Minggu, 28 April 2013

Media Cetak dan Media Konvensional_Daniella Putri Islamy

Nama   : Daniella Putri Islamy (109051000176)
Kelas   : KPI 6 F

Media Cetak dan Media Konvensional

1.      Pendahuluan

Media merupakan bentuk jamak dari "medium", media berasal dari bahasa latin. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Dalam ilmu komunikasi, media bisa diartikan sebagai saluran, sarana penghubung, dan alat-alat komunikasi.[1]  Menurut Marshall McLuhan dalam bukunya yang bejudul "Understanding Media", media merupakan perluasan jangkauan manusia. Dimana setiap yang ada di sekitar kita merupakan media, seperti tangan kita, ini merupakan media perantara paling sederhana yang sering kita pakai selain hal-hal yang ada di tubuh kita yang dapat memperluas jangkauan manusia.[2]
Semakin bertambahnya kemajuan  teknologi informasi, maka semakin canggih pula media yang dapat menunjang informasi. Media cetak sebagai salah satu sumber informasi merupakan suatu alat yang digunakan sebagai perantara untuk menginformasikan suatu hal atau masalah kepada masyarakat dalam bentuk cetak.
Media konvensional adalah  media yang melatari adanya media-media baru yang sekarang banya bermunculan di era perkembangan zaman ini. Media konvensional menjadi arus utama yang pengaruhnya cukup besar untuk dunia komunikasi.

2.      Metode Studi

Metode yang penulis gunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode studi pustaka. Penulis melakukan pencarian terhadap bahan bacaan yang sesuai dengan judul materi yaitu "Media Cetak dan Media Konvensional" dari buku karya Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: Grasindo, 2004), Sr. Maria Assumpta Rumanti, Dasa-dasar Public Relations (Teori dan Praktik), (Jakarta, Grasindo, 2005), dan dari data yang mendukung seperti jurnal pada internet.

3.      Analisis

Secara harafiah media cetak diartikan sebagai sebuah media penyampai informasi yang terkait dengan kepentingan masyarakat luas secara tertulis. Dalam menyampaikan sebuah informasi, media cetak menyampaikannya secara detail dan terperinci. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna. Di dalamnya berisikan dokumen atas segala rekaman peristiwa yang diubah dalam bentuk tulisa dan foto atau gambar. [3]Jenis media cetak yang ada di Indonesia di kategorikan ke delapan bagian, yaitu:[4]
·           Surat Kabar Harian
Jenis media cetak ini terbit setiap hari, jenis media cetak seperti ini masih dibagi lagi menjadi jenis informasi yang menyampaikan berita dengan sistem straight news atau apa adanya.
·           Surat Kabar Mingguan
Media cetak ini lebih dikenal dengan sebutan tabloid, berita yang diangkat adalah berita hiburan atau liputan mendalam. Tulisannya lebih deskriptif atau feature.
·           Majalah Mingguan
Terbit seminggu sekali, berita yang diangkat tentang sebuah peristiwa.
·           Majalah Tengah Bulanan
Terbit sebulan dua kali, beritanya bersifat informatif dengan menuliskan berita tentang gaya hidup.
·           Majalah Bulanan
Terbit sekali dalam sebulan, berita yang disampaikan biasanya termasuk investigatif.
·           Majalah Dwibulanan
Terbit dalam dua bulan sekali, informasi yang disampaikan terkait dengan laporan dari hasil aktivitas sesuatu.
·           Majalah Tribulanan
Konsepnya hampir sama dengan majalah dwi bulanan, yang membedakan hanya waktu terbit.
·           Bulletin
Media cetak ini biasanya dibuat untuk kalangan tertentu saja. Media ini biasanya hanya terdiri dari beberapa halaman, serta dibuat dengan konsep sederhana.
Media konvensional adalah  media yang sudah terbiasa dipergunakan yaitu media kertas atau media tekstual atau dikenal sebagai Human readable.  Seiring berkembangnya zaman, media konvesional tergantikan dengan adanya new media (media baru) yang merupakan sebuah  inovasi dari  pemikiran modern berupa media sosial. Walaupun sekarang media baru lebih di gandrungi masyarakat khususnya kaum anak-anak sampai remaja, tetapi tidak akan pernah menggusur sebuah media konvensional. Buktinya sampai saat ini masih banyak pedagang koran dan majalah, itu sebagai bukti bahwa media konvensional tidak termakan oleh zaman.






[1] Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta, Grasindo, 2004) hal: 28
[3] Sr. Maria Assumpta Rumanti, Dasa-dasar Public Relations (Teori dan Praktik), (Jakarta, Grasindo, 2005), hal 56

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini