Selasa, 22 September 2015

tasya yustina anggraini atmadinata-kpi 1A-tugas 3-konflik sosial dan perebutan sumberdaya

Tasya yustina anggraini atmadinata_KPI 1A_knflik social dan perebutan sumberdaya_tugas 3

1.      Definisi konflik social

Konflik merupakan gejala social yang serba hadir dalam kehidupan social, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh karna itu, konflik dan integrasi social merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan social.

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian "konflik" dalam kehidupan social berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Secara sederhana konflik dapat diartikan "perselisihan atau persengketaan anatara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan"

·         Macam macam konflik:

a.       Konflik gender

b.      Konflik rasial dan antarsuku

c.       Konflik antar-umat agama

d.      Konflik antar golongan

e.       Konflik kepentingan

f.       Konflik antarpribadi

g.      Konflik antarkelas social

h.      Konflik antar Negara/bangsa

 

Ø  Contoh dalam kehidupan sehari hari:

a.       Ras yang berbeda beda sering kali menjadi konflik. Ada yang berkulit putih, sawo matang, dan hitam. Saat ada ras yang berkulit hitam saja, bisa di cemooh oleh ras berkulit putih dan menimbulkan konflik social

b.      Partai partai yang mempunyai kepentingannya masing masing yang akhirnya saling berbenturan. Benturan yang terjadi dipicu oleh pihak yang ingin merebut kekuasaan dan kewenangan di dalam masyarakat tetapi juga ada partai yang ingin berusaha mempertahankan dan mengembangkan kekuasaan dan kewenangan yang sudah ada ditangan mereka.

c.       Konflik juga bisa terjadi saat terjadi perbedaan pendapat. Contohnya saat guru yang sedang mengajar terjadi perbedaaan pendapat dengan murid yang senang membaca buku.

d.      Konflik antara buruh dan majikan didalam struktur masyarakat industry. Golongan buruh menuntut perbaikan upah pada pemerintah maupun perusahaan.

e.       Konflik antara patron dan klien dalam struktur masyarakat feudal.

f.       Pemutusan hubungan kerja (PHK)

g.      Konflik perbedaan agama yang terjadi pada masyrakat Indonesia.

h.      Konflik antar organisasi sekolah

 

 

2.      Definisi perebutan sumberdaya

Sumber daya adalah sumber baik manusia, materi maupun energy yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Menurut soerianegara(1977) bahwa hutan, tanah, air, tanaman pertanian, padang rumput, dan pouplasi ikan merupakan beberapa contoh sumber daya alam yang dapat dipulihkan.

Perebutan sumberdaya adalah kekayaan kekayaan yang ada di Indonesia yang menyebabkan terjadinya konflik. Sumberdaya di Indonesia sangatlah kaya sehingga terjadi lah perbedaan pendapat kekayaan itu milik siapa.

 

Ø  Contoh dalam kehidupan sehari hari.

1.      Nelayan yang saling memisahkan tempat dan saling berdebat tentang siapa wilayah ini.

2.      Para penebang pohon yang mempermasalahkan hutan hutan di Indonesia

3.      Kemiskinan dan perebutan sumberdaya perikanan terjadi dalam konflik social nelayan

 

Sumber buku:

Nama buku: pengantar sosiologi

Pengarang: elly M setiadi dan udman kolip

Penerbit: charisma putra utama

Tahun: cetakan ke-1, februari 2011

 

TUTI_KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA_TUGAS3

Tugas Sosiologi 3

Nama : Tuti Awaliyah

NIM : 11150510000033

Definisi Konflik Sosial

Istilah "konflik " secar etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian , konflik dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan , keinginan , pendapat dan lain-lain.yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Konflik diyakini merupakan suatu fakta utama dalam masyarkat. Sejumlah tradisi intelektual , menyediakan perangkat analisis interpretasi terhadap masalah tersebut. Konflik merupakan suatu fakta dalam masyarakat industri modern. Konflik lebih banyak dipahami sebagai keadaan tidak berfungsinya , komponen-komponen masyarakat sebagai mana mestinya atau gejala penyakit dalam masyarakat yang terintegrasi secara tidak sempurna. Tetapi secara empiris , konflik tidak diakui karena orang lebih stabilitas sebagai hakikat masyarakat. Konflik merupakan realitas yang harus dihadapi oleh para ahli teori sosial dalam membentuk model-model umum prilaku sosial. Konflik bersifat inheren , artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu,dimana saja dan kapan saja.

Konflik mempunyai fungsi-fungsi positif. Salah satunya adalah mengurangi ketegangan dalam masyarakat, juga mencegah agar ketegangan tersebut tidak bertambah dan menimbulkan kekerasan yang memungkin terjadinya perubahan-perubahan. Dari sudut pandang ini konflik sosial mempunyai fungsi katarsis. Karenanya konflik mempunyai dampak yang menyegarkan pada sistem sosial. Konflik memang tidak mengubah sistem sosial itu sendiri, namun konflik menciptakan perubahan-perubahan di dalam sistem, dan konsekuensinya sistem itu bisa lebih efektif. Dalam khasanah pemikiran yunani kuno para pemikir dari sejak Heraklitus sampai kaum sophist mengemukakan konflik sebagai suatu hal yang utama. Bahkan konflik dianggap sebagai fakta sosial mendasar. Pada faktanya konflik digambarkan sebagai suatu bentuk sistem kekuatan yang stabil. Dan konsepsi konflik menurut kaum sopist ini ditransmisikan secara langsung dari konsep struktur terkecil kepada konsepsi perubahan internal. Artinya pergerakan dari zaman primitif ke zaman peradaban modern.

Teori konflik yang berawal dari ideologi ditegaskan sebagai kumpulan ide untuk memajukan gerakan-gerakan sosial atau untuk mempertahankan institusi sosial.

 Adapun macam konflik antara lain :

-          Konflik gender

-          Konflik antarsuku

-          Konflik antar agama

-          Konflik antar golongan

-          Konflik kepentingan

-          Konflik antarpribadi

-          Konflik antar bangsa dll

 

Definisi sumber daya

 

Dalam perspektif sosiologi sumber daya diartikan sebagai materi unsur yang mempunyai potensi,dalam artian sumber daya merupakan sesuatu yang harus dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh makhluk sosial itu sendiri. Sehingga dengan adanya hubungan yang baik itulah akan terjadi keseimbangan dalam kehidupan di muka bumi ini, seperti halnya hubungan antar manusia yang saling membutuhkan satu sama lain,ketika seseorang memiliki sumber daya yang ia jaga dengan baik maka iapun tidak akan mengganggu sumber daya orang lain begitu juga sebaliknya.

 

Sumber daya sendiri adakalanya yang dilakukan oleh anggota tubuh contohnya seperti tenaga manusia atau bisa jadi yang tidak dilakukan oleh anggota tubuh seperti pikiran manusia. Dalam ilmu pengetahuan alam sendiri sumber daya ada yang bisa diperbaharui contohnya seperti angin, udara, air, cahaya matahari, awan, api, dan lain sebagainya yang mungkin tak akan habis kita pakai, berbeda lagi dengan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, contohnya seperti batu bara, minyak bumi, bahan galian (emas, perak, perunggu, berlian , batu akik), semua sumber daya yang tidak dapat diperbaharui tentu akan habis jika kita memakainya terus menerus.

 

Maka dari itu timbulah hubungan antara sumber daya dengan ilmu sosiologi bahwa, dengan adanya perawatan sumber daya yang baik oleh makhluk sosial maka akan terjadi kehidupan yang sejahtera tanpa mengganggu sumber daya yang telah ada.

 

Contoh konflik dalam kehidupan sehari-hari:

 

-          Daominasi kaum laki-laki yang mengisi jabatan wakil rakyatdi parlemen, kemiliteran, birokrasi dan sebagainya.

-          Konflik antar etnis di Papua, Maluku, Ambon dan Poso

-          Terorisme yang semakin membuat antar dua agama menjadi lebih rumit

-          Pertikaian yang berujung pada kekerasan antar kelompok penganut agama tertentu dan kelompok aliansi kelompok kebebasan beragama dan berkeyakinan di Jakarta 5 Juni 2008 lalu.

-          Dua remaja yang berpacaran lalu berpisah karena sama-sama mempertahankan pendapat masing-masing

-           

Contoh perebutan sumber daya dalam kehidupan sehari-hari:

 

-          Penebangan liar menyebabkan adanya perebutan sumber daya antara manusia dengan binatang penghuni hutan tersebut

-          Orang-orang cerdas yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi padahal ia bisa berguna untuk bangsa dan negara sumber daya ini bisa disebut sumber daya pikiran manusia

-          Peristiwa kebakaran hutan dengan sengaja yang biasanya bertujuan untuk pembangunan perusahaan akan merusak kehidupan binatang hutan

 

Refrensi:

Bachtiar,prof.Dr.Wardi,2006,Sosiologi Klasik,Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Setiabudi, Elli M.,dan Usman Kolip,2011,Pengantar Sosiologi, Jakarta: Kencana Grup

Alisha Nur_Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya_Tugas 3

Nama  : Alisha Nur

NIM    : 11150510000007

Kelas   : KPI 1 A

Tugas 3

Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya

A.     Definisi Konflik Sosial Dalam Perspektif Sosiologi

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh sebab itu, konflik merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan sosial.

 

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

 

Secara sederhana konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan.

 

Lewis A. Coser berpendapat bahwa konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

 

John Lewis Gillin dan John Philip Gillin melihat konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan (oppositional process). Artinya, konflik adalah bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku.

 

Berikut ini beberapa akar penyebab terjadinya konflik, yaitu :

1.      Perbedaan antar-individu.

2.      Benturan antar-kepentingan baik secara ekonomi ataupun politik.

3.      Perubahan sosial.

4.      Perbedaan kebudayaan.

 

B.     Sumberdaya Dalam Perspektif Sosiologi

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

 

C.     Contoh Konflik Sosial Dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Konflik Vietnam berubah menjadi perang.

·  Konflik Bosnia-Kroasia, konflik di Rwanda, dan konflik di Kazakhstan yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis.

·   Konflik Timur Tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. Hal ini dapat dilihat dalam konflik Israel dan Palestina.

·         Konflik tawuran antar pelajar.

·         Pertentangan antar anggota partai politik.

·    Konflik anak-anak yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tuanya.

·    Pertentangan yang terjadi antara kaum buruh disebuah pabrik tekstil yang menuntut kenaikan gaji atau dikeluarkannya THR (Tunjangan Hari Raya). 

·    A dan B berkonflik karena mereka berdua memiliki pandangan yang berbeda tentang cara memperoleh nilai yang baik. Si A berpandangan bahwa untuk mendapatkan nilai baik, menyontek adalah hal yang wajar. Sebaliknya, si B berpandangan bahwa untuk mendapatkan nilai yang baik, menyontek adalah hal yang tidak baik dan tidak wajar.

 

Sumber : Setiadi, Elly M. dan Usman Kolip. 2011. PENGANTAR SOSIOLOGI. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

 

SHERLYANA PULUNGAN_KPI 1A_TUGAS 3

Tugas 3
KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA
 
DEFINISI KONFLIK SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI :
Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial,sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu , dimana saja dan kapan saja. Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian , " konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan , pendapat dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.
Konflik sosial biasanya dipahami sebagai suatu proses sosial dissosiatif atau saling bertentangan antar pihak. Dalam proses tersebut, masing- masing pihak berusaha saling menguasai atau berebut pengaruh . cara yang ditempuh bisa menggunakan kekerasan atau non kekerasan,
Penyebab terjadinya konflik sosial :
·         Perbedaan antara individu, dapat berupa perbedaan keyakinan dan pendirian seseorang.
·         Perbedaan kebudayaan antara kelompok masyarakat
·         Perbedaan kepentingan antarindividu/kelompok
·         Kesenjangan sosial yaitu perbedaan yang sangat menonjol pada kemampuan meraih tingakat kesejahteraa.
·         Perubahan sosial, masyarakat yang tidak siap menerima perubahan sosial dapat mengalami konflik sosial.
DEFINISI PEREBUTAN SUMBER DAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI :
Perebutan sumber daya adalah negara-negara yang mempunyai kekayaan alam, akan tetapi belum mempunyai kemampuan dalam mengolahnya. Perebutan sumber daya alam antara kelompok masyarakat asal dengan kelompok masyarakat pendatang.biasanya yang di perebutkan Sumber daya alam seperti barang tambang, lahan subur, dan hutan menjadi barang rebutan bagi siapapun untuk datang, mengeksplorasi, dan mengeksploitasi.
 
CONTOH KONFLIK SOSIAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI :
·         Konflik yang terjadi antara pedagang kaki lima dan polisi pamong praja disebabkan oleh perbedaan kepentingan dan tujuan antar pihak. Pedagang kaki lima memiliki kepentingan untuk memperoleh pendapatan ( mencukupi kebutuhan ekonomi) sebaliknya polisi pamong praja memiliki kepentingan untuk menertibkan pedagang sebagai tuntutan perannya dalam pekerjaan.
·         Konflik antara pemberontak dan pemerintah indonesia merupakan contoh konflik yang dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa jika tidak segara di seleseikan. Disintegrasi bangsa dapat disebut dengan rusaknya integrasi atau terdapatnya perpecahan dalam masyarakat indonesia.
·         Perbedaan kepentingan antara warga dan pengusaha mengakibatkan konflik karena ganti rugi akibat luapan lumpur lapindo di jawa timur tidak cepat diselesikan .pengusaha yang harus membayar ganti rugi merasa keberatan karena dapat memengaruhi kegiatan produksi.sementara itu, warga tetap menuntut ganti rugi kepada perusahaan karena telah dirugikan akibat semburan lumpur lapindo ditempat tinngal mereka.
·         Konflik sosial yang terjadi antar pelajar, mula nya mungkin karena ejekan kecil yang di ejek tidak terima maka terjadilah tawuran antar pelajar, dan disaat tawuran tersebut beberapa seorang pelajar ada yang luka-luka malah ada yang terbunuh.
 
CONTOH PEREBUTAN SUMBER DAYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI :  
Misalnya dinegara berkembang seperti indonesia, pengusaha dan masyarakat pendatang biasanya mendapat izin eksplorasi skala kecil, dan menengah atas izin pemerintah setempat. Pendatang ini biasanya memiliki peralatan, sumber daya, modal, hingga jaringan bisnis yang sudah lebih siap dibanding masyarakat lokal yang biasanya belum memiliki skill, modal, maupun jaringan apapun soal " sumber daya alam" yang mereka miliki. Pemerintah daerah pun jarang sekali memfasilitasi rakyatnya untuk mendapatkan akses dan kemampuan yang sama dalam mengolah sumber daya alamnya. Akhirnya warga lokal biasanya tergerus dan kalah bersaing dalam pengelolahan sumber daya alam di wilayah mereka. Hasilnya, masyarakat pendatang cenderung "lebih kaya" dibanding masyarakat lokal. Di indonesia kasus-kasus tambang di kalimantan dan sulawesi misalnya menjadi bukti atas persaingan antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang.
 
 
 
 
Referensi :
·         Elly M. Setiadi  .Usman Kolip (Buku pengantar sosiologi)
·         Buku detik – detik
·         Mark Duffield, War As A Network Enterprise, the new security terrain and its implications, published in cultural values: the journal for cultral research, jan-april 2002, 6 (1&2): 153-166, philippe lebillon, the political ecology of war resource explotation.

AWALUDDINJAMIL_11150510000078_KPI1B_TUGAS3

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

 

Definisi Konflik Sosial

 

            Konflik merupakan  proses sosial dimana masing – masing pihak yang berinteraksi berusaha untuk saling menghancurkan, menyingkirkan, mengalahkan karena berbagai alasan seperti rasa benci atau rasa permusuhan. Sebab musabab terjadinya konflik di antaranya: Pertama, perbedaan antar – perorangan atau antar – kelompok, yang menimbulkan benturan – benturan antar individu maupun kelompok. Kedua, perbedaan kebudayaan yang berpengaruh pada perbedaan kepribadian seseorang atau kelompok sebab karakter kebudayaan akan berpengaruh dalam membentuk karakter kepribadian manusia dalam kehidupan sosial. Ketiga, bentrokan antar – kepentingan, bentrokan ini dipicu oleh suatu keinginan agar orang lain atau kelompok lain berperilaku sesuai dengan seleranya. Keempat, perubahan – perubahan sosial yang meliputi nilai – nilai dan norma – norma sosial.

            Konflik dianggap sebagai sesuatu yang bersifat negatif maupun positif tergantung bagaimana masyarakat konflik tersebut. Ada yang memandang konflik sebagai sesuatu  yang tidak baik karena konflik merupakan biang dari segala bentuk perpecahan di dalam masyarakat yang mengakibatkan disintegrasi sosial, ada pula yang memandang konflik sebagai sesuatu yang positif karena konflik berakibat pada terpicunya motivasi anggota – anggota masyarakat untuk berprestasi.

 

      Sumberdaya Dalam Perspektif Sosiologi

            Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimilki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumberdaya mengandung mengandung bias ekonomi. Manusia di anggap semata – mata sebagai faktor produksi bukan sebagai makhluk kultural. Karena manusia dilihat sebagai faktor produksi. Kualitas seseorang manusia sebagai faktor produksi dianggap ditentukan oleh kondisi fisiknya, tingkat pendidikannya, dan keterampilan yang dimilikinya. Manusia yang berkualitas tinggi adalah manusia yang sehat badanya dan memperoleh cukup pendidikan dan pelatihan.

 

 

Contoh Dalam Kehidupan Sehari - hari

a)      Konflik Gender

b)     Konflik Rasial dan Antarsuku

c)      Konflik Antar – Umat Agama

d)     Konflik Antargolongan

e)      Konflik Kepentingan

f)       Konflik Antarpribadi

g)      Konflik Antarkelas Sosial

h)     Konflik Antarnegara/Bangsa

YAMA NURAINI_KPI I-B_TUGAS 3_KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

           

DEFINISI KONFLIK SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap orang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Hal-hal yang mendorong timbulnya konflik adalah adanya persamaan dan perbedaan kepentingan sosial.

            Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

            Perang tidak sama dengan konflik, akan tetapi benih-benih dari setiap peperangan hingga bentuk terorisme adalah konflik berkepanjangan yang tidak terselesaikan. Perang, terorisme, dan tindakan kekerasan lainnya bukanlah konflik, sebab perang, terorisme, dan kekerasan adalah dampak dari konflik. Secara sederhana konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan.

Pada dasarnya, secara sederhana penyebab konflik dibagi dua, yaitu:

1.      Kemajemukan horizontal, yang artinya adalah struktur masyarakat yang majemuk secara kultural, seperti suku bangsa, agama, ras, dan majemuk secara sosial dalam arti perbedaan pekerjaan dan profesi. Kemajemukan horizontal­­—kultural menimbulkan konflik yang masing-masing unsur kultural tersebut mempunyai karakteristik sendiri dan masing-masing penghayat budaya tersebut ingin mempertahankan karakteristik budayanya tersebut.

2.      Kemajemukan vertikal, yang artinya struktur masyarakat yang terpolarisasi berdasarkan kekayaan, pemdidikan, dan kekuasaan. Kemajemukan vertikal menimbulkan konflik sosial karena ada sekelompok kecil masyarakat yang memiliki kekayaan , pendidikan yang mapan, kekuasaan dan kewenangan yang besar, sementara sebagian besar tidak atau kurang memiliki kekayaan, pendidikan rendah, dan tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan.

 

SUMBERDAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

            Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar ataupun hilang. Ada juga sumber daya yang kekal. Dikenal pula istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan (renewable resources), dan sumber daya tak terbarukan (non-renewable resources) ke dalam sumber daya dapat pulih termasuk tanaman dan hewan (sumber daya hayati). Ada juga yang disebut dengan sumber daya manusia (SDM). SDM dibedakan menjadi dua kelompok yaitu; (1) SDM yang terlatih (skilled man power) sehingga memiliki bekal keterampilan dan keahlian. SDM ini memiliki daya kreativitas dan inovasi yang sangat dibutuhkan bagi bangsa yang sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan. (2) SDM yang tidak memiliki keahlian dan keterampilan (unskilled man power).

Di dalam sumber daya ada yang disebut dengan perebutan sumberdaya. Perebutan sumber daya juga merupakan salah satu contoh konflik sosial.

 

CONTOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Konflik Sosial

1.      Konflik Gender

Dominasi kaum laki-laki yang mengisi jabatan wakil rakyat di parlemen, jabatan kemiliteran, birokrasi dan sebagianya dianggap sebagai bentuk diskriminasi kaum perempuan.

 

2.      Konflik Rasial dan Antarsuku

Yugoslavia sebagai salah satu negara di kawasan Eropa Timur yang hancur pada dekade 90-an mengalami kehancuran akibat pertentangan antar-etnis. Kini Yugoslavia terpecah belah menjadi tiga negara atas dasar etnis, yaitu etnis Serbia, etnis Muslim Bosnia, dan Crotia.

 

3.      Konflik Antarpribadi

Dua remaja yang berpacaran lalu kemudian tidak berpacaran lagi karena masing-masing berkeras kepada pendapatnya sehingga menimbulkan konflik individu.

Perebutan Sumberdaya

1.      Kasus Irak dan Libya.

Irak adalah negara pertama yang dijadikan proyek penguasaan sumber daya alam berupa ladang minyak dengan berlindung dibalik isu penghancuran senjata pemusnah massal dan penghancuran rezim anti demokrasi.

 

2.      Konflik Laut Tiongkok.

 

3.      Pergeseran Kekuatan Militer.

Amerika Serikat (AS) berencana menggeser 60% kekutan militernya ke Asia Pasifik secara bertahap hingga tahun 2020. Hal ini harus dilihat sebagai tanda dimulainya "perang" perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan di kawasan Asia Pasifik.

 

Sumber:

Pengantar Sosiologi. Elly M. Setiadi. Usman Kolip.

SHOLIHAH ASRI WIJAYANI_KPI I-B_TUGAS 3_KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

 

 

1.        Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

 

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Dari setiap konflik ada beberapa di antaranya yang dapat diselesaikan sehingga menimbulkan beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik sehingga menimbulkan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan. Istilah konflik secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih. Secara sederhana konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan, baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan. Diferensiasi ideologi juga memicu kerawanan sosial yang berujung pada konflik antar penganut ideologi. Di dalam struktur masyarakat multikultural biasanya banyak bermunculan partai politik yang sesungguhnya menunjukkan tingginya intensitas konflik sosial. Konflik dan integrasi dari gejala ini adalah ketika dalam setiap pemilihan umum masing-masing kekuatan yang terbentuk dalam partai politik yang saling berebut kekuasaan di pemerintahan.

 

 

2.        Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

 

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik. Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang. Sumber daya ada pula yang kekal. Selain itu dikenal pula istilah sumber daya yang dapat terbarukan dan tidak dapat terbarukan. Sumber daya yang dikuasai setiap orang mungkin berfungsi untuk merealisasikan tujuan individual maupun kolektif.  Modal sosial ini memungkinkan dihasilkannya kemakmuran individual dan kolektif.

 

 

3.        Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

a.              Contoh Konflik Sosial

                                  i.          Konflik Gender

Istilah gender bukan merujuk pada aspek perbedaan jenis kelamin di mana laki-laki ditunjukkan dengan identitas diri, akan tetapi gender lebih berorientasi pada aspek sosiokultural. Gender lebih memerhatikan pada aspek status dan peranan manusia dilihat dari jenis kelamin.

Dominasi kaum laki-laki yang mengisi jabatan wakil rakyat di parlemen, jabatan kemiliteran, birokrasi, dan sebagainya dianggap sebagai bentuk diskriminasi kaum perempuan. Walaupun demikian, gerakan emansipasi telah menempatkan wanita di pos-pos jabatan penting dalam negara, bahkan dewasa ini wanita lebih mudah mendapat pekerjaan.

                                ii.          Konflik Rasial dan Antarsuku

Istilah ras sering diidentikkan dengan perbedaan warna kulit manusia, di antaranya ada sebagian kelompok manusia yang berkulit putih, sawo matang, dan hitam.

Selain konflik rasial ada pula konflik antar-etnis yang berdampak pada lenyapnya suatu negara. Seperti konflik di Sambas Kalimantan yang dipicu oleh pertentangan antara etnis Dayak dan Madura. Konflik antar-etnis di Papua, Maluku, Ambon, dan Poso, membutuhkan penanganan secara serius, sebab intensitas konflik ini telah  mengarah pada gerakan separatis daerah.

                              iii.          Konflik Antargolongan

Demokratisasi di dalam sistem politik tidak selamanya berdampak positif bagi kelangsungan hidup bangsa, sebab demokratisasi justru menjadi malapetaka karena gejala tersebut telah mengantarkan berbagai konflik antargolongan.

Diferensiasi masyarakat terdiferensiasi dalam berbagai golongan yang sangat rawan dengan pergolakan sosial. Pertikaian yang berujung pada kekerasan antara kelompok penganut agama tertentu dan kelompok Aliansi Kelompok Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Jakarta 5 Juni 2008 yang lalu menunnjukkan betapa tingginya intensitas konflik antargolongan.

b.             Contoh Perebutan Sumber Daya

·           Perebutan pulau Sipadan dan Ligitan

·           Malaysia mengklaim Pendet Bali dan Reog Ponorogo

·           Persengketaan Timor Timur dari Indonesia

 

 

 

 

SUMBER:

Pengantar Sosiologi. Elly M Setiadi dan Usman Kolip

Ryan Andrian - Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya - Tugas 3

 

Nama              : Ryan Andrian (11150510000032)

Kelas               : KPI 1 A

 

 

Definisi Konflik Sosial Dalam Perspektif Sosiologi

Perspektif konflik, perspektif ini, sosiologi memandang pertentangan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat dari produk interaksi itu sendiri. Dalam pandangan sosiologi, masyarakat selain merupakan arena kehidupan yang memiliki hubungan saling kehidupan yang memiliki hubungan saling ketergantungan, juga merupakan arena konflik, artinya dalam setiap kehidupan sosial akan terdapat perselisihan dan pertikaian yang disebabkan oleh banyaknya keanekaragaman sosial. Namun dipihak lain terdapat kerja sama atau integrasi yang tidak kalah pentingnya di dalam setiap mengisi setiap gerak-geriknya kehidupan sosial itu sendiri. Dengan demikian, konflik dan integrasi merupakan gejala yang selalu hadir dalam kehidupan sosial. Penganut pandangan ini diantaranya adalah Karl Marx, Frederic Engle, Ralf Dahrendorft, dan lain-lainya.

 

Konflik

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fliegre" yang berarti benturan atau tabrakan.

 

Akar Penyebab Konflik

Para sosiolog berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi, politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber-sumber kepemilikan, status sosial, dan kekuasaan yang jumlah ketersediannya sangat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat

 

 Sumberdaya Dalam Perspektif Sosiologi

Sumber daya atau modal tercakup dalam suatu jaringan hubungan maka dikualifikasikan sebagai berasal dari sosial. Sumber-sumber daya yang dikuasai setiap orang mungkin berfungsi untuk merealisasikan tujuan individual maupun kolektif. Modal sosial ini memungkinkan dihasilkannya kemakmuran individual, seperti ketika seseorang membantu salah seorang temannya dalam mendapatkan pekerjaan.

 

Contoh Dalam Kehidupan Sehari-hari

A.    Konflik Kepentingan

Di dalam dunia politik: "tiada lawan yang abadi dan tiada pula kawan abadi, kecuali kepentingan abadi." Dengan demikian konflik kepentingan identik dengan konflik politik.


      Konflik Antar Pribadi

Konflik antar individu adalah konflik sosial yang melibatkan individu di dalam konflik tersebut. Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan atau pertentangan atau juga tidak cocok antara individu satu dan individu lain.

 

C.    Konflik Antar Umat Agama

Agama tidak cukup dipahami sebagai metode hubungan penyembahan manusia kepada tuhan serta seperangkat tata aturan kemanusiaan atas dasar tuntunan kitab suci.

         

            Daftar Pustaka

      Setiadi, Elly M & Kolip, Usman. 2011. Pengantar Sosiologi, Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

      Giddens, Antony. Bell, Daniel & Forse, Michael. 2008. Sosiologi Sejarah dan Bebagai Pemikirannya. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Senin, 21 September 2015

hodijah kpi1b tugas3

KONFLIK SOSIAL



Konflik sosial adalah perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyisihkan

Akar konflik sosial ada 3, yaitu stereotip, prasangka dan diskriminasi. Streotip konsepsi adalah yang mengenai sifat-sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Misalnya, ada sebuah mobil yang tidak jelas arahnya (ke kanan dan kiri), maka pengemudi belakangnya akan mengatakan bahwa mobil yang didepan dikemudikan oleh seorang perempuan.

Prasangka adalah sikap yang menguntungkan individu golongan atau kelompok lain berdasarkan pandangan yang belum terbukti kebenarannya, sering terjadi diterapkan pada kelompok suku bangsa. Hal ini amatlah berbahaya karena dapat menimbulkan kebencian tanpa alasan yang jelas. Contohnya pada perbedaan suku. Banyaknya suku yang ada, maka budaya pun juga mewarnai suku tersebut. Kita ambil contoh pada adat suku Batak dan suku Sunda. Ada seseorang dari suku sunda bertamu ke rumah suku batak, ketika ia dijamu dan tidak menyentuh suguhan yang disajikan si tuan rumah, maka itu dianggap pelecehan karena tidak menghargai. Padahal si tamu ini sudah cukup kenyang sebelum bertamu ke rumah Batak itu. Nah itu bisa menjadi salah satu contoh dari prasangka.

Diskrimimasi adalah pembedaan tingkah laku terhadap manusia lain berdasarkan cirri-ciri tertentu (ras, etnis, jenis kelamin dan sebagainya). Pembedaaan tingkah laku bisa sangat jelas terlihat atau terselubung. Contohnya adalah ada lowongan pekerjaan yang objektif dilakukan untuk laki-laki dan perempuan. Saat tes perempuanlah yang lulus. Namun pengambil keputusan menyatakan takkan menerima perempuan tadi karena ia merasa bahwa hanya lelaki yang tepat dalam pekerjaan tersebut. Ini adalah salah satu contoh dari diskriminasi gender.

Ada penyebab-penyebab terjadinya konflik selain dari 3 diatas yakni :

Perbedaaan kebudayaan

Bentrokan antar kepentingan

Perubahan-perubahan sosial.



Jika ada penyebab tentu ada akibatnya :



Bertambah kuatnya rasa soilidaritas kelompok

Timbul perpecahan

Adanya perubahan kepribadian individu

Munculnya norma baru

  Mengatasi konflik    

Sebagaimana diketahui bahwa interaksi antarmanusia dan golongan diawali dengan semangat saling mengisi dan membantu kehidupan, berlawanan dengan konflik yang mengutamakan kelemahan lawan (bahkan penghancuran). Konflik menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan tatanan sosial yang seimbang dan teratur.

Untruk mencegah terjadinya konflik, langkah preventif sudah harus dipersiapkan. Sejak aal disiapkan aturan-aturan yan memang disengaja untuk dipatuhi bersama. Aturan ini sekiranya berlaku umum dan disarikan dari kebudayaan-kebudayaan yang terlibat didalamnya. Selanjutnya menyediakan individu/institusi untuk menjaga keteraturan tersebut.

Umumnya, konflik dapat diredakan ketika 2 pihak yang berkonflik menyadari bahwa ada hal lain yang sama pentingnya dan mereka juga belum mengatasinya. Fasilitator pndamai harus memperhatikan situasi dan kondisi untuk membuka diskusi bahwa ada yang perlu diperbaiki bersama.

Kemudian sebagai langkah preventif, saling membuka jalur komunikasi akan lebih baik bagi semua pihak, dengan tujuan adanya keinginan perbaikan bersama, bukan karena kepentingan diri saja.

Dapat juga dilakukan dengan langkah akomodasi sebagai berikut :

Koersi

Kompromi

Artbirase

Mediasi

Konsiliasi

Toleransi

Stalemate

Ajudikasi

Segresi

Eliminasi

Konversi





PEREBUTAN SUMBER DAYA

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsure tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik tetapi juga bersifat non fisik. Biasanya sumber daya nonfisik bisa menjadi akar terjadinya konflik di masyarakat. Misalnya sumber daya pikiran manusia yang terbatas. Para sosiolog berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi, maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber daya yang ketersediannya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata.seperti contoh perebutan lahan hutan yang seharusmya dilindungi oleh hak Negara, perebutan lahan tempat tinggal demi pembuatan waduk dan masih banyak lagi.

Referensi : Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat (Eko A. Meinarno, bambang W)

KONFLIK SOSIAL



Konflik sosial adalah perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyisihkan

Akar konflik sosial ada 3, yaitu stereotip, prasangka dan diskriminasi. Streotip konsepsi adalah yang mengenai sifat-sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Misalnya, ada sebuah mobil yang tidak jelas arahnya (ke kanan dan kiri), maka pengemudi belakangnya akan mengatakan bahwa mobil yang didepan dikemudikan oleh seorang perempuan.

Prasangka adalah sikap yang menguntungkan individu golongan atau kelompok lain berdasarkan pandangan yang belum terbukti kebenarannya, sering terjadi diterapkan pada kelompok suku bangsa. Hal ini amatlah berbahaya karena dapat menimbulkan kebencian tanpa alasan yang jelas. Contohnya pada perbedaan suku. Banyaknya suku yang ada, maka budaya pun juga mewarnai suku tersebut. Kita ambil contoh pada adat suku Batak dan suku Sunda. Ada seseorang dari suku sunda bertamu ke rumah suku batak, ketika ia dijamu dan tidak menyentuh suguhan yang disajikan si tuan rumah, maka itu dianggap pelecehan karena tidak menghargai. Padahal si tamu ini sudah cukup kenyang sebelum bertamu ke rumah Batak itu. Nah itu bisa menjadi salah satu contoh dari prasangka.

Diskrimimasi adalah pembedaan tingkah laku terhadap manusia lain berdasarkan cirri-ciri tertentu (ras, etnis, jenis kelamin dan sebagainya). Pembedaaan tingkah laku bisa sangat jelas terlihat atau terselubung. Contohnya adalah ada lowongan pekerjaan yang objektif dilakukan untuk laki-laki dan perempuan. Saat tes perempuanlah yang lulus. Namun pengambil keputusan menyatakan takkan menerima perempuan tadi karena ia merasa bahwa hanya lelaki yang tepat dalam pekerjaan tersebut. Ini adalah salah satu contoh dari diskriminasi gender.

Ada penyebab-penyebab terjadinya konflik selain dari 3 diatas yakni :

Perbedaaan kebudayaan

Bentrokan antar kepentingan

Perubahan-perubahan sosial.



Jika ada penyebab tentu ada akibatnya :



Bertambah kuatnya rasa soilidaritas kelompok

Timbul perpecahan

Adanya perubahan kepribadian individu

Munculnya norma baru

  Mengatasi konflik    

Sebagaimana diketahui bahwa interaksi antarmanusia dan golongan diawali dengan semangat saling mengisi dan membantu kehidupan, berlawanan dengan konflik yang mengutamakan kelemahan lawan (bahkan penghancuran). Konflik menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan tatanan sosial yang seimbang dan teratur.

Untruk mencegah terjadinya konflik, langkah preventif sudah harus dipersiapkan. Sejak aal disiapkan aturan-aturan yan memang disengaja untuk dipatuhi bersama. Aturan ini sekiranya berlaku umum dan disarikan dari kebudayaan-kebudayaan yang terlibat didalamnya. Selanjutnya menyediakan individu/institusi untuk menjaga keteraturan tersebut.

Umumnya, konflik dapat diredakan ketika 2 pihak yang berkonflik menyadari bahwa ada hal lain yang sama pentingnya dan mereka juga belum mengatasinya. Fasilitator pndamai harus memperhatikan situasi dan kondisi untuk membuka diskusi bahwa ada yang perlu diperbaiki bersama.

Kemudian sebagai langkah preventif, saling membuka jalur komunikasi akan lebih baik bagi semua pihak, dengan tujuan adanya keinginan perbaikan bersama, bukan karena kepentingan diri saja.

Dapat juga dilakukan dengan langkah akomodasi sebagai berikut :

Koersi

Kompromi

Artbirase

Mediasi

Konsiliasi

Toleransi

Stalemate

Ajudikasi

Segresi

Eliminasi

Konversi





PEREBUTAN SUMBER DAYA

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsure tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik tetapi juga bersifat non fisik. Biasanya sumber daya nonfisik bisa menjadi akar terjadinya konflik di masyarakat. Misalnya sumber daya pikiran manusia yang terbatas. Para sosiolog berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi, maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber daya yang ketersediannya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata.seperti contoh perebutan lahan hutan yang seharusmya dilindungi oleh hak Negara, perebutan lahan tempat tinggal demi pembuatan waduk dan masih banyak lagi.

Referensi : Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat (Eko A. Meinarno, bambang W)

Cari Blog Ini