Sabtu, 28 November 2015

Tugas Sosiologi: Seli Nursolihat KPI1A (11150510000043) - Mutia Regina Saura Jurnalistik1B (11150510000165)

TUGAS SOSIOLOGI

 

Oleh:

Seli Nursolihat KPI 1A (11150510000043)

Mutia Regina Saura jurnalistik 1B (11150510000165)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.        LATAR BELAKANG

 

Jakarta adalah kota megapolitan dengan penduduk yang berjumlah lebih dari 8 juta jiwa dan terus bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang amat pesat ini disebabkan karena pemusatan lokasi kegiatan perekonomian dan pemerintahan untuk kawasan Jabodetabek berada di Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia. Pergerakan penduduk Jakarta sangat dinamis guna menuju ke tempat aktivitas tiap harinya mereka memenuhi ruas-ruas jalan di dalam kota terutama jalan utama yang menuju ke daerah tujuan. Kemacetan menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi, khususnya pada saat peak hour. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini adalah dengan meningkatkan kualitas sarana ataupunprasarana angkutan umum, atau dengan menggunakan jenis angkutan massal. Penggunaan BRT (Bus Rapid Transit) natau yang biasa disebut busway bisa menjadi alternatif.

 

Fasilitas transportasi Ibu Kota yang nyaman, cepat, dan murah merupakan impian masyarakat Jakarta. Untuk saat ini barulah bus Transjakarta yang menjadi moda transportasi andalan pemerintah DKI yang coba mewujudkan impian itu. Transportasi yang meniru sistem transportasi di Bogota Kolombia itu memang diharapkan menjadi salah satu solusi persoalan transportasi di ibu kotaseperti kemacetan dan kenyamanan yang buruk. Jumlah armada yang sedikit menyebabkan penumpukan calon penumpang disejumlah halte dan bus Transjakarta pun tidak dapat menghindari kemacetan akibat kebijakan yang memperbolehkan kendaraan lain menggunakan jalurbusway. Bus Transjakarta akhirnya tidak lagi berbedadengan bus-bus umum lainnya, yang lambat dan penuh sesak.


 

BAB II

TINJAUAN TEORITIK

 

·         Aliran marxis

 

Marxis analitis menggunakan metode analitis filsafat dan ilmu sosial dalam membahas masalah substantif marxian (mayer, 1994: 22) aliran ini dibahas disini karena "secara tegas bermaksud menyintesiskan metode non- marxis dan teori marxis" (weldes, 1989;371).

 

Marxisme analitis menggunakan pendekatan neodogmatik terhadap teori marx.  Tidak mendukung teori Mark secara membabi-buta dan tanpa pikir, tidak menolak fakta- fakta sejarah dalam usahanya untuk mendukung teori Marxis, dan tidak secara total menolak Mark sebagai keliru sebagai mendasar. Teori Marx dianggap sebagai kekuatan besar dan berinti yang shahih meski juga ada kelemahan subtstantifnya. Teori marx harus digunakan, namun perlu memanfaatkan metode dan teknik yang dibangun diakhir abad 20. Aliran ini menyangkal ada metodologi marxian yang distingtif dan mengecam mereka yang mengira metodologi seperti itu adadan shahih.

 

Orang mungkin bertanya, mengapa marxias analitis mesti disebut Marxis. Dalam menjawab pertanyaan ini Roemer mengatakan. "saya tak yakin itu harus" namum, ia mengumukakan beberpa alasan mengapa kita dapat menganggapnya sebuah teori (neo-) Marxia, pertama, aliran ini menganalisis topik-topik tradisional seperti kelas dan eksploitasi. Kedua, aliran ini mencoba memahami dan menerangkan masalah yang berkaitan dengan kapitalisme. Tetapi, mesti dalam aliran ini adalah Marxis mereka juga "mau dan gampang meminjam dari pandangan lain'. Sekali lagi marxisme analitis sangat banyak kesamaannya dengan teori sintesis yang dikemukakan diseluruh buku ini.

 

 

 

·         Non Marxis

 

Teori-teori neo- Marxian semuanya menjadikan pemikiran sebagai pangkal tolak, tetapi mereka sering menempuh arah yang sangat berbeda. Meski keanekaragaman yang berkembang ini menjadi memberi vitalitas kepada teori neo- marxian, namun juga menciptakan kontoversi dan diferensiasi yang sebagian besar tidak perlu disfungsional. Jadi, tugas utama teoritis sosiologi marxian modern adalah mengintegrasikan satuan-satuan besar teori-teori ini sambil mengakui kekhasan berbagai bangunan teori itu.

 

Teori neo- marxian pertama adalah secara historis secara determinisme ekonomi, tetapi determinisme  ekonomi kurangpenting pada masa sekarang, khusunya bagi pemikir yang berorientasi sosiologi. Teori yang berdasarkan ini ditentang oleh berbagai jenis teori. Marxian lain yang berkembang kemudian.

Berikutnya, dikemukakan dua aliran pemikiran dalam sosiologi ekonomi neo-marxian. Pertama yang menerangkan hubungan antara modal dan tenaga kerja, terutama dalam karya Baran-Sweezy dan Braverman. Kedua, yang menerangkan transisi dari fordisme ke post- Fordisme. Ketiga, kumpulan pemikiran ini mencerminkan upaya untuk kembali kebeberapa pemikiran ekonomi tradisional sosiologi marxian. Pemikiran ini penting karena upayanya untuk memperbaharui sosiologi ekonomi Marxian yang dengan memperhatikan realitas yang muncul dalam masyarakat kapitalisme masa kini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ISI

 

 

Transjakarta umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam.

 

 

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

 

 

 

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia's Center for Transportation Studies (UI-CTS). Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

 

 

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.


 

Pintu bus menggunakan 3 sistem yaitu sistem lipat, sistem geser, dan sistem putar yang otomatis dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tunggal koridor 2-8 serta bus gandeng jenis Komodo telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

 

 

 

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun pada bus bus baru (kecuali Hino TJSB) hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi berbunyi dua kali. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, GPS, serta fitur lainnya (terdapat di bus baru). Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center Transjakarta).

 


Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus namun banyak yang hilang, tombol darurat diatas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard pengemudi bus (terdapat di bus bus baru).

 

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB dan TransJabodetabek beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway. APTB dan TransJabodetabek telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.

 

Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya) atau disediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

 

 

 

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton (halte baru). Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte namun banyak yang tidak berfungsi. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah (bus tertentu), dan papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainnya.

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (Tapcash, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), Bank DKI (JakCard), serta Bank Mega MegaCash. Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada seluruh halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte. Kartu tersebut, (kecuali untuk Bank DKI (JakCard) dan Bank Mega MegaCash), dapat juga digunakan sebagai tiket Commuter Line.

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.

Terkadang kriminalitas juga terjadi pada jam-jam sibuk di saat bus penuh terisi penuh. Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri. serta kurangnya tempat duduk di halte.

Beberapa titik di jalur koridor 2-12 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).

              




 

Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.

  

 

 Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya. Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.

 

 

 

 

    

KESIMPULAN

 

 Konflik antara supir  kendaraan umum seperti mertro mini, kopaja dsb. sering terjadi dengan supir busway atau transJakarta. Permasalahan ini timbul    karena menurunnya penumpang angkutan umum dalam kota dan beralih ke transJakarta. Mengapa penumpang beralih menggunakan transJakarta? Selain terrsedianya sistem keamanan, dengan menggunakan busway juga terhindar dari kemacetan. Karena busway sendiri mempunyai jalur khusus yang mana tidak boleh dimasuki oleh kendaraan lain.


Pada jam-jam tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Banyak pengendara yang memasuki kawasan busway. Hal ini tentu sudah melanggar tata terbit. Tak jarang dari mereka dikenakan sangsi oleh aparat kepolisian agar tidak mengulangi lagi dan menjadi pengendara tertib serta  mematuhi lalu lintas.


Sering juga terjadi kecelakaan di kawasan busway, karena sepeda  motor atau penyebrang jalan memasuki kawasan busway yang mana disitu busway sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Tak dipungkiri lagi korban tewas pun meninggal di tempat.


Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Australian Agency for International Development (AUSAID) sedang melakukan kajian mengenai rencana memperbolehkan bus kota reguler masuk jalur transjakarta. Namun, sebelum kebijakan itu dikeluarkan, operator bus diharuskan meremajakan terlebih dahulu bus-bus yang mereka miliki agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh transjakarta.

Dalam penggunaan busway dan kendaraan umum lainnya. Tentunya memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri, Hal ini tentu sudah menjadi lumrah. Selain adanya perbedaan tersebut maka  menjadikan penumpang memilih sendiri kenyaman dalam menggunakan transportasi umum khusunya di daerah Jakarta dan sekitarnya. 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      https://id.wikipedia.org/wiki/Transjakarta

2.      http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/04/09041081/Agar.Kopaja.dan.Metromini.Bisa.Lewat.Busway.

3.      Teori Sosiologi Modern Edisi keenam, George Ritzer – Douglas J. Goodman.

4.      Study lapangan penulis dari daerah Blok M – Kotu.

5.      Study lapangan dari daerah Blok M – Harmoni.

 

Tugas Sosiologi : Seli Nursolihat Kpi1a (11150510000043) - Mutia Regina Saura (11150510000165)

TUGAS SOSIOLOGI

 

Oleh:

Seli Nursolihat KPI 1A (11150510000043)

Mutia Regina Saura jurnalistik 1B (11150510000165)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.        LATAR BELAKANG

 

Jakarta adalah kota megapolitan dengan penduduk yang berjumlah lebih dari 8 juta jiwa dan terus bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang amat pesat ini disebabkan karena pemusatan lokasi kegiatan perekonomian dan pemerintahan untuk kawasan Jabodetabek berada di Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia. Pergerakan penduduk Jakarta sangat dinamis guna menuju ke tempat aktivitas tiap harinya mereka memenuhi ruas-ruas jalan di dalam kota terutama jalan utama yang menuju ke daerah tujuan. Kemacetan menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi, khususnya pada saat peak hour. Salah satu alternatif pemecahan masalah ini adalah dengan meningkatkan kualitas sarana ataupunprasarana angkutan umum, atau dengan menggunakan jenis angkutan massal. Penggunaan BRT (Bus Rapid Transit) natau yang biasa disebut busway bisa menjadi alternatif.

 

Fasilitas transportasi Ibu Kota yang nyaman, cepat, dan murah merupakan impian masyarakat Jakarta. Untuk saat ini barulah bus Transjakarta yang menjadi moda transportasi andalan pemerintah DKI yang coba mewujudkan impian itu. Transportasi yang meniru sistem transportasi di Bogota Kolombia itu memang diharapkan menjadi salah satu solusi persoalan transportasi diibu kotaseperti kemacetan dan kenyamanan yang buruk. Jumlah armada yang sedikit menyebabkan penumpukan calon penumpang disejumlah halte dan bus Transjakarta pun tidak dapat menghindari kemacetan akibat kebijakan yang memperbolehkan kendaraan lain menggunakan jalurbusway. Bus Transjakarta akhirnya tidak lagi berbedadengan bus-bus umum lainnya, yang lambat dan penuh sesak.


 

BAB II

TINJAUAN TEORITIK

 

·         Aliran marxis

 

Marxis analitis menggunakan metode analitis filsafat dan ilmu sosial dalam membahas masalah substantif marxian (mayer, 1994: 22) aliran ini dibahas disini karena "secara tegas bermaksud menyintesiskan metode non- marxis dan teori marxis" (weldes, 1989;371).

 

Marxisme analitis menggunakan pendekatan neodogmatik terhadap teori marx.  Tidak mendukung teori Mark secara membabi-buta dan tanpa pikir, tidak menolak fakta- fakta sejarah dalam usahanya untuk mendukung teori Marxis, dan tidak secara total menolak Mark sebagai keliru sebagai mendasar. Teori Marx dianggap sebagai kekuatan besar dan berinti yang shahih meski juga ada kelemahan subtstantifnya. Teori marx harus digunakan, namun perlu memanfaatkan metode dan teknik yang dibangun diakhir abad 20. Aliran ini menyangkal ada metodologi marxian yang distingtif dan mengecam mereka yang mengira metodologi seperti itu adadan shahih.

 

Orang mungkin bertanya, mengapa marxias analitis mesti disebut Marxis. Dalam menjawab pertanyaan ini Roemer mengatakan. "saya tak yakin itu harus" namum, ia mengumukakan beberpa alasan mengapa kita dapat menganggapnya sebuah teori (neo-) Marxia, pertama, aliran ini menganalisis topik-topik tradisional seperti kelas dan eksploitasi. Kedua, aliran ini mencoba memahami dan menerangkan masalah yang berkaitan dengan kapitalisme. Tetapi, mesti dalam aliran ini adalah Marxis mereka juga "mau dan gampang meminjam dari pandangan lain'. Sekali lagi marxisme analitis sangat banyak kesamaannya dengan teori sintesis yang dikemukakan diseluruh buku ini.

 

 

 

 

·         Non Marxis

 

Teori-teori nreo- Marxian semuanya menjadikan pemikiran sebagai pangkal tolak, tetapi mereka sering menempuh arah yang sangat berbeda. Meski keanekaragaman yang berkembang ini menjadi memberi vitalitas kepada teori neo- marxian, namun juga menciptakan kontoversi dan diferensiasi yang sebagian besar tidak perlu disfungsional. Jadi, tugas utama teoritis sosiologi marxian modern adalah mengintegrasikan satuan-satuan besar teori-teori ini sambil mengakui kekhasan berbagai bangunan teori itu.

 

Teori neo- marxian pertama adalah secara historis secara determinisme ekonomi, tetapi determinisme  ekonomi kurangpenting pada masa sekarang, khusunya bagi pemikir yang berorientasi sosiologi. Teori yang berdasarkan ini ditentang oleh berbagai jenis teori. Marxian lain yang berkembang kemudian.

Berikutnya, dikemukakan dua aliran pemikiran dalam sosiologi ekonomi neo-marxian. Pertama yang menerangkan hubungan antara modal dan tenaga kerja, terutama dalam karya Baran-Sweezy dan Braverman. Kedua, yang menerangkan transisi dari fordisme ke post- Fordisme. Ketiga, kumpulan pemikiran ini mencerminkan upaya untuk kembali kebeberapa pemikiran ekonomi tradisional sosiologi marxian. Pemikiran ini penting karena upayanya untuk memperbaharui sosiologi ekonomi Marxian yang dengan memperhatikan realitas yang muncul dalam masyarakat kapitalisme masa kini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB III

ISI

 

 

Transjakarta umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam.

 

 

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

 

 

 

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia's Center for Transportation Studies (UI-CTS). Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

 

 

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.

 

 

Pintu bus menggunakan 3 sistem yaitu sistem lipat, sistem geser, dan sistem putar yang otomatis dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tunggal koridor 2-8 serta bus gandeng jenis Komodo telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

 

 

 

 

 

 

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun pada bus bus baru (kecuali Hino TJSB) hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi berbunyi dua kali. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, GPS, serta fitur lainnya (terdapat di bus baru). Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center Transjakarta).

 

Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus namun banyak yang hilang, tombol darurat diatas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard pengemudi bus (terdapat di bus bus baru).

 

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB dan TransJabodetabek beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway. APTB dan TransJabodetabek telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.

 

Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya) atau disediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

 

 

 

 

 

 

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton (halte baru). Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte namun banyak yang tidak berfungsi. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah (bus tertentu), dan papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainnya.

 

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (Tapcash, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), Bank DKI (JakCard), serta Bank Mega MegaCash. Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada seluruh halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte. Kartu tersebut, (kecuali untuk Bank DKI (JakCard) dan Bank Mega MegaCash), dapat juga digunakan sebagai tiket Commuter Line.

 

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.

 

Terkadang kriminalitas juga terjadi pada jam-jam sibuk di saat bus penuh terisi penuh. Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri. serta kurangnya tempat duduk di halte.

Beberapa titik di jalur koridor 2-12 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).

              

 

Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.

 

 

             

 

 

Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya. Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.

 

 

 

 

            

            

 

KESIMPULAN

 

Konflik antara supir  kendaraan umum seperti mertro mini, kopaja dsb. sering terjadi dengan supir busway atau transJakarta. Permasalahan ini timbul karena menurunnya penumpang angkutan umum dalam kota dan beralih ke transJakarta. Mengapa penumpang beralih menggunakan transJakarta? Selain terrsedianya sistem keamanan, dengan menggunakan busway juga terhindar dari kemacetan. Karena busway sendiri mempunyai jalur khusus yang mana tidak boleh dimasuki oleh kendaraan lain.

Pada jam-jam tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Banyak pengendara yang memasuki kawasan busway. Hal ini tentu sudah melanggar tata terbit. Tak jarang dari mereka dikenakan sangsi oleh aparat kepolisian agar tidak mengulangi lagi dan menjadi pengendara tertib serta  mematuhi lalu lintas.

Sering juga terjadi kecelakaan di kawasan busway, karena sepeda  motor atau penyebrang jalan memasuki kawasan busway yang mana disitu busway sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Tak dipungkiri lagi korban tewas pun meninggal di tempat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Australian Agency for International Development (AUSAID) sedang melakukan kajian mengenai rencana memperbolehkan bus kota reguler masuk jalur transjakarta. Namun, sebelum kebijakan itu dikeluarkan, operator bus diharuskan meremajakan terlebih dahulu bus-bus yang mereka miliki agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh transjakarta.

Dalam penggunaan busway dan kendaraan umum lainnya. Tentunya memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri, Hal ini tentu sudah menjadi lumrah. Selain adanya perbedaan tersebut maka  menjadikan penumpang memilih sendiri kenyaman dalam menggunakan transportasi umum khusunya di daerah Jakarta dan sekitarnya. 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      https://id.wikipedia.org/wiki/Transjakarta

2.      http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/04/09041081/Agar.Kopaja.dan.Metromini.Bisa.Lewat.Busway.

3.      Teori Sosiologi Modern Edisi keenam, George Ritzer – Douglas J. Goodman.

4.      Study lapangan penulis dari daerah Blok M – Kotu.

5.      Study lapangan dari daerah Blok M – Harmoni.

 

Tugas sosiologi _Nanda aullia (1115051000119) jurnal 1a_Karlita cahyani (11150510000062) kpi1b

PENDAHULUAN

 

Latar belakang

Sosiologi mempelajari proses sosial yaitu pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama contoh hubungan timbal balik dan antara kehidupan agama dan kehidupan politik, hubungan timbal balik antara kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi. Gejala sosial diataranya ialah : gejala ekonomi, keluarga, dan moral.

Bila kita melihat pada zaman modern seperti sekarang ini banyak terjadi gejala ekonomi sosial, gejala ini kerap terjadi pada suatu lapisan masyarakat yang berpola kehidupan tradional maupun modern. Gejala-gelajanya beraneka ragam mengikuti perkembangan zaman dari yang kecil sampai yang besar, yang singkat sampe berkepanjangan. Salah satu contohnya ialah kemiskinan dan pengangguran.

Karl Marx merupakan tokoh pencetus teori ekonomi,Ada berbagai teori Ekonomi salah satunya ialah teori Marxisme yang membagi ekonomi menjadi dua kelas ialah kelas kaum borjuis ialah pemilik modal dan kaum proletar yaitu kaum buruh yang menerima upah. Banyak yang menganut sistem ekonomi seperti ini, contohnya seperti Butik yang kami observasi mereka menggunakan teori marxis. Kami mengobservasi salah satu Butik yang ada dikomplek permata pamulang. Metode yang kami gunakan ialah metode observasi pengamatan.



TINJAUAN TEORISTIS

 Teori Marxisme

         1. Karl Marx

 Marxisme adalah suatu paham ekonomi dan sosial berdasarkan ide politik   dan ekonomi dari Karl Marx dan Frederich Engels. Marxisme adalah sistem sosialisme dimana kepentingan yang dominan ialah pada kepemilikan publik, yaitu produksi, distribusi dan tukar-menukar proses jual beli. Teori perjuangan kelas.

Konsep berpikirnya berangkat dari konsep pemikiran revolisi, revolui merupkan sebuah hal yang harus terjadi, sebagai akibat dari suatu masyarakat itu sendiri. Hal inilah yang pada akhirnya disebut dengan revolusi truktural., yang berusaha membongkar ideologi dengan mengatakan bahwa sistem sosial tidak dapat diubah. Padahal secara realistis masyarakat dan strukturnya saling terkait. Marx menegaskan bahwa emansipasi manusia hanya dapat dicapai dengan perjuangan kelas. Kelas sosial menurut Marx gelaja yang khas yang terdapat pada masyarakat pascafedoal. Marx juga menyebutkan bahwa didalam struktur kelas ada perbedaan, yaitu kelas atas (kaum pemilik modal dan alat-alat industri) dan kelas bawah (kaum proletar, buruh) seperti contohnya pada ibu Azizah pemilik modal dan para pegawainya. Dalam masyarakat kapitalis marx menyebutkan ada tiga kelas sosial :       1. kaum buruh, yaitu mereka yang hidup dari upah.

      2. kaum pemilik modal, yang hidup dari laba.

      3. para tuan tahan, yang hidup dari rente tanah.

a.       Teori Materialisme dialetika

 Prinsip dasar teori materialisme dialetika ini, bukan kesadaran manusia untuk mengadakan keaadan sosial, melainkan sebaliknya keadaan sosiallah yang menentukan kesadara manausia. Marx berkeyakinan bahwa untuk memahami sejarah dan arah perubahan, tidak perlu memerhatikan apa yang dipikirkan oleh manusia, tetapi bagaimana dia bekerja dan berproduksi. Dengan melihat cara manusia itu bekerja dan berproduksi, ia yakin akan menentukan cara manusia itu berfikir

b.      Teori nilai dan nilai lebih

Teori ini terdiri dari emoat subteori: 1. Teori tentang nilai pekerjaan, 2. Teori tentang nilai tenaga kerja, 3. Teori tentang nilai lebih, 4. Teori tentang laba.

Teori tentang nilai pekerjaan menyangkut bagaimana nilai ekonomis sebuah komoditas dapat ditentukan secara objektif. Nilai ini dipakai oleh nilain pakai dan nilai tukar. Teori tentang nilai tenaga kerja merupakan upah. Dalam arti buruh mendapat upah yang senilai dengan apa kebutuhan buruh untuk memulihkan kembali tenaganya dan kebutuhan keluarganya. Teori tentang laba merupakan satu-satunya sumber laba yang dimiliki oleh kapitalis yang sangat ditentukan oleh besar kecilnya nilai lebih

2. George lukacs

Reifikasi. sejak awal Lukacs menjelaskan bahwa ia tidak sepenuhnya menolak karya pada Marxis ekonomi tentang reifikasi, namun sekedar berusaha memperluas dan menguraikan lagi gagasan-gagasan mereka. Perbedaan kursial antara fetisisme komoditas dengan reifikasi terletak pada luas cakupan kedua konsep tesebut. Kalau yang pertama terbatas pada institusi ekonomi, maka yang kedua diberlakukan Lukacs pada saeluruh masyarakat-negara, hokum, dan sector ekonomi. Dalam masyarakat kapitalis, berbagai factor mencegah berkembangnya kesadaran kelas. Salah satu penyebabnya ialah Negara, yang terlepas dari ekonomi, mempengaruhi strata social; seadng penyebab lain adalah kesadaran status(prestise) cenderung menutupi kesdaran kelas (ekonomi).

3. Antonio Gramsci

Marxis Italia Antonio Gramsci juga memainkan peran kunci dalam transisi dari determinisme ekonomi menuju posisi Marxian yang lebih modern. gramsci mengakui arti penting factor structural, khususnya ekonomi, ia tidak percaya bahwa factor-faktor structural ini menggiring massa untuk membangkang.

 

Teori Sosiologi Neo-Marxian

1. Jugen Habermas

Jurgen Habermas merupakan penerus Marxian yang sangat kritis dari generasi kedua Mazhab Frankfurt. Latar belakang pemikiran Habermas terbentuk dalam sebuah dialektika. Selama beberapa tahun, Hebermas menjadi pemikir Neo-marxis paling terkenal di dunia. Habermas melihat kapitalisme modern seperti yang dikarakterkan oleh dominasi Negara atas ekonomi dan bidang lain dari kehidupan social. Gagasan teori kritis masyarakat ditemukan Habermas pada Karl Marx. Berhadapan dengan penindasan yang dialami kaum buruh dalam system kapitalisme Marx membongkar kepercayaan bahwa hokum ekonomi kapitalistik adalah sesuatu yang alamiah dan abadi. Kapitalisme adalah buah karya manusia sendiri, penindasan bukan suatu yang dapat diterima begitu saja.

2. Ralf Dahrendorf

Ralf menerangkan bahwa dalam masyarakat industrial pada tahun 1959. Teori ini sangat berbeda dari teori Marx karena ia menganalisis politik ekonomi yang ada. Jika marx bersandar pada pemilikan alat produksi, maka dahrendorf bersandar pada control atas alat produksi. Dalam terminology dahrendorf, pada masa pos produksi tidak menjamin adanya control atas alat produksi.





ANALISIS DATA

 

Asal usul Butik

Sejarah Busana Busana berasal dari bahasa sansekerta "bhusana" yang berati pakaian. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai manusia mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pada zaman pra sejarah, manusia belum mengenal busana seperti sekarang. manusia memakai kulit binatang, tumbuh- tumbuhan untuk menutupi tubuh mereka. manusia purba yang hidup di daerah dingin menutupi tubuhnya dengan kulit binatang, misalnya kulit domba yang berbulu tebal. sedangkan manusia purba yang hidup di daerah panas, melindungi tubuh mereka dengan memanfaatkan kulit pepohonan yang direndam terlebih dahulu lalu dipukul - pukul dan dikeringkan. selain itu mereka juga menggunakan dedaunan dan rumput. Sebelum mengenal tenunan, manusia pada zaman dahulu mengenakan pakaian hanya pada bagian-bagian tertentu saja, seperti pada bagian dada atau pada lingkar pinggang atau panggul. Bahan yang digunakan didapat dari lingkungan sekitar, baik berupa kulit binatang, kulit batang bahkan daun. Fungsinya juga hanya sebagai penutup bagian tertentu pada tubuh.

butik adalah toko khusus yang menawarkan barang dagangan kecil yang tidak biasa dan khas yang biasanya tidak akan ditemukan dalam pakaian tradisional atau departemen store. Selain pakaian yang unik, aksesoris,dan hadiah, pengunjung juga terpesona oleh layanan pelanggan berkualitas dan harga yang wajar toko-toko kecil yang indah menawarkan"

Jadi dapat disimpulkan bahwa butik adalah toko khusus yang menawarkan pakaian yang unik, aksesoris dan hadiah yang tidak akan ditemukan dalam departemen store dengan layanan pelanggan yang berkualitas dan harga yang wajar.

 

Awal mula didirikan Butik

 

Dahrendorf  melihat yang terlibat konflik adalah kelompok semu (quasi group), yaitu para pemegang kekuasaan dengan kepentingan yang sama yang terbentuk karena adanya munculnya kelompok kepentingan. Adapun kelompok yang kedua iyalah kelompok kepentimgam yang luas, kelompok ini struktur, orgaisasi, program serta anggota yang jelas.

Dahrendorf melihat bahwa "kepentingan" yang dikaitkan dengan peran-peran didefinisikan sebagai peran-peran yang diharapkan. Suatu peran yang mengandung kekuasaan membawa harapan bahwa kesesuaian itu dilaksanakan untuk keuntungan organisasi sebagai suatu keseluruhan dan dalam kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan. Dahrendorf melihat masyarakat memiliki sisi konflik dan sisi kerja sama.

Jadi pada dasarnya konflik sosial itu hal yang wajar terjadi dan itu termasuk dalam menuju proses sosial. Terlebih lagi pada masalah ekonomi. Seperti perdangan, perusahaan besar, usaha-usaha kecil dipasar dll.

saat ini tidak sedikit orang yang ingin membuka usaha sendiri dan tidak berada pada suatu tempat yang bersama-sama. Ibu Hj. Azizah adalah salah satu contoh pemilik usaha Boutique yang ia kelola sendiri. Menurutnya membuka usaha sendiri dan dengan tanah sendiri akan jauh lebih menguntunkan. Ditambah dengan letak yang strategis juga. Keadaan sekitar tempat usahanya itu adalah tempat yang cukup ramai walaupun berada di sebuah komplek perumahan.

Seperti yang dijelaskan diatas menurut pendapat Dahrendorf bahwa yang terjadi di boutique tersebut ialah kerja sama karena di sisi lain pihak yang bukan penguasa pun tetap sejahtera dan ini hanya kerja sama dan upaya untuk mnegurangi pengangguran dan mencoba untuk membuka lapanga pekerjaan dengan dibukanya boutique tersebut dan mempekerjakan pegawai.

pada awal mulanya ia hanya gemar berbelanja dan menjual barangnya itu pada teman-temannya. Hingga pada suatu waktu munculah ide mendirikan Butik. Dengan modalnya sendiri dan dengan tempat milik sendiri pula. Ada beberapa pegawai yang membantu pekerjaannya di Butik tersebut. Butik tersbut diberi nama "Balqis collection" , kata Balqis diambil dari sebuah nama anak pertamanya. Ia merasa bahwa bisnisnya akan menguntungkan, terlebih ia adalah pemilik modal dan tanah (kaun Borjuis) dan ia hanya memberi upah kepada pegawainya.

Adapun cara-cara yang ditempuh untuk mempromosikan Butik tesebut dengan melalui internet dan sosial media yang lain, dan biasanya dengan diadakan sale atau discount untuk menarik minat pengunjung untuk berbelanja. Biasanya adanya buy one get one free, atau biasanya jika pembeli membeli suatu produk diatas harga yang ditentukan pembeli akan mendapatkan satu produk lagi sebagai bonus. Itu merupakan cara-cara promosi yang dilakukan untuk menarik minat pembeli.

 

Sistem kerja pegawai

Butik dibuka pada pukul 09.00 -19.00 WIB. Karena ia juga mengurusi keluarganya terlebih ia meliliki anak yang masih kecil, jadi yang membuka boutique, menjaga, dan hingga tutup adalah tiga orang pegawai yang ia percaya. Setiap masuk waktu sholat pegawai yang menjaga boutique bergantian untuk menjaga boutique tersebut. Karna dibutik tersebut disediakan kamar lengkap dengan dapurnya oleh sebab itu dua pegawai itu sering menginap di boutique tersebut. Dan biasanya bagi pengunjung yang ingin ke toilet atau sholat disediakan failitasnya.

Seiap sore hari pemilik boutique datang untuk sekedar mengecek dan melihat bahkan melayani pengunjung yang datang, tidak sedikit juga pengunjung yang hanya sekedar melihat-lihat dan bertanya-tanya. Tidak hanya pada sore hari saja pemilik butik jika sudah mengantarkan anaknya sekolah ia langsung menuju Butik. Semua kegiatan keuangan Butik sepenuhnya diatur oleh pemilik Butik. Hanya saja setiap pegawai memdapatkan tugasnya masing-masing ada yang menjaga kasir dan ada yang melayani atau mencarikan barang yang memang sedang dicari pembeli. Tidak ada sistem shift pada butik tersebut karena melihat hanya dari jam 09.00 – 19.00 WIB saja. Tetapi waktu makan siang dan waktu shallat dilaksanakan secara bergantian. Karena pada butik tersebut ada satu orang pegawai laki-laki maka setiap hari jum'at ketika masuk waktu shallat jum'at , butik ditutup dan dibuka kembali sehabis shalat jumat selesai.

Sistem upah yang diberi pada pegawai boutique ialah diberikan pada setiah satu bulan. Pegawai diboutique tersebut sangat cekatan karena jika tidak seperti itu maka pembeli pun akan merasa tidak nyaman.

Pemilik boutique merupakan penguasa dan penentu segalanya dibandingkan dengan pegawai yang hanya bekerja dan melayani. Berbeda halnya dengan pedagang kecil mereka pemilik modal dan mereka juga yang dapat mentukan harga bahkan jika ingin menjual dengan harga yang lebih tinggi pun tidak masalah karena mereka yang mempunyai modal dan tidak mempekerjakan pegawai.

Walaupun pemilik boutique merupakan penguasa sepenuhnya tetapi pegawai tetap mendapatkan haknya dan juga mendapat kesejahteraan. Jadi sistem yang digunakan pada butik tersebut menggunakan teori nilai dan nilai lebih bahwa nilai ini ditentukan oleh nilai pakai dan nilai tukar. Teori tentang nilai tenaga kerja merupakan upah. Dalam arti buruh mendapat upah yang senilai dengan apa kebutuhan buruh untuk memulihkan kembali tenaganya dan kebutuhan keluarganya. Dan yang dilakukan pemilik Butik sesuai dengan apa yang ada pada teori nilai dan nilai lebih bahwa ia memberikan upah sesuai pekerjaan pegawainya. Teori tentang laba merupakan satu-satunya sumber laba yang dimiliki oleh kapitalis yang sangat ditentukan oleh besar kecilnya nilai lebih. Dan juga meggunakan teori perjuangan kelas bahwa ada kaum kapitalis dan kaum proletar.

Aturan – aturan yang berlaku untuk pegawai yang ada pada Salsabila collection antara lain adalah :

1.      Setiap pegawai harus memakai pakaian yang sopan

2.      Tidak boleh menggunakan pakaian yang telalu terbuka

3.      Pegawai wanita diharuskan menggunakan hijab (karena Butik tersebut merupakan Butik muslimah dan barang yang dijual semuanya pakaian muslim)

4.      Dan harus cekatan dan juga ramah kepada calon pembeli.

Adapula ketentuan untuk para pembeli :

1.      Barang yang sudah di beli tidak bisa dikembalikan atau tidak jadi beli.

2.      Jika barang yang dibeli tidak pas, batas waktu penukaran ialah tiga hari setelah transaksi pembayaran.

3.      Jika barang cacat atau rusak bisa dikembalikan dengan syarat memang cacat dari saat pembelian.

4.      Pembayaran dilakukan secara cash.

 

Karl Marx  menyatakan bahwa ekonomi merupakan faktor penentu alam perubahan sosial. Dalam hal ini seperti yang dijelaskan diatas bawa pemilik modal sepenuhnya berkuasa dan ini berarti terjadi kelas sosial. Kelas sosial disini terlihat bahwa pemilik Butik (kaum borjuis) yang hanya memantau dan mengatur saja serta pegawai Butik  (kaum proletar) yang bekerja dan mendapat upah.

Kelas sosial menurut Marx gelaja yang khas yang terdapat pada masyarakat pascafedoal. Marx juga menyebutkan bahwa didalam struktur kelas ada perbedaan, yaitu kelas atas (kaum pemilik modal dan alat-alat industri) dan kelas bawah (kaum proletar, buruh) seperti contohnya pada ibu Azizah pemilik modal dan para pegawainya. Dalam masyarakat kapitalis marx menyebutkan ada tiga kelas sosial :  1. kaum buruh, yaitu mereka yang hidup dari upah.

                  2. kaum pemilik modal, yang hidup dari laba.

                  3. para tuan tahan, yang hidup dari rente tanah.

Prinsip dasar teori materialisme dialetika ini, bukan kesadaran manusia untuk mengadakan keaadan sosial, melainkan sebaliknya keadaan sosiallah yang menentukan kesadara manausia. Marx berkeyakinan bahwa untuk memahami sejarah dan arah perubahan, tidak perlu memerhatikan apa yang dipikirkan oleh manusia, tetapi bagaimana dia bekerja dan berproduksi. Dengan melihat cara manusia itu bekerja dan berproduksi, ia yakin akan menentukan cara manusia itu berfikir. Jadi apa yang bu Hj. Azizah jalankan bismisnya itu disisi lain ingin mencapai apa yang ditujunya mendapat keuntungan, dan ingin memproduksi sendiri selain itu juga membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Dalam hal ini juga kerja sama sangat dibutuhkan dan menjadi simbiosis mutualisme. Artinya penguasa mendapat apa yang memang menjadi tujuannya dan kaum buruh atau mereka yang hidup dari upah juga bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya.



PENUTUP

 

Kesimpulan

Butik merupakan sebuah tempat dimana didalamnya biasanya menjual pakaian yang dibuat oleh tangan. Dan merupakan produksi sendiri. Butik Salsabila collection merupakan salah satu butik di permata pamulang. Butik ini mempunyai tiga pegawai. Butik ini memakai teori marxisme yaitu teori nilai dan nilai lebih bahwa pemilik modal berkuasa dan pegawai yang hanya menerima upah. Yaitu terdiri dari kaum borjuis dann kaum proletar.  Bahwa pemilik butik sekaligus pelimik modal adalah kaum borjuis dan yang memeliki tenaga kerja ialah kaum proletar. Dalam observasi ini dapat disimpulkan bahwa teori nilai lebih telah diterapkan pada sistem dibutik tersebut karena kaum proletar atau mereka yang bekerja sebagai pegawai dibutik tersebut menerima upah sesuai dengan hasil kerja mereka.

 


Daftar pustaka :

 

Prof. Dr. I.B Wirawan, Teori-teori sosial dalam tiga paradigma, Jakarta 13220,  Kencana Prenadamedia Group, 2013.

Teori sisiologi klasik sampai perkembangan mutakhir teori sosial post modern : George ritzer douglas j. Goodman.

 

 

 


Cari Blog Ini