Senin, 21 September 2015

Agustin Putri Anggrainy.JRNL.1B.KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA.TUGAS 1

A.   DEFINISI

Sebenarnya istilah konflik berasal dari bahasa Latin configere yang berarti saling memukul. Namun, definisi tersebut terkesan sangat sederhana bukan? Padahal konflik tersebut belum tentu hanya berkaitan dengan sisi fisik saja. Secara sosiologis, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau dapat juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik Sosiologi Menurut Para Ahli :

1.      SoerjonoSoekanto
Mengatakan bahwa konflik merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.

2.       Lewis.ACoser
Berpendapat bahwa konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

3.      Gillin dan Gillin
Melihat konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya, konflik adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaanperbedaan baik fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku. Atau dengan kata lain konflik adalah salah satu proses interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

4.       De Moor
Dalam suatu sistem sosial dapat dikatakan terdapat konflik apabila para penghuni sistem tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran.

5.       Robert M. Z. Lawang
Konflik merupakan sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti nilai, status, kekuasaan dan sebagainya. Tujuan dari mereka yang berkonflik itu tidak hanya untuk memperoleh kemenangan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya (lawannya).

 

Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini dimaksudkan apabila kita ingin mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Myers, Jika komunikasi adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan perbedaan individu secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna, maka dalam proses itu, pasti ada konflik (1982: 234). Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan (Stewart & Logan, 1993:341). Konflik tidak selalu diidentifikasikan sebagai terjadinya saling baku hantam antara dua pihak yang berseteru, tetapi juga diidentifikasikan sebagai 'perang dingin' antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata – kata yang mengandung amarah.

B.   SUMBERDAYA dalam PERSEPRTIF SOSIOLOGI

 

Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.

misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

 

C.   CONTOH

 

ü  Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi),

 misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

ü  Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar geng).

ü  Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

ü  Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

ü  Konflik antar atau tidak antar agama

ü  Konflik antar politik.

ü  konflik individu dengan kelompok

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

 

Taufik, Abdul 1986. Durkheim dan Pengantar Sosiologi Moralitas. Jakarta:Publishing Co.

Sunarto, Kamanto 2002. Pengantar Sosiologi. Jakarta:Lembaga Penerbit FK UI

 

Agustin Putri Anggrainy.JRNL.1B.KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA.TUGAS 2

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA

A.   DEFINISI

Sebenarnya istilah konflik berasal dari bahasa Latin configere yang berarti saling memukul. Namun, definisi tersebut terkesan sangat sederhana bukan? Padahal konflik tersebut belum tentu hanya berkaitan dengan sisi fisik saja. Secara sosiologis, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau dapat juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik Sosiologi Menurut Para Ahli :

1.      Soerjono Soekanto
Mengatakan bahwa konflik merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.

2.       Lewis A Coser
Berpendapat bahwa konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

3.      Gillin dan Gillin
Melihat konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya, konflik adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaanperbedaan baik fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku. Atau dengan kata lain konflik adalah salah satu proses interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

4.       De Moor
Dalam suatu sistem sosial dapat dikatakan terdapat konflik apabila para penghuni sistem tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran.

5.       Robert M. Z. Lawang
Konflik merupakan sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti nilai, status, kekuasaan dan sebagainya. Tujuan dari mereka yang berkonflik itu tidak hanya untuk memperoleh kemenangan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya (lawannya).
 

Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini dimaksudkan apabila kita ingin mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Myers, Jika komunikasi adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan perbedaan individu secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna, maka dalam proses itu, pasti ada konflik (1982: 234). Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan (Stewart & Logan, 1993:341). Konflik tidak selalu diidentifikasikan sebagai terjadinya saling baku hantam antara dua pihak yang berseteru, tetapi juga diidentifikasikan sebagai 'perang dingin' antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata – kata yang mengandung amarah.

B.   SUMBERDAYA dalam PERSEPRTIF SOSIOLOGI

Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.

misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

 

C.   CONTOH

ü  Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi),

 misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

ü  Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar geng).

ü  Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

ü  Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

ü  Konflik antar atau tidak antar agama

ü  Konflik antar politik.

ü  konflik individu dengan kelompok 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Taufik, Abdul 1986. Durkheim dan Pengantar Sosiologi Moralitas. Jakarta:Publishing Co.

Sunarto, Kamanto 2002. Pengantar Sosiologi. Jakarta:Lembaga Penerbit FK UI

 

Agustin Putri Anggraeny.JRNL.1B.KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA.TUGAS 2

 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA

A.   DEFINISI

Sebenarnya istilah konflik berasal dari bahasa Latin configere yang berarti saling memukul. Namun, definisi tersebut terkesan sangat sederhana bukan? Padahal konflik tersebut belum tentu hanya berkaitan dengan sisi fisik saja. Secara sosiologis, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau dapat juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik Sosiologi Menurut Para Ahli :

1.      Soerjono Soekanto
Mengatakan bahwa konflik merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.

2.       Lewis A Coser
Berpendapat bahwa konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

3.      Gillin dan Gillin
Melihat konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya, konflik adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaanperbedaan baik fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku. Atau dengan kata lain konflik adalah salah satu proses interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

4.       De Moor
Dalam suatu sistem sosial dapat dikatakan terdapat konflik apabila para penghuni sistem tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran.

5.       Robert M. Z. Lawang
Konflik merupakan sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti nilai, status, kekuasaan dan sebagainya. Tujuan dari mereka yang berkonflik itu tidak hanya untuk memperoleh kemenangan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya (lawannya).

Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini dimaksudkan apabila kita ingin mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Myers, Jika komunikasi adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan perbedaan individu secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna, maka dalam proses itu, pasti ada konflik (1982: 234). Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan (Stewart & Logan, 1993:341). Konflik tidak selalu diidentifikasikan sebagai terjadinya saling baku hantam antara dua pihak yang berseteru, tetapi juga diidentifikasikan sebagai 'perang dingin' antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata – kata yang mengandung amarah.

B.   SUMBERDAYA dalam PERSEPRTIF SOSIOLOGI

Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.

misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

C.   CONTOH

ü  Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi),

 misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

ü  Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar geng).

ü  Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

ü  Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

ü  Konflik antar atau tidak antar agama

ü  Konflik antar politik.

ü  konflik individu dengan kelompok 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Taufik, Abdul 1986. Durkheim dan Pengantar Sosiologi Moralitas. Jakarta:Publishing Co.

Sunarto, Kamanto 2002. Pengantar Sosiologi. Jakarta:Lembaga Penerbit FK UI

 

Juliah - KPI 1 B - Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya - Tugas 3

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

1.      Definisi Konflik Sosial

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan soaial, konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa asa dalam setiap ruang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh sebab itu, konflik dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan social. Di dalam setiap kehidupan social tidak ada satu pun manusia yang memiliki persamaan yang persis, baik dari unsur etnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan, dan sebagainya.

Istilah ''konflik'' secara etimologi berasal dari bahasa latin ''con'' yang berarti bersama dan ''fligere'' yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, ''konflik'' dalam kehidupan social berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Di dalam International Encyclopedia of The Socia Sciences Vol.3 (hlm. 236-241) diuraikan mengenai pengertian konflik dari aspek antropologi,yakni ditimbulkan sebagai akibat dari persaingan antara  paling tidak dua pihak; Diana tiap-tiap pihak dapat berupa peerorangan, keluarga, kelompok kekerabatan, satu komunitas, atau mungkin atu lapisan kelas social pendukung ideologi tertentu, satu organisasi politik, satu suku bangsa, atau satu pemeluk agama tertentu.

Keragaman sosiokultural di dalam suatu bangsa atau negara memiliki intensitas konflik yang lebih tinggi dibandingkan dengan Negara-negara struktur sosialnya bersifat homogen. Heterogenitas suatu bangsa sering kali menimbulkan konflik antar suku, agama, ras dan antar golongan yang sering diistilahkan konflik SARA. Selain itu, gejala deferensiasi social (penggolongan social) jika tidak ditangani secra bijak akan menimbilkan kerawana konflik social. Akan tetapi, disisi lain keaneka ragaman sosiokultural suatu bangsa juga bisa menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa yang akan menjunjung tinggi bangsa di percaturan internasional, sehingga keanekaragaman social budaya juga berdampak pada keuntungan ekonomis jika dikelola dengan baik. Selain keragaman sosiokultural, ketimpangan ekonomi juga memicu keraawanan konflik social diantara para anggota masyarakat.

 

2.      Definisi Sumber Daya

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tak selalu bersifat fisik, tetapi juga nonfisik.Dalam hal ini biasanya sumber daya non fisik inilah yang biasa terjadi pertentangan dan konflik yang terjadi di masyarakat. Missal sumber daya manusia yang terbatas.para sosiolg berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan social, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumberdaya-sumberdaya yang jumlah ketersediaannya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan kesimpangan yang menjadi salah satu sebab konflik utama.

 

3.      Contoh konflik sosial

a). Bom Bali 2002, adalah rangkaian tiga peristiwa pepengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di di paddy's pub dan sari club (SC) di Jalan Legian, Kuta, di dekat kantor konsulat amerika serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. 

b). Perang Dunia II di Indonesia, adalah suatu perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali Negara di dunia termasuk semua kekuatan bear yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan yaitu sekutu dan poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang diberbagai pasukan militer. Dalam keadaan ''perang total'' Negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.Di tandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil.

c). Konflik antara suku dayak dengan madura di sampit, Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasiyang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.Tahun2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.

Juliah - KPI 1B - Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

1.      Definisi Konflik Sosial

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan soaial, konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa asa dalam setiap ruang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh sebab itu, konflik dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan social. Di dalam setiap kehidupan social tidak ada satu pun manusia yang memiliki persamaan yang persis, baik dari unsur etnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan, dan sebagainya.

Istilah ''konflik'' secara etimologi berasal dari bahasa latin ''con'' yang berarti bersama dan ''fligere'' yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, ''konflik'' dalam kehidupan social berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Di dalam International Encyclopedia of The Socia Sciences Vol.3 (hlm. 236-241) diuraikan mengenai pengertian konflik dari aspek antropologi,yakni ditimbulkan sebagai akibat dari persaingan antara  paling tidak dua pihak; Diana tiap-tiap pihak dapat berupa peerorangan, keluarga, kelompok kekerabatan, satu komunitas, atau mungkin atu lapisan kelas social pendukung ideologi tertentu, satu organisasi politik, satu suku bangsa, atau satu pemeluk agama tertentu.

Keragaman sosiokultural di dalam suatu bangsa atau negara memiliki intensitas konflik yang lebih tinggi dibandingkan dengan Negara-negara struktur sosialnya bersifat homogen. Heterogenitas suatu bangsa sering kali menimbulkan konflik antar suku, agama, ras dan antar golongan yang sering diistilahkan konflik SARA. Selain itu, gejala deferensiasi social (penggolongan social) jika tidak ditangani secra bijak akan menimbilkan kerawana konflik social. Akan tetapi, disisi lain keaneka ragaman sosiokultural suatu bangsa juga bisa menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa yang akan menjunjung tinggi bangsa di percaturan internasional, sehingga keanekaragaman social budaya juga berdampak pada keuntungan ekonomis jika dikelola dengan baik. Selain keragaman sosiokultural, ketimpangan ekonomi juga memicu keraawanan konflik social diantara para anggota masyarakat.

 

2.      Definisi Sumber Daya

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tak selalu bersifat fisik, tetapi juga nonfisik.Dalam hal ini biasanya sumber daya non fisik inilah yang biasa terjadi pertentangan dan konflik yang terjadi di masyarakat. Missal sumber daya manusia yang terbatas.para sosiolg berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan social, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumberdaya-sumberdaya yang jumlah ketersediaannya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan kesimpangan yang menjadi salah satu sebab konflik utama.

 

3.      Contoh konflik sosial

a). Bom Bali 2002, adalah rangkaian tiga peristiwa pepengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di di paddy's pub dan sari club (SC) di Jalan Legian, Kuta, di dekat kantor konsulat amerika serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. 

b). Perang Dunia II di Indonesia, adalah suatu perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali Negara di dunia termasuk semua kekuatan bear yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan yaitu sekutu dan poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang diberbagai pasukan militer. Dalam keadaan ''perang total'' Negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.Di tandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil.

c). Konflik antara suku dayak dengan madura di sampit, Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasiyang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.Tahun2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.

Raudhatusshifa - KPI 1B - Konflik dan Perebutan Sumber Daya - Tugas 3

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

 

 

1.      Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren,  artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana dan kapan saja.

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligare" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain - lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Di dalam Internaional Encyclopedia of The Social Sciences Vol. 3 (hlm. 236 – 241) diuraikan bahwa pengertian konflik dari aspek antropologi, yakni ditimbulkan sebagai akibat dari persaingan antara palig tidak dua pihak; di mana tiap – tiap pihak dapat berupa perorangan, keluarga, kelompok kekerabatan, satu komunitas atau mungkin satu lapisan kelas sosial pendukung ideologi tertentu, satu organisasi politik, satu suku bangsa atau satu pemeluk agama tertentu.

Secara sederhana, konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan.

Dari setiap konflik ada beberapa diantaranya yang dapat diselesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimbulkan beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik sehingga menimbukan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan.

Beberapa akar penyebab terjadinya konflik :

a)        Perbedaan antar perorangan maupun kelompok

b)        Perbedaan kebudayaan

c)        Bentrokan antar kepentingan

d)       Perubahan – perubahan sosial

Beberapa akibat konflik :

a)        Bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok

b)        Hanurnya kesatuan kelompok

c)        Adanya perubahan kepribadian individu

d)       Hancurnya nilai-nilai dan norma sosial

e)        Hilangnya harta benda dan korban manusia

Konflik sosial sering diasumsikan sebagai bentuk yang negati seperti perselisihan, disintegrasi penyimpangan, destrukti dan lain lain.  Tetapi pada kenyataanya konlik pada sisi lain memiliki sisi positif yang berguna bagi kehidupan sosial masyarakat. Ralf D mengatakan bahwa konflik berfungsi sebagai pengintegrasi masyarakat dan sumber perubahan. Selain itu konlik juga berfungsi sebagai penghilang unsur-unsur pengganggu dalam hubungan masyarakat.Konflik dianggap sebagai suatu yang memiliki sifat negatif maupun sebaliknya tergantung bagaimana masyarakat memandang dan menyikapi konflik itu sendiri.


 

2.      Definisi Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik tetapi juga bersifat non fisik. Biasanya sumber daya nonfisik bisa menjadi akar terjadinya konflik di masyarakat. Misalnya sumber daya pikiran manusia yang terbatas. Para sosiolog berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber daya yang ketersediaannya amat terbatas dengan pembagian yang yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan ketimpangan yang menjadi salah satu sebab utama.

Sumber daya juga ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada pula sumber daya yang kekal. Selain itu dikenal pula istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan dan sumber daya tak terbarukan.

 

3.      Contoh dalam Kehidupan Sehari – hari

 

a)      Tawuran Antar Pelajar

Dendam akibat pemalakan dan perampasan. Apabila seorang siswa dari suatu sekolah menengah atas dipalak atau dirampas uang dan hartanya, dia akan melapor kepada pentolan di sekolahnya. Kemudian pentolan itu akan mengumpulkan siswa untuk menghampiri siswa dari sekolah musuh ditempat dimana biasanya mereka menunggu bis atau kendaraan pulang. Apabila jumlah siswa dari sekolah musuh hanya sedikit, mereka akan balik memalak atau merampas siswa sekolah musuh tersebut. Tetapi jika jumlah siswa sekolah musuh tersebut seimbang atau lebih banyak, mereka akan melakukan kontak fisik.

 

b)      Membolos

Perasaan tersisihkan seorang anak yang merasa bahwa ia tidak diinginkan atau diterima di kelasnya. Perasaan ini bisa berasal dari teman sekelas atau mungkin gurunya sendiri dengan sindiran atau ucapan.

 

c)      Konflik Antar Suku

Sejarah masa lalu. Dimana pada masa lalu kehidupan antar suku diwarnai persaingan yang berujung pada konflik untuk memperebutkan status dan juga gengsi. Hal ini terbawa hingga ke masa kini karena pengaruh budaya di masa lalu.

Kecemburuan ekonomi. Biasanya, suku pendatang yang mampu meraih keberhasilan di bidang ekonomi akan menimbulkan kecemburuan pada penduduk asli. Akibatnya, terjadi gesekan karena menganggap bahwa suku pendatang merebut potensi ekonomi yang seharusnya mampu menyejahterakan suku asli.


QURRATA 'AINI Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi TUGAS 3

NAMA           :QURRATA 'AINI

NIM                :11150510000024

JURUSAN     :KPI 1A

 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

A.    DEFINISI KONFLIK SOSIAL

Komflik sosial adalah  suatu bentuk interaksi yang ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan diantara pihak-pihak yang terlibat. Sebenarnya, konflik tidak selalu membawa dampak negatif. sisi positif konflik sosial adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antar kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antara kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah bentuk tuntutan terhadap perubahan kondisi yang tidak menguntungkan. Suatu kelompok yang merasa diperlakukan tidak adil menuntut perubahan untuk memperjuangkan perubahan itu, jalan yang ditempuh adalah  menentang kondisi yang ada.

 

B.     SUMBERDAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya terdiri dari sumberdaya fisik dan non fisik. Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

 

C.    CONTOH KONFLIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk dan pihak yang berseteru mulai dari perorangan, kelompok, antar agama, antar suku bahkan antar negara.

Berikut diantaranya:

1.      Perang Dunia 1 dan 2

2.      Perang Vietnam

3.      Perang Korea

4.      Perang Irak-Iran

5.      Berkelahinya adik dan kakak

6.      Perang antar suku

7.      Pertentangan antar anggota partai politik

8.      Tawuran penonton sepak bola

 

9.      Perseteruan Perbatasan Malaysia dan Indonesia

10.  Kasus Tolikara

11.  Kasus Poso

12.  Pertentangan antar pejabat

13.  Tawuran pelajar

14.  Perkelahian antar pelajar

15.  KDRT

 

D.    SUMBER BUKU

Setiadi, Elly-Kolip, Usman Bagong. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta :KencanaWartanto, SE, MM. Sosiologi, Gemesis Mitra Sampora

 

QURRATA 'AINI Konflik "Sosial dalam Perspektif Sosiologi" TUGAS 3

NAMA           :QURRATA 'AINI

NIM                :11150510000024

JURUSAN     :KPI 1A

 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

A.    DEFINISI KONFLIK SOSIAL

Komflik sosial adalah  suatu bentuk interaksi yang ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan diantara pihak-pihak yang terlibat. Sebenarnya, konflik tidak selalu membawa dampak negatif. sisi positif konflik sosial adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antar kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antara kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah bentuk tuntutan terhadap perubahan kondisi yang tidak menguntungkan. Suatu kelompok yang merasa diperlakukan tidak adil menuntut perubahan untuk memperjuangkan perubahan itu, jalan yang ditempuh adalah  menentang kondisi yang ada.

 

B.     SUMBERDAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya terdiri dari sumberdaya fisik dan non fisik. Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

 

C.    CONTOH KONFLIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk dan pihak yang berseteru mulai dari perorangan, kelompok, antar agama, antar suku bahkan antar negara.

Berikut diantaranya:

1.      Perang Dunia 1 dan 2

2.      Perang Vietnam

3.      Perang Korea

4.      Perang Irak-Iran

5.      Berkelahinya adik dan kakak

6.      Perang antar suku

7.      Pertentangan antar anggota partai politik

8.      Tawuran penonton sepak bola

 

9.      Perseteruan Perbatasan Malaysia dan Indonesia

10.  Kasus Tolikara

11.  Kasus Poso

12.  Pertentangan antar pejabat

13.  Tawuran pelajar

14.  Perkelahian antar pelajar

15.  KDRT

 

D.    SUMBER BUKU

Setiadi, Elly-Kolip, Usman Bagong. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta :KencanaWartanto, SE, MM. Sosiologi, Gemesis Mitra Sampora

 

Cari Blog Ini