Senin, 05 Mei 2014

Rr. Aisyah Perwitasari_tugas5_perbaikan penelitian

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Lapak ialah tempat dimana para pedagang kaki lima dijalur puncak mencari pendapatan sehari-hari. Untuk mendapatkan kesejahteraan mereka harus mempertahankan lapaknya yang akhir-akhir ini sedang tersandung masalah. Akan ada penggusuran, alasannya lapak mereka berdiri dipinggir jalan puncak yang menghalangi bangunan seperti Bank, kantor-kantor, restoran ataupun rumah-rumah warga.

Para pedagang lapak ini tidak mempunyai pekerjaan lain kecuali mendirikan lapak mereka. Jadi, para pedagang hanya mengandalkan para lapaknya saja.

Pemerintah sekitar telah memberikan izin untuk mendirikan lapak meraka dengan catatan memperhatikan keindahan dan kebersihan di sepanjang jalan puncak. Ada sekitar 80 pedagang di daerah Gadog Kecamatan Megamendung.

 

1.2  Pertanyaan Penelitian

a.          Bagaimana kesejahteraan para pedagang lapak?

b.         Bagaimana kehidupan mereka bila lapak mereka tergusur?

 

1.3 Metode

Metode yang digunakan ialah metode Kualitatif. Karena datanya berdasarkan cara kerja dan cenderung menggunakan analisis dan tidak menggunakan uji statistik atau menghitung.

Metode Studi Kasus : pengamatan tentang individu, suatu kelompok masyarakat ataupun lembaga-lembaga. Yang digunakan dalam metode ini ialah wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan (questionaire) dan keterlibatan si peneliti dalam kehidupan sehari-hari dengan apa yang diamati (participant observer technique).

 

1.4 Teori

Menurut Max Weber sebuah tindakan manusia dapat berubah makna menjadi sebuah bentuk tindakan yang bermakna sosial manaka tindakan itu ditujukan pada orang lain. Tindakan yang bermakna sosial itu dalam bahasa yang lebih khusus olehMax Weber disebutnya sebagai tindakan sosial. Tindakan ini terjadi dibawah pengaruh keadaan emosional seseorang. Sama seperti tindakan tradisional, tindaka afektif juga memiliki sifat naluriah, tidak sadar atau tidak dapat dimengerti dan hanya dapat dijelaskan oleh psikologi dan psikoanalisa. Tindakan afektif ditandai dengan fakta bahwa tindakan tersebut tidak membawa tujuan untuk berakhir, tetapi sebagai tujuan itu sendiri dan murni untuk kepentingan dirinya sendiri. Tindakan ini juga bersifat irrasional.

 

1.5 Area Riset

Kegiatan penelitian ini dilakukan di Jl. Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Cisarua dan Tugu, Kabupaten Bogor.

Objek : Lapak di sepanjang Jalur Puncak

Narasumber : Pedagang Lapak

Waktu penelitian : Dilaksanakan pada tanggal 19 April 2014 dan akan dilanjutkan pada tanggal 3 Mei 2014

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pertanyaan Lapangan

a.       Sudah berapa lama anda menempati lapak disini?

b.      Apa suka duka anda selama menempati lapak ini?

c.       Bagaimana tanggapan anda terhadap lapak yang kabarnya akan digusur oleh pemerintah?

d.      Apakah anda mempunyai penghasilan lain selain berjualan disini?

e.       berapa penghasilan anda perhari dalan penjualan?

f.        apakah dengan penjualan disini anda bisa menutup keuangan keluarga anda?

g.       apabila makanan yang anda jual tidak laku dan mulai membusuk, apa yang anda lakukan dengan sisa jualan anda?

 

2.2 Jawaban Narasumber

Nama saya Ujang umur 57 tahun, asli Bogor alamat rumah Kp. Pendeui Gadog. Saya sudah 15 tahun jualan disini, ada enaknya ada enggaknya. Enaknya ya karena saya jadi punya kerja, punya penghasilan. Soalnya kan saya lulusan SD dan jaman sekarang susah mencari pekerjaan susah. Tidak enaknya ya pendapatanya tidak sesuai kebutuhan kadang ada ruginya kalau dagangan saya tidak laku. Kalau masalah lapak mau digusur ya saya tidak setuju karena kan penghasilan saya cuman disini kalau lapak digusur saya tidak punya penghasilan terus keluarga saya mau dikasih makan apa. Terkecuali kalau pemerintah menggantikan pekerjaan dan nyediain perkerjaan juga bukan kami para pedagang lapak. Penghasilan perhari saya aja tidak tentu kadang hanya Rp.10.000,- itu juga belum bayar kebersihan, kadang saya juga ngambil pisang di kebun orang jadi kami harus bagi hasil.

Satu pisang duhargain Rp.5000,- s/d Rp.10.000,- itu tergantung jenis pisangnya. Tapi kalu lagi weekend hari sabtu minggu itu saya hargain 2x lipat nya. Kami pikir karena banyak para wisata dari luar kota (aji mumpung). Kalaupun penjualan tidak terjual terpaksa saya dan keluarga saya yang makan sendiri atau saya keliling kampung menjualnya dengan harga rendah.

 

2.3 Profil Narasumber

Nama : Ujang Saidi

Alamat : Kp. Pendeui Gadog

Umur : 57 Tahun

 

2.4 Kesimpulan

Jalan Raya Puncak Bogor memang sudah banyak lapak-lapak berjajar disepanjang jalannya. Itu membuat para wisata lebih mudah memburu oleh-oleh, tapi kita belum tahu apakah para penjual lapak tersebut hidup sejahtera atau tidak. Bahkan akhir-akhir ini banyak isu terkait penggusuran lapak dikarenakan menghalangi kantor, rumah ataupun bangunan yang ada disepanjang jalur puncak. Namun setelah adanya diskusi dengan pemerintah, para pedagang lapak cukup puas dengan hasil yang ditentukan, yaitu tetap berjualan di sepanjang jalur puncak dengan syarat bisa menjaga kebersihan dan keindahannya juga membayar pajak perbulan Rp.5000,- per bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini