Rabu, 12 Maret 2014

Muh Nur Muhaimin_tugas1_Dinamika pedesaan

Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia
Oleh : Muh Nur Muhaimin

A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.

     Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan ('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat mempunyai tujuan:
 1.  Pertumbuhan sektor pertanian.

Anindia Prestiawani Rizki_Tugas2_Max Weber

Nama                          : Anindia Prestiawani Rizki

NIM                            : 1113054100013

Jurusan/Kelas            : Kesejahteraan Sosial / 2A

 

Teori Birokrasi

 

     Organisasi merupakan satu unit sosial yang dibentuk untuk mencapai matlamat tertentu. Sekolah juga merupakan satu contoh organisasi. Di dalam organisasi, kita tidak boleh lari daripada mengaplikasikan  teori-teori organisasi yang ada dan salah satu teori yang paling berpengaruh dalam bidang organisasi dan pentadbiran ialah Teori Birokrasi.

 

     Dari segi konsep, Weber merujuk birokrasi sebagai satu jenis struktur pentadbiran yang dibangunkan dalam satu pertubuhan dimana adanya autoriti “rasional-sah” (Scott, 2003). Weber menerangkan jenis birokrasi yang ideal dari sudut yang positif, beliau menganggap organisasi birokrasi adalah organisasi yang lebih rasional dan lebih cekap. Jenis birokrasi yang ideal termasuklah tidak ada jenis autoriti atau perhubungan yang lain, tidak mempunyai persahabatan dan permusuhan, tidak mempunyai komplot, dan tidak mempunyai badan jawatankuasa. Sesuatu birokrasi yang dikatakan ideal hanya wujud dimana individu memberi dan menerima arahan sebagai satu peraturan dalam sistem rasional.

 

     Terdapat tiga jenis autoriti yang dikenalpasti oleh Weber iaitu autoriti tradisional, autoriti “rasional-sah” dan autoriti karismatik :-

 

     a)  Autoriti tradisional (Traditional authority) yaitu kepercayaan dalam tradisi yang telah diamalkan sejak berzaman-zaman lamanya.  Ini adalah berlandaskan perwarisan daripada autoriti terdahulu, kemudian orang yang memegang autoriti tersebut mempunyai kuasa dan memberi arahan manakala orang bawahan pula akan menerima sahaja perintah atasan dengan alasan bahawa perkara yang diperintahkan oleh orang atasan itu merupakan cara untuk menyelesaikan semua masalah. 

 

     b)  Autoriti rasional-sah (Rational-legal authority) iaitu kepercayaan dalam “legaliti” sebagai corak dalam peraturan normatif dan mengangkat kebenaran dalam autoriti seperti isu-isu berkenaan arahan. Autoriti “rasional-sah” adalah berdasarkan sistem peraturan yang menghormati arahan, oleh sebab itulah sistem ini disebutkan mempunyai kerasionalan. Perintah atau arahan harus dipatuhi selagi mana mereka konsisten dengan peraturan tersebut. 

 

     c) Autoriti karismatik (charismatic authority) pula merujuk kepada kepatuhan kepada sifat-sifat yang ada pada seseorang individu yang boleh dicontohi. Individu yang memegang autoriti seperti ini akan menunjukkan ciri-ciri pemerintahan dalam corak normatif ataupun peraturan. Autoriti ini juga melibatkan kualiti luar biasa yang ada pada pemimpin dimana arahan tidak terikat kepada penghormatan dan kesetiaan.



     Objektif utama teori birokrasi ialah untuk menjadikan sesebuah organisasi menjadi lebih cekap dan segala urusan pekerjaan di dalam organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tujuan diwujudkan sistem hierarki dalam organisasi birokrasi pula adalah untuk membina sistem rantaian arahan yang tersusun.

 

     Pada pendapat saya, teori Weber ini adalah baik diamalkan di mana-mana organisasi mahupun di sekolah. Teori ini membuatkan sistem organisasi di sekolah menjadi lebih sistematik dan efisyen. Sistem hierarki yang dilaksanakan membantu pentadbir membahagikan tugas-tugas orang bawahannya seperti Guru Penolong Kanan, guru-guru, kerani dan sebagainya mengikut tugas masing-masing dan tidak berlaku persilangan/pertindihan tugas. Selain itu juga, teori ini dapat mengukuhkan tanggungjawab masing-masing terhadap bidang tugas sendiri. Walaubagaimanapun, teori ini cenderung kepada amalan pengurusan berbentuk pemusatan kuasa iaitu autoriti atau kuasa dalam sesebuah organisasi terletak didalam tangan satu golongan kecil.autoriti atau kuasa dalam sesebuah organisasi terletak didalam tangan satu golongan kecil. Golongan ini biasanya terdiri daripada Pengetua dan Penolong Kanan. Kebiasaannya, arahan mereka perlu didengar dan dilaksanakan tanpa sebarang bantahan.

 

Selasa, 11 Maret 2014

Bls: kartika al ashzim_tugas(1)_Pembahasan(teori emile durkheim)




Pada Selasa, 11 Maret 2014 0:06, Kartika Al azhim <kartikaalazhim@yahoo.co.id> menulis:



Pada Senin, 10 Maret 2014 23:38, Kartika Al azhim <kartikaalazhim@yahoo.co.id> menulis:
TEORI SOSIOLOGI EMILE DURKHEIM
Emile Durkheim dipandang sebagai pewaris tradisi Pencerahan karena penekanannya pada sains dan reformisme sosial. Tetapi Durkheim juga dipandang sebagai pewaris tradisi konservatif. Durkheim melegitimasi sosiologi di Perancis dan karyanya akhirnya menjadi kekuatan dominan dalam perkembangan sosiologi pada umumnya, dan perkembangan teori sosiologi pada khususnya.          
Secara politik, Durkheim adalah seorang liberal, tetapi secara intelektual ia tergolong lebih konservatif. itu terbukti ketika gagasan Marx tentang perlunya revolusi sosial bertolak belakang dengan gagasan reformasi Durkheim. akibatnya, gagasan Durkheim tentang keteraturan dan reformasi menjadi dominan sedangkan gagasan Marxian merosot.
Fakta-fakta sosial. Durkheim mengembangkan konsep masalah pokok sosiologi penting dan kemudian diujinya melalui studi empiris. Dalam The Rule of Sociological Method (1895/1982) Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial. dalam bukunya yang berjudul Suicide (1897/1951) Durkheim berpendapat bawa bila ia dapat menghubungkan perilaku individu seperti bunuh diri itu dengan sebab-sebab sosial (fakta sosial) maka ia akan dapat menciptakan alasan meyakinkan tentang pentingnya disiplin sosiologi.
Argumen dasarnya adalah bahwa sifat dan perubahan fakta sosial yang menyebabkan perbedaan rata-rata bunuh diri. durkheim mengembangkan pandangan sosiologi tersendiri dan mencoba menunjukkan kegunaannya dalam studi ilmiah tentang bunuh ini.
Dalam The Rule Of Sociological Method, ia membedakan antara dua tipe fakta sosial :
Material dan Nonmaterial.
Durkheim lebih mengutamakan pada fakta nonmaterial ( mislanya kultur, institusi sosial) daripada fakta sosial material (misalnya birokrasi, hukum). Itu terbukti dalam karyanya paling awal yang berjudul The Division Of Labor In Society (1893/1964), perhatiannya tertuju pada upaya membuat analisis komparatif mengenai apa yang membuat masyarakat bisa dikatakan berada dalam keadaan primitif atau modern. Ia menyimpulkan bahwa masyarakat primitif dipersatukan terutama oleh fakta sosial nonmaterial, khususnya oleh kuatnya ikatan moralitas bersama, atau oleh apa yang ia sebut sebagai kesadaran kolektif yang kuat. Menurut Durkheim, pembagian kerja dalam masyarakat modern menimbulkan beberapa patologi (pathologies). Dengan kata lain, divisi kerja bukan metode yang memadai yang dapat membantu menyatukan masyarakat. Kecenderungan sosiologi konservatif durkheim terlihat ketika ia menganggap revolusi tak diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, berbagai reformasi dapat memperbaiki dan menjaga sistem sosial modern agar tetap berfungsi. Meski ia mengakui bahwa tak mungkin kembali ke masa lalu di mana kesadaran kolektif masih menonjol, namun ia menganggap bahwa dalam masyarakat modern moralitas bersama dapat diperkuat dan karena itu manusia akan dapat menanggulangi penyakit sosial yang mereka alami dengan cara yang lebih baik.
Agama. Dalam karyanya yang terakhir, The Elementary Forms Of Religious Life (1912/1965), ia memusatkan perhatian pada bentuk terakhr fakta sosial nonmaterial yakni agama.
Durkheim membahas masyarakat primitif untuk menemukan akar agama. Ia yakin bahwa ia akan dapat secara lebih baik menemukan akar agama itu dengan jalan membandingkan masyarakat primitif yang sederhana ketimbang di dalam mayarakat modern yang kompleks. Temuannya adalah bahwa sumber agama adalah masyarakat itu sendiri. Masyarakatlah yang menentukan bahwa sesuatu itu bersifat sakral dan yang lainnya bersifat profan, khususnya dalam kasus yang disebut totemisme  (tumbuh-tumbuhan dan binatang didewakan). Durkheim menyimpulkan bahwa mayarakat dan agama (kesatuan kolektif) adalah satu dan sama.




indahchoirunnissa_tugas1_teori Emile Durkheim

Teori Sosiologi Modern
 TEORI – TEORI  EMILE DURKHEIM
Ø  Teori solidaritas
Ø  Fakta sosial
Ø  Teori bunuh diri
Ø  Teori tentang Agama
1.     Teori solidaritas
Menurut Emile Durkheim ,solidaritas sosial adalah “kesetiakawanan yang menunjukan pada satu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama”.
Solidaritas sosial dibagi menjadi dua yaitu:
Solidaritas mekanik

Senin, 10 Maret 2014

Enung khoeriyah_tugas1_teori sosiologi modern Emile Durkheim

1113054100003
MENGENAL TEORI SOSIOLOGI EMILE DURKHEIM

            Lahir di Epinal perancis 15 april 1858 Durkheim di akui sebagai salah salah satu pelopor dalam perkembangan sosiologi modern dan memiliki latar akademis di bidang sosiologis. Ia menerbitkan sebuah jurnal pertama berjudul L’Annee Sociologique  pada tahun 1896 yang  kemudian di abdikan pada ilmu sosial. Perhatian yang di utamakan Durkheim adalah bagaimana masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa yang akan datang, masa dimana ketika latar belakang keagamaan dan etnik tidak di perhitungkan lagi.

Irsyadi Farhan Tugas 1 Dinamika Desa


Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia


A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.

Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk
Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar
kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan
mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan
('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat
mempunyai tujuan: 1. Pertumbuhan sektor pertanian,

Iis Sudianti Tugas1 Kabuyutan

TUGAS1_EKOLOGI MANUSIA_KONSEP KABUYUTAN
Iis Sudiyanti_1111054000006_PMI6

Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya. Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti.

Muhammad Dzul Azmi Tugas1_Konsep Kabuyutan


KABUYUTAN
Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.

Fevi Saleha Tugas1 Konsep Kabuyutan

Kabuyutan
Definisi kabuyutan
            Kabuyutan yaitu tempat pemuka kerajaan, pendeta atau punjagga dahulu kala bekerja, atau tempat kegiatan religius. contohnya berupa situs seluas lima hektare dengan kekayaan peninggalan sejarah di mana terdapat prasasti, berbagai jenis pepohonan, dan tetumbuhan.

Lutfi Amrullah Tugas1 konsep kabuyutan

-          Kabuyutan sebagai Nilai Pokok Kebudayaan Tatar Sunda

Nilai-nilai pokok atau dimensi paling penting dari suatu kebudayaan adalah nilai-nilai yang universal yang akan diterima oleh bangsa apa pun di dunia ini; atau nilai-nilai yang kebenarannya tidak perlu diperdebatkan lagi dan yang diperlukan hanyalah aplikasi atau pengamalannya. Nilai-nilai pokok adalah landasan, sumber, dan muara dimensi-dimensi atau nilai-nilai penting lainnya dari suatu kebudayaan. Apabila suatu bangsa berhasil merevitalisasi nilai-nilai pokok budayanya, maka bangsa tersebut berpeluang untuk meraih kembali kejayannya.

Budhi Baihakki, PMI 6, Konsep Kabuyutan

KONSEP KABUYUTAN
Salah satu dimensi paling penting dalam nilai-nilai universal kebudayaan Tatar Sunda adalah apa yang terangkum dalam istilah kabuyutan. Leluhur-leluhur Sunda sangat mewanti-wantikan anak keturunan dan masyarakatnya agar mereka benar-benar menjaga dan memelihara kabuyutan. Dalam salah satu naskah kuno Sunda dikatakan bahwa anak bangsa yang tidak mampu mempertahankan kabuyutan-nya jauh lebih hina dibanding kulit musang  yang tercampak di tempat sampah. Untuk identifikasi kandungan nilai-nilai dalam nilai pokok kabuyutan ini penting kiranya untuk mengenal penggunaan istilah kabuyutan dalam sejarah.

TUGAS1_EKOLOGIMANUSIA.

 

M. Irhamni Tugas1 Kabuyutan

Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti.

ZAENAL ARIFIN Tugas1 Desa dalam Tinjauan

DINAMIKA DESA DALAM TINJAUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA

A.  Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan

Pembangunan desa sangan di butuhkan buat orang-orang yang kurang mampu seperti di pedesaan. Sebagian besar masyarakat indonesia kurang lebih 50% yaitu pekerja pertanian atau bercocok tanan dan 40% di kuasai oleh orang-orang yang mampu atau bisa di namakan orang kaya. orang desa melakukan pertanian dan tinggal di pedesaan.[1] Dan wilayah pedesaan terdiri atas teritorium alam dan penduduk manusia serta kebudayaannya. Pada tahun 1992, di Indonesia terdapat kurang lebih 62.000 desa dan kelurahan, dan pada tahun 2000 ada kurang lebih 67.000 serta pada tahun 2003 terdapat 72.000 desa dan kelurahan.

Siti Nuraini_Tugas1_Konsep Kabuyutan

SITI NURAINI_PMI 6_1111054000013_KONSEP KABUYUTAN
Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.
Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti. Pertama, turunan keempat (anak dari cucu) atau leluhur keempat (orang tua dari nenek dan kakek). Kedua, pantangan atau tabu alias cadu atau pamali.

Aulia Ulfa_Tugas 1_ Dinamika Desa

Aulia Ulfa
pmi2
1113054000020

Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunandi Indonesia

        Maksud pembangunan desa adalah menghilangkan atau mengurangi berbagai hambatandalam kehidupan sosial - ekonomi, seperti kurang pengetahuan dan keterampilan, kurang kesempatan kerja, dan sebagainya. Akibat berbagai hambatan tersebut, penduduk wilayah pedesaan umumnya miskin. Salah satu hambatan tersebut adalah tidak meratanya kepemilikan tanah. Misalnya , pada tahun 1973, di Nepal (Misra, 1981,
h. 233-237), 63%  dari keluarga petani kecil hanya memiliki 10,6% dari
seluruh tanah pertanian, sedangkan 17,6% dari keluarga petani besar memiliki
71,50%.

SarahAmaliaKusnendar_tugas1_teori durkheim

Emile durkheim adalah seorang sosiologi dari perancis yang lahir pada tanggal 15 April 1858, Ia berasal dari keluarga Yahudi prancis yang saleh. Kebanyakan dari karya durkheim di maksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial bukan illahi. Namun karna demikian latar belakang yahudinya membentuk sosiologinya. durkheim di pandang sebagai pewaris tradisi pencerahan karena penekanannya pada sains, perhatian durkheim yang pertama adalah bagaimana masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa modern, ketika hal-hal seperti latar belakang keagamaan dan etnik bersama tidak ada lagi. Durkheim meninggal pada 15 november 1917 sebagai seorang tokoh intelektual perancis tersohor. Tetapi karya durkheim mulai mempengaruhi sosiologi amerika dua puluh tahun setelah kematiannya, yakni setelah terbitnya “the structure of social action (1937) karya talcott parsons.

Syifa Thoyyibah. PMI 6. Tugas Mata Kuliah Ekologi Manusia

.Syifa Thoyyibah. Tugas Mata Kuliah Ekologi Manusia

KABUYUTAN SUNDA

Antara manusia dan alam mempunyai ketergantungan yang tinggi satu sama lain. Sehingga eksistensi alam adalah eksistensi manusia, dan sebaliknya.
Konsepsi alam yang ekologis tersebut kemudian mengarahkan kepada pandangan alam, terutama air, sebagai yang “sakral.” Makna air/tanah air sendiri dalam kamus bahasa Sunda (Danadiberata:2006) sepadan dengan kata “kabuyutan” yang mempunyai beberapa makna antara lain: hulu air, hutan, tempat tinggal manusia, dan juga barang-barang kerajaan yang dikeramatkan. Sakralitas kabuyutan sebenarnya bukan disebabkan karena daya magisnya, melainkan karena vitalitasnya bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan kata lain, sakralitas kabuyutan tersebut ditujukan untuk menjamin semua yang dibutuhkan manusia itu tersedia di alam. 

Nur Fajrina_ Tugas1 Ekologi (KABUYUTAN)

Nama           : Nur Fajrina
NIM             : 1111054000009
Tugas          : Ekologi Sunda 1 ( KABUYUTAN )
Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub- etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Qayumah tugas1_teori emile durkheim

TEORI EMILE DURKHEIM

Emile Durkheim adalah tokoh yang sering disebut sebagai eksemplar dari lahirnya fungsi fungsionalisme, ia anak seorang rabi yahudi  yang lahir di epinal ,prancis tahun 1858. Namun Durkheim tidak mengikuti tradisi orang tuannya untuk menjadi rabi. Ia memilih menjadi katholik, namun kemudian memilih untuk tidak tahu menahu tentang kathilikisme. Ia lebuh menaruh perhatian pada masalah moralitas, terutama moralitas kolektif.

ALFIAN BAYU PRASETIO_Tugas1 Dinamika Desa dalam Tinjauan


Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan   di Indonesia masyarakat yang masih bertaraf tradisional, perubahan sosial yang terjadi bias jadi menimbulkan problema yang berkepanjangan hingga masyarakat tersebut dapat mennyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Misalnya ketika diterapkannya revolusi hijau di pedesaan Jawa pada tahun 70-an, yang meliputi pemilihan bibit unggul untuk menggantikan bibit lokal, penggunaan pupuk dan pestisida, serta berbagai peralatan modern dalam bidang pertanian lainnya (traktor, hulerdansabit) banyak sekali kekacauan social dalam masyarakat. 

Elitanoveliyanti_Tugas1_Teori Sosiologi durkheim

A. Profil dan riwayat hidup Emile Durkheim

Lahir di Epinal propinsi Lorraine, Perancis Timur pada tanggal 15April 1858. Dia termasuk dalam tokoh Sosiologi yang memperbaiki metode berpikir Sosiologis yang tidak hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran
logika filosofis tetapi Sosiologi akan menjadi suatu ilmu pengetahuanyang benar apabila mengangkat gejala sosial sebagai fakta-fakta yang dapat diobservasi.Dia dilahirkan dalam keluarga agamis namun pada usia
belasan tahun minat terhadap agama lebih akademis daripada teologis.

Adiatma_Tugas1_Sosiologi_Pedesaan

ADIATMA
1110054000035
Pengembangan Masyarakat Islam Semester VIII
            Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerntahan terendah langsung dibawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sosiologi pedesaan adalah sosiologi yang tentang struktur dan proses-proses sosial yang terjadi di pedesaan. Bidang kajian ini menekankan pada masyarakat pedesaan dan segala dinamikanya yang antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial, mata pencaharian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi

Minggu, 09 Maret 2014

Mughni Labib Tugas1 Desa dalam Tinjaun


Dinamika Desa dalam Tinjauan Masyarakat Indonesia

Diketahui bersama bahwa pengaturan mengenai desa kembali mengalami perubahan seiring dengan terbitnya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pengaturan mengenai desa di dalam UU No. 32 Tahun 2004 kemudian ditindaklanjuti oleh PP No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. Dalam hal kewenangan secara prinsipil tidak ada perubahan yang mendasar dalam pengaturan mengenai kewenangan desa. Sama halnya dengan UU No. 22 Tahun 1999, desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Daerah Kabupaten, yang dinyatakan secara tegas di dalam Pasal 7 PP No. 72 Tahun 2005.

Nurul andani_Tugas 0_sosiologi pedesaan

Nurul andani
pmi2
1113054000033


·         Dinamika dan paradigma kajian sosiologi pedesaan
Sosiologi pedesaan merupakan ilmu yang mengkaji dan mempelajari  gejala dan realita perilaku dan tindakan masyarakat dalam komunitas pedesaan dengan pendekatan ilmiah (Rogger, et. A, 1998). Kajian sosiologi pedesaan seringkali cenderung mengarah kepada pedesaan sebagai daerah pertanian, pola-pola produksi subsisten dan bertani. Oleh karena itu, sosiologi pedesaan sering dianggap sebagai sosiologi pertanian (socioogy of agriculture), padahal antar keduanya memliki perbedaan (Bahrein, 1997:24)

Abidin Tugas1 Dinamika Desa


Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia
 
A.  DINAMIKA DESA DAN KOTA
1.    Hubungan desa dan kota.
Pengertian Desa menurut Sutardjo Kartodikusuma adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Sedangkan Kota menurut Wirth adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Masyarakat desa dan masyarakat kota secara sosiologis dapat ditelaah melalui konsep sistem sosial, sistem interaksi, pertukaran sosial dan saling ketergantungan. Konsep masyarakat itu adalah sama dengan saling ketergantungan antara sistem sosial, sistem interaksi dan sistem pertukaran sosial.[3]

Ahmad Afandi_Tugas1_Konsep Kabuyutan


Konsep Kabuyutan
"Ekologi Manusia"
Ahmad Afandi                  1111054000007
            Manusia, sama seperti organisme lainnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkungannya. Dengan demikian, semua kaidah atau hukum ekologi yang mengontrol mahluk hidup di muka bumi juga berlaku bagi manusia. Akan tetapi, manusia cenderung merasa superior sehingga ia sering kali berpikir mereka adalah organisme satu-satunya yang berkepentingan terhadap lingkungan sehingga tidak lagi mampu memenuhi prinsip-prinsip lingkungan. Ekologi manusia secara umum mengidentifikasi hubungan dan keterkaitan manusia dengan lingkungannya, termasuk bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.

Edi Firdiansyah_Tugas1_Teori Emil Durkheim

     NAMA                              : EDI FIRDIANSYAH
NIM                                   : 1113054100011

KELAS                              : KESSOS 2A

 Profil dan riwayat hidup Emile Durkheim

Lahir di Epinal propinsi Lorraine, Perancis Timur pada tanggal 15 April 1858. Dia termasuk dalam tokoh Sosiologi yang memperbaiki metode berpikir Sosiologis yang tidak hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran logika filosofis tetapi Sosiologi akan menjadi suatu ilmu pengetahuan yang benar apabila mengangkat gejala sosial sebagai fakta-fakta yang dapat diobservasi.

ADITIYA AWALUDIN_Tugas1_Dinamika desa


NAMA : ADITIYA AWALUDIN
NIM      : 1113054000012
JURUSAN : PMI 2
TUGAS : SOSIOLOGI PEDESAAN
Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia
 A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.
     Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan mereka tinggal di pedesaan. Dan mengingat banyak sekali permasalahan yang didesa maka sangat penting pembangunan desa ini. Pembangunan atau pengembangan pedesaan, menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat mempunyai tujuan: 1. Pertumbuhan sektor pertanian, 2. Integrasi nasional, yaitu membawa seluruh penduduk suatu negeri kedalam pola utama kehidupan yang sesuai, 3. Keadilan ekonomi, yakni bagaimana pendapatan itu dibagi - bagi kepada seluruh penduduk.

Janos Prakoso_Tugas1_Teori Emil Durkheim

NAMA     : Janos Prakoso
NIM          : 1113054100031
KELAS    : KESSOS 2A
PRODI     : Kesejahteraan Sosial

A. Teori-teori Emile Durkheim
1. Teori Solidaritas (The Division of Labour in Society) Dalam buku ini menerangkan bahwa masyarakat modern tidak diikat oleh kesamaan antara orang-orang yang melakukan pekerjaaan yang sama, akan tetapi pembagian kerjalah yang mengikat masyarakat dengan memaksa mereka agar tergantung satu sama lain. solidaritas menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu dan / atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.
   

Yusmar Abdillah_Tugas1_Teori Sosiologi Emil Durkheim

Nama: Yusmar Abdillah
NIM : 1113054100021
Kelas; KESSOS 2A
Jurusan: Kesejahteraan Sosial

  • 1. TEORI-TEORI EMILE DURKHEIM Oleh: Yusmar Abdillah.1113054100021.Kesejahteraan Sosial 2A.Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi.Uin Syarif Hidayatullah Jakarta
  • 2. BIOGRAFI EMILE DURKHEIM • Tahun 1858, Emile Durkheim lahir di propinsi Lorraine Perancis Timur pada tanggal 15 April. • Pada usia 21 tahun Durkheim diterima di Ecole Normale Superieure setelah sebelumnya gagal dalam ujian masuk.

AHMAD ALI NIDAULHAQ Tugas1 Dinamika Desa

"Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan"
di Indonesia
A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.
     Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan ('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat mempunyai tujuan: 1. Pertumbuhan sektor pertanian, 2. Integrasi nasional, yaitu membawa seluruh penduduk suatu negeri kedalam pola utama kehidupan yang sesuai, 3. Keadilan ekonomi, yakni bagaimana pendapatan itu dibagi - bagi kepada seluruh penduduk.

Isra Wahyuni_Tugas1_teori sosiologi Emil Durkheim

Isra Wahyuni_Tugas1_teori sosiologi Emil Durkheim

Nama : Isra Wahyuni

Nim: 1113054100023

Jurusan:  Kessos II A

Teori sosiologi Emil Durkheim

            Emil Durkheim adalah sosiologi Perancis keturunan Yahudi. Baginya sosiologi adalah mempelajari social fact (fakta sosial); dan fakta sosial bukanlah fakta individual. Social fact (fakta sosial) adalah aspek-aspek kehidupan sosial yang tidak dapat dijelaskan dalam pengertian biologis atau psikologis dari seorang individu. Fakta sosial bersifat eksternal (berada di luar individu). Karena sifat eksternalnya, fakta eksternal merupakan realitas independen dan membentuk lingkungan objektifnya sendiri. Contoh yang paling jelas dari fakta sosial adalah kebiasaan, peraturan, norma, dan sebagainya. Contoh fakta sosial yang paling besar dan umum adalah masyarakat.

            Selain bersifat eksternal, fakta sosial mempunyai sifat menekan individu, memaksa untuk berbuat sesuai dengan fakta sosial. Sifat eksternal dan memaksanya ini berlaku bagi semua orang di wilayah yang sama dalam kurun waktu tertentu. Individu harus tunduk pada fakta sosial. Karena itu dalam pandangan Durkheim, individu nampak tidak penting sama sekali.

            Dalam The Rule of Sociological Method ia membedakan antara dua tipe fakta sosial:

Material dan nonmaterial. Perhatian utama Durkheim lebih tertuju pada fakta sosial nonmaterial (misalnya kultur dan institusi sosial) dari pada  faka sosial material (birokrasi dan hukum).

            Dalam studi klasiknya tentang bunuh diri yang berjudul Suicide (1897-1951), Durkheim menggarap serius pengumpulan dan analisis data untuk menguji teorinya. Ia membuat proposisi bahawa Suicide adalah fakta sosial (social fact), oleh karena itu bunuh diri bisa dijelaskan melalui faktor-faktor sosial. Durkheim menguji teorinya terhadap penyebab yang berbeda-beda dalam rata-rata perilaku bunuh diri di dalam kelompok wilayah, negara, dan dikalangan golongan individu yang bebeda (misalnya anatara orang kawin dan lajang). Argumen dasarnya adalah bahwa sifat dan perubahan fakta sosiallah yang menyebabkan perbedaan  rata-rata bunuh diri. Misalnya perang atau depresi ekonomi dapat menciptakan perasaan depresi kolektif yang selanjutnya dapat meningkatkan angka bunuh diri.

 

            Dalam karyanya yang lain, The Division of Labour in Society (1893-1964), Durkheim membahas tentang solidaritas sosial. Ia membedakan antara solidaritas yang ada pada masyarakat awal dengan yang ada pada masyarakat modern. Di masyarakat awal struktur sosial relatif simple degan pembagian kerja yang sedikit. Orang-orang terlibat dalam pekerjaan yang sama, karena kesamaan itulah pengalaman hidup mereka juga banyak kesamaan. Rasa keutuhan (oneness) diantara mereka berasal dari fakta ini : mereka begitu sama yang kemudian disebut oleh Durkheim memiliki solidaritas mekanik.

            Kebalikannya, masyarakat modern dicirikan dengan susunan sosial yang amat kompleks dan pembagian kerja yang amat beragam. Orang-orang memiliki tanggungjawab yang spesifik di pabrik-pabrik, di kantor-kantor, dan di sekolah-sekolah. Karena tanggung jawab yang berbeda-beda itulah orang satu sama lain menjadi saling tergantung untuk bisa bertahan hidup. Durkheim menyebutnya dengan sebutan masyarakat yang memiliki solidaritas organik.

            Bagi Durkheim, solidaritas sosial itu dibutuhkan untuk memelihara keteraturan sosial dan untuk kebahagiaan masing-masing individu yang ada di dalamnya. Jika saja solidaritas sosial itu rusak maka bisa membawa konsekuensi-konsekuensi negatif. Dalam situasi semacam ini  bisa saja orang terdorong untuk melakukan bunuh diri Suicide.

 

            Dalam karyanya yang terakhir, The Elementary Forms of Religious Life, ia memusatkan perhatian pada bentuk terakhir fakta sosial nonmaterial yakni agama. Dalam karya ini Durkheim membahas masyarakat primitif untuk menemukan akar agama. Durkheim yakin bahwa ia akan dapat secara lebih baik menemukan akar agama itu dengan jalan membandingkan masyarakat primitif yang sederhana dibandingkan dengan masyarakat modern yang komples. Temuannya adalah bahwa sumber agama adalah masyarakat itu sendiri. Masyarakatlah yang menentukan bahwa sesuatu itu bersifat sakral dan yang lainnya bersifat profan, khususnya dalam kasus yang disebut totemisme. Dalam agama primitif (totemisme) ini benda-beda seperti tumbuhan-tumbuhan dan binatang didewakan atau dipuja. Selanjutnya totemisme dilihat sebagai tipe khusus fakta sosial nonmaterial. Akhirnya Durkheim menyimpulkan bahwa masyarakat dan agama adalah satu dan sama. Agama adalah cara masyarakat memperlihatkan dirinya sendiri dalam bentuk fakta sosial nonmaterial.

 

Rizkianingsih_Tugas1_TeoriSosiologiDurkheim

Emil Durkheim lahir pada tahun 1858 di Epinal, suatu perkampungan kecil orang Yahudi di bagian Timur Perancis yang agak terpencil dari masyarakat yang luas. Ayah Durkheim adalah seorang rabi, seperti kakeknya juga dan kalau Durkheim sudah mengikuti kebiasaan tradisional, dia juga sudah menjadi seorang rabi. Namun dia menyimpang dari kebiasaan ini, sebagian mungkin karena suatu pengalaman mistik dan dia masuk katolik dibawah pengaruh seorang gurunya yang beragama katolik. Lalu dia meninggalkan katolisisme dan menjadi orang yang tidak mau tahu dengan agama(agnostik), tetapi masalah-masalah dasar tentang moralitas dan usaha meningkatkan moralitas masyarakat merupakan perhatian pokok selama hidupnya. Mungkin dari sebagian perhatiannya terhadap solidaritas dan integrasi bertumbuh dari kesadarannya bahwa berkurangnya agama tradisional merusakan salah satu dukungan tradisional yang utama untuk standar moral bersama yang membantu mempersatukan masyarakat di masa lampau.

Durkheim bertekad menekankan pengajaran praktis ilmiah serta moral daripada pendekatan filsafat tradisional yang menurut dia tidak relevan dengan masalah sosial dan moral. Pendirian ideologis Durkheim secara pribadi bersifat liberal. Walaupun mudah untuk melihat beberapa implikasi konservatif penting dalam karya teoritisnya, sebagiannya karena tekanan yang terlampau mementingkan struktur sosial serta kepatuhan individu terhadap masyarakat secara mutlak untuk perkembangannya. Namun dalam prakteknya, dia membela hak-hak individu melawan pernyataan-pernyataan yang tidak adil atau berlebih-lebihan yang dibuat atas nama masyarakat. 

Durkheim terkenal sebagai sosiolog yang brilian dan memiliki latar belakang akademis dalam ilmu sosiologis. Dalam usia 21 tahun ia masuk pendidikan di Ecole Normale Superiure. Dalam waktu singkat ia membaca Renouvier, Neo Kantian yang sangat dipengaruhi pemikiran Saint Simon dan August Comte, dan bahkan melahap karya-karya Comte sendiri. Disertasinya The Division of Labor in Society yang diterbitkan tahun 1893 memaparkan konsep-konsep evolusi sejarah moral atau norma-norma tertib social, serta menempatkan krisis moral yang hebat dalam masyarakat modern. Itu sebabnya, disertasi itu menjadi karya klasik dalam tradisi sosiologi. Durkheim mempunyai pandangan konsensus yang agak ortodoks mengenau struktur sosial. Cirinya yang sangat penting. Katanya, adalah bahwa struktur sosial itu terdiri dari norma-norma dan nilai-nilai, definisi kebudayaan dari perilaku yang dianggap pantas dan penting dalam setting yang berbeda-beda. Adalah melalui sosialisasi kita mempelajari definisi-definisi normatif ini, hanya melalui proses ini yang membuat anggota-anggota masyarakat menjalankan kehidupan sosial mereka.

Menurut Durkheim, walaupun kita mungkin menganggap dapat memilih perilaku tertentu untuk berhadapan dengan orang lain, dalam realitasnya pilihan itu sebenarnya sudah disediakan untuk kita. Durkheim lah yang pertama kali menekankan pandangan konsensus bahwa fikiran dan pengalaman sekalipun diwariskan tidak ditemukan.

Vita Renita_Tugas 1_Teori Emile Durkheim

TEORI EMILE DURKHEIM
            Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Ia keturunan pendeta Yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Tetapi, ketika berumur 10 tahun ia menolak menjadi pendeta. Sejak itu perhatiannya terhadap agama lebih bersifat akademis ketimbang teologis (Mestrovic, 1988). Emile Durkheim adalah tokoh yang sering disebut sebagai eksemplar dari lahirnya teori fungsionalisme. Dalam usia 21 tahun ia masuk pendidikan di Ecole Normale Superiure. Durkheim dalam bidang metodologi menulis The Rule of Sociological Method yang diterbitkan yang diterbitkan tahun 1895. Tahun 1897 Durkheim menjadi guru besar di Bordeaux. Karya Durkheim lain yang berpengaruh dalam ilmu sosiologi adalah The Elementary Forms of Religious Life yang terbit tahun 1912.

Fauzia Firdawati_Tugas 1_Teori Sosiologi Emile Durkheim

Nama      : Fauzia Firdawati
Jurusan   : Kesejahteraan Sosial/IIA
NIM        : 1113054100006
Teori Emile Durkheim

1.      Mengenal Emile Durkheim
Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Ia dilahirkan dalam keturunan Yahudi dan belajar untuk menjadi pendeta. Tetapi, ketika beranjak remaja ia menolak menjadi pendeta. Sejak itu, perhatiannya terhadap pendidikan agama lebih bersifat akademis. Ia bukan hanya kecewa terhadap pendidikan agama, tetapi juga pendidikan umumnya. Ia menolak karir tradisional dalam filsafat dan berupaya mendapatkan pendidikan ilmiah yang dapat disumbangkan untuk pedoman moral masyarakat.

Fauzia Nurul Khotimah_Dinamika Desa DalamTinjauan Sejarah dan Kebijakan Pembangunan di Indonesia


Della Azizah_Tugas 1_Teori Emile Durkheim

Teori Emile Durkheim
Emile Durkheim lahir di epinal, perancis, 15 april 1858. Pada tahun 1887 pertama kalinya Durkheim memberikan kuliah di salah satu Universitas Perancis. Durkheim menganut pemikiran politik konservatif tetapi pada masa hidupnya ia juga befikiran liberal dan ini di tunjukkan oleh peran aktif yang di mainkan nya dalam membela Alfred Dreyfus, seorang kapten tentara Yahudi yang dijatuhihukuman mati karena pengkhianatannya oleh banyak orang yang dirasakan bermotif anti yahudi. Teori Durkheim di bagi menjadi 4 teori  yaitu :

Muhammad Farid Tugas 1 Konsep Utama Kabuyutan

Konsep utama Kabuyutan
Nilai-nilai pokok atau dimensi paling penting dari suatu kebudayaan adalah nilai-nilai yang universal yang akan diterima oleh bangsa apa pun di dunia ini; atau nilai-nilai yang kebenarannya tidak perlu diperdebatkan lagi dan yang diperlukan hanyalah aplikasi atau pengamalannya. Nilai-nilai pokok adalah landasan, sumber, dan muaradimensi-dimensi atau nilai-nilai penting lainnya dari suatu kebudayaan. Apabila suatu bangsa berhasil merevitalisasi nilai-nilai pokok budayanya, maka bangsa tersebut berpeluang untuk meraih kembali
kejayannya.

Rizkia Indriyani_Tugas 1_Teori Emile Durkheim

Nama          : Rizkia Indriyani

Jurusan       : Kesejahteraan Sosial/IIA

NIM            : 1113054100017

Teori Emile Durkheim

Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Pada tahun 1882-1887 ia mengajar filsafat di sejumlah sekolah di Paris. Durkheim pertama kali memberikan kuliah ilmu sosial di Universitas Perancis. Kini Durkheim menganut pemikiran politik konservatif, namun dimasa hidupnya ia dianggap berpikir liberal dan ini ditunjukkan oleh peran aktif publik aktif yang dimainkan nya dalam membela Alfred Dreylus, seorang kapten tentara Yahudi yang dijatuhi hukuman mati karena pengkhianatan yang oleh banyak orang dirasakan bermotif anti Yahudi. Adapun teori Durkheim dibagi menjadi 4 teori yaitu :

1.        Teori Solidaritas

Solidaritas menurut Durkheim sendiri adalah persahabatan antara individu atau kelompok yang dimulai dari kesamaan sikap perilaku dan diperkuat dengan perasaan moral dan kepercayaan yang sama-sama dianut serta diperkuat oleh pengalaman emisonal . Teori solidaritas dikembangkan menjadi 2 yaitu :

§  Pada solidaritas mekanik, jenis anggota masyarakat nya memiliki kesamaan satu sama lain, pola pikirnya masih bersifat primitive (pedesaan), kepercayaan yang mereka anut sangat kuat sehingga tiap yang melanggar akan ada hukuman nya. Dalam teori ini meski pun pelanggaran yang dilakukan nya kecil namun bisa saja hukuman yang diberikan berat, dengan tujuan agar masyarakat tetap mempertahan kan nilai keutuhan kesadaran masyarakat.

§  Solidaritas organik menyatakan bahwa pada teori ini masyarakat cenderung memiliki pola pikir masyarakat perkotaan (modern). Sehingga mulai dari pendapatan dan pembagian kerja mereka pun berbeda satu degan yang lainnya. Peranan sosial pun menghasilkan  ketergantungan sehingga mereka tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan nya sendiri atau  ketergantungan. Pada masyarakat ini hukum yang diterapkan ialah hukum restitutif, tujuan dari hukum ini adalah untuk memulihkan kembali aktivitas normal dari suatu masyarakat yang kompleks. Banyak perubahan yang dialami oleh masyarakat ini yang diakibatkan karna adanya modernisasi. Banyak dari mereka yang melanggar norma-norma yang berlaku, sehingga menyabebabkan terjadinya penyimpangan.

 

2.      Fakta Sosial

Teori sosial terdiri dari struktur sosial, norma budaya dan nilai yang berada dan memaksa.  Teori sosial adalah seluruh cara bertindak , baku maupun tidak yang berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan dari luar. Teori sosial tidak dapat direduksi kepada individu. Teori sosial dibagi menjadi fakta material dan non material.  Pada fakta material, gaya arsitektur bentuk teknologi dan hukum perundang-undangan lebih mudah dipahami karena keduanya dapat diamati secara langsung. Pada fakta non material teori sosial memiloiki  batasan tertentu, interaksi non material memiliki tingkatan-tingkatan realitasnya sendiri.

 

3.      Teori Bunuh Diri

Penyebab bunuh diri adalah pengaruh integrasi sosial. Munculnya teori ini karena melihat didalam lingkungannya terdapat orang-orang yang melakukan bunuh diri. Kemudian Emile tertarik untuk melakukan penelitian diberbagai negara. Menurut Emile terdapat empat alasan orang bunuh diri :

§  Karena alasan agama

Durkheim mengungkapkan perbedaaan angka bunuh diri dalam penganut ajaran Katolik dan Protestan. Penganut agama Protestan cenderung lebih besar angka bunuh dirinya dibandingkan dengan penganut agama Katolik. Perbedaan ini dikarenakan adanya perbedaan kebebasan yang diberiakn oleh kedua agama tersebut kepada penganutnya. Penganut agama Protestan memperoleh kebebasan yang  jauh lebih besar untuk mencari sendiri hakekat ajaran-ajaran kitab suci, sedangkan pada agama Katolik tafsir agama ditentukan oleh pemuka Gereja. Akibatnya kepercayaan bersama dari penganut Protestan berkurang sehingga menimbulkan keadaan dimana penganut agama Protestan tidak lagi menganut ajaran/tafsir yang sama. Integrasi yang rendah inilah yang menjadi penyebab laju bunuh diri dari penganut ajaran ini lebih besar daripada penganut ajaran bagama Katolik.

§  b. Karena alasan keluarga
Semakin kecil jumlah anggota dari suatu keluarga, akan semakin kecil pula keinginan untuk terus hidup. Kesatuan sosial yang semakin besar, semakin besar mengikat orang-orang kepada kegiatan social di antara anggota-anggota kesatuan tersebut. Kesatuan keluarga yang lebih besar biasanya lebih akan terintegrasi.

 

§  c. Karena alasan politik
Durkheim disini mengungkapkan perbedaan angka bunuh diri antara masyarakat militer dengan masyarakat sipil. Dalam keadaan damaiangka bunuh diri pada masyarakat militer cenderung lebih besar daipada masyarakat sipil. Dan sebaliknya, dalam situasi perang masyarakat militer angka bunuh dirinya rendah. Didalam situasi perang masyarakat militer lebih terintegrasi dengan baik dengan disipilin yang keras dibandingkan saat keadaan damai di dalam situasi ini golongan militer cenderung disiplinnya menurun sehingga integrasinya menjadi lemah.

 

§  d. Karena alasan kekacauan hidup (anomie)
Bunuh diri dengan alas an ini dikarenakan bahwa orang tidak lagi mempunyai pegangan dalam hidupnya. Norma atau aturan yang ada sudah tidak lagi sesuai dengan tuntutan jaman yang ada.

 


Jenis-jenis bunuh diri
a. Bunuh diri Egoistic
Adalah suatu tindak bunuh diri yang dilakukan seseorang karena merasa kepentingannya sendiri lebih besar daripada kepentingan kesatuan sosialnya. Seseorang yang tidak mampu memenuhi peranan yang diharapkan (role expectation)di dalam role performance (perananan dalam kehidupan sehari-hari), maka orang tersebut akan frustasi dan melakukan bunuh diri.
b. Bunuh diri Anomie
c. Bunuh diri Altruistic
Orang melakukan bunuh diri karena merasa dirinya sebagai beban dalam masyarakat. Contohnya adalah seorang istri yang melakukan bunuh diri yang telah ditinggal mati oleh suaminya. Serta juga bunuh diri yang dilakukan oleh orang Jepang “hara kiri”, yaitu bunuh diri yang dilakukan oleh anggota militer demi membela negaranya.
d. Bunuh diri Fatalisme
Adalah bunuh diri yang dilakukan karena rasa putus asa. Tidak ada lagi semangat untuk melanjutkan hidup.

 

4.      Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan.Banyak agama memiliki narasi, simbol dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.

 Durkheim juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama harus berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

 

Cari Blog Ini