Kamis, 17 Maret 2016

ade fauzan_PMI 6_tugas 1 (sosiologi lingkungan)

NAMA :ADE FAUZAN

NIM    : 1113054000036

TUGAS_1_ TEMA_SOSIOLOGI LINGKUNGAN

MATA KULIAH EKOLOGI MANUSIA

Pelajaran Dalam Sosiologi Lingkungan

Sosiologi lingkungan merupakan sebuah kajian komunitas yang mempunyai arti yang sangat luas (bell 1998). Ada orang, binatang, lahan dan tanaman yang tumbuh di atasnya, air, udara semuanya mempunya hubungan saling kait mengait yang sangat erat. Bersama-sama mereka membentuk semacam solidaritas, yang kita sebut dengan ekologi. Seperti halnya komunitas, dan mereka juga mengalami konflik ditengah-tengah hubungan tersebut. Sosiologi lingkunga mengkaji komunitas tersebut dengan maksud untuk memahami asal usul, dan solusi yang diusulkan dari seluruh konflik sosial dan biofisik yang sangat nyata.

Ekologi sering digambarkan sebagai kajian komunitas alam, sementara sosiologi digambarkan sebagai kajian tentang komunitas manusia. Bila dipahami sosiologi lingkungan merupakan kajian dari keduanya secara bersamaan. Yang mana bumi yang satu ini harus kita tinggali secara bersamaan. Seperti gambaran pada seorang sosiolog jika kita berkenalan dengan seseorang, dan kemudian orang tersebut memperkenalkan dirinya sebagai sosiolog lingkungan, dan akan terbesit dalam pikiran kita apa yang dilakukan oleh seorang sosiolog dengan lingkungan, sosio;og adalah seseorang yang memperlajari masyarakat, dari lingkup klompok, komunitas, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam konteks pedesaan, perkotaan, perbatasan, pesisir, hutan, perkebunan, tanaman pangan sampai juga industri.

Konseptualisasi Alam Menurut Sosiologi Lingkungan

Ada tiga konsep dalam memandang lingkungan yang kini tengah berkembang dalam sosiologi lingkungan. Tiga konsep ini merupakan hasil induksi Van Koppen terhadap berbagai karya sosiologi lingkungan. Ada pun tiga konsep tersebut yaitu :

Ø  Alam Sebagai Suatu Sumber Daya

Konsep alam sebagai sumberdaya merupakan konsep yang paling banyak mendominasi kajian atau faham sosilogo lingkungan. Dalam konteks ini alam di pandang sebagai alat produksi, barang konsumsi, dan suatu pra-kondisi untuk kesehatan. Atau dengan kata lain merupakan dasat atau basis untuk keberlanjutan kehidupan manusia.

Ø  Alam Sebagai Suatu Yang Arcadian

Pandangan arcadian terhadap hubungan antara manusia dan alam adalah kesetiaan pada penemuan nilai-nilai intrinsik dan pemeliharaan nya berlawanan dengan pandangan imperialis yang menyuarakan "penciptaan suatu dunia instrumental dan eksploitasinya". Worster (1985). Menurut Koppen, terdapat empat tradisi penting dalam pendekatan Arcadian yang berakar pada budaya:

·         Tradisi sipati pada bintang pengalaman emosional bersahabat dengan bintang-bintang paling tinggi

·         Tradisi menikmati keindahan dan kecatikan alam.

·         Tradisi sejarah alam

·         Tradisi keagamaan tentang hidup dan rahasia alam raya.

 

Ø  Alam Sebagai Suatu Konstruksi Sosial

Pendekatan terhadap alam mengenai dekonstruksi melalui demonstrasi bagaimana konsep alam bergantung pada konteks proses sosial. Pendekatan ini mengimplikasikan prosesn refleksi terus menrut, dan pendekatan ini mengkritik bahwa alam adalah sesuatu yang sudah tersedia atau sudah alami, melainkan alam merupakan produk dari kegiatan yang terorganisasi secara sosial.

Tiga Isu Penting Relasi Manusia Dan Alam

Yang timbul sejak beberapa dekade terkahir berkenaan dengan peraktek praktek kehidupan masyarakat dalam berhubungan dengan alam yakni tentang keberlanjutan (sustainability) keadilan lingkungan (environmental justic) serta hak dan kecantikan alam (rights and beauty of nature).

Vikron Fahreza_ PMI 6_ Tugas 2 Sisi Gelap Kehidupan

Nama : Vikron Fahreza

Jurusan : PMI 6

SISI GELAP KEHIDUPAN

Pandangan dunia a La Descartes yang mekanistik sangat berpengaruh pada semua ilmu pengetahuan dan juga pada cara berpikir barat pada umumnya. Metode mereduksi fenomena yang kompleks menjadi balok-balok bangunan dasar dan metode mencari mekanisme yang digunakan untuk berinteraksi dan metode tersebut telah mendarah daging di dalam kebudayaan kita.

            Suatu pandangan dunia yang terpecah-pecah itu juga merupakan sesuatu hal yang tidak sehat bukanlah sesuatu hal yang mengherankan dilihat dari hubungan kata antara ''Health'' (kesehatan dengan whole (keseluruhan)). Pertumbuhan teknologi yang berlebihan telah menciptakan suatu lingkungan dimana kehidupan menjadi tidak sehat baik secara fisik maupun mental. Udara yang tercemar, suara yang mengganggu, kemacetan lalu lintas, bahan pencemar kimia, bahaya radiasi, dan banyak sumber stress fisik maupun psikologis telah menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Bahaya kesehatan bukan hanya akibat dari kemajuan teknologi yang berlebihan.

            Alam sebenarnya baik-baik saja ketika manusia tidak ada ditengah-tengah mereka. Alam sudah memiliki sebuah ekosistem yang sudah demikian hebatnya hasil karya sang maha pencipta gusti Allah nu maha agung. Alam adalah sebuah kekayaan yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Manusia harusnya mengetahui dan mengamalkan bahwa semua yang telah tersedia di alam adalah suatu yang tidak boleh di eksploitasi secara berlebihan tanpa memikirkan ekosistem, akan tetapi kenyataannya banyak manusia-manusia serakah memikirkan kepentingannya saja mengesampingkan pandangan diatas, mereka berfikir alam adalah sebuah kekayaan dan sumber penghasilan bagi kantong pribadi mereka.

            Ketika pola pikir itu sudah tertanam maka bencanalah yang akan terjadi, selain alam yang akan hancur manusia juga akan menemui sebuah permasalahan yang lebih besar, permasalahannya itu ialah, hilangnya dunia yang indah yang penuh dengan segala ekosistem di dalamnya, dan anak cucu mereka akan menikmati buah dari keserakahan yang hanya bersifat sementara, dan keduniawian. Selain itu pula, bahaya-bahaya kesehatan yang dapat kita lihat, dengar, rasakan terdapat pula ancaman-ancaman lain terhadap kesejahteraan kita yang mungkin jauh lebih berbahaya karena dalam skala yang lebih besar, baik alam arti ruang maupun waktu. Teknologi manusia telah banyak mengganggu proses-proses ekologis yang menopang lingkungan alam kita, dan merupakan dasar dari eksistensi kita.

            Sebagai sebuah solusi maka manusia harusnya lebih memperhatikan alam sekitarnya dengan tidak mengeksploitasi secara berlebihan dan tanpa batas, pertumbuhan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dewasa ini, seharusnya menjadi sebuah perkembangan juga bagi sebuah sistem ekologis alam, teknologi yang sangat maju janganlah dijadikan sebagai sebuah killing machine atau mesin pembunuh bagi si alam maupun si manusia itu sendiri seperti judul diatas "sisi gelap pertumbuhan" ada hal-hal gelap (negatif ketika pertumbuhan dan perkembangan itu terjadi akan tetapi setiap sisi gelap itu bisa ditahan laju perkembangannya atau bahkan dihilangkan.)

Fauzia Nurul Khotimah _PMI 6_Tugas 2 Sisi Gelap Kehidupan

Fauzia Nurul Khotimah

1113054000007

" SISI GELAP PERTUMBUHAN "

Suatu pandangan dunia yang terpecah-pecah merupakan sesuatu hal yang tidak mengherankan lagi daerah globalisasi seperti sekarang ini. Beberapa orang mengatakan bahwa dunia seperti sebuah bola yang berputar dan bergerak tiada henti, kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan yang sangat amat begitu pesat setidaknya memberikan sebuah andil yang cukup besar bagi pertumbuhan dan perkembangan umat manusia, sisi gelap pertumbuhan adalah sebuah mekanisme negatif yang terdapat di dalam sebuah pertumbuhan manusia yang notabene berorientasi kepada hal-hal yang positif. Sisi gelap ini adalah sebuah kejadian yang tidak bisa dihentikan apalagi dilewatkan begitu saja. Sebab, seperti sebuah hukum alam dimana terdapat kebaikan maka disitu juga terdapat sebuah keburukan, begitupula sebuah keburukan juga terdapat sebuah kebaikan didalamnya.

Manusia sejatinya sangat menginginkan sebuah perkembngan yang positif dan mengarah kepada sebuah kebaikan. Akan tetapi, pernahkah mereka berfikir bahwa ketika mereka ingin menggapai sebauh kemajuan itu maka ada pihak-pihak lain yang menjadi korban dari tidakan mereka itu, mari kita analogikan seperti masyarakat baduy adalah masyarakat yang hidup ditengah-tengah alam dan mereka berdampingan dengan sangat baik, masyarakat baduy sangat menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang begitu kental di dalamnya. Mereka tidak pernah mengeksploitasi atau memeras kekayaan alam secara berlebihan dan terus menerus, mereka menganggap bahwa alam merupakan sebuah unit kehidupan yang jika inputnya baik maka, outputnya pun akan baik.

Memang jika kita melihat secara kasat mata, masyarakat baduy merupakan masyarakat yang hidup dengan semua hal yang berbau alam, tidak ada teknologi yang canggih, tidak ada perangkat gadget yang mumpuni tidak ada kendaraan yang senyaman dan semewah yang dimiliki oleh orang kota, bila demikian apakah pantas masyarakat baduy dikatakan sebagai masyarakat yang primitif? Jika standar yang dinilai hal-hal yang telah disebutkan diatas tadi maka tentu jawabannya adalah iya,  mari kita bandingkan dengan masyarakat kota yang hidup di tengah-tengah peralatan yang begitu canggih, kesibukan yang begitu menyita waktu, berbagai peralatan gadget yang begitu memobilisasi segala kepentingan dan kebutuhan mereka. Selanjutnya, mari kita perhatikan pola kehidupan mereka dari segi makanan apakah masyarakat kota yang cenderung lebih maju dari masyarakat baduy memakan makanan yang lebih sehat dari masyarakat baduy sepertinya jawabannya adalah tidak, mereka adalah spesies omnivore dan pemakan segalanya mereka banyak memakan racun, memakan dari hasil alam yang sudah terlebih dahulu di eksploitasi secara berlebihan dan dirusak secara tidak manusiawi, lalu dari segi kehidupan bersosialisasi masyarakat modern cenderung memiliki sifat antipasti terhadap sesamanya.

Beda halnya dengan masyarakat baduy yang memiliki sifat empati begitu kuat terhadap sesamanya, gadget yang canggih, kendaraan yang mewah , dan tempat tinggal yang indah dan juga nyaman sudah merubah semua nilai kearifan lokal pada masyarakat modern. Selain itu, sifat serakah dan ingin memperkaya diri telah menjadikan masyarakat modern menjadi sebuah monster yang menakutkan bagi alam disekelilingnya. Bila demikian, manakah yang dapat dikatakan manusia modern dan manusia primitif maka jawabannya tergantung pemahaman kita tentang kata manusiawi.

M.Gustaf Maulana_Penelitian KH Sa'adih Al-Batawi_Metodelogi Penelitian Dakwah_Tugas 2

M.Gustaf Maulana_Penelitian KH Sa'adih Al-Batawi_Metodelogi Penelitian Dakwah_Tugas 2

NAMA : M. GUSTAF MAULANA
NIM : 1112053000003
JURUSAN : MANAJEMEN DAKWAH  

Syeikh K.H. Sa'adih Al-Batawi 
K.H. Sa'adih yang lahir pada 23 Juni 1960 dan besar di tanah Betawi, kembangan utara wilayah Jakarta Barat merupakan seorang ulama kharismatik di mata jama'ah tarekatnya yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Beliau Pimpinan Majelis Dzikir As-Samawat dan pembina Pondok Pesantren Daarul Mughni Al Maliky Al Hasany di Cileungsi, Bogor. Beliau Ulama Ahlusunnah Wal Jamaah yang sangat dekat dengan yatim, fakir miskin, sedikit tidur dan banyak lapar. Harta, tenaga, pikiran dan seluruh waktunya dihabiskan untuk mengajarkan ajaran Rasulullah SAW, tidak hanya melalui ajaran tapi melalui contoh dan perilaku. Dalam berdakwah, beliau masuk ke tepi-tepi laut sampai naik ke ujung bukit dan pegunungan serta merambah ke berbagai pelosok wilayah nusantara. Beliau memberikan layanan pengobatan untuk umum bukan hanya untuk muslim secara cuma-cuma di rumahnya yang dilaksanakan setiap malam Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu, sedangkan malam lainnya beliau gunakan untuk berdakwah. Selain sebagai seorang ahli dakwah, beliau juga mengelola sumberdaya ekonomi berbasis kerakyatan. Di bawah kepemimpinannya yang kharismatik, Majelis Dzikir As-Samawaat mengembangkan sumber ekonomi jamaah melalui BMT, Tambak Ikan, Tambak Udang dan kebun mangga, yang kesemuanya digunakan untuk kepentingan dakwah. 
Dengan pola manajemen dakwah modern, beliau telah jauh memulai pengembangan laboratorium masyarakat melalui desa binaannya sejak tahun 1993. Dengan ketinggian sifat dermawannya dan layanannya kepada masyarakat yang bersifat cuma-cuma, murid-muridnya menyebut beliau sebagai "khadimul ummat". Beliau mengajarkan kepada muridnya Al-Qur'an dan Sunnah sebagai solusi kehidupan, dan menekankan hidup yang istiqomah. Dakwah yang paling awal beliau lakukan untuk mengajak orang kembali ke jalan Allah yaitu dengan pendekatan melalui metode pengobatan, sebagaimana menurut beliau, yang dilakukan Sunan Gunung Jati. Pengobatan  terhadap urusan lahir dan batin yang beliau lakukan setiap malam sejak ba'da 'Isya sampai menjelang subuh dilakukan dengan sabar satu persatu tanpa memungut imbalan apapun dari mereka yang datang berobat. Semua pasien yang setiap malamnya kurang lebih berjumlah 300 sampai 400 orang beliau layani satu persatu dengan pendekatan agama (terapi tasawuf) tanpa membedakan status sosial mereka. Bahkan sering kali beliau mengeluarkan uang untuk dibagikan kepada para pasien, khususnya para dhu'afa ketika batin beliau merasakan itu harus dilakukan. 
Selain itu, dari para jamaah beliau pun banyak yang berpendapat positif dan merasa tenang ketika mendapatkan ceramah dari KH Sa'adih Al-Batawi, berikut beberapa pendapat jamaah tentang KH Sa'adih Al-Batawi:
Ir. H. Heppy Trenggono, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia.  "Tahun 2006 saya pertama kali ketemu dengan Kyai Sa'adih dan saya meminta beliau menjadi guru saya. Ketika kami berangkat haji bersama tahun 2007, di Mina beliau meminta saya untuk sholat di luar tenda dan beliau menangis sambil berkali-kali minta maaf karena telah meminta saya untuk tidak sholat di dalam tenda. Saya bilang, Pak kyai saya sudah ridho Pak Kyai jadi guru saya. Tugas saya adalah mengikuti ucapan guru dan bukan tugas saya untuk berfikir," ungkap Heppy. Maka, lanjut Heppy, ketika kita sudah menyatakan diri telah mengangkat seseorang menjadi guru kita tugas kita adalah sami'na wa atho'na terhadap yang beliau ucapkan. Dengan demikian keberkahan akan datang dan petunjukpun akan diturunkan oleh Allah SWT.
Aziz Barianto, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan "KH Sa'adih merupakan seorang guru, ulama besar, seorang mursyid yang selalu mengajarkan kepada murid-muridnya ketika berdakwah itu tidaklah meminta upah. Beliau sering mengatakan 'jangan jadikan dakwah sebagai profesimu,akan tetapi jadikan profesimu itu sebagai dakwah'. Beliau ulama betawi asli yang lahir di puri kembangan, yang selalu ikhlas dalam berdakwah dimanapun". 


Sent from my iPod

Rabu, 16 Maret 2016

Aulia Ulfa_Pmi 6_Tugas 2_Sisi Gelap Pertumbuhan

Sisi Gelap Pertumbuhan
 
            Pandangan dunia a la Descartes yang mekanistik telah berpengaruh kuat pada semua ilmu kita dan pada cara berpikir Barat pada umumnya. Metode meredykasi fenomena yang kompleks menjadi balok-balok bangunan dasar dan metode mencari mekanisme yang dipakai untuk berinteraksi, dan metode itu telah mendarah daging didalam kebudayaan kita sehingga sering diidentifikasikan dengan metode ilmiah. Pandangan, konsep, atau pikiran yang tidak sesuai dengan metode ilmiah.  Pandangan, konsep, atau pikiran yang tidak sesuai dengan kerangka ilmu klasik tidak akan dibicarakan secara serius dan biasanya dikesampingkan, jika tidak dijadikan cemoohan. Sebagai konsekuensi dari penekanan pada ilmu reduksionis ini kebudayaan  kita telah menjadi sangat terpecah pecah dan telah mengembangkan teknologi, institusi, dan gaya hidup yang benar-benar tidak sehat.
            Bahwa suatu pandangan dunia yang terpecah pecah itu tidak sehat bukanlah sesuatu yang mengherankan jika dilihat dari hubungan antara "health" (kesehatan) dengan "whole" (keseluruhan). Kedua kata tersebut, sebagaimana halnya "hale" (sehat), "heal" (menyembuhkan) dan "holy" (suci) berasal dari kata dasar bahasa inggris Kuno hal, yang berarti masuk akal, keseluruhan dan sehat. Memang, pengalaman perasaan sehat kita melibatkan perasaan integritas fisik, psikologis dan spiritualrasa keseimbangan dalam berbagi komponen organisme dan antara organisme dengan lingkungannya. Pengertian integritas dan keseimbangan ini telah  hilang didalam kebudayaan kita. Pandangan dunia mekanistik yang terpecah pecah, yang telah merembes kemana mana, dan sistem nilai yang sepihak, inderawi dan berorientasi pada yang menjadi dasar dari pandangan dunia ini, telah menyebabkan ketidakseimbangan budaya yang sehat dan telah menimbulkan banyak gejala kesehatan yang tidak baik.
            Pertumbuhan teknologi yang berlebihan telah menciptakan suatu lingkungan dimana kehidupan menjadi tidak sehat baik secara fisik maupun secara mental.udara yang tercemar, suara yang mengganggu, kemacetan lalulintas, bahan pencemar kimia, bahaya radiasi dan banyak sumber stress fisik dan psikologis dan telah menjadi bagian besar bagi kehidupan kita sehari hari hari.
            Selain bahaya kesehatan yang dapat kita lihat, dengar dan cium, terdapat pula ancaman lain terhadap kesejahteraan kita yang mungkin jauh lebih berbahaya karena mempengaruhi kita dalam skala yang lebih besar, baik dalam arti ruang maupun waktu. Teknologi manusia telah mengganggu proses proses ekologis yang menopang lingkungan alam kita dan merupakan dasar dari eksistensi kita. Salah satu ancaman yang paling serius, yang paling diabaikan sama sekali hingga akhir-akhir ini adalah air dan udara oleh sampah kimia beracun.
            Ketika produksi dan konsumsi menjadi semakin cepat, teknologi yang sesuai untuk menghadapi hasil samping yang tidak diinginkan itu belum dikembangkan. Alasan dari kelalaian ini sangat sederhana; sementara produksi barang barang konsumen yang boros itu sangat menguntungkan bagi perusahaan pabrik, perlakuan yang layak dan pendaurulangan bahasa yang tidak menguntungkannya. Selama beberapa decade industri kimia mebuang sampahnya kedalam tanah tanpa pengamanan yang memadai dan pabrik tidak bertanggung jawab ini kini telah mengakibatkan ribuan tempat pembuangan sampah kimia yang berbahaya, "bom waktu beracun" yang mungkin menjadi salah satu ancaman serius.

Aulia Ulfa_Pmi 6_Tugas 1_Antropologi Ekologi


Antropologi Ekologi

Ahli pertama yang mencetuskan lahirnya antropologi ekologi adalah Julian Steward yang berasal dari Amerika Serikat (1955). Ia mengkaji  mengenai saling keterkaitan antara perubahan sosial dengan lingkungan, bahwa sebenarnya perubahan sosial (social change) juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan (fisik, sosial-budaya, binaan). 
Antropologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajarai manusia dengan segala unsur kebudayaannya. Sedangkan ekologi mempelajari mengenai lingkungan hidup. Jadi antropologi ekologi mempelajari bagaimana manusia hidup dengan kebudayaannya yang terwujud dalam bentuk (sistem pengetahuan, pola pikir, tingkah laku, nilai-nilai dalam masyarakat) yang mempengaruhi lingkungan hidup.
Antropologi ekologi adalah :
1.      Mengkaji permasalahan lingkungan dengan menggunakan konsep-konsep antropologi. Karena permasalahan lingkungan selalu dipengaruhi oleh kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat.
2.      Ilmu lingkungan yang dipahami dengan konsep antropologi, pendekatan antropologi, teori antropologi.
Antropologi ekologi mengkaji permasalahan manusia dan lingkungan dengan menggunakan konsep-konsep antropologi, dikarenakan permasalahan lingkungan selalu dipengaruhi oleh kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Jadi antropologi ekologi adalah suatu kajian di dalam ilmu antropologi yang mengkaji khusus tentang ekologi manusia, yaitu manusia, lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat. Jadi, hal-hal yang menjadi pokok kajiannya adalah manusia, lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki masyarakat yang menghasilkan pola pikir dan pola perilaku adaptasi untuk mempertahankan hidup di lingkungannya.
Berdasarkan objek kajian dari antropologi ekologi, maka yang dikatakan dengan pendekatan antropologi ekologi adalah suatu pendekatan atau metode yang digunakan untuk meneliti dan mengkaji korelasi antara manusia, lingkungan serta kebudayaan dalam suatu masyarakat. Pendekatan antropologi ekologi adalah pendekatan yang memfokuskan pendalamannya terhadap ekologi manusia dan kebudayaan.
Antropologi sangat dibutuhkan untuk mengkaji manusia dengan lingkungannya. Ketika ilmu-ilmu lain tidak mampu memecahkan masalah lingkungan seperti ilmu alam yang hanya mengkaji lingkungan fisik dengan wujudnya yang nyata saja, maka disinilah dibutuhkan peranan pendekatan antropologi ekologi untuk memecahkan masalah manusia dengan lingkungannya. Karena hubungan manusia dengan lingkungan tidak bisa dikaji dari aspek fisik saja, namun jauh lebih penting dari itu aspek kebudayaan yang mempengaruhi hubungan manusia dengan lingkungannya itulah yang perlu dikaji.

Cari Blog Ini