seperti yang di gunakan dalam studi sains. Di sisi radikalnya, Saint Simon melihat perlunya reformasi sosialis terutama sentralisasi perencanaan sistem ekonomi.

khairul anam PMI3_tugas1_permasalahan-permasalahan sosiologi perkotaan

URBANISASI MERUPAKAN TANTANGAN KOTA BESAR
Oleh:  Khairul Anam
Sebelum saya menjelaskan terlalu jauh mengenai Manusia urban ini saya mencoba menjelaskaan dari dasar-dasar terlebih dahulu mengenai beberapa pengertian dan maksud dari setiap kata pada sub judul diatas baik yang bersumberkan dari para pemikir atau tokoh-tokoh terkemuka yang mana kredibilitasnya sudah tidak bisa kita tidak ragukan lagi. Yang saya berpatokan atau berefrensikan buku, artikel, internet dan lain-lain.

Ayu Triana PMI 3_Tugas1_Maasalah Sosiologi Perkoataan

Nama           : Ayu Triana

NIM             : 1112054000011

Mata Kuliah          : Sosiologi Perkotaan

 

1.      Tindak kejahatan

 

Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian. Misalnya, ada yang mencuri ternak, hasilpertanian,hasil hutan, dan sebagain. Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.

 

 

2.       Masalah sampah

 

Salah satu masalah sosial yang dihadapi masyarakat adalah sampah. Masalah sampah sangat mengganggu, terutama kalau tidak dikelolah dengan baik. Bagaimana dengan pengelolaan sampah di lingkunganmu? Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum menjadi masalah serius. Tapi, tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk. Masyarakat kota dan daerah padat penduduk menghasilkan banya sekali sampah. Sampah segera menumpuk jika tidak segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kebersihan, memikul tanggung jawab dalam mengelola sampah. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang ditumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit kulit, paru- paru, dan pernapasan. Karena itu, kalau kamu perhatikan, di lingkungan tempat tinggalmu ada selalu ada petugas sampah. Setiap bulan orang tuamu membayar iuran sampah. Pernahkah kamu mengalami keadaan di mana sampah tidak diangkut lebih dari satu minggu? Lingkungan menjadi bau, bukan? Bagaimana Pak RT dan masyarakat di lingkunganmu memecahkan masalah ini? Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya.

 

3.     Pencemaran lingkungan

 

Ada pencemaran air dan pencemaran udara. Apa yang menyebabkan pencemaran air seperti sungai, danau, waduk, dan laut? Perairan bisa tercemar karena ulah manusia, misalnya membuang sampah ke sungai dan menangkap ikan dengan menggunakan pestisida. Sungai, danau, atau waduk juga menjadi tercemar kalau pabrik-pabrik membuang limbah industri ke sana. Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air. Akhirnya, manusia juga menderita kerugian

Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik-pabrik. Kamu yang tinggal di kota pasti menghadapi masalah ini setiap hari. Kalau kamu habis jalan-jalan, coba usaplah wajahmu dengan kapasbersih. Apa yang kamu lihat pada kapas itu? Kapas itu akan menjadi hitam karena kotoran yang ada di wajahmu. Kotoran itu berasal dari debu dan asap kendaraan bermotor. Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor. Bayangkan apa yang terjadi dengan paru-paru kita, kalau kita menghirup udara yang sangat kotor seperti itu. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran udara. Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Kita sebagai warga negara sebaiknya ikut serta dalam program ini. Selain itu, kalau kita memiliki kendaraan bermotor, usahakan supaya kendaraan tersebut layak dipakai. Jangan sampai kendaraan milik kita mengeluarkan banyak asap. Kalau bepergian ke mana-mana, sebaiknya menggunakan kendaraan umum. Jumlah kendaraan di jalan jadi berkurang.

 

4.     Kebakaran

 

Masalah sosial lainnya yang juga sering dihadapi warga masyarakat di lingkunganmu adalah kebakaran. Siapa yang pernah melihat kebakaran? Kebakaran apa yang kamu saksikan itu? Apakah rumah atau hutan dan semak belukar? Apa yang terjadi ketika kebakaran? Api melahap segala sesuatu dengan cepat, bukan? Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya merupakan kebakaran pemukiman. Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Penyebabnya antara lain kompor meledak dan sambungan arus pendek (korsleting) listrik. Karena itu, masyarakat harus sangat hatihati dengan dua hal ini. Kebakaran pemukiman kumuh dan padat penduduk umumnya merusak sebagian bahkan seluruh rumah yang ada di sana. Ini disebabkan karena bahan-bahan yang dipakai untuk membangun rumah memang mudah terbakar. Selain itu, jalan masuknya sempit sehingga sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
Kebakaran pemukiman sangat menyusahkan warga. Kita harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan kita. Caranya antara lain sebagai berikut.
1. Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah.
2. Merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai mengelupas diganti.
3. Mematikan kompor setelah memasak.
4. Berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.
Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan banyak sekali. Asap kebakaran hutan mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hutan akan semakin berkurang. Kalau terjadi kebakaran, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran terdekat. Warga juga harus saling membantu memadamkan api. Dan yang juga penting adalah mencegah terjadinya kekacauan atau aksi pencurian yang biasanya ikut terjadi pada saat terjadi kebakaran.

 

5.     Rusaknya atau buruknya fasilitas umum


Coba sebutkan apa saja fasilitas umum di lingkunganmu? Beberapa fasilitas umum yang mudah dijumpai adalah sarana transportasi (kereta api, bis, angkot, kapal laut, kapal terbang), sarana pendidikan (sekolah), sarana kesehatan (Puskesmas, balai kesehatan ibu anak, Posyandu, rumah sakit), dan sarana hiburan (rekreasi). Bagaimana keadaan fasilitas umum ini di lingkunganmu? Apakah dalam keadaan baik atau rusak? Apa yang kamu lakukan kalau melihat fasilitas umum dalam keadaan rusak?

Mengapa buruknya fasilitas umum menjadi masalah sosial? Fasilitas umum digunakan secara bersama oleh masyarakat. Kalau fasilitas umum itu rusak, maka masyarakat tidak bisa menggunakannya. Apa yang terjadi jika bis-bis dan angkot rusak? Apa yang terjadi ketika kereta api rusak atau anjlok? Ratusan bahkan ribuan warga masyarakat terlantar. Mereka tidak bisa bepergian ke tempat lain. Mereka juga pasti menderita kerugian yang sangat besar. Coba kamu perhatikan keadaan fasilitas umum di lingkunganmu. Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak terpelihara, bukan. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal sudah tua dan kotor. Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya. Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian, masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.

6.     Perilaku tidak disiplin

 

Dalam hidup sehari-hari kita menjumpai banyak sekali perilaku tidak disiplin. Kita ambil contoh keadaan di jalan raya. Salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas adalah perilaku tidak disiplin. Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara lain sebagai berikut.
1. Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
2. Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
3. Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
4. Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
5. Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.

Masih banyak lagi contoh perilaku tidak disiplin dalam masyarakat. Misalnya perilaku tidak disiplin menempatkan sampah, tidak disiplin membayar pajak, tidak disiplin dalam antre, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan tiga lagi contoh perilaku tidak disiplin di lingkunganmu.

 

7.     Penyalahgunaan narkoba dan alkohol

 

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah obat untuk menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan rangsangan, contohnya morfin, heroin, dan kokain. Zat-zat yang tergolong narkoba umumnya dipakai dalam dunia medis. Siapa pun yang menggunakannya untuk tujuan di luar tujuan pengobatan (medis) tergolong tindakan yang salah. Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang sangat serius. Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.
Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum sangat berat. Mereka yang menggunakannya pun bisa dihukum. Demikian pula penggunaan alkohol. Agama telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat. Meskipun demikian, masih ada banyak orang yang menyalahgunakan alkohol. Kamu tahu apa yang terjadi kalau orang terlalu banyak minum alkohol? Orang itu akan mabuk. Dalam keadaan mabuk, orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Keadaan ini tentu akan mengganggu ketertiban masyarakat.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan alkohol? Masing-masing kita menahan diri untuk tidak menggunakannya. Kita juga mengingatkan saudara-saudara kita, teman, atau orang lain untuk menghindari hal ini. Kalau melihat ada penyalahgunaan narkoba, kita bisa melapor ke pihak berwajib.

 

8.     Pemborosan energi

 

Sumber energi berupa bahan bakar (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) suatu ketika akan habis. Sumber energi ini tidak dapat diperbarui. Karena itu, kita harus hemat memakainya supaya sumbersumber energi ini tidak cepat habis. Coba perhatikan keadaan di rumahmu? Apakah keluargamu termasuk orang yang menghemat energi? Bagaimana keluargamu memakai listrik? Bagaimana keluargamu memakai bahan bakar bensin atau solar? Apakah kamu memiliki mobil atau sepeda motor? Apakah dalam menggunakan bahan bakar bensin dan solar, orang tuamu termasuk orang yang boros. Kita bisa belajar menjadi hemat dalam menggunakan energi. Contoh cara menghemat energi antara lain sebagai  berikut.

1. Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan.
2. Bepergian naik kendaraan umum atau sepeda.
3. Memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya dari tumbuhtumbuhan, angin, air, dan matahari.

 

Sumber            : aurorazuhrufa.blogspot.com/2011/12/masalah-sosial-yang-terjadi di html

Diposkan oleh Aurora Zuhrufa Hamada di 21.47

 

Selasa, 10 September 2013

Firizky Alfatah KPI 1A_Tugas1_Definisi Sosiologi

DEFINISI – DEFINISI SOSIOLOGI

August Comte
August Comte mencetuskan pertama kali nama sociology dalam bukunya yang tersohor, Positive Philosophy, yang terbit pada tahun 1838 istilah sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti "kawan" dan kata yunani logos berarti "kata" atau "berbicara". Jadi sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat. Menurut Comte, di dalam hierarki ilmu, sosiologi menempati urutan teratas diatas astronomi, fisika, kimia, dan biologi (coster, 1977). Pandangan comte yang dianggap baru pada waktu itu adalah ia percaya bahwa sosiologi harus didasarkan pada observasi dan klasifikasi yang sistematis, dan bukan pada kekuasaan serta spekulasi.
( Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan) J.Dwi Narwoko – Bagong Suyanto (ed.)
 
Emile Durkheim
Menurut  Emile Durkheim tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial yakni sebuah kekuatan dan struktur yang bersifat eksternal, tetapi mampu mempengaruhi perilaku individu, dengn kata lain, fakta sosial merupakam cara-cara bertindak, berfikir, dan berperasaan, yang berada diluar individu, dan mempunyai kekuatan memaksa yang mengendalikannya. Yang dimaksud fakta sosial disini tidak hanya yang bersifat material, tetapi juga nonmaterial, seperti kultur, agama, atau institusi sosial.
( Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan) J.Dwi Narwoko – Bagong Suyanto (ed.)
 
Max Webber
Pendiri sosiologi lainnya, Max Webber, memiliki pendekatan yang berbeda dengan Durkheim. Menurut Webber. Sebagai ilmu yang mencoba memahami masyarakat dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam nya, sosiologi tidak semestinya berkutat pada soal-soal pengukuran yang sifat nya kuantitatif dan sekedar mengkaji pengaruh faktor-faktor eksternal, tetapi yang lebih penting sosiologi bergerak pada upaya memahami ditingkat makna, dan mencoba mencari penjelasan pada faktor-faktor internal yang ada di masyarakat itu. Para sosiolog keluar dari pikiran-pikiran ortodoks yang acap kali terlalu menekankan pada objektivitas dan kebenaran eksklusif. Dan secara terbuka mengajak untuk mengeakui relatifitas interpretasi. Secara substansial, pendekatan yang ditawarkan Webber memang berbeda dengan Durkheim. Tetapi justru karena hal itulah perkembangan sosiologi kedepan tidak pernah stagnan apalagi mati. Sebagai sebuah ilmu yang relatuf baru, perkembangan sosiologi justru selalu mencoba mencari bentuk dan memperbaiki berbagsi kekuranga yang ada.
( Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan) J.Dwi Narwoko – Bagong Suyanto (ed.)

Karl Marx
Karl Marx mengembangkan konsep sejarah perjuangan kelas, yaitu lahirnya kelompok borjuis (kelompok yang menguasai alat-alat produksi) dan kelas proletar (kelompok rakyat jelata yang tidak memiliki alat-alat produksi). Menurut Marx, kelompok proletar akan memberontak melawan kelompok borjuis dan melahirkan suatu masyarakat tanpa kelas.
Meskipun tidak pernah terwujud, namun pemikirannya tetap berpengaruh terhadap pemikiran para ahli sosiologi. pemikiran Marx pun dilatarbelakangi dan diilhami oleh perubahan sosial besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembangan pembagian kerja, khususnya yang terkait dengan kapitalisme
Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan) J.Dwi Narwoko – Bagong Suyanto (ed.)  


Sumber : Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan

IntanAfridaRafniKPI1B_Tugas1_DefinisiSosiologi

                                                        SOSIOLOGI
I. Nama- nama ahli Sosiologi
       Istilah sosiologi sendiri digunakan pertama kali oleh seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis yang bernama Auguste Comte (1798-1857), kemudian dikembangkan oleh Karl Marx (1818-1883), Herbert Spencer (1820-1903), Emile Durkheim (1858-1917), Max Weber (1864-1920), George Herbert Mead, dan tokoh-tokoh sosiologi dari Indonesia antara lain; Selo Soemardjan, soelaeman Soemardi, dan Hasan Shadily.

Santika Oktaviani Fajrin KPI 1A_Tugas1_Definisi Sosiologi


Definisi-definisi Sosiologi, menurut :
1.     August Comte
         
            Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi. Ia membawa pengaruh besar pada beberapa orang teoretisi sosiologi yang lebih kemudian (khususnya Herbert Spencer dan Emile Durkheim). Comte mengembangkan pandangan ilmiahnya, "positivisme", atau "filsafat positif", untuk menyerang apa yang dipandangnya sebagai filsafat negatif dan destruktif Pecerahan. Comte mengembangkan fisika sosial, atau yang pada tahun 1839 disebutnya sebagai sosiologi.

AyuWidiaSetiaMurni KPI 1B_tugas1_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI 
Auguste Comte (1798-18570
Comte mengembangka fisika sosial atau yang pada tahun 1839 disebut sosiologi.
Ilmu ini menurutnya akan menjadi ilmu yang dominan, adalah ilmu yang mempelajari social statics ( statika sosial atau struktur sosial yang ada) dan social dynamics (dinamika sosial atau perbuhan sosial.)
Pendekatan Comte, Yakni teoti evolusinya atau hukum tiga tingkatan. Teori yang dikemukakanya menyatakan adanya tiga tingkatan intelektual yang harus dilalui duinia sepanjang sejarahnya. Menurutnya, tak hanya dunia yang akan melalui proses ini, teatpi juga kelompok masayarakat,ilmu pengetahuan,individu,bahkan pemikiran berkembang melalui tiga tahap yang sama.
Pertama, tahap teologis yang menjadi karakteristik dunia sebelum era1300. Sistem gagasan utamanya menekankan pada keyakinan bahwa kekuatan adikodrati, tokoh agama dan keteladanan kemanusiaan menjadi dasar segala sesuatu. Dunia sosial dan alam fisik khususnya dipandang sebagai ciptaan Tuhan. Kedua, tahap metafisik yang terjadi kira-kira 1300-1800. Ditandai oleh keyakinan bahwa kekuatan abstraklah yang menerangkan segala sesuatu ,bukan dewa-dewa personal. Ketiga, tahap positivistik yang ditandai olehkeyakinan terhadap ilmu sains, manusia mulai cenderungmenghentikan penelitian terhdap penyebab asbsol ut (Tuhan dan alam) dan memusatkan perhatian pada pengamatanterhadap alam fisik dan dunia sosial trehdap guna mengetahui hukum-hukum yang mengaturnya. 
Emile Durkheim (1858-1917)

Anjani Naka Murti KPI 1A_Tugas1_Definisi Sosiologi

Definisi – Definisi sosiologi
A.     August Comte
Comte mengembangkan fisika sosial atau yang pada 1839 disebutnya sosiologi (Pickering,2000). Penggunaan istilah fisika sosial jelas menunjukan bahwa Comte berupaya agar sosioalogi meniru model "hard sciences". Ilmu baru ini, yang menurut pandangannya akhirnya akan menjadi ilmu dominan, adalah ilmu yang mempelajari social statics dan sosial dynamics.

Yumaretsa Ridwan KPI 1A_Tugas1_Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

Definisi-Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli
1. Auguste Auguste Comte (1798-1857)
Auguste Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi. Ia yakin bahwa studi sosiologi akan menjadi ilmiah. Comte mengembangkan fisika sosial yang pada 1839 di sebut sosiologi. Ilmu baru ini, yang menurut pandangannya akhirnya akan menjadi ilmu dominan. Menurutnya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari social statics (statika sosial atau struktur sosial yang ada) dan social dynamics (dinamika sosial atau perubahan sosial).
Comte membagi gejala sosial masyarakat menjadi dua yakni, sosiologi statis dan sosiologi dinamis. 

Aanisa Natasya Wulandari KPI 1A_Tugas1Sosiologi_DefinisiSosiologi


Nama : Aanisa Natasya Wulandari
Kelas : KPI 1A
NIM : 1113051000036
Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli
A.    Auguste Comte
Menurut Comte, sosiologi adalah hukum tentang kemajuan manusia dikatakan dalam buku course de philosophie positive bahwa manusia akan melewati tiga jenjang dalam hidupnya yaitu jenjang teologi, jenjang metafisika, dan jenjang positif.

dwikihandikapmi3_tugas1masalahsosiologiperkotaan

Dampak positif dan negatif sepertinya semakin sulit di hindari dalam pembangunan sehinnga selalu diperlakukan usaha untuk lebih mengembangkan dampak positif pembangunan serta mengurangi dan mengantisipasi dampak negatifnya gelandangan dan pengemis (gepeng) merupakan salah satu dampak negatif pembangunan. Khususnya pembangunan perkotaan keberhasilan percepatan pembangunan di wilayah perkotaan dan sebaliknya keterlambatan pembangunan di wilayah pedesaan mengundang arus imigrasi desa-kota yang antara lain memunculkan gepeng karena sulitnya pemukiman dan pekerjaan di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Vicky Dianiya KPI 1A_Tugas 1_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI


Auguste Comte
                Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi (Pickring, 2000; Turner, 2001). Ia membawa pengaruh besar pada beberapa orang teoretisi sosiologi yang lebih kemudian (khususnya Herbert Spencer dan Emile Durkheim). Ia percaya bahwa studi sosiologi haruslah ilmiah, sebagaimana yang dirintis teoretisi klasik dan sosiolog-sosiolog kontemporer.
        

Desty Aryani KPI 1B_Tugas 1_Definisi Sosologi

Devinisi Sosiologi
1.      Auguste Comte (1798-1857)
 
August Comte merupakan bapak sosiologi yang pertama memberikan nama pada ilmu sosiologi (yaitu dari kata socius dan logos), Ia mempunyai anggapan bahwa sosiologi terdiri dari dua bagian pokok yaitu social statistics dan social dynamics. Sebagai social statistics  sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan . Sedangkan social dynamics meneropong lembaga-lembaga tersebut berkembang sepanjang masa.
Menurut Comte, masyarakat harus diteliti atas dasar fakta-fakta objektif dan menekankan pentingnya penelitain-penelitian perbandingan antara masyarakat yang berlainan.
 
2.      Emile Durkheim (1858-1917)
 
Menurut Emile Durkheim, sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial. Emile Durkheim juga menekankan pentingnya penelitian perbandingan, karena sosiologi adalah ilmu mengenal masyarakat.
 
3.      Max Waber (1864-1920)
 
Menurut Max Waber sosiologi adalah ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang aksi-aksi sosial. Ia berusaha memberikan pengertian mengenai perilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab-sebab terjadinya interaksi sosial.
Max Waber juga terkenal dengan teori ideal typus. Yang dimaksud ideal typus adalah alat untuk menganalisis gejala-gejala dalam masyarakat.
 
4.      Karl Marx (1818-1883)
 
Pemikiran Marx dilatarbelakangi dan diilhami oleh perubahan sosial besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembangan kerja, khususnya yang terkait dengan kapitalisme.
 
Sumber : Sosiologi suatu pengantar,  Soerjono Soekanto.

Arga Pebrian KPI 1 B_Tugas1_Definisi Sosiologi

Sosiologi menurut :
    
1. Auguste Comte

Comte mengatakan bahwa ilmu sosiologi harus didasar pada pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode histori secara sistematis.
Objek-objeknya pun harus berupa fakta. Dia juga menyumbangkan pemikiran yang mendorong perkembangan sosiologi yang dikenal dengan hokum manusia dan hokum tiga jenjang.
Dalam pandangannya, Comte berpandangan bahwa sosiologi harus menggunakan metode positif.
Karena menurutnya, sosiolgi harus merupakan ilmu yang sama ilmiahnya dengan ilmu pengetahuan alam yang  mendahuluinya. (Sumber: Buku Pengantar Sosiologi _ Dr. Basrowi M.S)
 
2. Emile Durkheim

Menurutnya sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial.
Durkheim mengklasifikasikan sosiologi menjadi tujuh bagian berdasarkan pokok bahasannya

1. Sosiologi Umum
2. Sosiologi Agama
3. Sosiologi Hukum dan Moral
4. Sosiologi Tentang Kejahatan
5. Sosiologi Ekonomi
6. Sosiologi Masyarakat
7. Sosiologi Estetika

Durkheim melihat bahwa setiap manusia itu perlu yang namanya solidaritas. Dan dia membedakan antara dua tipe utama solidaritasya itu, solidaritas mekanik dan solidaritas organik (Sumber: Buku Pengantar Sosiologi _ Dr. Basrowi M.S)
 
3. Max Weber

Didalam sosiologi terapannya Weber memiliki pemikiran foralisme neoKantian dan neoidealis.
Weber menolak bahwa sosiologi tidak lebih dari sekedar formform melainkan aksi social itu sendiri.
Jadi, menurutnya sosologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan social (Sosiologi Klasik _ Wardi Bahtiar M.S)
Baginya kedudukan sosiologi (Agama) sangat dekat dengan sejarah dan filsafat dan merupakan suatu refleksi dan analisis sistematis terhadap masyarakat, kebudayaan, dan agama sebagai proyek agama.
Tujuannya hendak mengungkapkan pola-pola social dasar dan peranannya dalam menciptakan masyarakat. (Sosiologi Agama _ Hendro Puspito)
 
4. Karl Mark

Menurutnya, selama masyarakat masih tertbagi atas kelas-kelas, maka kelas yang berkuasa pun akan terhimpun segala kekayaan dan kekuatan, seperti kelas borjius dan kelompok proletar.
Meskipun anggapannya tidak pernah terwujud, namun pemikirannya mengenai stratifikasi social dan dan konflik tetap berpengaruh terhadap pemikiran sejumlah besar ahli sosiologi.
Seperti para tokoh sosiologi lainnya, pemikirannya pun dilatarbelakangi oleh perubahan social besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembangan  pembagian kerja. (Sumber: Pengantar Sosiologi _ Soerjono Soekanto)

Muhammadabdulmuhaiminas'adPMI3_tugas1_masalahsosiologiperkotaan


Sosiologi perkotaan   tentang kehidupan perkotaan
  Sosiologi perkotaan adalah suatu teori tentang menerangkan problematika social struktur kota. Dalam dimensinya sosilogi perkotaan ini berdampak pada satu kehidupan yang mana berbeda-beda dalam kelas kehidupanya, namun dalam masalah kebijakan, struktur dan tata ruang hidup perkotaan maka harus ada satu kebijakan yang penting tentang ilmu sosiologi perkotaaan itu sendiri. Dimensi paham sosiologi cukup relative dengan permasalahan-permasalahan yang berpusat pada perkotaan dan tata ruang metropolitan.

ImamRamadhanPmi3_Tugas1_MasalahSosiologiPerkotaan

Pembahasan
Perkotaan identik dengan kesemrawutan yang ada di daerah perkotaan tersebut mulai dari tatanan kota yang salah dan pembangunan tidak merata, Indonesia juga menghadapi masalah perkotaan yang cukup menekan khususnya sejak Pemerintahan Orde Baru tahun 1970-an di mana keamanan hidup di perkotaan makin meningkat dan pembangunan di kota-kota makin menggebu-gebu, ini merangsang urbanisasi berjalan dengan pesat dan tidak terkendali.

Robiyatul Adawiyah_KPI 1b_Tugas Definisi Sosiologi

Teori  sosiologi menurut 4 pakar

A.August Comte (1789-1857)
August comte dikenal sebagai bapak sosiologi, dialah yang memberikan nama terhadap ilmu sosiologi. Hal ini didasarkan pada pada keyakinan comte bahwa fenomena sosial juga merupakan subjek bagian dari hukum alam.

Rizka Fitriana Sari_Tugas1_Definisi Sosiologi

Rizka Fitriana Sari
1113051000119
A. DEFINISI SOSIOLOGI
1. Auguste Comte (1798-1857)
Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi. Ia membawa pengaruh besar pada beberapa orang teoretisi sosiologi yang lebih (khususnya Herbert Spencer dan Emile Durkheim). Ia percaya bahwa studi sosiologi haruslah ilmiah, sebagaimana yang dirintis teoritisi klasik dan sosiolog-sosiolog kontemporer.

Cari Blog Ini