Rabu, 16 Oktober 2013

Furqon_KPI 1B_Tugas6_Metode Sosiologi

METODE SOSIOLOGI
 
Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu Kualitatif dan Kuantitatif
1.      Metode kualitatif : mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan hasil penelitian berdasarkan dan pemaknaan terhadap data yang di peroleh. Metode Kualitatif terbagi dua macam, yaitu metode historis dan metode komparatif.
 
a)      Metode Historis, yaitu penelitian yang analisis datanya didasarkan pada peristiwa-peristiwa masa lampau untuk mengetahui kejadian saat ini
 
b)     Metode Kompararatif adalah penelitian dengan membandingkan antara kondisi masyarakat satu dan yang lain, dengan maksud untuk mengetahui perbedaan dan persamaan, disamping untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kondisi masyarakat yang demikian
 
2.      Metode Kuantitatif : cara penelitian yang dalam analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks, table, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistic
 
a)      Historical Method, yaitu suatu cara penelusuran terhadap kebudayaan serta           
struktur masyarakat yang telah lampau, untuk kemudian diambil contohnya untuk masa yang akan datang.
 
b)     Comparative Method, yaitu mebandingkan suatu masyarakat dengan masyarakat lain, satu kelompok dengan kelompok lain, satu kebudayaan dengan kebudayaan lain, sehingga akan diperoleh garis-garis persamaan yang berlaku umum. Dengan demikian, dapat memberikan prediksi terhadap perkembangan berikutnya dalam masyarakat.
 
c)      Statistical Method, yaitu untuk mengukur gejala-gejala sosial yang tampak secara kuantitatif kemudian di interpretasikan kedalam pemahaman umum.
 
d)     Case Study, yaitu menyelidiki peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kelompok masyarakat maupun lembaga-lembaga tertentu. 
 
 
 
 
 
Soerjono Soekanto
Mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat dua jenis metode atau teknik yang dipergunakan dalam sosiologi, yaitu :
1)      Metode kualitatif, mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar di ukur dengan angka-angka atau ukuran matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata dalam masyarakat.
 
2)      Metode Kuantitatif, peneliti mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat di ukur dengan menggunakan skala, indeks, table, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistic dimana gejala-gejala masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi.
 
                                                         

melatianggraini_KPI1B_tugas6_metode-metode sosiologi

Metode-metode dalam sosiologi

1.Metode Kualitatif

mengutamakan bahan yang suka dapat diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut metode historis dan metode komparatif yang keduanya dikombinasikan menjadi historis-komparatif.

Metode historis: metodepenelitianyang menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat di gunakan kembali.

Metode studikasus :Penelitiantentang status subjekpenelitian yang berkenan dengan suatu Fase khusus atau khas dari keseluruhan kejadian.

Metode komparatif :mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang bidangnya, untuk memperoleh perbedaan perbedaan dan persamaan serta sebab sebabnya. Perbedaan perbedaan dan persamaan persamaannya bertujuan untuk mendapatkan petunjuk petunjuk mengenai perilaku masyarakat pada masa silam dan masa sekarang, dan juga mengenai masyarakat masyarakat yang mempunyai tingkat peradaban yang berbeda atau pun yang sama.

2 .MetodeKuantitatif

Metode ini mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan skala-skala, indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung mempergunakan ilmu pasti atau matematika. Yang termasuk metode kuantitatif adalah metode statistik yang bertujuan untuk menelaah gejala-gejala social secara matematis. Selain metode ini ada beberapa metode lain ,yaitu :

Metode Deduktif

metode yang di mulai dari suatu hal yang umum kemudian di persempit lagi menjadi hal yang khusus.

Metode Induktif

Kebalikan dari Deduktif, dimulai dari mempelajari hal atau gejala yang khusus menjadi bersifat yang lebih luas dan juga umum.

Metode Empiris

metode yang mempelajari keadaan-keadaan yang real atau nyata di dalam suatu masyarakat.

Metode Fungsional

metode yang mempelajari fungsi-fungsi suatu lembaga yang ada di dalam masyarakat dan struktur sosial, dan kegunaan lembaga atau struktur di dalam masyarakat. Metode ini berpandangan bahwa unsur yang membentuk masyarakat harus mempunyai hubungan timbale balik yang saling berpengaruh tersendiri terhadap masyarakat.

 Metode Rasional

metode yang menggunakan akal sehat dan nalar untuk mengetahui masalah yang terjadi di masyarakat.

Yulia Nur Shofiani KPI 1C Tugas 6 Metode-Metode Sosiologi

Metode-Metode Dalam Sosiologi


Pada dasarnya terdapat dua metode dalam sosiologi yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.

1.       1. Metode kualitatif

Metode kualitatif mengutamakan bahan yang sukar dapat diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran0ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut terdapat dengan nyata didalam masyarakat.

Dalam hal ini pula Metode Kualitatif dibagi menjadi:

Metode Hostoris

Metode ini menggunakan hasil analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau atau sejarah yang kemudian dirumuskan terhadap prinsip-prinsip Umum.

Metode Komparatif

Metode ini memanfaatkan perbandingan antara macam-macam masyarakat guna mendapatkan perbedaan beserta persamaanya

Metode Studi Kasus

Metode ini menggunakan wawancara, pertanyaan, daftar pertanyaan sebagai jalannya untuk mempelajari sedalam-dalamnya suatu gejala nyata dalam masyarakat.


2. Metode Kuantitatif

Metode ini bisa dikatakan sebagai lawan jenis dari Metode Kualitatif sebab metode ini menggunakan angka-angka perhitungan untuk mendapatkan keterangan yang diinginkan seperti perhitungan hasil survey bahkan yang sifatnya lebih eksperimen yang membutuhkan uji statistik dalam hal ini yang termasuk dalam Metode Kuantitatif adalah :

Metode Statistik

Bersifat Matematis untuk mempelajari untuk mempelajari gejala-gejala social

Metode Sosiometri

Menggunakan angka dan skala untuk mengetahui lebih dalam tentang hubungan sosial dan masyarakat

 Di samping metode-metode di atas, metode-metode sosiologi lainnya didasarkan pada penjenisan

 

·       Metode Induktif

Induktif yang mempelajari gejala kusus untuk mendapatkan kesimpulan yang umum

·         Metode Deduktif

Deduktif mempelajari gejala umum untuk mendapatkan kesimpulan yang kusus.

·         Metode Fungsional

Untuk menilai lembaga-lembaga sosial masyarakat.

·         Metode Empiris

Metode yang menyandarkan diri kepada keadaan nyata dalam masyarakat.

·         Metode Rasionalistis

Menggunakan penalaran logika untuk mencapai pengertian masalah masyarakat.

·        

Rizki yanuarti KPI1B_tugas6_metode sosiologi

Metode-metode Sosiologi

Sosiologi dalam mempelajari objeknya, yaitu masyarakat, mempunyai cara kerja atau metode. Pada dasarnya terdapat dua jenis metode atau cara kerja, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
A.    Metode Kualitatif
Metode kualitatif merupakan metode yang mengutamakan bahan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut terdapat secara nyata dalam masyarakat. Metode yang termasuk dalam metode kualitatif antara lain sebagai berikut:


1)    Metode Historis
Merupakan metode yang menggunakan analisis atau penyelidikan atas peristiwa masa lampau yang kemudian dirumuskan menjadi prinsip-prinsip umum.
2)    Metode Komparatif
Merupakan metode perbandingan antara berbagai macam masyarakat serta segala bidangnya untuk memperoleh persamaan-persamaan, perbedaan-perbedaan, dan sebab-sebabnya.

B.    Metode Kuantitatif
Metode ini merupakan metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga fakta-fakta sosial yang diteliti diukur dengan skala indeks, tabel, dan formula atau rumus matematika.
1.    Metode Statistik, bertujuan menjelaskan gejala-gejala sosial secara sistematis.
2.    Metode Sosiometri, menggunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan antara manusia dalam masyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto, ada beberapa metode sosiologi berdasarkan penjenisan antara lain sebagai berikut:
a)    Metode Deduktif adalah metode yang menggunakan proses berpikir dari pernyataan-pernyataan umum (premis mayor) ke pernyataan yang bersifat khusus (premis minor).
b)    Metode Induktif adalah metode yang menggunakan proses berpikir bermula dari pengamatan terhadap kejadian khusus kemudian ditarik kesimpulan secara umum.
c)    Metode Empiris adalah metode yang menyandarkan diri pada keadaan-keadaan yang dengan nyata diperoleh dalam masyarakat.
d)    Metode Rasionalistis adalah metode yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian  tentang masalah kemasyarakatan.

Nadiyah Ulfah KPI 1C_Tugas 6_Metode-metode dalam Sosiologi

METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI

 

Pada dasarnya terdapat dua jenis metode dalam sosiologi untuk mempelajari dan meniliti objeknya (masyarakat) yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.

1.     Metode Kualitatif

Metode kualitatif mengutamakan bahan yang sukar diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan tersebut terdapat dengan nyata di dalam masyarakat. Yang termasuk dalam metode kualitatif yaitu:

a)     Metode Historis, metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.

b)     Metode Komparatif, metode pengamatan yang mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya, untuk memperoleh perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya.

c)      Metode Studi Kasus (case study), metode pengamatan yang bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam kehidupan masyarakat. Alat-alat yang dipergunakan dalam metode studi kasus misalnya wawacara (interview), pertanyaan-pertanyaan (questionnaires), dari daftar pertanyaan-pertanyaan (schedules), participant observer technique dan lain-lain.

 

2.     Metode Kuantitatif

Metode Kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan mempergunakan skala-skala, indeks, tabel dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyak mempergunakan ilmu pasti atau matematika.

 

Di samping, metode-metode di atas, metode-metode sosiologi lainnya, yaitu:

1)     Metode Induktif, metode ini mempelajari suatu gejala yang khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas atau bersifat umum.

2)     Metode Deduktif, metode ini mempelajari gejala umum untuk kemudian menarik kesimpulan yang bersifat khusus.

3)     Metode Empiris, metode ini mengutamakan keadaan-keadaan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.

4)     Metode Rasionalistis, metode ini mengutamakan pemikiran dengan logika dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.

5)     Metode Fungsional, metode ini bertujuan untuk meniliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.

 

Nurjannah_KPI 1 B_Tugas6_MetodeSosiologi

METODE SOSIOLOGI

  • Metode Historis
metode historis merupakan metode penelitian yang menggunakan catatan observasi.penelitian ini merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, dan pengalaman dimasa lampau, serta menimbang secara cukup teliti dan hati-hati tentang bukti validitas dari sumber sejarah serta interprestasi sumber-sumber keterangan tersebut.
  • Studi Kasus
studi kasus merupakan penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase khusus atau khas dari keseluruhan kejadian. tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang,sifat, serta karakter yang khas dari suatu kasus ataupun status dari individu dalam kasus tersebut.
  • Penelitian Komparatif
penelitian komparatif merupakan penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya atau munculnya suatu gejala tertentu. penelitian komparatif bersifat ex post facto, artinya penelitian dilakukan pada peristiwa yang telah terjadi.
  • Penelitian Kuantitatif
penelitian ini lebih mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan mempergunakan skala-skala, indeks, tabel dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyaknya mempergunakan ilmu pasti atau matematika. Yang termasuk jenis metode kuantitatif adalah metode statistik yanng bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara matematis
penelitian ini lebih

Ryan Alamsyah_KPI 1C_Tugas 6_Metode Sosiologi




METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI


Sosiologi mempunyai cara kerja atau metode (method) yang juga dipergunakan oleh ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
1)      Metode Kualitatif
Di dalam metode kualitatif termasuk metode historis dan metode komparatif yang keduanya dikombinasikan menjadi historis-komparatif. Metode historis menggunakan analisis atas peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
Metode komparatif mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya, untuk memperoleh perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya. Metode studi kasus (case study) bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam kehidupan masyarakat. Dasarnya adalah bahwa penelaahan suatu persoalan khusus yang merupakan gejala umum dari persoalan-persoalan lainnya dapat menghasilkan dalil-dalil umum. Alat-alat yang digunakan oleh metode studi kasus adalah misalnya wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan (questionnaires), dari daftar pertanyaan-pertanyaan (schedule), participant observer technique dan lain-lain. Metode kualitatif tersebut dalam istilah bahasa jerman dapat dinamakan sebagai metode berdasarkan verstehen (artinya pengertian).
2)      Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan mempergunakan skala-skala, indeks, table dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyaknya mempergunakan ilmu pasti atau matematika. Yang termasuk jenis metode kuantitatif adalah metode statistic yang bertujuan menelaah gejala-gejala social secara matematis.
Disamping metode-metode diatas, metode-metode sosiologi lainnya didasarkan pada penjenisan antara metode induktif yang mempelajari suatu gejala yang khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas, dan metode deduktif yang mempergunakan proses sebaliknya yaitu mulai dengan kaidah-kaidah yang dianggap berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang khusus.
Hampir sama, akan tetapi pada hakikatnya berbeda adalah penggolongan metode-metode sosiologi ke dalam jenis metode empiris yang menyandarkan diri pada keadaan-keadaan yang dengan nyata didapat dalam masyarakat, dan jenis metode rationalistis yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan fikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan. Metode empiris dalam ilmu sosiologi modern diwujudkan dengan research atau penelitian, research dapat bersifat basic atau  applied. Metode rasionalistis banyak dipergunakan dahulu — sekarang masih ada fungsionalisme – oleh para sarjana sosiologi di eropa.
Akhirnya, sosiologi juga sering mempergunakan metode fungsionalisme. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa metode funsionalisme bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur social dalam masyarakat. Dalam bidang antropologi, metode tersebut dipopulerkan oleh Bronislaw Malinowski dan A.R. Radcliffe Brown, sedangkan sarjana-sarjana sosiologi yang melaksanakan pendekatan fungsional terhadap masyarakat adalah antara lain Talcott Parsons dan Robert K.Merton.
Metode-metode sosiologi tersebut diatas bersifat saling melengkapi dan para ahli sosiologi seringkali menggunakan lebih dari satu metode untuk menyelidiki obyeknya. Kecuali metode-metode tersebut diatas, masing-masing ilmu pengetahuan dan juga sosiologi mempunyai perlengkapan alat-alatnya sendiri yaitu alat-alat yang disebut konsep (concept) untuk menganalisis masalah-masalah yang terdapat dalam lapangannya khususnya untuk sosiologi yaitu masyarakat.


Ryan Alamsyah_KPI 1C_Tugas 6_Metode Sosiologi

METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI


Sosiologi mempunyai cara kerja atau metode (method) yang juga dipergunakan oleh ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
1)      Metode Kualitatif
Di dalam metode kualitatif termasuk metode historis dan metode komparatif yang keduanya dikombinasikan menjadi historis-komparatif. Metode historis menggunakan analisis atas peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
Metode komparatif mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya, untuk memperoleh perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya. Metode studi kasus (case study) bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam kehidupan masyarakat. Dasarnya adalah bahwa penelaahan suatu persoalan khusus yang merupakan gejala umum dari persoalan-persoalan lainnya dapat menghasilkan dalil-dalil umum. Alat-alat yang digunakan oleh metode studi kasus adalah misalnya wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan (questionnaires), dari daftar pertanyaan-pertanyaan (schedule), participant observer technique dan lain-lain. Metode kualitatif tersebut dalam istilah bahasa jerman dapat dinamakan sebagai metode berdasarkan verstehen (artinya pengertian).
2)      Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan mempergunakan skala-skala, indeks, table dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyaknya mempergunakan ilmu pasti atau matematika. Yang termasuk jenis metode kuantitatif adalah metode statistic yang bertujuan menelaah gejala-gejala social secara matematis.
Disamping metode-metode diatas, metode-metode sosiologi lainnya didasarkan pada penjenisan antara metode induktif yang mempelajari suatu gejala yang khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas, dan metode deduktif yang mempergunakan proses sebaliknya yaitu mulai dengan kaidah-kaidah yang dianggap berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang khusus.
Hampir sama, akan tetapi pada hakikatnya berbeda adalah penggolongan metode-metode sosiologi ke dalam jenis metode empiris yang menyandarkan diri pada keadaan-keadaan yang dengan nyata didapat dalam masyarakat, dan jenis metode rationalistis yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan fikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan. Metode empiris dalam ilmu sosiologi modern diwujudkan dengan research atau penelitian, research dapat bersifat basic atau  applied. Metode rasionalistis banyak dipergunakan dahulu — sekarang masih ada fungsionalisme – oleh para sarjana sosiologi di eropa.
Akhirnya, sosiologi juga sering mempergunakan metode fungsionalisme. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa metode funsionalisme bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur social dalam masyarakat. Dalam bidang antropologi, metode tersebut dipopulerkan oleh Bronislaw Malinowski dan A.R. Radcliffe Brown, sedangkan sarjana-sarjana sosiologi yang melaksanakan pendekatan fungsional terhadap masyarakat adalah antara lain Talcott Parsons dan Robert K.Merton.
Metode-metode sosiologi tersebut diatas bersifat saling melengkapi dan para ahli sosiologi seringkali menggunakan lebih dari satu metode untuk menyelidiki obyeknya. Kecuali metode-metode tersebut diatas, masing-masing ilmu pengetahuan dan juga sosiologi mempunyai perlengkapan alat-alatnya sendiri yaitu alat-alat yang disebut konsep (concept) untuk menganalisis masalah-masalah yang terdapat dalam lapangannya khususnya untuk sosiologi yaitu masyarakat.

Fiqih Dwi Adam_KPI1b_Tugas 6_Metode-Metode Sosiologi

Metode-Metode Sosiologi
Dalam Sosiologi dikenal ada 2 jenis metode  diantaranya :
  1. Metode Kualitatif, metode ini digunakan ketika suatu bahan atau data sukar didijelaskan dengan angka atau dengan ukuran dalam bentuk lainnya, contoh : ketika kita mengukur tindakan atau prilaku seseorang. Dalam hal ini pula Metode Kualitatif dibagi menjadi :
·         Metode Hostoris, Metode ini menggunakan hasil analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau atau sejarah yang kemudian dirumuskan terhadap prinsip-prinsip Umum.
·         Metode Komparatif, Metode ini memanfaatkan perbandingan antara macam-macam masyarakat guna mendapatkan perbedaan beserta persamaanya
·         Metode Studi Kasus, Metode ini menggunakan wawancara, pertanyaan, daftar pertanyaan sebagai jalannya untuk mempelajari sedalam-dalamnya suatu gejala nyata dalam masyarakat.
  1. Metode Kuantitatif, metode ini bisa dikatakan sebagai lawan jenis dari Metode Kualitatif sebab metode ini menggunakan angka-angka perhitungan untuk mendapatkan keterangan yang diinginkan  sperti perhitungan hasil survey bahkan yang sifatnya lebih eksperimen yg membutuhkan uji statistic dalam hal ini yang termasuk dalam Metode Kuantitatif adalah :
·         Metode Statistik, Bersifat Matematis untuk mempelajari untuk mempelajari gejala-gejala social
·         Metode Sosiometri, Menggunakan angka dan skala untuk mengetahui lebih dalam tentang hubungan sosial dan masyarakat
  1. Metode Induktif dan Deduktif, Induktif yang mempelajari gejala kusus untuk mendapatkan kesimpulan yang umum dan Deduktif mempelajari gejala umum untuk mendapatkan kesimpulan yang kusus.
  2. Metode Fungsional,  untuk menilai lembaga-lembaga sosial masyarakat.
  3. Metode Empiris, adalah metode yang menyandarkan diri kepada keadaan nyata dalam masyarakat.
  4. Metode Rasionalistis, yakni menggunakan penalaran logika untuk mencapai pengertian masalah masyarakat.
 

Cari Blog Ini