Minggu, 16 September 2012

A
Ku pada tanggal 18 – juli – 1995 tepatnya hari selasa,aku terlahir ke dunia ini.
Sebagai seorang  bayi yang sehat,aku dilahirkan kedunia ini berkat ayah & ibuku.
Dan aku diberi nama putra akbar alkautsar , nama yang bagus dari kedua orang tuaku untuk ku.
Aku dirawat oleh mereka dengan penuh kasih sayang & cinta , hingga saat ini.
Aku tinggal di Jakarta pusat, tepatnya di tanah abang , jalan penjernihan dalam I .
Rt o2/rw 007. ketika beranjak umur lima tahun,aku di sekolahkan oleh orang tuaku di SDN 07 pagi yang berlokasi di bendungan hilir. Dan disana aku mulai belajar bahasa Indonesia,matematika,ips,ipa,dsb. Aku disana selama 6 tahun dan Alhamdulillah aku selalu naik kelas dan masuk 10 besar,ketika aku lulus sd, aku pun melanjutkan ke smp. Dan aku meneruskan ke SMP N 70 jakarta, dan Alhamdulillah aku selalu naik  kelas, disana aku selama tiga tahun.
s
etelah lulus smp, aku melanjutkan sekolah ku ke pesantren di daerah tangerang.
Nama pesantren nya pesantren modern daarul muttaqien, yang berlokasi di cadas sepatan mauk. di pesantren aku jauh dari orang tuaku, aku sangat merindukan mereka berdua.setiap minggu mereka menjenguk ku, disana aku mendapatkan banyak teman,
Disana aku mendalami agama, disana aku selalu diberi nasihat oleh guru-guru/ustad ku,dan disanalah pula aku belajar hidup mandiri, selama tiga tahun aku disana dipesantren.
Tibalah waktuku untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,orang tuaku ingin aku kuliah seprti layak nya mereka, dan aku pun memilih UIN Syaruf Hidayatullah, dan Alhamdulillah aku diterima  di UIN Syarif Hidayatullah, aku berada di fakultaas ilmu dakwah dan komunikasi atau biasa disebut FIDKOM. Aku mengambil jurusan atau program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
Dan semoga aku menjadi mahasiswa yang sukses dimasa yang akan dating.
 
 
                        Oleh : Putra Akbar Alkautsar
                                    (tugas ke I)

Funfgsionalisme menurut Emile Durkheim

NAMA : IIS SUDIYANTI
KELAS : PMI-3
TUGAS 1 (Fungsi Fungsionalisme menurut Emile Durkheim)

Teori fungsional dan struktural adalah salah satu teori komunikasi yang masuk dalam kelompok teori umum atau general theories (Littlejohn, 1999), ciri utama teori ini adalah adanya kepercayaan pandangan tentang berfungsinya secara nyata struktur yang berada di luar diri pengamat.
Fungsionalisme struktural atau lebih popular dengan 'struktural fungsional' merupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di mana pendekatan fungsionalisme yang diambil  dari ilmu alam khususnya ilmu biologi.
Fungsionalisme struktural atau 'analisa sistem' pada prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, namun yang paling penting adalah konsep fungsi dan konsep struktur. Perkataan fungsi digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, menunjukkan kepada aktivitas dan dinamika manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Dilihat dari tujuan hidup, kegiatan manusia merupakan fungsi dan mempunyai fungsi. Secara kualitatif fungsi dilihat dari segi kegunaan dan manfaatseseorang ,kelompok, organisasi atau asosiasi tertentu.
 

EMILE DURKHEIM

SKETSA BIOGRAFIS EMILE DURKHEIM
Oleh: DEBY NOVIA JURNALISTIK I A
Durkheim lahir di Epinal, Prancis, 15 april 1858. Ia keturunan pendeta yahudi. Ia mendalami pendidikan agama, kesusastraan dan estetika, metodologi ilmiah, dan prinsip moral yang diperlukan untuk menuntun kehidupan social. Ia mengajar filsafat disejumlah sekolah di paris (1882-1887). Ia mendalami psikologi ilmiah yang dirintis Wilhelm Wundt (1887/1993). Durkheim menerbitkan sejumlah buku diantaranya tentang pengalamannya selama di Jerman (R.Jones, 1994). Ia mendapatkan jabatan di Jurusan Filsafat Universitas Bordeaux (1887). Ia menerbitkan tesis doktornya , The Devision of Labor in Society dalam bahasa prancis dan tesisnya tentang Montesquieu dalam bahasa latin (W.Miller, 1993).

Emile Durkheim


Emile Durkheim
Oleh: Fahmi Ali_Jurnalistik 1 A

A.     Pandangan Emile Durkheim terhadap Masyarakat
Masyarakat merupakan kumpulan individu yang menjalankan kehidupan sosial manusia dan eksistensi  keteraturan sosial dalam masyarakat. Keteraturan tersebut dinamakan solideritas sosial yang dimantapkan lewat sosialisasi melalui proses manusia secara kolektif belajar standar aturan-aturan prilaku. Emile Durkheim mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta- fakta sosial, yaitu fakta- fakta yang berisikan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu. Durkheim mengemukakan konsep bebas ( value free ) dengan demikian hasil yang diperoleh besifat objektif. Menurut konsep ini, seorang sosiologi dalam melakukan penelitian terhadap masyarakat perlu melakukan batasan antara yang diteliti dan yang meneliti seperti layaknya ilmu alam. Durkheim melihat masyarakat sebagai sebuah laboratorium raksasa dan para sosiolog adalah ilmuwan yang mengamati dan bereksperimen sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Aturan standar prilaku tersebut merupakan suatu fakta sosial, hanya dapat dilihat melalui konformitas individu kepadanya.  Fakta sosial berada diluar individu bersifat eksternal dan mengendalikan individu.(Pip Jones, 2009; 45). Fakta social juga suatu kenyataan yang memiliki karakteristik khusus yakni mengandung tata cara bertindak berfikir dan merasakan yang berada diluar individu yang ditamankan dengan kekuatan koersif.  Fakta social merupakan cara bertindak, yang memiliki cirri-ciri gejala empiric, yang terukur eksternal, menyebar dan menekan.  Kekuatan koersif merupakan kekuatan untuk menekan individu. (Zainuddin Maliki, 2002; 43).

Sosiologi menurut E Durkheim

BIOGRAFI DAN TEORI SOSIOLOGI  MENURUT EMILE DURKHEIM
Oleh: CORRI PRESTITA ISHAYA JURNALISTIK 1A
Durkheim dilahirkan pada tanggal 15 April 1858 di Ã‰pinal, Perancis. Ia berasal dari keluarga Yahudi Perancis yang saleh - ayah dan kakeknya adalah Rabi. Ketika ia belasan tahun, ia menyangkal silsilah keturunannya. Sejak itu, minat terhadap agama lebih akademis daripada geologis.
Setelah belajar sosiologi selama setahun di Jerman. Pada tahun 1882 sampai 1887  ia pergi ke Bordeaux  yang saat itu baru saja membuka pusat pendidikan guru yang pertama di Perancis dia mengajar filsafat di beberapa sekolah provinsi di sekitar  Paris. Dari posisi ini Durkheim memperbarui sistem sekolah Perancis dan memperkenalkan studi ilmu-ilmu sosial dalam kurikulumnya. Kembali, kecenderungannya untuk mereduksi moralitas dan agama ke dalam fakta sosial semata-mata membuat ia banyak dikritik.

Teori Fungsionalisme Menurut Emile Durkheim

Nama   : A. Munsorif
Kelas   : PMI 3
Teori Fungsionalisme Menurut Emile Durkheim
A.    Biografi Emile Durkheim
Emile Durkheim lahir pada tahun 1858 di Vogezen dalam keluarga Yahudi. Ia mula-mula hendak menjadi rabbi, kemudian karena pengaruh seorang guru wanita Katolik ia cenderung ke  arah bentuk mistik katolisime, tetapi akhirnya ia menjadi penganut agnostisisme.[i]
            Durkheim memiliki kepribadian yang kuat, bahkan otoriter dengan kecenderungan tertentu kea rah dogmatism. Ia hidup sederhana berkerja keras. Ia tidak begitu suka terjun ke dalam kehidupan sosial santai, tetapi ikut serta secara intensif  dalam diskusi-diskusi tentang masalah-masalah sosial politik zamanya.
         

EMILE DURKHEIM


EMILE DURKHEIM
HANA FUTARI JURNALISTIK IA

Emile Durkheim adalah tokoh yang sering disebut sebagai eksemplar dari lahirnya teori fungsionalisme. Ia anak seorang rabi Yahudi yang lahir di Epinal, Perancis timur, tahun 1858. Namun Durkheim tidak mengikuti tradisi orang tuanya untuk menjadi rabi. Ia memilih menjadi Katholik, namun kemudian memilih untuk tidak tahu menahu (agnostic) tentang Katholikisme. Ia lebih menaruh perhatian pada masalah moralitas, terutama moralitas kolektif.
Durkheim terkenal sebagai sosiolog yang brilian dan memiliki latar belakang akademis dalam ilmu sosiologis. Dalam usia 21 tahun ia masuk pendidikan di Ecole Normale Superiure. Dalam waktu singkat ia membaca Renouvier, Neo Kantian yang sangat dipengaruhi pemikiran Saint Simon dan August Comte, dan bahkan melahap karya-karya Comte sendiri. Disertasinya The Divisionof Labor in Society yang diterbitkan tahun 1893 memaparkan konsep-konsep evolusi sejarah moral atau norma-norma tertib social, serta menempatkan krisis moral yang hebat dalam masyarakat modern. Itu sebabnya, disertasi itu menjadi karya klasik dalam tradisi sosiologi.
D

Teori Sosiologi Menurut Émile Durkheim

Teori Menurut Émile Durkheim

Rahmah Putri Awaliah_Jurnalistik I A
 Tak lepas dari ilmu sosiologi pasti ada tokoh yang berpengaruh salah satunya adalah Emile Durkheim yang berpendapat "sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses social". Pria bernama lengkap David Émile Durkheim lahir pada 15 April 1858 dan meninggal 15 November 1917 dikenal sebagai salah satu pencetus sosiologi modern. Yang berkat usahanya Ia berhasil mendirikan fakultas sosiologi pertama di sebuah universitas Eropa pada 1895, dan menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan kepada ilmu sosial, L'Année Sociologiquepada 1896.

Teori Fungsionalisme Menurut Emile Durkheim

Teori Fungsionalisme Menurut Emile Durkheim

Oleh: Rizka Arfheinia (PMI 3)
Tugas ke-1

Fungsionalisme menurut perkembangannya
          Di pertengahan abad, fungsionalisme menjadi teori yang dominan dalam perspektif sosiologi. Teori fungsional menjadi karya Talcott Parsons dan Robert Merton dibawah pengaruh tokoh – tokoh yang telah dibahas diatas. Sebagai ahli teori yang paling mencolok di jamannya, Talcott Parson menimbulkan kontroversi atas pendekatan fungsionalisme yang ia gulirkan. Parson berhasil mempertahankan fungsionalisme hingga lebih dari dua setengah abad sejak ia mempublikasikan The Structure of Social Action pada tahun 1937. Dalam karyanya ini Parson membangun teori sosiologinya melalui "analytical realism", maksudnya adalah teori sosiologi harus menggunakan konsep-konsep tertentu yang memadai dalam melingkupi dunia luar.
        

Agama dalam perspektif E. Durkheim


EMILIE DURKHEIM
Oleh: rahmat agung aditya kpi1E 
[tugas ke 1]

Agama Menurut Pandangan Emile Durkheim 
Agama, secara historis memiliki citra integrafik dari sumber konflik. Dari khazanah ilmu-ilmusosiologi modern, agama ternyata tidak dikaitkan dengan konflik, melainkan lebih kepadaintegrasi.Emile Durkheim sebagai salah seorang Sosiolog abad ke-19, menemukan hakikat agama yang pada fungsinya sebagai sumber dan pembentuk solidaritas mekanis. Ia berpendapat bahwa agamaadalah suatu pranata yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengikat individu menjadi satu-kesatuan melalui pembentukan sistem kepercayaan dan ritus. Melalui simbol-simbol yangsifatnya suci. Agama mengikat orang-orang kedalam berbagai kelompok masyarakat yag terikatsatu kesamaan. 

Emile Durkeim

Emile Durkheim
Oleh: M. Badruzzaman Jurnalistik 1A
Emile Durkheim lahir di Epinal, Prancis, 15 April 1858. Ia keturunan pendeta yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta. Tetapi, ketika berumur 10 tahun ia menolak menjadi pendeta. Ia bukan hanya kecewa pada pendidikan agama, tetapi juga pada pendidikan umumnya dan banyak memberi perhatian pada masalah pada kesusastraan dan estetika. Ia juga mendalami metodologi ilmiah dan prinsip moral yang diperlukan untuk menuntun kehidupan sosial. Ia menolak karir tradisional dalam filsafat dan berupaya mendapatkan pendidikan ilmiah yang dapat disumbangkan untuk pedoman moral masyarakat.
Hasratnya terhadap ilmu makin besar ketika dalam perjalanannya ke Jerman ia berkenalan dengan dengan psikologi ilmiah yang dirintis oleh Wilhelm Wundt. Beberapa tahun sesudah kunjungannya ke Jerman, Durkheim menerbitkan buku diantaranya adalah tentang pengalamannya selama di Jerman, penerbitan bukunya membantu Durkheim mendapatkan jabatandi jurusan filsafat Universitas Bordeaux tahun 1887. Di sinilah Durkheim pertama kali memberikan kuliah ilmu social di Universitas Perancis.

NURUL LATIFAH

NAMA:NURUL LATIFAH
NIM    :1112051000118
KPI D TUGAS 1
Assalamua'laikum wr.wb.
Nama saya Nurul
Latifah,putri kelahiran Bogor 3 Juni 1992,saat ini saya tinggal di daerah Bogor
tepatnya di kecamatan Cileungsi,ds.Limusnunggal,kp.cirumput rw/rt 01/02.Saya adalah
putri ke-6 dari 7 bersaudara yang mana terdiri dari 3 kakak laki-laki,2 kakak
perempuan dan 1 adik perempuan.Ayah saya bernama H.Sulaiman dan ibu saya
bernama Hj.Badriah,ayah saya adalah seorang karyawan swasta dan ibu saya
seorang ibu rumah tangga,keduanya bearasal dari suku sunda.

Puji Indah Lestari KPI 1D TUGAS KE 1

Riwayat Hidup Puji Indah Lestari KPI 1D
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Nama saya Puji Indah Lestari. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Saya lahir di Tangerang, 25 Juni 1994. Ayah saya seorang PNS, dan ibu saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Saya lulusan dari:
1.      SDN Batan Indah
2.      SMPN 1 Kota Tangerang Selatan
3.      SMKN 1 Kota Tangerang Selatan ( Tata Boga, Patisery)

Sosiologi Émile Durkheim

Sosiologi Émile Durkheim

Syarif Hidayatullah Jurnalistik 1A
Pengetahuan adalah sebuah kesan dalam fikiran manusia sebagai hasil pengguanaan pancaindranya, sebuah rangkaiaan kata tersurat dari buku "Sosiologi Suatu Pegantar", bagaikan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, adalah rangkaiaan kata yang biasa kita dengar di lembaran hidup kita, begitu juga dengan sosiologi, yang dalam prakteknya kita sudah dipelajari dari awal kita bernafas. Dari ruang lingkup dasar pondasi terdidik dan terbentuknya suatu kepribadian yang kita miliki, yang kita sebut adalah keluarga, untuk dapat bergabung ke lingkungan yang lebih luas lagi yaitu masyarakat, semua itu adalah bagian dari tahapan-tahapan sosiologi yang kita jalani.

Emile Durkheim

Emile  Durkheim
Isna Rifka Sri Rahayu Jurnalistik 1A
Biografi
            Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Ia keturunan pendeta Yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Pada usia 10 tahun, ia menolak untuk menjadi rabbi, dan karena sebuah pengalaman mistik maka ia beralih keyakinan menganut agama Khatolik. Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena Emile Durkheim kemudian menganut agnostisisme (bersikap apatis terhadap agama). Sejak itu perhatiannya terhadap agama lebih bersifat akademis ketimbang teologis. Ia juga mendalami metodologi ilmiah dan prinsip moral yang diperlukan untuk menuntun kehidupan sosial. Meski ia tertarik pada sosiologi ilmiah tetapi waktu itu belum ada bidang studi sosiologi sehingga antara tahun 1882-1887 ia mengajar filsafat di sejumlah sekolah di Paris.
            Meskipun baru berusia 12 tahun waktu Perancis kalah perang oleh Prusia, pengalaman tersebut sangat mengesankan bagi Durkheim dan menumbuhkan semangat patriotik dalam dirinya. Semangat patriotik tidak dalam arti militer, melainkan kepekaan dan rasa prihatin terhadap dekadensi moral yang melanda Perancis. Pada usia 21 tahun (1879), Durkheim melanjutkan studinya di Paris dan diterima di Ecole Normale Superieur.

Teori fungsionalisme menurut Emile Durkheim

TEORI FUNGSIOANALISME MENURUT EMILE DURKHEIM
Oleh : Nur halimah (PMI 3)
Tugas ke-1
Teori fungsionalisme  adalah suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer. Pemikiran structural fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan, ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup. Sama halnya dengan pendekatan lainnya pendekatan structural fungsional ini juga bertujuan untuk mencapai keteraturan sosial. 
Teori struktural fungsional ini awalnya berangkat dari pemikiran Emile Durkheim, dimana pemikiran Durkheim ini dipengaruhi oleh Auguste Comte dan Herbert Spencer. Comte dengan pemikirannya mengenai analogi organismik kemudian dikembangkan lagi oleh Herbert Spencer dengan membandingkan dan mencari kesamaan antara masyarakat dengan organisme, hingga akhirnya berkembang menjadi apa yang disebut dengan requisite functionalism, dimana ini menjadi panduan bagi analisis substantif Spencer dan penggerak analisis fungsional. Dipengaruhi oleh kedua orang ini, studi Durkheim tertanam kuat terminology organismik tersebut. 

biodata KPI D Fadel M. Anugrah tugas 1

Assalamualaikum Wr.,Wb.

NAMA                 : FADEL MUHAMMAD ANUGRAH
TTL                     : JAKARTA, 23 AGUSTUS 1994 
ALAMAT             : JL. LEUWINANGGUNG RT.01/06 NO.10 CIMANGGIS DEPOK 
ASAL SEKOLAH : MA. DARUNNAJAH ULUJAMI 
UNIVERSITAS     : UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDATATULLAH 
FAKULTAS          : ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI 
JURUSAN           : KOMUNIKASI PENYIAR ISLAM 
KELAS                : KPI 1D

    Saya berminat di KPI karena saya ingin mengembang kan apa yang saya miliki di jurusan ini. dan saya menginginkan cuma satu di dunia ini yaitu membahagiakan orang tua saya, 
kurang lebihnya mohon maaf.... wassalamualaikum Wr.,Wb

Sabtu, 15 September 2012

Resume buku ilmu kependudukan_Fikri Dzulkarnain_PMI5

KATA PENGANTAR
          Buku ini diharapkan bermanfaat terutama bagi para mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah atau mempelajari ilmu kependudukan. Namun mereka yang berminat mengetahui beragam aspek kependudukan atau demografi dapat memulai dengan mempelajari buku ini.
            Struktur buku pengantar ilmu kependudukan ditambahkan satu bab, yaitu "kualitas Hidup, Indeks Mutu Hidup, dan Indeks Pembangunan Manusia". Topik ini dipandang sangat relevan dipelajari sebagai bagian dari ilmu kependudukan.
            Juga, dalam buku ini telah dilakukan berbagai penyempurnaan antara lain dengan penambahan data baru dari berbagai sumber seperti hasil sensus penduduk dan berbagai publikasi data statistik serta contoh atau ilustrasi yang relevan. Pada setiap bab dilakukan perbaikan dan penambahan yang dipandang perlu. Begitu pula telah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap salah cetak dan ketidaklengkapan yang terjadi pada buku ini.

Sosiologi Émile Durkheim

Sosiologi Émile Durkheim

Syarif Hidayatullah Jurnalistik 1A
Pengetahuan adalah sebuah kesan dalam fikiran manusia sebagai hasil pengguanaan pancaindranya, sebuah rangkaiaan kata tersurat dari buku "Sosiologi Suatu Pegantar", bagaikan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, adalah rangkaiaan kata yang biasa kita dengar di lembaran hidup kita, begitu juga dengan sosiologi, yang dalam prakteknya kita sudah dipelajari dari awal kita bernafas. Dari ruang lingkup dasar pondasi terdidik dan terbentuknya suatu kepribadian yang kita miliki, yang kita sebut adalah keluarga, untuk dapat bergabung ke lingkungan yang lebih luas lagi yaitu masyarakat, semua itu adalah bagian dari tahapan-tahapan sosiologi yang kita jalani.

Teori Sosiologi Emil Durkheim

Teori Sosiologi Emil Durkheim
Oleh:
Rista Dwi Septiani Jurnalistik 1A

Emil Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Ia keturunan pendeta Yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Pada umur 10 tahun, ia menolak menjadi pendeta dan sejak saat itu perhatiannya terhadap agama lebih bersifat akademis ketimbang teologis. Kekecewaannya terhadap pendidikan agama dam umum akhirnya membuat perhatiannya lebih banyak ke masalah kesusastraan dan estetika. Meski ia tertarik pada sosiologi ilmiah tapi waktu itu belum ada bidang studi sosiologi, sehingga antara 1882-1887 ia mengajar filsafat di sejumlah sekolah di Paris.

Fungsionalisme menurut Emile Durkheim

Nama   : Nur Fajrina
Kelas   :  PMI 3
NIM    :  1111054000009
Judul    :  Fungsionalisme Menurut Emile Durkheim ( Tugas 1 )

Emile Durkheim merupakan tokoh sosiologi klasik yang secara rinci membahas konsep fungsi dan menggunakannya dalam analisis terhadap berbagai pokok pembahasannya. Menurut Emile Durkheim, pokok pembahasan sosiologi adalah fakta-fakta sosial. Sedangkan yang dimaksud dengan fakta sosial adalah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia untuk bertindak, berfikir, dan berperasaan, yang berada di luar individu, dan mempunyai kekuatan yang memaksa. Di dalam sosiologi fokus Durkheim pada fakta-fakta sosial level makro merupakan salah satu alasan kenapa karyanya memiliki peran sentral dalam perkembangan fungsionalisme struktural yang sama-sama berorientasi makro.

Sosiologi & August Comte oleh Danang Triatmojo (tugas ke-2)

NIM  : 1112051000100 Kelas : KPI 1/D

Apa itu Sosiologi?

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

Fathimah Azzahra KPI 1D

assalamualaikum,
nama saya fatimah azzahra, saya terlahir pada tanggal 9 juni 1993 di salah satu rumah sakit bandung, besar di keluarga bapak syamsudin dan ibu meta kaniadewi. saya terlahir di keluarga besar atau bisa dibilang keluarga banyak anak. saya terlahir di keluarga yang memiliki banyak sodara, oleh karena itu ayah saya membanting tulang begitu keras untuk menafkahin keluarga ini. dulu saya bersekolah dasar di SDIP Baitul Maal, dan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama di pondok pesantren Al Kahfi yang berada di sukabumi lido. karena saya tidak terlalu betah disana, akhirnya saya tidak melanjutkan SMA nya disana. dan bersekolah menengah di MAN 4 jakarta selatan. dan sekarang saya sudah beranjak ke bangku kuliah dan belajar di UIN Syarif hidayatullah. sebelum saya ke uin, setahun sebelum nya saya pernah bersekolah di universitas mercubuana dan pindah dikarenakan biaya disana yang kebilang lumayan mahal dan ingin pindah ke universitas negri.
sejak kecil saya suka sekali menggambar, pengen suatu saat nanti saya bisa membuat butik atau bisa jadi pengusaha baju dari hasil gambaran yang saya buat :) dan pengen sekali bisa membuat orang tua bangga sama saya. dan bisa membantu atau meringankan ayah saya dalam menafkahin keluarga saya. dan suatu saat nanti saya pengen saya dan keluarga besar saya bisa jalan - jalan dan berlibur ke luar negri dan itu semua saya yang ngajak. walaupun hanya sebagian mimpi kecil saya, tapi saya berharap mimpi ini bisa tercapai dan bukan hanya angan- angan saja.. aamiin ya Allah
tidak pernah terfikir oleh saya masuk ke jurusan komunikasi penyiaran islam. karena saya lolos nya di pilihan ke-2 dan tadinya ingin sekali masuk ke jurusan manajemen. tapi saya bersyukur dan dari sinilah saya mulai menetapkan cita - cita saya untuk menjadi seorang sutradara yang terkenal, walaupun hanya seorang komunikasi penyiaran. saya berharap bisa berdakwah melalui media televisi dengan berbagai film yang nanti akan saya buat dan bisa memperbaikin dunia perfilman indonesia. dan berharap bisa sukses dunia dan akhirat!

  FATHIMAH AZZAHRA_KPI1D
( TUGAS KPI 1 )

Biodata Savinatun Naja 112051000120 KPI D TUGAS 1


Assalamualaikum wr. Wb
Nama saya Savinatun Naja saya adalah anak ketiga dari empat bersaudara, kebanyakkan orang memanggil saya dengan sebutan "vina". Asal sekolah saya di Darunnajah Islamic Boarding School, sekolah tersebut merupakan pondok pesantren yang didirikan oleh pemimpin ponpes tersebut. Disana saya belajar tentang agama khususnya dan mempelajari pelajaran umum tentunya. Saya mengambil jurusan IPA pada saat SMA di Darunnajah tersebut.
Sejak kecil saya mempunyai banyak cita-cita diantaranya adalah astronot, saya ingin sekali menjadi astrono karena saya sangat menyukai dengan yang namanya bulan. Dan semakin membesar cita-cita sayapun terus berubah dari astronot, pramugari, arsitek, psikolog, pengusaha, bidan dan lain lain. Dan yang selalu menjadi cita-cita utama saya adalah menjadi seseorang yang sukses dunia dan akhirat yang selalu bisa membanggakan orang tua.

tugas 1 Sosiologi agama/KPI D

Nama : Danang Triatmojo
NIM : 1112051000100
Prodi : KPI
Kelas : 1/D

Nama saya Danang Triatmojo, anak ke-3 dari 3 bersaudara, lahir di tangerang 25 november 1993, 
dari nama nya sudah ketahuan kalau orang jawa, punya kampung di jogja
alamat rumah di jl. kedondong No.45 rt.002/012 ciledug. 
tertarik sama sesuatu yg berhubungan dengan komputer.
lulusan TK. Aisyiyah, tahun 2000
lulusan SD sudimara timur 04, tahun 2006
lulusan SMPN 229 Jakarta, tahun 2009
lulusan SMAN 85 Jakarta, tahun 2012

Teori Fungsionalisme Emile Durkheim

Nama               : Siti Nuraini
Kelas               : PMI 3A
NIM                : 11111054000013
Pelajaran          : Sosiologi Perkotaan
Judul               : Fungsionalisme Menurut Emile Durkheim

            Definisi fungsionalisme structural adalah salah satu paham atau perspektif di dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai salah satu system yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan bagian yang satu tidak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain. (Teori Sosiologi Modern, Bernard Raho, SVD, hal 48). Jadi bisa diartikan bahwa fungsionalisme itu sendiri adalah suatu struktur dimana satu masyarakat bisa saling bergantung dan timbal balik dengan lingkungannya, sehingga jika hal tersebut tidak terjadi maka tidak dapat disebut fungsionalisme structural yang sempurna.
            Secara garis besarnya teori ini mengatakan bahwa segala sesuatu di dalam masyarakat ada fungsinya, termasuk hal-hal seperti kematian, kemiskinan, dan peperangan. Contohnya adalah kemiskinan. Jika semua manusia itu kaya raya maka mereka tidak akan saling membutuhkan dan hal tersebut tidak fungsionalisme. Maka si kaya membutuhkan si miskin dan si miskin membutuhkan si kaya. Itu bagaikan sirkulasi ketergantungan yang akhirnya berfungsi baik sebagaimana dalam artian fungsionalisme structural sehingga Durkheim juga mengatakan perubahan dari masyarakat yang mekanik kepada masyarakat yang semakin organic oleh adanya kemajuan dan pembagian kerja.

Sosiologi, Emile Durkheim

Emile Durkheim (1858 – 1917)
Oleh:
Andre Anang Pratama (Jurnalistik 1 A)
Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis 15 April 1858. Ia keturunan pendeta Yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Tetapi, ketika berumur 10 tahun ia menolak menjadi pendeta. Sejak itu perhatiannya terhadap agama lebih bersifat akademis ketimbang teologis (Mestrovic, 1988).
Ia bukan hanya kecewa terhadap pendidikan agama, tetapi juga pendidikan masalah kesusastraan dan estetika. Ia juga mendalami metodologi ilmiah dan prinsip moral yang diperlukan untuk menuntun kehidupan sosial. Ia menolak karir tradisional dalam filsafat dan berupaya mendapatkan pendidikan ilmiah yang dapat disumbangkan untuk pedoman moral masyarakat.
          

Agama dalam Perspektif Durkheim

Emile Durkheim
 Syifa Maulidina KPI 1E, Tugas 2
Agama, secara historis memiliki citra tersendiri. Dari khazanah ilmu-ilmu sosiologi modern, agama ternyata tidak dikaitkan dengan konflik, melainkan lebih kepada integrasi.
Emile Durkheim sebagai salah seorang Sosiolog abad ke-19, menemukan hakikat agama yang pada fungsinya sebagai sumber dan pembentuk solidaritas mekanis. Ia berpendapat bahwa agama adalah suatu pranata yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengikat individu menjadi satu-kesatuan melalui pembentukan sistem kepercayaan. Agama mengikat orang-orang kedalam berbagai kelompok masyarakat yag terikat satu kesamaan.

BIOGRAFI EMILE DURKHEIM

BIOGRAFI EMILE DURKHEIM
Arie Permana Jurnalistik 1A
Durkheim dilahirkan pada tanggal 15 April 1858 di Épinal, Prancis,  yang terletak di Lorraine. Ia berasal dari keluarga Yahudi Prancis yang saleh - ayah dan kakeknya adalah Rabi. Meskipun keputusannya untuk meniti karir yang lebih cenderung pada bidang intelektualitas secular daripada religius. Hal tersebut menandakan bahwa ia lebih mengutamakan modernitas dibandingkan agama. Kebanyakan dari karyanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi. Namun demikian, latar belakang Yahudinya membentuk sosiologinya - banyak mahasiswa dan rekan kerjanya adalah sesama Yahudi, dan seringkali masih berhubungan darah dengannya.

Emile Durkheim_Agita Surya Pertiwi Jurnalistik 1A

 
  David Émile Durkheim lahir 15 April 1858 dan meninggal 15 November 1917 pada umur 59 tahun. Beliau dikenal sebagai salah satu pencetus sosiologi modern. Ia mendirikan fakultas sosiologi pertama di sebuah universitas Eropa pada 1895, dan menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan kepada ilmu sosial, L'Année Sociologique pada 1896.
          Durkheim dilahirkan di Alsace, Perancis. Ia berasal dari keluarga Yahudi Perancis yang saleh - ayah dan kakeknya adalah Rabi. Hidup Durkheim sendiri sama sekali sekular. Malah kebanyakan dari karyanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi. Namun demikian, latar belakang Yahudinya membentuk sosiologinya - banyak mahasiswa dan rekan kerjanya adalah sesama Yahudi, dan seringkali masih berhubungan darah dengannya.
          Durkheim adalah mahasiswa yang cepat matang. Ia masuk ke Ã‰cole Normale Supérieure pada 1879. Angkatannya adalah salah satu yang paling cemerlang pada abad ke-19 dan banyak teman sekelasnya, seperti Jean Jaures dan Henri Bergson kemudian menjadi tokoh besar dalam kehidupan intelektual Prancis. Di ENS Durkheim belajar di bawah Fustel de Coulanges, seorang pakar ilmu klasik, yang berpandangan ilmiah sosial. Pada saat yang sama, ia membaca karya-karya Auguste Comte dan Herbert Spencer. Jadi, Durkheim tertarik dengan pendekatan ilmiah terhadap masyarakat sejak awal kariernya. Ini adalah konflik pertama dari banyak konflik lainnya dengan sistem akademik Prancis, yang tidak mempunyai kurikulum ilmu sosial pada saat itu. Durkheim merasa ilmu-ilmu kemanusiaan tidak menarik. Ia lulus dengan peringkat kedua terakhir dalam angkatannya ketika ia menempuh ujian agrégation – syarat untuk posisi mengajar dalam pengajaran umum – dalam ilmu filsafat pada 1882.
          Tahun 1890-an adalah masa kreatif Durkheim. Pada 1893 ia menerbitkan "Pembagian Kerja dalam Masyarakat", pernyataan dasariahnya tentang hakikat masyarakat manusia dan perkembangannya. Pada 1895 ia menerbitkan "Aturan-aturan Metode Sosiologis", sebuah manifesto yang menyatakan apakah sosiologi itu dan bagaimana ia harus dilakukan. Ia pun mendirikan Jurusan Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bourdeaux. Pada 1896 ia menerbitkan jurnal L'Année Sociologique untuk menerbitkan dan mempublikasikan tulisan-tulisan dari kelompok yang kian bertambah dari mahasiswa dan rekan. Dan akhirnya, pada 1897, ia menerbitkan "Bunuh Diri", sebuah studi kasus yang memberikan contoh tentang bagaimana bentuk sebuah monograf sosiologi.
          Pada 1902 Durkheim akhirnya mencapai tujuannya untuk memperoleh kedudukan terhormat di Paris ketika ia menjadi profesor di Sorbonne. Karena Universitas-universitas Perancis secara teknis adalah lembaga-lembaga untuk mendidik guru-guru untuk sekolah menengah, posisi ini memberikan Durkheim pengaruh yang cukup besar kuliah-kuliahnya wajib diambil oleh seluruh mahasiswa. Apapun pendapat orang, pada masa setelah Peristiwa Dreyfus, untuk mendapatkan pengangkatan politik, Durkheim memperkuat kekuasaan kelembagaannya pada 1912, ketika ia secara permanen diberikan kursi dan mengubah namanya menjadi kursi pendidikan dan sosiologi. Pada tahun itu pula ia menerbitkan karya besarnya yang terakhir "Bentuk-bentuk Elementer dari kehidupan Keagamaan"
          Perang dunia I mengakibatkan pengaruh yang tragis terhadap hidup Durkheim. Pandangan kiri Durkheim selalu patriotik dan bukan internasionalis ia mengusahakan bentuk kehidupan Prancis yang sekular, rasional. Tetapi datangnya perang dan propaganda nasionalis yang tidak terhindari yang muncul sesudah itu membuatnya sulit untuk mempertahankan posisinya. Sementara Durkheim giat mendukung negaranya dalam perang, rasa enggannya untuk tunduk kepada semangat nasionalis yang sederhana (ditambah dengan latar belakang Yahudinya) membuat ia sasaran yang wajar dari golongan kanan Prancis yang kini berkembang. Yang lebih parah lagi, generasi mahasiswa yang telah dididik Durkheim kini dikenai wajib militer, dan banyak dari mereka yang tewas ketika Prancis bertahan mati-matian. Akhirnya, René, anak laki-laki Durkheim sendiri tewas dalam perang – sebuah pukulan mental yang tidak pernah teratasi oleh Durkheim. Selain sangat terpukul emosinya, Durkheim juga terlalu lelah bekerja, sehingga akhirnya ia terkena serangan lumpuh dan meninggal pada 1917.
  David Ã‰mile Durkheim lahir 15 April 1858 dan meninggal 15 November 1917 pada umur 59 tahun. Beliau dikenal sebagai salah satu pencetus sosiologi modern. Ia mendirikan fakultas sosiologi pertama di sebuah universitas Eropa pada 1895, dan menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan kepada ilmu sosial, L'Année Sociologique pada 1896.
          Durkheim dilahirkan di Alsace, Perancis. Ia berasal dari keluarga Yahudi Perancis yang saleh - ayah dan kakeknya adalah Rabi. Hidup Durkheim sendiri sama sekali sekular. Malah kebanyakan dari karyanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi. Namun demikian, latar belakang Yahudinya membentuk sosiologinya - banyak mahasiswa dan rekan kerjanya adalah sesama Yahudi, dan seringkali masih berhubungan darah dengannya.
          Durkheim adalah mahasiswa yang cepat matang. Ia masuk ke Ã‰cole Normale Supérieure pada 1879. Angkatannya adalah salah satu yang paling cemerlang pada abad ke-19 dan banyak teman sekelasnya, seperti Jean Jaures dan Henri Bergson kemudian menjadi tokoh besar dalam kehidupan intelektual Prancis. Di ENS Durkheim belajar di bawah Fustel de Coulanges, seorang pakar ilmu klasik, yang berpandangan ilmiah sosial. Pada saat yang sama, ia membaca karya-karya Auguste Comte dan Herbert Spencer. Jadi, Durkheim tertarik dengan pendekatan ilmiah terhadap masyarakat sejak awal kariernya. Ini adalah konflik pertama dari banyak konflik lainnya dengan sistem akademik Prancis, yang tidak mempunyai kurikulum ilmu sosial pada saat itu. Durkheim merasa ilmu-ilmu kemanusiaan tidak menarik. Ia lulus dengan peringkat kedua terakhir dalam angkatannya ketika ia menempuh ujian agrégation – syarat untuk posisi mengajar dalam pengajaran umum – dalam ilmu filsafat pada 1882.
          Tahun 1890-an adalah masa kreatif Durkheim. Pada 1893 ia menerbitkan "Pembagian Kerja dalam Masyarakat", pernyataan dasariahnya tentang hakikat masyarakat manusia dan perkembangannya. Pada 1895 ia menerbitkan "Aturan-aturan Metode Sosiologis", sebuah manifesto yang menyatakan apakah sosiologi itu dan bagaimana ia harus dilakukan. Ia pun mendirikan Jurusan Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bourdeaux. Pada 1896 ia menerbitkan jurnal L'Année Sociologique untuk menerbitkan dan mempublikasikan tulisan-tulisan dari kelompok yang kian bertambah dari mahasiswa dan rekan. Dan akhirnya, pada 1897, ia menerbitkan "Bunuh Diri", sebuah studi kasus yang memberikan contoh tentang bagaimana bentuk sebuah monograf sosiologi.
          Pada 1902 Durkheim akhirnya mencapai tujuannya untuk memperoleh kedudukan terhormat di Paris ketika ia menjadi profesor di Sorbonne. Karena Universitas-universitas Perancis secara teknis adalah lembaga-lembaga untuk mendidik guru-guru untuk sekolah menengah, posisi ini memberikan Durkheim pengaruh yang cukup besar kuliah-kuliahnya wajib diambil oleh seluruh mahasiswa. Apapun pendapat orang, pada masa setelah Peristiwa Dreyfus, untuk mendapatkan pengangkatan politik, Durkheim memperkuat kekuasaan kelembagaannya pada 1912, ketika ia secara permanen diberikan kursi dan mengubah namanya menjadi kursi pendidikan dan sosiologi. Pada tahun itu pula ia menerbitkan karya besarnya yang terakhir "Bentuk-bentuk Elementer dari kehidupan Keagamaan"
          Perang dunia I mengakibatkan pengaruh yang tragis terhadap hidup Durkheim. Pandangan kiri Durkheim selalu patriotik dan bukan internasionalis ia mengusahakan bentuk kehidupan Prancis yang sekular, rasional. Tetapi datangnya perang dan propaganda nasionalis yang tidak terhindari yang muncul sesudah itu membuatnya sulit untuk mempertahankan posisinya. Sementara Durkheim giat mendukung negaranya dalam perang, rasa enggannya untuk tunduk kepada semangat nasionalis yang sederhana (ditambah dengan latar belakang Yahudinya) membuat ia sasaran yang wajar dari golongan kanan Prancis yang kini berkembang. Yang lebih parah lagi, generasi mahasiswa yang telah dididik Durkheim kini dikenai wajib militer, dan banyak dari mereka yang tewas ketika Prancis bertahan mati-matian. Akhirnya, René, anak laki-laki Durkheim sendiri tewas dalam perang – sebuah pukulan mental yang tidak pernah teratasi oleh Durkheim. Selain sangat terpukul emosinya, Durkheim juga terlalu lelah bekerja, sehingga akhirnya ia terkena serangan lumpuh dan meninggal pada 1917.
 

Cari Blog Ini