Rabu, 16 September 2015

Eka nurbaeti ardila_Jrn 1/B_Definisi komunitas,organisasi,dan kelompok sosial dalam perspektif sosiologi_Tugas 1.

SOSIOLOGI – Devinisi , Perbedaan dan persamaan Komunitas,Organisasi,dan Kelompok sosial dalam perspektif sosiologi beserta contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Devinisi

Komunitas dalam perspektifsosiologi adalah suatu kesatuan kelompok atau perkumpulan warga yang mempunyai kepentingan dan tujuan bersama (comunities of common interest) yang dapat dibedakan dari society (masyarakat luas) dalam perhatian interaksi yang lebih tinggi. Tapi sekarang ini pengertian populer nya tidak hanya  menunjukan pemikiran tradisional mengenai lokalitas dan lingkungan bersama,tetapi juga ide-ide solidaritas dan hubungan antara orang-orang yang memiliki karakteristik sosial dan identitas yang sama.

Organisasi dalam perspektif sosioloogi adalah kelompok sosial yang mempunyai tujuan tertentu yang akan dicapai bersama-sama dalam kerangka kelembagaan yang sedikit berbeda dalam prinsip yang ada dalam masyarakat tradisional.Dalam pengertian mendasarnya,Organisasi adalah penertiban terhadap yang tidak tertib.Organisasi didevinisikan bahwa organisasi sangat sulit untuk dibayangkan tanpa karakter lain dari moderenitas.Seperti tindakan rasional,keampuan baca-tulis dan sistem hukum.Dalam literatur klasikbahwa organisasi sesuatu yang mederen,dan ide mengenai organisasi digunakan dalam cara-cara yang mendasar- kan diri kepada dan mendukung perbedaan antara moderenitas dan tradisionalisme.Organisasi dapat dibagi menjadi dua,yaitu:FORMAL dan INFOMAL.

Formal:Sifat nya lebih teratur atau tertib yang mempunyai sifatstrultur  organisasi  yang resmi,beserta perencanaan dan program yang akan dilaksanakan secara jelas.

Informal:bersifat tidak resmi,organisasi ini terkadang struktur organisasi nya tidak begitu jelas atau bahkan tidak ada struktur organisasi,dan juga tidak mempunyai rencana dan program-programyang dirumuskan rencana secara jelas,terkadang terjadi secara spontanitas atau unsur ketidak sengajaan.

Kelompok sosial dalam perspektif sosiologi adalah suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi,dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama yang memiliki sifat kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain nya,tetapi tidak terkait dalam organisasi.

Perbedaan dan Persamaan

Perbedaan

Kelompok sosial,merupakan sekumpulan atau gabungan baik itu suatu benda atau barang,hewan maupun manusia dalam suatu wadah tertentu.

Organisasi,sekumpulan orang-orang yang memepunyai tujuan yang sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum.

Komunitas,sekumpulan orang - orang yang mempunyai kesamaan sifat,hobi dan lain-lain.Biasanya bersifat informal, cenderung bebas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi jiwa,tergantung chemistry anggota-anggota nya.

Persamaan

Persamaan antara komunitas,organisasi dan kelompok sosial yaitu sama-sama memiliki arti perkumpulan masyarakat yang mempunyai tujuan masing-masing.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Kelompok sosial  contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah paguyuban (gemeinschaft) yaitu kelompok sosial yang anggota-anggota nya memiliki sebuah ikatan batin yang murni,bersifat alamiah , dan kekal.

Paguyuban sendiiri mempunyai ciri-ciri yang .dapat kita ketahui seperti ;

§  Terdapat ikatan batin yang kuat anatar anggota

§  Hubungan antar anngota bersifat informal

Ada 3 tipe paguyuban yaitu :

Paguyuban berdasar kan tempat (gemeinschaft of place) , adalah kelompok sosial yang terbentuk karena lokalitas atau tempat tinngal.

Contoh : Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RT (rukun tangga) dan selanjut nya sejumlah rukun tetangga membentuk RW (rukun warga).

Paguyuban berdasarkan ideologi (gemeinschaftof mind) , adalah kelompok sosial yang terbentuk atas pemekiran-pemikiran dari setiap anggotanya.

Contoh :Partai politik berdasarkan agama.

Paguyuban berdasarkan hubungan darah (gemeinschaft of blood) , adalah kelompok sosial yang terbentuk karena ada nya hubungan darah,kelompok ini memiliki solidaritas yang tinggi karena memiliki keyakinan tentang keturunan yang sama.

Contoh :keluarga.

Organisasi contoh dalam kehidupan sehari-hari dibedakan jadi 2 formal dan informal.

Contoh organisasi Formal seperti ,perusahaan besar,badan-badan pemerintah dan universita-universitas.Karena,organisasi ini memiliki kekuatan hukum ,struktur yang ada juga menerang kan hubungan -hubungan otoritasnya,kekuasaan,akuntabilitas dan tanggung jawab.

Contoh organisasi informal seperti,makan malam bersama.karena,organisasi secara informal ini pertemuan secara tidak resmi.

Komunitas contoh dalam kehidupan sehari-hari seperti,komunitas para pekerja indonesia yang bekerja di negara asing atau para pelajar yang sedang belajar di luar negeri.Karene komunitas ini terbentuk karena satuan sosial yang didasar kan lokalitas atau daerah asal mereka tinggal (dilahirkan).

Fana Tri Astuti jrn1B Definisi Komunitas Tugas1

FANA TRI ASTUTI

JURNALISTIK 1 B

SOSIOLOGI

KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL

Ø  PENGERTIAN ATAU DEFINISI KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL MENURUT PARA AHLI

1.      KOMUNITAS :

MenurutSoenarno (2002) – Komunitasadalahsebuahidentifikasi&interaksisosial yang dibangundenganberbagaidimensikebutuhanfungsional.

 

2.      ORGANISASI :

PengertianOrganisasiMenurutMax WeberadalahSuatukerangkahubungan yang berstruktur yang di dalamnyaberisiwewenang, tanggungjawabdanpembagiankerjauntukmenjalankansesuatufungsitertentu.

 

3.      KELOMPOK SOSIAL :

MenurutHendroPuspito – Kelompoksosialadalahsuatukumpulannyata, teratur&tetapdariindividu-individu yang melaksanakanperan-perannyasecaraberkaitangunamencapaitujuanbersama.

 

Ø  PENGERTIAN ATAU DEFINISI KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL MENURUT SAYA SENDIRI

1)      KOMUNITAS :

Menurutsaya, Komunitasadalahsuatuperkumpulanindividu-individu yang memilikikesenanganatauhobi yang sama, salingmengajari, danbiasanya dilator belakangiolehkeingintahuandan rasa inginbisa, sertabersifatkhusus.

 

2)      ORGANISASI :

Adalahsuatuperkumpulanindividu-individu yang memilikivisimisisertatujuan yang sama, danbersifatlebih formal.

 

3)      KELOMPOK SOSIAL :

Adalahsuatuperkumpulandariberbagaikelompokpadasuatudaerahtertentu, yang satusama lain maubekerjasama, untukkepentingan yang samaatausuatutujuan.Kelompoksosialinitidakhanyamanusia, tapibisajugahewan, tumbuhan, dll

Ø  PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL

·         PERSAMAAN

Sama-samaterbentukdariberbagaiindividu yang manasama-samamemilikitujuantertentu, sehinggaberkumpuldanmenghasilkankelompoksosialdenganketentuan-ketentuan yang telahdisepakatiuntukmencapaitujuantersebut.

 

·         PERBEDAAN

1.      KOMUNITAS :

ü  Bersifat non formal

ü  Memilikihobidankesukaaan yang sama

ü  Tidakadapaksaan, ataukarenakeinginansendiri

ü  Tujuanbersifatkepuasan, karenabisamenyalurkanhobinya

 

2.      ORGANISASI :

ü  Bersifat formal

ü  Memilikivisimisi

ü  Memilikiperaturanatautatanantertentu

ü  Tujuanberdasarkankesepakatan

 

3.      KELOMPOK SOSIAL

ü  Bisa formal, bisa non formal

ü  Terbentuksecaratidaksengaja

ü  Mencakupmanusia, hewan, tumbuhan, danmakhlukhiduplainnya

ü  Merupakanperkumpulanberbagaikelompok

ü  Tujuanjelas

 

Ø  CONTOH KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1.      KOMUNITAS :

Komunitaspecintaalam UIN SyarifHidayatullah Jakarta

2.      ORGANISASI :

OSIS (OrganisasiSiswa Intra Sekolah)

3.      KELOMPOK SOSIAL :

KelompokPetani di desaKarang Tengah bekerjasamauntukmenjadikandesamerekasebagaidesaswasembadaberasuntukdesalainnya.

Rizky Arif Santoso_Perubahan Sosial dan Perilaku Kesehatan Masyarakat_Tugas 1

Perubahan Sosial dan Perilaku Kesehatan Masyarakat

 

Perubahan sosial menurut Wilbert Moore ialah perubahan penting dari struktur sosial (pola perilaku dan interaksi sosial) mencakup norma, nilai, dan fenomena kultural.[1] Yang dimaksud perubahan disini ialah perubahan yang dinamis yang selalu mengalami perubahan tiap waktu baik psikologi, interaksi antar sesama, maupun sikap seseorang.

 

Berbicara mengenai ciri ciri perubahan sosial, perubahan sosial memiliki ciri ciri sebagai berikut :

1.      Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, hal ini disebabkan setiap masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau secara cepat.

2.      Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.

3.      Perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena berada di dalam proses penyesuaian diri.

4.      Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spritual saja, karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal-balik yang sangat kuat.

5.      Perubahan sosial yang secara tipologis dapat dikategorikan sebagai proses sosial, segmentasi, perubahan strutural dan perubahan struktur kelompok.

 

Bentuk Bentuk Perubahan Sosial[2] :

1.      Bentuk Perubahan Sosial Lambat dan Cepat

Evolusi merupakan perubahan sosial yang memerlukan waktu yang lama dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

Perubahan sosial yang cepat dinamakan Revolusi. Revolusi merupakan perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakatan).

 

2.      Bentuk Perubahan Sosial Kecil dan Besar

Perubahan Sosial ini terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan sosial ini yaitu perubahan mode pakaian namun tidak akan membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.

Perubahan Sosial yang Besar merupakan perubahan sosial yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat, dimana berbagai lembaga-lembaga kemasyarakatan akan ikut terpengaruh. Contoh perubahan sosial ini yaitu hubungan kerja, sistem tanah, hubungan keluarga, stratifikasi masyarakat dan lain sebagainya.

 

3.      Bentuk Perubahan Sosial yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

Perubahan sosial yang dikehendaki merupakan perubahan sosial yang diperkirakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Contoh perubahan sosial ini yaitu pada setiap hari minggu warga desa perumnas mengadakan kerja bakti atas usulan dari kepala desa.

Perubahan Sosial yang tidak dikehendaki yang berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat mengakibatkan kerugian sosial. Contoh banyaknya warga desa yang memilih menjadi perampok, karena susahnya mencari pekerjaan serta untuk membiayai keperluan hidup keluarganya sehari-hari.

Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan. Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi[3].

Kondisi umum kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Kondisi lingkungan yang bisa dibilang tidak memenuhi standard kebersihan, sampah yang berserakan, saluran air yang mampat dan kotor dapat memengaruhi pada kesehatan masyarakat. Kesadaran orang akan lingkungan kurang begitu diperhatikan dikarenakan urusan sampah, saluran air yang mampat dan lain sebagainya merupakan urusan pemerintah sehingga kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan kurang begitu maksimal.

Perilaku masyarakat akan kesehatan juga bisa dibilang kurang baik dikarenakan kesadaran masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungannya. Perilaku masyarakat yang kurang peduli akan kebersihan bisa kita lihat langsung dengan perilaku masyarakat yang masih banyak membuang sampah sembarangan baik di jalan maupun di saluran air hingga menyebabkan mampatnya arus air dan rawan akan terjadinya banjir disaat musim penghujan tiba. Selain itu juga perilaku merokok ditempat umum baik di kawasan kampus, sekolah, rumah, tranportasi umum sehingga berdampak pada tercemarnya polusi udara kepada orang yang tidak merokok. Perilaku penebangan hutan secara liar akhir-akhir ini juga merupakan cerminan perilaku masyarakat yang tidak memiliki rasa cinta terhadap alam dan karunia Tuhan, penebangan hutansecara liar akan berdampak pada tercemarnya udara, meningkatnya suhu panas di udara dan bisa terjadi pemanasan global yang berkepanjangan. 

Sementara itu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan manajemen kesehatan yang masih belum optimal serta belum dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Dalam hal tenaga kesehatan, Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan. Permasalahan besar tentang SDM adalah inefisiensi dan inefektivitas SDM dalam menanggulangi masalah kesehatan. Walaupun rasio SDM kesehatan telah meningkat, tetapi masih jauh dari target Indonesia Sehat 2010 dan variasinya antar daerah masih tajam. Dengan produksi SDM kesehatan dari institusi pendidikan saat ini, target tersebut sulit untuk dicapai.

Beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan antara lain :

1.      Status kesehatan penduduk miskin masih rendah.

2.      Beban ganda penyakit. Dimana pola penyakit yang diderita oleh masyarakat adalah penyakit infeksi menular dan pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular, sehingga Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu yang bersamaan (double burden)

3.      Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih rendah.

4.      Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusinya tidak merata.

5.      Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat.

6.      Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah.

7.      Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan. Masih rendahnya kondisi kesehatan lingkungan juga berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Kesehatan lingkungan merupakan kegiatan lintas sektor belum dikelola dalam suatu sistem kesehatan kewilayahan.

8.      Lemahnya dukungan peraturan perundang-undangan, kemampuan sumber daya manusia, standarisasi, penilaian hasil penelitian produk, pengawasan obat tradisional, kosmetik, produk terapetik/obat, obat asli Indonesia, dan sistem informasi.

Memasuki era reformasi untuk Indonesia baru telah terjadi perubahan pola pikir dan konsep dasar strategis pembangunan kesehatan dalam bentuk paradigma sehat. Sebelumnya pembangunan kesehatan cenderung menggunakan paradigma sakit dengan menekankan upaya-upaya pengobatan (kuratif) terhadap masyarakat Indonesia.

Paradigma sehat mempunyai orientasi dimana upaya peningkatan kesehatan masyarakat dititik beratkan pada :

1.      Promosi kesehatan, peningkatan vitalitas penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit melalui olah raga, fitness dan vitamin.

2.      Pencegahan penyakit melalui imunisasi pada ibu hamil, bayi dan anak.

3.      Pencegahan pengendalian penanggulangan, pencemaran lingkungan serta perlindungan masyarakat terhadap pengaruh buruk (melalui perubahan perilaku).

4.      Memberi pengobatan bagi penduduk yang sakit, (15%) melalui pelayanan medis.

Perubahan paradigma kesehatan yang kini lebih menekankan pada upaya promotif-preventif dibandingkan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan merupakan titik balik kebijakan Depkes dalam menangani kesehatan penduduk yang berarti program kesehatan yang menitikberatkan pada pembinaan kesehatan bangsa bukan sekedar penyembuhan penyakit. Upaya kesehatan di masa datang harus mampu menciptakan dan menghasilkan SDM Indonesia yang sehat produktif sehingga obsesi upaya kesehatan harus dapat mengantarkan setiap penduduk memiliki status kesehatan yang cukup.

Upaya Tenaga Kesehatan

Peranan dokter, dokter gigi, perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang menekankan penyembuhan penyakit adalah sangat penting. Sebaliknya tenaga kesehatan yang menekankan masalah preventif dan promotif adalah sarjana kesehatan masyarakat yang juga sangat penting. Pengelolaan upaya kesehatan dan pembinaan bangsa yang sehat memerlukan pendekatan holistik yang lebih luas, menyeluruh, dan dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif dan tidak individual. Tenaga kesehatan harus mampu mengajak, memotivasi dan memberdayakan masyarakat, mampu melibatkan kerja sama lintas sektoral, mampu mengelola sistem pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif, mampu menjadi pemimpin, pelopor, pembinaan dan teladan hidup sehat. Dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang sangat penting adalah bagaimana mengajak dan menggairahkan masyarakat untuk dapat tertarik dan bertanggungjawab atas kesehatan mereka sendiri dengan memobilisasi sumber dana yang ada pada mereka.

 

Sumber :

Soerjono Soekanto, 2003. Judul Buku : Sosiologi Suatu Pengantar. Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta

http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-ciri-dan-bentuk-perubahan.html

http://ilmukesmas.com/upaya-peningkatan-kesehatan-masyarakat

 

 

 

 

Ayu Kurniasih_Jurnalistik 1/A_komunitas, organisasi dan kelompok sosial dalam perspektif sosiologi

Nama               : Ayu Kurniasih

NIM                : 11150510000005

Jurusan/kelas   : Jurnalistik/1A

Tugas 1

Definisi Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam Perspektif Sosiologi

1.      Definisi

a.       Definisi komunitas

Komunitas adalah kumpulan dua orang atau lebih yang terbentuk karena adanya kesamaan minat atau kegemaran dan dibentuk tanpa tujuan yang pasti. Komunitas biasanya tidak mengandung aturan-aturan atau hukum yang mengikat anggota di dalamnya.

Sedangkan jika ditinjau dari segi bahasa, komunitas berasal dari kata community atau communire (latin) yang artinya memperkuat, pesaudaraan, persatuan dan kumpulan. Jadi, komunitas adalah suatu kumpulan yang diperkuat oleh adanya kesamaan minat atau kesenangan (hobi).

b.      Definisi organisasi

Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri, baik organisasi yang berbentuk hukum atau pun tidak berbentuk hukum untuk mewujudkan suatu tujuan. Organisasi itu sendiri dibentuk karena adanya suatu tujuan yang tidak bisa dicapai oleh perorangan.

c.       Definisi kelompok sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan orang-orang yang terikat menjadi suatu kelompok yang di dalamnya melakukan tindakan sosial atau saling berinteraksi. Kelompok sosial terbentuk dikarenakan adanya kepentingan yang sama, kepentingan tersebut biasanya muncul tanpa disengaja.

2.      Perbedaan

Perbedaan dari komunitas, organisasi dan kelompok sosial itu sendiri terletak pada tujuan dibentuknya kelompok-kelompok tersebut. Selain pada tujuan, perbedaan diantara ketiganya juga muncul dari keterikatan masyarakat oleh aturan yang ada di dalam kelompok.

3.      Persamaan

Persamaan yang dapat ditarik dari tiga jenis kelompok masyarakat tersebut adalah subjeknya, ketiganya beranggotakan masyarakat. Selain itu, baik komunitas, organisasi maupun kelompok sosial adalah kelompok yang terbentuk oleh minimal 2 orang atau lebih.

4.      Contoh komunitas, organisasi dan kelompok sosial dalah kehidupan sehari-hari

a.       Komunitas

·         Komunitas pemain game

·         Komunitas adu ayam

·         Komunitas sepeda

b.      Organisasi

·         Organisasi intra sekolah

·         Pramuka

·         Karang taruna

c.       Kelompok sosial

·         Kelompok bermain

·         Kelompok arisan

·         Kelompok diskusi

Nida Arafat,KPI 1A,KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL, tugas 2

Komunitas, Organisasi, dan kelompok sosial

Nama               : nida Arafat

Nim                 : 11150510000022

Kelas               :KPI 1A

 

Dalam sehari hari kita di masyarakat, kita pasti sudah tidak asing dengan kata-kata organisasi, kelompok sosial dan  komunitas, pasti sangkut pautnya dengan suatu perkumpulan atau persatuan masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama, mungkin itu definisi atau pengertian secara rasional atau secara pemikiran umum.

            Kita cari pengertian atau definisi dari organisai, kelompok sosial dan komunitas berserta persamaan dan perbedaan tersebut, dengan sumber-sumber terdahulu secara rinci dan jelas.

Organisasi,

 Organisasi dapat di artikan secara harfiah sebagai suatu kesatuan yang tersusun secara teratur berdasarkan pembagian tugas secara teratur,

  Terbentuk nya suatu organisasi sosial, pada mulanya karna adanya desakan minat dan kepentingan indifidu-individu dalam masyarakat. Kepentingan itu tidak di salurkan melalui lembaga sosial, melainkan disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang relatif lebih teratur dan formal.

Kelompok sosial,

            Kelompok sosial di definisikan sebagai dua atau lebih orang yang memiliki suatu identitas bersama dan yang berinteraksi secara reguler. Apa pun bentuknya, kelompok sosial terdiri dari orang orang yang memiliki kesadaran ke anggotaan yang sama yang di dasarkam pada pengalaman, loyalitas, dan kepentingan yang sama. Singkatnya, mereka sadar tentang individualitas mereka, sebagai anggota dari kelompok sosial yang secara spesifik di dasari sebagai kita.

Komunitas,

            Pengertian dari komunitas bisa di dasarkan gemeinschaft,

·         Gemeinschaft by blood, mengacu pada ikatan-ikatan kekerabatan;

·         Gemeinschaft of place, pada dasarnya merupakan ikatan yang berdasarkan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat kerja yang mendorong orang untuk berhubungan secara intim satu dengan yang lain, dan mengacu pada kehidupan yang sama di sebuah pedesaan;

·         Gemeinschaft of mind, mengacu pada hubungan persahabatan, yang di sebabkan oleh persamaan keahlian atau pekerjaan serta pandangan yang mendorong orang untuk saling berhubungan secara teratur;

Adapun perbedaan dan persamaan dari pengertian organisasi, kelompok sosial, dan komunitas di atas dapat saya uraikan, mulai dari organisasi, perbedaan dari semuanya, organisasi itu telah memiliki badan hukum yang melindunginya, dan terbentuknya organisasi ini yaitu adanya desakan minat dan kepentingan individu individu dalam masyarakat bisa di sebut juga pekumpulan formal. Adapun  kelompok sosial dan komunitas belum memiliki berbadan hukum dan dari kelompok sosial sendiri terbentuk terdiri dari orang orang yang memiliki kesadaran ke anggotaan yang sama yang di dasarkam pada pengalaman, loyalitas bisa di sebut juga perkumpulan masyarakat semi formal, dari komunitas sendiri terbentuk dari masyarakat yang memiliki nasib yang sama, kesukaan yang sama, pekerjaan yang sama dan kesamaan lainnya, bisa di sebut juga perkumpulan masyarakat non formal. Dan persaman dari ketiga pengertian di atas adalah sama sama suatu perkumpulan masyarakat yang saling berkaitan dan tidak saling bertolak belakang yang mumpunyai tujuan yang sama, dan aturan yang sama, untuk mencapai cita-cita yang sama.

 

# soymukti nurani. 2010. Pengantar sosiologi. Jogjakarta:aruz

# abdulsyani. 2012. Sosiologi, skematika, teori dan terapan. PT Bumi aksara.

Dwike Nuraini_Jurnalistik I/A_ Definisi Organisasi, Komunitas, dan Kelompok Sosial dalam Perspektif Sosiologi_ Tugas 1

Nama                          : Dwike Nuraini
NIM                            : 11150510000139
Fakultas                     : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Jurusan                      : Jurnalistik
Mata Kuliah              : Pengantar Sosiologi
Dosen Pembimbing   : Dr. Tantan Hermansyah
 
DEFINISI
A. Komunitas
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". (https://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas)

Menurut salah seorang ahli sosiologi,
Vanina Delobelle, komunitas merupakan sarana berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan minat. Komunitas dibentuk berdasarkan 4 faktor yaitu:
1.     Keinginan untuk berbagi dan berkomunikasi antar anggota sesuai dengan kesamaan minat
2.     Basecamp atau wilayah tempat dimana mereka biasa berkumpul
3.     Berdasarkan kebiasaan dari antar anggota yang selalu hadir
4.     Adanya orang yang mengambil keputusan atau menentukan segala sesuatunya
B. Organisasi
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. (https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi)

Menurut salah seorang ahli sosiologi, Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
C. Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial)
Menurut Bierstedt, kelompok sosial yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
PERBEDAAN
A. Komunitas adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai kesamaan seperti
      sifat, hobi dan lain-lain. Biasanya bersifat informal, cenderung bebas dan tidak
      mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi jiwa, tergantung chemistry
      anggota-anggotanya.
B. Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama
     dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum.
 
C. Kelompok sosial adalah sekumpulan atau gabungan baik itu suatu benda atau barang
     hewan maupun manusia dalam suatu wadah tertentu.
 
PERSAMAAN
 
Persamaan komunitas, oraganisasi dan kelompok sosial yaitu terletak pada adanya interaksi antar individu. Tidak bisa dikatakan komunitas, organisasi dan kelompok sosial, jika hanya dilakukan oleh satu individu. Dalam komunitas, organisasi dan kelompok sosial, ada pula suatu visi dan misi. Selain itu, adanya sebuah pertemuan untuk melakukan suatu pembahasan merupakan persamaan dari komunitas, organisasi dan kelompok sosial.
CONTOH DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
A. Komunitas
Contoh dari komunitas, di antaranya adalah komunitas pecinta hewan, pecinta motor, pecinta buku, dan lain-lain. Biasanya komunitas tersebut mengadakan pertemuan untuk saling berbagi info tentang apa yang digemari.
B. Organisasi
Contoh Organisasi, di antaranya adalah OSIS (Organisasai Siswa Intra Sekolah), ORMAS (Organisasi Masyarakat), dan organisasi lain-lainnya. Selain itu, himpunan-himpunan yang ada di kalangan masyarakat, disebut pula organisasi karena memiliki visi, misi dan tujuan bersama.
C. Kelompok Sosial
Contoh kelompok sosial ini, biasanya kita temui di lingkungan terdekat. Misalnya anak-anak SMA membuat genk di sekolah, sehingga tersohor dikalangan siswa-siswinya. Selain itu, Ibu-ibu arisan juga termasuk kelompok sosial. Bertemu dengan kerabat, disebut juga kelompok sosial.

Cari Blog Ini