Senin, 21 September 2015

Pengantar sosiologi

Robby Septyan Maulana_Jnr1B_Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya_Tugas2

1.     Definisi Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun Poerwadarminta (1976), Konflik berarti pertentangan atau percekcokan. Pertentangan sendiri bisa muncul ke dalam bentuk pertentangan ide maupun fisik antara dua belah pihak berseberangan. Francis menambahkan unsur persinggungan dan pergerakan sebagai aspek tindakan sosialnya (Francis, 2006: 7). Sehingga secara sederhana konflik adalah pertentangan yang ditandai oleh pergerakan dari beberapa pihak sehingga terjadi persinggungan.

Pengertian konflik di atas sesuai apa yang didefinisikan Pruit dan Rubin dengan mengutip Webster bahwa " konflik berarti persepsi mengenai perbedaan kepentingan (perceived divergence of intrerest), atau suatu kepercayaan bahwa aspirasi pihak-pihak berkonflik tidak dicapai secara simultan" (Pruit & Rubin, 2004: 10). Jika memahami konflik pada dimensi ini, maka unsur-unsur yang ada di dalam konflik adalah persepsi, aspirasi, dan aktor yang terlibat di dalamnya. Artinya dalam dunia sosial yang ditemukan persepsi, maka akan ditemukan pula aspirasi dan aktor.

Konflik adalah unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Karena konflik memiliki fungsi positif (George Simmel, 1918; Lewis Coser, 1957), konflik menjadi dinamika sejarah manusia (Karl Marx, 1880/2003; Ibnu Khaldun, 1332-1406), konflik menjadi entitas hubungan sosial (Max Weber, 1918/1947; Ralf Dahrendorf, 1959), dan konflik adalah bagian dari proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (Maslow, 1954; MaxNeef, 1987; John Burton, 1990; Marshall Rosenburg, 2003). Manusia adalah makhluk konflik (homo conflictus), yaitu makhluk yang selalu terlibat dalam perbedaan, pertentangan, dan persaingan baik sukarela maupun terpaksa. Konflik bisa muncul pada skala yang berbeda seperti konflik antar orang (interpersonal conflict), konflik antarkelompok (intergroup conflict), konflik antara kelompok dengan negara (vertical conflic), konflik antarnegara (interstate conflict).

2.     Sumber Daya dalam Perspektif Sosiologi

Sumber daya dalam kajian ilmu sosiologi adalah modal, dinilai sebagai sesuatu yang berpotensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya dapat berupa sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya pikiran yang berpotensial untuk meningkatkan kesejahteraan. Perebutan dapat diartikan dengan perbuatan yang saling memaksa. Perebutan sumber daya dilakukan karena esensi sumber daya tersebut dibutuhkan namun secara kuantitas, jumlahnya terbatas. Dibutuhkannya sumber daya dan jumlahnya yang terbatas, serta pembagian yang tidak merata inilah yang dapat menyebabkan konflik berupa perebutan sumber daya.  

 

3.     Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

 

v  Konflik

            Dalam lingkungan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, banyak kasus pertentangan ide tercipta, seperti jenis kursi baru apa yang harus dibeli untuk mengganti kursi lama di ruang tamu. Ayah mempunyai ide, kursi baru itu adalah dari rotan berwarna cokelat alami, ibu mempunyai ide kursi baru harus lebih modis dengan warna-warna cerah, sedangkan anak mengidekan kursi baru yang terbuat dari kayu dengan ukiran-ukiran klasik. Beberapa ide yang bertentangan mengenai kursi ini menjadi gerakan persinggungan di antara anggota keluarga sehingga menyebabkan ketegangan sosial pada tingkat tertentu dalam sistem kehidupan keluarga tersebut.

 

v  Konflik sumber daya

Di musim kemarau yang berkepanjangan seperti ini sumber daya alam terutama air sangatlah berharga bagi masyarakat. Banyak sawah di desa-desa yang kekeringan karena kekurangan air. Tak hanya, itu untuk kebutuhan sehari-hari manusiapun baik itu mandi, cuci, minum, ataupun masak, air sangatlah dibutuhkan. Tak heran banyak terjadi konflik dikarenakan perebutan sumber daya alam yang satu ini di. Konflik seperti ini sudah jamak terjadi di Indonesia ketika musim kemarau berkepanjangan.

 

 

Sumber:

Novri, Susan. 2009. Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana

Tugas individu # shaleha nurudina Jurnalistik_1B

Shaleha Nurudina_11150510000224_Jurnalistik 1B

Definisi konflik sosial &Perebutan sumber daya dalam perspektif sosiologi

KONFLIK berasal dari kata kerja latin configure yang berarti saling memukul.secara sosiologis konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi menyangkut ciri fisik,kepandaian,adat istiadat,keyakinan,dan lain sebagainya.dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial,konflik merupakan situasi wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya,konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Dalam sosiologi,kita mengenal adanya teori konflik yang berupa memahami konflik dari sudut pandang ilmu social.Teori konflik adalah sebuah teori yang memadang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan,tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula.Teori konflik lahir sebagai sebuah antitetis dari teori structural fungsional yang memandang pentingnya keteraturan dalam masyarakat.

Kesimpulan: Konflik pada dasarnya adalah sesuatu yang bukan saja tidak dapat dihindari tapi juga dibutuhkan oleh masyarakat,karena konflik mempertegas identitas-identitas dalam kelompok dan membentuk dasar stratifikasi sosial.Walaupun teori konflik klasik pada dasarnya sudah tidak dapat digunakan untuk menganalisis fenomena konflik kontemporer,karena teori ini diciptakan pada konteks kesejahteraan yang berbeda dan perubahan struktur serta dinamika masyarakat telah diluar imajinasi para ilmuwan konflik klasik.Namun antara teori klasik dan kontemporer pada dasarnya sepakat bahwa konflik memainkan peran sentral dalam kehidupan karena mampu menjadi agen perubahan dan menjadi motor yang memobilisasikan tindakan sosial.

Contoh Konflik sosial : * Konflik tawuran antar pelajar.

                                       *Konflik pilkada daerah.

                                       *Konflik lahan perkebunan sawit.

*PEREBUTAN SUMBER DAYA

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan.Sumber daya tidak selalu bersifat fisik,tetapi juga non-fisik (intangible).

Sumber Daya ada yang dapat berubah,baik menjadi semakin besar maupun hilang,dan ada pula sumber daya yang kekal (selalu tetap). Selain itu,dikenal pula istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan (renewable resources) dan sumber daya tak terbarukan (non-renewable resources).Kedalam sumber daya dapat pulih termasuk tanaman dan hewan (sumber daya hayati).Mengikuti perkembangan dunia secara global peran serta setiap disiplin ilmu untuk turut andil dalam pembangunan kualitas sumber daya masyarakat secara keseluruhan haruslah lebih baik dan berdasarkan fakta-fakta sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Peran ilmu sosiologi dalam pembangunan kualitas sumber daya masyarakat tentunya sangat penting dilihat dari segi pengertian dari sosiologi itu sendiri. Dimana fakta-fakta sosial dapat dikumpulkan dengan pemahaman dan juga menguasai ilmu-ilmu pada cabang ilmu sosial.Ada pun suatu pengertian dasar dari ilmu tersebut .

Sosiologi merupakan pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat,perilaku masyarakat dan perkembangan masyarakat.Sosiologi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.Maka dari itu untuk melakukan reseach terhadap fakta-fakta sosial dibutuhkan pemahaman terhadap ilmu sosiologi guna meningkatkan pembangunan kualitas masyarakat.

Contoh Perebutan Sumber Daya :

            Kebijakan pengelola sumber daya alam sebagai Penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan mengedepankan pengelola sumber daya alam itu menurut dia, mengakibatkan terjadi benturan kepentingan dan konflik antara masyarakat dengan perusahaan (korporat) yang menguasai sumber daya alam maupun pemerintah yang memiliki kebijakan dan mengeluarkan perizinan yang diperlukan.Diperkirakan,kedepan konflik yang terjadi akan semakin meningkat,sejalan denagan kian menyusut sumber daya alam tersedia yang justru makin banyak pihak yang memperebutkannya.Konflik pengelolaan sumber daya alam,agraria,dan konflik sosial terjadi hampir di semua daerah di Indonesia,antara lain akibat dari penguasaan lahan dan ekspansi oleh pemilik modal selama ini,dan merupakan masalah yang sudah lama berlangsung.

Anzen Bhilla Setya_KPI 1/b_KONFLIK DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA_Tugas3

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

 

Definisi Konflik Sosial

 

            Konflik merupakan  proses sosial dimana masing – masing pihak yang berinteraksi berusaha untuk saling menghancurkan, menyingkirkan, mengalahkan karena berbagai alasan seperti rasa benci atau rasa permusuhan. Sebab musabab terjadinya konflik di antaranya: Pertama, perbedaan antar – perorangan atau antar – kelompok, yang menimbulkan benturan – benturan antar individu maupun kelompok. Kedua, perbedaan kebudayaan yang berpengaruh pada perbedaan kepribadian seseorang atau kelompok sebab karakter kebudayaan akan berpengaruh dalam membentuk karakter kepribadian manusia dalam kehidupan sosial. Ketiga, bentrokan antar – kepentingan, bentrokan ini dipicu oleh suatu keinginan agar orang lain atau kelompok lain berperilaku sesuai dengan seleranya. Keempat, perubahan – perubahan sosial yang meliputi nilai – nilai dan norma – norma sosial.

            Konflik dianggap sebagai sesuatu yang bersifat negatif maupun positif tergantung bagaimana masyarakat konflik tersebut. Ada yang memandang konflik sebagai sesuatu  yang tidak baik karena konflik merupakan biang dari segala bentuk perpecahan di dalam masyarakat yang mengakibatkan disintegrasi sosial, ada pula yang memandang konflik sebagai sesuatu yang positif karena konflik berakibat pada terpicunya motivasi anggota – anggota masyarakat untuk berprestasi.

 

      Sumberdaya Dalam Perspektif Sosiologi

            Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimilki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumberdaya mengandung mengandung bias ekonomi. Manusia di anggap semata – mata sebagai faktor produksi bukan sebagai makhluk kultural. Karena manusia dilihat sebagai faktor produksi. Kualitas seseorang manusia sebagai faktor produksi dianggap ditentukan oleh kondisi fisiknya, tingkat pendidikannya, dan keterampilan yang dimilikinya. Manusia yang berkualitas tinggi adalah manusia yang sehat badanya dan memperoleh cukup pendidikan dan pelatihan.

 

 

Contoh Dalam Kehidupan Sehari - hari

a)      Konflik Gender

b)     Konflik Rasial dan Antarsuku

c)      Konflik Antar – Umat Agama

d)     Konflik Antargolongan

e)      Konflik Kepentingan

f)       Konflik Antarpribadi

g)      Konflik Antarkelas Sosial

h)     Konflik Antarnegara/Bangsa

 

tugas 3(hilma nur alifah) jurnalistik 1A. NIM:11150510000040

Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya

 

Definisi Konflik Sosial

 

          Timbulnya konflik adalah berangkat dari kondisi kemajemukan struktur masyarakat dan konflik merupakan fenomena yang sering terjadi sepanjang proses kehidupan manusia.Dari sudut mana pun kita melihat konflik,bahwa "konflik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial."

          Konflik sebagai suatu proses ternyata dipraktikan juga secara luas di dalam masyarakat.Berbeda hal dengan kompetisi yang selalu berlangsung didalam suasana "damai",konflik adalah suatu proses sosial yang berlangsung dengan melibatkan orang-orang atau kelompok-kelompok yang saling menentang dengan ancaman kekerasan.

          Banyak faktor yang telah menyebabkan terjadinya konflik-konflik.Perbedaan pendirian dan keyakinan orang perorangan telah menyebabkan konflik-konflik antar-individu.Dalam konflik-konflik seperti ini terjadilah bentrokan-bentrokan pendirian,dan masing-masing pihak pun berusaha membinasakan lawannya(tidak selalu harus diartikan sebagai pembinasaan fisik,tetapi bisa pula diartikan dalam bentuk pemusnahan simbolik alias melenyapkan pikiran-pikiran lawan yang tidak disetujuinya)

Konflik menurut Max Weber adalah suatu sistem "otoritas" atau sistem "kekuasaan.Weber menepatkan konflik dalam posisi sentral dalam menganalisis tentang masyarakat.Baginya,konflik merupakan unsur dasa kehidupan manusia.Weber menyatakan,"Pertentangan tidak dapat dilenyapkan dari kehidupan budaya manusia.

          Menurut Frisher ada beberapa tahapan dinamika konflik,meliputi:

a.Pra konflik adalah periode pada saat terdapat suatu kitak sesuaian sasaran di antara dua pihak atau lebih,sehingga timbul konflik.

b.Konfrontasi memperlihatkan satu tahap pada saat konflik mulai terbuka.

c.Krisis adalah puncak konflik.

d.Pasca konflik adalah situasi diselesaikan dengan cara mengakhiri berbagai konfrontasi kekerasan,ketegangan berkurang dan hubungan mengarah ke lebih normal di antara kedua belah pihak.

 

Definisi Sumber Daya

        Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible).

          Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada pula sumber daya yang kekal (selalu tetap). Selain itu, dikenal pula istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan (renewable resources) dan sumber daya tak terbarukan (non-renewable resources).

          Atau lain lagi sumber daya bisa di artikan sebagai unsur tata bahan energy yang dijadikan kebutuhan manusia di kehidupan sehari-hari.Maka dari sumber daya itu sendiri sangat di butuhkan untuk kelangsungan manusia sebagai sumber persediann,baik itu yang cadangan maupun yang baru.

Contoh:

    Pemerintah dengan alasan kenaikan harga minyak internasional yang mencapai 70$ per barrel dan ingin mengalihkan subsidi BBM ke rakyat miskin langsung kemudian mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BM mencapai  rata-rata 120%.Pemerintahan sebelum SBY-JK sebenarnya juga menaikkan harga BBM ,akan tetapi hanya berkisar dari 20-30%.Kebenaranian pemerintah saat ini dalam mengeluarkan kebijakan yang tidak populis berkaitan dengan BBM ini mengundang konflik antar masyarakat terhadap kepemerintahan.

 

    Dengan bertambahnya/meningkatnya populasi.Pemerintah kebingungan karena ini akan menjadi tekanan terhadap sumber daya.Akibatnya menimbulkan konflik sosial dengan perebutan sumber daya seperti:air,minyak,dll

         

                   

         

         



Susan,Novri,(2009),Sosiologi konflik,Jakarta:PT Fajar Interpratama Offset.

Wirawan,(2012),Teori-teori Sosial,Jakarta:PT Kharisma Putra Utama.

Siahaan,Hotman M,(2004),Sosiologi Teks pengantar dan Terapan Jakarta:PT Kharisma Putra Utama.

Utsman,Sabian,(2009)Dasar-dasar sosiologi hukum,Jakarta:Pustaka Pelajar.

Mutia Drajat_KPI 1B_ Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya_Tugas 3

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

1. Definisi Konflik Sosial Dalam Perspektif Sosiologi

Istilah konflik secara etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, konflik dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat dan lain- lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih. Konflik merupakan gejala sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja, dengan melibatkan orang- orang atau kelompok- kelompok yang saling menentang dengan ancaman kekerasan.

Dalam bentuknya yang ekstrem, konflik itu dilangsungkan tidak hanya sekedar untuk mempertahankanhidup dan eksistensi (jadi bersifat defensif), akan tetapi juga bertujuan sampai ke taraf pembinasaan eksistensi orang atau kelompok lain yang dipandang lawan atau saingannya.

Ø  Faktor penyebab terjadinya konflik:

·         Perbedaan Pendirian dan Keyakinan Orang Perorangan

Dalam konflik ini terjadi bentrokan pendirian dan masing- masing pihak pun berusaha mengalahkan lawannya. Tidak hanya mengalahkan secara fisik, tetapi dapat diartikan dalam bentuk simbolik dengan melenyapkan pikiran- pikiran lawan

·         Perbedaan Kebudayaan

Perbedaan kebudayaan ini menimbulkan konflik antar kelompok Karena pola kepribadian dan perilaku di kalangan kelompok luas yang merupakan hasil pola budaya yang berbeda, apabila terjadi konflik dengan alas an tersebut, maka konflik ini tidak hanya melibatkan individu, melainkan melibatkan kelompok pula.

·         Perbedaan Kepentingan

Mengejar kepentingan masing- masing yang berbeda- beda, kelompok akan bersaing dan berkonflik untuk memperebutkan kesempatan dan sarana. 

Perbedaan pendirian, budaya dan kepentingan sering terjadi akibat perubahan sosial. Maka secara tidak langsung, perubahan sosial menjadi penyebab terjadinya konflik sosial.  Perubahan- perubahan sosial yang cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan berubahnya sistem nilai- nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dan perubahan- perubahan nilai di dalam masyarakat ini akan menyebabkan perbedaan- perbedaan pendirian masyarakat. 

Konflik menimbulkan dampak negatif. Dalam bentuk konflik fisik, akan menimbulkan korban serta harta benda yang rusak maupun hilang. Sedangkan dampak psikisnya, dengan adanya konflik hubungan antar individu ataupun kelompok menjadi renggang, relasi antar keduanya tidak seperti semula. Walaupun demikian, terdapat dampak positif yang dirasakan akibat konflik, yaitu bertambahnya solidaritas intern dan rasa in-group suatu kelompok.

2. Perebutan Sumber Daya

Sumber daya dalam kajian ilmu sosiologi adalah modal, dinilai sebagai sesuatu yang berpotensi yang dimiliki oleh materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya dapat berupa sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya pikiran yang berpotensial untuk meningkatkan kesejahteraan. Perebutan dapat diartikan dengan perbuatan yang saling memaksa. Perebutan sumber daya dilakukan karena esensi sumber daya tersebut dibutuhkan namun secara kuantitas, jumlahnya terbatas. Dibutuhkannya sumber daya dan jumlahnya yang terbatas, serta pembagian yang tidak merata inilah yang dapat menyebabkan konflik berupa perebutan sumber daya.

 

3. Contoh Konflik dan Perebutan Sumber Daya Dalam Kegiatan Sehari- hari

Ø  Konflik

·         Konflik Rasial, ras sering dikaitkan dengan warna kulit seseorang. Diantara warna kulit, yang paling signifikan adanya diskriminasi adalah kuit putih dan kulit hitam. Dahulu, orang berkulit putih melakukan berbagai bentuk eksploitasi terhadap kulit hitam. Saat ini kulit hitam sudah tidak dipandang sebelah lagi. Meski demikian, masih banyak kita temui di lingkungan sekolah, rumah dan lainnya, perbedaan kulit dijadikan bahan ejekan.

·         Konflik Antar Umat Beragama, anggapan bahwa agama yang ia yakini adalah yang paling benar serta agama lain adalah sesat adalah sumber awal mulanya konflik antar umat beragama. Contoh konflik umat Kristen dan Islam di Poso.

·         Konflik Pribadi, konflik ini sering terjadi dalam kehidupan sehari- hari. Mendahulukan atau mementingkan kepentingan pribadi serta adanya perbedaan pendapat adalah salah satu pemicu timbulnya konflik. Misal, perbedaan pendapat dalam forum diskusi.

·         Konflik Dalam Keluarga. Didalam sebuah keluarga, ayah dan ibu merupakan sosok panutan yang membimbing anak anaknya dengan kasih sayang. Namun hal ini tidak sesimple dan  menjamin tidak terjadi konflik dalam sebuah keluarga. konflik yang biasa terjadi adalah perbedaan pendapat ayah dan ibu  mendidik anak, konflik antara kaka beradik merebutkan mainan.

 

Ø  Perebutan Sumber Daya

·         Perebutan Sumber Daya Air. Belum lama ini Indonesia mengalami kekeringan. Hujan yang jarang atau bahkan tidak pernah turun, membuat pasokan air terus berkurang sementara air sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Seperti mandi, makan, minum, mengairi persawahan yang menjadi mata pencaharian dan sebagainya. Kebutuhan yang sangat besar terhadap air, sementara air bersih yang tersedia amat terbatas, membuat masyarakat merebutkan air bersih guna memenuhi hidup. Masyarakat berlomba- lomba mendapatkannya meskipun harga air bersih melonjak drastis.

Sumber: Elly M. Setiadi dan Usman Kolip. Pengantar Sosiologi.

               J. Dwi Narwoko dan Bagong Suryanto. Sosiologi Teks Pengantar Terapan. 

Mughni Labib_Perubahan Sosial dan Kesehatan Masyarakat_Tugas Pertama

Perubahan Sosial dan Kesehatan Masyarakat

T

erlepas dari pemahaman Islam dan Kristen, Nabi Isa mencotohkan hidup untuk melayani tanpa embel-embel meminta upah dari pelayanan yang diberikan. Nabi Isa hadir dengan pelayanan kesehatan, mampu menyembuhkan penyakit sangat berat seperti kebutaan dan penyakit kusta. Maklum, karena itu sudah menjadi mukjizatnya, sampai orang mati pun bisa dihidupkan kembali. Tentu atas izin Yang Maha Kuasa. Nuansa pelayanan demikian memberikan kesan mendalam dalam perang melawan materialisme yang saat itu menjadi tren masyarakat Bani Israil. Nuansa pelayanan tersebut menghadirkan kasih sayang ditengah-tengah umat manusia.

Dalam tulisan berikut yang penulis sadur dari buku Habis Galau Terbitlah Move On karya J. Sumardianta berjudul "Malaikat Bersari Putih" mengungkapkan kisah seorang biarawati yang dikenal dengan nama Bunda Teresa asal Yugoslavia. Layaknya pelayanan Nabi Isa terhadap Bani Israil, Bunda Teresa memiliki semangat melayani tingkat tinggi terhadap masyarakat Kalkuta. Alinea berikut mengisahkan sang biarawati itu yang ada kaitannya dengan perubahan sosial dan kesehatan masyarakat.

Suatu malam hujan lebat sedang menghajar Kalkuta―Ibu Kota Negara Bagian Bengali Barat, India, menjelang perayaan Natal 1952. Bunda Teresa terbungkuk-bungkuk mengarungi air bah. Ia tersandung tubuh menggeliat, mengeluarkan suara yang mengerang. Diangkatnya tubuh perempuan tua dari genangan air. Bergegas dibawanya manusia sekarat itu ke bangsal gawat darurat rumah sakit. Seorang petugas jaga menghardik, "Bawa orang ini keluar segera. Tidak ada yang bisa kami lakukan untuknya."

Bunda Teresa menggendong gelandangan tua itu ke rumah sakit lain. Ia mendengar suara gemeretak. Tubuh dalam gendongannya mengejang. Ia menyadari segala upaya menolong sudah terlambat. Makhluk malang itu diturunkannya, lalu ditutup pelupuk matanya. Bunda Teresa bergumam, "Dikota bengis ini, bahkan anjing diperlakukan lebih baik daripada manusia."

Hari berikutnya, ia mendatangi kantor kotapraja untuk menemui wali kota. Sikap ngotot biarawati ini mengherankan banyak pegawai. Salah satu deputi wali kota bersedia menerimanya. "Sungguh aib. Anda membiarkan orang mati di jalanan dikelilingi ketidakpedulian. Beri saya satu rumah guna merawat mereka menghadapi ajal dengan bermartabat."

Seminggu kemudian, kotapraja memberikan satu rumah istirahat peziarah Hindu dekat Kuil Dewi Kali. Bunda Teresa gembira. Tempat ini sangat ideal. Ke sekitar tempat suci itulah orang sekarat biasanya pergi dengan harapan bisa ikut menumpang dikremasi di pembakaran kuil. Kali Gath merupakan sentra kaum Hindu militan untuk kalangan atas yang dibangun di tepi Sungai Hoogly. Di Kuil Kali semangat hidup yang tinggi bergandengan tangan dengan kematian.

Kaum Hindu ortodoks marah besar. Bunda Teresa dituduh hendak mengkristenkan orang di panti ajal. Insiden pecah. Panti ajal Nirmal Hrydai dihujani batu dan kereweng. Para biarawati dihina dan diteror. Bunda Teresa berlutut, merentangkan tangan, dan memekik di hadapan pengunjuk rasa anarkis. "Bunuhlah saya! Saya akan langsung masuk nirwana." Pengunjuk rasa mundur teratur.

Gangguan terus berlangsung. Para pendemo merangsek ke kantor polisi untuk menuntut pengusiran biarawati asing dan penutupan panti ajal. Inspektur polisi melakukan penyelidikan. Perwira itu mendapati Bunda Teresa sedang membersihkan luka seorang lelaki kurus kering. Lelaki itu berbaring di tengah genangan kotoran berbau menyengat aibat borok penuh belatung. Inspektur itu terharu.

Para pemuda Hindu fanatik sudah menunggu saat inspektur keluar dari gerbang panti ajal. "Saya berjanji kepada kalian untuk mengusir perempuan asing ini. Saya akan turuti tuntutan kaian pada hari ketika kalian berhasil membujuk ibu dan saudari perempuan kalian datang ke sini untuk melakukan apa yang perempuan asing itu kerjakan."

Perang batu belum berakhir. Suatu pagi Bunda Teresa mendapati banyak orang berkerumun di sekitar Kali Gath. Seorang Brahmin tergeletak di tanah menderita kolera. Tak seorang pun berani menyentuh pendeta nahas itu. Brahmin dibawa ke panti ajal. Ia dirawat Bunda Teresa sampai sembuh. Brahmin itu bersaksi di hadapan jemaat Hindu fanatik. "Sudah tiga puluh tahun aku memuja Dewi Kali yang terbuat dari batu. Di panti itu aku ditolong Kali dari darah dan daging." Sejak itu tidak ada lagi lempaan batu ke arah para biarawati. Bantuan pun mengalir. Dukungan berdatangan masuk ke Nirmal Hrydai.

Merawat kaum kecingkrangan menjelang ajal merupakan langkah pertama Bunda Teresa. Mereka yang mau memulai kehidupan juga butu uluran tangan. Mereka tak lain dari orok bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah, got, dan trotoar. Pada 15 Februari 1953 "Shisu Bhavan", panti anak-anak, menyambut tamu pertamanya: bayi prematur terbungkus koran yang ditemukan di pinggir jalan. Berikutnya, puluhan bayi setiap hari dikirim ke panti cinta kasih ini.

Bunda Teresa menabuh genderang jihad melawan aborsi di Kalkuta yang sudah sangat kewalahan menghadapi tingkat kelahiran yang terlampau tinggi. Ia memasang banyak poster di sekujur penjuru Kalkuta yang menyatakan akan menerima setiap anak yang dikirimkan kepadanya. Gadis-gadis hamil, di kegelapan malam, berdatangan buat mendaftarkan kelahiran anak mereka.

Kini tiba giliran mengurus para penderita lepra. Di Titagarh, disusul tujuh tempat lainnya, Bunda Teresa mendirikan panti pengobatan kusta. Ratusan penderita lepra yang dicap menjijikkan berdatangan untuk memperoleh sambungan harapan hidup. Dengan semacam mobil Puskesmas Keliling, biarawati sejawat Bunda Teresa, menawarkan perawatan ke wilayah-wilayah yang tidak bisa dirambah medis.

Bunda Teresa mengubah secara revolusioner praktik karitatif filantropis. Ia mengatasi penyebab ketiadaan rasa cinta. Ia melawan ketidakadilan yang menjadi penyebabnya.

Bunda Teresa 'menemukan' Tuhan dengan cara melayani orang hina. Kiamat kecil yang ia alami saat ditinggal mati mendadak oleh bapaknya membantunya bisa menghargai ketidakbahagiaan yang diderita orang lain.

Mari berkaca pada keteladanan Nabi Isa yang merendahkan hati sehabis-habisnya dengan bergaya hidup ugahari (non-materialisme alias qana'ah) yang bersebrangan dengan gaya hidup umatnya. Mari meneladani spirit malam gelap Bunda Teresa yang bermati raga demi pelayanan kepada mereka yang sudah tidak dianggap sebagai manusia lagi.

Nabi Isa bukanlah seorang tabib. Bunda Teresa, bukan seorang dokter, apalagi dokter spesialis. Ini  menunjukkan keteladanan agar saling melayani dan membantu sesama yang sedang menderita kesusahan. Apapun profesinya tidak penting. Yang penting melayani dan membantu dengan sekemampuan masing-masing.

Mirip ungkapan, "Setiap muslim wajib menuntut ilmu. Bukan berarti semuanya harus menjadi 'alim (cendekia, ilmuwan). Begitu pun menyebarkan kebaikan dan menyingkirkan keburukan adalah tugas kita bersama, bukan hanya mengandalkan peran ulama. Tapi, bantulah mereka selagi bisa."

Tak peduli siapa orangnya, kalau dia punya kemampuan untuk menolong ya tolonglah. Khusus dalam kesehatan zaman sekarang bertolak belakang dengan pelayanan Nabi Isa dan Bunda Teresa. Memang sudah banyak fasilitas yang ditawarkan pemerintah sepeti BPJS dan Kartu Sehat. Namun, yang dibutuhkan disini adalah kualitas pelayanan dari dokter atau siapa saja terhadap pasien yang memprioritaskan harmonisasi dokter-pasien. Bukan sekedar obat-rawat-unit gawat darurat. Tapi menjalar sampai ke relung jiwa terobati, nuansa batin terawat hingga tak masuk unit gawat darurat.        

 

perubahan sosial dan prilaku keehatan masyarakat

nama irsyadi farhan
nim 1113054000028
tugas pertama
PMI 5

perubahan sosial dan prilaku kesehatan masyarakat

Nama : Irsyadi farhan
Nim : 1113054000028
Tugas : pertama
PMI 5

Perubahan Sosial

Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa yang mempunyai latar budaya yang beraneka ragam.lingkungan budaya tersebut sangat mepegaruhi tingkah laku manusia yang memiliki budaya tersebut,sehingga dengan beranekaragam budaya,menimbulkan variasi dalam perilaku manusia dalam segala hal, termasuk dalam perilaku kesehatan.

Dengan masalah tersebut,maka petugas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dangan latar budaya yang beraneka ragam, perlu sekali mengetahui budaya dan masyarakat yang dilayaninya,agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat akan memberikan hasil yang optimal,yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat.

Karena perilaku dipengaruhi budaya, maka untuk merubah perilaku juga harus dirubah budayanya. Bentuk perubahan sosial budaya:

1.  Perubahan yang terjadi secara lambat dan cepat

2.  Perubahan yang pengaruhnya kecil dan yang pengaruhnya besar

3.  Perubahan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan

Perubahan kebudayaan yang terjadi dalam jangka waktu pendek disebut inovasi, Syarat inovasi:

1.  Masyarakat merasa membutuhkan perubahan

2.  Perubahan harus dipahami dan dikuasi masyarakat

3.  Perubahan dapat diajarkan

4.  Perubahan memberikan keuntungan di masa yang akan datang

perilaku kesehatan yang terdapat dimasyarakat beragam dan sudah melekat dalam kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan tersebut seringkali berupa kepercayaan gaib. Sehingga usaha yang harus dilakukan untuk mengubah kebudayaan tersebut adalah dengan mempelajari kebudayaan mereka dan menciptakan kebudayaan yang inovatif sesuai dengan norma, berpola, dan benda hasil karya manusia.

Dalam menciptakan kebudayaan yang inovatif di suatu masyarakat setempat, seseorang harus mengubah persepsi masyarakat agar mereka merasa butuh. Perubahan yang ingin dicapai harus dipahami dan dikuasai masyarakat sehingga dapat diajarkan dan diterapkan. Selain itu perubahan yang dilakukan tidak merusak prestise pribadi atau kelompok masyarakat.

Kebudayaan kesehatan masyarakat membentuk, mengatur, dan mempengaruhi tindakan atau kegiatan individu-individu suatu kelompok sosial dalam memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan baik yang berupa upaya mencegah penyakit maupun menyembuhkan diri dari penyakit. Oleh karena itu dalam memahami suatu masalah perilaku kesehatan harus dilihat dalam hubungannya dengan kebudayaan, organisasi sosial, dan kepribadian individu-individunya.

mempengaruhi status kesehatan

 antara lain adalah :

a.  Umur

Jika dilihat dari golongan umur maka ada perbedaan pola penyakit berdasarkan golongan umur. Misalnya balita lebiha banyak menderita penyakit infeksi, sedangkan golongan usila lebih banyak menderita penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker, dan lain-lain.

 

 

 

b.  Jenis Kelamin

Perbedaan jenis kelamin akan menghasilkan penyakit yang berbeda pula. Misalnya dikalangan wanita lebih banyak menderita kanker payudara, sedangkan laki-laki banyak menderita kanker prostat.

c.   Pekerjaan

Ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan pola penyakit. Misalnya dikalangan petani banyak yang menderita penyakit cacing akibat kerja yang banyak dilakukan disawah dengan lingkungan yang banyak cacing. Sebaliknya buruh yang bekerja diindustri , misal dipabrik tekstil banyak yang menderita penyakit saluran pernapasan karena banyak terpapar dengan debu.

d.  Sosial Ekonomi

Keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pola penyakit. Misalnya penderita obesitas lebih banyak ditemukan pada golongan masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi, dan sebaliknya malnutrisi lebih banyak ditemukan dikalangan masyarakat yang status ekonominya rendah.

Kesimpulan

      Perilaku manusia dalam menghadapi masalah kesehatan merupakan suatu tingkah laku yang selektif, terencana, dan tanda dalam suatu sistem kesehatan yang merupakan bagian dari budaya masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu dalam memahami suatu masalah perilaku kesehatan harus dilihat dalam hubungannya dengan kebudayaan, organisasi sosial, dan kepribadian individu-individunya.

 


ilsya konflik sosial dan perebutan sumberdaya tugas 3

NAMA               : MUHAMMAD AULIA ILSYA

NIM                   : 11150510000019

KELAS              : KPI 1 A

MATKUL          : PENGANTAR SOSIOLOGI

TUGAS 3

Konflik Sosial dan Perebutan Sumberdaya

1)      Definisi Konflik Sosial Dalam Perspektif Sosiologi

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya koflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Konflik dan integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan sosial. Hal – hal yang mendorong timbulnya konflik dan integrasi adalah adanya persamaan dan perbedaan kepentingan sosial.

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa Latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. "konflik" dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain – lain yang tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

2)      Sumberdaya Dalam Perspektif Sosiologi

            Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimilki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible).

            Sumber – sumber daya yang dikuasai oleh setiap orang mungkin berfungsi untuk merealisasikan tujuan individual maupun kolektif. Modal sosial ini memungkinkan dihasilakannya kemakmuran (kekayaan) individual. Modal ini juga memungkinkan orang untuk menghasilakan kekayaan kolektif yang memberi keuntungan kepada sebuah kelompok yang memiliki kepentingan bersama.

3)      Berikan Contoh Dalam Kehidupan Sehari - hari

a)      Konflik Gender

Istilah gender bukan merujuk pada aspek perbedaan jenis kelamin di mana laki – laki di tunjukkan dengan identitas diri dan di mana laki – laki memilki alat kelamin yang berbeda dengan perempuan, akan tetapi gender lebih berorientasi pada aspek sosiokultural.

b)     Konflik Rasial dan Antarsuku

Istilah ras sering kali diidentikkan dengan perbedaan warna kulit manusia.

c)      Konflik Antar – Umat Agama

Agama tidak cukup dipahami sebagai metode hubungan penyembahan manusia kepada Tughan serta seperangkat tata turan kemnusiaan atas dasar tuntunan kitab suci.

d)     Konflik Antargolongan

Golongan merasa terancam pas kebebasannya hingga melakukan perlwanan yang tidak pernah tercapai kesepakatan di antara golongan tersebut.

e)      Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan identik dengan konflik politik.

f)       Konflik Antarpribadi

Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan atau pertentangan atau juga ketidakcocokan antara individu satu dengan individu lain.

g)      Konflik Antarkelas Sosial

Konflik ini terjadi karena kepentingan yang berbeda antara dua golongan atau kelas sosial yang ada.

h)     Konflik Antarnegara/Bangsa

Konflik yang terjadi antara dua negara atau lebih.

Awanda Noviani-Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya-tugas3

Nama: Awanda Noviani
Kelas: Jurnalistik 1.A
NIM: 11150510000084

1.Pengertian Konflik Sosial dalam Perspektif Sosiologikonflik sosial adalah suatu keadaan dimana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan karenadanya perbedaan pendapat, nilai-nilai, ataupun tuntutan darimasing-masing pihak.

macam-macam konflik sosial:
1.konflik pribadi: konflik yang terjadi antar individu
2.konflik kelompok: konflik yang terjadi karena persaingan dalam mendapatkan mata pencaharian hidup yang sama atau karena pemaksaan unsur-unsur budaya asing
3.konflik internasional: konflik yang melibatkan beberapa negara karena perbedaan kepentingan
4.konflik rasial: pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan
5.konflik antarkelas sosial

contoh konflik sosial:
penyerangan Palestina oleh Israel
tawuran angtar pelajar
kasus poso

2. Pengertian Sumber daya dalam Perspektif Sosiologi
sumber daya tidak selalu fisik, namun bisa juga non-fisik. Dalam hal ini, biasanya sumber daya non fisik inilah yang biasa terjadi pertentangan dan konflik yang terjadi di masyarakat. misal sumber daya manusia yang terbatas, para sosiolog berpendapat bahwa akar dari timbulnya konflik adalah hubungan sosial, ekonomi maupun polotik yang akarnya adalah perebutan atas sumberdaya-sumberdaya yang ketersediaannya sangat terbatas dengan pembagian yang tidak merata di masyarakat. Pembagian yang tidak merata ini menyebabkan kesimpangan yang menjadi salah satu sebab konflik yang utama.



sumber: Budiyono, Sosiologi2. DPN. Jakarta 2009

Holimatus Solihah_KPI 1 B_Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya_Tugas3

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA

 

I.                   DEFINISI KONFLIK SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Istilah "konflik" secara etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fligare" yang berarti benturan atau tabrakan. Definisi Konflik sosial adalah pertentangan antara anggota-anggota masyarakat yang terjadi karena adanya perubahan sosial atau perubahan masyarakat yang pesat. Sebagaimana dijelaskan oleh Roucek dan Warren. Masyarakat yang heterogen biasanya ditandai kurang dekatnya hubungan antara orang satu dengan orang atau kelompok lainnya, individu cenderung mencari jalannya sendiri-sendiri. Sementara itu kondisi sumber pemenuhan kebutuhan semakin terbatas, sehingga persaingan tidak dapat dihindari. Jika proses ini memuncak, maka pertentangan akan terjadi pada masyarakat yang bersangkutan. Pada saat masyarakat dalam keadaan konflik, dapat timbul kekecewaan dan keresahaan sosial, maka pada saat itu pula individu-individu pada umumnya sangat mudah terhadap hal-hal yang baru.

Secara sederhana konflik dapat diartikan sebagai perselisihan atau persengketaan antara dua atau lebih kekuatan baik secara individu atau kelompok yang kedua belah pihak memiliki keinginan untuk saling menjatuhkan atau menyingkirkan atau mengalahkan atau menyisihkan. Keragaman sosiokultural di dalam suatu bangsa atau negara memiliki intensitas konflik yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara struktur sosialnya bersifat homogen. Heterogenitas suatu bangsa sering kali menimbulkan konflik antarsuku, agama, ras, dan antargolongan yang sering diistilahlan konflik SARA. Selain keragaman sosiokultural, ketimpangan ekonomi juga memicu kerawanan konflik sosial sebagai akibat kecemburuan sosial di antara para anggota masyarakat.

MACAM-MACAM KONFLIK


a.       Konflik Gender

b.      Konflik Rasial dan Antarsuku

c.       Konflik Antar-Umat Agama

d.      Konflik Antargolongan

e.       Konflik Kepentingan

f.       Konflik Pribadi

g.      Konflik Antarkelas Sosial

h.      Konflik Antarnegara/Bangsa


PENYEBAB KONFLIK


Pada dasarnya, secara sederhana penyebab konflik dibagi dua, yaitu :

1. Kemajemukan Horizontal, yang artinya adalah struktur masyarakat yang majemuk secara kultural, seperti suku bangsa, agama, dan majemuk secara sosial dalam arti perbedaan pekerjaan dan profesi, seperti buruh, pedagang, pengusaha, pegawai negeri,dll.

2. Kemajemukan Vertikal, yang artinya adalah struktur masyarakat yang terpolarisasi berdasarkan kekayaan, pendidikan, dan kekuasaan. Kemajemukan vertikal ini menimbulkan konflik sosial karena ada sekelompok kecil masyarakat yang memiliki kekuasaan dan kewenangan yang besar, sementara sebagian besar tidak atau kurang memiliki kekayaan, pendidikan rendah, dan tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan yang besar.

 



CONTOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Didalam kemajemukan horizontal banyak sekali konflik sosial yang terjadi, misalnya saja di daerah yang minoritas agama muslim seperti di papua, beberapa waktu lalu telah terjadinya pembakaran mushola atau mesjid yang dilakukan oleh warga papua yang bukan beragama islam. Konflik antar daerah di poso yang sampai hari ini masih kerap terjadi, bahkan baru-baru ini telah memakan bebarapa korban akibat konflik tersebut. Konflik antar-etnis seperti peristiwa Tanjung Priok, Peledakan Bom di BCA, Kasus irah atau Peristiwa Solo. Selain itu konflik antarsuporter juga sering terjadi di indonesia yang menyebabkan kerusuhan.

II.                DEFINISI PEREBUTAN SUMBER DAYA

Perebutan identik dengan mengambil yang bukan miliknya secara paksa tanpa memikirkan HAM yang berlaku. Sumber daya mencakup dari sumber daya alam dan manusia. Perebutan sumber daya alam bisa saja didenifinisikan sebagai mengeksploitasi alam secara berlebihan tanpa memerhatikan lingkungan sekitar. Sumber-sumber daya yang dikuasai oleh setiap  orang mungkin berfungsi untuk merealisasikan tujuan individual maupun kolektiv. Perebutan sumber daya juga dafat diartikan sebagai mengakui sesuatu hal yang bukan miliknya

FAKTOR ADANYA PEREBUTAN SUMBER DAYA :

1.      Memperluas daerah kekuasaan

2.      Tidak adanya kepuasan tentang sumber daya yang telah dimiliki

CONTOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1.      Perebutan Timor Timur dari negara Indonesia

2.      Malaysia mengklaim bahwa batik adalah kebudayaan milik Malaysia

3.      Perebutan pulau-pulau kecil di daerah perbatasaan yang jauh dari perkotaan

Adanya konflik mengakibatkan munculnya perebutan sumber daya itu sendiri, baik di dalam daerah maupun di dalam suatu negara.

 

Sumber Referensi

1.      Sosiologi, The Key Concepts karya Prof. Dr. Iman Santosa M.si

2.      Pengantar Sosiologi karya Elly M. Setiadi dan Usman Kolip

3.      Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan karya Abdulsyani

 

 

 

 

 

Cari Blog Ini