Jumat, 25 April 2014

Fauzia Firdawati _Tugas 5_Penelitian Sosiologi

Fauzia Firdawati
1113054100006
Kesejahteraan Sosial / 2A
Perilaku Supir Angkutan Umum dalam Mencari Penumpang di Sembarang Tempat yang Menyebabkan Kemacetan

I.       Latar Belakang
Angkutan umum merupakan kendaraan masyarakat yang diberikan oleh pemerintah dengan tujuan mengurangi kemacetan di jalan raya, terutama pada jam berangkat kerja atau bersekolah dan jam pulang. Bagi kebanyakan negara, pemberhentian angkutan di halte atau terminal yang seharusnya. Begitu juga penumpangnya yang dengan semangat berjalan menuju pemberhentian bus atau angkutan yang ada. Sehingga mereka bisa sampai tempat tujuan tanpa telat dengan alasan macet dan tidak terburu – buru.
Berbeda dengan di Indonesia. Perilaku kurang tertib nampaknya banyak melekat pada diri masyarakat terutama warga Jakarta. Sebagai Ibukota seharusnya warga Jakarta bisa memberikan contoh dalam ketertiban. Namun sebaliknya, kebanyakan warga lebih bersikap tak acuh terhadap ketertiban terutama di jalan raya baik sebagai pengemudi maupun sebagai penumpang. Hal ini berlaku pada angkutan umum. Perilaku supir yang sering memberhentikan angkutannya di tempat umum dengan alasan "mengejar setoran"  sudah menjadi hal yang biasa. Yang walaupun menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan, para supir tidak mengacuhkan hal tersebut. Berlaku pula untuk para penumpang yang ingin naik disembarang tempat, bukan di halte yang sudah disediakan.

Kamis, 24 April 2014

Vita Renita_Tugas 5_Penelitian Masalah Sosial

Nama : Vita Renita
NIM : 1113054100025
KLS : Kessos 2A

TEMA : HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAKNYA

I. LATAR BELAKANG
Orang tua seharusnya memahami bahwa merekalah sebagai penanggungjawab
utama dalam pendidikan putra-putrinya. Secara umum, berhasil tidaknya
pendidikan seorang anak biasanya dihubungkan dengan perkembangan
pribadi orang tuanya dan baik tidaknya hubungan, komunikasi dan role
model dalam keluarga.
Pendidikan yang kaya tercipta secara optimal melalui kolaborasi dari
orang tua dan guru, sehingga tercipta harmoni yang sempurna antara
rumah dan sekolah. Ini merupakan suatu proses yang dapat membantu
anak-anak untuk mengenal diri mereka sendiri dan komunitas dimana
mereka berada. Hal ini memampukan mereka untuk dapat membuat keputusan
yang bebas tapi bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan
profesionalnya.

Selasa, 22 April 2014

Nur halimah_tugas ke-5_ Tahapan Kegiatan Masyarakat Hijau dengan Produk Daur Ulang Sampah Rumah Tangga

Tahapan Kegiatan Masyarakat Hijau dengan Produk Daur Ulang Sampah Rumah Tangga
TAHAP I
INSTRUMEN
NO.
KEGIATAN
AKTOR
KETERANGAN
1
Sosialisasi kepada masyarakat, terutama kaum ibu
-Tokoh masyarakat
 -guru pengajian
-ikatan remaja musolah setempat
2
penyuluhan
Ketua RT dengan mendatangkan penyuluh lingkungan
3
Pengajuan permohonan bantuan berupa mesin pencacah sampah
Ketua RT kepada Pemerintah
4
Mulai aksi dengan mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sampah, mulai dari:
-       Memisahkan sampah organik dan anorganik
-       Mendaur ulang sampah, baik yang organik maupun anorganik.
Pengembang masyarakat dan masyarakat

Ari Herlangga_Tugas 5_Term Of Reference Penelitian Sosiologi

A.    JUDUL : PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANGAKATAN 2013

I.      Latar Belakang
Memasuki era globalisasi dan modernisasi dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan pesat. Tuntutan masyarakat semakin kompleks dan persaingan sangat ketat. Hal ini harus didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan melalui jalur pendidikan. Pendidikan merupakan faktor pendukung utama terbentuknya manusia yang produktif dan kreatif guna terciptanya masyarakat yang sejahtera dan makmur serta memajukan bangsa dan negara. Dalam arti luasnya, pendidikan mengandung pengertian mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih setiap individu.

M. IRHAMNI_instrumen_Proposal Ekoman


PROPOSAL EKOLOGI MANUSIA
"PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH DAUN KERING DI SEKITAR  JALAN MANDOR BARET LEGOSO"
M. IRHAMNI           
TAHAPAN PROGRAM
1.      Instrumen
No
Kegitan
Terlaksana
Tdk Terlaksana
Keterangan
1
Perijinan dan Pengenalan Program ke RT dan Masyarakat
Diskusi dengan para pemuda dan Mahasiswa
Pembuatan struktur organisasi
Pembuatan kompos secara bersama-sama dengan penyimpanan daun kering yang ramah lingkungan/ AksiNyata.
Evaluasi
     

Senin, 21 April 2014

iis sudiyanti ( tugas5 ) pmi6_Tahap Pelaksanaan

Nama : iis sudiyanti
PMI VI 
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan "101 Penanaman di Pekarangan Rumah"
Tahap 1 ( Instrument )
No
Kegiatan
Aktor
Keterangan
1
Diskusi dengan tokoh masyarakat
Kepala RT, kiyai, ibu-ibu pkk

2
Diskusi dengan para pemuda
Karang taruna, Ikatan remaja masjid

3
Diskusi dengan kepala desa
Kepala Desa

4
Pola Aksi
Seluruh masyarakat






Budhi Baihakki_PMI 6_Proposal dan Instrument

Proposal Kegiatan
"Sosialisasi Permasalahan Sampah Kepada Anak-Anak Dengan Metode Ular Tangga Raksasa"
Latar Belakang Masalah
Sampah merupakan masalah yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Karena semakin tak terkendalinya peningkatan jumlah populasi maka akan semakin berdampak buruk bagi bumi kita apabila manusia tidak dapat ramah dengan alam. Manusia adalah makhluk yang konsumtif dan selalu ingin sesuatu yang baru walaupun sesuatu yang baru itu tidak terlalu diperlukan untuk kebutuhan hidupnya, dan setiap harinya mempunyai berbagaimacam kebutuhan yang berbeda-beda. Maka suatu saat akan ada sesuatu barang yang sudah lama dan tidak diperlukan lagi, dan itu sudah pasti jadi sampah.

Agung Laksono Wibowo_Tugas 5_Konsep Penelitian Sosiologi


Dampak Ditutupnya Terminal Lebak Bulus bagi Perekonomian Para Supir Bus Travel
I.                  Latar Belakang
         Terminal Lebak Bulus adalah terminal bus yang terletak di Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Terminal bus ini merupakan salah satu terminal bertipe A yang ada di Provinsi DKI Jakarta ini. Terminal Lebak Bulus memiliki keberfungsian sebagai sarana penyedia transportasi umum yang  terbagi menjadi dua, yaitu untuk melayani penumpang dengan tujuan dalam kota dan luar kota. Terminal ini menjadi terminal tujuan awal atau akhir dan juga terminal yang dilewati untuk beberapa rute perjalanan. Dan terminal ini juga bersebelahan dengan Stadion Lebak Bulus, namun sekarang sudah tidak diberfungsikan karena adanya proyek pembangunan MRT.

kartika al ashzim_tugas 5_perilaku PKL KS Tubun terhadap perelokasian lokasi

Perilaku PKL KS Tubun Terhadap Perelokasian Lokasi.
I.                      I. Latar Belakang
Maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang kembali memilih berjualan di jalan berdampak luas. Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan beragam cara untuk mendorong para PKL agar bersedia berjualan di gedung-gedung pasar. Banyak cara dilakukan Pemprov DKI, yakni menggratiskan sewa kios selama enam bulan, menggelar hiburan musik di tempat-tempat yang dijadikan relokasi, menggelar event promosi yang mampu menarik minat pengunjung.
Salah satu lokasi yang menjadi tempat penelitian saya yaitu di KS Tubun, Petamburan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah merelokasi para PKL KS Tubun ke Gedung PD Pasar Jaya Slipi. Pada awalnya, para PKL KS Tubun bersedia direlokasi ke gedung PD Pasar Jaya Slipi. Tetapi dalam proses perelokasian, para PKL merasa tidak betah. Sehingga pada kenyataannya, para PKL kembali menjajakan dagangannya ke badan jalan dan trotoar. Hal itu mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan KS Tubun menjadi macet. Budaya PKL berjualan di pinggir jalan, itu karena mereka benar-benar merasakan keuntungan yang diperoleh. Dibandingkan berjualan di gedung-gedung pasar yang telah disiapkan oleh Pemprov DKI.
Sampai saat ini, para PKL masih berjualan disekitar Museum Tekstil. Itu karena para PKL sangat membutuhkan pendapatan untuk menopang kehidupan keluarganya. Sebenarnya para PKL bukan tidak mau di relokasi, melainkan menginginkan tempat yang memungkinkan serta memadai.
II.                  II. Pertanyaan Penelitian
1.       Apa alasan para PKL di KS Tubun tidak mau direlokasi ke pasar Slipi?
2.       Siapa saja yang merasa terganggu akibat PKL berjualan di badan jalan?
3.       Apakah para PKL KS Tubun sudah merasa puas dengan perelokasian lokasi ke pasar Slipi?
4.       Apa yang diharapkan oleh para PKL KS Tubun terhadap Pemerintah Provinsi DKI?
5.       Apakah perelokasian lokasi ini dapat menjadi solusi terbaik untuk para PKL KS Tubun?
 
III.                III. Metode
Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode kualitatif.
Metode kualitatif secara umum sifatnya:
1. Menggali informasi secara mendalam
2. Menjawab pertanyaan mengapa
3. Mengetahui tentang motivasi, persepsi, perilaku, sikap dan kepercayaan
4. Memungkinkan untuk mendapatkan hal-hal yang tersirat
5. Mendapatkan suatu hipotesa
tehnik yang digunakan berupa wawancara mendalam, fokus group discussion dan observasi
 

Rachmat Jazuli_Tugas 5_Laporan Penelitian Lapangan


A. Pendahuluan
Coba, pernahkah kita bertanya secara spesifik kenapa anak dan remaja bahkan orang dewasa kecanduan game? Mungkin jawaban sederhananya adalah game itu mengasyikan dan seru-seru model permainannya. Sekilas jawabannya baik dan masuk akal. Tetapi yang berkembang belakangan ini game sudah lebih jauh dari sekedar seru dan asyik. Ada apa disana dan kenapa lebih asyik? Karena sekarang disana ada kehidupan dan dunianya sendiri, atau mudahnya ada "alamnya" sendiri.

Muhammad Farid Tugas 6 Ekologi Manusia Tahapan Program

Nama              : Muhammad Farid

NIM                : 1111054000003

Mata kuliah   : Ekologi Manusia

Tugas ke         : 6


SAVE OUR CILIWUNG : Menjaga dan Memanfaatkan Ciliwung

Tahapan Program


Tahap I : Instrumen


No.

Kegiatan

Dilakukan

Keterangan

Ya

Tidak

1

Diskusi dengan tokoh masyarakat tentang program yang akan dijalankan

 

 

 

2

Diskusi dengan pemuda sekitar untuk sosialisasi program dan mengajak kerjasama menjalankan program

 

 

 

3

Pemetaan lokasi KaSuKa

 

 

 

4

Membuat MOU dengan Komunitas Ciliwung Condet

 

 

 

5

Membuat MOU dengan Bank Sampah Melati Bersih

 

 

 

6

Membuat MOU dengan Relawan Pecinta Pohon

 

 

 

7

Pengorganisasian program

 

 

 

8

Pembuatan Pos PaSS (Patroli Sampah Sungai)

 

 

 

9

Menyiapkan logistik Pos PaSS

 

 

 

10

Menyiapkan bibit-bibit pohon

 

 

 

11

Menyiapkan Lokasi Bank Sampah

 

 

 


Tahap II : Pelaksanaan

1.      Diskusi

Melakukan diskusi dengan RT, RW, PKK dan Tokoh Masayarakat sekitar guna mensosialisasikan dan meminta dukungan program-program yang akan dijalankan. Kemudian di waktu yang berbeda berdiskusi dengan pemuda dan karang taruna sekitar untuk mensosialisasikan dan melakukan kerjasama untuk program yang dijalankan.

2.      Pemetaan lokasi

Berkeliling dengan warga, untuk menentukan lokasi yang akan dijadikan objek program.

3.      Membuat MOU dengan beberapa Komunitas dan Lembaga.

·         Komunitas Ciliwung Condet, untuk menyokong program PaSS, yang mana membutuhkan berbagai macam persiapan, untuk terjun langsung ke sungai.

·         Bank Sampah Melati Bersih, untuk memudahkan pengelolaan sampah, dan juga bisa bermanfaat untuk warga.

·         Relawan Pecinta Pohon, untuk melakukan penghijauan di bantaran sungai ciliwung

4.      Pengorganisasian Program

Untuk menentukan siapa ketua, wakil, sekretaris, bendahar, anggota dan lain sebagainya,  dalam menjalankan program.

5.      Pemenuhan logistik

Menyiapkan berbagai macam logistik yang digunakan dalam program-program yang hendak dijalankan, seperti, perahu, serokan sampah, pacul, dan lain-lain.

6.      Pembangunan

Membangun lokasi Pos PaSS, dan juga membnagun lokasi Bank Sampah Melati Bersih.

7.      Aksi

Mulanya melakukan pembersihan sampah-sampah di bantaran sungai, dan juga yang berada di sungai. Setelah bersih mulai penjagaan di pintu KaSuKa, untuk menhan sampah yang mengalir dari luar KaSuKa. Kemudian sampah dipilah olah masyarakat, yang sekiranya masih berguna, dan kemudian dibawa ke bank sampah. Begitu seterusnya, ketika warga mendapat sampah, maka proses akhirnya dibawa ke bank sampah.

Kemudian setelah bantaran sungai mulai bersih, barulah memulai penanaman pohon untuk menghijaukan kembali bantaran sungai ciliwung.

Tahap III : Evaluasi

Evaluasi ini akan dilaksanakan setelah program dijalankan


Cari Blog Ini