Sabtu, 10 Mei 2014

FittaFauziah_TugasVI_Tor PenelitianTema ke2

Pendahuluan
Latar Belakang
Fenomena anak jalanan sebetulnya sudah berkembang lama, tetapi saat ini semakin menjadi perhatian dunia, seiring dengan meningkatnya jumlah anak jalanan di berbagai kota besar di dunia. Di Indonesia,saat ini diperkirakan terdapat 50.000 anak, bahkan mungkin lebih, yang menghabiskan waktu yang produktif dijalanan.



Sementara itu, Departemen Sosial (dalam Terloit 2001) membuat suatu
definisi operasional dari anak jalanan, yaitu anak yang menghabiskan
sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah dan berkeliaran di
jalanan dan tempat- tempat umum lainnya. Mereka biasanya berusia 6 –
18 tahun, masih sekolah atau sudah putus sekolah, tinggal dengan
orangtua maupun tidak, atau tinggal di jalanan sendiri maupun dengan
teman- temannya, dan mempunyai aktivitas di jalanan, baik
terus-menerus maupun tidak.

Beberapa faktor utama, yang diakui oleh masyarakat dan beberapa tokoh,
yang menyebabkan timbulnya anak jalanan, antara lain kemiskinan,
disfungsi keluarga, dan kekerasan dalam keluarga. Berdasarkan uraian
di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana gambaran
konsep diri anak jalanan usia remaja dan mengapa konsep diri tersebut
dapat terbentuk. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk
memberi gambaran konsep diri pada anak jalanan usia remaja serta
bagaimana konsep diri tersebut terbentuk.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan teori Karl Marx karena penelitian ini
terkait kelas sosial, keikut sertaan subjek dalam masalah sosial,
penulis pun merekomendasikan untuk dapat berkontribusi menyelesaikan
masalah sosial ini. Pendekatan Penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif di
sini berupa studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang
anak jalanan yang sudah putus hubungan dengan keluarganya, dan
berpartisipasi penuh di jalanan, baik secara sosial maupun ekonomi dan
berusia remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini