Senin, 18 Maret 2013

Teori Strukturalisme (Pendekatan Institusional)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas2

TEORI STRUKTURALISME (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Secara etimologis struktur berasal dari bahasa latin Structure yang berarti bentuk atau bangunan. Sedangkan kata struktur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; (2) yang disusun dengan pola tertentu; (3) pengaturan unsur-unsur dari suatu benda; (4) ketentuan unsur-unsur dari suatu benda; (5) Ling pengaturan pola dalam bahasa secara sintagmatis[1]. Jadi, struktur merupakan suatu bentuk atau bangunan yang tersusun.

Kebuntuan ilmu ekonomi_NurHandayani_Tugas1

Nama : Nur Handayani, Pengembangan Masyarakat Islam (VI) BAB 7 KEBUNTUAN ILMU EKONOMI

Dalam abad kita tendensi untuk mencontoh konsep dan teori ilmiah menurut fisika a la Newton semacam ini telah menjadi suatu rintangan berat dalam banyak bidang, tetapi barangkali yang paling banyak adalah
ilmu-ilmu social. Ilmu social secara tradisional telah dianggap sebagai yag "terlunak" diantara ilmu-ilmu yang lain, dan ilmuan social telah mencoba dengan sangat keras untuk memperoleh kehormatan dengan
cara mengadopsi paradigm a la Descartes dan metode-metode fisika a la Newton. Namun demikian, kerangka a Ia Descartes seringkali sangat tidak cocok untuk fenomena-fenomena yang mereka telah menjadi semakin realistik.

Teori Struktural (Pendekatan Institusional), Anjar Sukmawati Maurie, Pertemuan 2

Teori Struktural (Pendekatan Institusional)
Tugas Ke-2
Teori struktural memandang bahwa setiap bahasa memiliki strukturnya sendiri (berbeda dengan teori tradisional yang menganggap bahwa semua bahasa mesti berciri seperti bahasa Latin dan Yunani kuno). Teori ini pusat perhatiannya adalah bunyi, maka definisi bahasa, ditinjau dari kacamata teori struktural, adalah ujaran, sedangkan bentuk-bentuk lain selain ujaran, termasuk tulisan, bukanlah bahasa. Sebab itu, teori ini punya jasa besar dalam kajian sistem bunyi bahasa; selain itu, morfologi juga mendapat porsi riset yang besar – sintaksis belum dipelajari secara mendalam oleh strukturalisme, meskipun sudah ada hasilnya bagi bahasa, dalam bahasa Inggris misalnya. .

perspektif teori sosiologi untuk media massa, Anjar Sukmawati Maurie, Pertemuan 1

Nama               :Anjar sukmawati Maurie
Nim                 : 1110051000196
Kelas               : Kpi 6f
Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik) baik itu media elektronik maupun media cetak Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan mempengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagiandari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak massa dengan menggunakan saluran-saluran media massa. Jadi komunikasi massa tidak sama dengan media massa. Media massa hanyalah salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi.

Minggu, 17 Maret 2013

kebuntuan ilmu ekonomi_umu salamah_tugas 1


Nama               : Umu Salamah (1110054000016)
Jurusan            : Pengembangan Masyarakat Islam (PMI VI)

Dalam abad kita tendensi untuk mencontoh konsep dan teori ilmiah menurut fisika a la Newton semacam ini telah menjadi suatu rintangan berat dalam banyak bidang, tetapi barangkali yang paling banyak adalah ilmu-ilmu social. Ilmu social secara tradisional telah dianggap sebagai yag "terlunak" diantara ilmu-ilmu yang lain, dan ilmuan social telah mencoba dengan sangat keras untuk memperoleh kehormatan dengan cara mengadopsi paradigm a la Descartes dan metode-metode fisika a la Newton.
Ilmu ekonomi saat ini ditandai dengan pendekatan reduksionis dan terpecah-pecah yang merupakan symbol bagi kebanyakan ilmu-ilmu social. Para ahli ekonomi biasanya gagal mengetahui bahwa ekonomi hanyalah satu aspek dari suatu keseluruhan susunan ekologis dan social; suatu system hidup yang terdiri dari manusia dalam interaksi yang terus-menerus satu sama lain dan dengan sumber daya alamnya, yang sebagian besar diantaranya berupa organisme hidup. Kesalahan mendasar ilmu-ilmu social adalah membagi-bagi susunan ini menjadi potongan-potongan, yang dianggap mandiri dan dihadapi dalam bidang akademik yang terpisah.

Rabu, 13 Maret 2013

Perspektif teori sosiologi untuk komunikasi massa_QuinnRizky_Peretemuan ke1

Persoalan-persoalan dalam komunikasi sangat erat kaitannya dengan masalah sosiologi, terutama pada
konten media yang banyak menyita perhatian publik (masyarakat). Sehingga tidak
bisa dikatakan bahwa studi-studi sosiologi komunikasi terbatas pada hubungan
antara orang, kelompok, dan masyarakat saja, melainkan ada juga hubungan antara
orang dengan kelompok dan hubungan antara masyarakat dengan media.

Tugas 1, Budhi Baihakki, PMI 4


Teori-Teori Dasar dalam Psikologi Sosial
Ada lima teori dasar dalam psikologi sosial diantaranya adalah :
1.      Teori genetik
2.      Teori belajar
3.      Teori psikoanalisa
4.      Teori kognitif
5.      Teori peranan

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_Nanda Cahaya Febriana_Tugas 1

I. Pendahuluan
Dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini televisi radio dan internet
merupakan suatu alat bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan
sebagai alat kontrol masyarakat terhadap kerja pemerintahan. Televisi,
radio, dan internet merupakan contoh alat komunikasi massa. Apakah itu

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_Tasha Helmi Mahindria_Tugas1


A.      Pendahuluan
Sosiologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, perubahannya[1]. Sedangkan menurut Roucek dan Warren sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antarmanusia dalam kelompok-kelompok[2]. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari sifat, perilaku, serta perubahan yang terjadi pada masyarakat.

Perspektif teori sosiologi untk komunikasi massa_nyi mas ayu galuh sw_pertmuan-1

I.       Pendahuluan.
sosiologi komunikasi massa berkembang sangat pesat dari berbagai aspek mulai dari aspek sosial maupun yang lainya. Komunikassi massa adalah studi ilmiah tentang media massa beserta pesan yang dihasilkan, pembaca dan pendengar bahkan penonton yang akan diraihnya, dan efeknya terhadap mereka, komunikasi massa merupakan disiplin kajian ilmu sosial yang relatif mudah jika di bandingkan dengan ilmu psikologi, ilmu politik dan ilmu ekonomi.

Senin, 11 Maret 2013

Teori Dasar Psikologi Sosial

Nama               : Muhammad Farid
Nim                 : 1111054000003
[komentar saya (dosen) tulisan ini kurang benar karena ditulis asal jadi, tidak ada daftar pustaka, dan tidak cukup]
Dasar-dasarb teori psikologi social :

1.      1. Teori Genetik
Teori ini menekankan kualitas pembawaan sejak lahir atas tingkah laku social, Dasar asumsi: komponen dari tingkah lakusosial dihubungkan atau mempunyai akar pada penyebab genetik yang tidak dipelajari.

2.      2. Teori Belajar
Teori belajar lebih menekankan padaperanan situasi dan lingkungan sebagaisumber penyebab tingkah laku. Teori ini menganalisa tingkah laku sosialdalam istilah ³asosiasi yang dipelajari´antara stimulus dan respon.

TEORI-TEORI DASAR DALAM PSIKOLOGI SOSIAL_Nur Halimah


Hogg (1992) mengemukakan bahwa ada dua macam psikologi  sosial. Yang pertama adalah yang berorientai pada psikologi, sedangakan yang kedua adalah yang berorientasi  pada sosiologi.
1.    Psikolog sosial yang berorientasi pada psikologi, yakni lebih mementingkan individu. Proses di dalam kelompok merupakan kelanjutan dari proses individu, prilaku kelompok merupakan kelangsungan dari perilaku individu. Tipe psikolog ini dinamakan psikolog tipe reduksi, karena mereka mempelajari perilaku individu sampai ke elemen yang sekecil-kecilnya dan beranggapan bahwa prilaku kelompok dapat diterangkan dari elemen-elemen kecil tersebut.

perspektif teori sosiologi untuk komunikasi massa_Susi Aryani_pertemuan ke-1

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa
       I.            PENDAHULUAN
            Kata sosiologi berasal dari kata sofie,  yaitu bercocok tanam, berkembang menjadi socius, dalam bahasa latin yang berarti hewan, kawan. Dan berkembang lagi menjadi sosial yang berarti berteman, bersama, berserikat[1]. Menurut Hassan Shadily (1993) sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkah laku, serta kesiannya.  
           

Teori dasar dalam sosiologi sosial.

M.IRHAMNI
Pengembangan Masyarakat Islam 4
Istilah sosiologi muncul pertama kali pada tahun 1839 pada keterangan sebuah paragraf dalam et telah menggunakan nama tersebut untuk menyebut apa yang sekarang dianggap sebagai demografi.
Oleh karena hal tersebut dengan terpaksa Comte mengurungkan niat untuk memberi nama "ilmu pengetahuannya" tersebut dengan fisika sosial, sebagai gantinya Comte menyebutnya sebagai "sosiologi", yang dibentuk dari bahasa Latin socius (masyarakat) dan bahasa Yunani logos (ilmu). 

Teori Dasar Psikologi Sosial _Siti Nuraini _1

Kata psikologi itu mengandung kata psyche, yang dalam bahasa Yunani berarti "jiwa" , dan kata logos yang dapat diterjemahkan dengan kata "ilmu" , sehingga istilah "ilmu jiwa" itu merupakan terjemahan belaka dari istilah "psikologi".
Ilmu jiwa itu merupakan istilah bahasa Indonesia sehari – hari dan yang dikenal tiap – tiap orang, sehingga digunakan dalam arti yang luas dan lazim dipahami orang. Sedangkan kata psikologi merupakan suatu istilah ilmu pengetahuan suatu istilah yang scientific, sehingga digunakan untuk menunjukkan kepada pengetahuan ilmu jiwa yang bercorak ilmiah. Psikologi sosial yang menguraikan tentang kegiatan – kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi – situasi sosial, seperti situasi kelompok, situasi massa, dan seterusnya.

Teori-teori Dasar dalam Psikologi Sosial Rizka Arfeinia P_1


Adapun teori-teori dasar Psikologi Sosial diantaranya:

1.      Teori Genetik adalah perwujudan dari insting agresi yang dibawa sejak lahir dan berasal dari kebutuhan untuk melindungi diri.
2.      Teori Belajar ialah lebih menekankan pada peranan situasi dan lingkungan sebagai sumber penyebab tingkah laku. 
3.      Teori Kognitif adalah mempelajari proses kognitif dan bgaimana orang-orang membentuk kesan atas orang lain. 
4.     Teori Psikoanalisa qdalah menekankan bahwa orang bergerak melewati suatu tahapan (stage)yang pasti selama tahun-tahun awal perkembangan yg berhubungan dengan sumber-  sumber kesenangan seksual (sexual pleasure).
5.      Teori Peran adalah menjelaskan bagaimana proses terbentuknya role expectationssehingga begitu besar pengaruhnya.

Teori-teori Dasar Psikologi Sosial


Minggu, 10 Maret 2013

Teori-teori Dasar Psikologi Sosial Syifa Thoyyibah

1.      Teori Genetik.
2.      Teori Belajar.
3.      Teori Kognitif.
4.      Teori Psikoanalisa.
5.      Teori Peran.
1)      Teori Genetik
Menurut Konrad Lorenz Teori Genetik adalah tingkah laku agresi adalah perwujudan dari insting agresi yang dibawa sejak lahir dan berasal dari kebutuhan untuk melindungi diri. Menurut Douglas banyak sifat tingkah laku spesifik dapat dijelaskan dalam istilah insting. Misalnya: apabila seorang ibu melindungi anaknya maka disebut "insting orangtua", untuk orang-orang yang berinteraksi degan orang lain disebut sebagai "insting berkumpul".
Jadi, Pendekatan Teori Genetik lebih menekankan kepada individu dengan konsep perwujudan genetik dan instink. Dan teori yang dihasilkan adalah sosiobiologi dan mempunyai pengaruh sedikit terhadap individu nya.

Trs: Teori-Teori Dasar dalam Psikologi Sosial_Nur Fajrina


  1. Teori Genetik
Teori ini menekankan pada kualitas pembawaan sejak lahir atas tingkah laku sosial. Dasar asumsi ini merupakan komponen dari tingkah laku sosial yang dihubungkan atau mempunyai akar pada penyebab genetik yang tidak dipelajari. Menurut Konrad Lorenz (1966) tingkah laku agresi adalah perwujudan dari insting agresi yang dibawa sejak lahir dan berasal dari kebutuhan untuk melindungi diri. Sedangkan menurut Douglas (1966) banyak sifat tingkah laku spesifik dpt dijelaskan dalam istilah insting. Misalnya : Ibu melindungi anaknya maka dia menjelaskan tingkah laku tersebut sebagai parental insting.


Teori-Teori Dasar dalam Psikologi Sosial

Teori-Teori Dasar dalam Psikologi Sosial
  1. Teori Genetik
Teori ini menekankan pada kualitas pembawaan sejak lahir atas tingkah laku sosial. Dasar asumsi ini merupakan komponen dari tingkah laku sosial yang dihubungkan atau mempunyai akar pada penyebab genetik yang tidak dipelajari. Menurut Konrad Lorenz (1966) tingkah laku agresi adalah perwujudan dari insting agresi yang dibawa sejak lahir dan berasal dari kebutuhan untuk melindungi diri. Sedangkan menurut Douglas (1966) banyak sifat tingkah laku spesifik dpt dijelaskan dalam istilah insting. Misalnya : Ibu melindungi anaknya maka dia menjelaskan tingkah laku tersebut sebagai parental insting.

Rabu, 06 Maret 2013

STRUKTUR SILABUS SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA


I. Pendahuluan
Komunikasi Massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak dengan menggunakan beragam salurannya. Agar proses komunikasi itu bisa mengenai sasarannya dengan tepat, maka pemahaman secara sosiologis diperlukan. Oleh karena itu, pada mata kuliah Sosiologi Komunikasi Massa (SosKomMas) ini, aspek-aspek sosiologi (baik teoritis maupun praksis) dimunculkan dengan forsi lebih besar.

II. Metode Perkuliahan
Kuliah SosKomMas menggunakan metode perkuliahan sebagai berikut:
A. Tatap muka di kelas
B.  Penugasan, di mana setiap mahasiswa WAJIB membuat tugas INDIVIDU dan mengupload tugasnya ke Blog ini sesuai dengan petunjuk di kelas.
C. Observasi lapangan dan menuliskan laporannya;
D. Tes tertulis

III. Sistem Penilaian
Sistem Penilaian merupakan akumulasi dari: (1) Tugas harian dan kehadiran; (2) Tugas UTS dan UAS; dan (3) Hasil Tes tulis.

IV. Tema-tema Perkuliahan pada setiap pertemuan
1. Kontrak Belajar, Penjelasan Sistem Perkuliahan.
2. Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa
3. Teori Strukturalis  (Pendekatan Institusional)
4. Teori Idealis (Pendekatan Isi / konten)
5. Teori Kritis  (Pendekatan Konteks Kepentingan)
6. UTS
7. Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial
8. Media Cetak dan Media Konvensional (Struktur, Sistem, dan Dampak)
9. Media Elektronik dan Media Online (Struktur, Sistem, dan Dampak)
10. Media Sosial (social media), dll. (Struktur, Sistem, dan Dampak)
11. Globalisasi dan Realitas Media
12. Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa
13. UAS

V. Sistematika Penulisan Tugas (Mingguan, semesteran, dll)
I. Pendahuluan
II. Metode Studi (Pustaka atau Lapangan, atau gabungan keduanya)
III. Analisis atau Hasil Studi






Rabu, 20 Februari 2013

Mata Kuliah

Kepada para mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi,
Semester ini saya akan memberikan mata kuliah:
1. Ekologi Manusia;
2. Psikologi Sosial;
3. Sosiologi Komunikasi Massa.



Silabus dan sebagainya akan diberikan pada perkuliahan pertama.



Salam
Tantan

Rabu, 09 Januari 2013

Jurnal: Teologi Agraria


Pendahuluan:Mempertemukan Dua Konsep
Dalam pemahaman tradisional konsep ―teologi‖ dipahami sebagai ilmu yang membahastentang Tuhan dan sifat-sifatnya melalui logika agama-agama formal. Sedangkan ―agraria‖diartikan sebagai sumberdaya tanah. Pemahaman yang tidak salahitu, saat ini kemudiandiselaraskan dengan konteksdan kebutuhan kekinian. Di
mana istilah ―teologi‖ kemudian dimaknai sebagaipemahaman akan fakta Tuhandalam “lebenswelt” (duniakehidupan) manusia, bukanmodel refleksi teologis yangsecara formal ada dalampemahaman dan keyakinanagama-agama besar saat ini. Sebelum lebih jauh memasuki penjelasan mengenai ―teologi‖dan ―agraria‖, pertama -tamaakan dijelaskan dulu kontekssosial yang menyebabkankonsep ini lahir.

Selengkapnya lihat di

http://www.academia.edu/2243596/TEOLOGI_AGRARIA

Minggu, 23 Desember 2012

yasir arafat _ jurnalistik 1B_teori konflik dan pertentangan dalam masyarakat_laporan ke 6

KONFLIK SOSIAL DAN PERTENTANGAN DALAM MASYARAKAT PERSAINGAN DALAM BERUSAHA : WARUNG MAKAN
YASIR ARAFAT (NIM 1112051100049)
JURNALISTIK 1 B
I.                   Latar Belakang
Di Indonesia banyak sekali terdapat warteg (warung tegal) yang sudah sangat familiar dikenal oleh masyarakat Indonesia. khususnya masyarakat menengah ke bawah yang datang ke warteg untuk memenuhi kebutuhan jasmani nya. dalam memenuhi kebutuhan  jasmani nya yaiut dengan cara datang langsung ke warteg yang di inginkan lalu memesan makanan nya dan memilih laukpauk nya maka langsung di sediakan oleh para pelayan nya. Keberadaaan warteg itu memang menjadi sangatlah penting bagi kalangan masayarakat menengah ke bewah. Kehadirannya (keberadaan nya) dirasa sangatlah bermanfaat sekali dalam memenuhi hasrat akan kebutuhan jasmani masyarakat yang menggemarinya.
Dari sekian banyak warteg yang ada di Indonesia, salah satu warteg yang sudah    tidak asing lagi bagi para pengunjungnya yang kebanyakan adalah para pelajar (santri) yaitu warteg. BAROKAH tapi anak-anak lebih mangenal nya dengan sebutan warteg Mas pri. karna pemilik warteg tersebut bernama mas oleh karna itu dia melihat peluang bisnis yang terbuka untuk mengambil banyak keuntungan dalam bisnis ini melihat tempat nya yang sangat strategis dekat dengan sekolahan jika bel istirahat sudah berbunyi maka dimulailah kesibukan mas pri dan istri nya untuk melayani para pembeli yang kebanyakan anak-anak sekolahan.
II.                Pertanyaan Pokok Penelitian
WARTEG MAS PRIYONO
  1. Apa yang menyababkan mas pri berani mebuka usaha warteg ini ?
Yang membuat saya berani untuk membuka usaha warung makan ini adalah karna dorongan dari keluarga untuk mengangkat ekonomi keluarga agar menjadi lebih baik dan agar bisa untuk menambah penghasilan sehari-hari saya.
 
  1. Bagaiman prospek nya setelah dua tahun anda membuka wateg ini ?
Ya allhamdulilah seperti jawaban yang pertama tadi kalau warteg ini cukup di minati sama anak-anak sekolah ya cukuplah untuk menambah penghasilan saya sehari-hari untuk menghidupi anak dan istri saya dirumah dan alhamdulillah nya lagi saya bisa ngotrak di kontrakan yang sedikit lebih bagus.
            WARTEG IBU IRA (bunda)
1.      Apa yang membuat ibu berani untuk membuka warung makan dekat dengan warung makan lainnya ? Apakah ibu tidak takut menjadi pesaingnya dalam usaha ini ?
Ya saya melihatnya dari potensi pelanggannya ya seperti anak sekolah guru-gurunya itu. tempat ini sangat berpotensi sekali untuk membuka usaha warung makan ini maka dari situlah saya memberanikan diri saya untuk membuka warung makan di sini dan berdekatan dengan warung makan lainnnya. Bicara soal persaingan bisnis ya kalau itu sih sudah pasti saya akan menjadi pesaing baru bagi para penjual yang sudah lebih dulu berjualan disini ya kita di sini sama-sama mencer nafkah saya mohon untuk para pedagang semuanya  mengerti akan hal itu yang penting bersaing secara baiklah dan kami semua Alhamdulillah sudah menganggap para pedagang di sini sudah seperti saudara karna itensitas kami yang sering bertemu dan saling bertegur sapa.
2.      Bagaiman dengan pendapatan yang akan di hasilkan ?
Semuanya juga sudah pada tau kalau itu berbalik kepada ya di atas aja allah SWT. Rezeki itu sudah ada yang mengatur pelanggan rmai atau pelanggan sepi iu sudah menjadi barang yang biasa bagi kkami di sini sebagai seorang pedagang dan kami sudah memaklumi akan hal itu.
III.             Metode Penelitian
Dalam penelitian yang ke 2  ini, saya menggunakan metode kualitatif. Berbincang ngobrol dengan pemilik werteg karna mengingat jangka waktu yang pendek maka metode inilah yang menurut saya paling cocok untuk penelitian seperti ini.
Waktu : Minggu, 19 Desember 2012 Pkl. 14.00 – 17.00 WIB
Lokasi : MA. Attaqwa pusat Ujung harapan, bahagia, bekasi
 
Landasan penilitian Kualitatif
 Landasan birfikir dalam penelitian kualitatif adalah max webber (1997) yang menyatakan bahwa pokok penelitian sosiologi bukanlah gejala-gejala sosial. Teapi pada makna-makna yang terdapat pada tindakan-tindakan perorangan yang mendorong terwujudnya tindakan tersebut unutk itu metode yang utama unutuk sosiologi max weber adalah verstehen atau pemahan (jadi bukan erklaren atau enjelasan). Agar dapat memahami maknayang ada dalam gejala social.maka peneliti haru bisa berperan sebaga pelaku yang di telitinya dan harus dapat memahami  pelaku yang di telitinya agar dapat mencapai tingkat pemahaman yang sempurna mengenai makna-makna yang terwujud dalam gejala-gejala social yang di amatinya di telitinya.
IV.             Gambaran Subyek
Mas pri, adalah pemilik warung makan tersebut. dan bertugas untuk mengawasi dan melayani pembeli bersama sang istri pekerjaannya setiap harinya dengan tujuan mendapatkan hasil kerja yang baik dan ketercapaian target yang diinginkan. Beliau adalah orang yang bertanggung jawab atas kinerjanya sendiri dan orang yang konsisten dengan apa yang dilakukan atau di kerjakan nya.
Bunda panggilan anak-anak unutuk warung makan ibu ira beliau adalh pemilik warung makan tersebut dia sering berjaga di warung tersebut terkadang berjaga dengan suaminya dia membuka warung makan di sini untuk menambah pengasilan keluarga unutuk kebutuhan sehari-hari dia merasa tidak bisa hana dari penghasilansang suami yang bekerja di sebuah toko peralatan pembuatan besi dia mempunyai 2 orang anak, kehidupan yang sederhana akan selalu dijalaninya dengan senang hati.
V.                Analisis
Warung makan ini bekerja sama dengan pihak sekolahan untuk bisa berjualan di sekolah tersebut agar bisa bekerja dengan aman dan nyaman yang membuat para menarik para pembeli agar mau makan di warung makan nya. 
Dari penelitian yang saya lakukan, jam buka warung makan tersebut yaitu buka dari hari senin -  sabtu mulai dari jam 07.30 – 21.00 wib dan sang pemilik meberikan tips dalam berusaha yaitu :    
 
 
TIPS DALAM BERUSAHA
Dalam menjalankan usaha warteg(warung makan), maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang menunjang keberhasilan usaha, antara lain :
    • Lokasi usaha
    • Makanan yang ditawarkan
    • Harga jual
    • Kontinuitas bahan baku
    • Tenaga kerja
 
 
VI.             Daftar Pustaka
Bapak Supriyanto (Mas pri), pemilik warung makan
Ibu Ira (Bunda), Pemilik warung makan  

Cari Blog Ini