Minggu, 26 Mei 2013

GLOBALISASI DAMPAK KOMUNIKASI MASSA_Farwah assegaf_Tugas 10

GLOBALISASI DAMPAK KOMUNIKASI MASSA

Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6F

A. PENDAHULUAN
Seperti yang di bahas sebelumnya bahwa globalisasi adalah hasil karya menakjubkan dari kemajuan pikiran makhluk yang bernama manusia yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Di era globalisasi saat ini, informasi akan mudah di dapatkan/di terima oleh khalayak, contoh gadget, media elektronok maupun media cetak yang berada di masyarakat sekarang.
            Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.[1]
Ada tiga dimensi efek/dampak komunikasi massa, yaitu: kognitif, afektif, dan konatif. Efek kognitif meliputi peningkatan kesadaran, belajar, dan tambahan pengetahuan. Efek efektif berhubungan dengan emosi, perasaan, dan attitude (sikap). Sedangkan efek konatif berhubungan dengan perilaku dan niat untuk melakukan sesuatu menurut cara tertentu.[2]
1. Efek Kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitif. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.[3] Contoh: Seseorang mendapatkan informasi dari televisi, bahwa "Robot Gedek" mampu melakukan sodomi dengan anak laki-laki di bawah umur. Penonton televisi, yang asalnya tidak tahu menjadi tahu tentang peristiwa tersebut. Di sini pesan yang disampaikan oleh komunikator ditujukan kepada pikiran komunikan. Dengan kata lain, tujuan komunikator hanya berkisar pada upaya untuk memberitahu saja.
2. Efek Afektif
Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan dapat merasakannya.[4] Sebagai contoh, setelah kita mendengar atau membaca informasi artis kawakan Roy Marten dipenjara karena kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatan Roy Marten. Sedangkan perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci artis dan kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para public figure yang cenderung hidup hura-hura. Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.
3. Efek Behavioral
Efek behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televisi atau film akan menyebabkan orang menjadi beringas. Radio, televisi atau film di berbagai negara telah digunakan sebagai media pendidikan. Sebagian laporan telah menunjukkan manfaat nyata dari siaran radio, televisi dan pemutaran film.[5] Sebagian lagi melaporkan kegagalan. Misalnya, ketika terdapat tayangan kriminal pada program "Buser" di SCTV menayangkan informasi: anak SD yang melakukan bunuh diri karena tidak diberi jajan oleh orang tuanya. Sikap yang diharapkan dari berita kriminal itu ialah, agar orang tua tidak semena-mena terhadap anaknya,[6] namun apa yang didapat, keesokan atau lusanya, dilaporkan terdapat berbagai tindakan sama yang dilakukan anak-anak SD. Inilah yang dimaksud perbedaan efek behavior. Tidak semua berita, misalnya, akan mengalami keberhasilan yang merubah khalayak menjadi lebih baik, namun pula bisa mengakibatkan kegagalan yang berakhir pada tindakan lebih buruk.
Keterkaitan globalisasi dan dampak dari komunikasi massa adalah khalayak bisa dengan mudah mengakses informasi yang dibutuhkan. Tetapi tanpa disadari atau disadari industri media massa khususnya televisi telah memberikan banyak pengaruh pada masyarakat. apa yang ditayangkan televisi akan berdampak pada psikologi masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk meniru apa saja dari pengalaman mereka menonton televisi. sasarannya tidak pandang bulu entah anak-anak, remaja, eksekutif muda ataupun orang tua sekalipun semua bisa saja menikmatinya dan terjebak didalamnya.
B. METODE STUDI
Dalam penulisan Paper  ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis menggunakan metode ini untuk mendapatkan data yaitu dengan melihat, membaca, dan mempelajari buku-buku referensi juga mencari dari Wikipedia/internet.
C. ANALISIS
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Tanpa disadari atau disadari industri media massa khususnya televisi telah memberikan banyak pengaruh pada masyarakat. apa yang ditayangkan televisi akan berdampak pada psikologi masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk meniru apa saja dari pengalaman mereka menonton televisi. sasarannya tidak pandang bulu entah anak-anak, remaja, eksekutif muda ataupun orang tua sekalipun semua bisa saja menikmatinya dan terjebak didalamnya.
Komunikasi masa merupakan suatu penyampaian pesan melalui alat komunikasi mengenai suatu hal yang terdapat dalam masyarakat sehingga menghasilkan pemahaman tentang pengiriman atau sumber pesan, kecerdasan, kepribadian, sikap, motif, nilai, dan tujuan serta pengaruh dari kelompok. Melalui komunikasi masa dengan suatu media masa akan dapat berpengaruh besar pada perubahan yang terjadi dalam suatu masyarakat, karena sesuatu yang berada dalam sebuah media masa untuk menyampaikan informasi pada masyarakat, tidak menutup kemungkinan akan adanya sebuah penerimaan yang mungkin akan berpengaruh pada gaya hidup yang nantinya dapat menjadi sebuah tren dalam masyarakat, sehingga proses perubahan dapat terjadi. Dampak dari komunikasi masa akan sangat jelas terlihat dalam era globalisasi ini, mengingat setiap hal didunia ini sangat mudah untuk diekspos ke media, sehingga akan berdampak besar pada kehidupan kita sekarang ini.

Dampak positif komunikasi masa
- Memperjelas suatu wacana pada wacana yang masih simpang siur.
- Menambah nilai-nilai baru dalam masyarakat karena Komunikasi dapat menjadi sebuah alat sosialisasi publik.
- Komunikasi masa memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia.
- Pengetahuan masyarakat bertambah tentang informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya.
- Komunikasi masa memberikan hiburan, karena dengan melihat berita-berita ringan atau melihat tayangan-tayangan hiburan dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.

Dampak negatif komunikasi masa
- Pelunturan pada nilai, norma, dan budaya dalam masyarakat.
- Adanya suatu kasus yang tidak senonoh yang ditampilkan dalam sebuah media mampu merangsang penonton untuk berperilaku serupa.
- Menonton sinetron berlebihan di TV atau membaca berpengaruh pada psikologi kita sehingga sering mengalami emosional.
- Proses imitasi terhadap lakon (tokoh idola) yang disukai, hingga bahkan tidak menutup kemungkinan menjadikan suatu identifikasi.
- Akan ada ketergantungan pada media masa apabila seseorang telah memakai media masa sebagai saluran pencari informasi yang utama.[7]

Dalam pembahasan tentang Globalisasi dan dampak dari komunikasi massa, teori yang berperan adalah teori Agenda Setting. Teori Agenda setting menggambarkan kekuatan pengaruh media yang sangat kuat terhadap pembentukan opini masyarakat, pada teori tersebut menyatakan bahwa:"media massa, dengan memperhatikan pada beberapa isu tertentu dan mengabaikan lainnya,akan mempengaruhi opini public. Orang cenderung mengetahui tentang hal-hal yangdisajikan oleh media massa dan menerima susunan prioritas yang ditetapkan media massaterhadap berbagai isu tersebut".

DAFTAR PUSTAKA
 Jhi Amri, Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara Dunia Ketiga, (Jakarta: PT. Gramedia, 1988)
 Karlinah Siti, Komunikasi Massa, (Jakarta: Penerbitan UT, 1999)
Rakhmat Jalaluddin, Psikologi Komunikasi [Edisi Revisi], (Bandung: Remaja Eosdakarya, 2007)
http://www.liputan6.com, edisi online 11 April 2005




[2] Amri Jhi, Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara Dunia Ketiga, (Jakarta: PT. Gramedia, 1988)
[3] Siti Karlinah, Komunikasi Massa, (Jakarta: Penerbitan UT, 1999), H. 8.7
[4] Ibid, h. 8.9
[5] Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi [Edisi Revisi], (Bandung: Remaja Eosdakarya, 2007), h. 240
[6]  http://www.liputan6.com, edisi online 11 April 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini