Selasa, 31 Maret 2015

Suryo Widodo_Tugas ke-3_Life History

Nama              :Suryo Widodo

Life History

A.STORY

Pada kesempatan kali ini saya akan mewawancarain Bpk. Sumidi Beliau adalah pendiri sekaligus pemimpin dari Spesialist Pemasangan Marmer.Beliau lahir di wonogiri  tanggal 7 Juli 1968 Beliau adalah anak dari pasangan Bpk.Kartorejo, dan ibu.Sarijem, dan beliau adalah anak ke lima dari delapan bersaudara dengan kakak pertama bernama Bpk.Sarno, kakak kedua Bpk.Sunar, kakak ke-tiga Bpk.Sukar, kakak ke-empat Bpk.Suwito, yang ke-lima adalah beliau sendiri, lalu adik Ibu. Sukinem, adik ke-dua Bpk.Suratno, dan yang terakhir Bpk. Sugimin.

Beliau Juga mempunyai tiga orang anak, yang pertama bernam raditya pradana wibowo,lalu yang kedua bernama suryo widodo, dan yang ketiga bernama muhammad nur triambodo.

 Ayah beliau adalah Bpk karterejo atau biasa di sebut karno,lahir di Wonogiri tanggal 1918(Pada Zaman dahulu tidak mengerti akan adanya tanda pengenal) adalah anak ke-lima dari sembilan bersaudara,kakak pertama Bpk. Karso,Kakak kedua Ibu Kaliyem,Kakak ke-tiga Ibu karinah, kakak ke-empat Bpk. Kadi, dan yang kelima adalah beliau, dan mempunyai adik pertama yaitu Ibu Karsi, adik ke-dua Bpk. Karmin, adik ke-tiga Ibu Karmi, adik ke-empat Bpk. Kijo

Bapak Kartorejo merupakan anak kelima dari Bpk. Joyo kromo dan Ibu. Tinah. Bpk. Joyo keromo merupakan anak pertama dari dua belas bersaudara. Sedangkan ibu Tinah merupakan anak Ke-dua dari dua bersaudara dengan kakak bernama tinem. Beliau lahir di Wonogiri

Saya akan menjelaskan tentang beberapa pengalaman dari beliau,ayah beliau, dan hubungan dari saudara,kerabat,lingkungan, dan keluarga. Seperti yang di jelaskan sebelumnya beliau adalah anak ke lima dari delapan bersaudara. Sedangkan ayahnya adalah anak ke-lima dari sembilan bersaudara.

Ayahnya semasa hidupnya mengajarkan kepada anak-anaknya tentang kehidupan yang baik dan menjauhkan yang buruk. Dan sering bercerita tentang kehidupan-kehidupannya di masa lalu. Dan ketika saya mewawancarinya beliau bercerita tentang bagaimana dia dulu adalah seorang buruh tani yang tidak mempunyai sawah dan tidak mempunyai hewan ternak sedangkan beliau memiliki delapan anak yang harus di hidupi.

Lalu beliau juga bercerita tentang ketika Bpk. Sumidi kecil beliau sering memberikan cerita-cerita tentang nabi-nabi dan juga bercerita tentang cara-cara menanam tumbuh-tumbuhan dengan cara menyanyikan atau menyairkan setiap ceritanya.

Sehingga beliau harus merantau ke daerah Ponorogo dan ikut dengan orang lain untuk bekerja sebagai buruh lepas, namun dengan semangat dan kerja keras nya dan keinginan untuk tetap hidup beliau akhirnya sampai dijadikan anak angkat oleh Bpk. . tetapi karena keinginan beliau adalah untuk bekerja,ketika orang tua angkat beliau sudah tua renta beliau dijanjikan akan di berikan warisan olehnya dan akan di nikahkan oleh anaknya. Akan tetapi beliau menolak dan lebih memilih untuk pulang kembali ke daerah asalnya di Wonogiri.

Lalu beliau juga bercerita tentang ketika Bpk. Sumidi kecil beliau sering memberikan cerita-cerita tentang nabi-nabi dan juga bercerita tentang cara-cara menanam tumbuh-tumbuhan dengan cara menyanyikan atau menyairkan setiap ceritanya.

Dari situ terlihat bahwa apabila bekerja keras pasti mendapatkan apa yang di inginkan tetapi ketika sudah mendapatkan yang di inginkan jangan serakah terhadap apa yang sudah di capai dan harus mengingat bahwa apa sudah di lakukan tersebut memiliki hak dari orang lain.

Dan juga menjelaskan bahwa apa yang di lakukan yang baik-baik dan tidak boleh melakukan hal-hal yang buruk karena apabila melakukannya membuatnya berdosa sehingga takut untuk melakukan hal-hal yang buruk.

Lalu ada ibunya yaitu Alm.ibu Sarijem,lahir di Wonogiri, tanggal 1938(Sama Seperti Sebelumnya).Ibunya mengajarkan tentang kasih sayang terhadap sesama dan orang tua, dan berdasarkan cerita dari Bpk. Sumidi ibunya sangat menyanyanginya mulai dari kecila karena berdasarkan ceritanya,dulu ketika ia masih kecil mereka jarang sekali ada makanan dan ketika ada makanan berupa Getuk orang tuanya akan lebih memilih untuk makan dedaunan untuk memberikan makanan tersebut untuk anak-anaknya karena apabila orang tuanya ikut makan pasti anak-anaknya akan memberikan bagiannya untuk orang tuanya.

Berdasarkan cerita tersebut banyak sekali di ajarkan bahwa ketika hidup harus saling menyayangi orang lain terutama anak sendiri. Dan selalu sayangi orang tua karena bagaimanapun jahatnya orang tua,mereka tetaplah orang yang paling menyayangi dari pada orang lain.

 Lalu Beliau juga memiliki istri bernama Atik Sugiarti,lahir di Ponorogo tanggal 27 November 1963, adalah anak pertama dari enam bersaudara dan anak dari Bpk.Kaderin dan ibu Lamiyem, memiliki adik pertama yaitu Ibu. Nanik Karyani, kedua Bpk.Sugiri Handayani, Ketiga Bpk. Sarwo Eddy Purnomo, Ke empat Bpk. Antok Sugiarto, Ke Lima Bpk. Agus Indarto

            Menurut istrinya beliau adalah orang yang pekerja keras,tegas, baik,wibawa,di lihat sekilas bahwa beliau itu jutek sedangkan apabila sudah mengenal sebenernya dia peduli kepada orang lain.

            Beliau pekerja keras karena apabila mengalami kegagalan selalu bangkit dan bangkit lagi bahkan lebih semangat dari sebelumnya. Sehingga ketika ada kegagalan itu di jadikan motivasi untuk membuat dirinya belajar dan dapat maju lagi.

            Dan dari segi tegasnya dia sangat tegas misalnya kalo menyikapi suatu pekerjaan dalam memimpin dan dalam lingkungannya. Terbukti dari kepemimpinannya ketika menjabat sebagai ketua RT 012/ RW 004 selama hampir 10 tahun lebih beliau memimpin dan banyak yang memujinya.

            Sedangkan dari segi baiknya yaitu beliau sangat sayang kepada anak-anaknya dan istri dan membimbing ke dalam kebaikan. Seperti menjadi imam ketika shalat dan mengajak shalat ketika sedang berada dirumah.

            Namun dia mempunyai kekurangan yaitu ketika orang melihatnya sekilas beliau seperti kelihatan galak,jutek dan lain-lainnya. Namun ketika sudah dekat dan tahu akan kepribadiannya beliau salah satu orang yang baik. Terlihat dari pendapat dan usul nya tentang perencanaan bedah rumah yaitu perencanaan tentang membedah rumah yang sudah lebih dari 15 tahun tidak pernah mengalami perubahan atau perbaikan.

            Dan usul atau pendapat tersebut mendapatkan perhatian yang baik dari masyarakat terdekat dan menjadi salah satu usulan yang masih di laksanakan di daerah sekitar rumahnya sampai sekarang.

Dan dari kerabatnya yaitu Bpk. Selamet beliau bercerita tentang bagaimana ia di ajarkan untuk menjadi lebih maju lagi. Mulai dari dulu di ajak bekerja menjadi salah satu karyawannya hingga mendirikan sebuah perusahaan sendiri dan ia juga menganggap bahwa Bpk. Sumidi merupakan kerabat dan juga gurunya sehingga sangat menghormati apa yang di katakan dan yang di lakukannya

 

B.Nilai

1.      Agama

Secara agama beliau telah menjadi agama islam sejak dari kecil karena keturunan dari orang tuanya akan tetapi beliau baru memulai belajar untuk baca,tulis, dan mengaji ketika umur 4 tahun. Sedangkan ketika itu beliau masih belom dapat mengerti bahkan membaca iqro namun beliau sudah dapat menghafal dan menyanyikan surat-surat pendek dalam al-qur'an. Beliau baru dapat membaca dan mengerti ketika berumur 5 tahun ketika di ajarkan oleh guru mengajinya

Beliau juga belajar tentang akhlak seperti berbicara yang kotor itu berdosa dan ketika berbicara kepada orang tua harus sopan, dan untuk makan harus menggunakan tangan kanan, lalu untuk mandi memulai mandi sendiri ,dan lain-lainnya.

Pada tahun 2014 lalu beliau mendapatkan kesempatan berkunjung ke mekkah dengan menunaikan haji seperti perintah Agama islam. Mulai dari situ beliau mulai untuk mengikuti ngaji rutin yang di adakan di sekitar rumahnya.

Lalu juga baru mulai mengikuti shalat berjamaah di masjid-masjid dan mushola di sekitar rumah

2.      Pendidikan

Beliau masuk sekolah kelas satu SD tahun 1974,lalu keluar dari sekolah selama enam bulan. Karena menyaksikan teman sebayanya yang masih sekolah dan naik kelas, beliau mencoba mendaftar lagi tetapi ingin masuk dalam kelas dua. Karena semangatnya yang tinggi beliau akhirnya dapat menyelesaikan SD tersebut dengan baik. Lalu setelah lulus beliau tidak melanjutkan sekolah dan ikut bekerja dengan kakak dan saudaranya.

Tetapi beliau mendapatkan pendidikan yang non formal yaitu ketika ia bekerja beliau di anjurkna oleh pemimpin grub nya untuk mengarahkan teman-temannya yang sedang bekerja dan belajar untuk melihat dan membuat desaign tentang bangunan dan beliau mengerti tentang apa saja yang harus dilakukan untuk membuat bangunan bahkan dapat melakukan penghitungan atau perkiraan bahan bangunan yang di butuhkan untuk membuat satu rumah hanya dengan melihat lahan dan apa yang di inginkan coustemer nya

3.      Lingkungan

Dari segi keluarga beliau cukup mandiri karena beliau lahir dalam keluarga yang survive dan harus mandiri. Sehingga ketika beliau lulus SD beliau langsung bekerja bersama saudara-saudaranya yang besar. Namun ketika beliau ikut bersama saudara-saudaranya yang besar beliau selalu mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang ringan.

Sedangkan dari segi masyarakat beliau lahir dari masyarakat yang kurang mampu karena kebanyakan dari masyarakata tersebut adalah petani dan peternak. Lalu beliau juga harus memenuhi kebutuhan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sehingga kebanyakan dari masyarakat tersebut harus pergi dari desanya untuk memenuhi kebutuhan hidup

Sedangkan sekitar tahun 2007 beliau menjadi ketua RT berhasil membuat masyarakatnya menjadi peduli terhadap lingkungan dengan mengadakan kerja bakhti setiap minggunya dan mendukung anak muda untuk melakukan aktivitas seperti mengadakan futsal/ lomba futsal setiap tahun,dll.

Dan itu berlanjut sampai tahun 2013 dan di akhir-akhir masa jabatannya beliau sering membuat usulan-usulan yang cukup mengejutkan seperti halnya membuat usulan tentang "bedah rumah" yang membuat masyarakat sekitar menjadi masyarakat yang bersosial.

 

C.Pandangan Hidup

            Beliau termasuk orang yang sudah sukses karena beliau sudah memiliki perusahaan tersendiri. Beliau berusaha untuk sukses karena apabila ia tidak sukses maka ia akan kembali ke kampungnya dan hidup kembali seperti dulu sehingga apapun rintangannya beliau selalu berusaha dengan sekeras mungkin agar hidupnya dapat berubah dan berguna untuk dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya dan beliau selalu memotivasi diri bahwa kehidupan ini harus di lakukan dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras karena apabila tidak kerja keras maka kehidupan tidak akan berubah.

            Dan apabila ingin berubah maka harus bekerja keras lah karena dengan kerja keras,dapat membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Beliau juga berpesan janganlah menjadi orang yang berbohong karena apabila orang suka berbohong tidak akan pernah tenang hidup di dunia.

Cita-cita

            Beliau bercita-cita dalam hidupnya yaitu menjadikan masyarakat di daerah sekitar rumahnya( yang berada di jakarta) menjadi lingkungan yang sama kampung tempat tinggalnya dulu yaitu menjadi masyarakat yang perduli akan lingkungan sekitar dan perduli dengan alam.

            Sedangkan untuk keluarganya beliau mengatakan agar anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses sesuai yang di inginkan anaknya.

D.Riwayat Kesehatan

            Karena kesibukan beliau sebagai seorang wirausahwan,beliau sangat jarang sekali melakukan olahraga karena untuk bekerja beliau berangkat pagi sekali dan apabila pulang larut malam sehingga ketika sedang tidak bekerja beliau memilih untuk beristirahat namun belia sangat menjaga sekali pola hidup sehat mulai dari minum dan kadar makanannya dan dari riwayat penyakitnya beliau tidak pernah mengalami sakit-sakit yang belebihan beliau hanya merasa sakit demam,meriang,batuk,flu dan sakit-sakit ringan lainnya

E.Ekonomi

            Dari segi ekonomi beliau tidak menceritakan banyak beliau hanya bercerita bahwa penghasilannya tidak menentu tergantung penawaran sehingga dari segi keuntungan beliau tidak memberitahukannya lebih lanjut.

 

 

Narasumber     : Bpk. Sumidi (SPM)

Draft Life History/Maria Angelina/BPI 6/Metodologi Penelitian Kualitatif

Nama : Maria Angelina

Nim : 1112052000003

Kelas : BPI 6

Draft Life History dari Siti Mualiyah

                Disini saya akan sedikit menceritakan tentang life history seorang gadis entrepreneur yang masih duduk di bangku kuliah, yaitu Siti Mualiyah.  Mahasiswi yang kini kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Semester 6, Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta ini adalah salah satu mahasiswi yang bisa kita jadikan motivasi untuk semua mahasiswa, khususnya para wanita. Dia bernama Siti Mualiyah dan biasanya orang di sekelilingnya memanggilnya Alya. Beliau lahir di Brebes, 2 Agustus 1989, anak bungsu dari 6 bersaudara. Sebelum ia menjadi seorang mahasiswi UIN jakarta, ia telah lama tinggal di pare, yakni sekitar 2 tahun untuk belajar bahasa inggris di kampung inggris, Pare Kediri Jawa Timur. Sekarang,ia mempunyai usaha sebuah lembaga kursus bernama Maroon Institute yang berletak di Jalan Pesanggrahan samping UIN Jakarta.

                Sudah 3 tahun lembaga ini berdiri, yakni sejak tahun 2012. Lembaga ini adalah lembaga kursus bahasa inggris baik program reguler , juga program holiday ke Pare dan Bali selama sebulan yang diadakan dua tahun sekali setiap liburan panjang semester. Dari sinilah dia dapat berbagi ilmu kebahasaannya bagi masyarakat disekelilingnya, terutama kepada para mahasiswa  dengan harga kelas reguler yang relatif murah, berkisar 65 ribu untuk sepuluh kali pertemuan. Banyak sekali pelajaran dan suka duka yang ia alami dalam menjalankan usahanya, namun tak membuatnya patah semangat untuk terus berbagi karena motivasi yang ia punya adalah bukan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi adalah bisa saling berbagi ilmu yang dia punya , yaitu Bahasa Inggris.

                Kenapa? Dia berpendapat bahwa bahasa Inggris saat ini adalah salah satu bahasa internasional yang pokok dan sangat disayangkan sekali apabila kita tidak paham bahasa tersebut. Apalagi pada masa sekarang ini , Indonesia sudah memasuki  zaman MEA ( Masyarakat Ekonomi Asia ), yaitu sebuah sistem yang mana warga negara yang negaranya berada di wilayah asia bebas masuk ke semua negara-negara yang ada di Asia untuk bekerja, salah satu destinasinya ialah Indonesia. Begitulah sekilas Life History dari Siti Mualiyah, seorang mahasiswi dan entrepreneur yang kini sedang bercita-bercita untuk kuliah S2  di Negara Inggris.

Senin, 30 Maret 2015

tugas ke3

NAMA                       : AHMAD ALI NIDAULHAQ

NIM                            : 1113054000027

KELAS                      : PMI 4

MATA KULIAH      : ANTROPOLOGI BUDAYA


LIFE HISTORY

Pada tugas kali ini saya akan mewawancarai seorang pengusaha warung yang menurut saya sudah cukup suskes. Pengahasilan beliau setiap harinya bisa 500 ribu sampai 700 ribu, beliau adalah Ibu Nurwati yang kebetulan adalah Bibi saya. Lebih tepatnya beliau adalah adik dari Alm Bapak saya, Ibu Nurwati memiliki 3 orang anak, yang masing-masing sudah kerja dan sekolah. Anak pertama sudah bekerja, anak kedua kelas 3 SMA, anak ketiga kelas 6 SD, dan suami Ibu Nurwati adalah seorang polisi.

Ibu Nurwati sudah sangat senang membuka usaha kecil-kecilan sejak pertama menikah, bahkan Ibu Nurwati memiliki cita-cita ingin mempunyai warung yang besar. Sebetulnya dari penghasilan suaminya Ibu Nur sudah tercukupi, namun Ibu Nur ingin mengisi kesibukan di rumah dengan cara membuka warung.

Yang saya bahas dari life history Ibu Nurwati adalah bagaimana Ibu Nur bisa menjadi seorang pengusaha yang cukup sukses, lalu bagaimana Ibu Nur meniti pendidikan hingga menjadi seorang pengusaha warung seperti sekarang ini, selain itu apa perang orang-orang terdekat bagi Ibu Nur dalam meniti sebuah sebuah kesuksesan hingga menjadi pengusaha warung seperti sekarang ini.

Bagaimana hubungan Ibu Nur dengan teman-teman dekatnya, bagaimana hubungan Ibu Nur dengan para kerabatnya, dan yang terakhir bagaimana hubungan Ibu Nur dengan para guru-guru disekolahnya. Apakah guru-guru, teman-teman, dan para kerabat memilki peran penting dalam karier bu Nur atau dalam perjalan usaha yang dijalani oleh Ibu Nur selama ini.

Itulah gambaran secara umum dari life history Ibu Nurwati. Mungkin nantinya akan ada pertanyaan-pertanyaan lainya kepada Ibu Nurwati. Demi meninjau tugas life history yang saya buat ini.

Ayah beliau adalah mad ngali. Semasa hidupnya, ayah beliau sangat tekun untuk menuntut ilmu Agama. Ayah beliau asli orang Bojonegoro Jawa Timur. Ayah beliau lahir pada tahun 1939. Ayah beliau adalah seorang petani padi yang sehari-harinya menghasilkan uang tidak cukup banyak, namun tekad dari ayah beliau adalah anak-anaknya harus menjadi sukses dikelak kemudian hari. Kunci suskses menurut ayah beliau adalah belajar tekun, nurut kepada orang tua, rajin, dan yang terpenting adalah anak-anaknya harus bisa ngaji dengan baik dan benar. Dari cerita beliau ayahnya sangat tegas ketika berbicara soal Agama, beliau dan kakak beliau pernah ketika tidak mau mengaji ke musollah beliau dan kakak beliau di gebukin atau di (pikulin) karena tidak mau ngaji dan telat pergi pulang ke rumah lalu ke musollah untuk shalat berjamaah. Ayah beliau dipenuhi kegiatan dengan menuntun umat untuk belajar ngaji. Ayah beliau sangat keras ketika berbicara masalah agama dan keyakinan. Karena menurut ayah beliau belajar agama itu sangat penting sama halnya dengan belajar ilmu-ilmu sosial atau ilmu dunia.

Mad ngali memiliki Istri yang bernama Misri binti sukandar dan memiliki 5 orang anak. Ibu beliau bernama Misri, Ibu beliau lahir tahun 1939, Ibu beliau adalah seorang wanita yang sangat baik dan ramah untuk mendidik anak-anaknya. Ibu beliau sama bekerja sebagai petani, namun Ibu Beliau memiliki usaha kecil-kecilan atau warung. Ibu beliau sangat teliti dan tekun dalam berdagang. Bapak mad nagli dan Ibu Misri memiliki 5 orang anak. Beliau anak ke-5 dari lima bersaudara, beliau anak terakhir dari bapak mad ngali. Kakak beliau yang pertama bernama Muhammad Kadir, yang kedua Mar'puah, yang ketiga Sumiatun, yang keempat Safuan Ali yang kebetulan adalah ayah kandung saya sendiri, dan beliau bernama Nurwati.

Ibu Nurwati semasa kecilnya adalah seorang perempuan yang sangat cantik dan supel orangnya (suka bergaul dengan siapapun baik sesama perempuan ataupun laki-laki). Ibu Nurwati sangat dekat dengan kakak-kakaknya, diantaranya yang paling dekat dengan Alm Ayah saya yaitu Bapak Safuan Ali. Beliau bercerita bapak Safuan Ali sangat memilki peran besar dalam hidup beliau. Safuan Ali sangat banyak mengajari beliau arti kehidupan dan kesabaran dalam menghadapi semua cobaan dan rintangan yang dialami oleh beliau semasa hidpunya. Beliau beda 6 tahun usia dengan kakak beliau Safuan Ali. Beliau ketika kelas 5 Sd diajari shalat sama kakaknya Safuan Ali dan sampai sekarang beliau bisa shalat karena awalnya di ajari oleh kakaknya. Ayah beliau meninggal pada tahun 1990. Kalau dari penjelasan beliau ayah beliau meninggal ketika beliau abis menikah. Karena beliau menikahnya di tahun yang sama dengan kakaknya Safuan Ali. Kalau menurut orang jawa ketika ada keluarga yang menikah barengan atau sama tahunya, maka akan ada yang mengalah atau meninggal dunia, dan yang meninggal adalah ayahnya beliau. Bukan hanya ayah beliau yang meninggal namun ada 7 orang saudara beliau yang meninggal. Semua sangat aneh. Ketika ayah beliau meninggal dan memasuki hari ke-40 ada lagi saudara beliau yang meninggal. Sampai seterusnya atau sampai 7 orang berturut-turut yang meninggal karena dalam kepercayaan jawa sangat tidak boleh menikah dalam tahun yang sama. Ibu beliau meninggal pada tahun 2003 karena sakit yang di deritanya selama 4 tahun yaitu sakit stroek. Kakak beliau yang bernama Muhammad Kadir meninggal pada tahun 2008 dalam usia 58 tahun karena sakit.

Pandangan Hidup keluarga besar bapak mad ngali sangat sederhana, ayah seorang petani yang biasa-biasa saja atau bisa dikatakan orang yang tidak banyak memiliki harta. Namun ayah beliau sangat ingin anak-anaknya sukses dan mempunyai pendidikan tinggi. Cita-cita beliau semasa kecil ingin menjadi pengusaha suatu saat kelak. Beliau ingin menjadi pengusaha kecil-kecilan suatu saat nanti kerana beliau ingin  ketika nanti kelak beliau memilki suami dan anak beliau mempunyai kesibukan di rumahnya. Namun tanpa disadari beliau mempunyai bakat alam dari sang Ibu yakni sangat tekun untuk melakukan suatu usaha.

Guru Agama beliau ialah ayah dan kakak beliau ketika beliau masih kecil. Beliau merantau ke Jakarta pada tahun 1985 untuk melanjutkan sekolah menegah ke atas atau (SMA). Awal merantau ke Jakarta beliau tinggal dengan kakak beliau yang bernama Sumiatun, namun beliau sering-sering pindah nanti di rumah kakanya sumiatun, nanti di rumah kakaknya Muhammad Kadir, nanti di rumah kakaknya Safuan Ali. Karena beliau anak bontot jadi beliau bisa ikut dengan kakak-kaknya kapan saja. Dari kecil beliau sangat pandai mengaji bahkan sampai sekarang beliau sangat rutin mengikuti pengajian-pengajian Ibu-ibu di rumahnya. Menurut gurunya beliau yakni Hj Ma'ani beliau sangat pandai mengaji dan mempunyai suara merdu. Menurut keterangan guru beliau Hj Ma'ani beliau memang mempunyai latar belakang keluarga yang bisa mengaji atau nilai ke Agamaanya yang bagus. Karena selain beliau kakak-kakak beliau juga sangat pandai mengaji. Kakak-kakak beliau seperti Muhammad Kadir, Sumiatun, dan Safuan Ali juga sangat pandai mengaji. Kebetulan kakak-kakak beliau tinggal 1 wilayah di depok, jadinya guru beliau tau kalau latar belakang keluarga beliau pintar mengaji semua.

Beliau SMP di Jawa Timur dan SMA di daerah depok. Tepatnya Sma aliyah. Berbicara iptek beliau dulu sangat jadul, kenapa karena Hp saja beliau tidak punya. Bahkan beliau tidak memilki mesin ketik. Dulu komputer masih jarang. Beliau sangat baik ketika sekolah baik SMP maupun SMA. Di lingkungan keluarga beliau menjadi anak yang baik dan manja karena beliau anak bontot. Di lingkungan masyarakat beliau terkenal mempunyai wajah yang cantik dan banyak laki-laki yang terpesona melihat beliau. Selain itu seperti yang saya bilang tadi beliau sangat supel orangnya (suka bergaul dengan siapa pun). 

Beliau mempunyai saudara kandung 4, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Beliau menikah pada tahun 1990 tepatnya 23 maret 1990. Suami beliau bernama toto pujianto, suami beliau bekerja sebagai polisi. Suami beliau asalnya dari Jawa Timur juga yakni dari Kediri. Suami beliau sekarang tugas di polsek Ciracas Jakarta. Suami beliau anak keempat dari 7 bersaudara. Beliau dan bapak toto sudah pacaran selama 3 tahun lamanya dan pada akhirnya menikah pada tahun 1990. Dari pernikahan beliau dan suaminya, beliau di karuniai 3 orang anak laki-laki. Anak yang pertama Satrio Joko Umbaran, anak kedua Satria Ari Pamungkas, dan anak ketiga Satria galang. Sebetulnya beliau sangat ingin memiliki seorang anak perempuan, namun Allah tidak memberikannya akan tetapi beliau tetap bersyukur dengan 3 orang anak laki-lakinya. Beliau pertama kali mempunyai rumah pada tahun 1994 yaitu di daerah depok jawa barat. Atau lebih tepatnya kampung Rawa Sari citayam depok. Awalnya beliau belum membuka usaha masih menjadi Ibu rumah tangga biasa.

Pada tahun 2000 beliau mulai merinti membuka sebuah usaha yakni warung kecil-kecilan yang menjadi cita-cita beliau sejak kecil. Awal usaha beliau sangat tidak bagus atau tidak mulus seperti usahanya sekarang. Menurut tetangga beliau yang bernama Asim warung Bu nur nama akrab panggilanya, awalnya tidak mulus atau ada yang sirik. Kenapa? Karena sebelum membuka usaha warung di rumahnya, sudah ada orang lain yang membuka usaha terlebih dahulu. Namun ketika beliau membuka usaha warung orang tersebut takut kalah saing. Pada akhirnya beliau awal usaha sangat seret atau tidak laku karena orang tersebut maen dukun lah istilah kasarnya. Namun beliau tidak patah arang menurut bapak Asim beliau orang yang sangat gigih dalam melakukan usaha, selain itu beliau juga sangat tegas. Maksudnya ketika ada orang yang mengutang dan meleset dalam pembayaranya beliau langsung menegur orang tersebut. Menurut tetangga lainya Ibu Dedeh. Beliau memang seorang pengusaha warung yang sukses karena beliau sangat tekun dan teliti dalam menjalani usaha tersebut. Beliau juga tidak takut ketika menaikan harga barang dengan cukup mahal, maksudnya tidak takut beliau tidak takut tidak laku warungnya. Beliau sangat yakin ketika usaha keras dilakukan pasti Allah akan membalas semua usaha yang kita lakukan. Selain gigih dan teliti dalam menjalankan usahanya, beliau juga di dukung modal yang cukup dari suami beliau yang bekerja sebagai polisi. Menurut Ibu Dedeh beliau sangat rajin bukan hanya menjalankan usahanya, namun beliau sangat rajin mengajak Ibu-ibu disekitar rumahnya untuk bermain Arisan bulanan, dan mingguan.

Saya mewawancarai Ibu RT yaitu Ibu Inah. Menurut Ibu Inah beliau memang sosok orang yang tidak kenal lelah dalam usahanya, beliau sangat teliti dan sangat tegas dalam menjalankan usahanya. Beliau tidak peduli orang ingin bilang apa dengan apa yang beliau lakukan atau usaha yang beliau jalankan. Menurut Ibu Inah beliau sangat gampang bergaul dengan siapa pun, khususnya Ibu-ibu di sekitar rumahnya. Beliau dikenal sebagai orang yang rajin dalam ber-ibadah, mengikuti pengajian-pengajian Ibu-ibu dan sangat gemar mengumpulkan Ibu-ibu untuk selalu menajaga keharmonisan dalam bertetangga dengan cara mengadakan Arisan bulanan dan mingguan. Awalnya warung beliau kecil dan barang-barang yang ada pun tidak cukup banyak, namun dengan seiring waktu berjalan beliau berhasil sedikit-demi sedikit memperbesar warungnya dan barang-barang yang ada juga lebih banyak dari sebelumnya. Menurut Ibu saya Ibu Wahyuning yang kebetulan adalah kakak ipar dari beliau. Ibu Wahyuning sangat mengetahui sejarah beliau dalam membuka usaha warung dari dulu sampai sekarang. Awalnya memang usaha yang beliau jalankan tidak sesuai harapan. Karena beliau mendapat cobaan berupa tidak lakunya dagangan yang beliau jual. Sedikit demi sedikit beliau berhasil berkembang, karena doa dan usaha yang tidak pernah putus beliau membuahkan hasil. Awalnya beliau hanya mendapat 50 ribu perhari dan sekarang beliau dapat menerima 500-1juta perharinya. Selain usaha beliau sangat gemar membuat arisan Ibu-ibu.

Pengaruh dari kerabat beliau sangat kental disini khususnya kakaknya Safuan Ali yang tidak bukan tidak lain adalah bapak kandung saya. Kakak beliau sangat berperan penting untuk beliau menjalankan usahnya. Di awal usahanya beliau mendapat cobaan, namun kakak beliau terus memberi semangat kepada beliau bahwa beliau akan suskes di kemudian hari nanti. Kakak beliau bilang jika ingin usaha menjadi suskes ada beberapa rintangan yang harus di lewati di antaranya ya tidak laku daganganya. Dan kakak beliau selalu berpesan kepada beliau bahwasanya beliau jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha demi menggapai cita-cita sebagai pengusaha suskes. Kedekatan beliau dan kakak beliau Safuan Ali memang sudah terjalin sejak keci. Jadi beliau sangat nurut dengan kakaknya Safuan Ali. Pada tahun 2013 beliau sangat bersedih karena kakak tercinta Safuan Ali meninggal dunia di usia 50 tahun. Beliau sangat kehilangan karena kakak beliau Safuan Ali sangat berpengaruh dalam karir beliau menjadi pengusaha. Beliau sangat sedih, beliau bilang kepada saya ketika kakaknya sudah meninggal tidak ada lagi yang menjadi tempat cerita beliau jika sedang sulit menghadapi kehidupan. Sepeninggal ayah beliau kakak yang bernama Safuan Ali sudah beliau anggap sebagai ayah sendiri bagi beliau. Sampai sekarang pun beliau masih sedih karena kakak tercinta telah meninggalkanya untuk selama-lamanya.

Keluarga beliau dan suaminya bapak toto jika menghadapi masalah kesehatan sangat tenang atau tidak terlalu terburu-buru untuk membawa anaknya ke dokter. Suami beliau sangat percaya dengan obat-obat zaman dahulu dan obat-obat warung. Ketika anaknya sakit beliau dan suami beliau tidak terburu-buru untuk membawanya ke rumah sakit. Belaiu cukup menyuruh anaknya istirahat dan minum obat kampung atau obat warung beliau percaya akan sembuh anaknya. Untuk beliau sendiri dan suaminya tidak mempunyai penyakit apapun atau tidak mempunyai riwayat sakit. Kalau kata kakak ipar beliau atau Ibu saya Ibu wahyuning galian keluarga beliau sangat tidak mau membawa anaknya ke rumah sakit kalau belum parah banget. Dulu pernah ketika anaknya gejala tipes, namun beliau dan suaminya tidak langsung membawa anaknya ke dokter hal hasil kakak beliau Safuan Ali sangat marah dan langsung membawa anaknya ke dokter. Beda dengan kakanya Safuan Ali yang sangat memperhatikan ketika anaknya sakit langsung membawa ke dokter. Dari dulu keluarga beliau hidup serba kecukupan karena suami beliau seorang polisi, jadi ketika anaknya sakit atau beliau dan suaminya sakit tidak pernah meminjam uang kepada siapa pun. Jadi intinya keluarga beliau sangat santai ketika menghadapi masalah kesehatan yang menimpa keluarganya. Khususnya suami beliau yang sangat percaya dengan obat alam.

Pendapatan beliau dari hasil warung 1 bulanya bersih bisa mencapai 7 jutaan, dan pendapatan suaminya hanya 5 jutaan, beliau di kasih anak pertamanya 1,5 juta perbulan. Jadi beliau 1 bulan  bisa menerima hampir 13 juta. Uangnya beliau puter kembali untuk modal usaha. Pengeluaran beliau setiap bulanya hampir 7 jutaan buat makan dan ongkos anak-anaknya yang masih sekolah. Bahkan saya sering diberi uang oleh beliau 50 ribu.  

 

 

 

 

Vikron Fahreza_Tugas 2_LH

Vikron Fahreza

111305400025

PMI 4                                         

LIFE HISTORY

Pada tugas life history kali ini saya akan menceritakan sebuah riwayat hidup dari nenek saya sendiri. Beliau bernama ustazah Hj Fatimah Murtadho, beliau terlahir dari pasangan yang bernama K.H Murtadho dan Hj Mayani, beliau merupaka keturunan asli dar betawi, terlahir sebagai anak pertama dari 13 bersaudara menjadikan beliau sebagai kakak dari 13 orang adiknya, yang menarik dari riwayat hidup beliau adalah, beliau merupakan pengasuh dan perawat dari beberapa adiknya, bahkan setelah beliau memiliki penghasilan beliau menjadi orang yang membiayai sekolah dari adik-adiknya tersebut.

Dilahirkan dari keluarga yang sederhana, beliau diajarkan untuk menjadi seornag yang kuat dan tegar, berusaha dan berjuang sudah merupakan keharusan bagi beliau bila ingin hidup lebih baik. Oleh karena itu beliau bertekad untuk memperbaiki hidupnya dan keluarganya, dengan cara sekolah yang giat dan menuntut ilmu tanpa henti. Beliau mendapat didikan yang cukup keras dari kedua orang tuanya, dengan sebab itulah beliau menjadi pribadi yang cukup tangguh dan pantang menyerah.

Mengenai pandangan hidup, beliau memiliki beberapa pandangan yang cukup menarik, salah satu diantara pandangan hidup beliau yang menarik adalah beliau ingin menjadi menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, maksudnya adalah beliau tidak ingin menjadi manusia yang hidup didunia ini tanpa memiliki manfaat, oleh sebab itulah beliau memilih jalan untuk menjadi seorang pendakwah dan brgerak dibidang keagamaan, tujuannya bukanlah mencari keuntungan/profit semata, lebih dari itu beliau menginginkan ilmu yang telah dipelajari selama ini dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Beliau tidak suka kepada orang-orang yang malas ataupun berpangku tangan, oleh karena itu beliau menanamkan kepada anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Sebab bila kita hanya menyerah dan menunggu keadaan akan mengasihani kita maka itu semua tidak aka pernah terjadi, diperlukan usaha yang keras dan doa yang banyak untuk keluar dari sebuah kesulitan.

Selanjutnya berbicara soal sistem kekerabatan, seperti yang kita ketahui pada suku betawi sistem kekerabatan sangatlah kuat dan kental, mereka cenderung tinggal di satu lingkungan yang sama dan hidup dengan cara beriringan bersama sanak saudara mereka, mereka juga mempunyai tradisi-tradisi keluarga yang cukup unik, salah satu contoh tradisi mereka yang unik adalah mereka rutin mendatangi rumah orang tua mereka untuk bersilaturrahim dan bertukar fikiran sesama anggota keluarga mereka, semua tradisi itu beralku dikeluarga hj Fatimah ini, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa sistem kekerabatan sangat berpengaruh bagi beliau untuk mendapatkan kesuksesan seperti sekarang ini, menurut pengakuan beliau keluarga bukanlah sekedar tempat untuk berkumpul bersama setelah pulang dari kepadatan rutinitas yang didapatnya sehari-hari diluar rumah, lebih dari itu keluarga merupakan sumber semangat beliau untuk menggapai kesuksesan pada nantinya, bisa dikatakan bahwa beliau merupakan salah satu orang yang menganggap keluarga merupakan semangat yang selalu setia menemani untuk menggapai kebrhasilan.

Berbicara mengenai keyakinan yang beliau anut, beliau merupakan seorang muslimah, pendidikan beragama yang ditanamkan oleh orang tua beliau cukup kuat dan membuat beliau menjadi seorang pendakwah, background seorang ayah yang mana merupakan seorang pendakwah sepertinya juga berpengaruh kepada beliau untuk bergerak dibidang yang sama, hal itu terbukti dan sudah terwujud pada masa sekarang ini, ada istilah mengatakan bahwa orang betawi sangat mementingkan mengaji daripada sekolah, tetapi sepertinya istilah itu sudah tidak terlalu beralaku lagi dikeluarga ustazah Fatimah, mindset ini mungkin dianggap kurang tepat, karena pada dasarnya mengaji merupakan perbuatan yang bagus dan sangat diajurka oleh agama kita, akan tetapi sekolah dan pendidikan juga merupakan elemen penting bagi kita untuk mengahadapi ketatnya persaingan yang terjadi di dunia tempat kita tinggal ini. Maka dari itu beliau mulai menyeimbangkan keduanya, mencari ilmu itu memang kewajiban setiap muslim dan muslimah, ilmu itu ada dua ilmu dunia dan ilmu akhirat. Mencari keduanya merupakan kewajiban dan menyeimbangkannnya merupakan sesuatu yang baik yang harus dilakukan oleh setiap muslim dan muslimat.

Untuk masalah cita-cita yang ingin dicapai oleh beliau adalah, mencari kebahagiaan hidup didunia dan mencari kebahagiaan hidup di akhirat, dengan cara apakah kedua kebahagian itu dapat diraih, keduanya dapat diraih dengan cara menyeimbangkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Kemajuan iptek yang sudah sangat pesat seperti pada zaman sekarang ini membuat semua bidang mengalami kemajuan yang juga sangat pesat, bahkan menurut pengakuan beliau bidang dakwah pun ikut mengalami kemajuan. Kemajuan itu merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan oleh beliau karena pada dasarnya beliau merupakan seorang pendakwah. Ketika saya bertanya seperti apa dampak positif dari kemajuan iptek, beliau menjawab, dakwah yang dilakukan pada masa sekarang ini lebih mudah, dan lebih efisien, dakwah yang dahulu dilakukan hanya dibelakang  mimbar, akan tetapi sekarang ini dakwah bisa dilakukan melalui pesan blackberry broadcast messenger (BBM), atau melalui whatsapp, bahkan melalui sms.

Untuk masalah ekonomi, terutama berapa pendapatan yang beliau peroleh dari hasil berdakwah, beliau hanya mengatakan bahwa berakwahnyang dilakukan bukanlah untuk mencari keuntungan semata, oleh karena itu penghasilan yang didapat tidak akan pernah menentu dan selalu berubah-ubah, akan tetapi Alhamdulillah untuk seluruh kebutuhan hidup beliau hampir semuanya tercukupi dan terpenuhi, mungkin itulah yang dinamakan keberkahan.

Untuk kehidupan sosial, dilingkungannya beliau merupakan salah satu tokoh masyarakat yang cukup disegani, akan tetapi beliau bukanlah tipe orang yang ingin dihormati terlalu berlebihan, beliau sangat ramah dan tidak menjaga jarak dengan siapapun, beliau beranggapan bahwa semua manusia itu sama dan yang membedakan hanyalah amal ibadahnya saja dimata Allah.

 

abidin_Tugas 2_ Life history tahap II

Abidin

1113054000005

PMI 4

Life History

 

Narasumber yang saya pilih untuk life history ini yaitu seorang pedagang bubur yang setiap harinya berdagang di deket komplek saya.

 

Namanya Suwardi beliau lahir di Cirebon tahun 1974. Beliau ini seorang muslim yang taat dalam beragama. Beliau ini keseharian menjual dagangannya yaitu bubur ayam di komplek dekat rumah saya. Beliau ini berjualan bubur ayam di waktu pagi dan sore hari. Beliau ini adalah anak pertama dari delapan bersaudara.  Saya tertarik mewancarai beliau karena beliau adalah seorang perantauan yang datang ke Jakarta untuk mengubah kehidupannya yang ada di kampung. Hingga menjadi sukses pada saat ini.

Setiap harinya beliau menjual bubur ayam dengan gerobak bubur ayamnya yang berwarna hijau. Beliau ini orangnya sederhana sekali, ini terlihat dari apa yang di pakai ketika beliau menjajakan buburnya. Beliau hanya memakai kaos semi kemeja yang kancingnya diatas, celana bahan dan alas kaki sandal jepit. Hampir 20 tahun sudah beliau ini menjual bubur ayam. Beliau ini mempunyai nama panggilan yang biasanya di panggil oleh para pelanggan setianya yaitu dengan panggilan mas Boy.

 

Awalnya beliau ini adalah bukan seorang tukang bubur. Beliau sudah mencoba berbagai macam pekerjaan, mulai dari pekerka di pabrik rotan, berjualan mie ayam, dan berjualan ketoprak. Tapi pekerjaan yang dilakukan mas Suwardi ini tidak berangsur lama hanya sekitar 3 – 4 tahunan saja. Barulah setelah melakukan berbagai macam pekerjaan tersebut, mas Suwardi akhirnya memutuskan untuk menjadi pedagang bubur ayam sampai saat ini .

 

Perjalanan hidup

Beliau ini adalah seorang anak dari Bapak Suharto (Alm.) dan Ibu Umina. Beliau ini mempunyai delapan orang saudara kandung adik beliau yaitu empat laki – laki dan empat perempuan. Namun saudara beliau ini sudah ada yang meninggal yaitu saudara yang persis dibawah beliau dan adik beliau yang bernomor empat dan lima. Adik beliau ini meninggal karena premature.

 

Adik – adik beliau yang masih ada yaitu berjumlah empat orang yaitu dua laki – laki dan dua perempuan. Adik – adik beliau ini sangat berbeda sekali dengan beliau yaitu berbeda dari jenjang pendidikannya. Rata - rata adik – adik beliau ini yaitu tamatan SMA dan ada juga yang tamatan SI yaitu adik beliau yang bungsu.

 

Beberapa adik beliau ada yang mengikuti jejak beliau berjualan bubur ayam. Adik beliau yang mengikuti jejak beliau yaitu adik yang laki – laki. Kedua adik laki – laki beliau yang mengikuti jejak beliau karena di ajak oleh beliau datang ke Jakarta untuk berjualan bubur juga dan akhirnya kedua adik beliau menjadi nyaman dengan berjualan bubur tersebut. Adik beliau memutuskan untuk berjualan bubur karena mencari pekerjaan di Ibukota sangatlah susah hanya dengan bermodalkan ijazah SMA. Dan dua adik terakhir beliau yaitu perempuan. Adik perempuan beliau pertama yaitu bekerja disebuah pabrik Samsung dan yang adik terakhir beliau atau si bungsu menjadi seorang Guru PNS di salah satu Sekolah Dasar Negeri di daerah Cirebon.

 

Beliau ini hanya berijazahkan SD. Ketidakmampuan orang tuanya untuk membiyayai sekolah pada waktu itu. Orang tua beliau hanyalah sebagai penjual es campur keliling yang penghasilan pas – pasan hanya untuk makan sehari – hari saja dan ditambah dengan masih banyaknya adik – adik beliau yang masih pada kecil yang masih membutuhkan banyak biaya dan pada akhirnya beliau dengan terpaksa berhenti sekolah. Padahal waktu beliau SD, beliau termasuk orang yang rajin dan selalu mendapatkan peringkat 5 besar di kelasnya. Waktu itu beliau pernah melanjutkan sekolahnya sampai kelas satu SMP negeri di Cirebon akan tetapi, beliau putus sekolah karena keadaan ekonomi. Jangankan buat uang jajan beliau buat makan sehari – hari aja susah. Akhirnya beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan untuk sekolah. Cukup lama beliau berdiam di rumah semenjak beliau putus sekolah  beliau dirumah hanya membantu Bapaknya berjualan es campur.

 

Setelah cukup lama membantu Bapaknya menjual es campur, datanglah om beliau dari indramayu. om beliau ini sehari – harinya adalah penjual mie ayam di Indramayu. Sudah cukup lama om beliau memiliki usaha mie ayam di Indramayu. Mie ayam om beliau ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat indramayu. Lalu kemudian diajaklah beliau untuk ikut bersama om untuk membantu pamanya menjual mie ayam. Di indramayu. Dengan senang hati beliau akhirnya ikut dengan om nya untuk berjualan mie ayam di Indramayu. Beliau ikut dengan omnya yaitu pada usia 13 tahun

 

Selama di indramayu beliau membantu omnya berjualan mie ayam. Mulai dari membuka tempat usaha mie ayam, melayani pembeli membuat mie ayam juga sampai dengan menutup warung mie ayam. Pernah juga beliau di ajari bagaimana caranya membuat mie ayam sendiri oleh omnya. Suka dan duka telah beliau lalui dengan ikut omnya membantu berjualan mie ayam. Penghasilan yang di hasilkan dari berjualan mie ayam bersama omnya bisa dibilang lumayan. Setiap harinya mie ayam yang di jualkan omnya selalu habis terjual. Tetapi kadang – kadang tidak habis juga terjual. Biasanya bila tidak habis mienya disimpan dan di jualkan kembali pada esok harinya  Biasanya om beliau menjual mie ayam 100 porsi setiap harinya

 

Selama kurang lebih 3 tahun ikut omnya di Indramyu berjualan mie ayam, akhirnya beliau sedikit jenuh dan juga bosan karena hanya itu saja yang di lakukan selama kurang lebih 3 tahun itu. Akhirnya beliau pamit dengan omnya dan memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannya di Cirebon.

 

Di Cirebon beliau mencoba untuk bekerja di pabrik rotan. Di pabrik rotan ini beliau sehari – harinya bekerja sebagai tukang angkut rotan. Banyaknya rotan yang diangkut serta penghasilan yang di dapati tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka beliau ini hanya bertahan sebentar saja karena sudah tidak betah bekerja di pabrik rotan. Selama di pabrik rotan beliau bekerja selama kurang lebih 2 tahun. Menurut beliau lebih enak berjualan mie ayam dengan omnya daripada bekerja di pabrik rotan karena berjualan mie ayam tidak susah dan berat seperti halnya bekerja mengangkut rotan dan juga penghasilan yang di hasilkan lebih banyak yang berjualan mie ayam di banding dengan bekerja di pabrik rotan. Akhirnya beliau pun berhenti bekerja di pabrik rotan.

 

Setelah selesai bekerja di pabrik rotan, beliau pun mulai mencoba berusaha sendiri tanpa di bantu oleh siapa – siapa. Beliau kemudian mencoba untuk berjualan ketoprak keliling di sekitar daerah tempat beliau tinggal. Awal beliau berjualan ketoprak hanya laku beberapa piring saja karena pada saat itu ketoprak yang di jualkan oleh beliau kurang di minati dan kurang di sukai oleh banyak orang. Akhirnya hanya berselang 1 setengah tahun beliau berjualan ketoprak.

 

Setelah beliau berjualan ketoprak, datanglah om beliau yang dari Jakarta. Om beliau ini di Jakarta pekerjaan sehari – harinya adalah seorang penjual bubur ayam. Lalu kemudian om beliau bercerita tentang bagaimana kehidupannya selama di Jakarta. Semenjak om beliau yang satu ini tinggal di Jakarta, banyak sekali perubahan yang terjadi. Seperti dalam berpenampinan gaya hidupnya dan juga dalam  soal keuangan atau ekonominya. Om beliau yang satu ini adalah salah satu yang paling dekat dengan beliau. Om beliau menceritakan bahwa dia hidup di Jakarta bisa dikatakan sukses karena om beliau sekarang mempunyai sebuah rumah yang cukup mewah di kampungnya yaitu di Cirebon juga dan juga mempunyai beberapa kendaraan di rumahnya. Suka duka telah banyak dilalui oleh om beliau selama hidup di Jakarta. Mulai dari menjadi buruh pabrik berjualan pakaian dan banyak sekali pekerjaan yang dilakukan om beliau sehingga om beliau menjadi seorang penjual bubur ayam.

 

Setelah di ceritakan oleh om beliau tentang bagaimana kehidupannya selama di Jakarta, kemudian beliau mulai ada ketertarikan untuk ikut bersama omnya ke Jakarta dan berjualan bubur ayam setelah sebulumnya menjual mie ayam yang ada di Indramayu. Kemudian om beliau mengajak beliau untuk ikut dan pergi ke Jakarta bersama omnya.

 

Akhirnya pada tahun 1993 beliau memutuskan untuk pergi ke Jakarta bersama omnya. Waktu itu usia beliau masih sangat muda sekali yaitu sekitar umur 19 tahun. Awal pertama kali datang ke Jakarta, beliau tinggal bersama omnya di Jakarta Timur yaitu tepatnya di kampung sumur, lalu kemudian pindah ke duren sawit. Pada awal kedatangannya ke Jakarta beliau langsung berjualan bubur sendiri. Modal utama dari berjualan bubur itu sendiri yaitu dipinjamkan dari omnya.

 

Awal beliau berjualan bubur tidaklah seperti sekarang yang setiap pagi dan sorenya selalu habis. Awal beliau berjualan bubur itu terkadang habis terkadang juga. Pernah sekali waktu itu hanya sedikit saja bubur yang disajikan itu terjual. Namun berkat kerja keras, sabar, dan ikhas beliau akhirnya bisa menjadi penjualan bubur yang disukai banyak orang seperti sekarang ini.

 

Setiap harinya beliau menjualkan buburnya sebanyak 9 liter. Yaitu antara waktu pagi 6 liter dan waktu sore sebanyak 3 liter dan setiap harinya bubur beliau yang dijajakan selalu habis tanpa tersisa. Beliau ini mempunyai nama panggilan yang khas dari para pelanggan setianya yaitu dengan sebutan panggila mas boy. Panggilan ini di gunakan karena pada saat awal beliau berjualan bubur, beliau baru saja memasuki usia ke 19 tahun.

 

Pendapatan yang biasa beliau dapati yaitu cukup lumayan untuk kebutuhan sehari – hari apalagi beliau mempunyai seorang istri dan 3 orang anaknya di kampung yang masih pada sekolah. Pendapatan yang biasa dia dapatkan dalam sehari yaitu sekitar enam ratus samapai tujuh ratus ribu perharinya itu hanya hasil kotor dari bejualan buburnya selama pagi dan sore dan untuk penghasilan bersih atau keuntungan yang bisa dia peroleh yaitu sekitar 30 sampai 40 persen dari penghasilan kotor tersebut. Untuk pengeluaran untuk berjualan bubur dan kebutuhan sehari – hari menurut beliau itu tidak menentu kadang pengeluarannya bisa lebih kadang juga bisa kurang. Dari penjualan buburnya selama ini beliau sudah bisa menghasilkan sebuah rumah mewah dikampungnya, mempunyai 3 unit sepeda motor dan mampu untuk menghidupi istri dan 3 anaknya dikampung. Setiap satu atau dua bulan sekali beliau pulang kampung untuk menengok istri dan 3 orang anaknya.

 

Kesehatan, sosial, dan cita - cita

Selama 41 tahun beliau hidup, beliau ini dari dulu hingga sekarang orangnya kurang aktif di bidang sosial. Ini di karenakan beliau sibuk merantau dan bekerja untuk membantu keluarganya dan untuk memperbaiki nasib keluarganya dan juga membantu biaya adiknya untuk sekolah. Untuk masalah kesehatan, beliau sendiri tidak memiliki penyakit yang di dederita serius. Paling hanya sakit biasa – biasa saja yaitu pegel – peegel, kecapean dan pusing. Beliau ini mempunyai sebuah cita – cita sederhana yaitu beliau ingin panjang umur dan beliau sendiri mempunyai target yaitu pada saat umur 50 tahun beliau harus bisa pulang kembali ke kampung halamannya dan bisa membuka usaha bubur lagi yang lebih maju daripada yang di Jakarta saat ini.

 

Selama hidupnya, beliau ini hanya mengayam pendidikan formal samapi SD saja dan beliau tidak pernah mengikuti kursus atau pendidikan non formal laiinnya. Beliau sendiri termasuk orang yang supel mudah bergaul dan sopan. Beliau ini merupakan seorang pekerja keras ini dimana bisa dilihat dari perjuangan hidupnya selama ini. Menurut para pelanggannya yang sudah kenal lama dengan beliau, beliau ini adalah typical orang yang baik ramah kepada siapa saja. Beliau juga termasuk orang yang rajin dalam bekerja. Beliau mempunyai pandangan atau motto hidup yang sederhana yaitu "jalani hidup seperti air mengalir".

FAUZIA NURUL K_LIFE HISTORY (2)_PMI 4

Nama  :           Fauzia Nurul Khotimah

NIM    :           1113054000007 (PMI 4)

"TUGAS ANTROPOLOGI BUDAYA"     

 

RIWAYAT HIDUP SESEORANG (life history)

A. LATAR BELAKANG

Ai Siti Nurjanah biasa dipanggil dengan sebutan (teh 'ai) beliau merupakan potret wanita tangguh yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang kurang didalam bidang skill maupun non skill. Beliau lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 5 Februari 1971. Saya mewawancarai beliau karena sesosok potret wanita sukses dan bisa mensukseskan orang lain. Usia beliau memang sudah tidak muda. Namun, semangat untuk menciptakan lapangan pekerjaan seakan menunjukkan bahwa dirinya memiliki semangat jiwa muda.

            Hobi beliau merupakan hobi yang digandrungi oleh remaja masa kekinian. Hobi beliau itu condongnya seperti sangat up to date dalam mengetahui berita-berita terbaru, gemar mengkoleksi gadget keluaran terbaru. Beliau memiliki kebiasaan hang out bersama temen sepergaulannya. Walau demikian, beliau tidak pernah melupakan kewajiban sebagai pemilik dari pabrik tekstil (karet) yang dimilikinya dengan ratusan didalamnya. Kesibukan beliau sehari-hari tidak pernah terputus rutinitasnya dari hari senin sampai sabtu ialah mendatangi pabrik tekstil yang dimilikinya dan memonitori pekerjaan dari ratusan karyawan, bahkan pada hari minggu yang umumnya digunakan sebagai hari libur oleh orang-orang pada umumnya itu tidak berlaku kepada beliau, beliau tetap mengecek ataupun melakukan pembukuan terhadap pabrik tekstil yang dimilikinya.

            Beliau merupakan anak pertama dari lima bersaudara, beliau dibesarkan di keluarga yang berpendidikan dengan sistem pengasuhan yang cukup keras. Akan tetapi, karena pola pengasuhan yang cukup keras tersebut menjadikan teh 'ai dan keempat adiknya menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai problematika ataupun cobaan yang menerpa didalam hidup. Itulah sebabnya saya menjadikan teh 'ai objek untuk penulisan tugas life history saya pada kali ini. Selain karena kesuksesan beliau membuka pabrik tekstil dan mempekerjakan ratusan karyawan semangat pantang menyerah dan kegigihan beliau juga merupakan sesuatu yang menarik menurut saya.

 

 

 

A. PENDAHULUAN

            Life history atau yang biasa diartikan dengan riwayat hidup seseorang merupakan sebuah autobiography seseorang yang memuat beberapa aspek-aspek kehidupan seseorang. Diantaranya adalah :

1.      Nilai kehidupan

a).    Keyakinan

b).   Kepercayaan

c).    Agama

d).   IPTEK

e).    Pandangan hidup

f).     Cita-cita

g).    Lingkungan

2.      Kekerabatan

a).    Pengaruh kekerabatan

b).   Aspek kesehatan

c).    Ekonomi

d).   Sosial (banyak).

Life history merupakan sebuah bacaan riwayat hidup seseorang yang benar-benar lengkap, life history ini berisikan berbagai macam hal-hal menarik yang tidak akan pernah kita jumpai bila kita hanya membaca buku biografi biasa. Tujuan dari life history ini adalah untuk mengatahui seberapa pentingkah hubungan bermasyarakat dapat membantu kesuksesan individu, karena seperti yang kita ketahui pada buku biografi secara umum hanya dituliskan sebagian kecil saja dari proses keberhasilan seseorang dalam mencapai sebuah kesuksesan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.     ISI

1.      Nilai kehidupan

Nilai kehidupan itu ialah cara pandang hidup seseorang yang berisikan aturan-aturan yang sudah tertera sejak mereka lahir ataupun karena didikan orang tua dan lingkungan sekitar.

 Teh 'ai merupakan muslim yang taat, beliau mengikuti keyakinan Allah dan mengikuti Rasulullah SAW. Beliau sangat berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits. Ajaran yang kuat dari kecil telah membuat teh 'ai menjadi muslimah yang gemar beribadah sekaligus mencari uang. Kedua sifat teh 'ai tersebut sangat inspiratif, dan membangun kita agar mau untuk berusaha keras tapi tidak lupa senantiasa untuk mengerjakan kewajiban umat manusia yakni beribadah kepada Allah dan mengerjakan sunahnya.

Berbicara masalah pandangan hidup teh 'ai merupakan salah satu sosok yang tidak mementingkan diri sendiri. Dia sangat memikirkan orang tersayangnya, sahabat karibnya, dan mementingkan orang terdekatnya agar mereka dapat sukses dan bisa memajukan apa yang dia usahakan selama ini. Pabrik Garmen (Karet).

Selanjutnya kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sangat membantu teh 'ai dalam meningkatkan proses produksi pabrik karet yang dimiliki olehnya. Kemajuan IPTEK dibidang informasi khususnya pada handphone bagi sebagian orang mungkin hanya digunakan untuk bersosial media. Seperti twitter,instagram,whatsapp. Tetapi bagi teh 'ai majunya IPTEK ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan bisnis dan usahanya. Salah satu contohnya ialah teh 'ai menggunakan handphone canggihnya untuk menerima beberapa pesanan dari pelanggan. Kemajuan IPTEK ini bagi beliau merupakan suatu nilai positif untuk menyelesaikan tugas berbagai keperluan bisnisnya.

Beralih ke pembahasan berikutnya cita-cita yang ingin dicapai maupun telah diraih oleh teh 'ai sendiri ialah ingin melihat orang-orang yang dia sayang bahagia, dan dapat dirinya menjadi bermanfaat. Untuk keluarga, kerabat, maupun lingkungan sekitarnya. Cita-cita tersebut bukanlah hayalan belaka. Teh 'ai sudah mampu mewujudkan cita-citanya itu. Dia sudah bisa memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang disekelilingnya. Bahkan beliau sudah memberikan lapangan pekerjaan bagi orang yang kurang di dalam ilmu pendidikan. Dengan cara mempekerjakan mereka di buruh pabrik.

Berbicara kehidupan bermasyarakat dari seorang teh 'ai, dilingkungan tempat beliau tinggal. Beliau terkenal sangat supel dan ramah. Teh 'ai tidak pernah membedakan ketika bergaul dengan siapa saja, dan latar belakang apa saja.

2.      Kekerabatan

Teh 'ai merupakan anak pertama dari lima bersaudara, sebagai anak tertua dia memiliki beban tersendiri didalam menyekolahkan adik-adiknya. Teh 'ai sangat dekat dengan keempat orang adiknya. Hal itu dibuktikan dengan dipekerjakannya beberapa adiknya di pabrik karet tersebut dalam mengatur proses keluar masuknya pengeluaran dan pemasukan keuangan didalam pabrik tersebut.

Teh 'ai juga merupakan dekat dengan sanak saudara dekat maupun jauh. Beliau juga merupakan sosok yang royal dalam hal apapun. Seperti menraktir makan,mengajak jalan dan memberikan semua fasilitas yang terbaik untuk menunjang semua kebutuhan saudara-saudara maupun keponakan-keponakannuya.

Walaupun teh 'ai gemar bersosial media namun hal itu tidak berdampak banyaknya teman beliau di dunia maya. Beliau lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang hidup di dunia nyata ketimbang dunia maya.

Memasuki aspek kesehatan teh 'ai merupakan sosok orang yang sangat memperhatikan kesehatan. Baik dari segi aspek kesehatan jasmani dan rohani, dan kesehatan finansial. Contohnya : teh ai selalu menyempatkan dirinya untuk olahraga pagi disetiap sabtu minggunya. Hal itu dilakukan olehnya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran  bagi tubuhnya. Dari segi kesehatan finansial sendiri. Teh 'ai merupakan seorang pengusaha karet yang sudah sangat maju sehingga finansial beliau sudah kuat dan kokoh.

Untuk masalah penghasilan teh 'ai sendiri. Dia bisa memperoleh 50-80juta/bulannya. Semua penghasilannya ini digunakan oleh dia untuk memajukan usahanya dan membahagiakan orang yang dia sayang.

Dalam kehidupan bersosialisasi teh 'ai merupakan sesosok wanita dengan sejuta pesona yang dimiliki dia dan keramahannya tiada tara telah memikat banyak orang. Untuk mengobrol ataupun bersenda-gurau dengan beliau. Beliau tidak penah membatasi dengan siapa dia berteman dan dengan siapa dia melakukan aktifitas sosialnya.

 

 

 

 

 

 

Jadi kesimpulannya adalah teh 'ai merupakan wanita yang tangguh dan sangat mudah untuk bersosialisasi. Ketangguhan dan kegigihan beliau patut untuk diacungi jempol. Beliau rela mengesampingkan kodrat beliau yang seharusnya mengurus anak menjadi sesosok wanita tangguh yang berhasil dengan jerih payah dan keringat yang dikucurkannya selama ini, namun demikian tidak ada hasil yang menghianati dari usaha kerja kerasnya. Beliau telah membuktikannya kepada kita semua. 

ADITIYA AWALUDIN_PMI 4_TUGAS 2_LIFE HISTORY

NAMA            : ADITIYA AWALUDIN

TUGAS            : LIFE HISTORY

JURUSAN       : PMI 4

NIM                 : 1113054000012

 

A.    NILAI KEHIDUPAN

Dalam tugas LIFE HISTORY kali ini, saya mengambil narasumber teman akrab saya. Mungkin memang belum pengalaman dalam bidang kesuksesan dan pekerjaan, tetapi dari dia lah saya termotivasi dalam belajar maupun dalam menghemat uang. Nama narasumber LH saya adalah Amin Aris Budiman, lahir di Pekalongan, 19 februari 1995. Beragama islam, bertempat tinggal di Pamulang, Tangerang selatan dan  Anak tunggal dari pasangan bapak Mardi Widodo, dan Ika Sukmawah.

Bapak Mardi Widodo adalah anak kedua dari tiga bersaudara, lahir di Pekalongan, 25 Januari 1956, Sekitar tahun 80an Ia mulai merantau ke Jakarta. Dan kuliah di UPN Jakarta, serta mengambil S2 di UMJ. Bapak Mardi mengawali pekerjaannya dengan membuat usaha bengkel, namun mengalami kebangkrutan kemudian ia mulai mencoba dunia politik, mencalonkan diri menjadi walikota Pekalongan, namun disititu bapak Mardi mengalami kegagalan. Sekarang kondisi bapak Mardi sering sakit-sakitan membuat dia tidak mampu bekerja terlalu banyak. Ibu dari Amin juga berasal dari pekalongan, lahir pada tanggal dua maret 1966, beda dengan bpk Mardi, ibu Ika hanya lulusan SMA saja. Ibu Ika adalah anak pertama dari enam bersaudara. Saat ini ia  bekerja sebagai bendahara koperasi 

Amin dari kecil sudah tinggal di daerah Tangerang, tepatya di daerah Pamulang. Meski orang tuaya asli Pekalongan namun karena tuntutan pekerjaan dan pendidikan orang tuanya memutuskannya untuk tinggal di Pamulang. Amin memulai pendidikannya di TK Tirta Buaran, tidak jauh dari rumahnya, kemudian SD amin juga di Tirta buaran, Amin kecil anak yang termasuk pendiam, dan suka membantu orang tuanya. Amin melanjuti pendidikan SMPnya di SMPN 9 Tangsel, dan SMA di SMAN 9 Tangsel, dari SMA lah amin mulai dikenal sebagai anak yang mudah bergaul. Temannya sangat banyak, mudah sekali akrab bila bercengkrama dengan Amin. Tidak hanya temannya yang banyak, Amin juga aktif beberapa organisasi di SMA, ia mengikuti ekskul Futsal, taekwondo, hingga pramuka. Sekarang Amin berumur 20 tahun, menjadi mahasiswa di Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) dan mengambil jurusan ekonomi.  Di kampus amin juga menjadi mahasiswa yang aktif, dia mengikuti organisasi IMM (ikatan mahasiswa muhamadiyah), dan mengikuti ukm lahraga sepakbola. Tentunya tidak hanya di SMA Amin memiliki banyak teman. Di kampus pun amin sangat mudah bergaul, memiliki banyak teman mulai dari teman kelas, teman beda jurusan dan bahkan ada banyak temannya dari fakultas lain.

Amin termasuk anak yang rajin beribadah, mudah bergaul, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Saya menjadikan Amin sebagai sebagai narasumber karena, Amin adalah sosok seorang anak yang pantang menyerah. Mulai dari ayahnya yang sering sakit-sakitan sehingga tidak bisa bekerja, dan ibunya hanya sebagai bendahara koperasi saja, ekonomi di keluarga Amin pun ikut menurun. Dari situlah Amin mulai mencari uang sendiri, kerja apapun dilakukannya selagi halal, dia lakukan untuk uang sehari-harinya demi menunjang kebutuhan kuliah, karena dia sadar bahwa ibunya tidak bisa memberinya uang. Dari situ Amin mulai bekerja, dia menjual sepatu, menjadi seorang reseller, mengambil barang dari agen lalu menjualnya ke masyarakat, mulai dari saudara dan teman-temannya ia tawarkan.

Namun dari hasil berjualan sepatu kurang membantu perekonomiannya karena orderan hanya datang jarang-jarang dari situlah amin mulai mencari pekerjaan lain. Dia menawarkan diri menjadi ojek untuk anak sekolah dasar, karena Amin kuliah siang dia bisa mengantarkan anak SD dipagi hari lalu kuliah disiang hari, gayung pun bersambut, tetangga Amin yang juga satu kampus dengan Amin menawarkannya bekerja menjadi ojeknya, karena kebetulan juga Amin dan tetangganya ini satu kampus dan satu jurusan Amin meng-iyakan tawaran itu. Dari hasil ojek tersebut amin mendapatkan upah sebesar 200 ribu rupiah, pemasukannya bertambah dari hasil jualan sepatunya dan menjadi ojek anak SD juga. dan mulai dari saat itu Amin pun sudah tidak pernah lagi meminta uang jajan kepada ibunya. Meski hasilnya sangat sedikit tetapi amin mampu menghemat uangnya, menjaganya agar tidak boros.

Dalam Life History kali ini, Amin Aris Budiman adalah kategori orang yang tidak sukses, tetapi ketidaksuksesannya ini masih dalam proses menuju sukses, kurangnya orderan dari hasil jualan sepatu adalah salah satu faktor kurangnya pemasukan dan dikategorikan kurang sukses. Tetapi kalau dilihat dari usaha dan kerja kerasnya lama-kelamaan Amin akan menuai kesuksesan.

 

B.     LINGKUNGAN

Dalam lingkungan rumah sendiri, Amin termasuk anak yang rajin. Ika sukmawah ibu kandung Amin mengatakan Amin seorang anak yang rajin, memang tidak begitu pandai dalam bidang pendidikan nilainya juga biasa-biasa saja, tapi dia rajin membantu orang tua, meski dia anak tunggal Amin sangatlah mandiri, mampu memahami kondisi keluarga yang sedang mendapatkan musibah.

Selain dari Ibunya, pendapat lainnya juga disampaikan oleh Rosi Rahmawati tante dari Amin Aris Budiman, atau yang biasa dipanggil Mba Rosi. menurut mba rosi, amin adalah anak yang baik, penurut, dan sayang dengan orang tuanya

Salah satu temannya yang bernama Adam, mengatakan amin adalah anak yang mudah bergaul, nyaman, mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sangat easy going.

 

C.     KEYAKINAN

Amin seorang remaja beragama islam, dalam urusan agama amin termasuk anak yang taat dalam beribadah, tidak melupakan solat lima waktu, dan setiap magrib dan isya Amin selalu menyempatkan diri untuk solat di mushola dekat rumahnya, salah satu temannya Fatur Elfath, mengatakan, Amin adalah sosok remaja yang taat beribadahnya, dan termasuk aktif dalam organisasi remaja mushola. Dia pernah menjadi panitia zakat dibulan ramadhan tahun kemarin.

D.    PANDANGAN HIDUP

Dalam LH Amin Aris Budiman, termasuk dalam kategori orang yang belum sukses. Diukur dari usaha berjualan sepatu yang masih standart dalam penjualannya. Amin memulai berjualan sejak bulan iktober 2013, sejak ayah Amin mulai mengalami berbagai penyakit, mulai dari batu ginjal sampai penyakit yang sampai sekarang dideritanya adalah pembengkakan lambung. Sejak itulah amin mulai berjualan karena ia tidak ingin menyusahkan orang tuanya. Amin memulai berjualan sepatu melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, dan BBM. Kemudian lambat laun tidak hanya sepatu, namun amin juga menjual tas dan jaket. Namun peminat yang kurang menjadikan ia mendapatkan keuntungan yang sedikit. Pendapatannya tergantung dari hasil penjualannya, jika satu sepatu terjual amin akan mendapatkan untung Rp. 20.000,00. Tetapi tidak setiap hari Amin mendapatkan pelanggan. Dan usahanya ini stuck/tidak beranjak maju, faktor-faktor yang menyebabkan usaha ini kurang maju adalah :

·         Kurangnya promosi yang dilakukan oleh Amin

·         Tidak adanya barang langsung sebagai contoh yang diperlihatkan kepada costumer, hanya berupa foto karena amin hanya menjadi reseller.

·         Tidak memiliki toko sendiri, sehingga pelanggan sulit untuk melihat barangnya langsung, dan keuntungan lebih sedikit karena barang diambil melalui orang ke 2, tidak langsung dari pabriknya.

Amin sadar kalau usahanya ini tidak mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi ia berusaha untuk terus mencari uang dan sebisa mungkin tidak meminta uang kepada orang tuanya. Saat itulah Amin mulai menjadi ojek mengantar anak sd dan menjadi ojek teman kampusnya. Selain itu juga amin yang aktif di lingkungan masjid sering dijadikan panitia dalam acara-acara keagamaan, dari situlah kadang amin diberi upah. Dan sejak saat itu amin tidak lagi meminta uang jajan ataupun keperluan kuliah kepada orang tuanya.

E.     CITA-CITA

Awalnya Amin bercita-cita menjadi pemain sepakbola, sewaktu di SMP dan SMA Amin sering mengikuti kegiatan esktra kulikuler sepak bola, ia juga sering bermain di kompetisi-kompetisi sepak bola maupun futsal. Beberapa piala pun banyak berjejer dikamarnya dari hasil sepakbola. Tetapi seiring berjalannya waktu dan Amin sadar tidak bisa menjadi pemain sepakbola karena beberapa hal, akhirnya ia memutuskan mengubah niatnya menjadi seorang pengusaha, dengan bermodalkan kuliah di jurusan ekonomi Amin mulai belajar bagaimana caranya berjualan, dengan usaha yang langsung  ia kerjakan saat ini yaitu dengan berjualan sepatu. Namun cita-cita yang akhir-akhir ini ia ingin wujudkan adalah lulus dengan cepat dan mendapatkan nilai yang memuaskan agar dapat membanggakan kedua orang tuanya.

F.      NILAI KEHIDUPAN

Nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil dari LIFE HISTORY Amin Aris Budiman adalah, mengajarkan kita bekerja keras, gigih dalam berusaha, tidak merepotkan orang tua, tidak menyerah dengan kondisi apapun yang sedang diderita, mampu mengatasi masalah terutama masalah keuangan. Dari LH kali ini juga mengajarkan tentang kemandirian, tidak bergantung kepada orang tua, hal ini sangat penting karena sebagai mahasiswa tentunya tidak sepenuhnya mengadalkan orang tua saja, harus ada ide dan kemandirian dari diri sendiri agar tidak selalu mengandalkan orang tua.

Dari segi pergaulan, nilai yang dapat diambil adalah Amin sosok remaja yang sederhana, tidak memilih milih teman dan sangat mudah bergaul, temannya sangat banyak, sehingga selalu saja ada link kerja dari temannya itu walau upahnya tidak begitu besar tetapi mampu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

 

 

Cari Blog Ini