Senin, 28 September 2015

Abidin_Tugas 1_Ilmu Kependudukan (Demografi)

Abidin PMI 5

1113054000005


Pengertian Demografi

Demografi berasal dari bahasa Yunani, yaitudemos yang berarti rakyat atau penduduk dan grafein yang berarti menulis. Jadi, demografi adalah tulisan-tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini dipakai untuk pertama kalinya oleh Achille Guillard dalam tulisannya yang berjudul Elements de Statisque Humaine on Demographic Compares pada tahun 1885.

 

Secara epistemology (berdasarkan ilmu pengetahuan) , pengertian demografi  tidak sesederhana seperti dalam perspektif etimology, kata demorafi diberi  makna lebih spesifik tentang penduduk, menurut Philip M Hauser dan Dudley Duncan (1959) demografi didefinisikan sebagai berikut:

            ' Demographic is the study of the size, territorial distribution and composition         of population, changes there in and the components of such canges which     may     be indentified as natality, territorial movement (migration) and social             mobility'          (change of states)'

terjemahan dari  definisi tersebut  kurang lebih sebagai berikut:

            'Demografi mempelajari jumlah, persebaran wilayah, dan komposisi         penduduk,        perubahan  dan sebab perubahan itu yang biasanya timbul     karena kelahiran,        perpindahan penduduk, dan mobilitas sosial'

 

Berdasarkan Multilingual Demographic Dictionary (IUSSP, 1982)  definisi demografi sebagai berikut:

            ' Demography is the scientific study of human populations in primarily with             the       respect to their size, their structure (composition) and their    development    (change)'

terjemahan dari definisi IUSSP tersebut adalah:

            'Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk terutama yang           terkait dengan jumlah, struktur, komposisi dan perkembangan (perubahan) penduduk'

Menurut D.V. Glass  pengertian demografi adalah sebagai berikut:

            'Demography is generally limited to study of human  population as influenced by demographic process : fertility, mortality and migration'

 

Dua definisi tersebut menunjukkan demografi sebagai sebuah ilmu yang mempelajari penduduk yang berkenaan dengan struktur penduduk dan prosesnya. Struktur penduduk meliputi: jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk. Struktur penduduk di suatu wilayah selalu berubah ubah dan perubahan tersebut disebabkan leh karena adanya proses demografi yaitu kelahiran (natalitas= natality), kematian (mortalitas= morality) dan perpindahan penduduk (migrasi= migration). Demografi sering diidentifikasi menjadi beberapa bagian misalnya (i) demografi formal, demografi dengan analisis matematis tentu dengan pendekatan kuantitatif atau orang menyebut statistik penduduk. Analisis demografi ini dapat dengan mudah melakukan peramalan variabel variabel demografi berdasarkan data sensus penduduk. (ii) demografi sosial, analitisnya berdasarkan kualitatif.

            Demografi dan kependudukan sama-sama mempelajari penduduk sebagai suatu kumpulan  (agregates atau collection), bukan mempelajari  penduduk sebagai individu. Dengan demikian  yang dimaksud dengan penduduk adalah sekelompok orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah, seperti yang termaktub dalam Undang-undang RI No. 10 tahun 1992 yaitu   penduduk adalah orang dalam matranya sebagai diri pribadi, anggota  keluarga, anggota masyarakat, warga negara dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.

Kependudukan sebagai studi (Population studies) memberikan informasi yang lebih komperhensif  mengenai sebab-akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi, oleh karena itu studi kependudukan membutuhkan disiplin ilmu lain  seperti: sosiologi, psikologi, sosial-ekonomi, ekonomi, geografi. Studi kependudukan  sebagai studi antar bidang  memungkinkan untuk dapat  beperan memecahkan persoalan pembangunan yang menyangkut penduduk sebagai subjek sekaligus sebagai objek pembangunan.

 

Berdasarkan pada ruang lingkup kependudukan tersebut pakar kependudukan memberikan definisi kependudukan antara lain Ananta (1993:22)  sebagai berikut:

•         KEPENDUDUKAN, studi kependudukan  mempelajari variabel-variabel DEMOGRAFI, juga memperhatikan hubungan (asosiasi) antara perubahan penduduk dengan berbagai variabel sosial, ekonomi, politik, biologi, genetika, geografi,lingkungan dan lain sebagainya

 

Definisi kependudukan menurut Ananta (1993:22) tersebut  menunjukkan setidaknya terdapat dua variabel yang terkait dengan kependudukan yaitu (i) variabel demografi yaitu  mortalitas (mortality) , fertilitas (fertility) dam migrasi (migration) yang saling mempengaruhi terhadap jumlah,  komposisi, persebaran penduduk; (ii) variabel non demografi yang dimaksud misalnya pendidikan, pendapatan penduduk, pekerjaan, kesehatan dll.

 

Secara ringkas hubungan  demografi dan kependudukan tercatat dalam model berikut:Secara yuridis formal diungkapkan oleh UURI No.10, 1992:105. Menurut undang undang tersebut definisi kependudukan sebagai berikut:

Kependudukan adalah hal ihwal yang berkaitan dengan jumlah, ciri utama, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi, kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, serta   lingkungan penduduk tersebut.

 

Tujuan dan Manfaat Demografi

Ilmu demografi digunakan oleh para ahli umumnya terdiri dari empat tujuan pokok, yaitu:

1.      Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.

2.      Menjelaskan pertumbuhan penduduk masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.

3.      Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.

4.      Mencoba meramalkan pertumbuhan pendukuduk di masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

Mir'atun Nisa_ilmu kependudukan_tugas ke 1

A.    Demografi Atau Ilmu Kependudukan 
Demografi, secara etimology (kebahasaan) berasal bahasa Latien, kata 'demograhie'2terdiri dari dua kata yaitu  demos dan graphien, demos artinya penduduk dan graphienberarti  catatan, bahasan tentang sesuatu. Secara etimology  makna demografi adalah catatan atau bahasan mengenai penduduk suatu daerah pada waktu tertentu.
Secara epistemology (berdasarkan ilmu pengetahuan) , pengertian demografi  tidak sesederhana seperti dalam perspektif etimology, kata demorafi diberi  makna lebih spesifik tentang penduduk, menurut Philip M Hauser dan Dudley Duncan (1959) demografi didefinisikan sebagai berikut:
Demographic is the study of the size, territorial distribution and composition         of population, changes there in and the components of such canges which     may     be indentified as natality, territorial movement (migration) and social             mobility'          (change of states)'
terjemahan dari  definisi tersebut  kurang lebih sebagai berikut:
            'Demografi mempelajari jumlah, persebaran wilayah, dan komposisi         penduduk,        perubahan  dan sebab perubahan itu yang biasanya timbul     karena kelahiran,        perpindahan penduduk, dan mobilitas sosial'[1]
B. Definisi Demografi Menurut Para Pakar
    Lebih lanjut para pakar menyatakan yang menjadi inti telaahan demografi adalah :
  1. (Bogue, 1976) - Kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangku perubahan-perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui lima komponen demografi yakni fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.
  2. Barcley (1981) - Lebih menekankan pada kajian tentang perilaku penduduk secara keseluruhan bukan pada perorangan dengan fokus kajian pada statistika dan matematika (pure demography).
  3. Hauser dan Ducan - Lebih menitik beratkan pada dampak yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan penduduk ( ekses persebaran dan komposisi ).
Dapat disimpukan tidak ada suatu perbedaan yang significan antara istilah demografi dan study kependudukan. Artinya dewasa ini demography bukan lagi merupakan " single theoritical discipline " tetapi lebih menyerupai "interdisciplinary science". Jadi study kependudukan adalah "segala perubahan yang berhubungan dengan aspek kehidupan berupa komponen-komponen : kelahiran, kematian dan pindah yang berkaitan dengan jumlah, komposisi dan distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin".
 
C. Ruang Lingkup Studi Kependudukan 
     Kajian ilmu kependudukan secara sistematis dikenal secara meluas dengan istilah "Demografi". Demografi itu sendiri menekankan pada kajian-kajian :
  1. Besar atau jumlah, komposisi, dan distribusi penduduk pada suatu wilayah;
  2. Perubahan-perubahan dari jumlah (size), komposisi, dan distribusi penduduk;
  3. Komponen-komponen dari perubahan-perubahan tersebut;
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi komponen-komponen tersebut dan
  5. Konsekuensi dari perubahan baik jumlah, komposisi, ataupun distribusi dalam komponen-komponen tersebut.
Besar/jumlah penduduk hanya dapat berubah melalui fertilitas, mortalitas, atau migrasi. Bilamana seorang lahir, mati atau pindah berarti secara terus menerus penduduk bertambah atau berkurang. Penduduk bertambah dengan cara, karena kelahiran atau karena pindah-masuk (moving-in) kesuatu wilayah. Demikian juga akan berkurang kalau ada kematian atau pindah-keluar (moving-out). Perilaku seperti itu disebut "demograhic equation".[2]
 


[1] http://rakyat-sejahtera.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-demografi-dan-kependudukan.html
[2] http://kesmas-fkm.blogspot.co.id/2012/12/demografi-atau-ilmu-kependudukan.html

sarah fauziah audina_ilmu kependudukan_tugas ke 1

Ilmu Kependudukan

 

Demografi berasal dari bahasa yunani yang berarti "Demos" adalah rakyat atau penduduk dan "Grafien" adalah menulis. Jadi demografi adalah tulisan atau karangan mengenai rakyat atau penduduk. Definisi demografi menurut para ahli ialah :

·         Hauser dan Ducan : lebih menitik beratkan pada dampak yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan penduduk (ekses persebaran dan komposisi)

·         Barcley (1981): lebih menekankan pada kajian tentang perilaku penduduk secara keseluruhan bukan pada perorangan dengan fokus kajian pada statistika dan matematika.[1]

Sedangkan ilmu kependudukan menurut para ahli ialah:

·         Philip M. Hauser dan Duddley ducan, 1959 adalah ilmu yang mempelajari tentang jumlah, pesebaran teritorial dan komposisi kependudukanserta perubahan dan penyebab perubahan-perubahan yang terjadi yang biasanya timbul karena natalitas, moralitas, gerak teritorial dan mobilitas sosial.[2]

·         Thomlison, 1965 : ilmu kependudukan merupakan istilah analisis-analisis yang bertujuan dan mencakup memperoleh informasi dasar tentang distribusi penduduk, karateristik dan perubahan-perubahannya, menerangkan sebab-sebab perubahan dari fator dasar tersebut, dan menganalisis segala konsekuensi yang mungkin sekali terjadi dimasa depan sebagai hasil perubahan-perubahan itu.[3]

Ruang lingkup ilmu kependudukan  ialah :

1.      Besar atau jumlah, komposisi dan distribusi penduduk dalam suatu wilayah

2.      Perubahan-perubahan dari jumlah penduduk, komposisi dan distribusinya

3.      Komponen-komponen dari perubahan tersebut

4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan komponen-komponen tersebut

5.      Konsekuensi dari perubahan baik jumlah, komposisi ataupun distribusi dalam komponen-komponen tersebut

Dalam mempelajari ilmu kependudukan tiga komponen terpenting yang perlu selalu di perhatikan ialah :

1.      Angka kelahiran (fertalitas)

2.      Angka kematian (mortalitas)

3.      Dan migrasi

Sedangkan dua faktor penunjang lainnya yang penting ialah mobilitas sosial dan tingkat perkawinan. Ketiga komponen pokok dan dua faktor penunjang kemudian digunakan sebagai variabel (perubah) yang dapat menerangkan hal ihwal tentang jumlah dan distribusi penduduk pada tempat tertentu, tentang pertumbuhan masa lampau dan persebarannya. Tentang hubungan antara perkembangan penduduk dengan berbagai variabel (perubah) sosial, dan tentang prediksi pertumbuhan penduduk dimasa mendatang dan berbagai kemungkinan akibat-akibatnya.

 

Kegunan ilmu kependudukan :

Informasi tentang kependudukan sangat berguna bagi berbagai pihak di dalam masyarakat. Bagi pemerintah informasi tentang kependudukan sangat membantu di dalam menyusun perencanaan baik untuk pendidikan, perpajakan, kesejahteraan, pertanian, pembuatan jalan-jalan atau bidang-bidang lainnya. Bagi sektor swasta informasi tentang kependudukan juga tidak kalah pentingnya. Para pengusaha industri dapat menggunakan informasi tentang kependudukan untuk perencanaan produksin dan pemasaran.

Daftar Pustaka

·         https://Kesmas-fkm.blogspot.ca/2012/12/demografi-atau-ilmu-kependudukan.html?m=1 dikutip pada 26 september 2015, pada pukul 21:32

·         https://tu;oe.wordpress.com/2009/06/20/dasar-dasar-ilmu-kependudukan/ dikutip pada 26 september 2015, pada pukul 22:00

·         https://febaprl.blogspot.ca/2014/04/makalah-pengantar-ilmu-kependudukan.html?m=1 dikutip pada 26 september 2015 pada pukul 22:08

 

ajeng dwi rahma putri_Ilmu kependudukan_tugas ke 1

Ilmu Kependudukan

 

Ilmu kependudukan adalah suatu disiplin ilmu yang tidak dapat dipisahkan dalam pendalaman ilmu kesehatan masyarakat, karena dalam penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, maka yang paling urgent untuk diketahui struktur dari suatu masyarakat itu sendiri dan pendekatan jenis apa yang harus dipakai untuk dapat berinterkasi dalam sebuah populasi masyarakat.

Salah satu definisi dari Ilmu kependudukan adalah : suatu ilmu yang mempelajari penduduk (suatu wilayah) terutama mengenai jumah, sruktur (komposisi penduduk dan perkembangan dan perubahannya. (Multilingual Demografic Dictionary, 1982).

Definisi lain yang dikemukakan oleh ahli lain adalah : Ilmu yang mempelajari tentang jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan dan penyebab perubahan-perubahan yang terjadi tersebut. yang biasanya timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak teritorial (migrasi) dan mobilitas sosial (perubahan status).  (Philip M. Hauser dan Duddley Duncan. 1959 )

Sedangkan demografi memiliki arti : tulisan atau karangan mengenai rakyat atau penduduk

Jadi dapat disimpulkan bahwa demografi mempelajari struktur dan proses  penduduk di suatu wilayah, yang strukturnya meliputi : Jumlah, Persebaran dan Komposisi Penduduk. Struktur penduduk ini dapat selalu berubah-rubah dan perubahan ini disebabkan karena proses demografi yaitu : kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.

3 (tiga) variable dasar demografi (basic demografic variable) :

1.      having children

2.      moving

3.      dying

Dalam ilmu kependudukan juga dikenal istilah Study kependudukan, yaitu : segala perubahan yang berhubungan dengan aspek kehidupan berupa komponen-komponen (kelahiran, kematian dan perpindahan) yang berkaitan dengan jumah, komposisi dan distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.

 

B. Kajian Ilmu Kependudukan

Kajian ilmu kependudukan secara sistematis dikenal secara meluas dengan istilah "Demografi". Demografi itu sendiri menekankan pada kajian-kajian :

  1. Besar atau jumlah, komposisi, dan distribusi penduduk pada suatu wilayah;
  2. Perubahan-perubahan dari jumlah (size), komposisi, dan distribusi penduduk;
  3. Komponen-komponen dari perubahan-perubahan tersebut;
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi komponen-komponen tersebut dan
  5. Konsekuensi dari perubahan baik jumlah, komposisi, ataupun distribusi dalam komponen-komponen tersebut.

Besar/jumlah penduduk hanya dapat berubah melalui fertilitas, mortalitas, atau migrasi. Bilamana seorang lahir, mati atau pindah berarti secara terus menerus penduduk bertambah atau berkurang. Penduduk bertambah dengan cara, karena kelahiran atau karena pindah-masuk (moving-in) kesuatu wilayah. Demikian juga akan berkurang kalau ada kematian atau pindah-keluar (moving-out). Perilaku seperti itu disebut "demograhic equation".[1]

Daftar Pustaka

·         http://bumiindonesiapertiwi.blogspot.co.id/2013/07/dasar-dasar-ilmu-kependudukan_3.html

·         http://kesmas-fkm.blogspot.co.id/2012/12/demografi-atau-ilmu-kependudukan.html

 

Syarif Hidayatullah_Ilmu Kependudukan_PMI5_Tugas Demografi

Nama               : Syarif Hidayatullah

NIM                : 1113054000009

Tugas Demografi (Ilmu Kependudukan)

 

A.    Pengertian Demografi dan Kependudukan

Sebagian besar mahasiswa pada jurusan jurusan yang mengambil mata kuliah kependudukan  pada awalnya berangapan bahwa kependudukan sama dengan  demografi, hal ini dapat dimaklumi karena terbatasnya pengehuan dan kurangnya kaian yang melibatkan kependudukan. Dalam beberapa hal kependudukan dan demografi erat bersinggungan bahkan sulit dibedakan keduanya, tetapi dalam banyak hal kependudukan dan demografi  secara bersama memberikan pengetahuan tentang penduduk lebih komprehensif. Demografi memerlukan kependudukan untukmenjawab sebab-akibat dari fenomena demogafi. Ketika demografi menunjukkan terdapat tren pertumbuhan penduduk yang cepat, maka kependudukan harus mampu menjawab : mengapa hal tersebut dapat terjadi?  dan apa akibatnya jika pertumbuhan  penduduk  sangat cepat ? dan apa rekomendasinya agar penduduk pertumbuhan penduduk stabil?

Demografi, secara etimology1 (kebahasaan) berasal bahasa Latien, kata 'demograhie'2 terdiri dari dua kata yaitu  demos dan graphien, demos artinya penduduk dan graphien berarti  catatan, bahasan tentang sesuatu. Secara etimology  makna demografi adalah catatan atau bahasan mengenai penduduk suatu daerah pada waktu tertentu

Kependudukan sebagai studi (Population studies) memberikan informasi yang lebih komperhensif  mengenai sebab-akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi, oleh karena itu studi kependudukan membutuhkan disiplin ilmu lain  seperti: sosiologi, psikologi, sosial-ekonomi, ekonomi, geografi. Studi kependudukan  sebagai studi antar bidang  memungkinkan untuk dapat  beperan memecahkan persoalan pembangunan yang menyangkut penduduk sebagai subjek sekaligus sebagai objek pembangunan.

 

Berdasarkan pada ruang lingkup kependudukan tersebut pakar kependudukan memberikan definisi kependudukan antara lain Ananta (1993:22)  sebagai berikut:

 

 

Ø  KEPENDUDUKAN, studi kependudukan  mempelajari variabel-variabel DEMOGRAFI, juga memperhatikan hubungan (asosiasi) antara perubahan penduduk dengan berbagai variabel sosial, ekonomi, politik, biologi, genetika, geografi,lingkungan dan lain sebagainya

 

Kependudukan  merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang objeknya manusia secara agregat memenuhi unsur unsur ilmu pengetahuan tersebut:

1)       Kependudukan bersifat empiris berarti bahwa  kependudukan sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada observasi/pengamatan terhadap fakta/kenyataan di lapangan tentang dinamika penduduk  bukan fenomena yang abstrak (tidak dapat diinderai), selain itu juga berdasarkan akal sehat (common sense)19 sehingga hasil pengamatan tersebut tidak spekulatif. Kependudukan mempunyai sifat empiris ini dapat dilihat dari beberapa gejala kependudukan misalnya:  'jumlah penduduk' gejala jumlah penduduk yang terus meningkat  merupakan fakta yang empiris artinya dapat  lihat oleh siapa saja yang ingin menelaahnya, gejala tersebut ditelaah faktor faktor yang mendorong pertumbuhan penduduk tersebut  berdasarkan akalsehat bukan perkiraan atau spekulatif.

 

2)       Kependudukan bersifat teoritik, artinya  kependudukan sebagai ilmu pengetahuaan selalu menyusun abstraksi/penyederhanaan dari hasil observasi. Abstraksi merupakan kerangka unsur unsur yang tersusun secara logis dengan maksud menjelaskan sebab akibat  suatu gejala kependudukan sehingga menjadi teori kependudukan. Gejala  'jumlah penduduk' tersebut di atas  berdasarkan  observasi mengahasilkan abstraksi :  'jumlah penduduk terus meningkat sebagai akibat tingkat fertilitas yang  tinggi'. Abstraksi ini sebagai teori kependudukan, tentu saja tidak diperlukan pembuktian  sebab variabel  fertilitas adalah variabel penyebab  yang pasti bagi perpertumbuhan penduduk.

 

 

3)       Kependudukan bersifat komulatif artinya bahwa teori teori kependudukan  dibangun atas dasar teori yang telah ada sebelumnya  dengan cara memperbaiki, memperluas dan mengabungkan teori teori yang telah lama ada. Sebagai contoh teori  'jumlah penduduk terus meningkat sebagai akibat tingkat fertilitas yang  tinggi'; teori ini  diperbaiki  berdasarkan hasil observasi dikemudian hari hasilnya adalah sebuah teori 'jumlah penduduk terus meningkat sebagai akibat tingkat fertilitas yang  tinggi dan tingkat moralitas yang semakin rendah'. Jika pada teori  pertama menyatakan penyebab pertumbuhan penduduk yang meningkat adalah fertilitas, maka pada teori kedua menyatakan bahwa penyebab pertumbuhan penduduk yang meningkat adalah fertilitas dan mortalitas

 

4)       Kependudukan bersifat non-etis, artinya yang dipersoalkan Kependudukan bukanlah baik-buruknya  fakta (gejala kependudukan), akan tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis. Sifat non-etis dapat diberi contoh sebagai berikut: gejala 'jumlah penduduk yang terus meningkat'  tidak disikapi sebagai gejala yang diridloi Tuhan atau dilaknat  olehNya, 'boleh terus berlangsung atau tidak boleh' tetapi ilmu Kependudukan menyikapi dengan : Apakah akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat ?  dan menjawab pertanyaan : Apa yang menjadi faktor penyebab jumlah penduduk yang terus meningkat?

 

 

B.     Definisi Demografi Menurut Para Pakar

 

Lebih lanjut para pakar menyatakan yang menjadi inti telaahan demografi adalah :

 

a.       (Bogue, 1976) - Kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangku perubahan-perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui lima komponen demografi yakni fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.

b.      Barcley (1981) - Lebih menekankan pada kajian tentang perilaku penduduk secara keseluruhan bukan pada perorangan dengan fokus kajian pada statistika dan matematika (pure demography).

c.       Hauser dan Ducan - Lebih menitik beratkan pada dampak yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan penduduk ( ekses persebaran dan komposisi ).

 

Dapat disimpukan tidak ada suatu perbedaan yang significan antara istilah demografi dan study kependudukan. Artinya dewasa ini demography bukan lagi merupakan " single theoritical discipline " tetapi lebih menyerupai "interdisciplinary science". Jadi study kependudukan adalah "segala perubahan yang berhubungan dengan aspek kehidupan berupa komponen-komponen : kelahiran, kematian dan pindah yang berkaitan dengan jumlah, komposisi dan distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin".

C.     Ruang Lingkup Studi Kependudukan

Kajian ilmu kependudukan secara sistematis dikenal secara meluas dengan istilah "Demografi". Demografi itu sendiri menekankan pada kajian-kajian :

1.         Besar atau jumlah, komposisi, dan distribusi penduduk pada suatu wilayah;

2.         Perubahan-perubahan dari jumlah (size), komposisi, dan distribusi penduduk;

3.         Komponen-komponen dari perubahan-perubahan tersebut;

4.         Faktor-faktor yang mempengaruhi komponen-komponen tersebut dan

5.         Konsekuensi dari perubahan baik jumlah, komposisi, ataupun distribusi dalam komponen-komponen tersebut.

 

Besar/jumlah penduduk hanya dapat berubah melalui fertilitas, mortalitas, atau migrasi. Bilamana seorang lahir, mati atau pindah berarti secara terus menerus penduduk bertambah atau berkurang. Penduduk bertambah dengan cara, karena kelahiran atau karena pindah-masuk (moving-in) kesuatu wilayah. Demikian juga akan berkurang kalau ada kematian atau pindah-keluar (moving-out). Perilaku seperti itu disebut "demograhic equation".

ahmad surbeni_ilmu kependudukan_pmi5_tugas ke1


Jamillah_ilmu kependudukana (demografi)_pmi5_tugas 1

    Demografi berasal dari bahasa Yunani yang yaitu Demos yang berarti Rakyat atau penduduk dan Grafien yang berarti menulis. Jadi demografi adalah tulisan mengenai rakyat atau penduduk. Atau dengan kata lain Demografi ialah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia.
    Menurut (Bouge, 1976) – Demografi merupakan kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangkut perubahan-perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui lima komponen demografi. Yakni fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.
    Sedangkan kependudukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran, kematian, persebaran, serta ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
    Jadi, kependudukan sebagai studi (population studies) memberikan informasi yang lebih konperhensif mengenai sebab akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi.
    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Ilmu Demografi merupakan ilmu yang mencangkup secara keseluruhan mengenai ilmu kependudukan. Sedangkan ilmu kependudukan hannya merupakan bagian dari ilmu Demografi.
    Adapun persamaan antara Demografi dan Ilmu kependudukan diantaranya adalah : Sama sama mempelajari tentang kependudukan dan sama-sama mempelajari penduduk sebagai suatu kumpulan (aggregates atau collection), bukan mempelajari penduduk sebagai individu.  

Jamillah_Pmi5_Tugas 1_Ilmu kependudukan (demografi)

   Demografi berasal dari bahasa Yunani yang yaitu Demos yang berarti Rakyat atau penduduk dan Grafien yang berarti menulis.
   Jadi demografi adalah tulisan mengenai rakyat atau penduduk. Atau dengan kata lain Demografi ialah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia.
   Menurut (Bouge, 1976) – Demografi merupakan kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangkut perubahan-perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui lima komponen demografi. Yakni fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.
   Sedangkan kependudukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran, kematian, persebaran, serta ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
   Jadi, kependudukan sebagai studi (population studies) memberikan informasi yang lebih konperhensif mengenai sebab akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi.
   Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Ilmu Demografi merupakan ilmu yang mencangkup secara keseluruhan mengenai ilmu kependudukan. Sedangkan ilmu kependudukan hannya merupakan bagian dari ilmu Demografi.
   Adapun persamaan antara Demografi dan Ilmu kependudukan diantaranya adalah : Sama sama mempelajari tentang kependudukan dan sama-sama mempelajari penduduk sebagai suatu kumpulan (aggregates atau collection), bukan mempelajari penduduk sebagai individu.  

Cari Blog Ini