Sabtu, 10 Oktober 2015

tasya yustina anggraini atmadinata_KPI 1A_tugas 5_keluarga besarku

Tasya yustina anggraini atmadinata_kpi 1A_keluarga besarku

"Keluarga besarku"

A.    Asal usul

Jika saya sebut kata "keluarga", semua orang pasti akan tahu bahwa keluarga adalah orang-orang yang dekat dengan kita dan mempunyai ikatan darah yang mengalir dalam tubuhnya. Seperti kata salvicion dan celis (1998) yang mengatakan bahwa: "didalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain di dalam perannya masing masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan".

 

Teori Struktural Fungsional. Ritzer (2009: 21) konsep utama dalam teori ini adalah fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manisfest, dan keseimbangan. Dimana Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang anak mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Sehingga keluarga yang merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan multifungsional mempunyai fungsi pengawasan, sosial, ekonomi, pendidikan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi terhadap anggota-anggotanya.

 

Keluarga juga menjadi salah satu factor sosiologis seseorang bagaimana cara dia bersikap dan lain lain. Membahas tentang keluarga, saya akan membahas tentang keluarga besar saya.

 

Saya bernama tasya yustina anggraini atmadinata, saya anak ke-3 dari ibu dan ayah saya. Ibu saya bernama Ida Yunensih dan bapak saya bernama Raden Tito Syafrani Nurbaman Atmadinata. Saya mempunyai dua kaka, kaka pertama saya perempuan bernama Yustitia Nurlita Atmadinata dan kaka kedua saya laki-laki bernama Raden Trendy Suryana Putra Atmadinata.

 

Saya diberi nama tasya dari huruf hijaiyah alif, ba, ta, sya. Kata yustina berarti keadilan, anggraini berarti anak perempuan/putri dan atmadinata adalah nama keluarga saya.

 

Asal usul keluarga atmadinata adalah dari sunan kalijaga yang turun temurun. Buyut saya adalah salah satu keturunannya, yang bernama Raden Ating Atmadinata yang menjadi gubernur pertama di bandung(bojong soang). Lalu mempunyai anak bernama Raden Tatang Soetapa Atmadinata(kakek saya), tuti, tini, dan toni.

 

Kakek saya mempunyai istri bernama Neti nurnasih dan melahirkan 5 orang anak yang bernama wulan nursasih atmadinata, isye nursasih atmadinata, anggraini atmadinata, Raden Teddynur Syarifudin Atmadinata, dan yang terakhir Raden Tito Syafrani Atmadinata(ayah saya).

 

Keluarga saya memang identik dengan kesundaannya yang kental dimana sunda mempunyai banyak sekali tradisi. Entah saat mengandung, melahirkan, menikah dan lain lain sunda mempunyai cirri khas nya sendiri. Rata-rata dari keluarga ayah saya merupakan seseorang yang memang mempunyai bakat seni, walaupun hanya sedikit dan tidak di eksplor.

 

Ida Yunensih, ibu saya. Merupakan keluarga keturunan guru. Bisa dibilang bahwa keluarga ibu saya memang orang orang pintar. Kakek saya yang bernama nana suhana juga menjadi pengawas di departemen pendidikan. Mempunyai 5 anak yang memang rata rata adalah guru, termasuk ibu saya. Mempunyai kemampuan yang berbeda beda tetapi tetap pintar dalam pembelajarannya.

 

Ibu saya juga merupakan orang sunda yang tinggal di sebuah pedesaan bernama ciparasi, banten. Walaupun ibu saya tinggal di sebuah pedesaan yang cukup dalam dimana saat itu listrik pun belum ada, tetapi tak mematahkan semanat ibu saya untuk belajar. Ibu saya merupakan orang hebat. Ibu terhebat yang Alhamdulillah saya dapatkan.

 

B.     Jaringan social

Jaringan social, dari namanya saja kita sudah tau bahwa jaringan adalah sebuah koneksi yang saling berhubungan. Dalam keluarga besar saya, jaringan social ang terjadi adalah melalui nama. Dalam keluarga saya, setiap anak laki laki harus di berikan nama dengan inisial RTS. Seperti Raden Tito Syafrani N. Atmadinata, Raden Trendy Suryana P. Atmadinata dan lain sebagainya.

 

Untuk jaringan social bidang ekonomi. Keluarga saya tidak mempunyai bisnis turun menurun. Namun kami hanya ditinggalkan sebuah kontrakan masing masing keluarga untuk menghasilkan uang.

 

Ayah saya sudah tua dan tidak bekerja. Namun Alhamdulillah ayah saya masih mempunyai kontrakan untuk menafkahi. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga dan Pegawai Negeri Sipil. Ibu saya bekerja di banten, karna kebetulan ibu saya memang ditugaskan disana.

 

Senin sampai kamis ibu saya tidak ada dirumah. Kaka saya yang perempuan ngekost dibogor karna tuntutan kuliah di IPB dan kerja di bank mandiri secara bersamaan sehingga kaka saya yang ini jarang ada dirumah. Jadi saya lah yang mengerjakan pekerjaan rumah dari senin hingga kamis.

 

Keluarga kami tetap mengadakan kerja sama antar keluarga. Keluarga saya akan mencarikan lowongan pekerjaan bagi yang mencari pekerjaan. Namun dalam keluarga besar saya, tak ada saling membantu dalam urusan member uang begitu saja. Harus kita yang berusaha untuk mencari uang tersebut.

 

Jadi jaringan social yang kami miliki hanyalah sebatas mencarikan pekerjaan saja. Namun bagi kami segitu saja sudah lebih dari cukup.

 

C.     Nilai nilai dan system social budaya yang dipergunakan dalam keluarga

Nilai yang keluarga saya gunakan adalah nilai nilai yang masih berhubungan dengan kesundaan. Dimana semua perilaku, adat istiadat, moral dan etika masih sangat kental dengan kesundaannya. Seperti adanya saserahan saat pernikahan, atau mungkin pada saat mengandung yang setiap 3, 7, 9 atau lebih dari 9 bulan mengadakan upacara layaknya orang sunda. Sungguh masih khas sunda sekali keluarga kami.

 

Keluarga dari ayah saya memang sangat lah kental akan hal hal kedisplinan dan kedarah biruannya. Namun bagi keluarga ibu saya, kebersamaanlah yang terpenting. Setiap lebaran, keluarga dari ibu saya selalu akan mengadakan ngeliwet kalau kata orang sunda. Disana kita membeberkan nasi, jengkol,ikan peda dan sambal untuk di santap. Setelah itu keluarga kami akan kepemakaman untuk mendoakan para leluhur keluarga kami yang sudah tiada. Sungguh menyenangkan.

 

·         Membuat penelitian agar pembaca tau bagaimana keluarga besar saya.

·         Melalui metode kulitatif

·         Pertanyaan penelitian benar adanya dari sumber yang terpecaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini