Senin, 21 September 2015

Juliah - KPI 1 B - Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya - Tugas 3

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

1.      Definisi Konflik Sosial

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan soaial, konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa asa dalam setiap ruang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh sebab itu, konflik dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan social. Di dalam setiap kehidupan social tidak ada satu pun manusia yang memiliki persamaan yang persis, baik dari unsur etnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan, dan sebagainya.

Istilah ''konflik'' secara etimologi berasal dari bahasa latin ''con'' yang berarti bersama dan ''fligere'' yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, ''konflik'' dalam kehidupan social berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Di dalam International Encyclopedia of The Socia Sciences Vol.3 (hlm. 236-241) diuraikan mengenai pengertian konflik dari aspek antropologi,yakni ditimbulkan sebagai akibat dari persaingan antara  paling tidak dua pihak; Diana tiap-tiap pihak dapat berupa peerorangan, keluarga, kelompok kekerabatan, satu komunitas, atau mungkin atu lapisan kelas social pendukung ideologi tertentu, satu organisasi politik, satu suku bangsa, atau satu pemeluk agama tertentu.

Keragaman sosiokultural di dalam suatu bangsa atau negara memiliki intensitas konflik yang lebih tinggi dibandingkan dengan Negara-negara struktur sosialnya bersifat homogen. Heterogenitas suatu bangsa sering kali menimbulkan konflik antar suku, agama, ras dan antar golongan yang sering diistilahkan konflik SARA. Selain itu, gejala deferensiasi social (penggolongan social) jika tidak ditangani secra bijak akan menimbilkan kerawana konflik social. Akan tetapi, disisi lain keaneka ragaman sosiokultural suatu bangsa juga bisa menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa yang akan menjunjung tinggi bangsa di percaturan internasional, sehingga keanekaragaman social budaya juga berdampak pada keuntungan ekonomis jika dikelola dengan baik. Selain keragaman sosiokultural, ketimpangan ekonomi juga memicu keraawanan konflik social diantara para anggota masyarakat.

 

2.      Definisi Sumber Daya

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tak selalu bersifat fisik, tetapi juga nonfisik.Dalam hal ini biasanya sumber daya non fisik inilah yang biasa terjadi pertentangan dan konflik yang terjadi di masyarakat. Missal sumber daya manusia yang terbatas.para sosiolg berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan social, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumberdaya-sumberdaya yang jumlah ketersediaannya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan kesimpangan yang menjadi salah satu sebab konflik utama.

 

3.      Contoh konflik sosial

a). Bom Bali 2002, adalah rangkaian tiga peristiwa pepengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di di paddy's pub dan sari club (SC) di Jalan Legian, Kuta, di dekat kantor konsulat amerika serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. 

b). Perang Dunia II di Indonesia, adalah suatu perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali Negara di dunia termasuk semua kekuatan bear yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan yaitu sekutu dan poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang diberbagai pasukan militer. Dalam keadaan ''perang total'' Negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.Di tandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil.

c). Konflik antara suku dayak dengan madura di sampit, Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasiyang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.Tahun2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.

Juliah - KPI 1B - Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

1.      Definisi Konflik Sosial

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan soaial, konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa asa dalam setiap ruang dan waktu, di mana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh sebab itu, konflik dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan social. Di dalam setiap kehidupan social tidak ada satu pun manusia yang memiliki persamaan yang persis, baik dari unsur etnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan, dan sebagainya.

Istilah ''konflik'' secara etimologi berasal dari bahasa latin ''con'' yang berarti bersama dan ''fligere'' yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, ''konflik'' dalam kehidupan social berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Di dalam International Encyclopedia of The Socia Sciences Vol.3 (hlm. 236-241) diuraikan mengenai pengertian konflik dari aspek antropologi,yakni ditimbulkan sebagai akibat dari persaingan antara  paling tidak dua pihak; Diana tiap-tiap pihak dapat berupa peerorangan, keluarga, kelompok kekerabatan, satu komunitas, atau mungkin atu lapisan kelas social pendukung ideologi tertentu, satu organisasi politik, satu suku bangsa, atau satu pemeluk agama tertentu.

Keragaman sosiokultural di dalam suatu bangsa atau negara memiliki intensitas konflik yang lebih tinggi dibandingkan dengan Negara-negara struktur sosialnya bersifat homogen. Heterogenitas suatu bangsa sering kali menimbulkan konflik antar suku, agama, ras dan antar golongan yang sering diistilahkan konflik SARA. Selain itu, gejala deferensiasi social (penggolongan social) jika tidak ditangani secra bijak akan menimbilkan kerawana konflik social. Akan tetapi, disisi lain keaneka ragaman sosiokultural suatu bangsa juga bisa menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa yang akan menjunjung tinggi bangsa di percaturan internasional, sehingga keanekaragaman social budaya juga berdampak pada keuntungan ekonomis jika dikelola dengan baik. Selain keragaman sosiokultural, ketimpangan ekonomi juga memicu keraawanan konflik social diantara para anggota masyarakat.

 

2.      Definisi Sumber Daya

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tak selalu bersifat fisik, tetapi juga nonfisik.Dalam hal ini biasanya sumber daya non fisik inilah yang biasa terjadi pertentangan dan konflik yang terjadi di masyarakat. Missal sumber daya manusia yang terbatas.para sosiolg berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan social, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumberdaya-sumberdaya yang jumlah ketersediaannya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan kesimpangan yang menjadi salah satu sebab konflik utama.

 

3.      Contoh konflik sosial

a). Bom Bali 2002, adalah rangkaian tiga peristiwa pepengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di di paddy's pub dan sari club (SC) di Jalan Legian, Kuta, di dekat kantor konsulat amerika serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. 

b). Perang Dunia II di Indonesia, adalah suatu perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali Negara di dunia termasuk semua kekuatan bear yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan yaitu sekutu dan poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang diberbagai pasukan militer. Dalam keadaan ''perang total'' Negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.Di tandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil.

c). Konflik antara suku dayak dengan madura di sampit, Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasiyang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.Tahun2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.

Raudhatusshifa - KPI 1B - Konflik dan Perebutan Sumber Daya - Tugas 3

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

 

 

1.      Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren,  artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana dan kapan saja.

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligare" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain - lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Di dalam Internaional Encyclopedia of The Social Sciences Vol. 3 (hlm. 236 – 241) diuraikan bahwa pengertian konflik dari aspek antropologi, yakni ditimbulkan sebagai akibat dari persaingan antara palig tidak dua pihak; di mana tiap – tiap pihak dapat berupa perorangan, keluarga, kelompok kekerabatan, satu komunitas atau mungkin satu lapisan kelas sosial pendukung ideologi tertentu, satu organisasi politik, satu suku bangsa atau satu pemeluk agama tertentu.

Secara sederhana, konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan.

Dari setiap konflik ada beberapa diantaranya yang dapat diselesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimbulkan beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik sehingga menimbukan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan.

Beberapa akar penyebab terjadinya konflik :

a)        Perbedaan antar perorangan maupun kelompok

b)        Perbedaan kebudayaan

c)        Bentrokan antar kepentingan

d)       Perubahan – perubahan sosial

Beberapa akibat konflik :

a)        Bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok

b)        Hanurnya kesatuan kelompok

c)        Adanya perubahan kepribadian individu

d)       Hancurnya nilai-nilai dan norma sosial

e)        Hilangnya harta benda dan korban manusia

Konflik sosial sering diasumsikan sebagai bentuk yang negati seperti perselisihan, disintegrasi penyimpangan, destrukti dan lain lain.  Tetapi pada kenyataanya konlik pada sisi lain memiliki sisi positif yang berguna bagi kehidupan sosial masyarakat. Ralf D mengatakan bahwa konflik berfungsi sebagai pengintegrasi masyarakat dan sumber perubahan. Selain itu konlik juga berfungsi sebagai penghilang unsur-unsur pengganggu dalam hubungan masyarakat.Konflik dianggap sebagai suatu yang memiliki sifat negatif maupun sebaliknya tergantung bagaimana masyarakat memandang dan menyikapi konflik itu sendiri.


 

2.      Definisi Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik tetapi juga bersifat non fisik. Biasanya sumber daya nonfisik bisa menjadi akar terjadinya konflik di masyarakat. Misalnya sumber daya pikiran manusia yang terbatas. Para sosiolog berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber daya yang ketersediaannya amat terbatas dengan pembagian yang yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan ketimpangan yang menjadi salah satu sebab utama.

Sumber daya juga ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada pula sumber daya yang kekal. Selain itu dikenal pula istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan dan sumber daya tak terbarukan.

 

3.      Contoh dalam Kehidupan Sehari – hari

 

a)      Tawuran Antar Pelajar

Dendam akibat pemalakan dan perampasan. Apabila seorang siswa dari suatu sekolah menengah atas dipalak atau dirampas uang dan hartanya, dia akan melapor kepada pentolan di sekolahnya. Kemudian pentolan itu akan mengumpulkan siswa untuk menghampiri siswa dari sekolah musuh ditempat dimana biasanya mereka menunggu bis atau kendaraan pulang. Apabila jumlah siswa dari sekolah musuh hanya sedikit, mereka akan balik memalak atau merampas siswa sekolah musuh tersebut. Tetapi jika jumlah siswa sekolah musuh tersebut seimbang atau lebih banyak, mereka akan melakukan kontak fisik.

 

b)      Membolos

Perasaan tersisihkan seorang anak yang merasa bahwa ia tidak diinginkan atau diterima di kelasnya. Perasaan ini bisa berasal dari teman sekelas atau mungkin gurunya sendiri dengan sindiran atau ucapan.

 

c)      Konflik Antar Suku

Sejarah masa lalu. Dimana pada masa lalu kehidupan antar suku diwarnai persaingan yang berujung pada konflik untuk memperebutkan status dan juga gengsi. Hal ini terbawa hingga ke masa kini karena pengaruh budaya di masa lalu.

Kecemburuan ekonomi. Biasanya, suku pendatang yang mampu meraih keberhasilan di bidang ekonomi akan menimbulkan kecemburuan pada penduduk asli. Akibatnya, terjadi gesekan karena menganggap bahwa suku pendatang merebut potensi ekonomi yang seharusnya mampu menyejahterakan suku asli.


QURRATA 'AINI Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi TUGAS 3

NAMA           :QURRATA 'AINI

NIM                :11150510000024

JURUSAN     :KPI 1A

 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

A.    DEFINISI KONFLIK SOSIAL

Komflik sosial adalah  suatu bentuk interaksi yang ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan diantara pihak-pihak yang terlibat. Sebenarnya, konflik tidak selalu membawa dampak negatif. sisi positif konflik sosial adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antar kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antara kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah bentuk tuntutan terhadap perubahan kondisi yang tidak menguntungkan. Suatu kelompok yang merasa diperlakukan tidak adil menuntut perubahan untuk memperjuangkan perubahan itu, jalan yang ditempuh adalah  menentang kondisi yang ada.

 

B.     SUMBERDAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya terdiri dari sumberdaya fisik dan non fisik. Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

 

C.    CONTOH KONFLIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk dan pihak yang berseteru mulai dari perorangan, kelompok, antar agama, antar suku bahkan antar negara.

Berikut diantaranya:

1.      Perang Dunia 1 dan 2

2.      Perang Vietnam

3.      Perang Korea

4.      Perang Irak-Iran

5.      Berkelahinya adik dan kakak

6.      Perang antar suku

7.      Pertentangan antar anggota partai politik

8.      Tawuran penonton sepak bola

 

9.      Perseteruan Perbatasan Malaysia dan Indonesia

10.  Kasus Tolikara

11.  Kasus Poso

12.  Pertentangan antar pejabat

13.  Tawuran pelajar

14.  Perkelahian antar pelajar

15.  KDRT

 

D.    SUMBER BUKU

Setiadi, Elly-Kolip, Usman Bagong. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta :KencanaWartanto, SE, MM. Sosiologi, Gemesis Mitra Sampora

 

QURRATA 'AINI Konflik "Sosial dalam Perspektif Sosiologi" TUGAS 3

NAMA           :QURRATA 'AINI

NIM                :11150510000024

JURUSAN     :KPI 1A

 

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

A.    DEFINISI KONFLIK SOSIAL

Komflik sosial adalah  suatu bentuk interaksi yang ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan diantara pihak-pihak yang terlibat. Sebenarnya, konflik tidak selalu membawa dampak negatif. sisi positif konflik sosial adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antar kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antara kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah bentuk tuntutan terhadap perubahan kondisi yang tidak menguntungkan. Suatu kelompok yang merasa diperlakukan tidak adil menuntut perubahan untuk memperjuangkan perubahan itu, jalan yang ditempuh adalah  menentang kondisi yang ada.

 

B.     SUMBERDAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya terdiri dari sumberdaya fisik dan non fisik. Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

 

C.    CONTOH KONFLIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk dan pihak yang berseteru mulai dari perorangan, kelompok, antar agama, antar suku bahkan antar negara.

Berikut diantaranya:

1.      Perang Dunia 1 dan 2

2.      Perang Vietnam

3.      Perang Korea

4.      Perang Irak-Iran

5.      Berkelahinya adik dan kakak

6.      Perang antar suku

7.      Pertentangan antar anggota partai politik

8.      Tawuran penonton sepak bola

 

9.      Perseteruan Perbatasan Malaysia dan Indonesia

10.  Kasus Tolikara

11.  Kasus Poso

12.  Pertentangan antar pejabat

13.  Tawuran pelajar

14.  Perkelahian antar pelajar

15.  KDRT

 

D.    SUMBER BUKU

Setiadi, Elly-Kolip, Usman Bagong. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta :KencanaWartanto, SE, MM. Sosiologi, Gemesis Mitra Sampora

 

Kabir Al-Fadly H - Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya - Tugas3

Kabir Al-Fadly Habibullah

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

Tugas 3

A.    Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

 

Konflik merupakan proses sosial dimana masing-masing pihak yang berinteraksi berusaha untuk saling menghancurkan, menyingkirkan dan mengalahkan karena berbagai alasan seperti rasa benci dan permusuhan. Konflik merupakan gejala sosial yang selalu hadir dalam kehidupan sosial, sehingga bersifat inheren , yakni konflik akan senan tiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, kapanpun dan dimanaun.dalam hal ini masyarakat sebagai arena berlangsungnya konflik.

Hal utama yang mendorong terjadinya konflik adalah perbedaan kepentingan sosial. Dalam setiap kehidupan sosial tak ada satupun manusia yang memiliki kesamaan yang persis, baik dari urusan, kepentingan, kehendak, kebutuhan, tujuan dan lain sebagainya. Dalam perspektifnya ada konflik yang dapat terselesaikan dan juga tak dapat terselesaikan hinggga menimbulkan kontak fisikdan aksi kekerasan.

Istilah konflik secara etimologis berasal dari bahasa Latin, yakni Con yang berarti bersama dan Fligere yang  berarti tabrakan atau benturan. Dengan kata lain konflik berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat dan lainnya yang melibatkan dua pihak atau  lebih.

 

Beberapa akar penyebab terjadinya konflik:

·         Perbedaan antar perorangan maupun kelompok

·         Perbedaan kebudayaan

·         Bentrokan antar kepentingan

·         Perubahan-perubahan sosial

 

Beberapa akibat konflik :

·         Bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok

·         Hanurnya kesatuan kelompok

·         Adanya perubahan kepribadian individu

·         Hancurnya nilai-nilai dan norma sosial

·         Hilangnya harta benda dan korban manusia

 

Konflik sosial sering diasumsikan sebagai bentuk yang negati seperti perselisihan, disintegrasi penyimpangan, destrukti dan lain lain.  Tetapi pada kenyataanya konlik pada sisi lain memiliki sisi positif yang berguna bagi kehidupan sosial masyarakat. Ralf D mengatakan bahwa konflik berfungsi sebagai pengintegrasi masyarakat dan sumber perubahan. Selain itu konlik juga berfungsi sebagai penghilang unsur-unsur pengganggu dalam hubungan masyarakat.Konflik dianggap sebagai suatu yang memiliki sifat negatif maupun sebaliknya tergantung bagaimana masyarakat memandang dan menyikapi konflik itu sendiri .

 

B.     Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

 

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tak selalu bersifat fisik, tetapi juga nonfisik. Dalam hal ini biasanya sumber daya nonfisik yang menjadi akar pertentangan dan konflim yang terjadi di masyarakat. Misal sumberdaya pikiran manusia yang terbatas. Para sosiolog berpendapat bahwa akar daro timbulnya konlik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber-sumber daya yang jumlah ketersediannnya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan ketimpangan yang menjadi salah satu sebab utama konflik.

Ketimpangan pembagian ini menimbulkan pihak-pihak tertentu berjuang tuk mendapatkannya atau menambahinya bagi yang perolehan sumber dayanya relatif sedikit atau kecil. Sementara pihak yang telah mendapatkan pembagian sumber daya tersebut berusaha untuk mempertahankan dan bisa juga menambahinya

 

C.    Contoh Konflik Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk dan pihak yang berseteru mulai dari perorangan, kelompok, antar agama, antar suku bahkan antar negara.

Berikut diantaranya:

·         Perang Dunia 1 dan 2

·         Perang Vietnam

·         Perang Korea

·         Perang Irak-Iran

·         Perseteruan Perbatasan Malaysia dan Indonesia

·         Kasus Tolikara

·         Kasus Poso

·         Perang antar suku

·         Pertentangan antar pejabat

·         Pertentangan antar anggota partai politik

·         Tawuran pelajar

·         Perkelahian antar pelajar

·         KDRT

·         Tawuran penonton sepak bola

·         Berkelahinya adik dan kakak

 

 

Sumber:     Setiadi, Elly-Kolip, Usman Bagong. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Kencana

 

 

 

 

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

Kabir Al-Fadly Habibullah

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

Tugas 3

A.    Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

 

Konflik merupakan proses sosial dimana masing-masing pihak yang berinteraksi berusaha untuk saling menghancurkan, menyingkirkan dan mengalahkan karena berbagai alasan seperti rasa benci dan permusuhan. Konflik merupakan gejala sosial yang selalu hadir dalam kehidupan sosial, sehingga bersifat inheren , yakni konflik akan senan tiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, kapanpun dan dimanaun.dalam hal ini masyarakat sebagai arena berlangsungnya konflik.

Hal utama yang mendorong terjadinya konflik adalah perbedaan kepentingan sosial. Dalam setiap kehidupan sosial tak ada satupun manusia yang memiliki kesamaan yang persis, baik dari urusan, kepentingan, kehendak, kebutuhan, tujuan dan lain sebagainya. Dalam perspektifnya ada konflik yang dapat terselesaikan dan juga tak dapat terselesaikan hinggga menimbulkan kontak fisikdan aksi kekerasan.

Istilah konflik secara etimologis berasal dari bahasa Latin, yakni Con yang berarti bersama dan Fligere yang  berarti tabrakan atau benturan. Dengan kata lain konflik berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat dan lainnya yang melibatkan dua pihak atau  lebih.

 

Beberapa akar penyebab terjadinya konflik:

·         Perbedaan antar perorangan maupun kelompok

·         Perbedaan kebudayaan

·         Bentrokan antar kepentingan

·         Perubahan-perubahan sosial

 

Beberapa akibat konflik :

·         Bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok

·         Hanurnya kesatuan kelompok

·         Adanya perubahan kepribadian individu

·         Hancurnya nilai-nilai dan norma sosial

·         Hilangnya harta benda dan korban manusia

 

Konflik sosial sering diasumsikan sebagai bentuk yang negati seperti perselisihan, disintegrasi penyimpangan, destrukti dan lain lain.  Tetapi pada kenyataanya konlik pada sisi lain memiliki sisi positif yang berguna bagi kehidupan sosial masyarakat. Ralf D mengatakan bahwa konflik berfungsi sebagai pengintegrasi masyarakat dan sumber perubahan. Selain itu konlik juga berfungsi sebagai penghilang unsur-unsur pengganggu dalam hubungan masyarakat.Konflik dianggap sebagai suatu yang memiliki sifat negatif maupun sebaliknya tergantung bagaimana masyarakat memandang dan menyikapi konflik itu sendiri .

 

B.     Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

 

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tak selalu bersifat fisik, tetapi juga nonfisik. Dalam hal ini biasanya sumber daya nonfisik yang menjadi akar pertentangan dan konflim yang terjadi di masyarakat. Misal sumberdaya pikiran manusia yang terbatas. Para sosiolog berpendapat bahwa akar daro timbulnya konlik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi maupun politik yang akarnya adalah perebutan atas sumber-sumber daya yang jumlah ketersediannnya amat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan ketimpangan yang menjadi salah satu sebab utama konflik.

Ketimpangan pembagian ini menimbulkan pihak-pihak tertentu berjuang tuk mendapatkannya atau menambahinya bagi yang perolehan sumber dayanya relatif sedikit atau kecil. Sementara pihak yang telah mendapatkan pembagian sumber daya tersebut berusaha untuk mempertahankan dan bisa juga menambahinya

 

C.    Contoh Konflik Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai bentuk dan pihak yang berseteru mulai dari perorangan, kelompok, antar agama, antar suku bahkan antar negara.

Berikut diantaranya:

·         Perang Dunia 1 dan 2

·         Perang Vietnam

·         Perang Korea

·         Perang Irak-Iran

·         Perseteruan Perbatasan Malaysia dan Indonesia

·         Kasus Tolikara

·         Kasus Poso

·         Perang antar suku

·         Pertentangan antar pejabat

·         Pertentangan antar anggota partai politik

·         Tawuran pelajar

·         Perkelahian antar pelajar

·         KDRT

·         Tawuran penonton sepak bola

·         Berkelahinya adik dan kakak

 

 

Sumber:     Setiadi, Elly-Kolip, Usman Bagong. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Kencana

 

 

 

 

 

Salsabila Azhar 11150510000042/Jurnalis1A/Tugas 2

Konflik Sosial dan Sumber Daya Sosial

 

I. Definisi Konflik

            Konflik merupakan gejala sosial yang selalu hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan selalu ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Konflik merupakan gelajala yang selalu mengisi setiap kehidupan sosial karna masyarakat sendiri merupakan arena konflik atau arena pertengkaran yang selalu berlangsung.

            Istilah konflik secara etimologis berasal dari kata "con" yang artinya bersama dan "fligere" yang artinya benturan atau tabakan. Dengan demikian 'konflik' dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain yang melibatkan dua pihak atau lebih.

            Konflik atau pertentangan mempunyai hubungan erat dengan integrasi. Hubungan ini disebabkan karna proses integrasi adalah sekaligus suatu proses disorganisasi dan integrasi.

            Makin tinggi konflik atau pertentangan intra- kelompok, makin besar gaya sentripetalnya, makin kecil derajat integrasi kelompok.akar-akar penyebab konflik yaitu adanya hubungan sosial, ekonomi, politik yang akarnya adlah perebutan atas sumber-sumber kepemilikannya, status sosial, kekuasaan yang jumlah ketersediaanya sangat terbatas dengan pembagian tidak merata dalam masyarakat.

            Ruth A Wallace dan Alison Wolf sebagaimana dikuti oleh sutaryo 1992 dalam bukunya Contenporary sociological theory : continuing the classical tradition menyatakan bahwa :

" conflic theory is major alternative to functionalism as an approach to analyzing the general structure of societies and it is incressingly popular ang importantin modern socilogy".

            Teori konflik adalah salah satu perspektif dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai salah satu sistem yang terdiri dari bagian atau komponen yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dimana komponen-komponen yang satu berusaha menaklukan kepentingan yang lain guna memenuhi kepentingan atau memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

            Pada dasarnya pandanga teori konflik tentang masyarakat tidak berbeda dengan pandangan fungsionalis struktural, sebb keduanya sama-sama memandang masyarakat sebagai salah satu sistem yang terdiri dari bagian-bagian.

 

II. Sumber daya

Menurut perspektif konflik, masyarakat terdiri dari individu-individu bersaing untuk sumber daya yang terbatas (misalnya, uang, waktu luang, pasangan seksual, dll).

 Persaingan atas sumber daya yang langka adalah jantung dari semua hubungan sosial. Kompetisi, bukan konsensus, adalah karakteristik dari hubungan manusia. Struktur dan organisasi sosial yang lebih luas (misalnya, agama, pemerintah, dll) mencerminkan persaingan untuk sumber daya dan kompetisi ketidaksetaraan melekat memerlukan; beberapa orang dan organisasi memiliki lebih banyak sumber daya (yaitu, kekuasaan dan pengaruh), dan menggunakan sumber daya untuk mempertahankan posisi mereka kekuasaan dalam masyarakat.

 

III. Contoh

·         Konflik rasial seperti perbedaan warna kulit hitam dan putih

·         Konflik antar golongan seperti pembakaran kantor-kantor pemerintah Kaur Riau pada tahun 2005 dulu oleh massa karna ketidak[uasan rakyat atas hasil PILKADA.

 

 

 

Salsabila Azhar 11150510000042

Jurnalistik 1A

 

Cari Blog Ini