Minggu, 20 April 2014

Dinara Oktaviana_Tugas5_Tanggapan Masyarakat dengan adanya Taman Spathodea Kebagusan Jak-Sel

TANGGAPAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA TAMAN SPATHODEA

KEBAGUSAN JAKARTA SELATAN

 

       I.            Latar Belakang

Taman Spathodea merupakan taman kota satu-satunya yang ada di wilayah Kebagusan, Jakarta Selatan. Taman Spathodea dibuat oleh Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta pada 2011 dan selesai sekitar pertengahan 2012. Sebelum dibuat taman kota, dulu wilayah ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Nama Taman Spathodea diambil dari nama pohon Spathodea Campanulata atau disebut Kembang Kerucutan yang banyak ditanam di taman ini. Tanaman ini berasal dari Afrika, jadi cocok ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Letak taman Spathodea tidak terlalu jauh dari Taman Margasatwa Ragunan. Ada sebutan lain untuk Taman Spathodea yaitu Taman Miring, karena memang bentuk tanahnya miring. Letak Taman Spathodea bisa dibilang cukup strategis karena tidak jauh dari minimarket, masjid, dan SPBU. Hadirnya Taman Spathodea memberikan ruang terbuka hijau untuk wilayah Kebagusan yang dimana banyak perumahan elite bergaya Town House dan padat dengan pemukiman warga. Taman ini memiliki luas sekitar 1 hektar dengan pemandangan hamparan rumput hijau, jalan setapak berlapiskan konblok, pepohonan rindang nan teduh, dan 2 danau buatan yang dihuni ikan air tawar. Selain itu, di taman ini ada jogging track kurang lebih 100 meter, toilet, satuan pengamanan, bangku taman yang berjejer rapi dan area bermain anak seperti ayunan, bak pasir,  perosotan, dan jungkat-jungkit. Masyarakat yang datang ke taman ini mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai lanjut usia. Mereka yang datang ke Taman Spathodea dengan berbagai tujuan, ada yang hanya sekedar jalan-jalan, memberi makan ikan, mengerjakan tugas, menemani anak bermain hingga seringkali terlihat pasangan muda duduk berdampingan. Taman Spathodea tidak pernah sepi pengunjung sekalipun terik matahari menyengat kulit kepala, karena selain fasilitas yang nyaman, masuk ke taman ini pun gratis. Mungkin bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan bermotor akan dikenakan biaya parkir sekitar dua ribu rupiah.

Menurut penyaji, Taman Spathodea bisa dijadikan tempat rekreasi bagi semua lapisan masyarakat karena murah merakyat. Selain itu, taman ini memiliki udara yang sejuk di pagi hari sehingga terasa nyaman ketika dihirup sampai ke paru-paru. Dan yang paling penting Taman Spathodea juga sebagai resapan air di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan.

 

 

    II.            Pertanyaan Penelitian

1)      Menurut Anda taman Spathodea tempat yang seperti apa ?

2)      Bagaimana dengan keamanan dan kebersihan di taman ini ?

3)      Apakah tempat ini efektif sebagai tempat interaksi sosial ?

4)      Jika datang ke taman ini biasanya apa yang dilakukan atau ada tujuan khusus ?

5)      Apakah fasilitas disini sudah cukup atau ada yang perlu ditambah ?

6)      Taman Spathodea persis di pinggir jalan, apakah menggangu kenyamanan ?

7)      Apakah Anda keberatan dengan adanya pungutan biaya parkir disini ? padahal kan seharusnya gratis ?

8)      Adanya pedagang kaki lima di depan taman, mengganggu atau membantu Anda ?

9)      Hadirnya Taman ini merupakan suatu yang bijak atau sia-sia ?

 

 III.            Metode Penelitian

1)      Wawancara

Mewawancarai beberapa masyarakat yang sedang berkunjung ke Taman Spathodea dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

2)      Observasi

Mengunjungi dan melihat suasana Taman Spathodea secara langsung.

 

 

Fitri Qomariah_Tugas 5_Anggapan Masyarakat Terhadap Pelaku Perokok di Angkutan Umum

Anggapan Masyarakat Terhadap Perokok Di Angkutan Umum
 
I. Latar Belakang
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
1. Mengapa penelitian ini penting?
            Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.
Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok.
2. Asumsi
            Merokok di dalam angkutan umum sangat meresahkan bagi penumpang yang lain, Dan sangat beresiko tiga kali lebih besar dibanding si perokok.
II. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah saya uraikan maka masalah yang akan saya bahas:
1. Apa dampak dari merokok (aktif)?
2. Apa dampak bagi yang menghirupnya (pasif)?
3. Anggapan masyarakat terhadap perokok di angkutan umum?
III. Metode
Metode yang saya gunakan adalah:
-Kuantitatif
Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dalam menganalisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Menurut Creswell dalam Asmadi Alsa (2007), penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan, yang dianalisis menggunakan statistik. Fungsinya untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik. Selain itu juga untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu memengaruhi variabel yang lain.
-Kajian pustaka dilakukan dengan uji lapangan dan mencari literatur di internet
IV. Pembahasan
II.1 Dampak dari merokok (aktif)
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaGian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
II.2 Dampak dari perokok pasif
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Perokok pasif menghirup asap rokok yang tersebar disekelilingnya. Perokok pasif tidak kalah berbahayanya dibandingkan dengan perokok aktif karena mereka menghirup aliran samping (sidestream) dan aliran utama (mainstream). Aliran samping adalah asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang terbakar, sedangkan aliran utama adalah asap rokok yang telah dihisap oleh perokok lalu kemudian dihembuskan kembali ke udara. Kandungan asap rokok yang tersebar ke udara sangatlah berbahaya. Menurut penelitian ada 4000 senyawa kimia berbahaya yang terdapat pada asap tembakau ini. Diantaranya adalah nikotin, tar, sianida, benzene, cadmium, metanol, amonia, arsenik. Asap rokok dalam konsentrasi tinggi dapat lebih beracun yaitu memiliki 2 kali konsentrasi nikotin dan tar, 3 kali jumlah zat karsinogenik, 5 kali kadar karbonmonoksida dan 50 kali jumlah amonia lebih banyak. Sungguh mengerikan! Menghirup asap rokok orang lain (alias menjadi perokok pasif) lebih berbahaya tiga kali lipat dibandingkan mengisap rokok sendiri (perokok aktif). Mengapa? Karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Asap tersebut merupakan hasil dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar, karena racun yang ia isap lewat hidungnya tidak terfilter, sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang diisap. Perokok pasif berpotensi terkena berbagai macam penyakit, diantaranya :
·       Resiko kanker paru-paru
·       Resiko penyakit asma
·       Resiko infeksi telinga
II.3 Anggapan masyarakat terhadap perokok diangkutan umum
Masyarakat sering mengeluhkan aktifitas perokok diangkutan umum. Mereka merasa sesak napas ketika berada diangkutan umum. Sebagian besar masyarakat tidak berani untuk menegur para perokok itu.
Seorang mahasiswi cantik, yang setiap harinya menggunakan jasa angkutan umum untuk bepergian mengeluhkan, bahwa dirinya sangat merasa terganggu dengan asap rokok yang mencekik. Dalam sesekali ia memberanikan diri untuk menegur si perokok, namun kebanyakan perokok tidak merasa senang. Mereka beranggapan bahwa "ini tempat umum. suka-suka gue mau apa". Para perokok tidak peduli dengan orang disekitarnya. Sungguh perokok ini sangat merugikan kesehatan orang yang disekitarnya.
V. PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.
Merokok di angkutan umum juga sangat merugikan orang disekitarnya. Tentu saja yang paling baik adalah tidak merokok sama sekali, serta selalu menjauhi area yang dipenuhi asap rokok.
V.2 Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.
Lindungi diri Anda dan keluarga dari PENYAKIT-PENYAKIT KRITIS yang di timbulkan oleh asap rokok. INGAT, tidak ada yang mau sakit, apalagi sampai di rawat. Tapi semua resiko itu bisa datang KAPAN SAJA menghampiri Anda dan Keluarga.
 

Suryo w. & Alfian Bayu_Tugas ke-6_Hubungan kekerabatan para pendatang di perkotaan

Hubungan kekerabatan para pendatang di perkotaan

A.Pendahuluan

A.Latar Belakang

           

            Desa sebagai komunitas kecil yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal dan juga dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat desa bergantung kepada pertanian (Rahardjo, 2010 : 28). Pengertian dari masyarakat itu sendiri adalah sekumpulan manusia yang saling "berhubungan" atau dengan istilah ilmiah yaitu saling "berinteraksi" sehingga dalam masyarakat tersebut akan terdapat kesepakatan-kesepakatan yang telah ditentukan untuk bisa ditaati dan dilaksanakan oleh setiap anggota masyarkat tersebut. Kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada dalam masyarakat kemudian mendarah daging pada setiap warganya, sehingga membedakan antara masyarakat yang satu dengan yang lain (Soerjono Soekanto, 2006 : 22).

            Namun sekarang melihat dari berbagai aspek yang ada, baik kita lihat secara langsung ataupun melalui media informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup yang ada dipedesaan mulai mengalami pergeseran nilai, norma serta adat istiadat  yang tidak lagi dihiraukan oleh banyak penduduk desa yang ingin merasa kehidupannya berubah, baik ekonomi maupun status sosialnya. Serta fenomena kehidupan perkotaan yang mempunyai motto hidup "Biar tekor asal Tersohor" menjadi sebuah gaya hidup serba boleh, walaupun itu melabrak norma-norma hukum lebih-lebih norma agama.

 

B.Tujuan Penulisan

1.      Memahami kenapa mereka meninggalkan desa dan memilih hidup di kota

2.      Memahami bagaimana hubungan kekerabatan para pendatang dari desa ke kota

3.      Memahami apa yang harus dilakukan warga desa untuk

C.Perumusan Masalah

1.      Kenapa mereka meninggalkan desa dan memilih hidup di kota?

2.      Bagaimana Hubungan kekerabatan pendatang dari desa ke kota?

 

B.Pertanyaan Penelitian

1.      Anda sebagai warga desa apakah anda menjalin hubungan dengan para pendatang/warga desa di kota?

2.      Kira-kira kenapa anda memilih tinggal di kota di bandingkan dengan di desa?

3.      Menurut anda kenapa didesa susah mencari pekerjaan?

4.      Apakah anda tahu sekarang sudah ada undang-undang tentang desa?

5.      Menurut anda setelah ada UU desa program apa yang dilakukan untuk memajukan desa?

6.      Setelah mengetahui hal-hal tersebut apakah anda ingin kembali ke desa?

C.Metodologi

            Metode dan Bentuk Penelitian

1.      Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.

 

            2.      Teknik Pengumpulan Data

a.         Teknik Observasi

Observasi ialah Studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala alam dengan jalan pengamatan dan pencatatan.

Observasi ialah pengujian ssecara intensional atau bertujuan sesuatu hal, khususnya untuk maksud pengumpulan data. Merupakan satu verbalisasi mengenai hal-hal yang diamati. (James, P. Chaplin, 1981)

Teknik ini digunakan untuk mengerti pola-pola perubahan pemikiran masyarakat desa yang lebih signifikan.(DR. Kartini Kartono, pengantar metodologi riset sosial : 187)

 

b.      Teknik Wawancara

Teknik wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara sipewawancara (peneliti) dan responden, menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara. (Nazir, 1998:193-194)

 

D.Hasil

            Desa yang sekarang ini banyak di tinggalkan oleh warganya yang sebenarnya mengandung banyak sekali sumber daya alam yang bisa diolah oleh banyak orang, tetapi apakah kaum muda didesa tidak mengetahui dengan pasti bahwa desa adalah sumber dan penyuplai terbanyak ke kota?dan kota sangat membutuhkan desa?kebanyakan dari mereka tidak tahu dan memilih ke kota karena kebanyakan dari mereka lebih memilih motto orang kota yaitu "Biar tekor asal Tersohor" sehingga mereka ikut ke kota.

            Setelah mereka ke kota dan hidup nyaman mereka tidak mau kembali ke desa dan mengakibatkan kaum muda di desa tidak ada menyisahkan orang-orang tua walaupun sebagian dari mereka ada yang setiap tahunnya kembali ke desa hanya untuk bertemu orang tua dan teman-teman masa kecil mereka tetapi ada juga yang tidak mau kembali ke desa karena teman-teman mereka banyak ke kota dan menjalin hubungan di kota hal ini menyebabkan desa semakin terpuruk.

            Setelah di tetapkan undang-undang tentang desa apakah mereka akan pulang dan mengembangkan desa?kebanyakan dari mereka tidak mau pulang walaupun sudah ada undang-udanng yang menjamin mereka di desa dan kebanyakan dari mereka lebih nyaman tinggal di kota karena apa yang mereka butuhkan semua ada di kota dan hal-hal inilah yang menyebabkan urbanisasi secara besar-besaran bahkan dengan adanya perkumpulan para pendatang mereka jadi punya hubungan untuk berkerja di kota.

            Sedangkan yang tidak mempunyai hubungan apa-apa biasanya mereka lebih memilih menjadi gelandangan karena menurut mereka hidup di kota jauh lebih enak dengan menjadi gelandangan di kota mereka bisa hidup bertahun-tahun sedangkan apabila mereka kembali ke desa mereka akan kelaparan karena kurangnya faktor-faktor pendukung.

            Disini penulis harapkan adalah adanya seorang pengembang yang dapat mengembangkan masyarakat desa dan membuat masyarakat desa mengerti bahwa tinggal didesa tidak seburuk pikiran orang-orang sekarang dan di desa kita dapat memiliki SDA yang  lebih

 

Daftar Pustaka

Mohammad Nazir. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia, 1988

Kartono DR. kartini. 1990. Pengantar metodologi riset sosial. Bandung: mandar maju 

Jumat, 18 April 2014

Tugas Sosiologi Pedesaan

Tugas Sosiologi Pedesaan

Tugas Mata Kuliah Sosiologi Pedesaan minggu ini adalah belajar observasi lapangan secara langsung.
Mahasiswa semuanya, secara berkelompok berdua, melakukan pengamatan langsung akan kehidupan sosial masyarakat pedesaan. Silahkan pilih subyek masyarakat yang akan diamati, dan sesuaikan dengan tema-tema berikut:

1. Kehidupan komunitas petani di tengah hiruk pikuk ibukota RI
2. Hubungan kekerabatan para pendatang dari desa di perkotaan
3. Desa setelah ditinggal warganya ke kota
4. Rumah tangga petani dan masa depan kehidupan masyarakat desa
5. Profesi di bidang pertanian yang tidak lagi menarik bagi kalangan muda
6. Bertani di dunia maya
7. Lemahnya daya saing dan daya tawar petani dalam gempuran pasar modern.
8. Orang desa di kota besar. Profil para pekerja serabutan asal desa.

Metode kualitatif (RRA)
Masa pengamatan 3 hari
Bentuk laporan: narasi eksposisi sebanyak maksimal 5 halaman.

Struktur laporan lapangan

A. Pendahuluan
(menjelaskan tema yang menjadi pilihan, berikut alasan-alasan akademisnya)
B. Pertanyaan penelitian
(memuat pertanyaan utama dari kajian )
C. Metodologi
(menjelaskan cara dan tehnik pengambilan data, seperti wawancara, mengamati, berinteraksi, dll)
D. Hasil
(memuat hasil pengamatan dalam bentuk narasi)

Daftar pustaka


Tantan Hermansah
Sent from my iPad

Selasa, 15 April 2014

Ahmad Munsorif_Revisi Proposal

PROPOSAL KEGIATAN CSR (COORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY)
"Cleaning Bathroom n Water Closet"
"Toilet Bersih Kuliah Nyaman"

       I.          LANDASAN PEMIKIRAN.
Sarana pendidikan yang bersih, indah, dan nyaman meruapakan salah satu faktor yang menunjang belajar seseorang. Di mulai dari tingkat TK  sampai Perguruan Tinggi. Salah satu dari kenyamanan tersebut adalah bersihnya kamar mandi dan WC sekolah.
UIN Jakarta merupakan salah satu sarana pendidikan bagi mahasiswa. Kenyamanan mahasiswa saat kuliah selain fasilitas belajar di kelas, kamar mandi dan toilet bersih juga menjadi bagian dari kenyamanan kuliah. Saat ini banyak kamar mandi dan toilet yang kurang diperhatikan. Yang diperhatikan khusus hanya kamar mandi dan toilet dosen.

Muhamad Iqbal Rafsanjani

tugas propoasal ekologi manusia M Iqbal Rafsanjani

agik_tugas4_metode sosial

METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI

Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan seperti yang telah kita tentukan dan harapkan. Metode sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut.
1. Ada permasalahan yang akan dikaji atau diteliti.
2. Ada hipotesis, yaitu kesimpulan yang bersifat sementara, yang harus dibuktikan kebenarannya melalui data. Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dikaji melalui teori yang ada.
3. Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dari hipotesis yang ada.

Senin, 14 April 2014

fevi saleha_tugas 5_ ekologi manusia


                                    Pemanfaatan Limbah Daur Ulang
A.     Latar Belakang Masalah
            Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan". (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). "Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis." (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). "Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula". (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) "Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai." (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996) .
           

Nur Halimah Revisi proposal Tugas 4 MEMBANGUN MASYARAKAT HIJAU


Revisi Poposal Ekologi Manusia
MEMBANGUN MASYARAKAT HIJAU DENGAN MEMANFAATKAN PRODUK DAUR ULANG SAMPAH RUMAH TANGGA
A.      Latar Belakang
Semua penduduk sebagai anggota masyarakat pada hakekatnya adalah konsumen karena mereka memakai atau menggunakan barang dan jasa. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah permintaan masyarakat sebagai konsumen terhadap beragam barang dan jasa untuk dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan sehingga mencapai kesejahteraannya. Bahkan para produsen mampu mengidentifikasi kebutuhan konsumen lebih cepat dari konsumen itu sendiri, sehingga secara tidak langsung produsen mampu mendorong dan meningkatkan permintaan konsumen terhadap barang dan jasa. Sebagai contoh pertumbuhan jumlah penduduk telah meningkatkan  permintaan konsumen terhadap berbagai macam produk kayu, semakin banyaknya permintaan maka semakin liar para produsen mengeksploitasi hutan alam untuk memperoleh kayu.  Sudah barang tentu penebangan pohon akan menyebabkan kerusakan ekosistem yang memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dan ekologi manusia

Siti Nuraini Tugas 4 Pemberdayaan Pertanian

Proposal Kegiatan
Pemberdayaan Pertanian dengan Sistem Berkelanjutan Terbaharui
Latar belakang
Tanaman padi atau yang dalam bahasa latin disebut Oriza Sativa merupakan tanaman penghasil makanan pokok bagi manusia pada umumnya. Tanaman ini menghasilkan banyak bulir padi sebagai buahnya. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris yang sangat besar, sudah tentu juga merupakan penghasil padi terbesar didunia. Namun akhir-akhir ini banyak sekali hasil padi yang import, seperti dari Vietnam. Sangat ironis sekali mengingat bahwa Indonesia, salah satunya Karawang yang dahulu sumber terbaik se-Indonesia dan Jawa Timur merupakan salah satu lumbung beras nasional yang ada pada tahun 2008 memberikan kontribusi 17% dari produksi nasional.

Muhammad Farid Tugas 5 Ekologi Revisi Proposal


Proposal Ekologi Manusia
Save Our Ciliwung : Menjaga dan Memanfaatkan Sungai Ciliwung

Latar Belakang

Sungai dapat didefinisikan sebagai saluran di permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah yang melalui saluran itu air dari darat menglir ke laut. Di dalam Bahasa Indonesia, kita hanya mengenal satu kata "sungai". Sedang di dalam Bahasa Inggris dikenal kata "stream"dan "river". Kata "stream" dipergunakan untuk menyebutkan sungai kecil, sedang "river" untuk menyebutkan sungai besar.

M. Irhamni PMI VI PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH




PROPOSAL EKOLOGI MANUSIA
"PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH DAUN KERING DI SEKITAR JALAN JENDRAL MANDOR BARET LEGOSO "
A.    Latar Belakang Masalah
Sampah- sampah organic termasuk daun-daun yang sudah tua ternyata memiliki nilai lebih dan bisa berguna untuk memanfaatkannya. Salah satu manfaat daun yang sudah tua atau kering yaitu untuk kompos yang tentunga pupuk yang bersifat alamiah di banding pupuk buatan. Selama ini banyak masyarakat yang menggunakan pupuk buatan dan salah satu pendapat masyarakat memilih pupuk buatan adalah praktis, tak perlu repot untuk mengolahnya karna hanya tinggal pakai saja, namun taukah kita bahwa pupuk buatan itu bisa mengurangi unsur hara  yang di miliki tanah yang sering di berikan pupuk buatan bisa rusak dan tingkat kesuburannya mengurang. Ternyata masih banyak orang yang belum menggunakan pupuk alamiah, ini adalah jalan alternatife yang dapat di gunakan dengan pemanfaattan daun yang sudah tua yang di jadikan pupuk kompos yang alamiah.

iis sudiyanti_pmi6_tugas4_(Revisi proposal ekologi manusia)

"101 Penanaman di Pekarangan Rumah"
A.    Dasar Pemikiran
Memberdayakan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat bawah (grass root), yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain, pemberdayaan (empowering) adalah memampukan dan memandirikan masyarakat miskin. Pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan individu anggota masyarakat tetapi juga pranata-pranatanya. Menanamkan nilai-nilai budaya moderen seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, kebertanggungjawaban, adalah bagian pokok dari upaya pemberdayaan ini. Tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat. Kemampuan masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak sekali seperti kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi, kemampuan untuk mengelola kegiatan, kemampuan dalam pertanian dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Perilaku masyarakat yang perlu diubah tentunya perilaku yang merugikan masyarakat atau yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Syifa Thoyyibah_PMI 6_Revisi Proposal Ekologi Manusia

PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA,  DI BIDANG PENDIDIKAN PEDULI SAMPAH
A.    Dasar Pemikiran
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari pengelolaan gaya hidup masyarakat.

Sabtu, 12 April 2014

kelompok 6_PMI 2_tugas 5_teks drama

Tugas_5_PMI 2_Kelompok 6_Teks Drama
Kelompok VI
KADES : Fahmi N
Tokoh Agama: Lotyo
Karag Taruna : Rahman
Bu Lurah : Dauatus Saidah
Ketua LPMD : Rosa
Warga : Alfian Bayu P
Desa Suka Maju
Masalah : Mengajak masyarakat awam untuk berpartisipasi dalam mencoblos Pemilu tahun 2014 dan membimbing dengan mudah dari semua kalangan.
Prolog: Suatu hari sebelum pelaksanaan pencoblosan pemilu tahun 2014, kepala desa  mengadakan rapat untuk persiapan TPS (Tempat Pengambilan Suara) bersama ketua LPMD, ibu Lurah, tokoh agama, ketua karang taruna  beserta sebagian warga di kantor Lurah desa Suka Maju.

Jumat, 11 April 2014

Nur Fajrina _ Tugas ke 4 _ Perbaikan Proposal Ekologi Manusia (Pendidikan Cinta Lingkungan)

Pendidikan Cinta Lingkungan Hidup
 
Latar Belakang
Sekolah Dasar adalah institusi pendidikan formal yang strategis untuk membangun kesadaran, pola pikir dan perilaku ramah lingkungan kepada anak sejak dini. Pendidikan lingkungan hidup yang diajarkan pada tingkat sekolah dasar dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mengisyaratkan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan pembelajaran. Karena pada usia inilah kemampuan berpikir atau kecerdasan anak mulai berkembang, sehingga apabila pentingnya pelestarian lingkungan hidup mereka sadari dan lakukan sejak dini maka harapan kita bersama untuk membangun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan akan terwujud.
Alam adalah sumber belajar yang tidak akan pernah habis untuk dieksplorasi, dikembangkan dan dijadikan media pembelajaran yang menarik bagi siswa didik. Alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, tentang nilai-nilai, tentang kebaikan dan keburukan yang dikomunikasikan dengan bahasanya sendiri. Perkembangan teknologi informasi yang makin pesat telah menggeser pola perilaku anak yang lebih banyak dipengaruhi oleh media elektronik dibanding berelasi dengan alam lingkungannya. Magnet televisi, game komputer, bermain-main dengan handphone adalah keprihatinan mendalam yang terjadi pada anak-anak. Tanpa disadari, telah begitu banyak yang terlewati oleh anak dari kearipan alam dan lingkungan yang menjadi ruang hidup mereka.
Mendidik adalah proses panjang dan sistematis yang harus ditempuh untuk menjadikan seseorang menjadi manusia terdidik. Mendidik berbeda dengan mengajar yang dapat diartikan sebagai  proses transfer ilmu pengetahuan kepada peserta ajar yang mengandalkan pada acuan kurikulum, silabus, dan metode pembelajaran yang digunakan seorang pengajar. Mendidik mengandung makna dan tujuan yang lebih besar dan subsantif sebagai upaya perubahan tingkah laku dan moral atitude siswa didik ke arah yang lebih baik.  Anak didik tidak hanya disiapkan agar siap bekerja, tapi juga bisa menjalani hidupnya secara nyata sampai mati. Anak didik haruslah berpikir dan pikirannya itu dapat berfungsi dalam hidup sehari-hari.
Untuk dapat menumbuhkan rasa mencintai lingkungan, kita bisa menengok ke masa hidup nenek moyang kita. Tengok dan resapi kearifan lokal apa saja yang sudah diwariskan nenek moyang pada bangsa Indonesia. Nenek moyang mengajarkan arti penting menjaga lingkungan hingga cara memperlakukan lingkungan dengan baik. Nenek moyang kita memiliki kepekaan yang tinggi pada lingkungan yang memberinya kehidupan. Nenek moyang kita sangat sadar apabila sumber kehidupan mereka berasal dari alam. Alam memberi mereka pelajaran hidup dan mengajari mereka pola hidup yang baik. Dengan kondisi Indonesia yang seperti sekarang, dibutuhkan usaha serius untuk menciptakan manusia yang cinta lingkungan.
Salah satu upaya yang bisa ditempuh ialah dengan menciptakan cinta lingkungan melalui pendidikan. Institusi pendidikan dapat dijadikan sebagai batu loncatan yang baik untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan. Bukankah pada masa sekarang anak-anak amat gemar mencari ilmu hingga gelar tertinggi.
Cara menciptakan cinta lingkungan diwujudkan dengan mengkombinasikan pendidikan dan nilai-nilai kearifan lokal. Kerarifan lokal senantiasa dikembangkan lantas diterapkan dalam dunia pendidikan melalui kegiatan belajar mengajar. Cara mengajarnya tidak perlu menggunaan teori karena ini memerlukan praktik langsung di lapangan. Buat pembelajaran yang efektif menggunakan langkah nyata disertai diskusi dengan topik menarik terkait lingkungan.
Pemerintah tidak perlu bersusah-payah memasukkannya dalam suatu kurikulum. Menumbuhkan cinta lingkungan di dunia pendidikan dapat diselipkan dalam mata pelajaran tertentu yang berkaitan dengan lingkungan. Budaya mencintai lingkungan menjadi sesuatu yang penting dikembangkan di dunia pendidikan karena banyak anak Indonesia yang belajar di bangku sekolah. Anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus dan pembangun bangsa. Mereka yang akan menentukan kebijakan mengenai lingkungan. Apabila mereka mencintai lingkungan sejak dini, mereka pasti akan memberi kebijakan terbaik bagi perbaikan lingkungan negara yang semakin tua ini.
Rumusan maslah
1.      Apa yang di maksud pendidikan lingkungan hidup ?
2.      Bagaimana proses yang harus dilakukan dalam menumbuhkan cinta lingkungan melalui pendidikan ?
Tujuan
1.      Untuk memperkenalkan kepada anak betapa pentingnya lingkungan
2.      Untuk mengajarkan tentang alam sekitar
3.      Untuk memperkenalkan lingkungan dapat dijadikan sebagai sumber belajar
Manfaat
       1.      Agar anak dapat mengetahui pentingnya lingkungan sejak usia dini
2.      Agar dapat menumbuhkan kesadaran mencintai serta menjaga lingkungan sejak dini
3.      Manfaat dapat ditujukan pada penulis yakni agar dapat mengaplikasikan teori yang telah dipelajari pada         mata kuliah Ekologi.  
Sasaran
Sasaran yang di tujukan untuk pendidikan cinta lingkungan sejak dini adalah Anak-anak yang berusia 5 sampai 12 tahun, terutama Anak Sekolah Dasar. Dengan mengajarkan cinta lingkungan sejak dini, anak akan memperlakukan lingkungan dengan baik. Anak pada usia tersebut lebih mudah menerima pengajaran apa pun. Pengajaran tersebut akan lebih diterima apabila diajarkan oleh orang yang sesuai, seperti orang tua dan guru.
Komponen Kegiatan
Adapun beberapa komponen kegiatan yang dapat di lakukan dan diajarkan secara sederhana pada anak usia 5 sampai 12 tahun agar mereka cinta pada lingkungan.
  1. Mengajari anak untuk menghemat energi listrik dan energi lain yang dekat dengan lingkungannya.
  2. Mengajari anak untuk lebih bijak dalam memakai air dan memilih menggunakan air yang bersih.
  3. Mengajak anak untuk belajar sekaligus berekreasi di alam bebas yang lingkungannya masih asri.
  4. Memberi contoh nyata pada anak-anak tentang cara mencintai lingkungan.
  5. Mengajarkan pada anak untuk mendaur ulang sampah yang sudah tidak terpakai.
  6. Mengajarkan pada anak cara berkebun dan menanam pohon untuk penghijauan.

Bing Promotional Code - Bing Vouchers Worth 1000$ For Sale

DLL Incorporation is offering Bing Promotional Codes of 1000$ for its customers.

You can advertise your business at Bing and Yahoo networks and search engines  with the help of these vouchers and you can save a lot of money.

These are 100% working and official vouchers which you can redeem you can same bing ad accounts. it works in old and new both kind of Bing Accounts.

This is limited offer from Bing team. to avail this offer you may contact DLL Incorporation at below destinations :-

Email id  - ceo@speakmeme.com
Skype id - speakmeme
Cell # -  +91-8586875020

or you can know our more offers at www.choicedelhi.in

Senin, 07 April 2014

enungkhoeriyah_tugas4_metode sosial

esearch is a systematic attempt to provide answers to questions. such answer may be abstract and general as is often the case in basic research or they may be highly concrete and specific as is often the case in applied research" (tuckman 1978:1)
berdasarkan definisi tersebut secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan cara-cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti. secara lebih detil davis (1985) memberikan karakteristik suatu metode ilmiah sebagai berikut:
1.   metode harus bersifat kritis, analitis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasikan masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah tersebut.harus bersifat logis, artinya adanya metode yang digunakan untuk memberikan argumentasi ilmiah, kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
2.   metode bersifat objektif, atinya objektifitas itu menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
3.   metode harus bersifat teoritis dan konseptual; oleh karena itu, untuk mengarahkan proses penelitian yang dijalankan, peneliti membutuhkan pengembangan konsep dan struktur teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
4.   metode bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada kenyataan/fakta dilapangan.
 
JENIS-JENIS PENELITIAN
1.      Berdasarkan jenis data yang diperlukan dan diperoleh :
·         penelitian primer , membutuhkan atau mengumpulkan data dari sumber pertama yang biasanya diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner atau metode wawancara. yang termasuk dalam kategori ini adalah : studi kasus (menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi dan biasanya bersifat longitudinal), survei (studi yag bersifat kuatitatif untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu,yang menganut aturan pendekatan kuantitatif yaitu semakin besar sampel semakin mencerminkan populasi) dan Riset eksperimental(pada umumnya menggunakan 2 atau lebih kelompok sebagai objek studi yang bertujuan untuk melakukan perbandingan hasil, yang menggunakan desain yang sudah baku, terstruktur dan spesifik)
·         Penelitian sekunder, menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi yang  menggunakan studi kepustakaan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari suatu lembaga survey, perpustakaan atau lembaga2 negara yang memiliki pustaka data yang up date.
2.      Berdasarkan tujuannya, penelitian dikelompokkan menjadi :
·         penelitian eksploratori, dilakukan untuk pencarian jawaban mengapa muncul kejadian-kejadian tertentu misalnya bencana alam dll
·         penelitian verifikatif, digunakan untuk meneliti ulang hasil penelitian sebelumnya dengan tujuan memverifikasi kebenaran hasil penelitian sebelumnya.
·         penelitian pengembangan, bertujuan untuk mengembangkan model atau hal-hal yang inovatif
3.      Berdasarkan pendekatan yang digunakan, penelitian dikelompokkan menjadi:
·         pendekatan longitudinal (bujur), dilakukan berdasarkan pada periode waktu tertentu, biasanya dalam interval waktu yang lama.
·         pendekatan cross-sectional (silang) , dilakukan secara serentak dalam waktu yang bersamaan
4.      Penelitian berdasarkan bidang ilmu:
·         penelitian pendidikan,
·         penelitian teknik
·         penelitian ekonomi, dll
5.      penelitian berdasarkan tempat atau latar :
·         penelitian laboratorium, penelitian ini biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta misalnya penelitian kedokteran, elektro, sipil, biologi, dll
·         penelitian lapangan, biasanya dilakukan oleh ilmuwan sosial dan ekonomi dimana lokasi penelitiannya berada di masyarakat atau kelompok manusia tertentu dan objek tertentu.
·         penelitian perpustakaan, melakukan kajian terhadap literatur, penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya, jurnal dan sumber-sumber lainnya yang ada di perpustakaan.
penelitian berdasarkan kehadiran variabel dapat dikategorikan dalam penelitian yang objeknya merupakan variabel masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang. penelitian yang objeknya variabel masa lalu dan saat ini disebut juga penelitian deskriptif atau menggambarkan variabel-variabel yang telah dan sedang diteliti. sedangkan penelitian yang objeknya variabel masa yang akan datang, maka variabelnya belum ada tetapi sengaja diciptakan oleh peneliti dengan memberikan perlakuan yang biasa disebut penelitian eksperimen yang tujuannya untuk mencari hubungan kausal antar variabel yang diteliti.
 
Soerjono soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat dua jenis metode atau teknik yang dipergunakan dalam sosiologi yaitu,

A.  Metode kualitatif, mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata dalam masyarakat. Yang termasuk metode kualtatif adalah, 

·         Metode Historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
·         Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pertanian Indonesia pada masa lalu dan masa yang akan datang.
·         Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah, wawancara (interview), daftar pertanyaan (questionaire), dan participant observe technique, dimana pengamat ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati.
B. Metode kuantitatif peneliti mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistik dimana gejala-gejala masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi terlebih dahulu. Disamping metode-metode diatas, masih ada beberapa metode lain yaitu,
1.      Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum  menarik simpulan yang bersifat khusus.
2.      Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
3.      Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata didalam masyarakat.
4.      Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
5.      Metode fungsional, yaitu metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.
           
            Rencana pengamatan sosial:
1.      Hubungan antara metode dan strategi pembelajaran di sekolah, terhadap minat dan kemampuan siswa dalam menangkap pelajaran.(metode kualitatif)
2.      Dampak pembangunan kampus UIN Jakarta terhadap masyarakat sekitar dalam bidang sosial dan ekonomi. (Menggunakan metode kualitatif dan kepustakaan).
3.      Interaksi sosial warga asrama putri UIN Jakarta, dengan latar budaya dan asal daerah yang majemuk. (metode penelitian lapangan)

Cari Blog Ini