Sabtu, 17 Oktober 2015

tugas ke3_kesling_kenapa sehat lebih sejahtera

Ahmad Ali Nidaulhaq

1113054000027

PMI5

Tugas ke3_Kesling_kenapa orang sehat lebh sejahtera

Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spritual. UU No.23,1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa: kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengrtian ini, maka kesehatan harus dilihat satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial, dan didalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Dalam pengertian paling yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.

Menurut WHO (1947) sehat itu sendiri dapat dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).

Menurut Neuman (1990): "sehat dalam suatu rentang merupakan tingkat kesejahteraan klien pada waktu tertentu yang terdapat dalam rentang dan kondisi sejahtera yang optimal dengan energi yang paling maksimal hingga sampai kondisi kematianlah yang menandakan habisnya energi total". Jadi menurut pandangan konsep ini sehat adalah keadaan dinamis yang berubah secara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap perubahan pada lingkungan internal maupun eksternal untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional, intelektual, perkembanagn, dan spritual yang sehat. ASedangkan menurut definisi Parson seseorang dianggap sehat manakala ia mempunyai kapasitas optimum untuk melaksanakan peran dan tugas yang telah dipelajarinya melalui proses sosialisasi, lepas dari soal apakah secara ilmu kesehatan ia sehat atau tidak. Menurut Parson pula, kesehatan sosiologis seseorang bersifat relatif karena tergantung pada peran yang dijalankannya dalam masyarakat. Ternyata definisi kesehatan yang mirip dengan ketiga macam definisi tersebut di atas serupa kita jumpai pula di kalangan masyarakat. Menurut hasil penelitian di Inggris di kalangan masyarakat awam pun dijumpai definisi negatif, definisi fungsional, dan definisi positif. Parson memandang masalah kesehatan dari sudut pandang kesinambungan sistem sosial. Dari sudut pandang ini tingkat kesehatan terlalu rendah atau tingkat penyakit terlalu tinggi mengganggu berfungsinya sistem sosial karena gangguan kesehatan menghalangi kemampuan anggota masyarakat untuk dapat melaksanakan peran sosialnya. Selain mengganggu berfungsinya manusia sebagai suatu sistem biologis, penyakit pun mengganggu penyesuaian pribadi dan sosial seseorang. 

Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Prilaku dan cara hidup manusia adalah sebagian besar penyebab timbulnya berbagai macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarkat yang sudah sangat maju peradabannhya. Ditinjau dari segi bologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia. Sedangkan menurut segi kemasyarakatan, keadaan sakit dianggap sebagai penyimpangan prilaku dari keadaan sosial yang normatif. Penyimapangn itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia, akan tetapi bisa juga disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu yang bersangkutan. Faktor emosional dan psikososial ini ada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan. Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan bergantuung pada jenis penyakit. Secara konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain parasit, vektor, manusia dan lingkungan. Pada umumnya orang lebih menyukai atau percaya bahwa mereka lebih menyukai sehat daripada sakit. "semua orang ingin menjadi sehat" sudah sejak berabad-berabad yang lalu merupakan semboyan umum program-program kesehatan umum. Analisis sosiologis kebanyakan didasarkan atas asumsi yang serupa, namun  penerimaan yang tidak kritis tentang asumsi tersebut membutakan kita terhadap beberapa aspek penting dari tingkah laku sehat. Kesehatan yang baik seperti juga hal lainnya yang didambakan dalam hidup, menempati prioritas pribadi pada semua orang. Bagi sejumalah orang kesehatan hampir mendekati skala teratas, namun ada juga sebagian yang mengiginkan kesehatan tetapi lupa akan konsep kesehatan. Artinya hanya sedikit saja orang yang ingin sehat di atas segalanya, terutama bila kenikmatan untuk kesehatan yang baik itu akan secara serius membatasi kesenangan. Contoh, banyak orang sudah mengetahui akan bahaya rokok yang kemungkian besar akan menyebabkan serangan jantung, kanker, inpoternsi dan dangguan kehamilan. Akan tetapi sebagian besar masyarakat menentang kemungkinan timbulnya kesehatan memburuk dengan memperoleh kenikmatan mengisap rokok.  Menurut hasil diskusi di NusaTenggara Barat menunjukkan bahwa anak sakit dilihat daari keadaan fisik tubuh dan tingkah lakunya  yaitu jika menunjukkan gejala. Misalnya panas, batuk pilek, mencret, muntah-muntah, gatal-gatal, luka, gigi bengkak, badan kuning, kaki dan perut bengkak. Seorang pengobat tradisional yang juga menerima pandangan kedokteran modern, mempunyai pengetahauan yang menarik mengenai masalah sakit-sehat. Baginya, arti sakit adalah sebagai berikut : sakit badaniah, berarti ada tanda-tanda penyakit di badannya seperti panas tinggi, penglihatan lemah, tidak kuat bekerja, sulit makan, tidur terganggu, dan kondisi badan lemah. Penyakit batin tidak ada tanda-tanda dibadanya, tatapi bisa diketahui dengan menanyakan kepada yang gaib. Sedangkan orang sehat, gerakannya lincah, kuat bekerja, suhu badan normal, makan dan tidur normal, penglihatan terang, sorot mata cerah, tidak ada mengeuh lesu lemah atau sakit. Sudarti (1987) menggambarkan secara deskriptif persepsi masyarakat dibeberapa daerah di Indonesia mengenai sakit dan penyakit. Masyarakat menganggap bahwa sakit adalah keadaan individu yang mengalami serangkaian gangguan fisik yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Anak yang sakit sitandai dengan tingkah laku rewel, sering menangis dan tidak nafsu makan. Orang dewasa dianggap sakit jika lesu, tidak dapat bekerja, kehilangan nafsu makan, galau putus cinta, atau "kantong kering" (tidak punya uang).

CONTOH KASUS

UU No.23, 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa: kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Saya mewancarai suadara saya, Namanya bapak Ardi. Dia bekerja sebagai PNS, pendapatanya perbulan pun cukup untuk kebutuhan hidup anak dan istrinya.  Kenapa saya mewancarai beliau karena saya melihat belia merasa sejahtera karena prinsip beliau yang saya tau kesehatan no 1 buat keluarganya. Saya bertanya kenapa dia sangat sejahtera?. Jawaban dia karena dia sehat secara batin, sehat secara fisik, dan sehat secara ekonomi. Intinya dia sejahtera karena ketika ada sebagain dari keluarganya sakit, dia langsung berobat ke dokter. Setiap bulanya kakak saya yang bernama Ardi menyisikan pendapatanya untuk biaya kesehatan. Jadi ketika anak sakit dia tidak kesulitan untuk membawa anaknya ke dokter. Selain itu dia sejahtera karena melihat anak-anaknya sangat sehat, berada dalam lingkungan yang sehat, dan tempat tinggal dia pun sangat bersahabat dengan kesehatan. Secara social kenapa orang sehat lebih sejahtera, karena tidak teralalu banyak beban pikiran yang bapak ardi pikirkan mengenai maslah social. Seperti kebutuhan kehidupan sehari-hari. Karena sehat bukan berarti tidak pernah sakit melainkan secara fisik sehat dan secara rohanih pun sehat. Ketika rohani sehat maka dengan sendirinya dia akan merasa sehat dan sejahtera dalam hidupnya.

Jumat, 16 Oktober 2015

maulidya muslimah added you to a circle and invited you to join Google+

maulidya muslimah added you to a circle and invited you to join Google+.
Join Google+
Google+ makes sharing on the web more like sharing in real life.
Circles
An easy way to share some things with college buddies, others with your parents, and almost nothing with your boss. Just like in real life.
Hangouts
Conversations are better face-to-face. Join a video hangout from your computer or mobile phone to catch up, watch YouTube videos together, or swap stories with up to 9 of your friends at once.
Mobile
Lightning-fast group chat. Photos that upload themselves. A bird's-eye view of what's happening nearby. We built Google+ with mobile in mind.
You received this message because maulidya muslimah invited kuliahtantan.1928@blogger.com to join Google+. Unsubscribe from these emails.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

Maulidya Muslimah - Jurnalistik 1a - tugas 4 - keluarga besar

Maulidya Muslimah

11150510000052

 

KELUARGA BESARKU

 

A.    Asal usul

 

Nama saya maulidya muslimah, lahir di Jakarta pada 28 juni 1998. Saat ini saya berusia 17 tahun.saya biasa di panggil maul.  Saya memiliki seorang kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki. Kakak pertama saya ialah perempuan bernama gesit eka p, berusia 22 tahun (18/3). Kakak kedua saya  seorang laki-laki bernama ahmad rezki fauzi. Berusia satu tahun di atas saya 18 tahun(14/2). Kami terlahir dari seorang ibu yang cantik, baik dan pintar. Ibu kami bernama wigati, kami biasa memanggilnya mama. Beliau lahir di Jakarta, berusia 47 tahun (26/6). Mama masih memiliki ibu (nenek saya) bernama soerajinah , dan alm. Kakek saya soetrisno. Kakek dan nenek saya atau saya sering memanggil mereka mbah dan mbah kakung. Mereka berasal dari Jogjakarta dan merantau dari saat memiliki anak ke 3.mereka memiliki 6 anak dan mama adalah anak ke 5.  Mereka merantau sudah lama sekali, dan sekarang nenek saya puntelah menetap tinggal di Jakarta. Ayah atau papa saya bernama Mustofa, orang betawi asli, yang pasti lahir di Jakarta dan saat ini  berusia 45 tahun (28/9). Meskipun berbeda usia mama dan papa saya tetep menjalani hubungan yang harmonis. Orang tua papa sama-sama berasal dari Jakarta, saya biasa memanggil nyak dan engkong saat memanggil kedua orang tua papa. Nyak bernama alm. Siti hawa dan engkong bernama alm. Abdullah. Papa adalah anak ke 7 dari 9 bersaudara.

 

B.     Jaringan sosial

 

Dalam keluarga besar saya mayoritas dari mereka adalan seorang karyawan di perusahaan swasta. Kakak perempuan saya bekerja di salah satu travel di kawasan blok m, sedangkan kakak laki-laki saya saat ini bekerja freelance, ia belum berkuliah karna sedang merasa keasikan kerja. Sedangkan kakak perempuan saya sudah lulus kuliah tahun lalu (2014). Papa saya juga seorang karyawan swasta, karna keterbasan hanya kelulusan sma. Mama saya ibu rumah tangga yang membuka, usaha jahit. Saat ini mama sedang bekerja sama dengan brand cloth wanita yang baru terbentuk, tapi sudah lumayan terkenal di kalangan penyuka outer. Begitu pun kakak dan adik dari saudara-saudara mama dan papa. Rata-rata adalah seorang karyawan.

C.     Nilai sosial dan Budaya

 

Setiap keluaga pasti memiliki peraturan dalam keluargnya. Aturan di kelurga masing-masing tidak terlalu beda. atauran seperti biasa menghormati yang lebih tua dan mengajarkan yang lebih muda untuk berbuat baik. Adat di betawi yang paling terkenal ialah, saat lebaran (idul fitri) meskipun saat hari H sudah berkumpul di rumah nenek , tetap saja yang muda harus mendatangi rumah kakaknya. Dan biasanya membawa bingkisan lebaran, bila adat ini belum di laksanakan maka lebaran it belum afdol (sah). Berbeda dengan keluarga mama (jawa) biasanya hanya bertemu saat hari H lebaran berkumpul bersama dan berbincang. Bukannya tidak berkunjung ke rumah yang lebih tua, sebenarnya kita pasti berkunjung kerumah kaka atau adik nya, tapi ada suatu adat yng membedakan. 

Kamis, 15 Oktober 2015

KUN HAIKAL JRNLSTIK-1B KELUARGA BESARKU-TUGAS 4

KUN HAIKAL
11150510000090


KELUARGA BESARKU
A.   ASAL USUL KELUARGAKU
Saya akan memulai dari kakek dan nenek saya,  saya mempunya kakek Jono Mahfudin dan nenek Badriah, asli dari Purwokerto Jawa Tengah, kakek dan nenek yang ada di Purwokerto Jawa Tengah adalah kakek dan nenek dari Ayah saya/ orangtua dari ayah saya, sedangkan saya masih mempunyai kakek Abu Yazid dan nenek Siti Mulichah di Kebumen Jawa Tengah dari Ibu saya/orangtua dari Ibu saya, kakek dan nenek saya yang dari Ayah saya, lahir di Purwokerto Jawa tengah, sama halnya dengan kakek dan nenek saya dari  Ibu saya yang lahir di Kebumen Jawa Tengah.
 
B.   JARINGAN SOSIAL (BISNIS)
Saya mempunyai keluarga entah itu dari kakek dan nenek ayah, atau ibu, keluarga kami mayoritas adalah seorang guru/PNS, itu semua terlihat dari kakek saya dari Purwokerto adalah seorang Guru Sd-MI dan istinya adalah seorang Kepala Sekolah di Taman Kanak-Kanak, yang berada dekat dengan rumahnya, ternyata itu Guru/PNS seperti menjadi tradisi dan menular kepada anak-anaknya, contohnya adalah Bibi saya Julailah dia adalah putri kedua dari kakek dan nenek saya yang di Purwokerto, dia adalah seorang guru di Sd-MI juga, dan tak hanya itu, adik dari Bibi saya Ma'ayiesy, bekerja sebagai PNS di PT-KAI.
 
Ayah saya Abdul Azis, adalah anak tertua, ayah sendiri bekerja sebagai wirasawata yang berjalan di bidang Transportasi, dari ketiga anak-anak kakek nenenk saya, hanya ayah sendiri yang bekerja sebagai seorang wiswasta.
 
Saya juga mempunyai kakek dan nenek di Kebumen, Jawa Tengah, kakek saya wafat pada 5 oktober 2001, dia adalah seorang petani, begitu juga dengan istrinya, kakek dan nenek saya mempunya empat orang anak, anak yang pertama adalah bu de saya Yasrifah  yang bekerja dibidang fotografer, kemudian anak yang kedua adalah Ibu saya Siti Kusriyah, yang bekerja sebai PNS, setelah itu ada paman saya Adi Purwanto yang bekerja di Malaysia dan Adiknya Mar'atun scolichah.
 
Jadi kesimpulannya, semua keluarga saya rata- rata bekerja sebagai PNS/Guru, mungkin ada beberapa yang memilih bekerja dibidang Swasta, namun mayoritas dari keluarga kami adalah PNS/Guru.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
C.   NILAI-NILAI DAN SISTEM SOSIAL KEBUDAYAAN
 
Di keluarga saya, tidak ada aturan-aturan yang menyangkut dengan nilai-nilai budaya dari nenek moyang kami(orang jawa), artinya keluarga kami hanya menjunung aturan-aturan yang semua orang biasa dilakukan, yaitu seperti aturan-aturan dikeluarga kami adalah 3K, kesopanan, kerapihan, keramahan. Itu semua tidak terlepas dari sikap dan etika yang ada di keluarga kami, contohnya saja setiap hari raya tiba, kita semua diwajibkan untuk membasuh kaki kakek, nenek dan orang tua kami.
 
Itu semua menunjukkan bahwa keluarga kami mempunyai nilai-nilai moral yang semua atau yang memang harus dilakukan untuk semuanya
 
·         METODE PENULISAN
                                                        I.            Menanyakan langsung kepada yang bersangkutan
                                                     II.            melihat cara-cara/struktur penulisan dari Wikipedia dan kuliahtantan.blogspot.co.id

Fana Tri Astuti Jurnalistik 1 B Keluarga Besarku Tugas 4

Fana Tri Astuti

Jurnalistik 1 B / 11150510000237

SOSIOLOGI

KELUARGA BESARKU

A.     ASAL-USUL KELUARGA SAYA

Saya akan menceritakan mulai dari kakek dan nenek saya saja yaa. Kakek dan nenek dari Ayah saya lahir dan dibesarkan di kota yang saya tinggali sekarang ini, yakni Wonosobo, Jawa Tengah. Mereka biasa dipanggil Mbah Sur Kakung dan Mbah Sur Putri. Mereka memiliki 5 orang anak, 2 laki-laki dan 3 perempuan, semuanya tinggal dalam satu desa, dengan jarak rumah masing-masing yang tak terlalu jauh. Ayah saya adalah anak pertama dari mereka, beliau bernama Tunut Riyanto.beliau lahir di Wonosobo, 7 Juli 1960. Beliau adalah seseorang yang pantang menyerah. Ketika beliau SLTA, beliau mengambil jurusan Tata Boga, beliau sangat menyukai masak-memasak terutama dalam hal pembuatan roti. Berkat kerja keras beliau, beliau mampu mewujudkan impiannya tersebut, beliau membangun sebuah pabrik roti sehingga mampu mengubah ekonomi keluarga beliau menjadi lebih baik lagi. Pabrik roti itu memiliki karyawan sekitar kurang lebih 20 orang. Dari usaha beliau, beliau mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk 2 dari adik-adik beliau, yaitu bibi-bibi saya, diantaranya Bibi Muji dan Bibi Saniyyah. Merek ikut serta dalam usaha Ayah saya dalam bagian mengemasi roti yang siap dipasarkan. Bertahun-tahun berlalu, Alhamdulillah pemasaran sudah mulai meluas ke berbagai kota, dan itu membuat usaha Ayah saya menjadi semakin sukses. Singkat cerita, waktu itu beliau hendak mengirim roti ke salah satu langganan beliau di daerah Temanggung. Tak terduga, beliau bertemu dengan seorang wanita sederhana, iya benar! Beliau adalah Ibu saya. Ibu saya bernama Suparti, beliau lahir di Temanggung pada tanggal 6 Mei 1965. Beliau adalah anak pertama dari 3 bersaudara, adik-adik beliau juga tinggal di Wonosobo dengan ikut bekerja di Pabrik Roti Ayah saya. Beliau lahir dari keluarga sederhana, orang tua beliau hanya bekerja sebagai seorang Petani Tembakau, tetapi hati mereka begitu baik terhadap siapa pun, termasuk saya sebagai cucunya. Saat Ibu bertemu Ayah, beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya di sekitar Wonosobo. Hingga akhirnya mereka bertemu dan Ayah saya langsung memberanikan diri untuk melamar Ibu saya. Beliau datang ke rumah Ibu, lalu beliau meminta ijin orang tua Ibu untuk mempersuntingnya. Lamaran diterima, hingga akhirnya mereka menikah dan dikarunia 4 orang anak. Saya sendiri Fana Tri Astuti, saya anak ke 3. Saya memiliki 2 orang kakak laki-laki dan perempuan, dan 1 orang adik laki-laki. Kakak pertama saya bernama Kristiana, beliau sudah menikah dengan orang Yogyakarta, dan InsyaAllah akan dikarunia 2 orang anak. Kakak saya yang ke-2 bernama Dian Widianto, beliau juga sudah menikah dan sudah dikaruniai 2 orang anak. Dan adik saya yang paling kecil bernama Shoofa Nabawi, dia masih sekolah kelas  4 Sekolah Dasar, dia memang lahir jauh selisihnya setelah saya, sekitar 10 tahun.

B.     JARINGAN SOSIAL (BISNIS)

 

Di keluarga saya, banyak cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diantaranya seperti Berdagang, Supir, Guru, dan lain sebagainya. Kebanyakan di keluarga saya memiliki perkerjaan lebih dari satu, maksudnya di samping dia bekerja di tempat kerja lamanya, dia juga ada usaha sampingan. Contohnya, Paman saya bekerja sebagai Supir, tetapi dia juga membuka usaha Toko Material di rumah beliau sendiri, dan Alhamdulillah usahanya lancar. Lalu bibi saya, dia bekerja di tempat Pabrik Roti Ayah saya, tetapi dia juga berbisnis dengan berjualan rujak dan Es Dawet.

Ayah saya sendiri bekerja sebagai seorang Pedagang Roti, dengan hasil per bulannya Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beliau membangun Pabrik Roti tersebut suda dari tahun 1985 nan, hingga akhirnya beliau wafat pada tanggal 31 Januari 2013. Dan sekarang, usaha beliau diteruskan oleh kakak saya yang pertama, yakni mbak Kristiana dengan suaminya, Mas Heri Priyono. Kakak saya yang ke-2 sendiri bekerja sebagai supir Truk yang bolak –balik ke luar kota jika ada muatan cabe, kentang, pasir, atau yang lainnya. Setelah Ayah saya meninggal, kakak-kakak saya lah yang membiayai saya sekolah sampai saya kuliah seperti sekarang ini. Alhamdulillah, saya bersyukur masih ada yang mau membiayai saya. Jadi kesimpulannya, rata-rata bisnis atau jaringan sosial di keluarga saya adalah dengan Berdagang, karena memang pekerjaan Berdagang menjadi sunnah seperti yang diajarkan oleh Rasululullah SAW.

 

C.     NILAI-NILAI DAN SISTEM SOSIAL KEBUDAYAAN

 

Nilai-nilai yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga saya sepertinya masih bersifat umum. Misalnya tidak boleh berbicara kasar, sopan santun yang harus senantiasa dijaga dimana pun kita berada, bagi perempuan diwajibkan untuk berhijab, juga bagi perempuan tidak boleh keluar malam dan pulang hingga larut atau malam, lalu bagi perempuan juga yang belum menikah, apabila setelah ia makan, maka bekas piringya harus segera dicuci. Seperti mitos-mitos pada umumnya yang terdapat di keluarga atau daerah lain, dan belum terlalu bersifat khusus.

 

Ø  Jadi kesimpulannya, berdasarkan prinsip Sosiologi Emile Durkheim, yang menjelaskan bagaimana Perubahan itu mungkin. Iya, perubahan senantiasa memungkinkan, ada perubahan yang baik dan buruk. Bahkan terkadang yang baik sekali pun bisa jadi jahat, dan yang jahat sekali bisa jadi baik. Tergantung bagaimana niat kita untuk melakukan perubahan itu. Kucinya semangat dan pantang menyerah!

 

NB : MAAF YA PAK TERLAMBAT, DARI KEMARIN MAU NGETIK SIBUK TERUS. DAN SANGAT SUSAH UNTUK MEMBAGI WAKTU ANTARA TUGAS KAMPUS DAN PONDOK, MOHON MAAF PAK TANTAN. J

Eka Nurbaeti Ardila_Jurnalistik 1B_Keluarga Besar ku_Tugas4

SOSIOLOGI-KELUARGA BESAR KU

Keluarga besar adalah unit sosial yang terdiri dari keluarga inti dan sanak saudara yang sedarah,seringkali mencakup tiga generasi atau lebih.Terkadang kerabat jauh juga bisa dimasukan dalam anggota keluarga besar.

1.      Asal – Usul Keluarga Besar Ku.

Keluarga besar saya dimulai dari kedua  orang tua  Bapak dan Ibu saya atau nenek dan kakek saya.Bapak dan Ibu ku berasal dari kampung yang berbeda meskipun masih satu kabupaten atau daerah yang sama,Bapak berasal dari kota sedang Ibu dari desa.Mereka bertemu pada saat merantau dijakarta,dan pada akhirnya Bapak saya menikahi Ibu saya dan memiliki 3 anak,termasuk saya yang bernama Eka Nurbaeti Ardila adalah anak pertama berumur 19 tahun,adik pertama saya A.Akbar Rizki Maulana 16 tahun kelas 2 SMA,dan adik saya yang terakhir A.Januar Ismaul Azam yang masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 6.Bapak saya dilahirkan dari sepasang suami-Istri yang bernama Bapak Karsa dan Ibu Rumanah,memiliki delapan anak  tetapi anak pertama kakak dari bapak saya meninggal sedangkan bapak saya sendiri yang bernama Bapak Rokhidin anak kedua,yang menjadi anak tertua di keluarga bapak saya.Bapak saya menyelesaikan pendidikan nya di SLTA.Kakek dan Nenek saya dari Bapak adalah seorang petani dan pedagang.

Sedangkan Ibu saya berasal dari desa daerah pegunungan,anak dari pasangan suami-istri yang bernama Bapak Alm. Sadum dan Ibu Saidah,memiliki sebelas anak,dari 11 anak hanya 5 anak yang asih hidup sisanya meninggal.Ibu saya bernama Ibu Susmiyati anak ke 3 dari anak yang masih hidup,memiliki 2 kakak perempuan,1 adik perempuan dan terakhir adik laki-laki.Kakek dari Ibu adalah seorang petani dan pedagang dan menjabat sebagai Rt diDesa beliau tinggal sebelum meninggal dunia,sedangkan Nenek dari Ibu adalah seorang petani yang ulet dan rajin.

Secara garis besar Keluarga Besar saya adalah  seorang petani dan pedagang,baik dari keluarga Bapak dan Ibu saya.

2.      Jaringan Sosial dalam keluarga Besar ku.

Jaringan sosial dalam keluarga besar ku melalui menjaganya tali silaturrahmi antar kerabat,tetangga dan lain nya.

Karena pada dasar nya keluarga besar saya adalah seorang pedagang dan petani,maka disinilah jaringan sosial terjadi,karena berkumpulnya para pedagang yang berbeda-beda,mulai dari asal tempat tinggal,dan yang lain nya.

Jaringan sosial melalui kumpulan/komunitas pengajian ibu-ibu atau pengajian bapak-bapak,melalui pengajian inilah komunikasi antar masyarakat terjadi.

3.      Nilai-Nilai dan Sisitem Budaya yang digunakan dalam keluarga.

Dalam keluarga besar saya sangat menghargai nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya lokal.

Nilai-nilai agama sendiri contohnya seperti,aturan dalam agama shalat 5 waktu,mengaji/membaca al-quran dan lain nnya.Dan dalam nilai atau norma-norma agama pun berkaitan dengan norma sopan santu, contohnya:

 

-          Tidak boleh makan sambil berdiri

-          Selalu menghormati yang lebih tua

-          Dan tidak berkata kasar kepada orang tua

-          Dan masih banyak lagi..

Itulah nilai atau norma dalam agama yang dipergunakan dalam keluarga saya.

Sistem sosial budaya yang digunakan dalam keluarga,meliputi sistem ekonomi,sistem norma sosial seperti menunjukan ada nys kerjasama antar keluarga dan sekitarnya dan menyesuaikan diri dengan alam sekitar,dan lain-lain.

Sinta Marsela_Jurnalistik1B_Keluarga Besarku_Tugas 5

A. Asal-Usul

Nama saya Sinta Marsela, saya anak ke empat dari empat bersaudara yaitu dari pasangan suami istri Bapak Marlan dan Ibu Siti Salamah.
Ayah saya anak ke tiga dari delapan bersaudara. Empat orang laki-laki dan empat orang perempuan. Ayah dan Paman pertama dari Ayah saya telah almarhum. Ayah meninggal pada tanggal 5 Januari 2014. Kakek dari Ayah bernama Mustar bin fulan (almarhum) dan Nenek bernama Zainab binti fulan (almarhumah). Cucu dari Kakek Nenek pihak Ayah berjumlah 26 orang dan mempunyai 4 cicit.
Ibu saya anak pertama dari empat bersaudara. Kakek dan Nenek dari pihak Ibu bernama Muhammad Saleh dan Sopiah. Cucunya berjumlah 13 orang dan belum memiliki cicit.
Saya lahir di Kota Jakarta Selatan pada tahun 1997. Namun kedua orang tua saya asli kelahiran Palembang. Ayah di desa Kerujon pada tahun 1965 dan Ibu di desa Rasuan (Komering) pada tahun 1967. Nenek dari pihak Ibu saya kelahiran di kota Mekkah sebelum masa kemerdekaan. Kakek lebih muda dari Nenek. Berbeda jarak kurang lebih 10 tahun dan merupakan saudara jauh.
Nenek dari pihak Ayah sudah lama meninggal yaitu saat Ayah saya kelas 6 SD. Sedangkan Kakek pihak Ayah meninggal pada saat Kakak ketiga saya berusia hampir 4 bulan. Kakak-kakak saya pun kelahiran Palembang.
Ayah dan Ibu bertemu saat Ayah saya di semester akhir kuliahnya, sedangkan Ibu saya masih di akhir bangku SPG (Sekolah Pendidikan Guru) tahun 1987. Dipertemukan pada saat Ibu saya meminta bantuan pada Ayah saya untuk membuat alat peraga sebagai bahan praktek menjadi Guru. Saat itu Ayah sedang menyusun skripsinya yang membuat kelulusannya tertunda karena disebabkan mebuatkan alat peraga tersebut sampai satu malam tak tidur. Namun Ayah saya baru bercerita tentang ini saat anaknya sudah besar, selama ini Ibu saya tidak tahu dengan kejadian tersebut. Itulah pengorbanan dari cinta Ayah saya kepada Ibu saya. Maka dari itu, Ibu saya sangat sayang dan cinta terhadap Ayah saya, buktinya Ibu sangat sabar dan merawat Ayah dengan baik saat Ayah sakit. Ayah pernah mengalami sakit stroke pertama tahun 2007 masih bisa mencari nafkah. Lalu stroke kedua saat 19 Juli 2009. Dan terakhir stroke ketiga tepat pada 1 Januari 2014 dan langsung dibawa ke rumah sakit Fatmawati dirawat 5 hari dalam keadaan koma tanpa pernah sadar setelah 5 hari dirawat tersebut. Saat 5 Januari 2014 sebelum subuh, Ayah menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Fatmawati.
Saya mempunyai 3 orang Kakak. Kakak pertama saya bernama Marsa Betras (almarhum) kelahiran 1990 dan meninggal pada tanggal 7 Juni tahun 2015. Ia lulusan beasiswa Universitas Budi Luhur jurusan Teknologi Informasi pada tahun 2014. Kakak saya yang kedua bernama Lensi Novika kelahiran 1991 dan baru saja menyelesaikan studinya dengan beasiswa di Universitas Budi Luhur jurusan Hubungan Internasional pada bulan April kemarin. Sekarang sedang mencari pekerjaan. Lalu Kakak saya yang ketiga bernama Rama Besa kelahiran 1994bekerja di Pabrik JS. Jakarta di daerah Cileungsi, Bogor.

B. Jaringan Sosial

Dari pihak keluarga Ayah hampir sebagian besar bekerja sebagai pedagang ataupun tukang ojek.
Dari pihak Ibu juga bermata pencahrian sebagai pedagang.
Memang kebanyakan dari orang Palembang bekerja sebagai pedagang.

C. Nilai-nilai dan Sistem Sosial Budaya yang dipergunakan di dalam Keluarga

Nilai-nilai Sosial dan Budaya dalam keluarga saya mungkin sebagian besar sama dengan keluarga lainnya, seperti:
- Bersikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua
- Hormat kepada Orang Tua, Guru/ Dosen
- Bersikap Jujur.
- Menghargai orang lain
- Mentaati agama
- Menolong orang lain
- Melestarikan budaya dari Palembang
--
Sinta Marsela

Oka Prasetya_JURNALISTIK1B_KELUARGA BESARKU_TUGAS4

Keluarga Besarku

 

1. Asal Usul

 

Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

 

Saya Oka Prasetya, anak pertama dari dua bersaudara yang kini mencari ilmu di UIN Syarif Hidaytullah Jakarta fakultas ilmu dakwah dan komunikasi dijurusan jurnalistik. Salsabila Nur Rizky, nama adik perempuanku yang kini masih duduk dibangku Mtsn kelas 7. Bapak saya bernama Kastono, lahir di Kuningan, jawa barat 29 April 1972. Beliau seorang yang pekerja keras karena sejak kecil sudah membantu orangtuanya bertani karena orangtuanya mempunyai lahan tani sendiri di daerah kuningan. Saat SLTA beliau merantau didaerah Jakarta.Beliau seorang anak dari kedua pasangan Almarhum Waryo dan Almarhuma Tarwen, tetapi mereka sudah tiada sejak saat aku masih umur 2 tahun. Almarhum Kakek Waryo adalah seorang yang pekerja tani diladangnya, sedangkan Almarhumah Nenenk Tarwen hanya seorang ibu rumah tangga dan dia kadang membantu Almarhum kakek Waryo memilah gabah di ladang. Almarhumah Nenek Tarwen selalu menemani saat Almarhum Kakek pergi memanen padi. Bapak saya adalah anak ke lima dari enam bersaudara. Pada tahun 1987di Pt.Forisa sebagai satpam, dan pada tahun 2007 dia memutuskan untung berhenti bekerja hingga sekarang hanya kerja sampingan.

 

Selanjutnya, nama Ibu saya adalah Rosmala Dewi. Beliau lahir di Jakarta, 01 February 1971. Ibu adalah anak ke empat dari lima bersaudara yang merupakan anak dari pasangan Almarhum kakek Matnuh dan Almarhumah Nenek Zubaedah yang dua duanya berasal dari Palembang. Almarhum Kakek Matnuh meninggal dunia sejak ibu saya duduk di bangku Sekolah Dasar, sedangkan Almarhumah Nenek Zubaedah meninggal dunia sejak saya duduk dikelas 8 SMP. Dahulu Almarhum Kakek dan Almarhuma Nenek merupakan petani dan wirausaha di bidang kerajinan. Kini pekerjaan tersebut dilanjutkan ke anak-anak dan cucu-cucunya. Ibu sudah mulai bekerja sejak tahun 1988 sebagai kasir diswalayan Glael dijakarta, dan pada tahun 1997 ibu saya memutuskan untuk berenti bekerja karna pada saat itu ibu saya sedang mengandung saya.

 

2. Jaringan Sosial

 

Jaringan sosial adalah sebuah pola koneksi dalam hubungan sosial individu, kelompok dan berbagai bentuk kolektif lain. Hubungan ini bisa berupa hubungan interpersonal atau bisa juga bersifat ekonomi, politik atau hubungan sosial yang lain.

Biasanya, keluarga besar berkumpul saat liburan panjang. Tetapi kalau saudara yang lokasinya tidak terlalu jauh, rutin setiap bulannya berkumpul. Selain silaturahmi, kadang juga membicarakan tentang bisnis berdagang.

 

3. Nilai-Nilai Sosial dan Sistem Sosial Budaya



Nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggapbaik dan apa yang dianggap burukindah atau tidak indah, dan benar atau salah. Sistem sosial budaya adalah sebagai totalitas nilaitata sosial, dan tata laku manusia harus mampu mewujudkan pandangan hidup dan falsafah negara Pancasila ke dalam segala segi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sudah sebagai suatu kewajiban keluarga untuk saling membantu jika keluarganya sedang kesulitan, kecuali masalah keluarga pribadi yang memang termasuk aib. Biasanya keluarga saya di bagi waktu untuk memberi uang jajan nenek nenek. Misalnya bulan pertama jadwalnya Bapak, dan bulan selanjutnya om om dan bibi bibi saya.

 

Berbicara tentang sosial budaya, rata-rata keluarga berasal dari etnik sunda. Tetapi ada pula yang dari Jawa, dan masih menjunjung tinggi adat istiadat. Kita sebagai keluarga, harus saling menghargai. Tetapi ketika ada hal yang memang menyimpang, harus di tegur dan klarifikasi agar tidak menimbulkan permasalahan baik internal maupun eksternal.

 

Metode penulisan

Ø  Menanyakan langsung ke orang tua.

Ø  Untuk pengertian-pengertian, berasal dari wikipedia.

 

Khurun In Umama_jurnalistik1B_Keluarga besarku_tugas4

Khurun In Umama

11150510000225

Jurnalistik 1B

 

 

v  Keluarga Besarku

Nama saya Khurun In Umama saya anak pertama dari 3 bersaudara. Adik saya 2 laki-laki,adik saya yang pertama bernama Muhammad Rayhan Afif Maulana ia duduk di kelas VI SD,sementara adik saya yang kedua bernama Muhammad Hanif Nizami,ia baru berumur 4 tahun, kami bertiga saling selisih 7 tahun.Sementara Ayah saya bernama Damad Bakhtiar beliau lahir di tanah kota Brebes Jawa Tengah Ayah saya itu sangat sabar dalam menghadapi anak-anak seperti kami beliau juga ulet dalam bekerja semangatnya yang tinggi untuk menyekolahkan kami sampai tingkat pendidikan yang tinggi karna beliau berfikir bahwa anak-anaknya harus lebih dalam segala hal dari beliau ayahnya .Ibu, ibu saya bernama Siti Maftuhah, ibu itu type orang yang rajin sejak kecil beliau selalu berusaha sendiri untuk membiayai sekolah nya karna beliau itu menjadi korban Broken Home.

a)      Kakek-Nenek dari Ayah

Kakek saya bernama Alm. Sutar beliau meninggal saat ayah saya masih kecil, dan Nenek saya bernama Alm 'Admi beliau juga telah meninggal 2 tahun silam saat saya masih berada di dalam pondok pesantren.Keluarga dari ayah saya itu masih percaya hal-hal mistis seperti pada saat tahlilan nenek saya yang telah meningga, Bude saya menaruh makanan yang disukai oleh nenek saya semasa hidupnya, dan beliau menaruh makanan itu di dalam kamar almh nenek saya menurut mereka dengan menaruh makanan tersebut itu sebagai tanda bahwa kami yang di tinggalkan masih peduli terhadap beliau.

b)      Kakek-Nenek dari Ibu

Kakek saya bernama Ali Maskur dan Nenek saya bernama Mahfudhoh tapi saat ibu saya kecil kakek dan nenek saya bercerai. Lalu Nenek menikah lagi dengan seorang pria bernama Zuhdi dan ibupun hidup bersama ibu kandung nya dan ayah tirinya. Sebelum nenek saya menikah lagi, ibu dan nenek saya tinggal bersama buyut saya jadi mereka kumpul bersama yang mana nenek saya sebagai anak pertama menjadi tulang punggung juga bagi keluarga. Sebenaranya mereka berasal dari Pati Semarang Jawa Tengah, Orang tua dari nenek buyut saya seorang kiyai yang bernama KH. Masyhuri yang mempunyai pesantren bernama Pondok Pesantren Manahijul Huda di daerah pati Jawa Tengah kemudian beliau menikahkan putrinya (nenek buyut) dengan seorang lelaki yang menjadi santrinya saat itu. Setelah menikah dan mempunyai putri yaitu nenek saya (Mahfudhoh) mereka pergi ke Lampung dan tinggal disana. kemudian saat lahirnya ibu saya mereka tinggal bersama dalam 1 rumah bersama, mulai kakek buyut saya sampai ibu saya yang mana kakek buyut saya mempunyai putra putri 7 yang usianya saling berdekatan dengan ibu saya jadi kakek buyut saya itu sudah seperti ayah bagi ibu saya. Dalam Keluarga ibu itu, pendidikan agama menjadi prioritas utama. Sikap dan Prilaku kami harus di jaga mereka sangat menilai itu. Apalagi kakek buyut dan nenek saya itu sangat tegas dan di siplin dalam bertindak

v  Jaringan Sosial

Jaringan social dalam keluarga saya itu alhamdulillah mempunyai tetangga yang baik dan saling peduli satu sama lain, mulai dari saat acara pernikahan, hari kemerdekaan RI, ataupun acara spele seperti arisan  berbagai usia dimulai arisan anak-anak remaja ataupun para orangtua. Kami mengadakannya bersama saling bermusyawarah dan tujuan untuk meningkatkan ukhwah islamiyah

 

Nilai-nilai dan system social budaya

Dalam keluarga saya sangat dilarang untuk melanggar aturan-aturan agama, kami diwajibkan untuk sholat berjamaah maghrib karna pada saat itu kami dapat berkumpul setelah melakukan berbagai macam aktivitas masing-masing.

Rabu, 14 Oktober 2015

nita jurnalistik 1B keluarga besarku tugas 5

Nita

Jurnalistik 1B

KELUARGA BESAR

A.    Asal Usul

Setiap manusia di bumi ini pasti memiliki keluarga, baik dari keluarga yang kecil hingga keluarga besar. Keluarga merupakan suatu ikatan unit terkecil masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah atap yang sama dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga itu terdiri dari inti keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Dan keluarga besar merupakan inti keluarga yang terdiri dari sanak saudara, seperti kakek, nenek, sepupu, paman, bibi, kakak ipar dan sebagainya.

Nama saya nita  saya di lahirkan di garut, 17 july 1997 saya anak ke 5 dari 5 bersaudara bapak saya bernama rodin dan ibu saya bernama rohana saya adalah anak dari orang sunda orang tua saya asli orang sunda mereka lahir dan besar di sunda tepatnya di garut jawa barat bapak saya adalah anak ke ke 4 dari 6 bersaudara dari pasangan bapak pulan dan ibu uwar sadangkan ibu saya anak ke 4 dari pasangan bapak indi dan ibu diah.

Kakak pertama saya bernama nuraini dan dia saudah berkeluarga dia memliliki seorang suami yang bernama dayat, dia mempunyai  5 orang anak.

B.     Jaringan sosial

Setiap manusia di bumi ini pasti memiliki keluarga, baik dari keluarga yang kecil hingga keluarga besar. Keluarga merupakan suatu ikatan unit terkecil masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah atap yang sama dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga itu terdiri dari inti keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Dan keluarga besar merupakan inti keluarga yang terdiri dari sanak saudara, seperti kakek, nenek, sepupu, paman, bibi, kakak ipar dan sebagainya.

C.    Nilai nilai sosial dan sistem sosial budaya

Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Drs. Suparto mengemukakan bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Selain itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Contohnya ketika menghadapi konflik, biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat. Dengan nilai tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.

 

Nilai merupakan suatu ciri, yaitu sebagai berikut:

·         Nilai-nilai membentuk dasar prilaku seseorang

·         Nilai-nilai nyata dari seseorang diperlihatkan melalui pola prilaku yang konsisten

·         Nilai-nilai menjadi kontrol internal bagi prilaku seseorang

·          Nilai-nilai merupakan komponen intelektual dan emosional dari seseorang yang secara intelektual diyakinkan tentang sutu nilai serta memegang teguh dan mempertahan kannya.

Metode penulisan

·        Menanyakan langsung ke keluarga

·        Pengertian pengertiannya berasal dari wikipidia

Cari Blog Ini