Selasa, 20 Mei 2014

Yusmar Abdillah_Tugas7_TOR DAN Hasil Penelitian Ke-3

PRILAKU MASYARAKAT TERHADAP LANSIA DIDAERAH BINTARO

Latar Belakang

Pengertian lansia (Lanjut Usia) adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagai mana di ketahui, ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyai kemampuan reproduksi dan melahirkan anak. Ketika kondisi hidup berubah, seseorang akan kehilangan tugas dan fungsi ini, dan memasuki selanjutnya, yaitu usia lanjut, kemudian mati. Bagi manusia yang normal, siapa orangnya, tentu telah siap menerima keadaan baru dalam setiap fase hidupnya dan mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi lingkunganya (Darmojo, 2004).


Pengertian lansia (lanjut usa) menurut UU no 4 tahun 1965 adalah seseorang yang mencapai umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain (Wahyudi, 2000) sedangkan menuru UU no.12 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun (Depsos, 1999). Usia lanjut adalah sesuatu yang harus diterima sebagai suatu kenyataan dan fenomena biologis. Kehidupan itu akan diakhiri dengan proses penuaan yang berakhir dengan kematian (Hutapea, 2005).

Sedangkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pengertian lansia digolongkan menjadi 4, yaitu:

  1. Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun
  2. Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun
  3. Lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun
  4. Lansia sangat tua (very old) diatas 90 tahun

Lansia (lanjut usia) adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999). Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994).Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998).

Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ.



Pertanyaan Penelitian

1.Seberapa besar rasa kepedulian masyarakat terhadap lansia?

2.Apakah lansia tersebut merasa nyaman jika berada dilingkungan seperti ini?



Metode Penelitian

Metode yang digunakan ialah metode Kualitatif. Karena datanya berdasarkan cara kerja dan cenderung menggunakan analisis dan tidak menggunakan uji statistik atau menghitung. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini ialah wawancara dan pertanyaan-pertanyaan,



Teori Yang Digunakan

Landasan teori yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah teori Emile Durkheim, karena melihat perubahan sosial yang terjadi yang mengubah kehidupan masyarakat pada fase-fase lanjut usia.



Area Riset

Penelitian dilakukan di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Penelitian ini didapatkan setelah mengamati beberapa tempat dan juga mewawancarai beberapa warga yang tinggal dilingkungan sekitar





Narasumber

Nama               : Sofyan Perwira

Pekerjaan         : Wiraswasta

Usia                 : 32 tahun



Pertanyaan Lapangan

1.      Apa pendapat anda tentang lansia?

2.      Apakah kebutuhan mereka tercukupi?

3.   Menurut anda apakah mereka merasa nyaman?

4.  Kebijakan apa saja yang telah dilakukan warga untuk mereka?



Jawaban Pertanyaan Lapangan

1.       Menurut saya lansia adalah sosok yang harus kita perhatikan dan bantu. meskipun bukan keluarga sendiri mereka tetap manusia dan sudah kita ketahui kelak kita akan menjadi seperti mereka.

2.       Menurut saya tidak karena biarpun usia mereka sudah tua mereka juga masih ingin memakan makanan sesuai kemauan mereka tetapi mereka jarang mendapatkan yang mereka mau.seperti popok pun yang saya tau jarang mereka pakai

3.       Kalau berbicara kenyamanan menurut saya sedikit,karna banyak hal yang mereka ingin lakukan tetapi mereka tidak bisa lakukan karena jarang ada yang mau menolong

4.       Kebijakan paling disetiap melaksanankan acara masyarakat setempat selalu melakukan santunan untuk lansia dan anak yatim maupun piatu.tetapi mereka sering ikut pengajian rutin ibu-ibu dimusholah juga

Kesimpulan

Dari hasil penelitian diatas bisa saya simpulkan,kepedulian masyarakat terhadap lansia yang berada dilingkungan sekitar saya rasa kurang adanya penyadaran karena lansia yang berada dilingkungan sekitar sering merasa terbatas untuk melaksanakan yang mereka inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini