Nama : M. Imamudin Arya
Gender Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan
Oleh : Siti Sugiah M. Mugniesyah
Banyak para akademisi dan praktisi pembangunan yang menggunakan istlah seks (jenis kelamin) dan gender secara tertukar atau dianggap sama. Untuk kejelasan, kita perlu membedakan makna keduanya, karena memang makna kedua istilah itu berbeda. Para ahli sependapat bahwa istilah seks (jenis kelamin) adalah penandaan berdasarkan biologis, karena diklarifikasikan berdasarkan karakteristik biologis. Masyarakat kita menggunakan kualitas biologis dan genetic untuk menentukan apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan. Penandaan tersebut biasanya didasarkan pada genital eksternal dan organ-organ seks internal.
Dikemukakan oleh Wood (2001) jenis kelamin itu sendiri ditentukan oleh kromososm yang memprogram bagaimana suatu janin berkembang. Dari 23 pasangan kromosom yang menentukan perkembangan manusia, hanya satu pasangan yang menentukan jenis kelamin. Pasangan tersebut selalu terdiri dari X yang bias memiliki atau tidak memiliki kromosom Y. kromosom XX biasanya menghasilkan jenis kelamin laki-laki dalam membicarakan seks (jenis kelamin) kita menggunakan kata-kata "biasanya" karena senantiasa demikian adanya kekecualian. Kebanyakan laki-laki memiliki struktur kromosom XY, karena mereka mewarisi kromosom X dari kedua orang tuanya, sementara laki-laki hanya mewarisi kromosom X dari ibunya.