Sabtu, 18 April 2015

Arianne Sarah_PMI 6_Ekologi Manusia

Tugas Ekologi Manusia

Oleh: Arianne Sarah – 1112054000014

 

Sejarah kelam pernah dialami oleh Jepang ketika dua kota di wilayahnya yakni Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika akibat perang yang saat itu sedang berlangsung. Pengeboman itu mengakibatkan kehancuran yang merata di daerah tersebut dan penduduk didua kota tersebut menjadi korban akibat meledaknya bom atom dan berefek pada munculnya radiasi bom nuklir yang berkekuatan antara 15.000 dan 20.000 ton TNT. Sejarah mencatat bahwa bom nuklir tersebut merupakan pembunuhan massal terdahsyat yang menewaskan 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang lainnya di Nagasaki.  Akibat pengeboman itu, seketika kota Hiroshima hancur berantakan dengan gempa dahsyat dan gelombang panas 4.000 derajat celcius dan manusia-manusia yang mayoritas adalah penduduk tewas terbakar dan tersengat radiasi nuklir.

Maka, saat itu juga kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi kota mati. Bayangkan, Jika seperti manusia saja seketika tewas dengan cepat bagaimana dengan mahkluk hidup lainnya? Pepohonan dan tumbuhan yang dengan ikhlas memberikan oksigen yang baik untuk keberlangsungan hidup manusia malah turut menjadi korban keserakahan manusia? Hingga beberapa waktu kedepan, kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi kota yang panas berbau daging gosong.

Selain jumlah korban tewas setelah diledakkannya bom nuklir yang di jatuhkan oleh Amerika, dampak bom itu pun sampai beberapa tahun kemudian masih sangat terasa.  Sekitar 200.000 orang menyusul tewas karena penyakit-penyakit akibat radiasi, luka bakar stadium tinggi, kanker dan leukemia serta masih banyak penyakit-penyakit lainnya. Dampak radioaktif ini pun mencapai 20 km dari lokasi jatuhnya bom tersebut. Sehingga energi panas yang tersebar menyelimuti kota Hiroshima dan sekitarnya dalam radius 1 km menjadinya seperti bara api. Bahkan dalam radius 1 km segala sesuatu menjadi abu. Sedang pada radius 4 km, bangunan dan manusia terpanggang api. Pada radius 8 km manusia dan bangunan mengalami luka bakar parah. Setelah itu, muncul gelombang ledakan dengan kecepatan 1000 km/jam pada radius 2 km yang menerbangkan segala sesuatu dari 90.000 bangunan di kota hirosima, 62.000 bangunan hancur lebur.

Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, yakni melarang negara itu memiliki senjata nuklir dengan tidak ikut memproduksi ataupun memiliki senjata nuklir karena belajar dari tragedi yang menimpa negaranya.

Pelajaran yang dapat diambil untuk Indonesia terhadap perang yang dialami Jepang ini seharusnya dapat membuat Indonesia lebih berhati-hati. Artinya, kemajuan dalam bidang iptek, dan teknologi pada dasarnya baik selagi dapat digunakan untuk hal-hal yang baik pula. Akan tetapi bisa menjadi malapetaka apabila digunakan untuk menghancurkan pihak-pihak tertentu demi kepentingan golongan. Finally, sudah saatnya mengembalikan bumi pada kapasitasnya semula. Sudah saatnya segala kebijakan harus berlandaskan pada ekologi lingkungan dan ekologi manusia sebagai cara menghargai alam demi  dapat hidup selaras dengan alam. -

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini