Kamis, 26 Maret 2015

tugas2_sosped_hasyimasyari_desa maju dalam segi wisata

nama   :hasyim asy'ari

nim      :11140540000021

jursan :pmi 2


A.    Pendahuluan

Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antarmasyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.

 

Berikut ini adalah pengertian dan definisi desa:

1.      UU No. 5 Tahun 1979

Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat dan hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia

2.      SUTARDJO KARTODIKUSUMO

Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri

3.      SANIYANTI NURMUHARIMAH

Desa merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang emmiliki sistem pemerintahan sendiri

4.      KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

Desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejulah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang Kepala Desa) atau desa merupakan kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan

5.      BAMBANG UTOYO

Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan.

 

Jenis-jenis desa menurut perkembangan masyarakatnya:

1.       Desa tradisional: adalah desa yang terdapat pada daerah terpencil dan terasing. Seluruh kehidupan masyarakatnya termasuk teknologi bercocok tanam, cara pemeliharaan kesehatan, dan dan memasak tergantung pada pemberian alam sekitar. Dengan kata lain, desa ini keseluruhan hidupnya menggantungkan pada alam sekitarnya.

  1. Desa swadaya: adalah desa di mana sebagian besar masyarakat memenuhi keburuhan sendiri. Desa ini umumnya terpencil dan masyarakatnya jarang berhubungan dengan masyarakat luar sehingga proses kemajuannya sangat lamban karena kurang berinteraksi dengan wilayah lain atau bahkan tidak sama sekali.
  2. Desa Swakarya: adalah keadaannya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya. Masyarakatnya sudah mampu menjual kelebihan hail produksi ke daerah lain, selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Interaksi dengan masyarakat luar sudah mulai tampak, walaupun intensitasnya belum terlalu sering.
  3. Desa swasembada: adalah desa yang sudah mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki secara optimal. Hal ini ditandai oleh kemampuan masyarakatnya untuk melakukan tukar-menukar barang dengan wilayah lain (fungsi perdagangan), din kemampuan untuk saling memengaruhi dengan penduduk di wilayah lain. Dan hasil interaksi tersebut, masyarakat dapat menyerap teknologi baru untuk memanfaatkan sumber dayanya sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik.

B.     Kondisi Umum

Desa Ciseeng merupakan salah satu desa di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, dengan luas wilayah 205 Ha, 34-117 mdl diatas permukaan laut dan tinggi curah hujan 2500-5000, yang terbagi dalam 2 dusun, 4 RW, dan 18 RT. Desa ini dibatasi oleh beberapa desa dan juga sungai/kali. Di bagian utara dibatasi oleh Desa Cihowe, sementara di sebelah selatan dibatasi oleh Desa Parigi Mekar. Di sebelah barat Desa Ciseeng dibatasi oleh Desa Cibentang, sementara di sebelah timur dibatasi oleh Desa Bojong Indah.

Jumlah penduduk Desa Ciseeng berjumlah 7.699 jiwa, yaitu 3.931 laki-laki dan 3.768 perempuan, dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 1.981 KK. Mayoritas penduduk beragama Islam, kemudian terdapat pula penduduk beragama Protestan, Katolik, Konghuchu dan Budha.

Dilihat dari sisi mata pencaharian, mayoritas penduduk di desa ini bermata pencaharian dibidang pertanian, yaitu menjadi petani ataupun buruh tani, namun ada juga yang berprofesi menjadi pedagang, pegawai negeri, TNI Polri, pegawai swasta, buruh pabrik, pengrajin, tukang bangunan, penjahit, supir, dan lainnya, serta beberapa lainnya telah pensiun. Tingkat pendidikan penduduk di Ciseeng cukup memprihatinkan, karena mayoritas penduduknya hanya tamat SD dan SMP, bahkan sekitar 328 orang tidak tamat SD, kemudian diikuti dengan penduduk yang tamatan SMA, S1, S3, S2.

Kultur dan adat istiadat di desa ini masih relatif sederhana dan masih kental terhadap prinsip kekeluargaan. Secara umum kondisi sosial politik serta ketentraman dan ketertiban di wilayah desa Ciseeng cukup aman dan terkendali. Dalam hal ini, kehidupan politik warga masyarakat dapat tersalurkan sesuai dengan aspirasinya seiring dengan bergulirnya reformasi dan banyaknya partai politik yang berkembang. Berkaitan dengan masalah keamanan dan ketertiban, dapat disampaikan bahwa pada tahun 2015 situasi dan kondisi desa Ciseeng terbilang aman. Hal ini merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh desa Ciseeng ini.

Kelemahan dari desa Ciseeng ini adalah kondisi lingkungan yang sangat memprihatinkan, pada beberapa sudut desa seperti lahan-lahan kosong terlihat tumpukan-tumpukan sampah yang berserakan hingga ke jalan, ini diakibatkan minimnya tempat pembuangan sampah yang layak di desa tersebut.

Lokasi desa yang cukup strategis dan mudahnya akses untuk sampai ke sana dan usaha tambak lele yang dimiliki oleh beberapa masyarakat desa di sana menjadi suatu peluang yang cukup bagus, terutama dalam meningkatkan kemudahan dalam aktivitas kehidupan keseharian dan kemakmuran hidup masyarakat desa Ciseeng. Ditambah lagi dengan lahirnya UU Desa pada akhir tahun 2014 yang dapat menjadi momentum bagi desa Ciseeng untuk mewujudkan desa yang sejahtera dan mandiri dengan mengelola mengatur anggaran desa, seperti yang terlihat pada desa Ciseeng dimana pembangunan menggunakan anggaran desa mulai dilakukan seperti pembuatan Poskamdes dan sebagainya.

Kurangnya koordinasi dan enggannya masyarakat untuk melakukan perbaikan merupakan salah satu tantangan yang terdapat desa Ciseeng.

 

 

 

 

C.    Kondisi Geografi Dan Demografi

Batas wilayah Desa Ciseeng adalah sebagai berikut:

1.     Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cihowe

2.    Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Bojong Indah Kecamatan Parung

3.     Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Parigi Mekar dan Desa Babakan

4.    Sebelah Barat berbatsan dengan Desa Cibentang

Jarak dari desa ke Ibu Kota Kecamatan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dan ke Ibukota Negara adalah sebagai berikut:

1.     Ibu Kota Kecamatan Ciseeng : 0,3 Km

2.    Ibu Kota Kabupaten Bogor : 22 Km

3.     Ibu Kota Provinsi Jawa Barat : 120 Km

4.    Ibu Kota Negara : 45 Km

        Pemanfaatan lahan/ penggunaan tanah di Desa Ciseeng adalah sebagai berikut:

1.     Perumahan/ pemukiman dan pekarangan : 115 Ha

2.    Sawah : 75 Ha

3.     Jalan : 10 Ha

4.    Tanah/ Bangunan Pendidikan : 0,8 Ha

5.    Tanah/ Bangunan Peribadatan : 0,75 Ha

6.    Pemakaman : 0,6 Ha

7.     Perkantoran : 0,027 Ha

Sedangkan tanah Kas Desa seluas 12,1 Ha, penggunaannya adalah sebagai berikut:

1.     Bangunan Kantor Desa : 0,01 Ha

2.    Bangunan SD/ MI/ SMP : 1,2 Ha

3.     Tanah Makam : 1,6 Ha

4.    Masjid/ Mushalla/ Majelis Taklim : 1,2 Ha

5.    Jalan desa :  10 Ha

 

Struktur Penduduk:

1.        Keadaan Penduduk menurut Jenis Kelamin

Jumlah penduduk Desa Ciseeng sampai akhir bulan Agustus 2014 tercatat sebanyak 7.699 jiwa yang terdiri dari:

a.    Laki laki : 3.931 Jiwa

b.   Perempuan : 3.768 Jiwa

c.    KK : 1.981 KK

 

Tabel 2.1

Jumlah Penduduk berdasarkan Kelompok Usia

No

Kelompok Usia

Jumlah Jiwa

Jumlah

LK

PR

1

0 – 4

361

368

729

2

5 – 9

363

361

724

3

10 – 14

423

370

793

4

15 – 19

389

361

750

5

20 – 24

361

368

729

6

25 – 29

371

341

712

7

30 – 34

353

339

692

8

35 – 39

303

251

554

9

40 – 44

279

276

555

10

45 – 49

231

233

464

11

50 – 54

166

159

325

12

55 – 59

146

141

287

13

60 – 64

76

96

172

14

≥65

119

104

223

Jumlah

3931

3768

7699

 

2.    Keadaan Penduduk menurut Agama

a.       Islam : 6769 orang

b.      Katolik : 9 orang

c.       Protestan : 48 orang

d.      Budha : 4 orang

e.       Konghuchu : 6 orang

3.    Keadaan Penduduk menurut Mata Pencaharian

a.       Petani : 1.856 orang

b.      Pedagang : 1.248 orang

c.       Pegawai Negeri : 48 orang

d.      TNI Polri : 12 orang

e.       Pensiunan/ Purnawirawan : 42 orang

f.        Swasta : 1.314 orang

g.       Buruh Pabrik : 116 orang

h.      Pengrajin : 26 orang

i.         Tukang Bangunan : 84 orang

j.         Penjahit : 26 orang

k.      Tukang Las : 3 orang

l.         Tukang Ojek : 12 orang

m.     Bengkel : 5 orang

n.      Sopir Angkutan : 21 orang

o.       Lain-lain : 2.029 orang

4.     Keadaan Penduduk menurut Tingkat Pendidikan

a.       Tidak tamat SD/ sederajat : 328 orang

b.      Tamat SD/ sederajat : 1.983 orang

c.       Tamat SLTP/ sederajat : 1.724 orang

d.      Tamat SLTA/ sederajat : 716 orang

e.       Tamat Akademi/ sederajat : 21 orang

f.        Tamat Perguruan Tinggi/ S1 : 32 orang

g.       Tamat Perguruan Tinggi/ S2 : 14 orang

h.      Tamat Perguruan Tinggi/ S3 : 15 orang

 

D.    Desa Maju dalam Segi Taman Wisata Pemandian Air Panas Gunung Kapur Ciseeng

Suasana alam dikota Bogor yang terasa begitu sejuk dan menyegarkan, merupakan salah satu daya tarik bagi sebagian kalangan wisatawan untuk berkunjung ke kota tersebut. Sebagai salah satu daerah yang memiliki beberapa keunikan iklim, yakni tingkat curah hujan yang begitu tinggi, serta dikelilingi oleh hamparan perbukitan. Tidak salah bila udara disekitar desa ini, memang terasa begitu dingin. Selain itu, dinginnya udara yang berhembus, sesekali juga terasa begitu menusuk hingga ke bagian dalam kulit.

Berbagai cara untuk mengatasi dinginnya suasanya juga dapat kita lakukan. Mulai dari mengenakan sebuah pakaian hangat ataupun menikmati segelas minuman hangat. Kedua hal tersebut, sepertinya akan menjadi salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengusir udara yang terasa begitu dingin dikota Bogor. Nah, berbicara tentang berbagai hal yang dapat menghangatkan tubuh, dibalik dinginnya suasana alam dikota ini, terdapat beberapa objek wisata menarik berupa beberapa lokasi pemandian air panas yang layak untuk kita kunjungi ketika berwisata dikota Bogor.

Sebagai salah satu suguhan dari berbagai objek wisata andalan, mengunjungi beberapa lokasi objek wisata berupa tempat-tempat pemandian air panas, merupakan salah satu kegiatan menarik yang tidak boleh kita lewatkan ketika berkunjung dan berwisata dikota Bogor. Pasalnya terdapat beberapa lokasi menarik yang dapat kita kunjungi guna menikmati sensasi berendam disebuah kolam air panas. Salah satunya, yakni Taman Wisata Tirta Sanita Bukit Kapur Ciseeng, Bogor.

Objek wisata berupa lokasi pemandian air panas tersebut, terletak di Jalan Cogreg, Desa Ciseeng, Kecamatan Parung, Bogor. Untuk sampai dilokasi objek wisata pemandian tersebut, dapat ditempuh dengan dengan menggunakan sarana transportasi darat dari kota Jakarta, dengan jarak tempuh lebih kurang sekitar 30 kilometer. Bila kondisi lalu lintas tengah sepi dan tidak begitu padat, objek wisata yang juga ramai dan banyak sekali dikunjungi oleh wisatawan tersebut, dapat dicapai dengan waktu tempuh lebih kurang sekitar satu jam.

Pesona pemandangan alam dilokasi Taman Wisata Tirta Sanita Bukit Kapur Ciseeng, menjadi salah satu sajian pertama yang dapat kita nikmati ketika datang dan berkunjung. Hamparan pepohonan hijau dan rindang disekitarnya, berpadu dengan suasana alami layaknya sebuah pedesaan, akan menawarkan sebuah nuansa pemandangan alam yang mampu memanjakan mata wisatawan.

Disamping itu, kita juga dapat menikmati pesona keindahan dari Bukit Kapur Ciseeng, yakni sebuah bukit yang unik dimana sebagian besar permukaannya dipenuhi oleh bebatuan berwarna putih. Terlihat pula beberapa batu besar berwarna putih, juga menjadi salah satu sajian yang menghiasi sebagian permukaan dibeberapa sudut pada areal objek wisata pemandian tersebut. Selain itu, terdapat pula sebuah lintasan kecil berupa tangga dari bebatuan, yang dapat kita gunakan untuk mendaki dan menikmati pesona pemandangan alam dari atas bukit eksotik tersebut.

Dengan latar belakang sebuah pemandangan alam yang indah, maka tidak salah bila berendam pada berbagai kolam penampungan air yang telah disediakan, dapat menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, pada areal pemandian yang dibangun diatas lahan dengan luas lebih kurang sekitar 8 hektar tersebut, juga telah dilengkapi oleh beberapa fasilitas wisata pendukung lainnya.

Hal ini, menjadi salah satu bagian dari berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh objek wisata pemandian air panas Taman Wisata Tirta Sanita. Dimana selain menjadi lokasi pemandian, objek wisata tersebut juga telah menelma menjadi salah satu objek wisata rekreasi yang menawarkan banyak sekali keceriaan.

Dalam sebuah hasil riset yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian, yakni TEMAC Thai Engineering Materials Analysis C. Ltd, menerangkan bahwa terdapat berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan dengan cara berendam didalam kolam yang berisi air belerang tersebut. Diantaranya, yakni dapat membantu mengembalikan kesegaran tubuh kita.

Selain itu, terdapat pula beberapa kandungan lain didalam air belerang, yang juga dipercaya membawa banyak sekali manfaat bagi kesehatan manusia. Dimana kandungan alami tersebut, dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengobati beberapa jenis penyakit kulit, tulang, serta beberapa jenis penyakit lainnya. Nah, mengagumkan bukan?

Untuk menikmati berbagai sensasi serta manfaat dari kandungan air belerang tersebut, terdapat berbagai pilihan tipe kolam penampungan air yang telah disediakan oleh pihak pengelola Taman Wisata Tirta Sanita Bukit Kapur Ciseeng. Diantaranya, yakni beberapa kolam pemandian umum dialam terbuka, serta berbagai kamar pemandian perorangan yang didalamnya juga telah disediakan sebuah bak penampungan air. Mulai dari kamar mandi dengan ukuran standar, hingga kamar mandi VIP.

Sebagai salah satu lokasi yang menawarkan berbagai keceriaan berekreasi, pada kawasan Taman Wisata Tirta Sanita Bukit Kapur Ciseeng, juga telah disediakan sebuah areal Outbound yang telah dilengkapi dengan berbagai jenis wahana permaianan menantang dan menarik untuk dicoba. Diantaranya yakni, sebuah jembatan yang terbuat dari tali, Flying Fox, Balon Air, Kereta Mini, Bom Bom Car, Gokart Mini, serta berbagai wahana lainnya, yang menawarkan banyak sekali keceriaan.

Disamping itu, bagi wisatawan yang ingin menginap dikawasan Taman Wisata Tirta Sanita Bukit Kapur Ciseeng. Pihak pengelola juga telah menyediakan sebuah penginapan yang menawarkan berbagai fasilitas lengkap didalamnya. Terdapat berbagai pilihan kamar dengan berbagai ukuran dan tipe, dapat kita sewa untuk bermalam pada kawasan objek wisata ini.

 

E.     Kesimpulan

Desa Ciseeng merupakan salah satu desa di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Dilihat dari sisi mata pencaharian, mayoritas penduduk di desa ini bermata pencaharian dibidang pertanian, yaitu menjadi petani ataupun buruh tani, namun ada juga yang berprofesi menjadi pedagang, pegawai negeri, TNI Polri, pegawai swasta, buruh pabrik, pengrajin, tukang bangunan, penjahit, supir, dan lainnya, serta beberapa lainnya telah pensiun. Tingkat pendidikan penduduk di Ciseeng cukup memprihatinkan, karena mayoritas penduduknya hanya tamat SD dan SMP, bahkan sekitar 328 orang tidak tamat SD, kemudian diikuti dengan penduduk yang tamatan SMA, S1, S3, S2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini