Mita Odaliya
MD4A
11140530000010
MPD
Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Senin, 14 Maret 2016
Muhamad Faiz Al Maki_Jawaban Soal Metodologi Penelitian Dakwah_Tugas 1
Rohmatun Nupus_Metodologi Penelitian Dakwah_Tugas 1
Rohmatun Nupus_Metodologi Penelitian Dakwah_Tugas 1
Nama : Rohmatun Nupus
Kelas : Manajemen Dakwah 4a
Nim : 11140530000018
Penelitian secara etimologi adalah "mencari kembali" artinya yaitu mencari fakta-fakta baru yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu.[1] Sedangkan secara terminologi menurut Soerjono Soekanto merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis, dan konsisten. Dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.[2]
Dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah mencari fakta-fakta yang sifatnya analitis, ilmiah dan dapat memberikan kontribusi atau nilai tambah terhadap apa yang ditelitinya, dengan tujuan untuk dapat menemukan suatu pengetahuan baru terhadap teori atau hasil penelitiannya dan dapat memperluas lebih dalam sebuah masalah atau teori keilmuan sebagai sarana dalam memecahkan persoalan dalam masyarakat.
Secara etimologis, kata "dakwah" berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti: panggilan, ajakan, dan seruan. Sedangkan secara terminologi, menurut Sayyid Qutb memberi batasan dengan "mengajak" atau "menyeru" kepada orang lain masuk ke dalam jalan Allah Swt, bukan untuk mengikuti da'I atau sekelompok orang.[3]
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dakwah itu adalah mengajak atau mewujudkan ajaran Islam kepada seluruh ummat manusia dalam berbagai kehidupannya, untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu bahagia dunia dan akhirat.
Metode penelitian yaitu tatacara, peraturan, atau prosedur yang digunakan untuk melakukan penelitian atau pencarian sebuah fakta-fakta ilmiah.
Penelitian dapat digolongkan menjadi sembilan jenis penelitian,[4] diantaranya yaitu:
1. Penelitian historis,
2. Penelitian deskriptif,
3. Penelitian perkembangan,
4. Penelitian kasus dan penelitian lapangan,
5. Penelitian korelasional,
6. Penelitian kausal komparatif,
7. Penelitian eksperimental sungguhan,
8. Penelitian eksperimental semu, dan
9. Penelitian tindakan.
Jenis-jenis data penelitian[5] ialah sebagai berikut :
Ø Berdasarkan Tipe Penelitian : Data Kuantitatif dan Data Kualitatif
Ø Berdasarkan Sumber : Data Primer dan Data Sekunder
Ø Berdasarkan Cara Memperoleh : Data Observasional, Data Wawancara, Data Eksperimental, Data Simulasi, Data Referensi atau Kanonik, dan Data Derivasi atau kompilasi
Ø Berdasarkan Format Berkas : Data Kuantitatif, Data Kualitatif, Data Geospatial, Data Digital Image, Data Audio,dan Data Digital Video.
Ø Berdasarkan Subjek Kedokteran : Data Diagnosis dan Data Demografi
[1] Bob Susanto, 12 Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli Lengkap, Seputar Pengetahuan, diakses pada 05 maret 2016 pukul 16:57 WIB
[2] Ibid
[3] Wahyu Ilaihi, Komunikasi Dakwah (Bandung:PT Remaja Rosdakarya), hlm.14
[4] Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada), hlm.72
[5] Tutorial Penelitian, Jenis-jenis Data Penelitian, diakses pada 05 maret 2016 pukul 17:45 WIB
Rohmatun Nupus_Masjid At-Taufiq_Tugas 2
Rohmatun Nupus_Masjid At-Taufiq_Tugas 2
Nama : Rohmatun Nupus
Kelas : Manajemen Dakwah 4a
Nim : 11140530000018
Sejarah Masjid At-Taufiq
Masjid At-Taufiq yang beralamatkan di Kp.Batununggul RT 001 RW 010 Kec.Rajeg Kab.Tangerang ini didirikan pada tahun 1950 oleh Alm. H.Anang atas kesepakatan masyarakat setempat. Didirikannya masjid di daerah tersebut dikarenakan pada saat itu belum ada tempat sarana dan prasarana ibadah yang memadai. Masjid At-Taufiq ini dibangun menggunakan uang sumbangan seikhlasnya dari penduduk dan dari para donatur, sehingga dari penggalangan dana tersebut terbangunlah masjid At-Taufiq. Dinamakan masjid At-Taufiq konon katanya agar masyarakat yang berada disekitar masjid tersebut diberi Taufiq atau pertolongan oleh Allah SWT, agar lebih giat dalam beribadah.
Sistem Pengangkatan Pengurus Masjid
Sistem pengangkatan pengurus masjid ini menggunakan sistem aklamasi yang telah dimusyawarahkan oleh masyarakat setempat, dengan program kerja yang telah disepakati. Dan pergantian pengurus di masjid ini adalah 3 tahun sekali.
Kegiatan Masjid At-Taufiq
Selanjutnya di masjid At-Taufiq ini terdapat beberapa kegiatan, diataranya yaitu:
· -Mengadakan yasinan setiap malam jum'at
· - Pengajian yang diikuti oleh kaum bapak-bapak setiap malam rabu
· - Pengajian anak-anak setiap pagi kecuali hari jum'at dan minggu
· - Santunan anak yatim pada bulan Muharam
· - Pembagian zakat fitrah pada bulan Ramadhan
· - Maulid Nabi Muhammad SAW
· - Isra Mi'raj
Sistem Pengumpulan dan Pelaporan Keuangan
Sistem pengumpulan keuangan di masjid At-Taufiq ini adalah terdapat dari :
· -Banyaknya donatur yang menyumbang
· -Kotak amal
· - Masyarakat setempat setiap seminggu sekali
Kemudian pelaporan keuangannya dilaporkan secara rinci [pemasukan dan pengeluarannya] kepada para jama'ah setiap sebulan sekali.
Fasilitas Masjid At-Taufiq
Masjid At-Taufiq ini mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut :
· - 1 Kamar mandi dan 1 WC umum
· - Tempat wudhu dengan 15 keran
· - 10 Al-Qur'an
· - 2 kain pel dan 2 sapu
· - 1 bedung dan 1 kentongan
· - 2 jam dinding
· - 3 Mukena untuk para jam'ah putri khususnya [musafir]
· - Lapangan parkir yang cukup luas
· - 10 Lampu yang terletak di perjalanan sekeliling masjid dan 20 lampu di dalam ruangan dan di luar ruangan masjid
· - Sajadah panjang
· - Aula tempat rapat dan mengaji
· -4 AC dan 2 Kipas angin
Kondisi Masjid At-Taufiq
Kondisi masjid At-Taufiq ini selalu bersih dan nyaman, letaknya sangat dekat dengan pesantren kaum laki-laki dan juga rumah warga, sehingga ketika masuk waktu sholat tidak heran jika jama'ahnya selalu banyak, apalagi pada waktu sholat jum'at dan sholat 'ied. Dan masjid At-Taufiq ini dapat memuat sampai 700 jama'ah.
Eva Lutfia_Subjek Dakwah Bpk. Hasanudin, S.Pdi_Tugas 2
Oleh : Eva Lutfia
NIM : 11140530000045
Jurusan: Manajemen Dakwah – 4B
Metodologi Penelitian Dakwah
Sekilas tentang Bpk. Hasanudin, S.Pdi
Pelaku/Aktor Keagamaan (subjek) yang akan saya tulis pada tugas penelitian ini adalah Guru Agama. Dan saya sempat menanyakan kepada orang yang pernah diajarkan oleh beliau, apakah ia dapat saya jadikan subyek untuk tugas saya? Ini jawaban dari 5 narasumber saya:
Pertama: "Ya, beliau pantas ko kenapa ngga? Tutur katanya juga baik dan baca Al-Qur'annya juga fasih"
Kedua: "Iya pantas Va, cara mengajarnya juga bagus dan ngga ngebosenin, orangnya juga sederhana, apa adanya"
Ketiga: "Beliau bisa dijadikan subjek dakwah kamu, karna beliau dalam mengajar mudah dimengerti dan pendekatan terhadap muridnya cukup baik"
Keempat: "Menurut saya beliau pantas karna kepribadian dan cara mengajar beliau bisa kita contoh"
Kelima: "Menurut saya beliau itu sesosok guru yang memiiki kepandaian dalam soal Agama, terutama soal tafsir menafsir Al-Qur'an maupun hadits.
Setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya saya memilih beliau sebagai seorang yang saya anggap pantas untuk dijadikan panutan. Beliau merupakan salah satu guru yang pernah mengajar saya selama 3 tahun di Madrasah Aliyah Negeri 11 Jakarta, beliau asli Makassar, berikut sedikit biodata dirinya:
Nama : Hasanudin, S.Pdi
Tempat, tanggal lahir : Sumatera, 08 – 02 – 1964
Mengajar : Kitab Kuning dan Tafsir
Tempat tinggal : Sawangan, Depok
Beliau memiliki satu orang istri dan dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Sampai saat ini beliau masih aktif mengajar di MAN 11 Jakarta, beliau merupakan sosok yang sederhana, berkepribadian baik, humoris dan tidak mudah marah. Selain menjadi guru Agama, beliau juga menjadi guru ngaji privat salah satunya ia pernah mengajar ngaji artis cantik Alice Norin dan juga wakil presiden Bpk. Jusuf Kalla.
Ada kata-kata beliau yang sampai sekarang saya ingat, yaitu "Kita itu adalah apa yang kita pikirkan". Beliau pernah bercerita bahwa ia jarang sekali membawa uang saat mengajar, ia tidak memikirkan akan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada dirinya, misalnya kalau kita tidak membawa uang takutnya nanti dijalan ban motor bocor dsb. Karna itu beliau berkata seperti itu karna beliau tidak mau berfikir tentang apa yang semestinya tidak terjadi pada diri kita. Itu merupakan kata-kata yang sangat membuat saya terkesan dan ingat kepada beliau sampai sekarang.
Selain itu, kata-kata yang saya ingat saat beliau menjadi PA (Pengawas Akademik) kelas 11 Agama ialah "Kita cerdas bersama Al-Qur'an". Begitu cintanya beliau terhadap Al-Qur'an dan ingin membuat anak muridnya untuk selalu membaca dan mengingat Al-Qur'an. Beliau juga sedang tahfiz menghafal hafal 30 Juz Al-Qur'an saat saya masih diajarkan oleh beliau dan mungkin masih sampai sekarang.
Sampai sekarang beliau masih aktif mengajar privat ngaji dan juga sering dipanggil job untuk berceramah/khutbah acara pengajian, pernikahan dan khutbah Jum'at. Beliau mengakui bahwa dirinya memang tidak bisa kalau hanya berdiam diri di rumah, harus ada kegiatan yang beliau kerjakan/lakukan, maka dari itu beliau sabtu/minggu pun kadang-kadang tidak ada di rumah bila kita ingin menjumpainya.
Alasan beliau mengapa ia lebih memilih menjadi guru Agama dibanding guru-guru umum lainnya, karna memang dari kecil ia sudah ditanamkan nilai-nilai islami dengan dimasukkannya ke MI/Mts/MAN, selain itu menurutnya ini memang sudah kehendak Allah SWT. Menurutnya mengajar merupakan suatu hal yang menyenangkan, karna selain kita bisa membagi ilmu, kita juga bisa berbagi pengalaman dan lain sebagainya.
Beliau juga mengatakan bahwa kita sebagai murid harus peka terhadap sesama, karna kepekaan sosial penting ditanamkan semenjak kecil pada anak, agar kelak ia menjadi manusia dewasa yang peka dengan lingkungan sekitarnya. Bukan malah acuh terhadap sesama, karna Allah tidak menyukai akan hal tersebut. Beliau juga selalu mengingatkan bahwa terhadap yang lebih tua/dewasa kita yang lebih kecil/muda harus menghormati dan saling mengingatkan akan kebaikan.
Saat saya masih sekolah di MAN 11 Jakarta, beliau juga sering mengisi kegiatan muhadoroh. Menurutnya berdakwah merupakan wajib bagi seluruh muslim, baik melalui perkataan, perbuatan dan tulisan. Tidak ada batasan umur dalam berdakwah menurutnya, asalkan itu merupakan ajakan kepada amar ma'ruf nahi munkar. Menurutnya ajakan dakwah juga bisa kita lakukan disocial media karna memang itu merupakan hal yang paling mudah sekaligus sering dijumpai pada anak-anak remaja zaman sekarang ini dengan berbagai kecanggihannya.
Beliau juga sangat disiplin saat suara adzan dzuhur tiba, ia tidak pernah lupa untuk menggerakkan murid-muridnya untuk segera bergegas pergi ke masjid untuk shalat dzuhur berjamaah. Tidak sedikit murid-murid yang senang dengan cara ia mengajar serta mendidik dalam lingkungan sekolah, karna beliau mengatakan bahwa kalian semua adalah "Agent of Changes". Perubahan yang tentu harus kepada kebaikan, bukan sebaliknya kepada kedzaliman.
Mungkin itu yang membuat saya akhirnya tertarik untuk menjadikan beliau sebagai bahan tugas saya yang memang menurut saya dan teman-teman beliau pantas, dari semua tentang beliau tersebut dari yang saya tahu saya lihat dan saya rasakan. Mungkin masih ada hal-hal yang patut/dapat kita jadikan contoh pada beliau yang saya belum ketahui dan semoga menjadi pelajar untuk saya khususnya dan umumnya untuk kita semua. Demikian tugas penelitian kali ini yang dapat saya buat, kurang dan lebihnya mohon maaf.
Selvi Claudia Rahmatika_Biografi Ust Jajang Abdullah_Tugas 2
METODOLOGI PENELITIAN DAKWAH
Nama : Selvi Claudia Rahmatika
NIM : 11140530000039// MD 4B
Indonesia sepertinya tidak akan pernah kehabisan para da'i-da'i entertaitmen yang dianggap beberapa orang cocok dijadikan sebagai suri tauladan masyarakat. Namun tahukah kalian beberapa dari para pendakwah entertaitmen ini hanya menjual wajah dan kepandaian bertutur katanya untuk menarik perhatian masyarakat, sebagian ilmu yang beliau sampaikan hanya melekat ketika beliau berbicara di depan media dan ketika pengajian itu telah selesai ilmu yang beliau sampaikan kebanyakan tidak di realisasikan oleh para jama'ahnya.
Berbeda dengan para pendakwah Islam yang berdakwah melalu cara-cara sederhana yang dapat menarik perhatian masyarakat yang benar-benar haus ilmu akan pelajaran agama. Hal ini biasanya di lakukan oleh para ustadz-ustadz salafi yang tidak perlu media untuk mengenalkan dirinya.
Salah satunya bernama Ustadz Jajang Abdullah, beliau adalah salah seorang guru sesepuh yang mengajar santri maupun guru-guru yang ada di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Beliau adalah guru yang sangat bijaksana lagi arif dalam kesehariannya, beliau mengajar pelajaran Tafsir Jalalalain, kitab Ta'lim muta'lim, Bulughul Maram dan beberapa yang berkaitan dengan tulisan arab gundul.
Menurut tiga dari sekian ratus jama'ahnya beliau adalah sosok yang sangat pantas dijadikan panutan. Cara beliau memberikan ilmu kepada muridnya sangatlah jelas, ilmu yang beliau ajarkan selalu sampai ke hati dan selalu teringat oleh para muridnya. Hal ini terbukti ketika peneliti mencoba ikut bergabung dalam salah satu pengajian rutin mingguannya yang jama'ahnya sendiri adalah beberapa alumni Pondok Pesantren Darul Muttaqien, dari pada pengajian kitab kuning yang beliau kupas ada banyak sekali pelajaran yang di dapat, terbukti juga ketika tidak ada seorangpun yang mengantuk dalam kajian kitab kuning malam itu. Tidak jarang juga orang-orang yang mempunyai masalah dalam kehidupannya mendatangi kediaman beliau untuk meminta solusi atau sekedar nasihat.
Beliau sangat memuliakan tamu-tamunya, beberapa kali ketika ada seorang (maaf) PSK datang menemui beliau di tengah malam untuk kembali pada jalan yang benar, beliau tetap membukakan pintu dan memberikan wanita itu suguhan sama seperti tamu lainnya. Wanita itu berkata ia ingin segera bertaubat karena ia suatu malam ketika ia tidak sengaja lewat di depan masjid dimana tempat biasa beliau membuka kajian kitab kuning beiau sedang membahas tentang aab wanita yang tidak menutup aurat. Seketika itu pula wanita PSK yang awalnya ingin bekerja mencari uang haram kembali ke kontrakannya lalu merenungkan apa yang dikatakan oleh ustadz Jajang tersebut.
Salah satu ciri ustadz Jajang yang berbeda dengan ustadz pada umumnya yaitu ketika ia sedang berbicara dengan yang bukan muhrimnya beliau selalu memejamkan matanya atau mengalihkan pandangannya ke arah lain. be;iau selalu menjaga wudhu dan pandangannya. Tidak hanya itu, ketika para ulama besar kabupaten Bogor mengadakan pertemuan silaturahmi beliau selalu di undang menggunakan undangan khusus.
Salah satu guru yang sangat berjasa, salah satu guru yang selalu diingat oleh para alumni, para santri Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung-Bogir adalah beliau. Ustadz Jajang memiliki lima anak yang terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan, dua menantunya adalah seorang ustadz dan ustadzah muda yang juga sangat berbakat meneruskan jejak dakwah beliau.
Walaupun umur beliau sudah cukup tua, namun beliau tetap di segani oleh guru-guru pengajar atau ustad dan ustadzah yang lebih muda darinya, bahkan tak jarang kiayi pimpinan Pondo Pesantren meminta nasihat atau tanggapan kepada beliau tentang masalah yang sedang di hadapi. Dari didikan beliau-lah lahir pemuda-pemudi yang sangat bermanfaat di masyarakat, beberapa di antara murid beliau kini selalu aktif untuk juga mengajar kitab kuning di lingkungannya, ada juga yang mmenjadi da'i entertaitmen.
Tentu saja kita sudah tidak asing dengan ustadz kondang yang sering muncul di televisi sebagai ustadz muda yang tampan dan juga mempunyai kesan humor yang baik, beliau adalah ustadz Zaki Mirza. Ya, ustadz Zaki Mirza atau yang sering di sapa dengan sebutan bang Jek ini dulunya adalah salah satu murid ustadz Jajang Abdullah. Hal ini sangat membuktikan bahwa kebanyakan murid beliau sukses dalam melanjutkan estafet dakwah Islam ke banyak lingkungan.
"Terimakasih ustadz Jajang, ilmumu akan selalu tersimpan dan kami realisasikan dalam kehidupan kami. Terimakasih banyak, harapan kami agar Allah selalu memberikan ridho-Nya padamu dan semoga Allah memperpanjang umurmu untuk tetap mengajar kami yang haus akan ilmu." Begitulah kira-kira ucapan salah seorang muridnya yang sudah hampir tujuh tahun belajar dengan beliau.
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi sosok yang layak dijadikan panutan tidak hanya karena banyaknya media yang meliput, namun dari kesederhanaan keseharian kitalah yang membuat kita sadar kita adalah panutan untuk anak-anak kita kelak.
Andriyani_SubyekDakwah_TugasKedua
METODOLOGI PENELITIAN DAKWAH
Andriyani 11140530000036
Nama Subjek : H.Ahmad Idris M.Pd
TTL : Jakarta 14 Mei 1951
Alamat : Jalan Assirot Kp.Kecil Rt 06/001 no.6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Profesi : 1. Guru Agama di sekolah Al-Islamiyah
2. Ketua Masjid Jami As-shirot
Narasumber 1. Ibnu Shobri
Profesi sebagai anak dari subyek
Peneliti : Menurut kamu ayah itu sosok yang seperti apa?
Narasumber : Ayah adalah sosok seorang yang mengayomi dan menuntun anak-anaknya untuk taat dan melaksanakan segala perintah yang di suruh oleh Allah SWT dan sunnah Rasul, di balik kesibukannya dalam kegiatan belajar mengajar dan mengurus kegiatan-kegiatan yang ada di masjid Ayah juga berusaha untuk berbagi waktunya bersama keluarga khususnya anak dan cucu beliau.
Narasumber 2. Mahfuddin
Profesi sebagai tetangga dari subyek
Peneliti : Ibnu tetangga sebelah rumah orangnya gimana menurut anda?
Narasumber : Ibnu baik dalam pertemanan di sekitar rumah ataupun di sekitar sekolah. dia juga termasuk anggota di organisasi forum komunikasi remaja masjid As-shirot (FOURMASHI) yang dipimpin sama ayahnya sendiri.
Peneliti : Kalo ayahnya Ibnu gimana?
Narasumber : H.Ahmad Idris orangnya tidak pernah lewat dalam ibadah berjamaah di musholla dekat rumahnya atau di masjid yang dipimpinnya, beliau juga sosok tokoh masyarakat yang di segani karena akhlak budi pekertinya yang ramah pada masyarakat sekitar rumahnya.
Narasumber 3. Ahmad Faizal
Profesi sebagai murid dari subyek
Peneliti : bertemen sama Mahfud udah lama?
Narasumber : saya kenal Mahfud sejak dia masuk ke sekolah saya karena kita beda 2 tahun, waktu itu saya kelas 12 sedangkan mahfud baru masuk kelas 10, saya sebagai pengurus OSIS sedang mengadakan OSPEK dimana Mahfud adalah salah satu dari anggota kelompok yang saya mentori. dari situ kami mulai berteman dekat bahkan sering main bareng.
Peneliti : Di sekolah Pak Ahmad ngajar apa?
Narasumber : beliau ngajar mata pelajaran agama islam. Enak banget kalo ngajar soalnya beliau memang berusaha memahami murid saat mengajar. s
Narasumber 4 : Devi Aulia
Profesi sebagai murid dari subyek
Peneliti : devi udah lama kenal sama faizal?
Narasumber : lumayanlah dari semenjak masuk sekolah di Al Islamiyah, kenal gasengaja dari OSPEK.
Peniliti : satu sekolah sama mahfud juga?
Narasumber : iya, pernah sekelas juga bahkan waktu kelas 11. Dia orangnya lucu suka bikin satu kelas ketawa ngakak kalo lagi bercanda, apalagi kalo lagi jam pelajaran kosong entah gurunya izin ato rapat.
Peneliti : pengajar agamanya siapa di sana?
Narasumber : agama islam Pak Ahmad, Fiqh juga sama tarbiyyah.
Peneliti : cara ngajar beliau gimana? Enak?
Narasumber : enak banget kalo nerangin jelas, kita jadi paham sama apa yang diajarin. Biasanya beliau nerangin trus ngasih waktu buat nanya kalo ada yang belom paham. Neranginnya juga pake bahasa sehari sehari jadi kita gampang buat nyerap ilmunya tinggal kitanya aja ngejalanin ilmu ilmu yang udah dikasihnya itu gimana.
Narasumber 5 : Muhammad Alfiyadin
Profesi sebagai murid dari subyek
Peneliti : dulu alumni SMA mana?
Narasumber : MA.Al Islamiyah kebayoran yang belakang masjid Assirot, taukan?
Peneliti : iya tau kok, ada Mtsnya jugakan ya disitu?
Narasumber : ada nih ade saya sekolah disitu juga kelas 8 sekarang si " Dzulfi" Tanya aja sama anak anak Mtsnya kenal enjung ga? Nah itu ade saya.
Peneliti : Guru di Al Islamiyah ada yang jadi pengurus masjid Assirot juga ya?
Narasumber : banyak malah ketuanya juga di sekolah saya ngajar Fiqh. Enak banget kalo ngajar ga pernah marah marah, sabar banget pokoknya, jarang ngasih hukuman ke murid murid trus jarang PR juga intinya ketika tanyya jawab kita pada harus bisa jawab pertanyaan yang dikasih sama Pak Ahmad. Istrinya Pak Ahmad juga guru ngajar ade saya yang paling kecil di SDN 08 Kebayoran. Mereka masih ada turunan sodara sama saya dari kakek ke neneknya.
METODOLOGI PENELITIAN DAKWAH Andriyani 11140530000036 Nama Subjek : H.Ahmad Idris M.Pd TTL : Jakarta 14 Mei 1951 Alamat : Jalan Assirot Kp.Kecil Rt 06/001 no.6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Profesi : 1. Guru Agama di sekolah Al-Islamiyah 2. Ketua Masjid Jami As-shirot Narasumber 1. Ibnu Shobri Profesi sebagai anak dari subyek Peneliti : Menurut kamu ayah itu sosok yang seperti apa? Narasumber : Ayah adalah sosok seorang yang mengayomi dan menuntun anak-anaknya untuk taat dan melaksanakan segala perintah yang di suruh oleh Allah SWT dan sunnah Rasul, di balik kesibukannya dalam kegiatan belajar mengajar dan mengurus kegiatan-kegiatan yang ada di masjid Ayah juga berusaha untuk berbagi waktunya bersama keluarga khususnya anak dan cucu beliau. Narasumber 2. Mahfuddin Profesi sebagai tetangga dari subyek Peneliti : Ibnu tetangga sebelah rumah orangnya gimana menurut anda? Narasumber : Ibnu baik dalam pertemanan di sekitar rumah ataupun di sekitar sekolah. dia juga termasuk anggota di organ
Nubdzatus Saniyah_Biografi ust Asman Abdurrahim_Tugas 2
Nama : Nubdzatus Saniyah
NIM : 11140530000040
Kelas : Manajemen Dakwah 4B
Biografi Ustd.H. Asman AbdurRahim
Ustd.H. Asman AbdurRahim lahir di Jakarta, 06 Desember 1962, Ia merupakan anak ke tujuh dari Sembilan bersaudara, namun kakak pertama sampai dengan ke enam telah meninggal dunia serta kedua orang tuanya telah meninggal dunia pula. Maka dari itu ustd. Asman menjadi panutan untuk adik-adiknya. Nama orang tua beliau adalah Ibu Hj. Salmah dan ayah nya bernama Bapak H. AbdurRahim. Ustd Asman memiliki empat orang anak diantaranya 1 laki-laki dan 3 perempuan, istrinya bernama Ustdzah Mariyatul Qibtiyah. Beliau alumni MI Al-Hikmah , SMP nya di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Jakarta (MTSN-1),SMA nya di Madrasah Aliyah As-Syafiiyah serta Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fakultas Syariah dan Hukum (S1).
Sebelum beliau masuk ke sekolah dasar tepatnya berumur lima tahun beliau belajar mengaji dengan kakeknya bernama Kiyai haji Abdurrahman bin H. Sholihun sampai Sekolah menengah pertama. Selanjutnya ketika di sekolah menengah pertama (SMP) beliau juga mengaji kitab fathul muin dan kitab nahu alfiah dengan kiyai haji Ali Sibro Malisi dan ketika menginjak sekolah menengah atas (SMA) di Pesantren as-syafiiyah tersebut beliau belajar berbagai kitab dengan Kiyai H. Hasanuddin, kiyai H. Abdullah Syafi'i, dan ustd. Abdurrahman serta ustd. Syafi'i munandar. Selanjutnya, ketika kuliah Belajar Kitab Tafsir Munir dengan Kiyai H. syafi'i Azami.
Selain sebagai ustd di daerah tempat beliau tinggal, beliau juga mengajar sekolah dasar di MI At-Taqwa mata pelajaran aqidah,Fiqih,dan Ski. Selanjutnya beliau juga mengajar ngaji sukarelawan di pengajian yang terletak dirumahnya sendiri. Jadi, anak-anak disekitar rumahnya bisa membaca Al-qur'an dan mengerti akan agama. Menurut keluarganya beliau adalah seseorang yang tegas dan disiplin dalam hal apapun terutama agama. Beliau adalah sosok ayah yang patut dijadikan contoh, karena selama beliau menimba ilmu beliau mencari biaya sekolah bahkan kuliah dengan jerih payahnya sendiri dengan menjual prakarya dan mengajar privat pelajaran kepada teman-temannya. Menurut warga disekitar pula beliau memanglah seseorang yang tegas dan disiplin serta dermawan dalam membantu sesama, bahkan beliau suka menolong orang yang tidak beliau kenal baik berupa uang atau semacamnya.
Menurut cerita anaknya beliau pantas untuk di jadikan panutan bagi anak-anaknya, bagaimana tidak selama beliau bersekolah beliau adalah orang yang berprestasi dalam bidang seni ataupun Pendidikan, beliau selalu juara kelas dan sering mendapatkan penghargaan.
Dalam hal berdakwah, terutama berceramah beliau selalu berceramah mengenai kisah Rasul atau kisah para nabi atau kisah para sahabat, karena bagi beliau berceramah mengenai hal lain selain yang saya ucapkan tadi merupakan hal yang berat menurut beliau. Karena ketika berceramah mengenai sikap atau perilakuan dan lain sebagainya harus memulai berceramah kepada diri kita sendiri dan keluarga, baru menerapkannya kepada orang banyak. Karena apabila kita tidak memulai dari diri kita dan keluarga, maka kita berdosa besar jika hanya bercuap-cuap tetapi tidak mengamalkannya dikehidupan sehari-hari.
Metode yang digunakan beliau dalam mengajar ialah metode bercerita, jadi pembelajaran yang ingin disampaikan diperumpamakan lewat cerita, maksudnya agar murid dapat memahami pelajaran yang disampaikan. Terkadang beliau juga menggunakan metode gambar, karena dengan menggambar juga dapat menarik perhatian anak didiknya. Dan sampai saat ini beliau masih melakukan aktifitasnya meskipun beliau sudah tidak muda lagi.