Kamis, 30 Oktober 2014

Muhammad Ridho Andriansyah / 1112051000152 /KPI 5E

Nama : Muhammad Ridho Andriansyah
NIM : 1112051000152
Kelas : KPI 5E
TUGAS KE 5
Etika dalam Komunikasi dan Kebudayaan
 Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika' yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Yaitu suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi.
 
            Begitu pentingkah nilai kejujuran dalam masyarakat? Begitu hinakah seseorang jika ia berbohong kepada orang lain? Bukan mahal atau murahnya harga kejujuran, namun sebuah masyarakat tanpa etika sebenarnya adalah masyarakat yang menjelang kehancuran, demikian kata filsuf S. Jack Odell. Dia mengatakan bahwa konsep dan teori dasar etika memberikan kerangka yang dibutuhkan setiap orang untuk melaksanakan kode etik dan moral. Dan prinsip-prinsip etika adalah prasyarat wajib bagi keberadaan sebuah komunitas sosial. Tanpa prinsip etika mustahil manusia bias hidup harmonis dan tanpa ketakutan (Richard. L. Johannesen, 1996, hlm.6).
            Banyak kode etik tampil sebagai ide yang berbeda-beda karena mereka berasal dari kebudayaan yang berbeda pula. Dengan memberikan prioritas perhatian pada perbedaan etika maka kita akan mengetahui apa yang patut dan tidak patut dilakukan, dalam kebudayaan kita maupun terhadap orang lain. Beberapa aturan mungkin mengandung ambiguitas, misalnya perkelahian tidak diperkenankan, namun di lain konteks hal itu dimungkinkan. Atau menatap orang lain yang lebih tua umurnya diperkenankan menurut satu budaya, namun dalam kebudayaan lain merupakan hal tabu. Inilah bentuk konflik etika. Jadi, isu etika dalam komunikasi antarbudaya mengajarkan berbagai jawaban atas pertanyaan bagaimana menerapkan dan menumbuhkan isu-isu pengetahuan etika antarbudaya.
            Semua masyarakat di dunia memiliki kebudayaan, salah satu komponen kebudayaan adalah nilai. Nilai merupakan suatu referensi atau rujukan yang dipegang sebagai pedoman tingkah laku setiap anggota masyarakat atau kelompok budaya tertentu. Jack Odell berkata, etika memberikan kerangka yang dibutuhkan setiap orang untuk melaksanakan kode etik dan moral.          
  Kemudian etika komunikasi tampak jelas dalam peranan atau fungsi komunikasi. Komunikasi berfungsi menyampaikan informasi mengenai suatu kebenaran. Tetapi dari suatu kepentingan dengan cara apapun juga kebenaran yang dimaksud sesungguhnya hanya dimanfaatkan untuk mengejar kepentingan itu. Kebenaran disederhankan menjadi semacam kepercayaan yang dianggap masuk akal dalam batas-batas pengetahuan atau cara berpikir tertentu. Untuk dapat berkomunikasi secara efektif setiap orang dalam sebuah masyarakat bersistem diandaikan mempunyai kebebasan untuk menafsir dan mempunyai orientasi nilai kebudayaan yang kurang lebih sama.
Fungsi komunikasi yang lain ialah mendistributsikan dan mengontrol. Control dilakukan dengan cara menghasilakna sebuah aturan main yang membatasi pilihan-pilhan pola bahasa dan perilaku yang tersedia bagi konsumen. Berdasarkan norma-norma komunikasi yang sudah dilakukan seseorang diharuskan untuk bertindak atau berbicara secara tertentu pula. Mereka yang melanggarnya akan dihakimi sebagai yang tidak efektif atau dicap komunikator yang tidak sopan. Control dilaksanakan juga dengan cara menentukan berita, peristiwa atau nilai-nilai mana yang layak disampaikan dan direncanakan untuk disampaikan selanjutnya.
Komunikasi dan media komunikasi yang sesungguhnya adalah cerminan dari masyarakat miliknya dapat bermuka dua. Dari satu muka komunikasi dan media komunikasi dapat menjadi pendukung status quo. Dari muka yang lain, komunikasi dan media komunikasi justru menyatakan kekuatan dahsyat untuk mengubah. Komunikasi dan media komunikasi dapat berfungsi sebagai penyampaian berita, tetapi juga mampu sebagai pengarah bagaimana sebuah berita seharusnya diterima.
Dalam arti tertentu bahasa, adat, dan agama memang merupakan produk social akal budi dari sebuah komunitas. Akal budi seseorang dianggap tak akan berkembang secara manusiawi dan berbuah secara social kalau tak hidup dalam produk-produk yang dihasilkan oleh komunitas itu, meskipun produk yang dimaksud juga hanya produk kebudayaan yang simbolik dan metaforis.
 

Senin, 27 Oktober 2014

tugas 5_ardiansyahfadli_KPI 5C_1112051000085

 
ETIKA KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
 
Jika kita bermasyarakat pasti ada suatu sistem yang mengatur bagaimana tata cara manusia dalam bergagul. Yaitu Tata cara bergaul untuk bias saling menghormati atau tepat nya biasa kita sebut tata karma atau sopan santun, sepak terjang, perangai,aklhlak ataupun perilaku dan lain sebai nya.
 
Tata cara di dalam pergaulan bermaksud yakni untuk menjaga hubungan komunikasi antara komunikator ndan komunikan agar komunikasi yang di jalin dan di bangun satu nsama lain terjaga dengan baik dan pesan yang disampaikan menimbulkan effect yang baik dan komunikasi keduanya berlangsung dan berhasil dengan baik dan lancar terlindungi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan satu sama lain dan komunikasi yang dibangun sesuai dengan adat kebiasaan yang mereka lakukan serta tia tidak bertentangan  dengan hak asasi manusia dan hukum.
 
Nah, tqata cara dalam bergaul, aturan dalam berperilaku kemudian adat kebiasaan manusia dalam berkomunikasi dengan masyarakat dengan melihat dari aspek nilai dan norma yang baik dilakukan ataupun sebalik nya, ini dinamakan sebagao etika.
 
Kata etika berasal dari kata ethikus (latin) dan dalam bahasa Yunani dis
ebut ethicos yang berarti kebiasaan norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran baik dan buruk tingkah laku manusia.
 
Berarti, etika komunikasi adalah norma, nilai, atau standar ukuran normatife tingkah laku baik dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat ataupun lingkungan.
 
Berikut ini adalah beberapa etika atau norma dalam berkomunikasi antar manusia di masyarakat di dalam kehidupan sehari hari diantaranya :
 
·        Bertingkahlaku dengan baik
·        Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
·         Tidak mudah emosi / emosional
·        Menggunakan panggilan orang yang baik (tidak mencela dengan julukan2)
·        Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
·        Lapang dada dalam berkomunikasi
·        Berinisiatif sebagai pembuka dialog
·        Berbahasa yang baik, ramah dan sopan santun.
·        Menggunakan pakaian yang pantas dan sesuai dengan kondisi sekitar
·        Jujur tidak berbohong
 
Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia yang beretika, maka akan menghasilkan budaya yang beretika pula.didalam etika budaya mengandung tuntutan bahwa budaya yang di buat di bentik dan diciptakan itu seyogyanya mengandung unsur nilai nilai etik yang bersifat universal.. walaupun demikian suatu budaya yang dihasilkan memenuhi nilai-nilai etik atau tidak bergantung dari paham atau ideologi yang diyakini oleh masyarakat tertentu.
 
Budaya juga merupakan suatu cara hidup seseoraqnbgf yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok ataupun golonghan tertentu dan diwariskan dari generasi ke generasi, jadi yang namanya bbudaya akan selalu ada terkait dengan adanya regenerasi dalam budaya yang di jalankan tersebut.
 
·        Etika Dalam Kebudayaan, antara lain :
·        Mencari Kesamaan Latar Belakang
·        Mengirim dan Menilai Pesan Tanpa Penilaian
·        Mengirim Pesan Secara Jujur
·        Menunjukan Respek pada Budaya Lain
 
Fungsi dan tujuan nya :
 
·        Hubungan yang terjalin antar manusia akan menjadi lebih baik.
·        Komunikasi antar budaya akan terhindar dari hambatan, salah satunya hambatan etnosentris.
·        Komunikasi yang terjalin tidak lagi mengalami kesalahpahaman.
·        Terjadinya pertukaran informasi antar budaya.
·        Terciptanya rasa hormat dan saling memahami antar individu yang memiliki budaya berbeda.
·        Tertanamnya nilai-nilai baik
Tetapi budaya dan komunikasi tak dapat di pisahkan satu sama lain, karena budaya iotu tidak menentukan siapa berbicaqra denghan siapa, tentang apa dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan.
 
Sedangkan budaya merupakan landasan komunikasi dimanja bila budaya beraneka ragam pula praktik praktik dan tatacara komunikasi yang berkembang dan digun akannya.
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Ø Sudirman Tebba, Filsafat dan Etika Komunikasi, (Tangerang: Pustaka IrVan, 2008)
Ø L.JOHANSEN, RICHARD. 1996. Etika Komunikasi, Penerbit Rosda, Bandung

Dityan Zahra P/ 1112051000149/ KPI 5E/ Tugas ke-5

Nama               : Dityan Zahra

NIM                : 1112051000149

Kelas               : KPI 5E

Etika dan Filsafat Komunikasi

 

Memahami Dimensi Etik dalam Ruang Kebudayaan

 

Semua orang beranggapan bahwa dalam sebuah pembicaraan kita harus menggunakan etika untuk menghargai dan menghormati lawan bicara. Sebuah teori yang mendefinisikan etika sebagai sebuah cabang ilmu filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma, moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

Komunikasi adalah kebudayaan dan kebudayaan adalah komunikasi, begitulah menurut Edward T, Hall, karena kebudayaan itu hanya dimiliki manusia maka komunikasi itu milik manusia dan dijalankan diantara manusia.

Budaya berkaitan dengan cara manusia hidup. Manusia belajar berpikir, merasa, mempercayai, dan mengusahakan apa yang patut menurut budayanya. Bahasa, persahabatan, kebiasaan makan, praktek komunikasi, tindakan-tindakan sosial, kegiatan-kegiatan ekonomi dan politik, dan teknologi, semua itu berdasarkan pola-pola budaya. Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat. Secara formal budaya didefenisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, objek-objek materi dan milik yang diperoleh dari sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok. Budaya menempatkan diri dalam pola-pola bahasa dan dalam bentuk kegiatan dan perilaku yang berfungsi sebagai model-model bagi tindakan-tindakan penyesuaian diri dan gaya komunikasi yang memungkinkan orang-orang tinggal dalam suatu masyarakat di suatu lingkungan geografis tertentu pada suatu tingkat perkembangan teknis tertentu dan pada suatu saat tertentu. Budaya juga berkaitan dengan sifat-sifat dari objek-objek materi yang memainkan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Purwasito (2003) komunikasi bersifat dinamik, artinya komunikasi adalah aktivitas orang-orang yang berlangsung terus menerus dari generasi ke generasi dan mengalami perubahan-perubahan pada pola, isi dan salurannya.

Budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan oleh karena budaya tidak hanya menentukan siapa bicara dengan siapa, tentang apa, dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan, dan kondisi-kondisinya untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan. Sebenarnya seluruh perbendaharaan perilaku manusia sangat bergantung pada budaya tempat dibesarkan. Konsekuensinya, budaya merupakan landasan komunikasi. Bila budaya beraneka ragam, maka beraneka ragam pula peraktek-peraktek komunikasi.

Di dalam kehidupan sehari-harinya, manusia tidak akan pernah lepas dari komunikasi. Hal seperti ini memang telah menjadi kodrat kita sebagai seorang manusia yang memang tidak dapat hidup sendiri. Kita selalu membutuhkan orang lain disekitar kita, walaupun hanya untuk sekedar melakukan obrolan basa-basi karena manusia adalah makhluk sosial dan dari dalam interaksi itulah manusia lambat laun menciptakan nilai-nilai bersama yang kemudian disebut sebagai kebudayaan.

Semua manusia didunia memiliki kebudayaan, salah satu komponen kebudayaan adalah nilai. Nilai merupakan suatu referansi atau rujukan yang dipegang sebagai pedoman tingkah laku setiap anggota masyarakat atau kelompok budaya tertentu.

Menurut Jack Odell, etika memberikan kerangka yang dibutuhkan setiap orang untuk melaksanakan kode etik dan moral. Masyarakat tanpa etika adalah masyarakat yang siap hancur. Oleh karena itu, etika adalah prasyarat wajib bagi keberadaan sebuah komunitas social.

Manusia dalam memahami etika tentu saja melalui proses yang disebut enkulturasi yang merupakan proses individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, norma dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kehidupannya. Seringkali individu belajar dan meniru berbagai macam tindakan,  perasaan dan nilai budaya yang memberi motivasi akan tindakan itu telah di internalisasi dalam kepribadiannya. Dengan berkali-kali meniru maka tindakannya menjadi suatu  pola yang mantap dan norma yang mengatur tindakannya "dibudayakan".

Banyak kode etik tampil sebagai ide yang berbeda-beda karena mereka berasal dari kebudayaan yang berbeda pula. Dengan memberikan prioritas perhatian pada perbedaan etika maka kita akan mengetahui apa yang patut dan tidak patut dilakukan, dalam kebudayaan kita maupun kebudayaan orang lain. Beberapa aturan mungkin mengandung ambiguitas, misalnya menatap orang lain yang lebih tua umurnya diperkenankan menurut satu budaya, namun dalam kebudayaan lain merupakan hal tabu atau tidak diperbolehkan.

 

Tugas 5_Ardiansyah Fadli_KPI 5 C_1112051000085

 
ETIKA KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
 
Jika kita bermasyarakat pasti ada suatu sistem yang mengatur bagaimana tata cara manusia dalam bergagul. Yaitu Tata cara bergaul untuk bias saling menghormati atau tepat nya biasa kita sebut tata karma atau sopan santun, sepak terjang, perangai,aklhlak ataupun perilaku dan lain sebai nya.
 
Tata cara di dalam pergaulan bermaksud yakni untuk menjaga hubungan komunikasi antara komunikator ndan komunikan agar komunikasi yang di jalin dan di bangun satu nsama lain terjaga dengan baik dan pesan yang disampaikan menimbulkan effect yang baik dan komunikasi keduanya berlangsung dan berhasil dengan baik dan lancar terlindungi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan satu sama lain dan komunikasi yang dibangun sesuai dengan adat kebiasaan yang mereka lakukan serta tia tidak bertentangan  dengan hak asasi manusia dan hukum.
 
Nah, tqata cara dalam bergaul, aturan dalam berperilaku kemudian adat kebiasaan manusia dalam berkomunikasi dengan masyarakat dengan melihat dari aspek nilai dan norma yang baik dilakukan ataupun sebalik nya, ini dinamakan sebagao etika.
 
Kata etika berasal dari kata ethikus (latin) dan dalam bahasa Yunani dis
ebut ethicos yang berarti kebiasaan norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran baik dan buruk tingkah laku manusia.
 
Berarti, etika komunikasi adalah norma, nilai, atau standar ukuran normatife tingkah laku baik dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat ataupun lingkungan.
 
Berikut ini adalah beberapa etika atau norma dalam berkomunikasi antar manusia di masyarakat di dalam kehidupan sehari hari diantaranya :
 
·        Bertingkahlaku dengan baik
·        Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
·         Tidak mudah emosi / emosional
·        Menggunakan panggilan orang yang baik (tidak mencela dengan julukan2)
·        Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
·        Lapang dada dalam berkomunikasi
·        Berinisiatif sebagai pembuka dialog
·        Berbahasa yang baik, ramah dan sopan santun.
·        Menggunakan pakaian yang pantas dan sesuai dengan kondisi sekitar
·        Jujur tidak berbohong
 
Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia yang beretika, maka akan menghasilkan budaya yang beretika pula.didalam etika budaya mengandung tuntutan bahwa budaya yang di buat di bentik dan diciptakan itu seyogyanya mengandung unsur nilai nilai etik yang bersifat universal.. walaupun demikian suatu budaya yang dihasilkan memenuhi nilai-nilai etik atau tidak bergantung dari paham atau ideologi yang diyakini oleh masyarakat tertentu.
 
Budaya juga merupakan suatu cara hidup seseoraqnbgf yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok ataupun golonghan tertentu dan diwariskan dari generasi ke generasi, jadi yang namanya bbudaya akan selalu ada terkait dengan adanya regenerasi dalam budaya yang di jalankan tersebut.
 
·        Etika Dalam Kebudayaan, antara lain :
·        Mencari Kesamaan Latar Belakang
·        Mengirim dan Menilai Pesan Tanpa Penilaian
·        Mengirim Pesan Secara Jujur
·        Menunjukan Respek pada Budaya Lain
 
Fungsi dan tujuan nya :
 
·        Hubungan yang terjalin antar manusia akan menjadi lebih baik.
·        Komunikasi antar budaya akan terhindar dari hambatan, salah satunya hambatan etnosentris.
·        Komunikasi yang terjalin tidak lagi mengalami kesalahpahaman.
·        Terjadinya pertukaran informasi antar budaya.
·        Terciptanya rasa hormat dan saling memahami antar individu yang memiliki budaya berbeda.
·        Tertanamnya nilai-nilai baik
Tetapi budaya dan komunikasi tak dapat di pisahkan satu sama lain, karena budaya iotu tidak menentukan siapa berbicaqra denghan siapa, tentang apa dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan.
 
Sedangkan budaya merupakan landasan komunikasi dimanja bila budaya beraneka ragam pula praktik praktik dan tatacara komunikasi yang berkembang dan digun akannya.
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Ø Sudirman Tebba, Filsafat dan Etika Komunikasi, (Tangerang: Pustaka IrVan, 2008)
Ø L.JOHANSEN, RICHARD. 1996. Etika Komunikasi, Penerbit Rosda, Bandung

tugas 5_Milki Amirus sholeh_1112051000138

ETIKA DALAM KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN

Dalam kehidupan manusia berlaku berbagai hal yang penting dan saling berkaitan. Di antaranya yang paling poko merupakan adat kehidupan serta kebudayaan yang melingkupinya. Edward B. TaylorKebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
            Menurut Ruben (1984 : 302-312) menyebutkan beberapa karakteristik dari kebudayaan (dan subbudaya) yaitu : Kompleks dan banyak segi tidak dapat dilihat Berubah sejalan dengan waktu.Jika kita menganalisis dan mempelajari suatu kebudayaan, baik kebudayan kompleks dari unit masyarakat yang bedar maupun kebudayaan (atau subbudaya) dari unit hubungan kecil yang lebih akrab (seperti komunitas di penjara, lembaga pendidikan, kelompok etnis, dll) akan ditemukan sejumlah segi yang kompleks dan saling berkaitan berperan didalamnya, sehingga sangat sulit untuk mengidentifikasi dan melakukan kategorisasi (khususnya untuk unit masyarakat yang besar/luas akan banyak sekali unsur-unsur yang berperan sehingga sulit mengidentifikasi dan melakukan kategorisasi).
    Bersandar pada pendekatan humanistik, konseptualisasi komunikasi sebagai proses transaksional ini dalam pengertian tertentu merupakan sebuah peristiwa sosial, yakni peristiwa yang terjadi ketika manusia berinteraksi dengan manusia lain. Ketika individu-individu tersebut berinteraksi, maka akan terjadi proses belajar meliputi aspek kognitif dan afektif, proses penyampaian dan penerimaan lambang-lambang (komunikasi) dan mekanisme penyesuaian seperti sosialisasi, permainan peranan, identifikasi, proyeksi, agresi, dan sebagainya.
            Proses komunikasi sebagai peristiwa sosial tersebut nampak pada seluruh proses kehidupan manusia dalam perjalanannya belajar menjadi manusia. Bayi manusia tidak lebih dari seonggok daging sampai ia belajar mengungkapkan perasaan dan kebutuhannya melalui tangisan, tendangan, atau senyuman. Segera setelah ia berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya, terbentuklah perlahan-lahan apa yang menjadi kepribadiannya. Manusia tidak dibentuk oleh lingkungan, namun oleh caranya menerjemahkan pesan-pesan lingkungan yang diterimanya. Lingkungan yang dimaksud tidak hanya berupa lingkungan fisik tapi juga lingkungan sosial dan budaya melalui jalur komunikasi.
Pengertian komunikasi pun semakin meluas hingga menyentuh ranah budaya. Karena menurut Fiske, terdapat keterkaitan erat antara unsur-unsur budaya dan komunikasi dalam membangun relasi dan kehidupan bersama. Ia menegaskan bahwa komunikasi adalah sentral bagi kehidupan budaya kita. Hal tersebut sejalan dengan pandangan komunikasi sebagai interaksionisme simbolik yang menyebutkan bahwa makna-makna dalam kelompok sosial dilanggengkan melalui interaksi yang terjadi di dalamnya. Interaksi sosial memberikan, melanggengkan, dan mengubah aneka konfensi seperti peran, norma, aturan dan makna-makna dalam suatu kemompok sosial. Konsekuensinya, komunikasi kemudian selalu melibatkan studi kebudayaan dan berintegrasi sebagai suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan..
 
 
 
 
Referensi:
 
Fiske, John. 2004. Cultural And Communication Studies, Sebuah Pengantar Paling Komperehensif. Yogyakarta: Jalasutra
 Koentjoroningrat. 1989. Budaya, Mentalitas, dan Pembangunan
 




 

Cari Blog Ini