Senin, 13 Mei 2013

Lilis_Yunengsih_1110054000005_Tugas_EkoMan

Nama              : Lilis Yunengsih
Nim                 : 1110054000005
Jurusan          : Pengembangan Masyarakat Islam
Tugas              : Ekologi Manusia
PENCEMARAN LIMBAH DETERJEN TERHADAP EKOLOGI LINGKUNGAN, AKIBAT FAKTOR KEBUTUHAN MANUSIA.
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada macam bahan pencemarnya, diantaranya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, polusi udara.[1]
Dari macam-macam pencemaran yang sudah disebutkan diatas tadi, salah satu penyumbang setia pencemaran yang ada di bumi ini adalah pencemaran yang dihasilkan dari limbah rumah tangga.
Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol, bayam, slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas, kardus atau karton. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki.
Limbah rumah tangga dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Yang pertama berupa sampah. Kemudian ada air limbah yang dihasilkan dari kegiatan mandi dan mencuci. yang terakhir adalah kotoran yang dihasilkan manusia. Limbah-limbah ini, jika tak dikelola baik, berpotensi tinggi mencemari lingkungan sekitar.[2]
Dilaporan ini saya akan menjelaskan lebih merinci tentang pencemaran lingkungan dari limbah rumah tangga yang dihasilkan dari limbah sisa sabun dan detergen setelah mencuci.
Penggunaan sabun dan detergen saat mencuci yang berlebihan sebenarnya sangat bahaya, bukan hanya bahaya bagi alam tetapi berbahaya juga bagi kelangsungan kesehatan manusia.
Pemahaman masyarakat akan bahaya dari sabun dan detergen yang sering digunakan sangat minim sekali, menurut kebanyakan masyarakat yang menggunakan sabun dan detergen untuk mencuci, semakin banyak sabun dan detergen yang digunakan semakin bersihlah cucian yang mereka cuci.  Jelas sekali pemahaman mereka ini salah, didalam sabun dan detergen terkandung banyak sekali bahan kimia yang mereka tidak ketahui.
B.     Tujuan Dan Manfaat Laporan
Tujuan dari laporan yang saya buat adalah untuk memenuhi persyaratan tugas kuliah semester 6 untuk mata kuliah Ekologi Manusia. Selain itu untuk mengetahui dan sama-sama belajar mengenai masalah pencemaran yang ada di muka bumi ini yang dilakukan oleh manusia.
Manfaat dari laporan ini adalah agar tulisan dari laporan ini bermanfaat untuk yang membacanya dan menambah wawasan mereka mengenai pencemaran lingkungan.
C.    Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan adalah dengan teknik pengumpulan data-data dari berbagai macam sumber.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada macam bahan pencemarnya, diantaranya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, polusi udara.
Seperti yang sudah dijelaskan di latar belakang, penyumbang setia dari pencemaran yang ada di bumi adalah salah satunya pencemaran dari limbah rumah tangga.
B.     Pengertian Limbah Rumah Tangga Dan Air Limbah.
Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol, bayam, slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas, kardus atau karton. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki.
Limbah rumah tangga dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Yang pertama berupa sampah. Kemudian ada air limbah yang dihasilkan dari kegiatan mandi dan mencuci. yang terakhir adalah kotoran yang dihasilkan manusia. Limbah-limbah ini, jika tak dikelola baik, berpotensi tinggi mencemari lingkungan sekitar.
Yang akan dijelaskan dari laporan ini adalah limbah rumah tangga yang dihasilkan dari kegiatan mandi dan mencuci, yang rutin dilakukan manusia di muka bumi ini setiap harinya.
C.    Pengertian Air Limbah
Air Limbah adalah air buangan yang dihasilkan dari suatu proses pruduksi industri maupun domestik (rumah tangga), yang terkadang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan tertutama kesehatan manusia sehingga dilakukan penanganan terhadap limbah.
Air kotor adalah air bekas pakai yang sudah tidak memenuhi syarat kesehatan lagi dan harus dibuang agar tidak menimbulkan wabah penyakit.[3]
Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut:
  1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
  2. Tidak mengotori permukaan tanah.
  3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
  4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
  5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
  6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
  7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.[4]
 
D.    Pengertian Deterjen
Deterjen merupakan salah satu produk industri yang biasa digunakan di dalam kehidupan manusia. Salah satu manfaat dari deterjen adalah untuk melindungi kebersihan dan kesehatan manusia. Deterjen biasanya digunakan dalam industri maupun rumah tangga sebagai bahan pencuci atau pembersih. Dalam rumah tangga khususnya digunakan untuk mencuci pakaian.
 
Deterjen dalam arti luas menurut Srikandi Fardiaz (1992:66) adalah bahan yang digunakan sebagai pembersih, termasuk sabun pencuci piring alkali dan cairan pembersih. Definisi yang lebih spesifik dari deterjen adalah bahan pembersih yang mengandung senyawa petrokimia atau surfaktan sintetik lainnya. Deterjen merupakan bahan yang mengandung senyawa petrokimia karena terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi.
 
Deterjen berfungsi sebagai penghilang kotoran berupa minyak yang serupa dengan sabun, yaitu dengan cara  mengemulsi lemak, minyak atau gemuk (grease), tetapi deterjen tidak menyebabkan gumpalan seperti pada sabun (Hiasinta A. Purnawijayanti, 2001: 22). Mengemulsikan lemak yang dimaksud dalam hal ini adalah membuat fasa lemak menjadi emulsi sehingga lemak mudah terlepas dari pakaian.[5]
 
E.     Bahan-Bahan Deterjen:
Pada umumnya, detergen mengandung bahan-bahan sebagai berikut:
1)      Surfaktan
Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Surfaktan ialah molekul organik dengan bagian lifofilik dan bagian polar, yang  berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Surfaktan membentuk bagian penting dari semua detergen komersial.
2)      Builder
Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air. Bahan ini ditambahkan untuk menyingkirkan ion kalsium dan magnesium (kesadahan) dari air pencuci. Pembangun dapat melakukan hal ini lewat pengkelatan (pembentukan kompleks) atau lewat pertukaran ion-ion ini dengan natrium. Pembangun juga meningkatkan pH untuk membantu emulsifikasi minyak dan bufer terhadap perubahan pH. Pembangun yang paling lazim ialah natrium tripolifosfat (5Na+ P3O105-), tetapi karena limbah fosfat dapat mencemari lingkungan, jumlah yang digunakan dibatasi oleh peraturan; baru-baru ini, natrium sitrat, natrium karbonat, dan natrium silikat mulai menggantikan natrium tripolifosfat sebagai pembangun.
3)    Zeolit
Zeolit (natrium aluminosilikat) digunakan sebagai penukar ion, terutama untuk ion kalsium.
4)  Filler
Filler (pengisi) adalah bahan tambahan Detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.
F.     Proses Bagaimana Pencemaran Dilakukan Manusia Kepada Alam Atau Lingkungan.
Mencuci dan mandi adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat Indonesia bahkan bukan hanya masyarakat Indonesia saja masyarakat di seluruh dunia juga rutin melakukan kegiatan mencuci dan mandi.
Deterjen dan sabun merupakan bahan pencuci yang sering digunakan. Deterjen dan sabun mengandung bahan-bahan penyusun yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Bahan-bahan penyusun dari deterjen adalah surfaktan, builder, filler, dan aditif. Bahan-bahan penyusun deterjen tersebut memiliki dampak bagi pencemaran lingkungan. Salah satu dampak dari pencemaran lingkungan adalah terjadinya eutrofikasi.
Deterjen merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap rumah tangga di Indonesia. Mencuci dengan menggunakan deterjen merupakan salah satu hal lazim yang dilakukan oleh ibu rumah tangga. Harga deteejen yang dijual dipasaranpun bervariasi, mulai dari ukuran kecil dengan harga ribuan rupiah sampai dengan berukuran satu kilogram dengan harga pilihan ribu rupiah. Di Indonesia pun terdapat berbagai macam jenis deterjen yang dijual dipasaran. Deterjen dapat dengan mudah ditemui diwarung-warung kecil, pasar tradisional, minimarket, maupun di supermarket.
Pemahaman masyarakat akan bahaya dari sabun dan detergen yang sering digunakan sangat minim sekali, menurut kebanyakan masyarakat yang menggunakan sabun dan detergen untuk mencuci, semakin banyak sabun dan detergen yang digunakan semakin bersihlah cucian yang mereka cuci.  Jelas sekali pemahaman mereka ini salah, didalam sabun dan detergen terkandung banyak sekali bahan kimia yang mereka tidak ketahui.
G.    Dampak Atau Bahaya Dari Pencemaran Limbah Deterjen.
Seperti yang sudah disebutkan di pembahasan sebelumnya, salah satu dampak dari pendemaran lingkungan adalah terjadinya eutrofikasi.
Eutrofikasi mengakibatkan terganggunya rantai makanan yang dapat menyebabkan limbah deterjen masuk ke dalam tubuh manusia. Senyawa sisa limbah deterjen yang menumpuk didalam tubuh dapat menyebabkan kanker. Iritasi juga dapat timbul akibat penggunaan deterjen. Oleh karena itu, konsumen diharapkan mencermati kandungan yang terdapat dalam deterjen sebalum membeli produk dan memilih deterjen yang ramah lingkungan.
Dampak atau efek paling nyata disebabkan oleh limbah deterjen rumah tangga adalah terjadinya eutrofikasi (pesatnya pertumbuhan ganggang dan eceng gondok). Limbah deterjen yang dibuang ke kolam ataupun rawa akan memicu ledakan pertumbuhan ganggang dan eceng gondok sehingga dasar air tidak mampu ditembus oleh sinar matahari, kadar oksigen berkurang secara drastic. Kehidupan aiota air mengalami degradasi, dan unsur hara maningkat sangat pesat. Jika hal seperti ini tidak segera diatasi, ekosistem akan terganggu dan berakibat merugikan manusia itu sendiri, sebagai contoh saja lingkungan tempat pembuangan saluran selokan. Secara tidak langsung rumah tangga pasti membuang limbah deterjennya melalui saluran selokan ini, dan coba kita lihat, dipenghujung saluran selokan begitu banyak eceng gondok yang hidup dengan kepadatan populasi yang sangat besar.
Selain merusak lingkungan alam, efek buruk deterjen yang dirasakan tentu tak lepas dari para konsumennya. Dampaknya juga dapat mengakibatkan gangguan pada lingkungan kesehatan manusia. Saat seusai kita mencuci baju, kulit tangan kita terasa kering, panas, melepuh, retak-retak, gampang mengelupas hingga mengakibatkan gatal dan kadang menjadi alergi.

Deterjen sangat berbahaya bagi lingkungan karena dari beberapa kajian menyebutkan bahwa deterjen memiliki kemampuan untuk melarutkan bahan bersifat karsinogen, misalnya 3,4 Benzonpyrene, selain gangguan terhadap masalah kesehatan, kandungan detergen dalam air minum akan menimbulkan bau dan rasa tidak enak. Sedangkan tinja merupakan jenis vektor pembawa berbagai macam penyakit bagi manusia. Bagian yang paling berbahaya dari limbah domestik adalah mikroorganisme patogen yang terkandung dalam tinja, karena dapat menularkan beragam penyakit bila masuk tubuh manusia, dalam 1 gram tinja mengandung 1 milyar partikel virus infektif, yang mampu bertahan hidup selama beberapa minggu pada suhu dibawah 10 derajatcelcius.
Dalam jangka panjang, air minum yang telah terkontaminasi limbah deterjen berpotensi sebagai salah satu penyebab penyakit kanker (karsinogenik). Proses penguraian deterjen akan menghasilkan sisa benzena yang apabila bereaksi dengan klor akan membentuk senyawa klorobenzena yang sangat berbahaya. Kontak benzene dan klor sangat mungkin terjadi pada pengelolaan air minum, mengingat digunakannya kaporit (dimana di dalamnya terkandung klor) sebagai pembunuh kuman pada proses klorinasi.[6]
Pada percobaan tersebut dapat dianalisa bahwa deterjen itu memang mempunyai dampak buruk terhadap berbagai lingkungan kehidupan kita. Baik itu lingkungan terrestrial dimana kita hidup, kemudian lingkungan perairan termasuk organisme yang hidup di dalamnya, atau bahkan juga lingkungan kesehatan manusia sendiri yang sebenarnya tanpa kita sadari mulai perlahan-lahan menyerang kesehatan kita.
 
 
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Deterjen yang selama ini kita gunakan untuk mencuci pakaian sebenarny merupakan hasil sampingan dari proses penyulingan minyak bumi yang diberi berbagai tambahan bahan kimia seperti fosfat, silikat, bahan pewarna, dan bahan pewangi. Generasi awal deterjen pertama kali muncul dan mulai diperkenalkan ke masyarakat sekitar tahun 1960-an dengan menggunakan bahan kimia pengaktif permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) sebagai penghasil busa.[7]
Awalnya inovasi yang dianggap cemerlang ini ini mendapatkan respon yang menggembirakan. Namun seiring berjalannya waktu, ABS setelah diteliti lebih lanjut diketahui mempunyai efek destruktif (buruk) terhadap lingkungan yakni sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini menjadikan sisa limbah deterjen yang dikeluarkan setiap hari oleh rumah tangga akan menjadi limbah berbahaya dan mengancam stabilitas lingkungan hidup kita.
Pemahaman dari masyarakat mengenai bahayanya penggunaan sabun dan deterjen yang sering mereka gunakan sangat kurang sekali, sehingga mereka berpendapat bahwa semakin banyak deterjen atau semakin banyak busa yang dihasilkan semakin bersih pula pakaian yang mereka cuci.
Tanpa mengurangi makna manfaat Detergen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, harus diakui bahwa bahan kimia yang digunakan pada Detergen dapat menimbulkan dampak negatif baik terhadap kesehatan maupun lingkungan. Dua bahan terpenting dari pembentuk Detergen yakni surfaktan dan builders, diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya.
Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar, hilangnya kelembaban alami yang ada pada permukan kulit dan meningkatkan permeabilitas permukaan luar. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kulit manusia hanya mampu memiliki toleransi kontak dengan bahan kimia dengan kandungan 1 % LAS dan AOS dengan akibat iritasi 'sedang' pada kulit. Surfaktan kationik bersifat toksik jika tertelan dibandingkan dengan surfaktan anionik dan non-ionik. Sisa bahan surfaktan yang terdapat dalam Detergen dapat membentuk chlorbenzene pada proses klorinisasi pengolahan air minum PDAM. Chlorbenzene merupakan senyawa kimia yang bersifat racun dan berbahaya bagi kesehatan. Pada awalnya surfaktan jenis ABS banyak digunakan oleh industri Detergen. Namun karena ditemukan bukti-bukti bahwa ABS mempunyai risiko tinggi terhadap lingkungan, bahan ini sekarang telah digantikan dengan bahan lain yaitu LAS.
Builders, salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam Detergen adalah phosphate. Phosphate memegang peranan penting dalam produk Detergen, sebagai softener air. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air dengan cara mengikat ion kalsium dan magnesium. Berkat aksi softenernya, efektivitas dari daya cuci Detergen meningkat. Phosphate yang biasa dijumpai pada umumnya berbentuk Sodium Tri Poly Phosphate (STPP). Phosphate tidak memiliki daya racun, bahkan sebaliknya merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan mahluk hidup. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak, phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) yang berlebihan di badan air, sehingga badan air kekurangan oksigen akibat dari pertumbuhan algae (phytoplankton) yang berlebihan yang merupakan makanan bakteri. Populasi bakteri yang berlebihan akan menggunakan oksigen yang terdapat dalam air sampai suatu saat terjadi kekurangan oksigen di badan air dan pada akhirnya justru membahayakan kehidupan mahluk air dan sekitarnya. Di beberapa negara, penggunaan phosphate dalam Detergen telah dilarang. Sebagai alternatif, telah dikembangkan penggunaan zeolite dan citrate sebagai builder dalam Detergen.[8]
 
 
 
 


[1] http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/13/polusi-atau-pencemaran-lingkungan/
[2] http://josuabili.blogdetik.com/2013/02/22/limbah-rumah-tangga/
[3] http://josuabili.blogdetik.com/2013/02/22/limbah-rumah-tangga/
[4] http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=5&doc=5e6
[5] http://kristinagustina.blogspot.com/2012/08/bahaya-limbah-deterjen-terhadap.html
[6] http://www.rajagrosir.com/news/1/
[7] http://www.rajagrosir.com/news/1/
[8] http://punyanyavika.wordpress.com/2011/12/25/dampak-penggunaan-detergen-sebagai-pembersih-pakaian-dalam-kehidupan/

Laporan Pencemaran udara yang dilakukan faktor manusia_Nur Handayani_PMI6

Nama          : Nur Handayani

NIM            : 1110054000019

Jurusan       : Pengembangan Masyarakat Islam (VI)

Judul           : Laporan Pencemaran udara akibat faktor manusia

Bab I

Pendahuluan

·         Latar belakang

Pencemaran udara atau sering kita dengar dengan istilah polusi udara menurut Akhmad (2000) diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan atau komposisi udara dari keadaan normalnya. Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai macam zat kimia, baik berdampak langsung maupun tidak langsung yang semakin lama akan semakin mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.

Kualitas udara sangat dipengaruhi oleh besar dan jenis sumber pencemar yang ada seperti dari kegiatan industri, kegiatan transportasi dan lain-lain. Masing-masing sumber pencemar yang berbeda-beda baik jumlah, jenis, dan pengaruhnya bagi kehidupan. Pencemar udara yang terjadi sangat ditentukan oleh kualitas bahan bakar yang digunakan, teknologi serta pengawasan yang dilakukan.

·         Tujuan dan Manfaat

Tujuan:

a.       Untuk memenuhi persyaratan tugas kuliah semester 6 dalam mata kuliah Ekologi Manusia

b.      Mengidentifikasi proses atau mekanisme reaksi reduksi pencemaran udara oleh tumbuhan

c.       Mengetahui bagaimana cara pencemaran udara dilakukan oleh factor manusia.

Manfaat:

a.       Bagi mahasiswa, sebagai dasar untuk mengetahui tumbuhan-tumbuhan yang bertindak sebagai pereduksi pencemaran udara

b.      Bagi masyarakat umum, sebagai pengetahuan bahwa tumbuhan juga dapat menyerap polutan udara yang ada disekitar dengan baik, selain itu juga dapat berfungsi sebagai penghijaun kota yang memiliki ekonomis

c.       Bagi pemerintah kota dan pemerintah pusat, sebagai dasar acuan dalam memutuskan kebijakan berkaitan dengan pemilihan tanaman penghijauan kota.

 

Bab II

Pembahasan

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisikkimia, atau biologi diatmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suarapanasradiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal,regional, maupun global.

 Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan. Udara yang dulunya segar kini kering dan kotor. Hal ini bila tidak segera ditanggulangi, perubahan tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, kehidupan hewan serta tumbuhan.Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia. Bila keadaan seperti itu terjadi maka udara dikatakan telah tercemar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 41 tahun 1999 mengenai Pengendalian Pencemaran udara, yang dimaksud dengan pencemaran udara adalah masuknya atau dimaksuknya zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam udara ambient oleh kegiatan manusia sehingga mutu udara ambient turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambient tidak memenuhi fungsinya.

·         Sumber pencemaran udara

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global,perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

Terdapat 2 jenis pencemar  yaitu sebagai berikut :

a.     Zat pencemar primer, yaitu zat kimia yang langsung mengkontaminasi udara dalam konsentrasi yang membahayakan. Zat tersebut bersal dari komponen udara alamiah seperti karbon dioksida, yang meningkat diatas konsentrasi normal, atau sesuatu yang tidak biasanya, ditemukan dalam udara, misalnya timbal.

b.    Zat pencemar sekunder, yaitu zat kimia berbahaya yang terbentuk di atmosfer melalui reaksi kimia antar komponen-komponen udara.

Sumber bahan pencemar primer dapat dibagi lagi menjadi dua golongan besar :

1.     Sumber alamiah

Beberapa kegiatan alam yang bisa menyebabkan pencemaran udara adalah kegiatan gunung berapi, kebakaran hutan, kegiatan mikroorganisme, dan lain-lain. Bahan pencemar yang dihasilkan umumnya adalah asap, gas-gas, dan debu.

2.     Sumber buatan manusia

Kegiatan manusia yang menghasilkan bahan-bahan pencemar bermacam-macam antara lain adalah kegiatan-kegiatan berikut :

a)      Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).

b)      Proses peleburan, seperti proses peleburan baja, pembuatan soda,semen, keramik, aspal. Sedangkan bahan pencemar yang dihasilkannya antara lain adalah debu, uap dan gas-gas.

c)      Pertambangan dan penggalian, seperti tambang mineral and logam. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama adalah debu.

d)     Proses pengolahan dan pemanasan seperti pada proses pengolahan makanan, daging, ikan, dan penyamakan. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama asap, debu, dan bau.

e)      Pembuangan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Pencemarannya terutama adalah dari instalasi pengolahan air buangannya. Sedangkan bahan pencemarnya yang teruatam adalah gas H2S yang menimbulkan bau busuk.

f)       Proses kimia, seperti pada proses fertilisasi, proses pemurnian minyak bumi, proses pengolahan mineral. Pembuatan keris, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan antara lain adalah debu, uap dan gas-gas

g)      Proses pembangunan seperti pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang semacamnya. Bahan pencemarnya yang terutama adalah asap dan debu.

h)      Proses percobaan atom atau nuklir. Bahan pencemarnya yang terutama adalah gas-gas dan debu radioaktif.

·         Jenis Bahan Pencemar Udara

Ada beberapa bahan pencemar udara yang sering ditemukan di kota-kota. Dilihat dari ciri fisik, bahan pencemar dapat berupa :

a.     Partikel (debu, aerosol, timah hitam)

b.    Gas (karbon monoksida / COsulfur oksida / SOx, hidrokarbon, nitrogen oksida / NOx, H2S dan oksidant ozon dan PAN)

c.     Energi (suhu dan kebisingan)

Bahan-bahan pencemar ini dikenakan peraturan khusus untuk pengawasannya karena bisa membahayakan kesehatan.

·         Dampak Pencemaran Udara

1.      Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap olehsistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asmabronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.

2.      Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosisnekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

3.      Hujan asam

pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

Ø  Mempengaruhi kualitas air permukaan

Ø  Merusak tanaman

Ø  Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan

Ø  Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.

4.      Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Dampak dari pemanasan global adalah:

Ø  Peningkatan suhu rata-rata bumi

Ø  Pencairan es di kutub

Ø  Perubahan iklim regional dan global

Ø  Perubahan siklus hidup flora dan fauna

5.      Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

·         Solusi Pencemaran Udara

Solusi untuk mengatasi polusi udara kota terutama ditujukan pada pembenahan sektor transportasi, tanpa mengabaikan sektor-sektor lain. Hal ini kita perlu belajar dari kota-kota besar lain di dunia, yang telah berhasil menurunkan polusi udara kota dan angka kesakitan serta kematian yang diakibatkan karenanya;

v  Pemberian izin bagi angkutan umum kecil hendaknya lebih dibatasi, sementara kendaraan angkutan massal, seperti bus dan kereta api, diperbanyak.

v  Pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara.

v  Potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor adalah kemacetan lalu lintas dan tanjakan. Karena itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendaraan dapat membantu mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara.

v  Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan "polisi tidur" justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju

v  Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.

v  Penanaman pohon-pohon yang berdaun lebar di pinggir-pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota, juga mengurangi polusi udara.

 

Bab IV

Penutup

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisikkimia, atau biologi diatmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suarapanasradiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal,regional, maupun global.

 

Daftar pustaka:

http://rahmankesling.blogspot.com/2012/12/dampak-pencemaran-udara-dan-solusinya_4719.html

http://fauzanyayan.blogspot.com/2008/10/macam-macam-pencemaran.html

Laporan Pencemaran udara yang dilakukan faktor manusia_Nur Handayani_PMI6


globalisasi dan realitas media_kharisma utama_tugas pertemuan ke 9

NAMA : KHARISMA UTAMA

109051000179

 

Globalisasi Dan Realitas Media

            Keberadaan media komunikasi saat ini menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat. Oleh sebab itu, muncul media massa yang dengan cepat mampu menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Media massa di sini mencakup berbagai macam media, baik televisi, radio, surat kabar, buku, film, dan internet. Terlebih pada era globalisasi sekarang ini termasuk di Indonesia, perkembangan ini beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang memudahkan penyebaran informasi dengan cepat dan luas kepada masyarakat.

Tanpa disadari media massa terlebih televisi, telah memberikan banyak pengaruh pada masyarakat. Keefektifan dan perannya menjadikan media massa menjadi salah satu komponen penting bagi pembentukan perilaku masyarakat. Tentu saja akan berdampak pada masyarakat yang cenderung untuk meniru apa yang telah disiarkan dan pengalaman dari menonton televisi. Mulai dari anak-anak, remaja, atau orang tua sekalipun semua bisa menikmati dan terjebak didalamnya.

Pada dasarnya media massa (televisi) memiliki berbagai macam fungsi, yakni to inform, to educate, dan to entertain. Namun, pada kenyataannya fungsi media tersebut tidak terpenuhi semuanya. Banyak media televisi yang kian gencar meluncurkan program tayangan hiburan, baik yang mengandung humor, politik, mistik, kekerasaan, bahkan pornografi.

            Di Indonesia saat ini terdapat 12 stasiun televisi nasional dengan rincian 1 milik pemerintah dan 11 swasta. Hal ini masih bisa terus bertambah, mengingat ada istilah "siapa yang menguasai media, dia akan menguasai dunia". Banyaknya media massa yang diikuti dengan peningkatan informasi ini tentunya perlu diwaspadai. Karena pesan-pesan yang disampaikan media massa sangat banyak dan bentuknyapun beragam, tidak semua informasi yang ada didalamnya benar dan bermanfaat.

            Dalam perkembangannya, media massa telah menjadi sebuah kekuatan yang besar di masyarakat. Media massa mempunyai kekuatan dalam mengkontruksi sebuah realitas sesuai apa yang diinginkannya. Artinya media massa tidak saja menampilkan realitas yang sesungguhnya terjadi, melainkan media massa juga berperan dalam mengkonstruksi realitas. Akibatnya ada segelintir kelompok yang berusaha menjadikan media massa alat kepentingan kekuasaan sebagai sarana propaganda ide, cita-cita, nilai, dan norma yang ingin mereka bentuk.

            Jika melihat yang terjadi sekarang, memang kekuatan media massa sangat besar dalam mengkonstruksi realitas. Media massa bisa membangun opini public dan masyarakat akan mudah menginterpretasikan sebuah kebenaran menurut persepsi dari media tersebut. Hal ini seperti dua sisi mata uang, bisa berakibat positif dan baik atau sebaliknya.

Belum lagi dengan adanya konglomerasi media, dimana sebuah perusahaan media yang besar bergabung atau membeli perusahaan media lainnya. Akan menjadi masalah jika pemilik modalnya juga ikut dalam perpolitikan nasional atau perebutan kekuasaan di Indonesia. Hal ini bisa berakibat pada media massa yang tak lagi berimbang atau dengan kata lain tidak memihak pada golongan tertentu. Padahal, salah satu tujuan media massa adalah sebagai jembatan penghubung/penyalur aspirasi masyarakat dan bersifat netral.

 

Daftar Pustaka

http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2013/03/13/realitas-media-televisi-super-hiburan-536463.html

http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2012/07/12/merefresentasikan-realitas-media-indonesia-477126.html

http://zansultras.blogspot.com/2006/02/konstruksi-realitas-dalam-media-massa.html

 

Media sosial(struktur,sistem dan dampak)_Quinn Rizqy_Tugas Ke 8

Media Online (Struktur, Sistem dan Dampak)
Dunia telah berubah dan akan terus berubah, jarak antar daerah bahkan antar Negara telah semakin dekat. Beberapa puluh tahun lalu kita sempat takjub dengan televisi yang bisa membagi informasi gambar bergerak ke seluruh pelosok negeri. Kini zaman telah berubah, perkembangan arus teknologi informasi membuat setiap orang bisa berbagi gambar bergerak kepada yang lainya, dan setiap orang bisa berbicara dan saling melihat lawan bicaranya secara langsung dimanapun ia berada.
Media sosial ialah sebuah kelompok aplikasi yang berbasis internet, yang dibangun berdasarkan fondasi ideologis dan teknologi dari web 2.0, yang memungkinkan terjadinya penciptaan dan pertukaran konten yang diciptakan oleh penggunanya.[1] Contoh media sosial, yakni twitter, facebook, google dan lain-lain.

Tugas Ekoman_Rendy_Saputra_PMI^


Bab I
Pendahuluan
·         Latar Belakang
Buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
·        

Minggu, 12 Mei 2013

tugas 6 ekologi manusia-laporaan pencemaran limbah sampah terhadap lingkungan akibat faktor manusia-Badzlia-PMI 6

PENCEMARAN LIMBAH SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN AKIBAT FAKTOR MANUSIA

                                    
Disusun oleh:
Badzlia Rusydina F

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Lingkungan yang sehat,bersih, dan dipenuhi oleh udara yang segar adalah dambaan setiap manusia, dan tidak ada setiap makhluk hidup yang rela tempat tinggalnya dikotori ataupun  dicemari. Tetapi yang terjadi sekarang ini di negara kita khususnya di lingkungan kita semua itu bertolak belakang antara keinginan manusia untuk mempunyai lingkungan yang bersih dan sehat dengan keadaan lingkungan saat ini yang dimana-mana dipenuhi dengan sampah-sampah yang berserakan. Keinginan untuk mempunyai lingkungan yang sehat dan bersih hanyalah keinginan belaka apabila tidak diimbangi dengan perilaku yang ramah lingkungan.

Media Sosial (Struktur, Sistem, Dampak)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas8


MEDIA SOSIAL (STRUKTUR, SISTEM, DAMPAK)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Media sosial merupakan suatu media berbasis internet (online) yang digunakan oleh masyarakat untuk bersosialisasi dengan masyarakat lainnya, baik dengan relasi yang jaraknya dekat dengan kita maupun yang jaraknya jauh (luar kota, luar negeri, dsb.). Dalam penggunaannya, kita (masyarakat) adalah admin-nya yang dapat melakukan banyak hal dengan akun media sosial yang kita miliki. Media sosial dapat menimbulkan interaksi antarindividu di seluruh dunia di waktu yang bersamaan ketika mereka terhubung dengan media online tersebut.
Media sosial (social media) adalah fase perubahan bagaimana setiap individu menemukan, membaca, dan membagikan berita, informasi, dan konten kepada orang lain. Social media adalah perpaduan sosiologi dan teknologi yang mengubah monolog (one to many) menjadi dialog (many to many) dan demokrasi informasi yang mengubah orang-orang dari pembaca konten menjadi penerbit konten. Social media menjadi sangat populer karena memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk terhubung dengan dunia online dalam bentuk hubungan personal, politik, dan kegiatan bisnis.[1]

Sabtu, 11 Mei 2013

Media Sosial_NYI MAS AYU GALUH S.W_KPI6F_TUGAS KE-8

Media sosial
Media sosial adalah sebuah media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network atau jaringan sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki mungkin merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Sementara jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan akses internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Cari Blog Ini