Senin, 04 Mei 2015

social maping

 
 
SOCIAL MAPING
(DESA RAGAJAYA, KEC. BOJONG GEDE
KAB. BOGOR JABAR)
 
Oleh:
 
Muhammad Ali Nurdin                      1112052000017
                        M. Fikri Adha                                     1112052000029
Firdha Aulia Rahmah                          1112052000021
Meylli Pratiwi A.                                1112052000016
Kelas:
 
BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM 6
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan hak bagi setiap masyarakat tanpa terkecuali. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pengembangan Sumber Daya adalah dengan menuntut ilmu setingi-tinginya kemudian ilmu yang didapat tersebut dapat diaplikasikan dalam masyarakat. Namun disebagian besar penduduk Desa ini tidak menjadi terlalu nomer satu, karena tujuan dari belajar adalah mendapatkan uang. Desa yang berdekatan dengan kantor pemerintahan Bogor namun banyak penduduknya yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Hanya sampai pada sekolah menengah atas atau bahkan sekolah menengah pertama. Kami merasa tertarik untuk dapat melihat factor apa saja yang dapat mempengaruhi hal tersebut.
B.     Alasan Memilih Desa Ragajaya
1.      Desa yang berdekatan dengan pusat pemerintahan baik Bogor maupun Depok yang sudah dapat dikatakan maju dalam pembangunan fisiknya namun banyak warganya yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi
2.      Tempat yang dipilih mudah diakses karena banyak kendaraan umum untuk dapat menempuhnya, berada dilokasi yang strategis ditengah-tengah Bogor dan Depok
3.       Dua dari empat orang anggota atau tim kami rumahnya berdekatan dengan lokasi. Yang memudahkan untuk turun langsung ke lokasi.
 
 
 
 
BAB II
METODE YANG DIGUNAKAN
 
Metode yang kami gunakan dalam mencari data di desa Ragajaya adalah pengamatan selama 2 hari di desa tersebut. Di dalam pengamatan kami juga melakukan sesi wawancara namun tidak formal. Bisa dibilang hanya ngobrol-ngobrol dengan beberapa warga yang ada di desa tersebut dan merupakan warga desa Ragajaya. Dalam satu hari, kami memang tidak 24 jam penuh di desa, tapi dalam sehari hanya sekitar 4-5 jam, yakni di pagi sampai sore hari.
Tempat pertama yang kita datangi adalah pangkalan angkot jurusan Pasar Citayam-Pasar Parung di kampung Ceringin desa Ragajaya. Kami berbincang-bincang dengan beberapa sopir angkot yang memang warga desa Ragajaya.
Setelah ke pangkalan angkot, kami melanjutkan observasi/ pengamatan ke salah satu sekolah dasar di sana, yakni SDN 01 Ragajaya. Disana kami sedikit berbincang dengan para pedagang di depan sekolah yang merupakan warga pendatang di desa tersebut.
Hari kedua pengamatan, yang kami lakukan tidak jauh berbeda. Yang membedakan kami mendatangi langsung kantor desa dan bertemu staf desa. Di situlah kami mendapatkan data-data tentang desa, seperti luas wilayah dan lain-lain.
Metode kedua yang kami lakukan adalah mewawancarai staf desa yang banyak membicarakan permasalahan kesehatan dan ekonomi warga desa Ragajaya.
Jadi, ada 2 metode yang kami gunakan, yang pertama observasi dan yang kedua adalah wawancara.
 
 
 
 
BAB III
GAMBARAN UMUM DESA
 
Desa Ragajaya merupakan salah satu desa dari 9 desa yang termasuk kedalam wilayah kecamatan Bojong Gede, kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jarak desa Ragajaya dengan ibukota kabupaten, yakni Cibinong adalah 15 KM. Desa Ragajaya berada di ujung Selatan kabupaten Bogor, karena berada di ujung itulah desa Ragajaya berbatasan langsung dengan kelurahan-kelurahan yang termasuk ke dalam wilayah kota Depok, seperti kelurahan Bedahan dan kelurahan Pasir Putih (Sawangan-Depok) di utara desa, dan Kelurahan Cipayung jaya (Cipayung-Depok) di timur desa.
Desa Ragajaya terbentuk pada tahun 1984 dengan luas wilayah +- 433, 328 hektar, yang terdiri dari 15 RW dan 68 RT. Ada 5 dusun/ kampung yang termasuk ke dalam wilayah desa Ragajaya, yakni Kampung Sawah, Kampung Bambon, Kampung Ceringin, Kampung Baru dan Kampung Babakan. Kantor desa Ragajaya berlokasi di Jalan raya Citayam-Parung No 1, Kp. Ceringin Ragajaya, Bojong Gede Bogor, kode pos 16920.
Desa Ragajaya terletak pada koordinat 106.77935 LS/ LU dan -6.453639 BT/ BB, yang sebelah utaranya berbatasan dengan kelurahan Bedahan dan Kelurahan Pasir Putih (Sawangan-Depok), sebelah selatan berbatasan dengan desa Susukan (Bojong Gede-Bogor), sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Cipayung (Cipayung-Depok), dan sebelah barat berbatasan dengan desa sasakpanjang (Tajur Halang-Bogor).
Desa Ragajaya saat ini dipimpin oleh kepala desa hasil pemilihan umum kepala desa pada tahun 2013, yakni Bapak Eko Supriadi. Eko Supriadi merupakan kepala desa Ragajaya sejak tahun 2003.
Jarak desa Ragajaya ke pusat pemerintahan provinsi (Bandung) sejauh 145 KM, jarak ke pusat pemerintahan kabupaten (Cibinong-Bogor) sejauh 15 KM, dan jarak desa Ragajaya ke pusat pemerintahan kecamatan (Bojong Gede) sejauh 6 KM.
Pada tahun 2015, desa Ragajaya belum melakukan pemutakhiran data tentang jumlah penduduknya. Data terakhir tentang jumlah penduduk yang dilakukan oleh pegawai desa yang bisa kami dapatkan adalah hasil pendataan pada bulan Juni tahun 2013. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah penduduk desa Ragajaya yang tersebar di 5 dusun/ kampung sebanyak 24. 898 jiwa, dengan rincian penduduk laki-laki sebanyak 12.795 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 12.103 jiwa.
Di bidang prasarana kesehatan, desa Ragajaya memiliki 1 Puskesmas, 1 poliklinik, dan 155 Posyandu. Di bidang prasarana pendidikan, desa Ragajaya tidak memiliki perpustakaan desa, tidak ada sekolah TK, tidak ada pondok-pesantren, dan tidak terdapat perguruan tinggi. Namun demikian, desa Ragajaya memiliki 4 sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), 3 sekolah SD dan/ atau MI, 3 buah SMP, dan 1 gedung sekolah SMA.
Pada permasalahan prasarana ibadah, di desa Ragajaya hanya terdapat tempat ibadah untuk yang beragama Islam, yakni 20 Masjid dan 24 Mushollah, dan tidak terdapat tempat ibadah untuk agama lain seperti gereja, vihara, pura dan klenteng.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
TEMUAN
Setelah didapat jumlah penduduk Desa Ragajaya (data terakhir Tahun 2013) sebanyak 24.898 jiwa, laki-laki sebanyak 12.795 dan perempuan 12.103. Dengan  penduduk sebanyak ini didapatkan bahwa hanya sebagian kecil dari keseluruhan penduduk yang melanjutkan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi. Mayoritas adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 12.963. kemudian dilanjut lulusan sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 7.071 orang, dan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi hanya ada 1.003 orang, mereka yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi mayoritas yang tinggal di perumahan, namun tak jarang juga penduduk asli yang melanjutkan ke jenjang ini. Selebihnya hanya tamatan Sekolah Dasar atau bahkan tidak tamat SD. Ada banyak factor yang kami temui saat turun kelapangan kenapa kemudian penduduk Desa mayoritas lulusan SMP dan jarang yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Yang pertama adalah karena mayoritas penduduk adalah berniaga atau banyak yang menjadi pedagang, mereka beradagang ditoko depan rumah dan juga took-toko yang telah dipersiapkan hampir sepanjang jalan menuju kantor Desa, kita akan menemui toko-toko dikiri dan kanan. Kemudian yang kedua adalah dikarnakannya Desa ini masih belum terlalu banyak rumah dan masih banyak kebun-kebun maka mata pencaharianwarga desa ini adalah sebagai petani. Dan yang terakhir dikarnakan sekolah yang berada diluar Desa yang menempuh jarak, mengeluarkan ongkos lagi dan sesudah SMA juga belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan, maka kebanyakan orang tua memberi pilihan anak mereka untuk melanjutkan usaha milik orang tuanya saja.
Gedung sekolah TK hanya ada 4, SD dan MI ada 3, SMP ada 3, dan SMA ada 1 tidak mampu menampung seluruh warga desa Ragajaya, apalagi di sekolah-sekolah yang ada di Ragajaya juga menampung siswa dari luar desa. Ini juga menjadi permasalahan desa bidang pendidikan. Banyak warga desa menjadi sekolah di luar desa.
Kondisi ekonomi masyarakat desa yang berpenghasilan rata-rata dibawah UMK Bogor juga menjadi faktor yang menyebabkan warga desa belum menyadari pentingnya berpendidikan tinggi.

Ujian Tengah Smester (UTS) Ekologi Manusia_PMI_VI

Nama Kelompok
Dwiko Maxi Rianto         1112054000029
Syachul Hamdi              1112054000022
Mohammad Firdaus       1112054000024
Pengembangan Masyarakat Islam/6

LAPORAN HASIL OBSERVASI
EKOLOGI MANUSIA
"LEMBAH GURAME DI PANCORAN MAS, DEPOK"


A.    Profil Lembah Gurame



 
Lembah Gurame, Taman Kota yang berlokasi di jalan gurame Perumnas Depok merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep taman kota. Taman ini merupakan salah satu program pemerintah Kota Depok dengan Visi misinya sebagai daerah resapan air , sebagai ruang lingkup daerah hijau untuk kota Depok dan sebagai taman edukasi. Taman kota yang dibangun oleh Pemkot Depok tersebut dimanfaatkan warga untuk berekreasi atau sekedar menghirup udara segar yang jauh dari kebisingan. Sejumlah komunitas di Kota Depok, menjadikan taman ini sebagai tempat ajang berkumpul dan berkreasi.  Selain itu Komunitas Earth Hour (EH) juga mengenalkan taman kota yang ada di Depok ini agar masyarakat dapat menikmati cahaya alami yang disuguhkan oleh alam.
Taman kota ini merupakan konsep pelestarian alam yang diperuntukan tempat bersantai atau refresing warga sekitar dan juga untuk mencegah pemanasan global. Taman kota sebagai ruang terbuka hijau akan memperkuat lanskap kota yang berfungsi sebagai area sosialisasi bagi warga, membantu menjaga keasrian lingkungan. Di lembah gurame ini terdapat pohon-pohon hijau dengan taman dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Areal taman ini juga dilengkapi dengan keberadaan kolam (empang) gurame yang terus dan tetap dipertahankan sekaligus sebagai cikal bakal penamaan taman kota, Lembah Gurame.



 

B.    Latar Belakang


 
Taman ini didirikan pada tahun 2012 oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Depok dan diresmikan oleh Bapak walikota Depok  yaitu bapak Nur Mahmudi Ismail. Dahulu sebelum berdirinya taman ini, tempat tersebut dijadikan sebagai rumah pemulung, lebak-lebak (tempat penampungan sampah), pemancingan. Dengan lahan kurang lebih seluas 3 hektar, warga sekitar merasa bahwa apabila lahan seluas itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya maka akan dapat mendatangkan kemanfaatan yang luar biasa bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu lahan tersebut juga sering dijadikan sebagai tempat perkumpulan komunitas yang negative seperti geng-geng motor dan komunitas negative lainnya.
Hingga suatu malam terjadi perkelahian akibat perebutan lahan tersebut, beberapa komunitas mengklaim bahwa lahan tersebut adalah bagian tempat mereka sementara komunitas yang lainnya juga mengklaim hal yang sama. Sampai pada akhirnya perkelahian terjadi dan memakan korban jiwa. Semenjak kejadian itu, di daerah tersebut setiap malamnya diadakan patroli yang dilakukan oleh polisi Depok. Warga sekitar akhirnya berfikir untuk menyerahkan lahan tersebut kepada pemerintah Depok agar dijadikan tempat yang lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak daripada menjadi tempat bagi komunitas yang negative.
Pada akhirnya lahan tersebut kini dijadikan sebagai taman kota yang dinamakan sebagai Lembah Gurame, dengan dilengkapi beberapa fasilitas yang dapat menunjang prasarana pengunjung yang mengunjungi taman tersebut. Bahkan pada tahun 2015 telah direncanakan untuk ditambah lagi tamannya yang berada tepat dibelakang Lembah Gurame dan taman itu merupakan perluasan dari Lembah Gurame 1 mengingat semakin banyaknya pengunjung yang mengunjungi taman kota ini.

C.    Fasilitas yang ada di Lembah Gurame

Pengunjung yang datang ke taman ini kebanyakan berasal dari luar kawasan tempat tersebut, bila di hari biasa hanya mencapai seribu pengunjung, namun bila weekend atau hari libur nasional pengunjungnya mencapi lebih dari seribu orang. Beberapa fasilitas yang ada di taman ini seperti keberadaan pendopo yang biasa digunakan pengunjung untuk santai ataupun diskusi, taman bermain anak, kolam ikan gurame, fasilitas air wash, toilet umum dan kantor administrasi serta kantor security. Dalam hal perawatan semua fasilitas yang ada termasuk juga para pekerja yang menjaga kebersihan dan keamanan, semua di naungi oleh pemerintah kota Depok, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
Selain itu pengunjung yang datang kebanyakan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengadakan acara atau event-event tertentu seperti komunitas pecinta buku, komunitas pecinta lingkungan dan komunitas pemerhati lingkungan lainnya. Selain itu banyaknya pepohonan yang ada di taman tersebut menjadikan udara yang berada disekitar taman menjadi segar dan juga rata-rata pengunjung yang yang datang kebanyakan para orang tua yang membawa serta anak-anaknya sekaligus untuk mengajarkan kepada anaknya betapa pentingnya lingkungan bagi kehidupan makhluk hidup. Ditambah juga dengan adanya penempatan rambu-rambu larangan yang tidak boleh dilakukan di taman, yang disusun dengan menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Serta beberapa papan reklame yang berisi himbauan maupun ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem yang ada disekitarnya.



  
D.    Pendapat Warga Sekitar dan Pengunjung Taman serta Harapan Terhadap Keberadaan Lembah Gurame

Menurut pengunjung yang datang, keberadaan taman ini sangat bagus selain sebagai daerah resapan air, daerah terbuka hijau, sekaligus sebagai tempat edukasi bagi anak-anak. Sebab di taman ini fasilitasnya cukup memadai dan juga dapat menunjang daya berfikir anak-anak. Terlebih lagi ada penanaman pepohonan yang disertai dengan nama-namanya, itu mengajarkan anak-anak untuk tidak hanya mengetahui pohon saja tetapi juga penamaan dari masing-masing pohon yang mereka jumpai. Hanya saja di taman ini masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab terjadap kebersihan dan keindahan taman. Oleh karena itu diharapkan kedepannya tidak ada lagi orang yang melakukan hal yang merugikan bagi lingkungan apalagi kini taman tersebut akan ditambah lagi menjadi lembah gurame ke-2, maka kebersihan juga harus lebih ditingkatkan lagi.
Sementara bagi warga asli daerah tersebut, Antusiasnya masih kurang  sebab pengunjung yang datang justru lebih banyak orang luar dari daerah ini. Karena mereka merasa bahwa taman ini adalaha tanggungjawab pemerintah dan merupakan sarana publik jadi mereka cukup menikmati saja. Namun kini ada beberapa warga yang sudah dipekerjakan untuk mengontrol taman ini, ada yang menjadi petugas parkir dan juga pemerintah menyediakan tempat untuk warga sekitar dalam mencari rezeki dengan berdagang didepan pintu masuk taman ini.
Harapan yang terselip dengan adanya taman ini selain bisa menjadi lahan terbuka hijau, mereka berharap agar beberapa fasilitas ditambah lagi jumlahnya sebab ada sarana yang kurang dari taman ini seperti kursi-kursi untuk diskusi sebab pendopo yang ada masih sedikit, kemudian lobi taman juga belum ada dan juga fasilitas lain yang dapat menunjang keberadaan taman ini. Dengan adanya tahap pembangunan untuk lembah gurame ke-2 yang tepat berada dibelakang taman ini, diharapkan kedepannya bisa ditambah lagi sarana dan prasarananya untuk menjadi taman yang lebih baik, lebih nyaman dan lebih bermanfaat mengingat ini adalah satu-satunya taman terbuka hijau yang ada di Kota Depok.





E.    Referensi

http://www.kota-depok.com/taman-lembah-gurame-pancoran-mas-depok/
http://www.republika.co.id/berita/inpicture/jabotabek-inpicture/15/03/13/nl5l47-menikmati-keasrian-taman-kota-taman-lembah-gurame
http://www.depok.go.id/29/03/2015/09-lingkungan-kota-depok/kenalkan-taman-lembah-gurame-melalui-earth-hour






Nama Kelompok
Dwiko Maxi Rianto         1112054000029
Syachul Hamdi              1112054000022
Mohammad Firdaus       1112054000024
Pengembangan Masyarakat Islam/6

LAPORAN HASIL OBSERVASI
EKOLOGI MANUSIA
"LEMBAH GURAME DI PANCORAN MAS, DEPOK"


A.    Profil Lembah Gurame



 
Lembah Gurame, Taman Kota yang berlokasi di jalan gurame Perumnas Depok merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep taman kota. Taman ini merupakan salah satu program pemerintah Kota Depok dengan Visi misinya sebagai daerah resapan air , sebagai ruang lingkup daerah hijau untuk kota Depok dan sebagai taman edukasi. Taman kota yang dibangun oleh Pemkot Depok tersebut dimanfaatkan warga untuk berekreasi atau sekedar menghirup udara segar yang jauh dari kebisingan. Sejumlah komunitas di Kota Depok, menjadikan taman ini sebagai tempat ajang berkumpul dan berkreasi.  Selain itu Komunitas Earth Hour (EH) juga mengenalkan taman kota yang ada di Depok ini agar masyarakat dapat menikmati cahaya alami yang disuguhkan oleh alam.
Taman kota ini merupakan konsep pelestarian alam yang diperuntukan tempat bersantai atau refresing warga sekitar dan juga untuk mencegah pemanasan global. Taman kota sebagai ruang terbuka hijau akan memperkuat lanskap kota yang berfungsi sebagai area sosialisasi bagi warga, membantu menjaga keasrian lingkungan. Di lembah gurame ini terdapat pohon-pohon hijau dengan taman dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Areal taman ini juga dilengkapi dengan keberadaan kolam (empang) gurame yang terus dan tetap dipertahankan sekaligus sebagai cikal bakal penamaan taman kota, Lembah Gurame.



 

B.    Latar Belakang


 
Taman ini didirikan pada tahun 2012 oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Depok dan diresmikan oleh Bapak walikota Depok  yaitu bapak Nur Mahmudi Ismail. Dahulu sebelum berdirinya taman ini, tempat tersebut dijadikan sebagai rumah pemulung, lebak-lebak (tempat penampungan sampah), pemancingan. Dengan lahan kurang lebih seluas 3 hektar, warga sekitar merasa bahwa apabila lahan seluas itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya maka akan dapat mendatangkan kemanfaatan yang luar biasa bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu lahan tersebut juga sering dijadikan sebagai tempat perkumpulan komunitas yang negative seperti geng-geng motor dan komunitas negative lainnya.
Hingga suatu malam terjadi perkelahian akibat perebutan lahan tersebut, beberapa komunitas mengklaim bahwa lahan tersebut adalah bagian tempat mereka sementara komunitas yang lainnya juga mengklaim hal yang sama. Sampai pada akhirnya perkelahian terjadi dan memakan korban jiwa. Semenjak kejadian itu, di daerah tersebut setiap malamnya diadakan patroli yang dilakukan oleh polisi Depok. Warga sekitar akhirnya berfikir untuk menyerahkan lahan tersebut kepada pemerintah Depok agar dijadikan tempat yang lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak daripada menjadi tempat bagi komunitas yang negative.
Pada akhirnya lahan tersebut kini dijadikan sebagai taman kota yang dinamakan sebagai Lembah Gurame, dengan dilengkapi beberapa fasilitas yang dapat menunjang prasarana pengunjung yang mengunjungi taman tersebut. Bahkan pada tahun 2015 telah direncanakan untuk ditambah lagi tamannya yang berada tepat dibelakang Lembah Gurame dan taman itu merupakan perluasan dari Lembah Gurame 1 mengingat semakin banyaknya pengunjung yang mengunjungi taman kota ini.

C.    Fasilitas yang ada di Lembah Gurame

Pengunjung yang datang ke taman ini kebanyakan berasal dari luar kawasan tempat tersebut, bila di hari biasa hanya mencapai seribu pengunjung, namun bila weekend atau hari libur nasional pengunjungnya mencapi lebih dari seribu orang. Beberapa fasilitas yang ada di taman ini seperti keberadaan pendopo yang biasa digunakan pengunjung untuk santai ataupun diskusi, taman bermain anak, kolam ikan gurame, fasilitas air wash, toilet umum dan kantor administrasi serta kantor security. Dalam hal perawatan semua fasilitas yang ada termasuk juga para pekerja yang menjaga kebersihan dan keamanan, semua di naungi oleh pemerintah kota Depok, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
Selain itu pengunjung yang datang kebanyakan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengadakan acara atau event-event tertentu seperti komunitas pecinta buku, komunitas pecinta lingkungan dan komunitas pemerhati lingkungan lainnya. Selain itu banyaknya pepohonan yang ada di taman tersebut menjadikan udara yang berada disekitar taman menjadi segar dan juga rata-rata pengunjung yang yang datang kebanyakan para orang tua yang membawa serta anak-anaknya sekaligus untuk mengajarkan kepada anaknya betapa pentingnya lingkungan bagi kehidupan makhluk hidup. Ditambah juga dengan adanya penempatan rambu-rambu larangan yang tidak boleh dilakukan di taman, yang disusun dengan menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Serta beberapa papan reklame yang berisi himbauan maupun ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem yang ada disekitarnya.



  
D.    Pendapat Warga Sekitar dan Pengunjung Taman serta Harapan Terhadap Keberadaan Lembah Gurame

Menurut pengunjung yang datang, keberadaan taman ini sangat bagus selain sebagai daerah resapan air, daerah terbuka hijau, sekaligus sebagai tempat edukasi bagi anak-anak. Sebab di taman ini fasilitasnya cukup memadai dan juga dapat menunjang daya berfikir anak-anak. Terlebih lagi ada penanaman pepohonan yang disertai dengan nama-namanya, itu mengajarkan anak-anak untuk tidak hanya mengetahui pohon saja tetapi juga penamaan dari masing-masing pohon yang mereka jumpai. Hanya saja di taman ini masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab terjadap kebersihan dan keindahan taman. Oleh karena itu diharapkan kedepannya tidak ada lagi orang yang melakukan hal yang merugikan bagi lingkungan apalagi kini taman tersebut akan ditambah lagi menjadi lembah gurame ke-2, maka kebersihan juga harus lebih ditingkatkan lagi.
Sementara bagi warga asli daerah tersebut, Antusiasnya masih kurang  sebab pengunjung yang datang justru lebih banyak orang luar dari daerah ini. Karena mereka merasa bahwa taman ini adalaha tanggungjawab pemerintah dan merupakan sarana publik jadi mereka cukup menikmati saja. Namun kini ada beberapa warga yang sudah dipekerjakan untuk mengontrol taman ini, ada yang menjadi petugas parkir dan juga pemerintah menyediakan tempat untuk warga sekitar dalam mencari rezeki dengan berdagang didepan pintu masuk taman ini.
Harapan yang terselip dengan adanya taman ini selain bisa menjadi lahan terbuka hijau, mereka berharap agar beberapa fasilitas ditambah lagi jumlahnya sebab ada sarana yang kurang dari taman ini seperti kursi-kursi untuk diskusi sebab pendopo yang ada masih sedikit, kemudian lobi taman juga belum ada dan juga fasilitas lain yang dapat menunjang keberadaan taman ini. Dengan adanya tahap pembangunan untuk lembah gurame ke-2 yang tepat berada dibelakang taman ini, diharapkan kedepannya bisa ditambah lagi sarana dan prasarananya untuk menjadi taman yang lebih baik, lebih nyaman dan lebih bermanfaat mengingat ini adalah satu-satunya taman terbuka hijau yang ada di Kota Depok.





E.    Referensi

http://www.kota-depok.com/taman-lembah-gurame-pancoran-mas-depok/
http://www.republika.co.id/berita/inpicture/jabotabek-inpicture/15/03/13/nl5l47-menikmati-keasrian-taman-kota-taman-lembah-gurame
http://www.depok.go.id/29/03/2015/09-lingkungan-kota-depok/kenalkan-taman-lembah-gurame-melalui-earth-hour





Ujian Tengah Smester (UTS) Ekologi Manusia_PMI_VI


Ujian Tengah Semester (UTS) Ekologi Manusia

Oleh:  Imam Ramadhan       1112054 000 009

Nurdin Araniri          1112054 000 010

Dwiki Handika          1112054 000 031

 

Taman Ramah Lingkungan, Bintaro Jaya

A.    Bintaro Jaya dan PT Jaya Real Property

Bintaro Jaya dikembangkan sejak tahun 1979 oleh PT Jaya Real Property Tbk (JTP), salah satu anak perusahaan PT Pembangunan Jaya yang sahamnya mayoritas milik Pemda DKI Jakarta. PT Pembangunan Jaya melakukan pembangunan dan manajemen proyek perumahan, properti dan pertamanan, salah antara lain adalah Graha Raya, Puri Jaya, Plaza Bintaro Jaya. Bintaro Jaya sebagai proyek pengembangan perusahaan PT Jaya Real Property Tbk adalah salah satu daerah yang pertama memperkenalkan konsep "kota taman" di Indonesia yang mendapatkan Rekor MURI dan penghargaan dari Gubernur Banten (Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE). Dua puluh enam tahun kemudian, Bintaro Jaya memakai slogan "The Professional's City".[1] Taman kota yang dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property salah satunya adalah Kebayoran Park yang dibangun berdasarkan konsep ekologi dan berwawasan lingkungan. Dengan mengedepankan konsep Ecomunity.


Kebayoran Park memang didesain bukan sekedar menonjolkan kehijauan dan keindahan seperti citra taman selama ini, tapi taman dengan fungsi-fungsi yang lebih luas: menyerap polusi, menambah suplai oksigen kawasan, meresapkan air sebanyak- banyaknya ke dalam tanah.

 

B.    Gambaran Lokasi (Taman Ramah Lingkungan)

Taman ramah lingkungan terletak Kebayoran Park, distrik hunian Kebayoran Residences, Bintaro Jaya, Pondok Aren-Tangerang Selatan (Banten). Kebayoran park merupakan ruang terbuka hijau yang diperuntukan sebagai taman distrik kebayoran hight taman yang memiliki luas 3,4 hektar dibangun untuk memenuhi fungsi ekologis dan sarana aktivitas bagi warga distrik Kebayoran Residence. Sebagai Totally Grenn Park pertama di indonesia yang tercatat dalam rekor muri. Konsep ecommunity sebagai gaya hidup warga bintaro jaya dan konsep taman ramah lingkungan diterapkan dalam.[2]

1.        Green Planning, adalah design perencanaan taman dengan material dan fungsi taman yang ramah lingkungan

2.        Green Open Space, konsep taman dengan fungsi edukasi ekologis ekonomi atau prosperity dan sosial.

3.        Green Water Zero Run Off Ekodrainase dengan menyerap air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah berupa sumur serapan lubang biopori dan polder daur ulang.

4.        Green Energy penggunaan solar cell atau energi matahari untuk lampu penerangan taman dan pompa air, sepeda converter untuk berolahraga sekaligus charging telepon seluler dan wifi.

5.        Green Waste, tempat sampah terpisah organk dan on organik, pengelola sampah dengan komposter dan konsep zero waste 3R (Reduce, Resuse, Recycly).

6.        Green Transportation, pencapaian ke taman secara ramah lingkingan berupa trotoar berjalan kaki jogging trak di taman rute sepeda dan par

7.        Green Building, pembangunan ramah lingkungan pembanunan pos-praktis efesian tidak be ac (siklus udara terbuka teduh pepohonan) kloset dual flash, karn air minum, dinding kaca (penerangan alami).

8.        Green Community, sebagai sarana aktivitas dan interaksi warga berupa plaza untuk aktivits  olahraga dan kesenian, rute dan arkir komunitas sepeda berbagai jenis pepohonan dan satwa untuk komunitas fotografi dan pecinta satwa.

C.    Temuan Ekologi dilapangan

Dilapangan kami menumukan banyak fasiltas yang sangat ramah lingungan, seperti:

1.        Adanya biopori disekitar taman yang berfungsi sebagai sumur sesapan pengendali banjir didaerah tersebut, pembuatan sampah organik, menyuburkan tanaman dan meningkatkan kulitas air.

2.      Adanya sepeda converter yang berfungsi sebagai sarana olahraga dan sekaligus sebagai charge smartphone sehingga energi yang kita keluarkan untuk menganyuh sepeda dirubah menjadi energi listri untuk charge smartphone. Di era smartphone yang bertumbuh pesat sepeda converter sangat tepat. Dengan menggunkan dinoma yang merubah tenaga gerak menjadi tenaga listrik. Selain ramah lingkungan juga bermanfaat.


Sepeda converter yang terletak ditaman sebagai sarana

berolahraga dan sekaligus mengisi daya smartphone.

 

3.      Bangku taman terbuat dari material bekas pagar panel.

4.      Lampu taman dari energi surya dengan solar panel terpusat dipos penjagaan taman. Totally green park tidak menggunakan aliran listrik dari PLN.

5.      Sistem penyiraman menggunkan tenaga surya. Air untuk menyirami tanaman diambil dari tampungan air hujan di polder taman. Air dialirkan menggunkan quick couple.

6.      Wifi taman menggunkan tenaga surya, disediakan secara gratis bagi warga dan pengunjung taman. Wifi taman dikembangkan dengan konsep green energy.

7.      Memisahkan antara sampah organik dan anorgaik.

8.      Adanya kolam/bendungan buatan sebagai pengendali air disekita komplek perumahan.

9.      Seluruh energy listrik taman tidak mengunakan listri dari PLN melainkan dari tenaga surya.

 

D.    Analisis

Jika kita ingin mengatasi krisis dan bencana lingkungan hidup global sekarang ini, maka salah satu upaya yang harus kita lakukan adalah dengan mengembangkan dan mengimplemantasikan tata kelola lingkungan hidup dengan baik (Good environmental governance).[3] Seperti yang dilakukan oleh PT Jaya Real Property pada perumahan di Bintaro jaya, yang tidak hanya membangun perekonomian tetapi juga memperhatikan lingkungan hidup untuk jangka panjang. Alam adalah warisan terbesar dan kita sebagai investornya harus menginvestasikan dana untuk alam ini agar tetap lestari. Banyak hal yang harus dilakukan oleh perusahaan semacam ini, untuk memungkinkan pola hidup masyarakat kota besar agar lebih bisa berlingkungan hidup. Para pengembang mempunyai pengaruh lebib besar untuk membiasakan dan mendesaign lingkungan lebih ramah.

 

E.     Kesimpulan dan Saran

Dizaman modern ini dimana pembangunan semakin cepat, lebih cepat dan  tidak sebanding dengan alam memperbaiki dirinya. PT Jaya Real Property sebagai inisiaotor membawa kabar baik untuk kita terutama bagi pengembangan (devoloper) perumahan. Dimana konsep yang dibawanya sangat ekologis. PT Jaya Real Property bisa menjadi contoh bagi siapa pun yang ingin mengembangan perumahan dengan konsep ekologis yang menyediakan taman sebagai Ruang terbuka Hijau untuk mengendalikan ekosistem perumahan. PT JRP menerapkan pembangunan ekonomi dengan wawasan lingkungan hidup.

Timbul pertanyaan "Apa yang harus kita lakukan?"

1.    Aksi nyata untuk menyelamatkan alam ini dari kerusakan terutama bagi pengembangan perumahan. Tidak hanya memikirkan ekonomi tetapi bagaimana ekonomi berdampingan ekologis.

2.    Merubah prilaku hidup kita agar berpihak kepada lingkungan.

3.    Merubah cara pandang bahwa perumahan yang merusak alam ke cara pandang perumahan berwawasan lingkungan hidup.

Indahnya hidup jika kita bisa hidup berdampingan dnegan alam. Bersahabat dengan lingkungan yang telah memberi kita kehidupan dara Rabb kita. Menjaga keharmonisan sehngga keharmonisan ini bisa kita warisi kepada genarasi setelah kita.

 



[2] Papan nama ditaman Kebayoran Park

[3] A. Sonny Keraf. Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global. Penerbit Kanisius. Jakarta 2010. Hal.153


Ujian Tengah Smester (UTS) Ekologi Manusia_PMI_VI

Ujian Tengah Semester (UTS) Ekologi Manusia

Oleh:  Imam Ramadhan       1112054 000 009

Nurdin Araniri          1112054 000 010

Dwiki Handika          1112054 000 031

 

Taman Ramah Lingkungan, Bintaro Jaya

A.    Bintaro Jaya dan PT Jaya Real Property

Bintaro Jaya dikembangkan sejak tahun 1979 oleh PT Jaya Real Property Tbk (JTP), salah satu anak perusahaan PT Pembangunan Jaya yang sahamnya mayoritas milik Pemda DKI Jakarta. PT Pembangunan Jaya melakukan pembangunan dan manajemen proyek perumahan, properti dan pertamanan, salah antara lain adalah Graha Raya, Puri Jaya, Plaza Bintaro Jaya. Bintaro Jaya sebagai proyek pengembangan perusahaan PT Jaya Real Property Tbk adalah salah satu daerah yang pertama memperkenalkan konsep "kota taman" di Indonesia yang mendapatkan Rekor MURI dan penghargaan dari Gubernur Banten (Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE). Dua puluh enam tahun kemudian, Bintaro Jaya memakai slogan "The Professional's City".[1] Taman kota yang dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property salah satunya adalah Kebayoran Park yang dibangun berdasarkan konsep ekologi dan berwawasan lingkungan. Dengan mengedepankan konsep Ecomunity. Kebayoran Park memang didesain bukan sekedar menonjolkan kehijauan dan keindahan seperti citra taman selama ini, tapi taman dengan fungsi-fungsi yang lebih luas: menyerap polusi, menambah suplai oksigen kawasan, meresapkan air sebanyak- banyaknya ke dalam tanah.

 

B.    Gambaran Lokasi (Taman Ramah Lingkungan)

Taman ramah lingkungan terletak Kebayoran Park, distrik hunian Kebayoran Residences, Bintaro Jaya, Pondok Aren-Tangerang Selatan (Banten). Kebayoran park merupakan ruang terbuka hijau yang diperuntukan sebagai taman distrik kebayoran hight taman yang memiliki luas 3,4 hektar dibangun untuk memenuhi fungsi ekologis dan sarana aktivitas bagi warga distrik Kebayoran Residence. Sebagai Totally Grenn Park pertama di indonesia yang tercatat dalam rekor muri. Konsep ecommunity sebagai gaya hidup warga bintaro jaya dan konsep taman ramah lingkungan diterapkan dalam.[2]

1.        Green Planning, adalah design perencanaan taman dengan material dan fungsi taman yang ramah lingkungan

2.        Green Open Space, konsep taman dengan fungsi edukasi ekologis ekonomi atau prosperity dan sosial.

3.        Green Water Zero Run Off Ekodrainase dengan menyerap air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah berupa sumur serapan lubang biopori dan polder daur ulang.

4.        Green Energy penggunaan solar cell atau energi matahari untuk lampu penerangan taman dan pompa air, sepeda converter untuk berolahraga sekaligus charging telepon seluler dan wifi.

5.        Green Waste, tempat sampah terpisah organk dan on organik, pengelola sampah dengan komposter dan konsep zero waste 3R (Reduce, Resuse, Recycly).

6.        Green Transportation, pencapaian ke taman secara ramah lingkingan berupa trotoar berjalan kaki jogging trak di taman rute sepeda dan par

7.        Green Building, pembangunan ramah lingkungan pembanunan pos-praktis efesian tidak be ac (siklus udara terbuka teduh pepohonan) kloset dual flash, karn air minum, dinding kaca (penerangan alami).

8.        Green Community, sebagai sarana aktivitas dan interaksi warga berupa plaza untuk aktivits  olahraga dan kesenian, rute dan arkir komunitas sepeda berbagai jenis pepohonan dan satwa untuk komunitas fotografi dan pecinta satwa.

C.    Temuan Ekologi dilapangan

Dilapangan kami menumukan banyak fasiltas yang sangat ramah lingungan, seperti:

1.        Adanya biopori disekitar taman yang berfungsi sebagai sumur sesapan pengendali banjir didaerah tersebut, pembuatan sampah organik, menyuburkan tanaman dan meningkatkan kulitas air.

2.      Adanya sepeda converter yang berfungsi sebagai sarana olahraga dan sekaligus sebagai charge smartphone sehingga energi yang kita keluarkan untuk menganyuh sepeda dirubah menjadi energi listri untuk charge smartphone. Di era smartphone yang bertumbuh pesat sepeda converter sangat tepat. Dengan menggunkan dinoma yang merubah tenaga gerak menjadi tenaga listrik. Selain ramah lingkungan juga bermanfaat.

Sepeda converter yang terletak ditaman sebagai sarana

berolahraga dan sekaligus mengisi daya smartphone.

 

3.      Bangku taman terbuat dari material bekas pagar panel.

4.      Lampu taman dari energi surya dengan solar panel terpusat dipos penjagaan taman. Totally green park tidak menggunakan aliran listrik dari PLN.

5.      Sistem penyiraman menggunkan tenaga surya. Air untuk menyirami tanaman diambil dari tampungan air hujan di polder taman. Air dialirkan menggunkan quick couple.

6.      Wifi taman menggunkan tenaga surya, disediakan secara gratis bagi warga dan pengunjung taman. Wifi taman dikembangkan dengan konsep green energy.

7.      Memisahkan antara sampah organik dan anorgaik.

8.      Adanya kolam/bendungan buatan sebagai pengendali air disekita komplek perumahan.

9.      Seluruh energy listrik taman tidak mengunakan listri dari PLN melainkan dari tenaga surya.

 

D.    Analisis

Jika kita ingin mengatasi krisis dan bencana lingkungan hidup global sekarang ini, maka salah satu upaya yang harus kita lakukan adalah dengan mengembangkan dan mengimplemantasikan tata kelola lingkungan hidup dengan baik (Good environmental governance).[3] Seperti yang dilakukan oleh PT Jaya Real Property pada perumahan di Bintaro jaya, yang tidak hanya membangun perekonomian tetapi juga memperhatikan lingkungan hidup untuk jangka panjang. Alam adalah warisan terbesar dan kita sebagai investornya harus menginvestasikan dana untuk alam ini agar tetap lestari. Banyak hal yang harus dilakukan oleh perusahaan semacam ini, untuk memungkinkan pola hidup masyarakat kota besar agar lebih bisa berlingkungan hidup. Para pengembang mempunyai pengaruh lebib besar untuk membiasakan dan mendesaign lingkungan lebih ramah.

 

E.     Kesimpulan dan Saran

Dizaman modern ini dimana pembangunan semakin cepat, lebih cepat dan  tidak sebanding dengan alam memperbaiki dirinya. PT Jaya Real Property sebagai inisiaotor membawa kabar baik untuk kita terutama bagi pengembangan (devoloper) perumahan. Dimana konsep yang dibawanya sangat ekologis. PT Jaya Real Property bisa menjadi contoh bagi siapa pun yang ingin mengembangan perumahan dengan konsep ekologis yang menyediakan taman sebagai Ruang terbuka Hijau untuk mengendalikan ekosistem perumahan. PT JRP menerapkan pembangunan ekonomi dengan wawasan lingkungan hidup.

Timbul pertanyaan "Apa yang harus kita lakukan?"

1.    Aksi nyata untuk menyelamatkan alam ini dari kerusakan terutama bagi pengembangan perumahan. Tidak hanya memikirkan ekonomi tetapi bagaimana ekonomi berdampingan ekologis.

2.    Merubah prilaku hidup kita agar berpihak kepada lingkungan.

3.    Merubah cara pandang bahwa perumahan yang merusak alam ke cara pandang perumahan berwawasan lingkungan hidup.

Indahnya hidup jika kita bisa hidup berdampingan dnegan alam. Bersahabat dengan lingkungan yang telah memberi kita kehidupan dara Rabb kita. Menjaga keharmonisan sehngga keharmonisan ini bisa kita warisi kepada genarasi setelah kita.

 



[2] Papan nama ditaman Kebayoran Park

[3] A. Sonny Keraf. Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global. Penerbit Kanisius. Jakarta 2010. Hal.153

Cari Blog Ini