Kamis, 11 April 2013

PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA A.SAIFUL MU'MININ Tugas1

PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA
A.   SAIFUL MU'MININ (109051000166)
PERTEMUAN KE 1
KOMUNIKASI DN PENYIARAN ISLAM
PENDAHULUAN
Seorang awam yang untuk pertama kali mempelajari sosiologi, sesunggunhya secara tidak sadar telah mengetahui secara sedikit tentang sosiologi. Selama hidupnya dia telah menjadi anggota masyarakat dan sudah mempunyai pengalaman pengalaman dalam hubungan sosial atau hubungan antarmanusia.
Sosiologi merupakan suatu ilmu yang masih muda walau telah mengalami perkembangan yang cukup lama sejak manusia mengenal kebudayaan dan peradaban, masyarakat manusia sebagai proses pergulan hidup telah menarik perhatian.

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_fadhlih arif(109051000157)_pertemuan ke 1

PENDAHULUAN

Pengertian Komunikasi dan Komunikasi Massa
Setiap masyarakat membutuhkan sarana dan tata cara dalam berkomunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan berinteraksi yang bersifat antarpribadi, dipenuhi melalui kegiatan komunikasi interpersonal atau antarpribadi. Sedangkan kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak, dipenuhi melalui aktivitas komunikasi massa.


TEORI STRUKTURALIS_FADHLIH ARIF(109051000157)_TUGAS KE 2


Teori Strukturalis

Pendahuluan

Strukturalisme adalah faham atau pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudyaan memiliki suatu struktur yang sama dan tetap. Strukturalisme juga adalah sebuah pembedaan secara tajam mengenai masyarakat dan ilmu kemanusiaan dari tahun 1950 hingga 1970, khususnya terjadi di Perancis. Strukturalisme berasal dari bahasa Inggris, structuralism; latin struere (membangung), structura berarti bentuk bangunan.Trend metodologis yang menyetapkan riset sebagai tugas menyingkapkan struktur objek-objek ini dikembangkan olerh para ahli humaniora. Struktualisme berkembang pada abad 20, muncul sebagai reaksi terhadap evolusionisme positivis dengan menggunakan metode-metode riset struktural yang dihasilkan oleh matematika, fisika dan ilmu-ilmu lain

TEORI IDEALIS_FADHLIH ARIF_ TUGAS3

NAMA: FADHLIH ARIF

NIM : 109051000157

PENDAHULUAN
Teori Idealis Teori Idealis atau dalam bahasa latinya Idealis Utopian/Liberalis Utopian memiliki dasar-dasar legalistic dan moralistic, hal ini dikarenakan paham yang mereka kemukakan mengenai Manusia itu cinta damai. Pasca perang tepatnya tahun 1920-an, teori idealis berpendapat mengenai Peperangan yang stilah ini pertama kali digunakan secara filosofis oleh Leibniz pada mula awal abad ke- 18. Leibniz memakai dan menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, secara bertolak belakang dengan materialisme Epikuros. Idealisme ini merupakan kunci masuk ke hakikat realitas.

TEORI KRITIS_FADHLIH ARIF(109051000157)_TUGAS KE4

PENDAHULUAN

Teori kritis adalah sebuh pemahaman teoritis yang elektik dan data sumber pemikirannya itu biasanya di ambil dari pemikiran-pemikiran yang sebelunya,untuk disatukan dengan teoritis yang sama, dan teori kritis itu lebih mengkritisi dan mencari suatu kelehan dari suatu teori satu dengan yang lain yang kemudian di formulasikan dengan tujuan supaya menjadi teori yang kuat


teori idealis_meta yunita kusuma_tugas 3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)_TUGAS 3
NAMA: Meta Yunita Kusuma
KPI 6 G
109051000152
1.      Pendahuluan
Teori idealis merupakan nilai yang di yakini bisa membuat perubahan. Dalam  teori ini orang-orang berpaham idealis percaya dengan membangun suatu keyakinan akan membuat dia berubah menjadi orang yang sukses. Pendekatan idealistis dalam pandangan Whitehead yang menyatakan bahwa "ide umum selalu mengancam tatanan yang ada.", lalu Whitehead mencoba mendukung tesisnya itu dengan meneliti ide kebebasan dan menunjukkan bagaimana ide itu secara historis telah dipaksa untuk berubah. Dan tidak semua ide sama efektifnya misalnya saja ide paling efektif adalah ide etika masyarakat. Ide ini dirumuskan secara sadar, berperan sebagai kekuatan pendorong yang mempengaruhi perubahan dari suatu keadaan sosial ke keadaan sosial lain.[1]

TEORI KRITIS_Meta Yunita Kusuma_tugas 4

TEORI KRITIS_TUGAS 4 SOSKOMAS
Nama   : Meta Yunita Kusuma
KPI 6 G
109051000152

1.      Pendahuluan
Teori Kritis merupakan salah suatu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hegel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain.[1] Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoretis yang sama, yakni semangat untuk melakukan emansipasi.

TEORI STRUKTURALIS_Meta Yunita Kusuma_tugas 2

TEORI STRUKTURALIS (PENDEKATAN INSTITUSiONAL) TUGAS 2
Nama : Meta Yunita Kusuma
KPI 6 G
109051000152

A. PENDAHULUAN
Teori Strukturalisme termasuk teori Sosiologi Modern dan juga Post Modern, karena dalam perkembangannya, teori ini terus dikembangkan dan menjadi teori Post Strukturalisme. Walaupun teori ini jelas memusatkan perhatiannya pada struktur, tetapi tidak sepenuhnya sama dengan struktur yang menjadi sasaran perhatian teoritisi Fungsionalisme Struktural. Perbedaanya pada tekanannya, yaitu Fungsionalisme Struktural memusatkan perhatiannya pada struktur sosial, sedangkan Teori Strukturalisme memusatkan pada struktur linguistik (Ritzer, 2004 : 603).

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_Meta Yunita Kusuma_tugas 1

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_ Tugas 1

Nama   : Meta Yunita Kusuma
Kelas   : KPI 6 F
Nim     : 109051000152

1.      Pendahuluan
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari institusi. Oleh sebab itu institusi sosial utama adalah masyarakat.[1] Secara teori, pada satu sisi, konsep komuikasi massa mengandung pengertian sebagai suatu proses dimana institusi media massa memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas, namun pada sisi lain, komunikasi massa merupakan proses dimana pesan tersebut dicari, digunakan, dan di konsumsi oleh audience.[2]

Budhi Baihakki, PMI4, Tugas ke 4 Psikologi Sosial

Budhi Baihakki (1111054000010)
Pengembangan Masyarakat Islam 4
Tugas ke 4
Psikologi Sosial
Kepemimpinan Sosial
Menurut arti secara harfiah, pimpin berarti bimbing. Memimpin berarti membimbing atau menuntun. Pemimpin merupakan orang yang memimpin ataupun seorang yang menggunakan wewenang serta mengarahkan bawahannya guna mengerjakan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi. Lalu kepemimpinan itu sendiri memiliki beberapa definisi, dan definisi kepemimpinan itu di antaranya adalah:

Rabu, 10 April 2013

KEPEMIMPINAN_ IIS SUDIYANTI_Tugas

Tugas 4_"KEPEMIMPINAN"
Nama : IIS SUDIYANTI_PMI 4_1111054000006_fak ; Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi

I.          Pengertian Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya. Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :

KEPEMIMPINAN SOSIAL_Nur halimah


KEPEMIMPINAN SOSIAL
Nama   : Nur halimah
Kelas   : PMI 4
1.        Pengertian
Kepemimpinan adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain, sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Kadangkala dibedakan antara kepemimpinan sebagai kedudukan dan kepemimpinan sebagai suatu proses sosial. Kepemimpinan Sebagai kedudukan merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang dapat dimiliki oleh seorang atau suatu badan. Sedangkan sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau suatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

Kepemimpinan Sosial_SITI NURAINI_Tugas4

Kepemimpinan Sosial
Kepemimpinan adalah orang yang diamanatkan mengemban tugas serta tangung jawab atas kepercayaan masyarakat. Banyak pernyataan tentang kepemimpinan yang diusungkan dari beberapa opini orang lain. Setiap orang yang ditanyai apakah itu kepemimpinan sebagian besar mendefinisikan orang yang mempunyai gagasan tentang memimpin dan sudah matang tentang apa yang harus diembannya. Jika seorang penyelidik mencatat dengan cepat apa yang dikatakan penduduk tentang kepemimpinan, ia mungkin akan memperoleh pernyataan sebagai berikut :
·        

Kepemimpinan Fevi Saleha_Tugas 5

NAMA: Fevi Saleha 1111054000024
PMI IV
A.    PENGERTIAN
Kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin, hal tersebut merupakan sebuah kemampuan yang dapat dipelajari dari pengalaman, akan tetapi juga harus memperhatikan kepribadian dasar individual. Dalam teori kepribadian pemimpin itu dilahirkan dengan sifatsifat kepemimpinannya. Sedangkan dalam teori lingkungan pemimpin dibentuk dari stimulus lingkungan, yang mana pemimpin  tidak harus dilahirkan dengan jiwa pemimpin akan tetapi pemimpin dapat belajar dari lingkungan untuk dapat menjadi pemimpin yang baik dan berkharisma.
Pengertian Kepemimpinan dari psikologi sosial merupakan sebuah deskripsi temtang kegiatan seseorang yang dinilai sebagai pemimpin, dan pemimpin itu sendiri mempunyai aspek-aspek,yaitu:

Kepemimpinan_Syifa Thoyyibah_Tugas4


Syifa Thoyyibah (1111054000020)
Kepemimpinan
Menurut George R. Terry, kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara suka rela. Robert Tannenbaum, Irving R. Weschler, dan Fred Messarik mendefinisikan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam suatu situasi yang diarahkan, melalui proses komunikasi, pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. Harold Koontz dan Cyril O'Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama.  Hasil tinjauan terhadap penulis-penulis lain mengungkapkan bahwa para penulis manajemen umumnya sepakat bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau sekelompok orag untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.

TEORI IDEALIS_sita mawarni_tugas 4

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)
SITA MAWARNI MURDIATI (NIM 109051000167)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/G

PENDAHULUAN

Kata idealis merupakan serapan kata dari bahasa Belanda, yaitu idealist. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idealisme adalah (1) aliran dalam falsafah yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dirasakan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita atau patokan yang dianggap sempurna; (3) karangan atau lukisan yang fantastis yang menunjukkan keindahan dan kesempurnaan.

TEORI KRITIS_Sita Mawarni_Tugas 3

TEORI KRITIS ( PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN
SITA MAWARNI MURDIATI 109051000167 KPI 6 G

I.       Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]

TEORI STRUKTURALISME_sita mawarni_Tugas 2

TEORI STRUKTURALISME
(PENDEKATAN INSTITUSIONAL)

Sita Mawarni Murdiati (109051000167) KPI 6 G

Teori Strukturalis
Pendahuluan
Strukturalisme adalah paham atau pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudyaan memiliki suatu struktur yang sama dan tetap.  Strukturalisme juga adalah sebuah pembedaan secara tajam mengenai masyarakat dan ilmu kemanusiaan dari tahun 1950 hingga 1970, khususnya terjadi di Perancis. Strukturalisme berasal dari bahasa Inggris, structuralism; latin struere (membangun), structura berarti bentuk bangunan. Trend metodologis yang menyetapkan riset sebagai tugas menyingkapkan struktur objek-objek ini dikembangkan olerh para ahli humaniora. Struktualisme berkembang pada abad 20, muncul sebagai reaksi terhadap evolusionisme positivis dengan menggunakan metode-metode riset struktural yang dihasilkan oleh matematika, fisika dan ilmu-ilmu lain.  

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KOTEKS KEPENTINGAN)_farwah assegaf_tugas 4


Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Tradisi kritis berasal dari pemikiran Karl Marx dan Frederich Engels yang disebut "Marxisme". Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[1]

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KOTEKS KEPENTINGAN)_yusly anggriyawan kelana_tugas 4


Nama   :  Yusly Anggriyawan Kelana (109051000155)
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Teori kritis merupakan salah satu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda perti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hengel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain.[1] Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoritis yang sama, yakni semangat untuk melakukan emansipasi.[2]

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi massa_Farwah Assegaf_Tugas 1

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_ Tugas 1

Nama   : farwah Assegaf
Kelas   : KPI 6 F
Nim     : 109051000146

A.    Pendahuluan
Emile Durkheim mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari institusi. Oleh sebab itu institusi sosial utama adalah masyarakat. [1]
Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, para ahli sosiologi akan melakukan penelitian mereka dengan melihat pada asumsi-asumsi yang telah ada; karakter sosiologi bergantung pada asumsi-asumsi tersebut dan akan berubah bilamana asumsi-asumsi tersebut mengalami perubahan. Oleh sebab itu, untuk mengetahui karakter sosiologi, untuk memahami apa sebenarnya sosiologi itu, kita dipaksa untuk mengetahui asumsi-asumsinya yang paling dasar tentang manusia dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam memahami karakter sosiologi saya bukan melihat pada metode studinya, tetapi pada asumsi-asumsinya tentang manusia dan masyarakat. Penggunaan metode-metode tertentu menunjukkan eksistensi asumsi-asumsi tertentu tentang manusia dan masyarakat (Gouldner). [2]

Perspektif teori sosiologi untuk komunikasi massa_Yusly Anggriyawan Kelana_Tugas 1

A.      pendahuluan
Sosiologi menurut Durkheim adalah Suatu ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang berada diluar individu.  Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan efek dari media massa, sosiologi yang terdapat pada komunikasi massa terletak pada cara kita menanggapi efek media massa tersebut.
Jadi para  Ahli Sosiologi memandang bahwa komunikasi massa merupakan misi khusus dari komunikasi sosial yang melibatkan berbagai bentuk kondisi pengoperasian terutama sifat khalayak, sifat bentuk komunikasi, dan sifat komunikatornya.

teori strukturalis_Farwah Assegaf_Tugas 2

Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional)_Tugas 2

A. Pendahuluan
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli bahasa Swiss, Ferdinand de Saussure yang mengembangkan ilmu bahasa struktural. Saussure memandang bahasa sebagai gudang (lumbung) dari tanda tanda diskusif yand dibagikan oleh sebuahkomunitas.[1] Bahasa bagi Saussure adalah modal interpretasi utama dunia, dan menuntut suatu ilmu yang disebut semiologi.
Ciri pokok perspektif ini adalah gagasan tentang kebutuhan masyarakat (societal needs). Asumsinya adalah ciri-ciri sosial yang ada memberi kontribusi yang penting dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat atau subsistem utama dari masyarakat tersebut.

teori strukturalis_Yusly Anggriyawan Kelana_tugas 2

Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional)_Tugas 2

Nama   : Yusly anggriyawan kelana (109051000155)
Kelas   : KPI 6 F

A. Pendahuluan
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli bahasa Swiss, Ferdinand de Saussure yang mengembangkan ilmu bahasa struktural. Saussure memandang bahasa sebagai gudang (lumbung) dari tanda tanda diskusif yand dibagikan oleh sebuahkomunitas.[1] Bahasa bagi Saussure adalah modal interpretasi utama dunia, dan menuntut suatu ilmu yang disebut semiologi.
Ciri pokok perspektif ini adalah gagasan tentang kebutuhan masyarakat (societal needs). Asumsinya adalah ciri-ciri sosial yang ada memberi kontribusi yang penting dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat atau subsistem utama dari masyarakat tersebut.

Teori Idealis_Farwah Assegaf_Tugas 3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)

Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Teori idealis merupakan hasil dari pemikiran seorang sarjana hukum, tokoh sosiologi ini lahir pada tanggal 21 april 1864, yaitu Max Weber. Max Weber dikenal sebagai seorang sosiologi besar yang ahli kebudayaan, politik, hukum, dan ekonomi. Kata idealis merupakan serapan kata dari bahasa Belanda, yaitu idealist. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idealisme adalah aliran dalam falsafah yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dirasakan dan dipahami.[1]Menurut Weber, ilmu kebudayaan memiliki peran untuk memahami makna-makna. Ilmu kebudayaan bertujuan untuk memahami suatu proses yang sedang berjalan dengan semacam bukti khusus yang dikaitkan dengan jalinan hubungan-hubungan yang bermakna.Teori idealis melihat bahwa perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor non-material, seperti ide, nilai, dan ideologi.  Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu yang pantas atau tidak pantas, sedangkan ideologi berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat.[2]

Teori Idealis_Yusly anggriyawan Kelana_Tugas 3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)

Nama   : Yusly Anggriyawan Kelana
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Teori idealis merupakan hasil dari pemikiran seorang sarjana hukum, yaitu Max Weber. Pemikiran Weber dipengaruhi oleh dua orang ilmuwan, yaitu Dilthey sebagai seorang Neoidealis dan Rickert sebagai seorang NeoKantian. Para Neoidealis memperhatikan dunia sebagai sebuah lapangan untuk melakukan aksi, sementara para NeoKantian berurusan dengan dunia sebagai sebuah objek pengetahuan.[1]

Selasa, 09 April 2013

Kepemiminan_Muhammad Fariid_tugas4


Kepemimpinan dalam berbagai pendapat para tokoh :
1.  George R. Terry
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Katz & Kahn
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

Kepemimpinan Nur Fajrina_tugas4

Nama    : Nur Fajrina (PMI 4)
NIM       : 1111054000009
Pengertian Kepemimpinan
Pengertian kepemimpinan secara umum dikemukakan oleh para alhi di antarannya :
1.       Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
2.       Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Senin, 08 April 2013

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Nurul Rizki Salam_Tugas 5

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas 5

A.    Pendahuluan
Kehadiran media massa sangat berpengaruh dalam kehidupan. Media bahkan sering dikatakan sebagai "Agent of Change", yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa. Selain itu media melakukan pendidikan kepada masyarakat, karena melalui informasi, maka masyarakat akan merasa lebih padu dengan lainnya. Sehingga dengan demikian dapat dicapai suatu dasar berpikir yang sama. Sebab melalui media massa semua informasi dapat menyebar dengan cepat melebihi saluran yang lain.

Teori Kritis (Pendekatan Konteks kepentingan) / Nur Oktaviani_Tugas 4

Pendahuluan
Jika membicarakan tentang sosiologi, maka tidak terlepas juga pada pembahasan teori kritis. Biasanya teori kritis ini digunakan untuk mengunkap kekuatan-kekuatan penindas dalammasyarakat dengan menggunakan analisis dialektika. Teori kritis juga berfungsi untuk mengungkap dasar sebuah pemikiran dari kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan. Toeri kritis menekankan perhatiannya yang asangat besar pada alat-alat komunikasi yang ada dalam masyarakat. Alat komunikasi tersebut merupakansebuah sarana untuk mengkreasikan kreativitas individu dalam sebuah informasi. Namun, sekarang ini suda menjadi rahasia umum bahwa dalam sebuah informasi yang disajikanterdapat tekanan-tekanan kepentingan dalam proses pembuatannya.

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Sutrisno Sugiyono_tugas5

I . Pendahuluan
Metodologi Studi Media dan system Sosial
Metodologi berasal dari bahasa Yunani "metodos" dan ""logos, kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu "metha" yang berarti melalui atau melewati dan "hodos" yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. logos artinya ilmu.

Sabtu, 06 April 2013

Teori Idealis_Semyanka Rizki Kurnia_Tugas ke 4


Perspektif idealis melihat bahwa perubahan social disebabkan oleh faktor non material. Faktor non material ini antara lain ide, nilai dan ideology. Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu yang pantas atau tidak pantas, sedangkan ideology berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat.

Selasa, 02 April 2013

TEORI KRITIS_daniella putri islamy/ kpi 6 f_tugas5

TEORI KRITIS
Daniella Putri Islamy (111005100176)
KPI 6 F
Teori Kritis merupakan salah suatu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hegel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain. Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoritis yang sama yakni semangat untuk melakukan emansipasi.[1]
Tujuan teori kritis adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan atau institusi sosial, politik atau ekonomi yang ada, yang cenderung tidak kondusif bagi pencapaian kebebasan, keadilan, dan persamaan.

Daniella Putri Islamy/6KPIF

PERPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA
DANIELLA PUTRI ISLAMY
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM VI/F
1.    Pendahuluan
Sosiologi berasal dari dua kata, yaitu socious dan logos. Socious berarti sosial dan logos berarti ilmu. Secara singkat dapat diartikan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan perubahan sosial dalam interaksi masyarakat[1]. Ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalam mempengaruhi sistem tersebut.

Senin, 01 April 2013

Tugas 3. Teori Idealis (Pendekatan Isi/Content)/ Nur Oktaviani (109051000126)

Pendahuluan
    Menurut  Bungin,  bahwa asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri termasuk pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Gagasan-gagasan awal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran Hegel. Sementara Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Marx. Menurut Ritzer sebagaimana dikutip Bungin, pemikiran Hegel yang paling utama adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika dipahami sebagai cara berpikir yang mana menekankan arti pentingnya suatu proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi. Dialektika juga dipahami oleh Hegel sebagai bagian yang berhubungan satu dengan lainnya. Ternyata berawal dari pengajarannya tentang dialektika/hubungan inilah lalu kemudiannya timbullah gagasan-gagasan tentang komunikasi. Gagasan-gagasan ini, oleh Jurgen Habermas disebut dengan tindakan komunikasi (interaksi). [1]

TEORI KRITIS_NANDA CAHAYA FEBRIANA_TUGAS KE 4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
NANDA CAHAYA FEBRIANA (1110051000141)
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
I.       Pendahuluan
            Teori Kritis adalah salah satu teori yang tidak asing lagi ketika kita membicarakan kajian sosiologi. Dalam sejarah perkembangan sosiologi sebelum munculnya teori kritis, banyak kajian yang membahas tentang paham Marxis. Yap, tidak salah lagi paham tersebut berasal dari nama salah satu tokoh yang berpengaruh dalam kajian sosiologi, yaitu Karl Marx. Menurut Marx menyatakan bahwa sebuah sistem ekonomi merupakan unsur terpenting dan menegaskan bahwa sistem ekonomi akan sangat menentukan semua sector masyarakat lainnya. Intinya sector ekonomi ini sangat berpengaruh khususnya pada kalangan kapitalis, namun tetap dipergaruhi adanya timbal balik secara terus menerus dari berbagai kalangan di masyarakat.
           

teori kritis_susi aryani_pertemuan ke-4

Nama: Susi Aryani
Kelas: KPI 6 F
NIM: 1110051000175
TEORI KRITIS
       I.            PENDAHULUAN
            Berbicara mengenai sejarah dan perkembangan ilmu komunikasi Everett M. Rogers dalam bukunya A History of Communication Study (1994) membagi dalam tiga fase, yaitu: studi komunikasi diawali di Eropa yang dipengaruhi oleh Charles Darwin dengan teori evolusinya, Sigmund Freud dengan teori psikonalitik, Karl Marx dan Critic School (Marx dan madzhab kritis-nya).
            Karl Marx ( 1818- 1883 ) lahir di Trier, Jerman dilembah sungai Moselle, suatu lahan perkebunan anggur dekat dengan Luxemburg dan pelabuhan Prancis.
            Marx adalah satu dari sekian banyak kaum intelektual yang berpengaruh sepanjang masa. Ia adalah penulis yang hebat dan menjadi orang media yang paling kompeten dan juga merupakan pengkritik kapitalisme yang paling keras[1].
      

Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]

Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]

TEORI KRITIS_NURUL RIZKI SALAM_TUGAS 4 (109051000154)

TEORI KRITIS _NURUL RIZKI SALAM_109051000154_TUGAS 2
1.      Pendahuluan
Teori – teori dalam sosiologi oleh para ahli sosiologi diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pertama, berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori,yakni sosiologi klasik dan modern. Namun perkembangan selanjutnya, teori sosiologi diklasifikasikan ke dalam sosiologi post modern.
Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal) Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokoh-tokoh: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh: Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel. Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.

teori kritis_ nyi mas ayu galuh s.w_ tugas-4

Teoti kritis _ nyi mas ayu galuh s.w_ 1110051000161 _ kpi 6f _ tugas ke-4.
Teori kritis.
Teori kritis awalnya adalah teori yang berkembang dengan pemikiran marxis, tapi semakin berkembang teori ini malah lebih menjauh dari pemikiran marxis. Teori ini mau mencoba memperbaharui dan merekonstruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. Ciri dari teori kritik masyarakat adalah bahwa teori tersebut bertitik tolak dari inspirasi pemikiran sosial Karl Marx, tapi juga sekaligus melampaui bangunan ideologis marxisme bahkan meninggalkan beberapa tema pokok Marx dan menghadapi masalah masyarakat industri maju secara baru dan kreatif.

teori kritis_sutrisno sugiyono_109051000171_tugas4

Cari Blog Ini