Senin, 28 Desember 2015

Tugas UAS Sosiologi Fizna Sa'diyya KPI 1A, Nur Baeti KPI 1B, Adita Roro Lastamimi Jurnalistik 1A

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Sosiologi sesungguhnya bukanlah semata-mata ilmu murni yang hanya mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak demi usaha peningkatan kualitas ilmu itu sendiri, namun sosiologi bisa juga menjadi ilmu terapan yang menyajikan cara-cara untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis dan masalah sosial yang perlu ditanggulangi (Horton dan Hunt, 1987:41).

Kekhususan sosiologi adalah bahwa perilaku manusia selalu dilihat dalam kaitannya dengan struktur-struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimiliki, dibagi, dan ditunjang bersama. Sosiologi mempelajari perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Lebih detailnya, sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal usul pertumbuhannya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya.

Sosiologi tidak hanya merupakan suatu kumpulan subdisiplin segala bidang kehidupan, tetapi merupakan suatu studi tentang masyarakat. Di abad ke 20 ini, perkembangan sosiologi semakin mantap dan kehadirannya yang diakui banyak pihak memberikan sumbangan yang sangat penting bagi usaha pembangunan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari perkembangan masyarakat yang makin kompleks, pastilah menimbulkan berbagai macam gejala sosial baru yang sangat penting untuk dikaji. 

Dalam konteks gejala sosial ini, kami mengambil tema tentang Pengusaha Kecil Yang Tangguh. Pengusaha adalah Seorang yang mempunyai usaha dengan hasil perjuangan nya ( modal sendiri, mempunyai manajemen dan karyawan yang menjadi bantuan penggerak berjalannya usaha itu) pengusaha mempunyai nilai lebih sehingga dapat memberikan,membuat lapangan pekerjaan yang baru. Sedangkan pengusaha juga adalah orang yg mengerjakan usaha, dia relatif tidak tergantung pada orang lain, menjadi boss bagi dirinya sendiri, jatuh bangun atas kemampuannya sendiri.

Biasanya, pengusaha akan senantiasa bersifat profit oriented. Dalam bahasa kerennya, mereka disebut sebagai enterpreneur. Modal tidak menjadi bagian penting dari sifat pengusaha, yang terpenting adalah kiprahnya. Itulah sebabnya kami memilih pengusaha sebagai objek studi lapangan kali ini.

Dari tema tersebut, kemudian kami kerucutkan lagi pada PENGUSAHA SEMBAKO TANGGUH. Dari judulnya, sudah dipastikan bahwa permasalahan sosial ini pastilah berhubungan dengan masalah ekonomi. Sosiologi ekonomi ini adalah bagian dari sosiologi yang membahas dan menganalisis fenomena ekonomi, dengan bantuan konsep-konsep dan metode sosiologi.

Dalam sosiologi, konsep ekonomi mempengaruhi masyarakat karena ekonomi memenuhi kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semua manusia perlu mengkonsumsi pangan, sandang dan papan untuk bisa bertahan hidup. Oleh karena itu manusia tersebut perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dari kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja, ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi yang mempengaruhi manusia. Jadi penting bagi kita untuk mengetahui bahwa peran pengusaha sangat penting dalam perekonomian dan hubungan sosial di masyarakat.

 

B.     Tinjauan Teoritis

Sosiologi ekonomi mengkaji bagaimana masyarakat mempengaruhi ekonomi dan bagaimana masyarakat dipengaruhi oleh ekonomi. Dalam sosiologi ekonomi, konsep masyarakat mempengaruhi ekonomi dapat kita lihat contohnya dalam kegiatan ekonomi. Masyarakat sebagai realitas eksternal-objektif akan menuntun individu dalam melakukan kegiatan ekonomi seperti apa yang boleh diproduksi, bagaimana memproduksinya dan dimana memproduksinya. Dari kegiatan yang dilakukan masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakatlah yang mempengaruhi ekonomi.

Menurut Marx, konflik disebabkan oleh faktor Ekonomi. Oleh karena itu, teori Marx ini juga dikenal dengan determinisrne ekonomi. Yang dimaksud dengan faktor ekonomi disini adalah penguasaan terhadap alat produksi oleh kaum borjuis.

Sedangkan Max Weber mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannyya pada pemahaman interpretative atas tindakan sosial dan pada penjelasan kausal atas proses dan konsekuensi tindakan tersebut.[1]  Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Weber menganggap bahwa sosiologi harus berupa ilmu, kemudian sosiologi harus memusatkan perhatian pada kausalitas (hubungan sebab-akibat), dan yang terakhir sosiologi harus menggunakan pemahaman interpretif.

Setelah mengetahui peta dari objek kajian Weber, kini kita beralih pada apa yang dimaksudkan Weber mengenai tindakan sosial. Tindakan yang dimaksudkan disini ialah tindakan yang mempertimbangkan perilaku oranglain dan berorientasi pada perilaku oranglain itu sendiri. Dari situlah tujuan sosiologi dapat diketahui, yakni untuk memahami (verstehen) mengapa tindakan sosial mempunyai arah dan akibat tertentu, sedangkan tiap tindakan mempunyai makna subyektif bagi pelakunya.

C.    Metode Penelitian

Secara garis besar, sosiologi membagi metode penelitiannya kedalam beberapa kategori salah satunya Metode survey lapangan dilakukan untuk memperoleh data yang ada di lapangan atau masyarakat secara langsung. Data diperoleh melalui wawancara, ataupun observasi secara langsung pada objek penelitian. Wawancara dilakukan sebanyak dua kali pertemuan tatap muka dengan Pak Hj. Fauzi beserta karyawan dan masyarakat sekitar, lalu sekali tatap muka pada Pak Hj. Acun dan Bu Suminah.


 

BAB II

GAMBARAN UMUM

 

A.    Profil Umum

Warung Sembako Bu Suminah

           Warung kecil ini terletak di Perum.Mutiara Gading Timur, Tambun Selatan-Bekasi Timur  , di sekeliling warung kecil ini banyak terdapat pasar swalayan yang cukup besar , seperti Giant, SuperIndo, dan banyak pula mini market. Selain itu juga lokasi warung kecil itu dekat dengan pasar tradisional. Dan tepat di samping warung adalah Masjid An Nur. Warung ini meneyediakan kebutuhan sehari-hari masyarakat ,seperti sabun, sampo, minyak, terigu, dll. Pembelinya pun hanya dari kalangan tetangga dan anak-anak kecil. Karena lokasinya yang dekat dengan masjid, banyak pembeli yang datang ke warung itu sepulang mengaji atau setelah sholat berjamaah di masjid.

Ibu Suminah berasal dari kota Banyumas-Jawa tengah. Dia dan keluarga kecilnya merantau ke kota dari tahun 1998 hingga sekarang. Suaminya adalah seorang wiraswasta dan ibu ini memiliki dua orang putri.

Warung Sembako Pak H. Acun

Usaha warung sembako H. Acun sudah beliau rintis sejak tahun 1980 meneruskan usaha ayahnya. Pak H. Acun berasal dari Sumatera yang mana merantau pergi ke Jakarta tepatnya di Ciputat. Usaha warung sembako ini dirintis oleh Ayahnya karena keterbasaan upah sebagai dosen di IAIN Syarif Hidayatullah pada saat itu yang tidak mencukupi untuk membiayai keluarga dan alasan utama mengapa membangun usaha ini.

Pak H. Acun sebelumnya pernah bersekolah di kuliah di IKIP tahun 1980 tapi hanya sampai semester 2. Lalu memutuskan untuk tidak melanjutkan studinya dan memilih meneruskan usaha Ayahnya. Saat ini, Pak H Acun memilih untuk tidak memperkejakan karyawan untuk membantu pekerjaannya karena biaya untuk karyawan saat ini mahal, segala keperluan untuk warung Pak H Acun yang melakukannya, mulai dari pengiriman barang dan 

Penghasilan yang didapat Pak H Acun jika kurang 18 juta per bulan belum bisa dikatakan untung, karena penghasilan tersebut digunakan untuk biaya sekolah, asuransi, untuk keluarga. Anak pertama pak hj. Acun kuliah di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan yang kedua di Pondok Modern GONTOR. Dagangan yang dijual didapatkan dari sales yang menawarkan barang dagangan kebutuhan rumah tangga dipabrik lalu dikirim ke warung sembako. Menurut Pak Hj. Acun kunci utama kesuksesan dalam berbisnis adalah sholat tepat waktu dan berikhtiar.

Warung Sembako Pak H. Fauzi

Pengusaha kecil yang sukses ini bernama Bapak Haji Ro'sun Fauzi. Beliau adalah seorang pengusaha yang telor yang terkenal di kawasan pasar Ciputat dan pasar Kebayoran Lama. Pada permulaan sebelum sukses seperti sekarang ini, Bapak Fauzi bekerja di toko pamannya, sebagai penjaga toko sekaligus kuli angkut barang. Hal ini beliau jalani selama delapan tahun.  Tetapi dengan berkat  kejujuran, kegigihan, kerajinan dan tawakkalnya, beliau akhirnya bisa membuka usaha sendiri walaupun hanya bermodal 300 ribu saja. Usaha pertama beliau adalah berjualan telur di Pasar Kebayoran Lama. Usaha beliau akhirnya berkembang di beberapa tempat. Namun dalam lima tahun ini, beliau memusatkan usaha di Pasar Ciputat dan mengembangkannya menjadi toko sembako.

Toko Bapak Haji Fauzi terletak di pasar Ciputat. Toko ini menjual segala macam bahan kebutuhan sehari-hari. Mulai dari beras, telur, gula, sabun, alat kosmetik , rokok, bumbu-bumbu masak, minuman kemasan, snack, dll. Sekilas dipandang toko ini kecil, namun dia berbentuk persegi panjang dengan luas kira-kira 75 m2 di lantai satu dan dua, dan sepetak ruang 3x5 meter di lantai tiga. Lantai satu dipenuhi barang dagangan  yang biasa dijual langsung kepada konsumen, sedangkan lantai dua dan tiga digunakan sebagai gudang penyimpanan barang dagangan lainnya.

Di belakang toko terdapat beberapa kamar kontrakan yang sengaja disewa oleh Bapak Haji Fauzi sebagai tempat tinggal para karyawannya sehingga memudahkan mereka jika sedang istirahat. Saat ini, karyawan yang bekerja di toko ini ada delapan orang, dan semuanya berasal dari perantauan tanah Jawa. Mereka mengaku "betah bekerja di toko ini karena pak haji baik". Sehingga tak heran jika ada yang bertahan hingga puluhan tahun.

Toko ini dikelola langsung oleh pemiliknya, Bapak Haji Fauzi dengan dibantu oleh beberapa karyawannya. Toko buka setiap hari kecuali hari libur nasional, mulai jam tujuh pagi sampai ashar. Tetapi akan tutup pada saat waktu sholat dzuhur tiba, walaupun saat itu ramai pelanggan sekalipun. Hal ini dilakukan oleh sang pemilik dikarenakan waktu sholat lebih utama dibandingkan muamalah dalam bentuk apapun.

Di tempat ini kami belum bisa mewawancarai Bapak Haji Fauzi secara langsung dikarenakan beliau sedang sibuk dengan banyak selles. Akhirnya kami melakukukan wawancara terhadap beberapa narasumber yang terdiri dari dua karyawan dan dua pembeli. Sedangkan wawancara terhadap Bapak Haji Fauzi sendiri kami lakukan di kediamannya yang terletak di Jalan Haji Usman No.41 Rt.02/Rw.08 Ciputat, Tangerang Selatan. Rumah sederhana ini beliau beli dari seorang kepala pasar sejak beberapa tahun lalu. Disinilah beliau membesarkan tiga orang anaknya bersama seorang istri yang bernama Hj. Khusnul Khotimah. 


 

BAB III

ANALISIS HASIL

 

Objek dari sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses yang dihasilkan dari hubungan tersebut. Tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Sebagaimana para pengusaha yang kami pilih sebagai objek penelitian sosiologi ini kebanyakan adalah seorang perantau yang jika dilihat mereka merasakan bagaimana menyesuikn diri dengan lingkungn sosial yang berbeda dengan tempat asalnya. Pengusaha dan sosiologi sangat berhubungan karena pengusaha berperan penting di bidang ekonomi yang didalamnya terjalin hubungan sosial yang melibatkan banyak aspek. Jadi  jika dikaitkan dengan ekonomi, maka sosiologi ekonomi mempelajari berbagai macam kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam masyarakat.

Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme pasar (interaksi ekonomi yang dilakukan antar individu dan masyarakat) sebenarnya berawal dari hubungan yang sederhana antara individu dan masyarakat (interaksi sosial) dalam rangka mengatasi kelangkaan. Sesuai seperti warung sembako yang menyediakan barang kebutuhan rumah tangga dengan harga yang terjangkau sehingga seluruh masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan yang dibutuhkan seperti beras, telur, mie instan, sabun mandi dan lain lain.  Lebih lagi dijelaskan bahwa, ekonomi tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial. Karena dalam pasar terjalin hubungan social antara para pedagang dengan para pedagang lainnya atau antar pembeli dan penjual. Bahkan aktivitas ekonomi selalu melekat dalam sosialitas tempat kejadian ekonomi itu berlangsung, begitupun sebaliknya.

Pengusaha sangat berkaitan dengan ekonomi seperti warung sembako yang dimana pandangan sosiologi terhadap fenomena proses produksi dan proses distribusi dengan berbagai analisa yang digunakan disiplin ekonomi ternyata masih mempunyai sisa untuk dipandang dari segi lain oleh disiplin ilmu lain yaitu sosiologi.

Proses produksi dalam pandangan sosiologis ternyata memiliki peran yang cukup vital dalam rangka mempertahankan eksistensi (keberadaan) sebuah masyarakat. Proses produksi dilihat sebagai institusi ekonomi berperan untuk mengadakan kebutuhan-kebutuhan ekonomis sebuah masyarakat. Oleh karena itu, proses produksi tidak hanya dilihat dari segi ekonomisnya tetapi juga sosiologis yang mempunyai peran subsistem dalam sebuah struktur dalam masyarakat.

Dalam proses distribusi atau pertukaran terlihat proses relasi antara rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi. Pabrik berperan sebagai distributor, warung sembako atau pengusaha sebagai yang memproduksi dan masyarakat disekitar sebagai konsumen. Sebenarnya bukan dalam hal distribusi barang hasil produksi saja proses ini terlihat tetapi ketika rumah tangga konsumsi menyediakan faktor-faktor produksi pun proses ini sudah terlihat yaitu distribusi faktor-faktor produksi yang meliputi: sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal. Dengan mencermati proses distribusi kita bisa melihat secara sosiologis bagaimana kegiatan masyarakat berkegiatan dalam bidang ekonomi. Seperti halnya kegiatan dipasar yang biasa kita lihat, hubungan antar penjual dan pembeli.

Dalam proses inilah yang merupakan relasi antara permintaan dan penawaran kita semakin melihat manusia sebagai makhluk ekonomis dan juga makhluk sosial. Contohnya para sales sebuah produk dari pabrik yang menawarkan jasanya kepada pengusaha untuk menyediakan barang kebutuhan rumah tangga yang ingin dijual sehingga para pengusaha tidak perlu kerepotan mencarinya.

Pengusaha yang biasa dibantu beberapa karyawan atau menyuruh orang untuk mengelola usahanya sudah termasuk kedalam kategori pengusaha sukses. Dalam kasus ini kami mengambil contoh dari seorang pengusaha bernama Bapak Haji Fauzi yang kesehariannya mengurus toko sembakonya dengan dibantu oleh beberapa karyawan.  Beliau dilahirkan di keluarga tidak mampu, bapaknya hanyalah seorang buruh bangunan tidak tetap, sadangkan ibunya adalah seorang buruh tanam di sawah. Hal ini membuat Fauzi muda tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Beliau hanya tamat SMP saja.

Saat dulu beliau menduduki bangku Sekolah Tsanawiyah, beliau mendapat nasihat dari sang guru. Guru beliau mengatakan bahwa lulusan sekolah Tsanawiyah itu tidak dipandang oleh masyarakat, maka dari itu seluruh murid harus bisa menyesuaikan keadaan itu dengan bersungguh-sungguh belajar dan berjuang, salah satunya yakni dengan istiqomah membaca surat Al-Waqiah dan istiqomah sholat dhuha setiap hari, tentunya dengan tidak meninggalkan amalan wajibnya. Dengan kondisi yang serba kekurangan itulah yang kemudian membawanya merantau ke Jakarta pada tahun 1980an.

Seperti yang dikatakan oleh Weber, bahwa struktur sosial dan pranata sosial membantu manusia untuk melakukan tindakan sosial yang penuh arti. Yang dimaksudkan dengan tindakan sosial tersebut adalah tindakan individu sepanjang tindakannya mempunyai makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada orang lain. Kondisi sosial yang ada di dalam keluarga bapak Fauzi bisa dibilang berada di urutan bawah pada waktu itu. Maka tindakan yang dilakukan oleh bapak Fauzi sehingga  tercukupinya kebutuhan dalam keluarganya adalah salah satu bentuk tindakan sosial.

Kemudian Weber mengakui bahwa ilmu-ilmu sosial harus berkaitan dengan fenomena spiritual atau ideal, yang sesungguhnya merupakan ciri-ciri khas dari manusia, yang tidak ada jangkauan bidang ilmu-ilmu alam. Hal ini terbukti dari pernyataan Bapak Fauzi tentang adanya  kekuatan Allah dibalik seluruh kekuatan alam semesta ini. Bapak Fauzi selalu meminta pertolongan dari Allah saat dalam keadaan apapun. Pernah suatu waktu Bapak Fauzi bermimpi jatuh ke jurang, kemudian ada seorang lelaki berbaju putih dengan jenggot panjang menolongnya. Lelaki itu berkata, "saya sangat senang terhadapmu, kamu selalu berdzikir kepada Allah. Saya disini untuk menolongmu, ikut mendoakan apa yang menjadi hajatmu, selama itu masih berada di jalan Allah".

Awal mula pak Fauzi datang ke Jakarta, beliau ikut bekerja di toko telor milik pamannya, Bapak Haji Ahmad Khoiruddin yang terletak di daerah Kebayoran Lama. Selama bekerja disana, beliau tidak memposisikan sebagai kuli melainkan agar beliau bisa mengambil ilmu dari majikannya dan bisa mencontoh kesuksesannya. Seperti Weber yang mendefinisikan kelas sebagai sekelompok orang yang secara ideal system kelas tersebut merupakan suatu system stratifikasi terbuka karena status di dalamnya dapat diraih melalui usaha pribadi.

Bapak Fauzi mengibaratkan tempat kerja itu seperti bersekolah di sekolah atau fakultas ekonomi. Beliau menganggap majikannya itu sebagai dosen pengajar managemennya.  Banyak ilmu yang beliau peroleh dari tempat kerjanya. Beliau bekerja dan belajar secara bersungguh-sungguh. Beliau mengandaikan bahwa seluruh dagangan itu adalah miliknya, sehingga beliau selalu mengecek barang dengan hati-hati dan teliti, kemudian laporannya beliau berikan kepada sang  majikan. Begitu kerja keras beliau selama delapan tahun lamanya.

Kemudian berkat keuletan, kerajinan, dan kejujuran beliau, akhirnya beliau bisa mandiri. Beliau mulai membuka usaha dengan hanya bermodalkan uang sisa gaji yang selalu beliau kumpulkan sebesar tiga ratus ribu. Dengan uang tersebut, beliau membeli sepetak kios berukuran 1,8x2 m2. Beliau memulai usaha dari hasil belajarnya selama delapan tahun itu dengan berdagang telur. Telur yang beliau jual tidak hanya satu jenis saja, melainkan semua tekur hasil ternak seperti telur bebek, telur ayam, dan telur puyuh.  Dalam dua tahun berjalan, beliau sudah bisa membeli sepetak rumah dengan harga 40 juta di daerah Kebayoran Lama.

Setelah mendapat modal yang lebih besar, usaha bapak Fauzi ini berkembang di beberapa tempat, seperti  di Pamulang dan di Kebayoran Lama. Beliau mempekerjakan beberapa orang di beberapa tokonya itu. Namun seiring berjalannya waktu, orang yang dipekerjakan untuk mengurus toko sulit untuk dipercaya. Hingga akhirnya beliau menikah dan menjual beberapa toko yang dikelola oleh oranglain itu.

Toko yang masih bertahan hanyalah yang sekarang ada di daerah Ciputat ini. Untuk menanggulangi kejadian yang sudah-sudah, maka bapak Fauzi memberikan pengawasan yang lebih ketat, seperti dengan memasang CCTV di tokonya. Bapak Fauzi tahu kenyataan bahwa karyawannya sering mengambil barang,bahkan uang hasil penjualan tanpa ada izin darinya. Tapi karena kesabarannya, beliau hanya memberi teguran kepada karyawan tersebut.

Beliau terkenal sebagai orang yang sangat baik, penyabar, dan pekerja keras. Hal ini terbukti dari kesanggupannya menyediakan tempat tinggal bagi karyawan-karyawan yang bekerja padanya, di dalamnya sudah disediakan berbagai macam keperluannya, seperti tv, kipas, motor, makan tiga kali sehari, dll Mereka juga diperbolehkan meminta alat-alat keperluan sehari-hari, termasuk rokok  dari toko asalkan izin terlebih dahulu. Selain itu jika ada karyawan yang sakit, bapak Fauzi juga membiayainya untuk berobat ke dokter.

Kami mendapat pernyataan bahwa bapak Fauzi adalah orang yang baik dari beberapa orang-orang yang biasa dekat dengannya. Salah satunya adalah seorang pekerja yang bernama Arifin. Dia mengatakan bahwa bapak Fauzi biasa memberi gaji lebih kepada setiap karyawannya. Gaji memang diberikan berbeda sesuai dengan tugas masing-masing karyawan. Selain itu, factor seberapa lamanya mereka sudah bekerja disanapun juga menjadi penopang agar seseorang mendapat gaji lebih. Selain mendapat gaji perbulan, mereka juga mendapat uang harian sebesar tiga puluh ribu rupiah, itupun belum uang tambahan antar barang ke pelanggan yang letaknya jauh. Jika dihitung-hitung secara total gaji bersih dari setiap karyawan sudah mencukupi UMR kota Tangerang Selatan, bahkan lebih.

Pernyataan lain kami ambil dari karyawan bernama Masnur yang mengatakan bahwa bapak Fauzi tak pernah meninggalkan sholat lima waktu. Ketika waktu sholat telah tiba, toko akan tutup sementara kemudian karyawan bergantian menjaga toko yang setengah tutup itu dengan sholat dan makan siang. Toko tetap tutup walau pelanggan sedang ramai sekalipun. Kemudian dia juga mengatakan bahwa bekerja di toko bapak Fauzi itu sangat enak. Selain mendapat tempat tinggal dengan segala akomodasinya, dia juga mendapat kebebasan untuk bertindak. Kebebasan disini dimaksudkan kebebasan yang tidak melampaui batas agama. Mereka bisa mengambil libur satu hari dalam satu minggu, terserah hari apa asalkan digilir setiap karyawannya.

Dari para pembeli, kami bisa mendapat pernyataan bahwa bapak Fauzi adalah seseorang yang sangat dermawan. Dengan dibantu beberapa karyawannya, beliau melayani para pembelinya sendiri. Bapak Fauzi mematok harga sesuai dengan harga grosiran, karna memang bapak Fauzi ini adalah tangan pertama penjualan dari setiap produk yang didistribusikan dari pabrik. Maka dari itu tak ayal jika banyak pembeli yang datang berbelanja disana. Pelayanannya juga sangat memuaskan, bapak Fauzi maupun para karyawan sangat ramah kepada pelanggan, bahkan mereka biasa memberikan lelucon di sela-sela bekerja.

Dari seluruh kerja keras yang sudah beliau lakukan sejak tahun 1980an itu akhirnya berbuah sangat masak. Kini omset tokonya mencapai dua miliar perbulannya. Setiap keberhasilan pasti ada pahit manisnya. Tokonya pernah mengalami kebakaran dengan kerugian mencapai 60 juta. Pernah juga tokonya terendam banjir, kerugian saat itu mencapai 40 juta. Lain halnya dengan yang satu ini. Orang yang diberi kepercayaan untuk mengurus toko membawa kabur uang penghasilan sebesar 400 juta. Namun semua itu beliau kembalikan kepada Sang Pemilik Alam Semesta, "tidak ada satu daunpun  yang dimakan oleh binatang kalau kamu ikhlas, maka akan menjadi pahala". Beliau pun mengutip ayat Allah dari Q.S At-Thalaq (65):3 yang artinya "……dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah  akan mencukupkan (keperluan)nya…"

Selain toko ini, bapak Fauzi juga mempunyai usaha di kampung halamannya di Purwokerto, yakni usaha tempe bongkrek yang sarat akan gizi. Beliau mengambil bahan dasar pembuatan tempe bongkrek yang berupa ampas kelapa itu dari Cilincing, Tanjung Priuk. Pabrik pembuatan tempe ini dikelola oleh saudara beliau di kampung. Keuntungan bisa mencapai 40% dari seluruh modal.

Perekonomian Indonesia yang semakin memprihatinkan, membangkitkan keinginan masyarakatnya untuk berkembang dan bangkit dari kemiskinan. Dan banyak cara untuk dapat mengubah hidup seseorang salah satunya yaitu, membangun usaha sendiri karena sempitnya lahan pekerjaan.

Dalam hal ini kelompok kami memilih untuk mengupas lebih dalam usaha yang dilakukan oleh salah satu warga Indonesia yang memiliki keinginan untuk memperbaiki ekonominya, yaitu pedagang warung kelontong sederhana. Yang berlokasi di Bekasi Tambun Selatan. Letak warung ini ditengah-tengah perumahan sederhana yaitu perumahan Mutiara Gading Timur. Warung kecil ini dikelilingi pasar-pasar swalayan yang sudah terkenal dimana-mana, seperti Giant, SuperIndo,  dan juga terdapat mini market seperti alfamart, indomart, dll. Sempitnya lahan kerja membuat masyarakat untuk mendidirikan usaha sendiri dengan mengandalkan modal dan kemampuan seadanya.  Belum lagi para perantau yang tidak memiliki tanah atau lahan untuk membangun usaha, akan lebih susah untuk membangun usaha sendiri di lahan sendiri pula.

Analisis Marx ialah bahwa hubungan kita dengan kerja berada dibawah kapitalime. Kita tidak lagi melihat kerja kita sebgai ekspresi dari tujuan kita. Tidak ada objektivasi. Kerja kita hanya untuk kapitalis yang tidak meninterpretaskan potensi dan kemampuan kita tapi hanya untuk menghasilkan uang.

Awal ibu suminah mendirikan warung adalah ketika seluruh anggota keluarganya sibuk dengan kesibukan masing-masing di luar rumah seperti kedua anaknya sibuk dengan urusan sekolah dan salah satu anaknya pun memilih sekolah asrama sedangkan suaminya sibuk dengan pekerjaannya demi menafkahi keluarganya. Ketika itu ibu suminah merasa bosan dan tidak ada pekerjaan lain selain pekerjaan rumah tangga. Dan untuk membantu perekonomian keluarganya.  Niatnya membuat warung sudah ada sejak tahun 2009 namun belum dijalani hingga pada akhirnya tahun 2013 ibu suminah membuat warung kecil didepan rumahnya.

Ketika itu belum banyak warung yang bediri di daerahnya, namun sekarang bisa dibilang setiap gang pasti terdapat warung. Maka dari itu persaingan dalam perdagangan pun sering kali terjadi, belum lagi warung ibu suminah berdiri ditengah-tengah komplek perumahan yang sudah berdiri pasar-pasar swalayan yang cukup besar dan pastinya menyediakan semua keperluan rumah tangga masyarakat.

Teralienasi dari tujuan aktivas mereka yakni Produk. . Produk yang meraka hasilkan adalah milik para kapitalis. Dan jika para pekerja ingin memiliki maka mereka harus membeli dengan uang dari aktivitas kerja meraka membuat barang tersebut. Misal ada orang yang mati kelaparan meskipun sebenarnya dia kerja di perusahaan pembuat roti. Berarti apa saja yang dipakai manusia bukan merupakan ekspresi manusia itu sendiri melainkan ekspresi orang lain, misal baju, sepatu, semua yang kita pakai adalah produk dari orang lain. Seperti arbitrer yang memiliki uang lalu membeli barang-barang.

Barang dagangan yang disediakan pun belum tergolong lengkap, karena ibu suminah hanya menyediakan yang lebih sering diperlukan orang-orang, seperti minyak, terigu, kecap, penyedap rasa, sampo, sabun, pasta gigi, dan sebagian jajanan anak-anak, dan berbagai keperluan lainnya. "Memberi harga pada barang dagangan tidak boleh sembarangan karena bisa dosa" ungkapnya. Maka ibu itu hanya mengambil untung beberapa rupiah saja dari harga aslinya.

Ibu suminah membeli langsung di toko kelontong besar yang berada di pasar Mutiara gading atau lebih sering disebut agen dan ada pula yang mengambil melalui para selles yang menawarkan dan mengirimkan langsung ke warungnya. Modal awal dari mendirikan warung ini adalah 3jt. Pendapatan setiap minggu bisa mencapai - +1 jt. Penghasilan yang demikian saja tentu tidak dapat memenuhi semua biaya hidup, namun ibu suminah hanya menggunakan uang hasil dagangnya untuk kebutuhan dapur dan keperluan yang mendesak yang ringan.

Pembeli di warung ibu suminah pun beragam dari anak kecil hingga yang nenek-kakek yaitu tetangganya sendiri. Karena lokasinya yang stategis yaitu disamping masjid menjadikan eksistensi warung ibu suminah lebih baik. Contohnya disiang hari ketika panas matahari tering ada beberapa ibu-ibu yang sering hanya sekedar ngerumpi sambil sekali-kali membeli jajan untuk kecilan, kadang kala pun ibu-ibu itu sengaja menunggu tukang bakso lewat dan makan di warung ibu suminah "biar langsung ada minum esnya dari kulkas, kaya di tukang bakso yang mangkal"celetuk ibu boby salah satu tetangganya. "Ibu sumanah baik banget sudah saya anggap kelarga sendiri"terang ibu boby ketika itu. Dan di sore hari setelah ashar anak-anak mengaji di masjid. Banyak anak-anak yang sebelum mengaji membeli jajan dahulu. Dan ibunya yang menemani anaknya pergi mengaji pun tak mau kalah dengan anaknya untuk membeli di warung ibu suminah sekedar jajan cemilan kecil.

Suatu ide- ide megenai kontrradiksi material.

Contohnya dalam Persamaan dan kebebasan. Menurut Marx kebasan adalah kemampuan individu untuk mengontrol kerja kita sendiri dan produk-produknya. Walaupun individu di dalam sistem kapitalisme terlihat bebas tetapi pada hakikatnya tidak bebas.Di bawah kapitalisme orang-orang didominasi oleh relasi kapitalis yang tampaknya objektif dan natural, dan oleh karena itu, tidak dirasakan sebagai bentuk dominasi.

Selain itu juga terkadang ada anak kecil yang hanya membeli 500 rupiah namun memilih makanan yang mau dia beli bisa memakan waktu seperempat jam. Terkadang juga ada anak kecil yang tidak hati-hati membuk pintu kulkas yang menyebabkan banyak minuman dingin yang tejatuh dari kulkas dan pecah. Bahkan ada anak-anak yang pernah mengambil makanan tanpa membayar terlebih dahulu, alasan anak itu adalah "saya numpang ngumpet ya bu (ketika bermain dengan temannya)" namun ibu itu melihat dia mengantungi makanan. Ibu suminah tidak pernah memarahi anak itu karena alasan bertetangga. Namun tindakan ibu itu adalah melarang anak-anak main didalam warung.

Selain itu suami dan anak-anak juga mendukung usaha yang dilakukan ibu suminah dengan cara  membantu menjaga warung di saat liburan sampai berbelanja kebutuhan warung. Tidak setiap dari penghasilannya selalu untung terkadang pun rugi, namun rugi disini karena ibu suminah selalu membiarkan anak-anaknya dan keponakannya yang masih kecil mengambil makanan atau jajanan tanpa membayar. Dibalik keseriusannya mengelola usaha kecilnya ini, ibu suminah tidak pernah lalai akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Ketika ditanya soal karyawan, ibu suminah berkata bahwasannya penghasilan yang didapatkan tidak cukup untuk upah bagi karyawan.

Proletariat harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sedangkan kapitalis bisa memilih untuk menggaji, mengambil tentara cadangan, atau memebeli mesin, bahkan dapat juga membiarkan pabrik hingga pekerja terpaksa''dengan bebas' menerima upah dari kapitalis. Nah inilah sebenarnya ketidaksejajaran dengan kapitalis meskipun adanya 'kebebasan''. Conthnya 'pajak seimbang''. Orang kaya dan miskin sama-sama membayar uang pajak sama. Namun jika disimak lebih mendalam itu hanyalah ciptaan para kapitalis untuk mendorong orang-orang malas bekerja untuk membayar itulah termasuk ketidak setaraan yang digambarkan kesetaraan. Dan kebebasan orang kaya menjaga keuntungan dengan mengeksploitasi kebebasan pekerja.

Istilah proletar dalam ilmu sosiologi sebenarnya bukan barang baru lagi saat Karl Marx pertama kali merujuknya sebagai salah satu kelas proletar. Kelas ini sebenarnya sudah banyak muncul sebagai sebuah rujukan kelas dengan nama-nama yang berbeda. Dalam artian Karl Marx, proletar adalah masyarakat kelas kedua setelah kelas kapitalis yang hidup dari gaji hasil kerjanya. Banyak stereotip yang memandang bahwa proletar hanya terbatas sebagai masyarakat kelas rendah. Pekerjaan mereka tak lepas dari buruh, petani, nelayan atau orang-orang yang berkutat dengan pekerjaan tangan

 

 

 


 

BAB IV

KESIMPULAN

 

Marx hanya ingin menghapus stratifikasi sosial bidang ekonomi dalam masyarakat, yaitu tidak adanya golongan pengusaha dan golongan buruh. Padahal antara keduanya itu terdapat simbiosis mutualisme, yaitu hubungan saling membutuhkan. Pengusaha membutuhkan krayawan untuk memproduksi barang, para karyawan pun membutuhkan pengusaha untuk mendapatkan gaji dalam menghidupi keluarganya. Marx hanya menginginkan tidak adanya golongan pengusaha dan buruh dalam masyarakat. Semua masyarakat harus sama tanpa adanya kelas sosial, agar tidak terjadi konflik antar keduanya.

Pada saat ini, pengusaha sepatutnya memberikan upah kepada buruh sesuai standar serta kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Sebab buruh mempunyai tanggung jawab dalam rumah tangganya, untuk kebutuhan sehari-hari, membiayai anak sekolah dan biaya tak terduga yang lain. Begitu juga dengan buruh, jangan terlalu banyak menuntut dengan upah yang tinggi. Upah itu harus disesuaikan dengan kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Sebab pengusaha tidak ingin rugi dalam aktivitas produksinya. Jadilah pengusaha yang memahami kondisi buruhnya, serta jadilah buruh yang memahami kondisi pengusaha. Seperti Pak Hj Fauzi yang memberikan fasilitas kepada para karyawannya.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

·         Anwar, Yesmil dan Andang, Sosiologi untuk Universitas, PT. Refika Aditama: Bandung, 2013.

·         http://www.kompasiana.com/syamsuriyanto/konflik-antara-pengusaha-dan-buruh-menurut-karl-marx

·         Prof. Dr. Bambang Pranowo. Sosiologi, suatu Pengantar. Hlm. 8

·         https://nie07independent.wordpress.com/karl-marx-vs-max-weber

·         https://nandaputukasrani.wordpress.com/2014/09/20/teori-sosiologi-klasik-karl-marx/

·         Ritzer,George , Goodman J Douglas. 2008. Teori Sosiologi Klasik. Penerbit : Kreasi Wacana


 

 




[1] Anwar, Yesmil dan Andang, Sosiologi untuk Universitas, PT. Refika Aditama: Bandung, 2013.

Tugas UAS Pengantar Sosiologi Para Pengusaha Kecil yang Tangguh Muhammad Aulia Ilsya 11150510000019 (kpi 1A), Karlita Cahyani 11150510000062 (kpi 1B), Anisa Seftriani 11150510000190 (jurnalistik 1A)

            Nama : Muhammad Aulia Ilsya      11150510000019 (KPI 1A)

                          Karlita Cahyani                  11150510000062 (KPI 1B)

                          Anisa Seftriani                   11150510000190 (Jurnalistik 1A)   

            Matkul : Pengantar Sosiologi

            Dosen    : Bpk. Tantan Hermansah

Para Pengusaha Kecil yang Tangguh

       I.            Pendahuluan

 

A.    Mengapa Gejala Sosial Ini Penting Ditulis/ Diteliti

 

     Setiap tahun angka pengangguran di Indonesia terus bertambah. Banyak cara yang dilakukan oleh setiap orang untuk mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Entah dengan cara melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atau dengan berwirausaha. Di zaman ini bukan hanya orang-orang yang telah lulus sarjana saja yang hanya bisa membuat wirausaha tetapi telah banyak pengusaha muda yang memiliki usaha yang berawal dari hobi dan dapat menghasilkan keuntungan. Karena setiap tahun selalu muncul pengusaha yang berpeluang menjadi pengusaha sukses.

Kesuksesan kebanyakan ada pada tangan-tangan kecil yang kreatif, yang bisa menarik perhatian banyak orang. Dengan pemasaran yang baik dan pelayanan yang memuaskan. Studi ini penting diteliti sebagai metode perbandingan.

 

B.     Landasan Teori Sosiologi

 

     Teori Marx secara garis besarnya saja, dapat dikatakan bahwa Marx menawarkan sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasakan citranya mengenai sifat mendasar manusia. Marx yakin bahwa manusia pada dasarnya produktif, artinya untuk bertahan hidup manusia perlu bekerja di dalam dan dengan alam. Produktivitas mereka bersifat alamiah, yang memungkinkan mereka mewujudkan dorongan kreatif mendasar yang mereka miliki. Dorongan ini diwujudkan bersama- sama dengan orang lain. Dengan kata lain manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. Mereka perlu bekerja bersama untuk menghasilkan segala sesuatu yang mereka perlukan untuk hidup.

     Kapitalisme pada dasarnya adalah sebuah struktur (atau lebih tepatnya serangkaian struktur) yang membuat batas pemisah antara seoarang individu dan proses produksi, produk yang diproses dan orang lain dan akhirnya juga memisahkan diri individu itu sendiri. Inilah makna mendasar dari konsep alienasi. Alienasi terjadi karena kapitalisme telah berkembang menjadi sitem dua kelas di mana sejumlah kecil kapitalis menguasai proses produksi, produk, dan jam kerja dari orang yang bekerja untuk mereka. Semula dalam keadaan alamiah manusia memproduksi untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri dalam masyarakat kapitalis manusia memproduksi untuk kelompok kecil kapitalis. Pemikiran Marx sangat terpusat pada struktur kapitalisme dan dampak penindasannya terhadap buruh. Secara politis perhatiannya tertuju pada upaya untuk membebaskan manusia dari penindasan struktur kapitalisme.

     Weber dan Marx. Albert Solomon, misalnya mengklaim bahwa sebagian besar dari teori Weberian berkembang "dalam perdebatan sengit dan panjang dengan hantu Marx" (1945;596). Ini barangkalai merupakan pernyataan yang berlebihan, tetapi dalam berbagai cara teori Marxian berperan negative terhadap teori Weberian. Akan tetapi, dengan cara lain Weber yang bekerja menurut tradisi Marxian, mencoba "menyelesaikan" teori Marx. Teori Weberian pun mendapat banyak bahan dari teori Marxian (Burger, 1976).

     Teori Weber. Marx pada dasarnya mengemukakan teori kapitalisme, sedangkan karya Weber pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi (Brubaker,1984; Kalberg,1980,1990,1994). Weber tertarik pada masalah umum seperti mengapa institusi sosial di dunia Barat berkembang semakin rasional sedangkan rintangan kuat tampaknya mencegah perkembangan serupa di belahan bumi lain. Rasionalitas formal meliputi proses berpikir actor dalam membuat pilihan mengenai alat dan tujuan. Dalam hal ini pilihan dibuat dengan merujuk pada kebiasaan, peraturan dan hokum yang diterapkan secara universal. Ketiganya berasal dari berbagai struktur berskala besar, terutama struktur birokrasi dan ekonomi. Weber mengembangkan teorinya dalam konteks studi perbandingan sejarah masyarakat Barat, Cina, India, dan beberapa masyarakat lain. Dalam studi ini ia mencoba melukiskan faktor yang membantu mendorong atau merintangi perkembangan rasionalisasi.


C.    Metode

 

     Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian. Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung.

     Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif.

     Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa intervensi peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

     Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu maupun tempat.

     Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa.

Disimpulkan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya, tapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Data dan informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami.

   

II.            Gambaran Lokasi

 

Beberapa gambaran lokasi yang telah kami datangi saat turun ke lapangan yaitu:

 

1.      Martabak Boss 

            Martabak Boss yang kita datangi yaitu terletak di Bintaro People Market yang berada di sektor 7, Bintaro, Tangerang Selatan (depan Lotte Mart). Tempat tersebut merupakan salah satu cabang Martabak Boss yang pusatnya berada di daerah Menteng,  tepatnya di Jalan Yusuf Adiwinata no.33 Jakarta Pusat. Jam buka Senin – Kamis jam 14.00 – 22.00, Jumat- Minggu jam 14.00 – 24.00 WIB. Fasilitas antara lain wifi, pesan antar, area merokok, area outdoor, area parker, 100% halal. Lokasi yang dipilih Martabak boss ini sangat strategis. Dimana tempat keramaian yang sering dikunjungi oleh banyak kalangan masyarakat terutama remaja-remaja. Sehingga tempat ini selalu ramai dengan pengunjung. Lokasi yang terletak dipinggir jalan raya besar dan dekat dengan mall membuat tempat tersebut lebih ramai.

            Keindahan rasa itu dilengkapi dengan desain gerobak Martabak Boss yang unik. Berupa cat kuning genjreng dengan mural kartun lucu asimetris. Karakternya pria berkumis tebal dan berkacamata. Font dan grafisnya sangat kuat, bergaya pop art. Genre ini mengingatkan desain food truck yang sangat atraktif yang juga sedang ngetop beberapa bulan terakhir. Harga martabak boss mulai dari Rp.35.000 – Rp. 150.000. Ditempat tersebut tidak hanya terdapat Martabak Boss saja tetapi terdapat beberapa cabang makanan lain yang berada satu lokasi atau satu ruang lingkup.

 

2.      Kedai Sugoi

     Lokasi kajian kedua yaitu Kedai Sugoi. Kedai tersebut terletak di Jl. Pamulang Permai 1 Blok CX1 No. 1, Pamulang, Tangerang Selatan.

     Kedai Sugoi terletak disebuah ruko dekat jalan raya besar di Pamulang, tempat ramai yang sering dilewati masyarakat setiap harinya. Dimana tempat strategis yang mudah didatangi oleh setiap kalangan masyarakat untuk mampir menycicipi menu makanan yang telah disediakan. Lokasi yang terletak di tengah-tengah keramaian daerah pamulang tersebut dapat menguntungkan.

     Lokasi tersebut tidak hanya terdapat satu tempat makan saja namun beberapa tempat makan lain yang bisa dikatan sebagai rival atau saingan dalam membuka suatu usaha. Namun kedai tersebut memiliki sebuah konsep dan rancangan yang telah dibuat oleh kedai tersebut. Harga martabak sugoi mulai dari Rp. 9.000 – Rp. 70.000.

     Tempat tersebut juga terletak di dekat Universitas Pamulang, sehingga banyak kalangan mahasiswa/mahasiswi yang datang ketempat tersebut untuk sekedar berkumpul atau dengan teman-teman atau tempat untuk mengerjakan tugas mereka.

        Di lokasi tersebut memang banyak tempat makan lainnya, tetapi tempat ini juga selalu ramai karena yang membedakan tempat makan ini dengan tempat makan lainnya yaitu variasi makanan yang telah disediakan oleh kedai tersebut. Sehingga banyak dari kalangan disekitar kedai tersebut penasaran inigin menycicipi makanan yang ada di kedai tersebut.

 

3.      Martabak Manis Bangka

      Martabak Manis Bangka dapat kita temukan di mana saja, karena jajanan khas Bangka Belitung ini sudah familiar dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia.  Martabak ini termasuk jajanan yang murah meriah, maka itu diterima ramah di tengah-tengah kalangan masyarakat menengah ke bawah.

      Martabak Manis Bangka ini berlokasi di depan ruko perumahan Taman Cileungsi. Letaknya yang strategis karena penduduk perumahan Taman Cileungsi ini pasti melewati gerai Martabak Manis Bangka ini. Jadi memudahkan siapa saja yang sekiranya menginginkan jajanan manis ini

 III.            Analisis Atas Kasus atau Masalah yang Dikaji

 

              Wirausaha memiliki sebuah tantangan dan hambatan yang harus diselesaikan untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan. Namun sebelum itu perlu diketahui dulu apakah pengertian wirausaha yang sukses itu. Memang akan muncul berbagai pandangan walaupun pada akhirnya tersusun kesimpulan yang bersifat relative. Kesimpulan akan dipengaruhi juga oleh persepsi masing-masing individu. Maka wirausaha sukses dapat didefinisikan sebagai seorang wirausaha yang mempunyai dan menjalankan usaha yang dimulai dari nol atau skala kecil dimana dapat memajukan dan mengembangkannya menjadi usaha yang besar, maju serta berkembang.

              Terkadang banyak sekali wirausaha yang menjalankan usahanya dibidang yang tidak sesuai dengan minat sehingga membuat usaha yang dijalankan itu tidak bisa berjalan lancar dan terhenti ditengah jalan. Hal itu terjadi karena kebanyakan tidak sesuai dengan passion yang dimiliki sehingga ketika mengalami masalah usaha yang tidak bisa teratasi dengan baik maka akan mengendorkan semangat dan kemauan sehingga cenderung dibiarkan dan tidak mau mengurusi lagi. Dalam kondisi menjalankan usahapun bisa saja terpaksa dalam menjalaninya maka wirausaha yang melakukannya seakan setengah-setengah dan tidak fokus sepenuhnya pada bidang usaha yang dijalaninya. Apapun itu jika dilakukan dengan setengah-setengah tentu saja hasilnya tidak akan maksimal apalagi memaksakan usaha yang harus dijalankan namun tidak sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki maka usaha juga tidak akan mendapat hasil yang baik.

              Pada dasarnya sukses adalah sesuatu tujuan yang bisa dicapai dengan berbagai cara dalam melakukan usaha. Apapun itu usaha yang dijalankan sukses adalah tujuan yang harus menjadi prioritas yang harus didiringi dengan tindakan yang terukur dan terarah dalam mengelola dan mengembangkan usaha untuk menjadi lebih besar, lebih maju dan lebih berkembang. Usaha yang dimaksud adalah usaha yang mengalami perubahan secara signifikan dimana keadaannya semakin meningkat dan bisa naik kelas yang dapat ditunjukkan dengan berbagai factor seperti naiknya omset, jumlah karyawan meningkat, kesejahteraan karyawan meningkat dan lainnya.

            Apabila usaha yang dijalankan memang naik kelas maka hal itu akan memberikan gambaran yang baik terhadap pemilik usaha dimana ia dianggap mampu dan sukses dalam menjalankan usahanya. Dengan keadaan tersebut maka akan memberikan label pada pemilik yang biasanya akan berasal dari pandangan masyarakat yang merasakan manfaat atas kesuksesan yang diperoleh. Berikut beberapa tips menjadi wirausahawan:

1.      Jangan takut rugi

    Pasti semua orang takut memulai bisnis karena mereka takut rugi, uang yang mereka dapatkan belum pasti jumlahnya. Berbeda dengan bekerja di kantor yang memiliki gaji yang pasti diterima setiap bulan dengan jumlah yang sudah diketahui.

     Ketakutan itulah yang membuat sebagian orang mundur dan mengurungkan niat mereka menjadi pengusaha. Semua bisnis pasti mengalami kerugian, terutama di awal merintis. Ingatlah bahwa tidak ada satu pun bisnis yang selalu untung, pasti selalu terdapat untung dan rugi dalam berbisnis.

     Oleh karena itu, pahamilah bahwa semua pengusaha sukses berawal dari keberanian mereka dalam mengambil risiko merugi hingga mereka mendapatkan suatu keuntungan.

 

2.      Pelajari minat Anda

     Bisnis apapun itu, haruslah bisnis yang sesuai dengan minat Anda sehingga Anda memiliki semangat dan kemampuan yang lebih dalam menjalankannya. Misalnya saja Anda menyukai teknologi, bisnis jual beli handphone atau komputer dapat menjadi pilihan Anda.

     Minat Anda adalah passion yang dapat membuat Anda bahagia ketika Anda melakukannya. Bahkan saat Anda mengalami masa-masa sulit atau bahkan mengalami kerugian, Anda memiliki kekuatan lebih untuk bertahan karena Anda mencintai apa yang Anda kerjakan dan ingin terus melakukannya.

 

3.      Temukan peluang

    Menemukan peluang dalam hal ini adalah menjadi peka terhadap apa yang menjadi permintaan masyarakat dalam suatu lingkungan. Misalnya saja akan dibangun sebuah gedung sekolah baru, maka peluang yang muncul adalah membuat usaha jasa fotokopi, warung makan atau toko buku. Dalam menemukan peluang dan ide bisnis, diperlukan kepekaan dan insting yang tinggi.

 

4.      Lakukan studi kelayakan bisnis

    Perencanaan dan studi kelayakan bisnis perlu Anda rencanakan karena hal tersebut merupakan pondasi awal yang menentukan kuat atau tidaknya bisnis Anda di kemudian hari.

Apa yang perlu Anda pertimbangkan adalah pertanyaan seputar : Apa, dimana, kapan dan bagaimana usaha Anda akan dijalankan. Pertanyaan tersebut perlu dicari tahu jawabannya. Mungkin Anda memiliki beberapa pilihan usaha yang ingin dijalankan.

     Buatlah kerangka bisnis Anda, prediksi pengeluaran dan pemasukan yang bisa Anda raih dari masing-masing pilihan bisnis dan pilihlah yang paling tinggi keuntungannya serta paling cepat pengembalian modalnya.

 

5.      Jangan putus asa

    Tidak mudah putus asa adalah kunci sukses berbisnis. Mengapa? Karena membangun sebuah bisnis pasti sangatlah sulit bahkan kadang merugi di masa awal perintisan.

1.      KEDAI SUGOI

 
 

      Hari pertama kelompok kami mewawancarai dan menganalis pengusaha kecil yang tangguh yaitu Kedai Sugoi yang menurut hasil survey kedai tersebut baru merintis. Kedai Sugoi yang terletak di Jl. Pamulang Permai 1 Blok CX1 No. 1, Pamulang, Tangerang Selatan didirikan sejak 14 Mei 2015, konsep yang digunakan dalam kedai ini yaitu modern. pemberian nama kedai tersebut diambil dari bahasa Jepang, Sugoi yang artinya luar biasa Menu makanan yang digunakan kedai ini juga makanan masa kini yang sedang booming atau terkenal dikalangan masyarakat. Menu martabak manis dengan topping-topping unik seperti Nutella, Ovomaltine, Oreo crumble, dan Green Tea Kit-Kat merupakan menu makanan yang menjadi andalan kedai ini.

      Nuansa ramah terasa menyelimuti begitu kaki melangkah memasuki ruangan Kedai Sugoi. Mata langsung dapat melihat daftar menu makanan bersampul biru yang sudah tersedia di sembilan meja kedai ini. Riuh rendah suara pelanggan kedai berbaur dengan musik dari pengeras suara sepanjang malam. Itulah suasana Kedai Sugoi, Pamulang, Kamis, 24 Desember 2015 ketika kelompok kami datang berkunjung. Kedai yang baru grand opening 14 Mei 2015 lalu memberikan potongan harga sebesar 15 persen untuk tiap pembelian, sampai 21 Mei 2015 lalu. "Kata Gama, pemilik Kedai Sugoi kepada kelompok kami. Itulah trik atau cara promosi Kedai Sugoi agar Kedai tersebut ramai pengunjung.

      Pegawai-pegawai yang berpenampilan kekinian bersenda gurau di depan kedai ketika sepi pengunjung. Merekapun ramah kepada pengunjung yang datang. Bukan hanya pegawainya, manager Kedai Sugoi pun bersedia berkeliling meja untuk menyapa pelanggan, bahkan ikut nongkrong di Kedai Ini bersama pengunjungnya.

      Kedai yang dulunya merupakan tempat konveksi pakaian ini terbagi menjadi dua ruangan. Satu ruangan berisi tujuh meja, dan menjadi ruang utama untuk pengunjung kedai. Sementara ruang satunya berisi dua meja pengunjung dan dapur. Di ruangan ini, pengunjung dapat menyaksikan tim dapur Kedai Sugoi menyiapkan pesanan mereka. Udara di dalam kedai hangat karena kedai ini tidak menyalakan pendingin ruangannya. "Kami sengaja tidak menggunakan pendingin ruangan supaya pengunjung kami yang mayoritas perokok dapat merokok," kata Gama, pemilik Kedai Sugoi kepada kelompok kami, Kamis lalu.

      Mayoritas pelanggannya adalah anak muda atau orang-orang yang berjiwa muda. Berdasarkan pengamatan kelompok kami, dari sembilan meja yang terisi, ada empat meja yang diisi oleh orang tua. Meski begitu, hanya pelanggan di satu meja yang benar-benar berpenampilan orang tua. Sisanya masih berpenampilan muda.

      Selain pemasaran via sosial media, mendekatkan diri dengan komunitas-komunitas yang ada di sekitar Tangerang Selatan menjadi strategi Kedai Sugoi memasarkan tempatnya. Banyaknya pengguna yang upload foto di Kedai Sugoi meningkatkan ketenaran kedai ini. Menurut Gama, pemilik Kedai Sugoi, Kamis (24/12/2015), pemasaran kedainya melalui media sosial merupakan cara yang hemat biaya untuk menyebarkan informasi mengenai kedainya, terutama makanan-makanan yang ditawarkan. "Olehkarena itu, kami perlu memaksimalkan dekorasi kedai kami dan juga tata letak makanan yang kami sediakan. Kalau semuanya enak dilihat, kan, pelanggan secara sukarela menguploadnya ke media sosial," kata Gama. Informasi tentang Kedai Sugoi lebih banyak tersebar di media sosial instagram daripada di Twitter, Facebook, dan Path. Gama pun menyatakan Instagram memang merupakan kanal pemasaran utama. "Instagram sekarang, kan sedang banyak penggunanya. Jadi, kami manfaatkan channel itu karena crowdnya sudah ada," Kata Gama. Pada Grand Opening 14 Mei 2015 lalu, strategi media sosial terbukti berhasil karena mampu mengundang pengunjung hingga 65 orang. Terkait crowd, Kedai Sugoi merupakan salah satu kedai yang belakangan ikut menggunakan konsep kekiniaan dan semangat keriaan di kedainya. Ear House, 9s Hous, Roti Bakar 88 dan Kedai Roti Bakar (Keibar) sudah lebih dahulu menggunakan konsep dan semangat itu. Gama menjelasakan, dia harus memastikan ceruk pasar kedai kekinian di Tangerang Selatan jumlahnya banyak dan relatif stabil sebelum membuka kedainya. Itu dilakukan untuk meminimalisir kerugian. "Bisa dibilang, saya berupaya mengambil 20 persen dari pelanggan kedai-kedai kekinian yang sudah ada," Kata Gama.

      Sementara itu, Putra, Manager Kedai Sugoi memiliki ide pengembangan bisnis dengan cara mendekati komunitas-komunitas yang ada. "Di Tangsel, banyak sekali pemuda-pemuda kreatif tapi tidak memiliki sebuah wadah untuk bertemu satu-sama lain dan berdiskusi. Oleh karena itu, Kedai Sugoi kami kembangkan menjadi sebuah meeting point bagi mereka yang kreatif," kata Putra menjelaskan. Untuk menunjang cita-citanya menjadikan Kedai Sugoi sebagai meeting point, tim Kedai Sugoi menyediakan fasilitas WiFi untuk semua pelanggannya. Diperkirakan ditahun 2016 mendatang kedai sugoi akan membuat cabang yang tempatnya sedang direncanakan.

            Pada kesempatan ini kami juga mewawancarai pegawai kedai sugoi tersebut, salah satu pegawai yang kami wawancarai yaitu bernama Galang Eka Bima Ghafar. Ia sudah bekerja sejak April 2015, selama ia bekerja di Kedai Sugoi merasakan suasana nyaman karena adanya kesolidaritasan sesame pegawai yang saling membantu dalam hal pekerjaan, "situasi suasana sesame karyawan itu enak saling support satu sama lain." Ujar Galang. Sebelum menjadi pegawai di kedai ini Galang telah bekerja sebagai teknisi sisi tv atm bank Negara Indonesia, ia berpindah dari pekerjaan terssebut karena ia lebih mementingkan pendidikan nya disbanding dengan pekerjaan yang ia lakukan sebelumnya. Pekerjaan sebelumnya menuntutnya untuk lebih sering bekerja di luar kota sedangkan ia harus tetap melanjutkan kuliahnya. Dari alasan tersebut ia berfikir untuk beralih profesi dibidang kuliner untuk pertama kalinya. Sekarang ia bisa membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaan, dan ia juga merasakan sebuah kenyamanan di pekerjaan yang ia geluti sekarang ini.  Jam kerja yang diterapkan di kedai sugoi ini yaitu seni-kamis pukul 16.00-23.00 WIB sedangkan kamis-sabtu dari pukul 16.00-00.00 WIB, jadi jadwal pekerjaannya yaitu 6 hari bekerja seca shift.

            Kami juga sempat mewawancarai pengunjung yang datang ke kedai sugoi pada malam itu , komentar yang diberikan tentang kedai sugoi pun baik. Varian toping pada martabak yang membedakan dengan martabak lain sangat menarik perhatian. Bukan hanya variasi topping, tetapi juga harga yang terjangkau yang tidak terlalu menguras dompet menjadi salah satu alasan para pengunjung datang ketempat ini. Pelayanan yang ramah pun membuat para pengunjung merasa nyaman datang ke tempat tersebut.

 

2.        MARTABAK BOSS

 
 

           Hari kedua kelompok kami mengunjugi Martabak Boss yang menurut survey martabak tersebut sudah lama merintis dan sudah banyak cabangnya. Martabak Boss yang kami jumpai adalah di Bintaro People Market sektor 7 (depan Lotte Mart). Ini adalah salah satu dari cabang Martabak Boss yang pusatnya terletak di Jalan Yusuf Adiwinata no.33 Jakarta Pusat.

            Martabak Boss memiliki keunggulan dibanding toko martabak lainnya yaitu pilihan topping yang lebih variatif. Sisi eksperimen yang pingin coba rasa ini itu lah yang memberi kesan menarik untuk para konsumen balik kesana untuk sekedar coba lagi. Harga yang lumayan nendang untuk memesan martabak ini bisa dibilang wajar. Beberapa bahan untuk toping yang mereka tawarkan adalah produk yang sangat tidak asing dan lumayan mahal juga harganya seperti Nutela, Skippy, Ovaltine dan Tobleron. Selain martabak manis mereka juga menawarkan menu andalan untuk Martabak telor. Steak Gokil yang menggunakan daging steak, Bule Tuna yang menggunakan kombinasi tuna dan Go Go Corned Curry yang dipadu kombinasi curry dengan kornet.

            Tulisan 'Boss martabaknya boss!', 'Cooking for the bosses' tertera di gerobak berwarna kuning menyala. Tampilannya modern dan menarik. Jadi bukan model gerobak martabak dengan tenda dan banner. Itu cara atau trik promosi dari Martabak Boss agar pembeli tertarik untuk datang dan membeli martabak tersebut.

Cara memesan martabak boss tinggal sebut saja jenis martabaknya pada staf yang ada di salah satu sisi. Setelah membayar akan diberi struk dan nama pembeli akan dicatat. Lama menunggu martabak diracik bisa 10 menit tetapi bisa juga 30 menit lebih tergantung jumlah antrian. "kata Intan salah satu kasir disana ". Karna waktu kelompok kami kesana sedang sepi jadinya tidak begitu lama kami menunggu. Untuk menunggu juga disediakan beberapa kursi dan meja jadi bisa untuk sekedar mengobrol sambil menunggu pesanan itu jadi.

           Selain martabak tebal bisa juga pesan martabak kering alias tipker (tipis kering). Martabak dalam kemasan kotak kuningpun diserahkan pada kami. Saat kotak segi empat bergambar 'boss' berisi 12 potong martabak kami buka, tercium wangi gurih telur. Potongan martabak tak beda dengan yang lain. Martabak Tuna Bule (Rp. 85.000) ini terasa padat empuk. Isiannya tampak kuning pucat. Dalam satu gigitan terasa gurihnya daging ikan tuna kalengan. Makin enak dikunyah karena ada butiran jagung manis dan irisan daun bawang. Kulitnya renyah tanpa rasa amis. Dimasak dengan kematangan yang pas, tanpa acar dan saus rasanya sudah enak. Martabak manis, Cokelat Skippy (Rp. 65.000) nya tak kalah menggoda. Warnanya cokelat tua merata dengan lelehan Skippy. Serat adonan martabaknya berjajar rapat. Ini menandakan fermentasi atau masa istirahat adonan yang cukup. Empuk membal lembut teksturnya. Ada renyah cincangan kacang tanah di sela-selanya. Krenyes, legit dan empuk menyatu dalam satu gigitan. Warna cokelat adonan yang merata menandakan pemanasan cetakan wajan yang bagus. Menghasilkan pinggiran 'renda' adonan yang renyah. Martabak Boss ini mengusung tagline : 'Cooking the best recipe. Quality of the bosses with the street price. Try yourself to believe it!'. Karena itu harga martabaknya juga relatif lebih mahal dibandingkan martabak konvensial. Maklum saja kualitasnya buat para bos.

           Ditempat kedua kami pun mewawancai pegawai Martabak boss, pegawai tersebut bernama Intan. Ia bekerja di cabang Martabak Boss yang berada di daerah bintaro sektor7 ini sudah 1tahun tepatnya bulan Desember 2014. Ia ditempatkan di kasir atau bagian penempatan uang. Ini merupakan pekerjaan pertama kali intan. System kerja di martabak boss yaitu 8 jam kerja dari jam 13-23.00 sedangkan weekwend hingga pukul 00.00. banyak customer yang berkomentar Martabak Boss ini tempat anak remaja sering berkumpul karena Martabak Boss merupakan salah satu tempat yang sedang popular dikalangan remaja masa kini.

           Kita juga sempat mewawancarai salah satu customer di martabak boss tersebut. Pendapat customer tersebut tentang martabak boss yaitu "harga tidak membohongi kualitas." Memang harga yang dipatok di martabak boss ini lumayan diatas martabak biasanya, tetapi rasa martabak tersebut tidak membohongi harga. Kualitas bahannya pun bagus dan memang tempat ini sangat menarik perhatian bukan karena tempatnya saja yang menggunakan kontener tetapi box martabaknya pun menarik perhatian sehingga tidak monoton untuk dilihat seperti box martabak pada biasanya.

 

3.      Martabak Manis Bangka

      Dalam wawancara kali ini, kami mewawancarai gerai Martabak Manis Bangka yang berlokasi di depan ruko perumahan Taman Cileungsi. Gerai milik pribadi dan dikelola sendiri ini milik Bapak Bambang Sutedja, suami dari Ibu Lilis ini sudah memiliki anak tiga. Beliau memilih membuka gerai Martabak Manis Bangka dikarenakan berawal dari modal yang minim namun bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan. Selain itu, pada saat itu juga isteri Pak Bambang adalah seorang pembuat kue rumahan, jadi tidak sulit untuk Pak Bambang membuat Martabak Manis Bangka meskipun Pak Bambang bukan berasal dari Bangka Belitung, melainkan berasal dari Jawa Tengah.

Pak Bambang menjelaskan bahwa beliau pertama kali membuka gerai ini pada Juni 2015, yakni pada saat itu hanya bermodalkan RP. 6 juta saja, dengan gerobak seadanya, namu sekarang sudah mendapatkan untung sebesar RP. 500 ribu per harinya. Gerai Martabak Manis Bangka ini buka mulai pukul 17.00 – 24.00 WIB. Jika hari biasa keuntungan yang didapat mencapai RP. 400 ribu, namun jika hari libur keuntungan Pak Bambang bisa mecapai RP. 500rb.

      Selain itu, Pak Bambang juga menjelaskan awal mula lokasi gerai miliknya ini. Jadi pada awal buka gerai ini, Pak Bambang membuka gerai di depan perumahan Griya Alam Sentosa, namun lambat laun karena semakin banyaknya yang membuka gerai Martabak Manis Bangka membuat daya saing meningkat dan merendahkan omset yang didapat. Akhirnya Pak Bambang berpindah lokasi ke depan ruko Taman Cileungsi. Dan sampai saat ini hanya gerobak Pak Bambanglah satu-satunya yang menjual Martabak Manis Bangka.

      Selepas menjelaskan tentang lokasi yang pernah ditempati Pak Bambang, beliau juga menjelaska mengenai harga yang ditetapkan oleh Pak Bambang. Dalam penetapan harga, Pak Bambang tidak ingin asal mematok harga, karena harga adalah salah satu faktor dalam mengikat pelanggan. Sebelum memasang harga, Pak Bambang sebelumnya survey ke tempat-tempat gerai Martabak Bangka Gerobakan, karena rata-rata Martabak Manis Bangka dijual dengan seharga RP. 23 ribu, jadi Pak Bambang juga memasang harga RP. 23 ribu, namun Martabak Manis Bangka yang memakai topping keju diharga dengan harga RP. 28 ribu.

      Pak Bambang juga menjelaskan cara membuat Martabak Manis Bangka, yakni:

Bahan:

1.      2 butir telur

2.      1 sdt ragi instan

3.      ¼ sdt baking powder

4.      50 gram gula pasir

5.      175 ml air

6.      ¼ sdt garam

7.      125 gram tepung terigu

 

Bahan taburan:

1.      Keju Cheddar

2.      Meisis

3.      Gula pasir

4.      Susu kental manis

 

Cara membuat:

1.      Campurkan air dengan tepung terigu dan 25 gram gula pasir dan baking powder, aduk hingga lembut

2.      Masuka ragi instan dan diamkan kurang kebih 1 jam hingga 2 jam

3.      Kocok telur dan 25 gram gula pasir kemudian masukan ke dalam adonan tepung martabak

4.      Panaskan cetakan martabak dengan api kecil, olesi dengan margarin

5.      Tuangkan adonan martabak ke dalamnya. Biarkan adonan hingga mengeluarkan buih. Lalu taburkan gula pasir dan tutup hingga matang

6.      Angkat martabak dari cetakan, letakan pada tempat datar atau talenan. Olesi margarine dan taburi dengan keju dan meisis

7.      Kemudian, tuangi dengan susu kental manis. Setelah itu bagi menjadi belah dua bagian tumpuk dengan satu bagian lainnya

8.      Potong-potong menjadi beberapa bagian

    Setelah selesai Pak Bambang menjelaskan semua tentang gerainya, kami juga mewawancarai pelayannya yang tidak lain adalah anaknya Pak Bambang sendiri. Laki-laki berusia 15 tahun ini bernama Reza, dalam berjualan Reza membantu ayahnya dalam penyajian. Misal ketika Pak Bambang sudah menyiapkan martabaknya inilah saatnya Reza menyajikan martabaknya untuk pelanggan. Reza bercerita bahwa rata-rata pelanggan yang datang mencapai 50-100 orang, sedangkan untuk hari libur meningkat menjadi 80-120 orang.

     Dalam proses wawancara tidak lama datang seorang ibu-ibu muda yang membeli Martabak Manis Bangka Pak Bambang. Pak Bambang terlihat sudah biasa melayaninya. Kami pun langsung mengajak ibu muda ini untuk wawancara. Nama ibu muda cantik ini bernama Ibu Santi, ternyata Ibu Santi ini memang sangat menggemari Martabak Manis Bangka terutama Martabak Manis Bangka milik Pak Bambang. 'iya, martabak Pak Bambang ini lembut banget, dan manisnya juga ga berlebihan, terus juga kejunya banyak banget jadi bikin ketagihan." Ujarnya menjelaskan mengapa sangat menggemari Martabak Manis Bangka Pak Bambang. Ia juga menceritakan bahwa setiap ada acara keluarga pasti Martabak Manis Bangka Pak Bambang selalu menjadi sajian utama.

 

 IV.            Kesimpulan

 

     Di era global sekarang ini keadaan ekonomi di Indonesia memang sangat memprihatinkan , namun kita tidak boleh menyerah pada keadaan sekarang ini yang serba sulit kita harus berusaha,kreatif,inovatif dan berani mengambil suatu keputusan serta resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.kita tidak harus bergantung pada orang lain.Untuk mendapatkan suatu pekerjaan kita harus berusaha semaksimal mungkin.

     Dilihat dari latar belakang wirausaha saat ini banyak sekali jenis peluang usaha kecil atau menengah yang bisa dijalankan dengan mudah tanpa harus mengeluarkan dana yang besar. Asalkan memiliki niat usaha yang kuat untuk membangun sebuah usaha, dan dengan bantuan modal yang cukup untuk menjalankan sebuah usaha, maka pengangguran di Indonesia bisa berkurang jika para pengangguran ini memiliki niat untuk berwirausaha. Salah satu jenis wirausaha yang saat ini banyak sekali dilakukan oleh para wirausahawan adalah, usaha yang bergerak dalam bidang perdagangan, baik itu berdagang pakaian, makanan, souvenir, atau produksi lain yang bisa dijual dengan harga jual yang menjanjikan.

    Persaingan di bidang usaha pada zaman yang sudah maju ini sudah sangat ketat dan sulit. Perdagangan bebas di Indonesia sudah mudah masuk dengan pesat. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus dapat memanfaatkan peluang besar untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Dengan cara mempergunakan waktu yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya.

     Mencari informasi tentang bagaimana menjadi seorang pengusaha yang sukses,banyak belajar kepada orang yang telah berpengalaman di bidang usaha. Mencari banyak channel atau link dan komunitas diluar sana yang memungkinkan kita mengakses usahanya dan mendapatkan pelajaran tentang usaha-usaha yang kita inginkan. Jadi untuk kawan-kawan yang berminat untuk membuka usaha harus mengerti bagaimana cara mengelola usaha tersebut.

      Kewirausahaan dibentuk dari kata dasar yaitu wirausaha yang merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menilai kesempatan bisnis, kemudian mengumpulkan beragam sumber daya yang dibutuhkan demi mengambil tindakan secara tepat dan memperoleh keuntungan yang bertujuan dalam pencapaian kesuksesan. Sangat diperlukan sikap kreatifitas yang diartikan sebagai pola pikir mengenai sesuatu hal yang baru dan didukung dengan penuh inovasi yang tinggi pula dalam artian berupa beragam tindakan untuk  melakukan sesuatu yang baru tersebut.

      Maka dari itu untuk menjadi wirausahawan sukses harus bekerja sekeras mungkin menghadapi berbagai rintangan dengan cermat karna kerja keras akan membuahkan hasil yang baik,jika hasilnya belum baik berarti kerja keras kita masih kurang.

 

    V.            Bahan Bacaan/ Daftar Pustaka

Ritzer George, Douglas J. Goodman. 2010. Teori Sosiologi Modern Edisi ke-6. Jakarta: Kencana.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/memulai-bisnis/pelajari-hal-ini-sebelum-memulai-bisnis

 

 VI.            Lampiran

Pertanyaan 1

1.      Siapa nama lengkap anda?

2.      Berikan alasan mengapa anda memilih usaha ini?

3.      Apa nama tempat usaha anda?

4.      Apa konsep yang anda gunakan untuk kedai ini?

5.      Apa alasan anda memilih nama tersebut?

6.      Sejak kapan anda memulai usaha ini?

7.      Apa motivasi anda mendirikan tempat usaha tersebut?

8.      Apa saja yang sudah anda dapat setelah mendirikan usaha tersebut?

9.      Berapa jumlah karyawan yang anda pekerjakan?

10.  Apa saja kendala yang dialami selama anda merintis usaha tersebut?

11.  Bagaimana tanggapan masyarakat semenjak didirikannya tempat usaha tersebut?

12.  Apa harapan anda ke depannya untuk kesuksesan cafe ini?

 

Pertanyaan 2

1.      Nama lengkap anda?

2.      Sejak kapan bekerja ditempat ini?

3.      Pekerjaan sebelum ditempat sekarang ini anda bekerja dimana?

4.      Jam kerja yang diterapkan ditempat ini dari pukul berapa?

5.      Hari apa saja kedai ini dibuka?

 

Pertanyaan 3

1.      Apa tanggapan anda saat  berkunjung ketempat ini?

                                                  

 
 

 

 
 

Cari Blog Ini