Sabtu, 11 April 2015

IdhaChusaini_PMI6_EkologiManusia

Nama              : Idha Chusaini
NIM                : 1112054000007
Jurusan          : PMI 6
 
Tanggal 26 April 1986, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Chernobyl, Ukraina. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang. Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.
Jadikan gambar sebaris
Trauma yang melanda masyarakat di lokasi kejadian dan sekitarnya akibat peristiwa Chernobyl menjadikan setiap tanggal 26 April pukul 01.23 lonceng berdentang-dentang di Ukraina. Walaupun malam telah larut dan udara dingin, namun warga tetap terjaga. Mereka meletakkan bunga dan lilin di monumen korban bencana Chernobyl.
Upacara yang sama digelar di Slavutych, Rusia, kota yang didirikan untuk menampung para pekerja Reaktor Chernobyl. Upacara juga diperingati di negara tetangga Ukraina, yaitu Belarus, yang ikut menderita akibat bencana Chernobyl.
 
Apa penyebab kecelakaan chernobyl?
Secara garis besar, bencana Chernobyl dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada 25 April 1986 reaktor unit 4 direncanakan dipadamkan untuk perawatan rutin. Selama pemadaman berlangsung, teknisi akan melakukan tes untuk menentukan apakah pada kasus reaktor kehilangan daya turbin dapat menghasilkan energi yang cukup untuk membuat sistem pendingin tetap bekerja sampai generator kembali beroperasi.

Proses pemadaman dan tes dimulai pukul 01.00 pada 25 April. Untuk mendapatkan hasil akurat, operator memilih mematikan beberapa sistem keselamatan, yang kemudian pilihan ini yang membawa malapetaka. Pada pertengahan tes, pemadaman harus ditunda selama sembilan jam akibat peningkatan permintaan daya di Kiev. Proses pemadaman dan tes dilanjutkan kembali pada pukul 23.10 25 April. Pada pukul 01.00, 26 April, daya reaktor menurun tajam, menyebabkan reaktor berada pada situasi yang membahayakan. Operator berusaha mengompensasi rendahnya daya, tetapi reaktor menjadi tak terkendali. Jika sistem keselamatan tetap aktif, operator dapat menangani masalah, namun mereka tidak dapat melakukannya dan akhirnya reaktor meledak pada pukul 01.30.
Secara perinci, kecelakaan itu disebabkan, pertama, desain reaktor, yakni tidak stabil pada daya rendah - daya reaktor bisa naik cepat tanpa dapat dikendalikan. Tidak mempunyai kungkungan reaktor (containment). Akibatnya, setiap kebocoran radiasi dari reaktor langsung ke udara. Kedua, pelanggaran prosedur. Ketika pekerjaan tes dilakukan hanya delapan batang kendali reaktor yang dipakai, yang semestinya minimal 30, agar reaktor tetap terkontrol. Sistem pendingin darurat reaktor dimatikan. Tes dilakukan tanpa memberitahukan kepada petugas yang bertanggung jawab terhadap operasi reaktor.
Ketiga, budaya keselamatan. Pengusaha instalasi tidak memiliki budaya keselamatan, tidak mampu memperbaiki kelemahan desain yang sudah diketahui sebelum kecelakaan terjadi.

Dampak apa yang timbul dari kecelakaan tersebut?
Pada 2003, IAEA membentuk "Forum Chernobyl" bekerja sama dengan organisasi PBB lainnya, seperti WHO, UNDP, ENEP, UN-OCHA, UN-SCEAR, Bank Dunia dan ketiga pemerintahan Belarusia, Ukraina, dan Rusia. Forum ini bekerja untuk menjawab pertanyaan, "sejauh mana dampak kecelakaan ini terhadap kesehatan, lingkungan hidup dan sosial ekonomi kawasan beserta penduduknya." Laporan ini diberi nama "Cherno- byl Legacy"

Jadikan gambar sebaris
Diperkirakan semula dampak fisik akan begitu dahsyat. Artinya, akan menimbulkan korban jiwa yang luar biasa banyaknya. Namun, ternyata data sampai dengan 2006, jumlah korban yang meninggal 56 orang, di mana 28 orang (para likuidator terdiri dari staf PLTN, tenaga konstruksi, dan pemadam kebakaran) meninggal pada 3 bulan pertama setelah kecelakaan, 19 orang meninggal 8 tahun kemudian, dan 9 anak lainnya meninggal karena kanker kelenjar gondok.Sebanyak 350.000 likuidator yang terlibat dalam proses pembersihan daerah PLTN yang kena bencana, serta 5 juta orang yang saat itu tinggal di Belarusia, Ukraina, dan Rusia, yang terkena kontaminasi zat radioaktif dan 100.000 di antaranya tinggal di daerah yang dikategorikan sebagai daerah strict control, ternyata mendapat radiasi seluruh badan sebanding dengan tingkat radiasi alam, serta tidak ditemukan dampak terhadap kesuburan atau bentuk-bentuk anomali.Di sisi lain, hasil studi dan penelitian terhadap likuidator menunjukkan bahwa "tidak ada korelasi langsung antara kenaikan jumlah penderita kanker dan jumlah kematian per satuan waktu dengan paparan radiasi Chernobyl.
Jadikan gambar sebaris
Kemudian pada 1992-2002 tercatat 4.000 kasus kanker kelenjar gondok yang terobservasi di Belarusia, Ukraina, dan Rusia pada anak-anak dan remaja 0-18 tahun ketika terjadi kecelakaan, termasuk 3.000 orang yang berusia 0-14 tahun. Selama perawatan mereka yang kena kanker, di Belarusia meninggal delapan anak dan di Rusia seorang anak. Yang lainnya selamat.
Jadikan gambar sebaris
Berdasarkan laporan "Chernobyl Lecacy", sebagian besar daerah pemukiman yang semula mendapat kontaminasi zat radioaktif karena kecelakaan PLTN Chernobyl telah kembali ke tingkat radiasi latar, seperti sebelum terjadi kecelakaan. Dampak psikologis adalah yang paling dahsyat, terutama trauma bagi mereka yang mengalaminya seperti stres, depresi, dan gejala lainnya yang secara medis sulit dijelaskan.Akibat kecelakaan itu, IAEA dan semua negara yang memiliki PLTN membangun konsensus internasional untuk selalu menggalang dan memutakhirkan standar keselamatan. Di sisi lain, pihak yang anti-PLTN telah menggunakan isu kecelakaan di Chernobyl sebagai bahan kampanye untuk menolak kehadiran PLTN, termasuk di Indonesia, dengan berbagai informasi yang keliru karena ketidaktahuan akan kebenaran informasi sebab terjadinya kecelakaan Chernobyl.
Belajar dari kecelakaan Chernobyl, IAEA telah menetapkan standar tambahan untuk memperkuat syarat keselamatan yang tinggi bagi pembangunan dan pengoperasian PLTN, antara lain, perbaikan desain sampai pada generasi ke-4, aturan main dalam bentuk basic safety, dan berbagai konvensi keselamatan.
Kejadian Chernobyl mengakibatkan dampak yang begitu mengerikan sehingga kota tersebut merupakan kota mati, kapan kota chernobyl hidup kembali??
( sumber :
http://www.kaskus.us/ )



Jumat, 10 April 2015

lilisokviyani_PMI6_laporan ekologi manusia

Laporan Observasi Ekologi Manusia

Perlindungan Ekosistem Tanaman Mangrove (Bakau)

Nama Tokoh                  : Bapak Hj. Salim

Usia                               : 58 tahun

Lokasi Observasi           : Kepulauan Seribu – Pulau Pramuka

Waktu                            : Sabtu, 28 Maret 2015 – pukul 21.00 WIB

 

Bapak Hj. Salim adalah seorang nelayan , namun sejak tahun 2000 menjadi sosok penyelamat lingkungan sekitarnyaa dengan menanam ekosistem mangrove , beliau tinggal dan asli penghuni Pulau Pramuka. Dengan kepeduliannya sejak lama itu hingga sekarang, sudah banyak sekali tanaman magrove yang beliau tanam diberbagai tempat  dan tersebar diberbagai wilayah perairan Indonesia.

Menurut Bapak Salim, awalnya beliau mulai melakukan penyelamatan karena kesadarannya akan penting dan suatu kewajiban setiap individu untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya agar tetap seimbang. Menanam mangrove merupakan suatu  simbiosis mutualisme  yang artinya  menguntungkan antara sesama makhluk hidup baik berupa hewan, tumbuhan dari mangrove itu sendiri maupun  dengan manusia, seperti kebutuhan manusia sehari-harii yang sangatt diperlukan untuk kelangsungan hidup mereka.  Menanam mangrove merupakan suatu kewajiban setiap masyarkaat pesisir karena dengan menanam mangrove akan dapat menjaga hayati Pulau itu sendiri.

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penting yang mendukung keanekaragaman hayati di kawasan Kepulauan Seribu. Ekosistem ini tidak memiliki hamparan secara dominan dan hanya terdapat di beberapa perairan pulau yang secara historis telah ada sebelumnya. Kondisi ini disebabkan karena media yang tumbuh mangrove di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu masih sedikit, yang hanya berupa substrat pasir putih dan pecahan-pecahan karang.  Ekosistem mangrove di kawasan Kepulauan Seribu terdapat 7 jenis tanaman mangrove seperti ; Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba ( Pedada), Bruguiera exarista ( tajang ), Avicenia marina ( api-api putih ), Exoecaria agallocha ( buta-buta) dan Sonneratia spp ( perepet). Namun, untuk kawasan Pulau Pramuka sendiri hanya terdapat 3 jenis ekosistem mangrove yaitu ; Rhizophora stylosa, Rhyzophora mucronata, Avicenia marina ( api-api putih). Karena sesuai dengan struktur tanah yang ada di pulau sehingga hanyaa 3 macam saja yang dapat berkembang dengan baik sampai saat ini. 

Banyak sekali dampak positif  dari ekosistem mangrove yang ada di Kepulauan Seribu , terutama di Pulau Pramuka seperti ;

-  Mangrove sangat berfungsi sebagai filterisasi air laut yang asin menjadi air tawar, sehingga yang nantinya dapat digunakan sebagai semua keperluan rumah tangga.

- Selain itu untuk mencegah terjadinya  abrasi laut, karena semakin lama usia tanaman mangrovenya atau semakin lebat tanamannya akan semakin menjadi penyelamat bagi Pulau tersebut.

- Bemanfaat untuk biota hewan sekiat laut, sebagai tempat pemijahan ikan atau bersarangnya ikan-ikan kecil ( telur) dan biota –biota hewan laut lainnya. 

- Sebagai estetika Pulau, karena Pulau Pramuka merupakan Pulau wisata dengan adanya ekosistem tanaman mangrove dapat menjadi estetika tersendiri bagi pengunjung Pulau. Karena pulau pramuka sendiri sudah termasuk kategori pulai wisata yang hampir setiap weekend banyak sekali pengunjung dari luar jakarta maupun dari jakarta itu sendiri yang ingin menikmati pulau pramuka. 

- Tempat berlindungannya burung-burung , dan disini  ada 123 jenis burung yang singgah di tanaman bakau tersebut setiap harinya. 

Hingga saat ini keadaan bakau masih berkembang baik dan dijaga oleh sebagian masyarakat sekitar untuk kelestarian hayati Pulau.   Sebagian masyrakatpun sudah  menyadari betapa pentingnya menanam tanaman yang satu ini sebagai paru-paru di Pulaunya. Selain untuk kesuburan tanah , mangrove juga menambah keindahan pulau yang menarik untuk pengunjung pulau yang secara otomatis akan menambah penghasilan tambahan selain melaut.

 


Rabu, 08 April 2015

Dwiko Maxi Rianto_PMI_6_1112054000029_tugas_2_ekologi manusia

Dwiko Maxi Rianto

112054000029

Pengembangan Masyarakat Islam

 

Dr. Elis Tiahesara

Pejuang Penerus Program Cinta Lingkungan

(Komplek Atsiri Permai)

A.    Manusia dan Lingkungan

Manusia itu mempunyai potensi yang luar biasa, salah satunya adalah fitrah yang sudah diberikan Allah kepada manusia, seperti  rasa kasih sayang, peduli terhadap makhluk ciptaan Allah, memimpin dan itu semua harus dilandasi dengan visi dan misi demi kehidupan di masa depan. Sebenarnya setiap manusia memiliki potensi itu semua namun sayang potensi-potensi tersebut tidak dikeluarkan. Allah sudah menciptakan manusia dengan bemacam sifat diantaranya rasa saling peduli terhadap mahkluk Allah termasuk menyayangi lingkungan.

 Lingkungan memang  diciptakan Allah untuk kepentingan manusia, jadi ketika manusia itu belum hadir namun lingkungan  seperti udara, air, tanah, itu semua  sudah diciptakan oleh Allah terlebih dahulu. Tugas manusia di muka bumi ini ialah sebagai khalifah, pemimpin bagi alam semesta. Seperti pada firman Allah yang artinya bahwa "tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada Allah". Hal tersebut dilakukan dan disesuaikan dengan tugas yang sudah diatur sebelumnya yaitu selain mengabdi ialah menjaga dan menyayangi lingkungan. Semestinya setiap manusia harus mempunyai pemikiran untuk terus memperbaiki apapun demi kelangsungan hidup selanjutnya, misalnya perbaikan terhadap keadaan lingkungan yang saat ini sudah tidak terjaga lagi kelestariannya.

B.     Program Cinta Lingkungan

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan dilingkungan Atsiri permai yaitu menanam pohon bersama pengurus RW setempat dan juga badan lingkungan hidup. Penanaman ini ditempatkan di kali pesanggrahan, dipinggir jalan, disepanjang jalan kenanga raya, dan kalau dilihat sekarang pohon tersebut sudah tumbuh besar seperti pohon kelapa, sawo pecik, sawo dan sebagainya.

Program selanjutnya yaitu pembuatan sumur resapan atau biopori. Sampai saat ini sudah banyak yang membuat biopori dari mulai lingkungan dirumah sendiri, sekolah dan dilingkungan sekitar tempat tinggalnya. Berikutnya penyuluhan tentang demam berdarah. Dengan mengajak warga sekitar untuk ikut memperhatikan keadaan lingkungan sekelilingnya, kebersihannya, kenyamanan sehingga akan terhindar dari penyakit demam berdarah atau penyakit menular lainnya.

Selanjutnya pengelolaan sampah namun program ini masih setengah jalan, karena paradigma masyarakat setempat tentang sampah bahwa sampah hanya harus dibuang tanpa memikirkan pengelolaan atau daur ulangnya. Sebenarnya masalah sampah menjadi momok yang  harus terus digencarkan karena masalah sampah ini bukan masalah ketika sampah sudah dibuang maka masalah selesai. Akan tetapi pembuangan sampah yang dilakukan tanpa mendaur ulangnya itu sama saja seperti memindahkan sampah dari satu jalan ke jalan lainnya karena sampah yang sudah dibuang justru menjadi masalah bagi tempat lain. Sebab ditempat lain itu belum tentu sampah tersebut hilang begitu saja pasti butuh proses dalam pengelolaannya. Itulah mengapa masalah sampah ini masih dianggap masalah yang rumit untuk dicari jalan keluarnya sebab kesadaran masyarakat juga masih kurang.

Padahal sampah yang sudah dibuang itu bila dikelola dengan baik maka akan berkah. Misalnya seperti sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk dan hal itu justru akan mendatangkan keberkahan bagi orang lain yaitu petani-petani sebab mereka tidak perlu lagi mengeluarkan uang banyak untuk membeli pupuk. Kemudian untuk sampah anorganiknya dapat dirubah menjadi barang-barang yang bermanfaat dan tentunya ramah lingkungan.

C.    Pokok Masalah Lingkungan

Program pengelolaan sampah sudah berjalan namun hanya sebagian sehingga program ini terhenti. Sebenarnya kami sudah memiliki alat atau mesin pengelolaan sampah organik untuk bisa diubah menjadi pupuk kompos. Namun yang menjadi kendala yaitu karena kita terfokus pada sampah rumah tangga maka yang menjadi masalah utamanya adalah sampah rumah tangga dimana dalam pembuangan sampahnya saja sudah tidak ada pembagian antara sampah organik dan anorganik, padahal untuk sampah anorganik yang bisa diperjual belikan atau didaur ulang sehingga tidak perlu ikut diangkut ke tempat pembuangan sampah dan selain itu bila sampah-sampah yang sudah didaur ulang secara otomatis akan membuat volume sampah diangkut menjadi berkurang. Jika volume yang diangkut sudah sedikit maka biaya pengangkutan juga sedikit dan pembuangan sampah ke tempat pembuangan pun tidak terlalu banyak.

Selain itu Organisasi yang bertugas dalam penanganan sampah ini tidak berjalan secara professional seharusnya pekerja yang dipekerjakan harus secara professional bukan kegiatan yang dilakukan secara sukarela. Karena pada saat itu petugas masih bersifat sukarela jadi penyuluhan serta ketegasan dari pengelola terhadap masyarakat masih kurang sehingga masyarakat kembali lagi seperti semula yaitu tetap membuang sampah tanpa membedakan sampah-sampah tersebut.

D.    Solusi Masalah Lingkungan

Dengan diadakannya penyuluhan tentang sampah khususnya sampah rumah tangga yang setiap hari volumenya terus mengalami peningkatan. Kegiatan yang dapat dilakukan ialah peran semua warga terutama yang berada didalam satu keluarga untuk saling mengingatkan bahwa sebelum membuang sampah alangkah baiknya untuk membaginya menjadi sampah organik dan sampah anorganik karena dengan membedakan sampah-sampah tersebut dapat mengurangi volume sampah yang akan diangkut. Selain itu kegiatan membuang sampah dengan membedakan jenis sampah-sampah dapat dilanjutkan ke lingkungan sekitar. Jadi tidak hanya sampah rumah tangga yang volumenya dapat berkurang tetapi juga sampah-sampah yang berada dilingkungan. Meskipun dalam hal ini program masih dikhususkan ke sampah rumah tangga, namun tidak menutup kemungkinan solusi seperti ini dapat berhasil dan bisa dilakukan ke tingkat yang lebih luas lagi (menyeluruh sampai ke lingkungan tempat tinggal).

Pekerjaan seperti ini dilakukan oleh pekerja profesional, professional dalam arti dapat bertanggungjawab terhadap tugas yang sedang diterima dan permasalahan digaji sudah bukan lagi digaji secara sukarela lagi. Hal ini dimaksudkan agar para petugas yang menangani  sampah sudah tidak perlu minder terhadap pekerjaannya karena pekerjaan seperti ini sangat besar pengaruhnya demi kepentingan orang banyak. Selain itu juga keuntungannya yang didapat dari pekerjaan seperti ini tidak hanya dari segi uang saja tetapi telah menjadi bagian yang sangat besar pengaruhnya terhadap lingkungan karena mereka yang bekerja pada pekerjaan ini seperti motto yang selalu saya pegang yaitu "Think Globally And Act Locally" berfikir secara global dan disesuaikan juga dengan keadaan disekeliling namun dapat bertindak lokal secara umum untuk kepentingan umum, dan kepentingan orang banyak.

E.     Start Form Yourself and Do for All (Mulai Dari Diri Sendiri dan Lakukan Untuk Semua)

Dalam hal ini kesulitannya terletak pada diri kita sendiri. Jika dari diri kita sudah peduli terhadap lingkungan maka kita bisa mengajak warga sekitar untuk ikut menggalangkan kegiatan cinta lingkungan. Sampai saat ini jika pribadi sendiri sudah sadar dan peduli terhadap lingkungan, itu artinya hanya tinggal mengajak warga lainnya untuk ikut bersama melaksankan program cinta lingkungan. Meskipun itu sulit karena pemikiran atau paradigma warga lain masih seperti yang dulu, generasi seperti kalianlah yang harus tetap menjalankan program ini sampai turun ke generasi selanjutnya.

Bumi ini milik kita semua, maka kita harus bersatu menjaga lingkungan demi kehidupan selanjutnya. Dimulailah dari diri kita sendiri dan lakukan untuk semua. Jika bukan dari diri sendiri siapa lagi yang akan memperhatikan lingkungan dan jika lingkungan sudah rusak kita juga yang akan merasakan dampaknya sementara planet yang sampai saat ini bisa dihuni oleh umat manusia hanyalah planet bumi. Oleh karena itu marilah kita jaga bumi kita, planet kita semua.

Melihat kegiatan yang sedang marak saat ini seperti perubahan lahan hijau menjadi perumahan dan pembanagunan gedung bertingkat, bila dilihat dari segi ekosistem, sudah termasuk  merusak lingkungan. Karena kita tidak tahu ada ekosistem apa saja sebelumnya di lahan hijau tersebut dan apabila dilahan tersebut ada ekosistem yang sudah jarang ditemukan, lambat laun dengan adanya kerusakan lahan dan mengakibatkan rusaknya juga ekosistem tersebut, akan dapat dipastikan ekosistem itu akan menjadi punah dan generasi selanjutnya tidak akan tahu betapa banyaknya ekosistem yang ada di dunia ini khususnya di daerah tempat tinggal mereka.

Bila dibandingkan dengan keadaan terdahulu dengan keadaan sekarang di lingkungan komplek Atsiri ini dapat kita lihat perbedaannya dan perbedaan yang cukup jelas terlihat yaitu pada pagi hari. Dahulu di pagi hari, setiap kita berolahraga atau sekedar jalan-jalan (jogging) kita masih melihat embun dan bila lelah sudah terasa lelah kita dapat berteduh di bawah pohon. Tetapi sekarang bila dipagi hari bukan embun yang kita lihat melainkan asap kendaraan, dan panas. Apabila ingin berteduh di bawah pohon pun sudah tidak bisa dilakukan karena jumlah pohon-pohon yang mengalami penurunan. Oleh karena itu pohon yang masih ada sekarang harus kita jaga dan ditambah dengan kegiatan penanaman pohon-pohon dilahan yang tersisa demi tetap lestarinya lahan hijau di lingkungan sekitar kita.

Sebenarnya generasi sebelumnya seperti kami ini sudah melakukan kegiatan cinta lingkungan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, pembersihan lingkungan dan sebagainya. Jadi tinggal kalian semua generasi penerus kami yang harus tetap menjalankan kegiatan cinta lingkungan tersebut. Sebab kami tidak akan lama hidup didunia ini tetapi sebelum kami pergi meninggalkan dunia ini alangkah baiknya berfikir untuk lingkungan, hal apa saja yang sudah dilakukan untuk lingkungan kita. Itulah yang seharusnya ada pada pemikiran setiap orang agar lingkungan ini tetap terjaga sampai generasi-genarasi berikutnya.

Sampai akhir hidup saya tetap akan memegang teguh rasa cinta lingkungan ini misalnya saja setiap hari minggu sehabis senam, pasti banyak sampah yang berserakan seperti gelas-gelas aqua sampah plastic. Itu semua saya bersihkan lalu saya pisahkan sampah-sampah tersebut dan sampah-sampah seperti gelas aqua bisa bermanfaat untuk para pemulung atau bisa didaur ulang.

Pada waktu sehabis senam datang seorang ibu menghadap saya lalu bertanya "mengapa ibu masih disini dan memunguti gelas-gelas aqua?" kemudian saya jawab "saya cinta lingkungan saya, lagipula sampah-sampah kering seperti gelas-gelas aqua ini bisa didaur ulang atau bisa dikasihkan ke pemulung agar bermanfaat bagi mereka". Dihari senam selanjutnya saya melihat ibu tersebut tidak membuah sampah gelas aqua ke tempat samapah melainkan ia masukan kedalam tasnya dengan alasan untuk dikumpulkan. Dari kegiatan seperti itu kita sudah memberikan dampak yang baik bagi lingkungan, jika bukan dimulai dari kita sendiri lantas dimulai dari siapa. Sementara orang-orang sekitar hanya akan malu dan tergerak hatinya bila melihat orang lain dahulu yang mempunyai rasa peduli.

 

 

F.     Generasi Penerus Program Cinta Lingkungan

Program kami selanjutnya yaitu bagaimana kami bisa membimbing yang muda-muda atau generasi muda seperti kalian ini untuk dibiasakan dari sejak kecil sudah mulai menjaga lingkungan dan tetap meneruskan kelestarian lingkungan yang sudah dijaga sebelumnya bila dilihat dari udara yang ada saat ini yang kita semua rasakan hanyalah asap dan panas. Hal itu mengindikasikan bahwa lingkungan kita sudah mulai rusak, pepohonan tidak ada, yang ada hanyalah gedung-gedung dan perumahan. Oleh karena itu marilah sama-sama kami para generasi sebelumnya dan kalian semua penerus generasi kami, budayakanlah rasa cinta terhadap lingkungan demi kehidupan seluruh ekosistem di dunia ini termasuk didalamnya seluruh manusia dan makhluk hidup.

Selanjutnya program yang ingin kami jalankan kembali adalah program pembuatan taman-taman untuk anak-anak bermain. Karena taman yang dahulunya sudah ada kini sudah hilang akibatnya semakin menipisnya lahan dan anak-anak sekarang sudah tidak peduli terhadap lingkungan sebab tidak ada lahan atau taman bermain maka mereka lebih memilih bermain didalam rumah misalnya sepertinya bermain game dan justru permainan game yang bersifat didalam rumah saja akan dapat menimbulkan sikap cuek dan tidak mau peduli terhadap lingkungan luar. Bila taman-taman tersebut dibangun kembali maka anak-anak akan terasa lebih nyaman ketika bermain dan juga udara yang dihirup juga baik untuk kesehatan mereka. Sebab dasarnya banyak pepohonan maka kadar oksigen yang kita hirup akan semakin banyak dan kualitas oksigen yang dihirup pun semakin bagus.

tugas wawancara. tugas 2. nama syachul hamdi pmi6

BENI ARDIANSYAH  SEBAGAI PAHLAWAN LINGKUNGAN

Oleh: Syachul Hamdi

NIM : 1112054000022

Jurusan : Pengembangan Masyarakat Islam

Semester 6

Dalam sub kajian kali ini, saya mengangkat btema pahlawan lingkungan yang terlupakan. Sehingga dari kajian saya kita semua tidak tutup telinga, mata, dan yang lainnya bahwa disekitar kita ada pahlawan lingkungan tapi kita tidak menyadarinya.

Pada waktu itu, terik matahari membakar tubuh yang lagi haus akan informasi pehalawan lingkungan disekitar kita. Namun saya terus berjalan berjalan tanpa henti untuk menyelesaikan tugas mingguan dari dosen saya. Namun ditengah perjalanan saya terhipnotis dengan pekerjaan seseorang yang berbaju orange karena pada waktu itu, mereka tahan akan teriknya matahari, ketika saya melihat kejam tangan waktu menunjukan pukul 11.35 WIB dan matahari telah berada tepat diatas kepala. Saya bertemu dengna seorang pemuda yang bernama Beni Ardiansyah yang ternyat setelah saya telusuri dan bertanya panjang lebar dia adalah salah satu dari aktivis yanbg bergerak di bidang lingkungan.

Sapaan arbra beni itu, tidak sungkan menjelaskan latar belakng dia secara detail pada saya. Yang mana dia dilahirkan di kota depok pada 30 agustus 1989 itu mempunyai tiga saudara dari dan dia merupakan anak sulung dari riga bersaudara tersebut. Anak dari pasangan hasbullah dan surasmi ini sudah lima tahun menggeluti bidang lingkungan tersebut. Bahkan dia aktif di Wahana  Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi  kota Depok) karena dia sadar, kerusakan lingkungan hidup yang semakin tidak terkendali baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Menurut dia, Memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka mempengaruhi dinamika sosial, politik dan ekonomi masyarakat. Siapa yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup kian sulit dipastikan karena penyebabnya sendiri saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Maka dari itu, dia tergugah untuk aktif dan menjadi relawan dan orang yang peduli terhadap kondisi lingkungan disekitar. Bahkan pada tahun 2013 dia di percayai untuk menjadi pimpinan utama di WALHI kota depok karena kegigihan dan keuletannya sebagai pemuda yang aktiv di lingkungan.

Ada beberapa pencapain yang yang dia raih dan laksanan ketika menjadi ketua di walhi kota depok, yakni: penghijauan kembali di hutan Taman Hutan Raya (Tahura). Yang berada di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok (dekat dengan stasiun kereta api Depok Lama). Hutan yang dulu luasnya 30 Ha, kini hanya tersisa seluas 6 Ha. Yang sekarang menjadi hutan lindung dan masih banyak lagi pencapaian dia selama menjadi ketua di WALHI kota depok.

Selain itu, menurutnya bahwa perlu kita sadari bahwa setiap orang sesungguhnya bisa menjadi aktivis lingkungan, minimal bagi keluarganya. Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) misalnya, kita juga bisa menjadi pahlawan, yaitu dengan cara bekerja secara ikhlas, jujur dan amanah, serta selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Selain itu, supaya bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, kita juga harus memberikan pengabdian serta pelayanan terbaik bagi kepentingan masyarakat. Dan dengan penuh semangat, kita curahkan tenaga dan pikiran untuk menciptakan dan mengimplementasikan program-program yang bisa membuat masyarakat maju dan sejahtera, meskipun nanti mungkin kita sendiri belum tentu akan merasakan hasilnya.

Akhirnya, wawancara saya dengan beliau diakhiri dengan sebuah falsafah hidup yang beliau selalu pegang teguh dalam hidupnya yakni; Lebih Baik Mandi Keringat Saat Latihan Dari Pada Mandi Darah Saat Berperang.

Saya rasa, tindakan yang dia lakukan dengna cara penghijauan pada huta Taman Hutan Raya kota depok, layaklah dia kita pandang sebagai pahlawah lingkungan disekitar karena perannya yang sangat sungguh laur bisa tersebut.

Selasa, 07 April 2015

Suryatna Andri oleh Nur Syamsiyah_PMI 4_Tugas 2

Life history

Suryatna Andri lahir di Pandeglang, 24 Agustus 1964. Beliau lahir dari pasangan bapak Emed dan ibu Fulanah. Anak kedua dari tujuh bersaudara. Beliau merupakan tokoh inspiratif bagi orang yang ada disekitarnya dan terutama bagi keluarganya. Beliau merupakan sosok yang dibanggakan dan sangat dihormati oleh anak. Beliau memulai jenjang pendidikannya dari  SDN Bidara Cina, Jakarta Timur. Perjuangan di SDN Bidara Cina hanya sampai kelas 5 lalu beliau melanjutkannya ke SDN Kelapa Dua, Jakarta Barat pada tahun 1976. Sehubunggan dengan pindahnya tempat tinggal beliau. Setelah tamat SD beliau melanjutkan SMPN 75 dan tamat pada tahun 1980, beliau merasakan empat tahun belajar di SMP bukan karena tidak naik kelas, tetapi memang ada peraturan pemerintah yang harus sekolah selama empat tahun. Dan melanjutkan SMA di SMAN 65 dan tamat pada tahun 1982. Setelah selesai bersekolah beliau sempat menunda impiannya untuk melanjuti ke bangku perguruan tinggi.

IBU RATIH PENDAUR ULANG SAMPAH oleh BUNGAWATI_ PMI 6

Nama : BUNGAWATI
Nim : 1112054000032
Jurusan : Pengembangan Masyarakat Islam ( VI )

LAPORAN OBSERVASI EKOLOGI MANUSIA
PENDAUR ULANG SAMPAH MELATI KEMUNING PAMULANG BARAT.
IBU RATIH
Nama : Ibu Ratih
Lokasi Observasi : Kemuning Pamulang Barat
Waktu : Senin, 6 April 2015- Pukul 12.00 – 16.00 WIB

Awal sejarahnya.
Ibu Ratih awal ngebangun membuat bank sampah didaerah kemuning. Dia melihat di televisi ada bank sampah di daerah malang. Dan ibu ratih setelah melihat tayangan bank sampah itu ,ibu ratih terinspirasi berniat kuat untuk membangun masyarakat disekitarnya agar bisa memperhatikan sekeliling rumahnya atau lingkungan atas sampah yang selama ini disepelehkan dan dibuang sembarangan ternyata bisa menghasilkan duit. Dan mensehatkan lingkungan.

H. Salim oleh Lilisokviyani_PMI6

Nama : Lilis Okviyani ( 1112054000002)
Pengembangan Masyarakat Islam ( VI)

Laporan Observasi Ekologi Manusia
Perlindungan Ekosistem Tanaman Mangrove (Bakau)

Nama Tokoh                  : Bapak Hj. Salim
Usia                               : 58 tahun
Lokasi Observasi           : Kepulauan Seribu – Pulau Pramuka
Waktu                            : Sabtu, 28 Maret 2015 – pukul 21.00 WIB
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penting yang mendukung keanekaragaman hayati di kawasan Kepulauan Seribu. Ekosistem ini tidak memiliki hamparan secara dominan dan hanya terdapat di beberapa perairan pulau yang secara historis telah ada sebelumnya. Kondisi ini disebabkan karena media tumbuh mangrove di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu masih sedikit, yang hanya berupa substrat pasir putih dan pecahan-pecahan karang.  

Hj. Haeronah oleh Nurfi Laila_BPI 6_

Nama   : Nurfi Laila
NIM    : 1112052000006
Jurusan/ Semester : Bimbingan dan Penyuluhan Islam/ 6
Mata Kuliah  : Metode Penelitian Kualitatif
Life History Hj. Haeronah, S.Pd.I
Objek penelitian saya kali ini adalah seorang Ibu Rumah Tangga sekaligus seorang guru Biologi di Pondok Pesantren Qotrun Nada Depok.
Ibu Haeronah  lahir di Cirebon, 24 November 1968. Beliau anak ke 3 dari 8 bersaudara dari pasangan bapak Eko Jarkoni dan ibu Siti Munawaroh. Walaupun lahirnya di Kuningan akan tetapi beliau besar di Citayam. Pada usia 10 tahun beliau di ajak untuk pindah ke citayam oleh kedua orang tuanya, tepatnya di belakang stasiun citayam dekat rel kereta jalur kota - bogor.

EYANG HARINI oleh ZUYINARWANI_PMI6

NAMA            : ZUYIN ARWANI
NIM                : 1112054000020
JURUSAN      : PMI


KISAH INSPIRATIF EYANG HARINI

Pembawaannya yang lincah dan senda guraunya yang segar, sungguh mengejutkan saya ketika beliau berucap "umur saya 80 tahun!". Hati saya pun makin tergelitik untuk mengenal beliau lebih dekat. "Panggil saja saya Eyang Harini," kata beliau saat berjabat tangan dengan saya. Eyang, demikian saya menyapanya, ternyata memang sangat istimewa.

Supriyadi oleh Arianne Sarah_PMI 6

Tugas Ekologi Manusia - Sosok Pejuang Lingkungan
Oleh: Arianne Sarah – 1112054000014

Kampus UIN Syarif Hidayatullah, terletak di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Kampus ini dibagi menjadi Kampus I dan Kampus II. Jika melihat dari dekat, terdapat kemegahan dari gedung kampus ini. Gedungnya yang tinggi memperlihatkan bahwa kampus ini mempunyai kualitas yang tidak rendah. Akan tetapi, di balik kemegahan gedung kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah, terdapat beberapa persoalan mengenai sarana dan prasarana.  Terkhusus untuk penyediaan lahan parkir (baik untuk mobil ataupun sepeda motor), yang terasa begitu rapat dan penuh sesak. Bahkan lahan parkir khusus sepeda, tak jarang turut diserobot oleh sepeda motor. Jumlah kendaraan roda dua ataupun roda empat yang sudah tidak dapat dihitung angka pastinya, ditambah lagi dengan minimnya lahan terbuka hijau ini mengharuskan kampus UIN berbenah diri agar tercipta kondisi belajar yang kondusif.

Rusli oleh Ayu Triana_PMI VI

Laporan Tugas Ekologi Manusia
Ayu Triana
Semester VI
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam
Habitat Ikan Kerapu
Pada kesempatan kali ini saya akan mendeskripsikan beliau seorang tokoh kologi manusia yang sempat bahkan pernah menyelamatkan lingkungan alam,tetapi adakalanya terlebih dahulu kita mengenal ikan kerapu itu apa sih? Bahwasanya dalam klasifikasi ikan, yang dimaksud dengan ikan kerapu adalah semua jenis ikan yang berada pada sub family serranidae, ada empat genus serranidae yaitu Epinephelus, Variola, Plectropomus< dan  Cromileptes. Dan jenis-jenis kerapu yang dikenal saat ini adalah kerapu bebek atau tikus (Cromileptes altivelis), kerapu lumpur ( Epinephelus coioides), kerapu kertang ( Epinephelus lanceolatus), kerapu macam (Epinephelus foscoguttatus), kerapu tolol ( Plectoponus maculatus ), kerapu karang ( Chepalopholis bunack), kerapu sunu ( plectropomus leordus ).

idhachusaini_PMI6_LaporanPenelitian

: Idha Chusaini
NIM          :1112054000007
Jurusan      : PMI 6 
      MatKul      :Ekologi Manusia
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan.

Nurlaila_1112054000027 PMI 6 (EKOLOGI)

Nama : Nurlaila
NIM : 1112054000027
Jurusan : PMI 6
Penyelamat kali pasar kemiri di Jakarta Barat
Sosok sederhana yang biasa disapa bang edi  usia 52 tahun ini memiliki kenangan indah saat mudanya dulu memancing ikan di kali pasar kemiri. Namun, kondisi akhir-akhir ini sangatlah berbeda. Pada dasarnya, kawasan kali pasar kemiri, umumnya merupakan kawasan ruang terbuka hijau. Tetapi saat ini, kondisinya lebih banyak tidak terawat dan bahkan beberapa pinggiran kali pasarkemiri juga digunakan sebagai dumping area bagi kegiatan pembuangan sampah (ujar bang edi)

Labib Faishal Ariq_1112054000003_PMI_6_TOKOH EKOLOGI

Nama               : Labib Faishal Ariq    ( 1112054000003 )
Jurusan            : PMI VI
Berawal dari kegelisahan seorang ibu rumah tangga terhadap lingkungannya yang notabene berada di kawasan sekitar pasar, yang mana di ujung jalan tidak jauh dari rumah beliau selalu terparkir mobil bak yang sering digunakan untuk mengangkut ikan dari tempat pelelangan untuk kemudian di jual di pasar yang tidak jauh juga dari kawasan tersebut. Tetapi sepertinya warga sekitar merasa acuh tak acuh terhadap keadaan tersebut, sehingga membuat hati ibu Santi ini merasa tergerak untuk merubah itu semua yang tadinya kawasan tersebut sering di lalui oleh kendaraan mobil bak pengangkut ikan namun dengan meminta bantuan kepada aparat setempat dan juga bekerja sama dengan aparat dari kelurahan setempat sehingga mobil-mobil tersebut sekarang sudah memiliki tempat yang jauh dari pemukiman warga.

indah kurniawati_PMI_6_1112054000028_tugas_2_ekologi manusia

NAMA : INDAH KURNIAWATI

NIM : 112054000028

JURUSAN/SEMESTER : PMI/6

MATA KULIAH : EKOLOGI MANUSIA

NAMA TOKOH : MAI

TEMPAT, TANGGAL LAHIR: JAKARTA, 16 OKTOBER 1956

MEYELAMATKAN TERUMBU KARANG

Sejak tahun 1998 terumbu karang di kepualauan seribu telah direhabilitasi oleh seorang yang dahulunya perusak menjadi pelindung serta menjadi penyelamat terumbu karang, dengan melakukan rehabitiasi transplantasi karang yitu menjadi karang karang mati menjadi karang hidup. Sejakn tahun itu penyelamatan terhadap terumbu karang telah dilakukan oleh seorang yang asli dari kepualauan seribu beliau bertempat tinggal di daerah pulau paramuka, beliu mendpatkan hidayah untuk melindungi serta menyelamatkan dan merehabilitasi terumbu karang sehingga akan adanya perubahan tehadap keindahan serta ekowisata alam bawah laut. Tokoh yang telah memiliki motivasi bahwa beliau melakukan rehabilitasi terhadap terumbu karang adalah sebagai suatau kebutuhan bagai semua masyarakat khususnya masyarakat kepulauan seribu. Terumbu karang sebgai filter bagi air laut, sarang ikan dan tempat berlindung ikan serta bertelurnya ikan, mencegah abrasi, memeperkokoh kepulauan seribu, pondasi kepualaun seribu, dan estetika.

Terumbu karang di dunia dalam kondisi terancam oleh aktifitas manusia melalui polusi dan perubahan habitat (Burke et al. 2011). Ancaman terhadap terumbu karang di Indonesia antara lain disebabkan oleh penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, pencemaran dan kerusakan yang berasal dari laut, pembangunan pesisir, dan pencemaran yang berasal dari daerah aliran sungai. Banyak upaya yang dilakukan manusia untuk mengatasi atau memperbaiki ekosistem terumbu karang yang telah rusak. Secara umum upaya yang dilakukan adalah manajemen misalnya pembentukan kawasan konservasi perairan atau dengan teknologi rehabilitasi seperti terumbu buatan dan transplantasi karang. Tujuan utama transplantasi karang adalah untuk memperbaiki kualitas terumbu karang seperti meningkatnya tutupan karang hidup, keanekaragaman hayati dan keunikan topografi karang (Soedharma dan Arafat, 2006).

Penelitian transplantasi karang di Indonesia antara lain di Kepulauan Seribu (Subhan et al., 2008), Tanjung Lesung Banten (Zamani et al), Kepulauan Spermonde (haris 2012), dan beberapa dearah lainnya. Jenis-jenis karang yang banyak ditransplantasi antara lain Acropora (Haris 2012: Zamani et al, 2009; Madduppa et al., 2007), Euphyllia sp, Plerogyra sinuosa, Cynarina lacrymalis (Subhan et al., 2008), Hynopora sp, Pocillopora dan Sylopora (Johan, 2012). Metode transplantasi di Indonesia saat ini berbagai macam-macam (Gambar 1). Beberapa metode yang sudah digunakan adalah metode rak jaring dan substrat (Subhan et al., 2008), beton (Johan, 2012), jaring dan pecahan (Fadli, 2008), substrat alami (Haris 2012 ) dan dimodifikasi menggunakan biorock karang (Zamani et al., 2009; Madduppa et al., 2007). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan dan tidak 160 Beginer Subhan, Hawis Madduppa, Dondy Arafat, Dedi Soedharma Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan

a                                              b                                              c

Gambar 1. Metode transplantasi karang (a) rak, jaring dan substrat, (b) jaring dan pecahan karang (c) beton (Foto: Beginer Subhan) semua baik untuk kegiatan rehabilitasi.

Sejatinya pengembangan transplantasi karang di Indonesia dikembangkan untuk kegiatan perdagangan karang hias. Soedharma, 2012 mencatat bahwa pada tahun 1996 Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKI), WWF, TNI-AL dan Pusat Penelitian Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2OLIPI) menjadi pionir dalam pengembangan metode transplantasi. Transplantasi dengan menggunakan rak, jaring dan substrat merupakan metode yang awal dan memberikan hasil yang memuaskan. Penelitian dan pengembangan dengan metode ini dilakukan sampai tahun 2004 di Kepulauan Seribu. Selanjutnya metode ini digunakan untuk kegiatan rehabilitasi karang di berbagai lokasi di Indonesia. Saat ini hampir seluruh daerah pesisir yang memiliki ekosistem terumbu karang menggunakan transplantasi karang sebagai usaha perbaikan ekosistem terumbu karang.

Faktor biologi kurang ditelaah Parameter fisika kimia perairan menjadi kajian wajib pada saat memulai kegiatan perbaikan

kondisi terumbu karang. Memang benar jika kedua parameter tersebut menunjukkan kondisi yang tidak cocok untuk pertumbuhan karang maka keberhasilan akan rendah. Saat ini banyak kajian awal berhenti hanya sampai kondisi fisik dan kimia saja. Belum banyak faktor biologi sebagai pertimbangan lebih lanjut dalam menentukan lokasi yang menjadi prioritas transplantasi karang.

Faktor biologi yang kurang menjadi perhatian adalah kompetitor. Siapakah kompetitor karang dalam kegiatan transplantasi karang? jawabannya adalah makro alga. Daerah-daerah yang sudah dikuasai oleh makro alga biasanya sangat sulit untuk direhabilitasi. Sebagai contoh, pengalaman kegiatan transplantasi karang selama lebih 5 tahun alga menjadi penyebab utama kematian fragmen karang. Kondisi nutrien di perairan yang tinggi menjadi pemicu tumbuhnya makro alga.


meidiansah putra_PMI_6_1112054000012_tugas_2_ekologi manusia

NAMA : MEIDIANSAH PUTRA
NIM : 1112054000012
JURUSAN/ SEMESTER : PMI/6
MATA KULIAH : EKOLOGI MANUSIA
NAMA TOKOH : SALIM
USIA : 60 TAHUN 
MENYELAMATKAN PENYU SISIK
Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang terdapat di gugusan kepulauan seribu, Jakarta. Pulau ini juga merupakan pusat pemerintahan administratif di kepulauan seribu. Sebagai pusat pemerintahan, pulau ini dilengkapi oleh beberapa falsilitas seperti rumah sakit, home stay, tempat ibadah, aula. Selain itu di pulau ini juga terdapat salah satu tempat penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricate). Penyu sisik merupakan salah satu hewan yang dilindungi, hewan ini masuk dalam red list IUCN sebagai hewan yang terancam punah. Penyebabnya adalah karena perburuan liar akan telur, konsumsi daging penyu dan karapas yang bernilai jual tinggi. Selain itu, ancaman lain datang dari pengrusakan habitat, polusi laut, dan terperangkap oleh alat penangkap ikan.

Sugimin S.Ars oleh Rosa juni andri

Nama        : Rosa juni andri
NIM           : 1113054000024
prodi          : pengembangan masyarakat islam
semester   :  4

Kali ini saya akan melakukan penelitian life histori  seorang laki-laki yang bernama bapak sugimin S.Ars, selain seorang pengusaha dibidang properti, beliau juga seorang arsitek, yang menurut saya pak sugimin adalah seorang yang bisa dibilang sukses dibidangnya dimulai dari jalan hidupnya yang dimulai dari titik terendah hingga saat ini.

Senin, 06 April 2015

Muhammad Zen oleh Milva S Dwi Puteri

Life History
Narasumber: Muhammad Zen, S.Ag, MA.

Pak Zen lahir di Bekasi pada 12 Januari 1978. Dia adalah putra ke empat dari tujuh bersaudara dari pasangan H. Saman dan Hj. Masturoh. Ayah dan ibu Pak Zen dahulu adalah pedagang buah dan sayuran hingga sembako. Pasangan yang mempunyai tujuh orang anak ini sudah mulai berprofesi sebagai pedagang buah sayur, serta sembako dari sejak menikah hingga kelahiran anak bungsunya dan akhirnya sepulang haji kedua orang tua nya memutuskan untuk berjualan nasi uduk sampai dengan saat ini.

Mang Nashuha:oleh Mughni Labib_PMI 4

Nama               :   Mughni Labib
NIM                :   1113054000003
Prodi               :   Pengembangan Masyarakat Islam
Semester          :   IV

Mang Nashuha: Life History Inspirator 'Dakwah Waktu' 
Era globalisasi seperti pasca Perang Dunia I-II hingga sekarang ini menimbulkan dua dampak. Dampak positif dan dampak negatif. Bicara soal dampak negatifnya, terlebih yang ditimbulkan dari arus teknologi informasi melalui kecanggihan internetnya, telah banyak mempengaruhi pemuda sampai anak-anak. Sebut saja game online sudah menjejal di sektor WarNet manapun yang membuat tergiur anak-anak. Pemuda-pemuda pun demikian. Disamping menyebabkan terkikisnya budaya anak bangsa, internet (yang salah satunya disokong game online itu) mengakibatkan seseorang jauh dari agama. Bahkan bersikap apriori. Datang waktu adzan, anak-anak masih saja asik main game online. Peristiwa tersebut masih terbilang soal cetek

Cari Blog Ini