Senin, 22 Juni 2015

Tugas UAS SOSPED_Desa Cibentang_Azhar Fuadi PMI 2

Nama            :      Azhar Fuadi

NIM              :      11140540000004

Prodi             :      Pengembangan Masyarakat Islam

 

Infrastruktur Jalan Sebagai Jantung Perekonomian Desa

 

I.                   Pendahuluan

Sarana infrastruktur jalan mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, baik untuk pendistribusian barang atau jasa. Ketersediaan jalan yang baik dan stabil berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Tingginya pertumbuhan lalu lintas sebagai akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Diperlukan penambahan sarana infrastruktur jalan dan perencanaan lapis perkerasan yang baik serta pemeliharaan jalan yang terus menerus agar kondisi jalan tetap aman dan nyaman untuk memberikan pelayanan terhadap lalu lintas kendaraan.

Pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat berdampak pada kepadatan lalu lintas, baik di jalan dalam kota maupun luar kota, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Berdasarkan klasifikasi menurut fungsi jalan, maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung segala aktifitas masyarakat. Kenyataan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi di jalan raya memerlukan perbaikan perkerasan dan fungsional pada permukaan jalan yang rusak. Penanganan ini dirasa belum cukup tepat karena upaya perbaikan yang dilakukan tidak dapat bertahan lama sesuai dengan umur rencana. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan perbaikan kerusakan yang tepat pada Ruas Jalan Raya.

         

A.    Permasalahan yang dikaji

Infrasturukur umum yang dibangun pemerintah pusat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang baik sangat diharapkan oleh masyarakat dalam mencari kemudahan beraktifitas setiap hari dalam memberikan investasi dan jalan keluar masuk barang dan jasa. Infrastruktur seperti Jalan Raya sangat vital bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng Bogor Jawa Barat. Jalan Raya digunakan setiap hari untuk kelancaran transportasi dari satu tempat ke tempat yang lain.

Jalan Raya yang dibangun oleh pemerintah pusat di daerah Desa Cibentang banyak yang rusak dan jelek. Jalan Raya yang rusak tersebut dapat mempengaruhi kemunduran prekonomian masyarakat Desa Cibentang. Pemerintah sampai saat ini belum ada tindak lanjut untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Jalan Raya yang rusak yang paling merugikan adalah dapat menghilangkan nyawa seseorang. Salah satu Jalan Raya di Desa Cibentang itu menghubungkan dengan sektor Pariwisata Gunung Sindur.

 

B.     Metodologi

Hari pertama menuju lokasi (19 Juni 2015)

Perjalanan menuju ke lokasi Desa Cibentang Ciseeng Kabupaten Bogor kira-kira berjarak 25 km dari UIN Ciputat, perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum dan bisa juga menggunakan kendaraan pribadi. Jika tidak ada halangan berarti perjalanan ke Desa Cibentang ditempuh kurang lebih 50 menit.

 

Hari Kedua Observasi ( 20 Juni 2015 )

Hari kedua saya mulai untuk mengobservasi permasalahan di Desa Cibentang yaitu tentang infrastruktur jalan raya. Saya pergi ke pariwisata Gunung Sindur, perjalanan ke Gunung Sindur sedikit terhambat karena jalanan yang rusak. Setelah sampai dilokasi, saya bertemu Pak Surya penjaga sekaligus pengelola tempat Pariwisata Gunung Sindur. Saya mewawancarai Pak Surya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang infrastruktur dan pariwisata.

 

II.                Tinjauan Teori

Teori Kontruktivis

Konstruktivis sosial merupakan sebuah teori sosiologi kontemporer yang dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckman. Dalam menjelaskan paradigma konstruktivis, realitas sosial merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Individu adalah manusia yang bebas yang melakukan hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksi berdasarkan kehendaknya. Individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai media produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkonstruksi dunia sosialnya.

     Pendekatan konstruktivis ini memfasilitasi mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensi dalam dirinya untuk berpikir kronologis, kritis analitis  seperti mengembangkan kemampuan pengetahuan, pemahaman, analisis dan sikap serta perilaku berdasarkan pengalaman yang akan membantu siswa dalam mengambil hikmah dari pengalaman tersebut, untuk dijadikan tolak ukur dalam bersikap, berpikir dan bertingkah laku.

 

III.             Gambaran Lokasi

Desa Cibentang adalah desa di kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Desa Cibentang memiliki batas wilayah administratif  sebagai berikut:

Sebelah Utara              :           Gunung Sindur

Sebelah Timur             :           Kec. Kemang dan Kec. Rancabungur

Sebelah Barat              :           Kec. Rumpin  

Sebelah Selatan           :           Kec. Parung

           

Administrasi kewilayahan Desa Cibentang dari segi kewilayahan luas daerah Desa Cibentang adalah 307,4 Ha, disana terdapat 3 dusun, 7 rukun warga, dan 34 rukun tetangga. Desa Cibentang kondisi alamnya masih sangat alami dan hijau, oleh karena itu cuaca dan iklim di Desa Cibentang terbilang Sejuk dan Asri. Di Desa Cibentang masih banyak pohon-pohon yang rimbun, sawah yang luas, sungai, dan gunung.

Populasi dan kepadatan penduduk di Desa Cibentang yaitu:

No.

Dusun

Pria

Wanita

Jumlah

%

KK

Kepadatan

1.

Cihowe

3.152

3.003

6.155

6,38

1.670

27,19

2.

Cibentang

5.027

4.728

9.755

10.11

2.399

31,73

3.

Kuripan

5.145

4.740

9.885

10,25

2.594

17.78

Total

13.324

12.471

25.795

26,74

6.663

76,7

 

Jumlah Penduduk Desa Cibentang menurut pekerjaan:

No.

Pekerjaan

Jumlah

%

1.

Petani/Buruh Tani

12.936

53,95%

2.

Pedagang/Wiraswasta

206

0,86%

3.

Buruh/Karyawan

299

1,25%

4.

Pedagang

3.610

15,06%

5.

Pegawai Negeri/TNI/POLRI

527

2,20%

6.

Pensiunan

147

0,61%

7.

Lainnya

6.251

26.07%

 

IV.            Hasil Penelitian

 

A.    Pertanyaan Penelitian

1.      Apakah Infrastruktur Jalan rusak mempengaruhi invesatsi dan jalan keluar masuk barang dan jasa?

 

B.     Hasil Petanyaan Penelitian

1.      Infrastruktur Jalan rusak mempengaruhi investasi dan jalan keluar masuk barang jasa karena jalan yang rusak dapat menghambat kelancaran investasi perekonomian penduduk Desa Cibentang. Jalan rusak juga mempengaruhi waktu tempuh, waktu tempuh menjadi lama karena kendaraan harus berjalan lambat untuk menghindari kerusakan. Investasi dalam segala bidang prekonomian dan pariwisata yang seharusnya besar akhirnya menjadi kecil dikarenakan infrastruktur Jalan raya yang rusak. Keluar masuk barang dan jasa juga terhambat oleh infrastruktur jalan yang rusak.

Penyebab Infrastruktur Jalan raya yang rusak salah satunya karena banyak Kendaraan yang melewati jalan raya yang membawa barang melebihi bobot kapasitas kendaraannya, sehingga jalanan lebih cepat rusak karena tekanan yang besar dari kendaraan tersebut. Selain itu penyebab infrastruktur jalan yang rusak dikarenakan jumlah kendaraan yang lebih banyak akan tetapi jumlah jalan raya yang tetap dan tidak bertambah. Infrastruktur jalan raya yang rusak berdampak kepada menurunnya kesejahteraan penduduk Desa Cibentang karena semakin hari investasi serta keluar masuk barang jasa menjadi berkurang.

 

C.     Pertanyaan Teknis

1.      Kapan Jalan raya di Desa Cibentang rusak?

2.      Mengapa Jalan Raya di Desa Cibentang rusak?

3.      Apa yang dilakukan masyarakat dan pemerintah dengan melihat kondisi Jalan Raya yang rusak?

4.      Apa keuntungan jika Jalan Raya menjadi Baik dan Bagus?

5.      Apa Kerugian Jalan Raya yang Rusak?

 

D.    Hasil Pertanyaan Teknis

Peneliti mewawancara salah seorang penduduk di Desa Cibentang yang bernama Pak Surya dan hasil wawancara tersebut memberikan jawaban dari pertanyaan teknis diatas.

1.      Jalan raya di Desa Cibentang rusak sejak Tahun 2011.

2.      Jalan Raya di Desa Cibentang rusak karena banyak Kendaraan Mobil besar yang melewati jalan raya yang membawa barang melebihi bobot kapasitas kendaraannya, sehingga jalanan lebih cepat rusak karena tekanan yang besar dari kendaraan tersebut.

3.      Yang dilakukan masyarakat dan pemerintah dengan melihat kondisi Jalan Raya yang rusak adalah warga sudah memberi tahu pemerintah desa setempat bahwa jalan rusak akan tetapi pemerintah desa beralasan bahwa dana dari pemerintah pusat belum turun sehingga jalan yang rusak terabaikan dan tidak segera dibetulkan.

4.      Keuntungan jika Jalan Raya menjadi Baik dan Bagus adalah penduduk menjadi lebih sejahtera dikarenakan semakin besarnya investasi dan keluar masuk barang jasa yang lebih banyak.

5.      Kerugian Jalan Raya yang Rusak adalah Penduduk menjadi lebih susah karena perekonomian warga semakin menurun.

 

Gambaran Hasil Penelitian:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V.               Kesimpulan

Infrastruktur Jalan merupakan hal yang penting dan vital bagi setiap penduduk. Jalan yang baik mendatangkan keuntungan bagi penduduk karena investasi menjadi tinggi dan keluar masuk barang jasa menjadi mudah. Jalan yang baik menjadikan perekonomian masyarakat menjadi lancar dan mudah sehingga masyarakat menjadi sejahtera. Di Desa Cibentang infrastruktur jalan rusak terbilang banyak dikarenakan kurang perhatian dari pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Jalan rusak mengakibatkan investasi menjadi sedikit dan keluar masuk barang jasa menjadi terganggu. Peneliti menyarankan kepada pemerintah pusat agar bertindak cepat dalam memperbaiki jalan yang rusak, sehingga jalan yang rusak dapat segera diperbaiki dan masyarakat menjadi terbantu jika jalanan menjadi baik kembali.

 

VI.           Daftar Pustaka

Salam, S., & Fadhillah, A. (2008). Sosiologi Perdesaan. Jakarta: Lembaga Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sakti, Suryo. (2012). Perencanaan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu

 

Hi , Khairul Anam lagi menunggu kamu bergabung di KerjaDulu

KerjaDulu

Hi ,

Khairul Anam dan 1 teman Anda yang lain sedang menunggu Anda di KerjaDulu, tempat di mana Anda bisa menemukan peluang karir dan koneksi yang lebih mantap!

Klik di sini untuk masuk

Beberapa koneksi yang mungkin ingin Anda kenal:
Khairul Anam

Khairul Anam

Indah Kurniawati

Indah Kurniawati

Selamat berkoneksi dan berkarir!
Tim KerjaDulu

Keep up with KerjaDulu

Like us on Facebook Follow us on Twitter Send feedback to us

Jika Anda ingin berhenti menerima update dari kami, klik disini

Copyright © 2015 KerjaDulu. All rights reserved.

Dropshadow

UAS SOSPED_DESA CIBATOK II_IKRIMA NUR ALFI PMI 2

NAMA : IKRIMA NUR ALFI
NIM :11140540000015

INFRASTRUKTUR DESA DAN DAMPAK JALAN RUSAK BAGI WARGA DESA

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Permasalahan yang dikaji

Perencanaan Pembangunan Desa dibagi menjadi beberapa tahapan mulai dari Perencanaan Jangka Menengah dan Tahunan. Dokumen perencanaan jangka panjang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa dan perencanaan pembangunan tahunan dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa). Substansi RKP-Des mengacu kepada RPJM-Des Desa serta memuat rancangan kerangka ekonomi Desa, prioritas pembangunan Desa, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Desa maupun oleh berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai wujud dari pola perencanaan partisipatif. Salah satu upayanya adalah dengan merencanakan pembangunan berbagai infrastruktur yang bisa bermanfaat secara langsung oleh masyarakat banyak khususnya di Desa Cibatok II Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, baik pembangunan yang dikelola oleh Pemerintah Desa, Pihak Ketiga ataupun yang melalui swakelola.

Dengan adanya proyek infrastruktur dengan model swakelola maka rakyat di pedesaan dapat merasakan langsung manfaatnya, terutama untuk meningkatkan perekonomian pedesaan. Setidaknya ada tiga sektor yang dapat merasakan manfaat proyek swakelola, sosial, lapangan kerja dan swadaya rakyat. Dengan swakelola, akan menggerakkan perekonomian desa sehingga meningkatkan kesejahteraan rakyat. Lapangan kerja juga tercipta, sehingga menurunkan pengangguran.

Jalan merupakan salah satu aspek penting dari Kebutuhan masyarakat, karena dengan ketersediaan jalan yang memadai akan dapat mempengaruhi perkembangan di bidang yang lainnya, seperti bidang perekonomian. Dengan adanya jalan yang memadai, maka akan dapat membuka akses usaha, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Dalam rangka menggerakkan roda perekonomian masyarakat, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penggalian potensi sumber daya Desa, dan untuk mendongkrak indeks daya beli masyarakat maka perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

 

B.     Metodologi

Subyek Penelitian : Subyek penelitian ini adalah masyarakat Desa Cibatok II dan kondisi geografis Desa Cibatok II 

Sumber data :Data-data yang saya peroleh merupakan wawancara dari aparatur Desa Cibatok II

Tekhnik pengumpulan data :

1.Observasi

2.Wawancara

Jenis sumber data :

1.      Data primer : data yang diperoleh dari penduduk langsung dengan mengajukan pertanyaan secara tertulis untuk mendapatkan jawaban diperlukan peneliti

2.      Data sekunder yaitu data penunjang yang diperoleh dari lembaga pemerintah setempat dan instansi terkait.

C.     Waktu Penelitian

Waktu Penelitian:  Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Juni 2015

Tempat penelitian : Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cibatok II terletak di kecamatan Cibungbulang kabupaten bogor, Provinsi Jawa Barat.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

Analisis univariat atau biasa yang dikenal dengan analisis table frekuensi merupakan analisis terhadap satu variable, yang dimaksudkan untuk memperoleh gambaran karakteristik suatu variable. Analisis ini terutama menggunakan data yang ditampilkan dalam table frekuensi, untuk mengetahui adanya tendensi sentra dengan menggunakan ukuran pemusatan; distribusi atau sebaran dengan memakai berbagai ukuran penyebaran dan frekuensi dengan menggunakan angka mutlak atau relative/ presentasi.

Analisis satu variable ini sangat penting, karna itu table frekuensi hendaknya dibuat untuk semua variable penelitian, meskipun able-tabeltersebut tidak semuanya dimuat dalam laporan penelitian. Akan tetapi, table frekuensi ini dibuat untuk analisis selanjutnya baik bagi peneliti sendiri maupun untuk orang lain yang ingin menggunakan data penelitian tersebut.

Kelas elit         : Bidan, Pns, Polri, Tni

Kelas bawah    : Buruh tani, Pedagang Kecil

BAB III

GAMBARAN LOKASI

Desa Cibatok II memilik pemandangan yang indah. Terdapat banyak lahan pertanian dan perkebunan seperti padi-padian, ubi dan singkong. Namun Desa Cibatok II memiliki drainase yang kurang baik sehinggan jalanannya banyak yang rusak dan berlubang.

Dalam hal yang berkaitan dengan setiap kegiatan pembangunan tentunya erat kaitannya dengan hal pembiayaan. Pembiayaan itu pula yang menjadi kendala dalam kegiatan pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu disebabkan, karena kondisi sekarang ini kurang bisa mendukung untuk dilakukannya kegiatan pembangunan yang berskala besar dengan pembiayaan yang besar pula.

Kondisi jalan yang baik akan Membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, karena dengan adanya akses jalan tersebut bisa menumbuhkan keinginan masyarkat untuk berusaha secara luas, mengingat kondisi jalan yang sudah bisa mendukung. Lalu Akan juga membantu pengangkutan hasil pertanian yang ada di wilayah Desa Cibatok II, mengingat sebagaian besar wilayah tersebut adalah wilayah pertanian

Oleh karenanya peningkatan jalan sangat diharapkan dan akan bermanfaat sekali guna pembangunan secara keseluruhan.

 

1.       Kependudukan dan Ketenagakerjaan 

Jumlah penduduk Desa Cibatok Dua sampai akhir bulan 31 Desember Tahun 2012, tercatat sebanyak 7.243 Jiwa (sumber data dari laporan jumlah penduduk perbulan Desember 2012) terdiri dari :

 

 

Jumlah laki-laki

 

3.750 orang

 

Jumlah perempuan

 

3.493 orang

 

Jumlah total

 

7.243 orang

 

Jumlah kepala keluarga

 

1.804 KK

 

Kepadatan Penduduk

 

0.01 per km

 

Jumlah penduduk menurut struktur umur per September 2014 sebagai berikut :

 

USIA

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

 

USIA

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

0-12 bulan

30

45

 

39 tahun

69

45

1 tahun

45

35

 

40

73

60

2

60

64

 

41

76

60

3

92

80

 

42

56

50

4

60

50

 

43

48

40

5

42

45

 

44

49

35

6

89

68

 

45

51

30

7

96

75

 

46

58

25

8

56

90

 

47

43

30

9

48

70

 

48

47

25

10

51

70

 

49

51

39

11

87

70

 

50

56

30

12

80

65

 

51

48

20

13

62

50

 

52

40

22

14

54

75

 

53

50

25

15

36

86

 

54

46

20

16

56

85

 

55

38

26

17

90

94

 

56

43

28

18

52

95

 

57

40

23

19

89

85

 

58

31

21

20

36

94

 

59

26

19

21

65

96

 

60

32

21

22

69

90

 

61

23

19

23

34

55

 

62

24

30

24

89

85

 

63

21

12

25

56

60

 

64

20

16

26

90

78

 

65

10

15

27

52

65

 

66

10

6

28

89

65

 

67

9

8

29

59

60

 

68

3

5

30

68

60

 

69

2

10

31

75

59

 

70

5

9

32

66

50

 

71

3

12

33

57

70

 

72

4

10

34

58

55

 

73

2

12

35

47

38

 

74

2

9

36

84

75

 

75

2

8

37

70

60

 

Lebih dari 75

 7

5 

38

83

66

 

Total

3.750

3.493

 

Keadaan mata pencaharian penduduk Desa   Cibatok Dua., adalah sebagai berikut :

JENIS PEKERJAAN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Petani

300 orang

75 orang

Buruh tani

500 orang

115 orang

Pegawai Negeri Sipil

21 orang

15 orang

Pengrajin industri rumah tangga 

50 orang

20 orang

Pedagang keliling

20 orang

20 orang

Peternak

25 orang

15 orang

Montir

50 orang

-  orang

Bidan swasta

-  orang

1  orang

Pembantu rumah tangga

-  orang

15  orang

Pensiunan PNS/TNI/POLRI

15 orang

-  orang

Pengusaha  kecil dan menengah

183  orang

73 orang

Dukun Kampung Terlatih

-  orang

5 orang

Arsitektur

1  orang

- orang

Karyawan perusahaan swasta

86 orang

125  orang

Karyawan perusahaan pemerintah

25 orang

50 orang

Jumlah Total Penduduk                                                                                                 7.243 orang

 

2.          Faktor Kelembagaan

 

a.          Aparatur Pemerintahan Desa

Terdiri dari Pemerintah Desa dan BPD, untuk lancarnya roda Pemerintahan Desa didukung oleh beberapa lembaga diantaranya : LPM, Kader, Karang Taruna, MUI, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

b.          Perangkat Desa/Aparat Desa

Keberadaaan Pemerintah Desa Cibatok Dua terdiri dari 1 orang Kepala Desa, 1 orang Sekretaris Desa, 6 orang Kepala Urusan dan 3 orang Kepala Dusun.

Lembaga-lembaga yang membantu :

LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara serta dibantu oleh 4 orang Kepala seksi-seksi;

BPD (Badan Permusyawaratan Desa) terdiri dari Ketua, Sekretaris dan 7 orang anggota.

c.          Sumber Dana :

Penghasilan Asli Desa                      : Rp. 36.398.496,-

Swadaya Masyarakat Desa  : Rp. 80.000.000,-

Bantuan Pemerintah :

Kabupaten                            : Rp. 115.000.000,-

Propinsi                                : Rp. 201.000.000,-

Pusat                                                : Rp. -

Retribusi surat-surat dan lain-lain    : Rp. 5.000.000,-

  Faktor Sosial Budaya dan Ekonomi Penduduk

a.       Pendidikan

 

TINGKATAN PENDIDIKAN

 

LAKI-LAKI

 

PEREMPUAN

Usia 3-6 tahun  yang belum masuk TK

65 orang

28 orang

Usia 3-6 tahun yang sedang TK / play group

126  orang

87  orang

Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah

30 orang

20 orang

Usia  7-18 tahun yang sedang sekolah

755 orang

302 orang

Usia 18-56  tahun tidak pernah sekolah

45 orang

145 orang

Usia 18-56  thn pernah  SD tetapi tidak tamat

250 orang

125 orang

Tamat SD/sederajat

500 orang

1500 orang

Jumlah usia 12 – 56 tahun tidak tamat SLTP

200 orang

300 orang

Jumlah usia 18 – 56 tahun tidak tamat SLTA

370 orang

286 orang

Tamat SMP/sederajat

700 orang

1445 orang

Tamat SMA/sederajat

594 orang

1145 orang

Tamat D-1/sederajat

50 orang

30 orang

Tamat D-2/sederajat

25 orang

15 orang

Tamat D-3/sederajat

10 orang

10 orang

Tamat S-1/sederajat

35  orang

3  orang

Tamat S-2/sederajat

5  orang

3  orang

Tamat S-3/sederajat

- orang

-  orang

Tamat SLB A

-  orang

-  orang

Tamat SLB B

- orang

-  orang

Tamat SLB C

-  orang

-  orang

.................................................................

-  orang

-  orang

Jumlah

3.750 orang

3.493 orang

Jumlah Total

7.243  orang

   Kesejahteraan Sosial

Tingkat kesejahteraan keluarga :

a.     Pra Sejahtera                           : 572 KK

b.     Keluarga Sejahtera Tk I          : 642

c.     Keluarga Sejahtera Tk II         : 455

d.    Keluarga Sejahtera Tk III       : 98

e.     Keluarga Sejahtera Tk III Plus           : 11 KK

 

Keagamaan

Agama/kepercayaan yang dianut oleh penduduk adalah Agama Islam 100%

                        Perekonomian

Rata-rata pendapatan riil keluarga perhari :

a.       Jumlah rata-rata pendapatan kepala keluarga       : Rp. 20.000,-

b.      Jumlah rata-rata pendapatan anggota keluarga     : Rp. 12.500,-

c.       Jumlah total pendapatan keluarga             : Rp. 32.500,-

BAB IV

PENELITIAN

Pertanyaan penelitian:

1.Bagaimana infrastruktur desa?

2.Bagaimana dampak bagi warga desa?

Hasil Penelitian:

 1. Infrastruktur Desa Cibatok II cukup baik  :

 

Pemanfaatan lahan / penggunaan tanah di Desa Cibatok Dua adalah sebagai berikut :

Luas pemukiman

 70,9 ha/m2

Luas persawahan

 104,1  ha/m2

Luas perkebunan

 -  ha/m2

Luas kuburan

 1  ha/m2

Luas pekarangan

 -  ha/m2

Luas taman

 -  ha/m2

Perkantoran

 0,1 ha/m2

Luas prasarana umum lainnya

1,068  ha/m2

Total luas

177,168   ha/m2

 

TANAH SAWAH


Sawah irigasi teknis

-  ha/m2

Sawah irigasi ½ teknis

104,1  ha/m2

Sawah tadah hujan

-  ha/m2

Sawah pasang surut

-  ha/m2

..........................

-  ha/m2

Total luas

 104,1  ha/m2



TANAH KERING


Tegal/ladang

-  ha/m2

Pemukiman

 70,9  ha/m2

Pekarangan

-  ha/m2

............................

-  ha/m2

Total luas

70,9  ha/m2

Sedangkan Tanah Kas Desa seluas  2,078, penggunaannya adalah sebagai berikut :

1.      Bangunan Kantor Desa                                   :           0,0465  Ha.

2.      Bangunan  SD / SMP / MI                              :           0,34      Ha.

3.      Tanah Makam / Kuburan                                :           1           Ha.

4.      Masjid / Mushollah / Majelis Taklim             :           0,4365  Ha.

5.      Jalan Desa                                                       :           0,155    Ha.

6.      Lapangan olah raga                                         :           0,1        Ha

 

B.  Sarana Prasarana

1.    Faktor Sarana dan prasarana serat Akses    :

a.   Kantor Desa                                           :    1                 buah.

b.   Balai pertemuan / aula                           :    1                 buah.

c.   Pos Kamling                                           :    9                 buah.

2.    Sarana dan prasarana perhubungan :

a. Jalan beton                                               :     1                Km.

b. Jalan Hotmik                                           :     3.5             Km.

c. Jalan Aspal                                              :     -                 Km

d. Jalan Pengerasan                                     :     0,7             Km.

e. Jalan Tanah                                             :      -                Km.

f. Jalan gang                                                :     2,5             Km.

g. Jembatan                                                 :     4                buah.

3.    Sarana dan Prasarana Pendidikan Umum    :

a. TK                                                            :           2          buah.

b. SD                                                            :           3          buah.

c. SLTP                                                        :           1          buah.

d. SMA                                                        :           -           buah.

e. DIPLOMA                                               :           -           buah.

f.  PERGURUAN TINGGI                         :           -           buah.

g. Tempat-tempat Kursus                            :           -           buah.

h. BLK                                                         :           -           buah.

4.    Sarana dan Prasarana Pendidikan Islam :

a. R.A / TK ALQUR'AN                            :           5          buah.

b. MADRASAH IBTIDAIYAH                :           1          buah.

c. M T S                                                      :           -           buah.

d. M A N                                                     :           -           buah.

e. Pondok Pesantren                                    :           9          buah.

f. Majelis Taklim                                         :           9          buah.

 

5.    Sarana dan Prasarana Peribadatan :

a. Masjid                                                      :           8          buah.

b. Mushola                                                   :           7          buah.

c. Gereja                                                       :           -           buah.

d. Vihara                                                      :           -           buah.

e. P u r i                                                        :           -           buah.

6.    Sarana dan Prasarana Kesehatan :

a. Puskesmas                                                :           -           buah.

b. BKIA Rumah Bersalin                            :           -           buah.

c. Poliklinik                                                  :           -           buah.

d. Posyandu                                                 :           9          buah.

e. Apotik / Toko obat                                   :           -           buah.

7.    Sedangkan  jumlah  tenaga  medis  yang  ada  dan melaksanakan  praktek  di desa, adalah sebagai berikut :

a. Dokter Puskesmas                                    :           -           orang.

b. Dokter Praktek Swasta                            :           1          orang.

c. Bidan Desa                                              :           1          orang.

d. Bidan Praktek Swasta                             :           -           orang.

e. Dukun beranak terlatih                            :           1          orang.

f. Dukun beranak tak terlatih                       :           -           orang.

g. Kader Posyandu                                      :           42        orang.

8.    Fasilitas Perekonomian / Perdagangan:

a. Bank Pemerintah                                   :           -           buah.

b. Kios/Toko/Warung                               :           87        buah.

c. Matrial/Bahan Bangunan                      :           3          buah.

d. Wartel/Kiostel                                       :           -           buah.

e. Pom Bensin                                           :           -           buah.

9.    Lain-lain Fasilitas / Sarana dan Prasarana yang ada :

a. Lapangan Sepak Bola                           :             1        buah.

b. Lapangan Badminton                           :           3          buah.

c. Lapangan Basket                                  :           -           buah.

d. Lapangan Bola Voli                             :           -           buah.

e. Lapangan Tenis                                    :           -           buah.

 

2. Dampaknya : Pengguna jalan terganggu kenyamanannya dan membahayakan pengguna jalan. Kecelakaan seringkali terjadi karena pengendara tidak mampu mengontrol dan mengantisipasi jalan yang rusak tersebut, bahkan banyak juga yang sampai merengut nyawa pengendara. Kerusakan jalan juga dapat mempengaruhi laju roda kendaraan. Jalan yang rusak menjadikan arus transportasi barang dan manusia terhambat, juga dapat mengakibatkan biaya operasional kendaraan menjadi bertambah karena kerusakan bagian kendaraan akibat beban dan jalan yang bergelombang dan berlubang.

Hasil penelitian:

Masyarakat Desa Cibatok II dengan kondisi jalan rusak sangat mempengaruhi perekonomian, walaupun jalan rusak masyarakat tetap melakukan aktifitasnya dengan baik.

Analisis Penelitian:

Masyarakat menunggu perbaikan dari pemerintah.

 

BAB V

Kesimpulan

Desa Cibatok II mempunyai keunggulan di bidang pertanian dan perkebunan, akses menuju desa pun sudah terlampau baik. Saat ini sudah mulai dibangun villa bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Desa Cibatok II. Untuk itu kondisi jalan dan drainase harus diperbaiki.

Daftar Pustaka:

Salam, S., & Fadhillah, A. (2008). Sosiologi Perdesaan. Jakarta: Lembaga Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

 


Cari Blog Ini