Selasa, 03 November 2015

TUGAS UTS,,KULIAH LAPANGAN (JURNALISTIK & KPI SMST 1)

LAPORAN HASIL KULIAH LAPANGAN

SOSOK PEDULI YATIM

MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI

 

 

 

Disusun Oleh :

Kabir Al-Fadly Habibullah/KPI 1A                   (11150510000011)

    Faisal Akbar/Jurnalistik 1B                               (111505100000168) 

Talia Tri Ananda/KPI 1B                                   (11150510000048)

Hilma Nur Alifah         /Jurnalistik 1A                       (11150510000040)

 

 

 

 

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2015 M


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Permasalahan       

            Dewasa ini permasalahan sosial kian lama kian memperihatinkan. Dekadensi moral, kesenjangan sosial, kemiskinan, konflik antar kelompok sosial, kekerasan, dan lain sebagainya hadir menghiasi sendi-sendi kehidupan kita. Tak perlu jauh-jauh ke pelosok daerah atau bahkan daerah rawan gesekan sosial. Hanya tinggal menengok ke lingkungan sekitar rumah kita pasti dengan cepat kita akan menemukan beberapa kondisi-kondisi seperti demikian. Bahkan beberapa diantara itu telah masuk tidak hanya di lingkungan masyarakat namun juga di dalam rumah kita.

            Kondisi sosial masyarakat pun berbeda dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi di lingkungan mereka, karena memang permasalahan yang terjadi memang sangat berbeda-beda, beragam dan cukup kompleks. Setiap dari kita pasti selalu berusaha untuk keluar dari setiap masalah yang ada. Mencari solusi dan jalan keluar terbaik untuk memecahkan apa yang terjadi di masyarakat. Utamanya dewasa ini di tengah maju dan pesatnya nya perkembangan dunia modern, diiringi dengan kemajuan teknologi namun tak beriringan dengan meningkatnya kesejahtreraan dan kenyamanan hidup masyarakat.

            Termasuk sebuah daerah di salah satu pinggiran Kota Tangerang, yakni Larangan Utara. Tidak seperti daerah lain di Kota Tangerang. Daerah ini seolah kehabisan ide untuk mengurusi salah satu kelompok masyarakat yang ada di daerahnya yaitu anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Anak yatim dan kaun dhuafa di daerah ini tidak memiliki wadah sebagai tempat mereka berteduh dan mengekspresikan diri guna menyambung hidup mempersiapkan masa depan, pasca ditinggal orang tua mereka. Banyak diantara mereka yang putus sekolah, keluyuran tidak jelas atau sekalipun sekolah. Siangnya setelah sekolah tidak ada kegiatan yang positif yang mereka dapat lakukan, hanya sekedar nongkrong, main, dan kegiatan lain yang tidak jelas dan tidak bermanfaat.

            Kondisi demikian membuat salah seorang dari kita bersama rekannnya berinisiatif merintis dan membangun sebuah yayasan yang didalamnya nanti mampu hadir sebagai orang tua kedua, dalam tanda kutip. Juga sebagai wadah dan tempat berekspresi para anak yatim. Dan juga sebagai tempat belajar agama sebagai bekal bagi kehidupan mereaka kedepan. Yayasan ini ingin hadir menjembatani mimpi mimpi mereka, sebagai sebuah yayasan yang turut andil dalam memasyarakatkan masyarakat.

            Atas dasar dan alasan-alasan itulah kami tertarik untuk meneliti bagaimana keadaan sosial para yatim dan juga kiat dan peran yang dilakukan orang-orang hebat tersebut dalam mengabdikan diri pada masyarakat sekitar di tengah kesibukan mereka yang luar biasa utamanaya mengurusi dan membina generasi bangsa yang satu ini yakni para yatim. Yang hadir dan ada di tengah-tengah kita semua. Dan kami mengambil tema yang kedua soal individu pembawa perubahan dan memberi judul "Sosok Peduli Yatim". Yang semoga tugas dan kuliah lapangan ini dapat bermanfaat.

B.     Pertanyaan Penelitian

            Dari berbagai masalah yang terjadi di masyarakat tersebut. Kami berusaha mengerucutkan point-point dan titik penting yang terjadi di masyarakat utamanya di daerah tersebut lebih-lebih lagi berkaitan dengan tujuan dilakukannya penelitian ini. Mengacu kepada seorang tokoh yang dapat memberikan angin segar bagi keadaan sosial masyarakat. Dapat menjadi (agent of change). Yang tentu tidak semua orang dapat lakukan itu semua. Karena berbagai hal dan pertimbangan.

            Kemudian pula mengenai objek kajian yang menjadi pelengkap data soal peran dan tindakan sosial yang dilakukan subjek penelitian. Yaitu sebuah kondisi masyarakat yang sangat dinamis yang menarik apabila kita melakukan sebuah kajian tentang apa yang ada di dalamnya. Kondisi para yatim sebelum dan setelah adanya sebuah yayasan yang menaungi mereka tentu akan ada perbedaan yang sangat signifikan. Belum lagi tanggapan sosial masyarakat mengenai hadirnya yayasan dan faktor yang membantu tumbuh kembang yayasan hingga sekarang ini.

            Yang kesemuannya dari data tersebut dapat kami jadikan pertanyaan sekaligus tujuan penelitan yang nantinya akan melahirkan banyak pertanyaan yang akan mampu menjawab pertanyaan utamanya. Yang setelah itu, setelah mendapat data primer dari narasumber baru kita bisa berikan sebuah analisis tentang pertanyaan penelitian kita untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu.

            Maka kami membuat dua buah pertanyaaan utama untuk  penelitian yakni:

a.       Bagaimana kondisi sosial dan keadaan anak-anak yatim di daerah Larangan Utara?

b.      Apa tindakan dan peran yang dilakukan oleh narasumber dalam mengelola anak-anak yatim tersebut?

            Dari sinilah kemudian pertanyaan ini berkembang dan meluas sehingga mampu menurunkan banyak pertanyaan-pertanyaaan kecil yang akan menjadi bahan dialog atau wawancara dengan narasumber dan juga bahan analsis penelitian

            Pertanyaan penelitian ini kami simpulkan semata-mata untuk mendapat hasil terbaik dari kegiatan penelitian ini yang dimaksudkan untuk mendapat data yang sejelas-jelastnya dari narasumber tentang peran, tindakan dan upaya narasumber dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah sosial berupa tidak ada sebuah wadah, tempat yang menaungi para anak yatim dalam hal kegiatan ekspresi dan spiritual yang akan membantu membekali mereka kedepan di tengah kondisisosial masyarakat yang tentunya akan lebih kompleks lagi dan banyak tantangannya.

            Inilah masalah yang dapat kami jadikan bahan untuk pertanyaan penelitian yang akan mampu menganilisis apa saja tindakan dan kondisi sosial masyaakat yang terjadi. Khususnya anak yatim serta kaum dhuafa di daerah Larangan Utara.

 

C.    Metode Penelitian

            Salah satu metode pengumpulan data adalah dengan jalan wawancara, yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden atau narasumber. Cara inilah yang banyak dilakukan di Indonesia belakangan ini. Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Data semacam itu merupakan tulang punggung suatu penelitian survey.

            Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian

            Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Tanya jawab 'sepihak' berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat mengetahuibahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.

            Pada penelitian, wawancara dapat berfungsi sebagai metode primer, pelengkap atau sebagai kriterium. Sebagai metode primer, data yang diperoleh dari wawancara merupakan data yang utama guna menjawab pemasalahan penelitian. Sebagai metode pelengkap, wawancara berfungsi sebagai sebagai pelengkap metode lainnya yang digunakan untuk mengumpulkan data pada suatu penelitian. Sebagai kriterium, wawancara digunakan untuk menguji kebenaran dan kemantapan data yang diperoleh dengan metode lain. Itu dilakukan, misalnya, untuk memeriksa apakah para kolektor data memeang telah memperoleh data dengan angket kepada subjek suatu penelitian, untuk itu dilakukan wawancara dengan sejumlah sample subjek tertentu.

            Dan metode inilah yang kita ambil dan jadikan bahan utama dalam penelitian ini. Kita mempersiapkan diri dengan sebuah topik umum lalu mengerucutkannya menjadi pertanyaan peneitian dan dari pertanyaaan penelitian itulah kami mendapatkan turunan berupa anak-anak pertanyaan yang kemudian kami jadikan bahan untuk menggali informasi sebanyak mungkin kepada narasumber untuk mnjawab pertanyaan penelitian kami. Dengan metode ini kami mendaptkan data primer yang memuaskan yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah yang terjadi dan solusinya.

 

 

D.    Tinjauan Teoritis

Secara bahasa "yatim" berasal dari bahasa arab. Dari fi'il madli "yatama" mudlori' "yaitamu"  dan mashdar " yatmu" yang berarti : sedih. Atau bermakana : sendiri. Adapun menurut istilah syara' yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa, berdasarkan sebuah hadits yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan seorang disebut yatim, Ibnu Abbas menjawab:

وكتبت تسألنى عن اليتيم متى ينقطع عنه اسم اليتم ، وإنه لا ينقطع عنه اسم اليتم حتى يبلغ ويؤنس منه رشد
(
رواه مسلم )

Dan kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa. Sedangkan kata piatu bukan berasal dari bahasa arab, kata ini dalam bahasa Indonesia dinisbatkan kepada anak yang ditinggal mati oleh Ibunya, dan anak yatim-piatu : anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya. Didalam ajaran Islam, mereka semua mendapat perhatian khusus melebihi anak-anak yang wajar yang masih memiliki kedua orang tua. Islam memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa memperhatikan nasib mereka, berbuat baik kepada mereka, mengurus dan mengasuh mereka sampai dewasa.  Islam juga memberi nilai yang sangat istimewa bagi orang-orang yang benar-benar menjalankan perintah ini.

Secara psikologis, orang dewasa sekalipun apabila ditinggal ayah atau ibu kandungnya pastilah merasa tergoncang jiwanya, dia akan sedih karena kehilangan salah se-orang yang sangat dekat dalam hidupnya. Orang yang selama ini menyayanginya, memperhatikannya, menghibur dan menasehatinya. Itu orang yang dewasa, coba kita bayangkan kalau itu menimpa anak-anak yang masih kecil, anak yang belum baligh, belum banyak mengerti tentang hidup dan kehidupan, bahkan belum mengerti baik dan buruk suatu perbuatan, tapi ditinggal pergi oleh Bapak atau Ibunya untuk selama-lamanya.

Kemudian yayasan adalah  Yayasan (Inggris: foundation) adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. Di Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-undang ini, dan Presiden RI Megawati Soekarno Putri mengesahkannya pada tanggal 6 Oktober 2004

Dan pada kali ini kami akan menganalisis masalah ini menurut pandangan teori Max`Webber tentang tindakan sosial. Teori Tindakan Sosial Menurut Max Weber yakni  paradigma definisi sosial ini salah satu aspeknya yang sangat khusus dengan kata laini, mengartikan sosiologi sebagai studi tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial. Inti tesisnya adalah "tindakan yang penuh arti" dari individu. Tindakan sosial yang dimaksud Weber dapat berupa tindakan yang nyata-nyata diarahkan kepada orang lain. Juga dapat berupa tindakan "membatin" atau bersifat subyektif yang mungkin terjadi karena pengaruh positif dari situasi tertentu, atau merupakan tindakan perulangan dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa, atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu.

BAB II

            GAMBARAN UMUM SUBYEK DAN OBYEK KAJIAN

 

A.    Profil Umum Subyek dan Obyek

 

Bapak H.Muhammad Nurokhman MA lahir pada 1 mei 1967 di Pemalang. Bapak H.Nurokman tamat pendidikan sekolah dasar pada tahun 1981 di MTS Pemalang,dilanjutkan dengan pendidikan menengah pertama dan lulus pada tahun 1984,kemudian melanjutkan di PGA atau setara dengan Sekolah Mengengah Pertama di Pekalongan dan lulus tahun 1987.Bapak H.Nurokhman kemudian melanjutkan pendidikan S1 nya di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Tarbiyah ,Jurusan Pendidikan Agama Islam) yang lulus pada tahun 1991,lalu melanjutkan kembali pendidikan S2 nya di Universitas Islam Jakarta( Fakultas Pendidikan Islam) dan lulus pada tahun  2002.

Bapak H.Nurokman pada tahun 1992 telah menjadi guru agama islam  tetap di Yayasan Pesantren Islam Al-azhar hingga saat ini.Bapak H.Nurokhman menikah pada tahun 1994 dan telah mempunyai 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki.Bapak H.Nurokhman sehari-hari selain menjadi guru agama islam di Al-Azhar,beliau sangat aktif menjadi pengurus Masjid,selain itu Bapak H.Nurokhman juga memiliki Biro Haji dan Yayasan Gemilang Bersama yang sangat membawa perubahan bagi masyarakat sekitar.

Yayasan Gemilang Bersama berlokasi di Larangan Indah Bulakwareng, Komplek Taman Asri JL.Sejahtera Kota,Cipadu.Yayasan Gemilang Bersama berlokasi sangat strategis dan mudah dijangkau.Sejarah Yayasan Gemilang Bersama berawal dari sebuah Taman Pendidikan Al-quran (TPQ) yang didirikan oleh bapak.H.Muhammad Nurokhman,MA yang kemudian berkembang menjadi Yayasan Gemilang Bersama yang didalamnya terdapat  pondok pesantren pendidikan.

Menurut Bapak H.Nurokhman awal mula berdirinya Yayasan Gemilang Bersama ini berawal dari rasa keterpanggilannya terhadap lingkungan yang kian hari kian memprihatinkan.Disamping itu di daerah Larangan Kota saat itu belum ada sebuah lembaga pendidikan yang representativ untuk mendidik generasi-generasi yang akan datang dan juga  belum adanya lembaga yang menaungi para anak yatim dan kaum duafa yang masih banyak berkeliaran dijalanan dan tidak mempunyai tempat perlindungan.

Pada tanggal 15 Januari 1997  dengan ucapan "Bismillahirahmanirahim" Bapak. H. Nurokhman melangkahkan kakinya untuk membangun Yayasan Gemilang Bersama tersebut.Dengan bermodal semangat dan niat yang kuat dengan tekad dan bertaqwa kepada Allah serta respon dari masyarakat yang baik maka didirikanlah Yayasan Gemilang Bersama.Semakin hari semakain banyak santri yang latar belakangnya anak anak yatim dan kaum dhuafa yang bergabung di Yayasan Gemilang Bersama,para santri diberikan pendidikan gratis dan pendidikan keterampilan oleh Yayasan Gemilang Bersama sedangkan para kaum dhuafa diberikan pendidikan keterampilan saja

Para santri setiap harinya bersekolah dan kemudian pulang ke Yayasan Gemilang Bersama untuk diberikan pendalaman materi tentang keagamaan dan keterampilan lainnya,para anak yatim dan kaum dhuafa pun diajarkan mengaji.Yayasan Gemilang Bersama tidak membatasi jumlah anak asuhnya Yayasan Gemilang Bersama membebaskan siapapun yang ingin bergabung di yayasan tersebut.

Yayasan Gemilang Bersama sangat dianggap positif oleh masyarakat sekitar dan banyak masyarakat sekitar yang mereferensikan Yayasan Gemilang Bersama dari mulut ke mulut sehingga banyak anak asuh dan para kaum dhuafa yang berasal dari luar kawasan Larangan Kota bahkan dari Bekasi,Depok,Bogorpun banyak yang berdatangan yang ingin ikut bergabung di Yayasan Gemilang Bersama.Maka pada Tahun 2001 Yayasan Gemilang Bersama diresmikan secara hukum dan Yayasan Gemilang Bersama telah memiliki izin resmi pembangunan yayasan yang legal

 

Peraturan dan Tata Tertib di Yayasan Gemilang Bersama.

            Dalam suatu lembaga pendidikan seperti asrama yang mengingatkan terwujudnya kegiatan pembelajaran yang berjalan lancar serta adanya kehidupan yang tertib dan tenang sesuai dengan tujuan yang diinginkan,maka tentunya harus mempunyai peraturan peraturan yang harus ditaati oleh para santri dan kaum dhuafa .Adapun peraturan di Yayasan Gemilang Bersama adalah sebagai berikut:

 

Kewajiban

1.      Sholat tahajjud berjamaah

2.      Sholat berjamaah 5 waktu

3.      Istighosah sebelum maghrib

4.      Yasin dan Asmaul Husna

5.      Mengikuti pengajian diniyah

6.      Mengikuti pendidikan intensif

7.      Berakhlakul karimah

8.      Menjaga kebersihan lingkungan

9.      Uang saku dibagikan satu minggu sekali(setiap hari jumat malam)

 

Larangan-Larangan

1.      Tidak mengambil barang  milik orang lain/hak milik orang lain

2.      Keluar asrama di atas jam 21.00 WIB

3.      Berpergian tanpa izin dari dewan Asatidz

4.      Tidak melihat tv kecuali hari libur

5.      Membawa Handphone

6.      Berambut gondrong dan berkuku panjang

Sanksi

1.    Sanksi diberikan oleh divisi dewan Asatidz

2.    Kadar sanksi sesuai pelanggaran yang di lakukan.

 

Keadaan tenaga pengajar Yayasan Gemilang Bersama.

            Keadaan tenaga pengajar di Yayasan Gemilang Bersama ialah tenaga pengajar yang profesional dibidangnya.Yayasan Gemilang Bersama memilik 8 tenaga pengajar edukatif dan 5 tenaga pengajar keterampilan.Tenaga pengajar di Yayasan Gemilang Bersama berhasil membina para santrinya dalam bidang keterampilan  dan juga edukativ yang membawa hasil sangat baik,berguna dan positive bagi para santrinya.Tenaga Pengajar di Yayasan  Gemilang  Bersama semuanya berlulusan S1.

 

B.     Lokasi Kajian

                        Lokasi kajian penelitian yang dilakukan untuk pengambilan data dan informasi terbagi menjadi 2 tempat yaitu di Yayasan Gemilang Bersama dan di rumah kediaman Bapak H.Nurokhman dengan instrument yang dipergunakan adalah penelitian sendiri.Teknik pengumpulan data melalui wawancara, analisis kelompok  serta studi dokumentasi. Wawancara  dilakukan dengan maksud untuk memperoleh informasi sedetail dan subyektif dari narasumber   mengenai berbagai aspek,faktor,dan kegiatan dalam kajian makalah di lokasi.Untuk itu peneliti berperan sebagai pewawancara yang aktif melalui kegiatan percakapan,penggalian data dan informasi yang diperlukan.Selanjutnya analisis kelompok merupakan penggalian data dan informasi yang dilakukan sendiri oleh kelompok sehubungan dengan focus kajian makalah,dan diakhiri dengan studi dokumentasi.Studi dokumentasi  dilakukan dengan mempelajari berbagai dokumen yang berkaitan dengan focus kajian makalah.Dalam prakteknya,keempat kegiatan tersebut dilakukan secara bersamaan,seperti dalam melakukan wawancara disertai juga dengan analisis kelompok dan studi dokumentasi.Dengan demikian,data dan informasi betul-betul representatif,akurat dan terpercaya.

            Tahap orientasi merupakan tahap awal dari proses penelitian dengan melakukan prasurvei ,kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran mengenai lokasi,permasalahan dan untuk menklasifikasikan fokus kajian makalah.Setelah itu dilakukan wawancara dan analisis kelompok kepada beberapa komponen pendidikan yang diperkirakan menguasai permasalahan yang akan diteliti.Konteks analisis kelompok  ini masih bersifat umum agar peneliti memperoleh gambaran yang luas,menemukan hal-hal yang khas,penting dan sangat berguna yang akan dijadikan fokus kajian makalah yang sesungguhnya.Setelah peneliti memperoleh kajian makalah yang secara akurat,selanjutnya proses pengkajian menuju pada tahap eksploitasi melalui pelaksanaan wawancara yang lebih mendalam agar mendapatkan informasi dari narasumber yang berfokus kepada masalah dalam kajian makalah,lebih berstruktur dan didasarkan pada hasil analisis kelompok pada tahap wawancara di lokasi.

            Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya Yayasan Gemilang Bersama ada di sebuah daerah, Larangan Utara. Dimana pada dasarnya kondisi sosial masyarakatnya umumnya sama dengan daerah yang lain. Namun sebelum adanya Yayasan Gemilang Bersama tidak ada sebuah lembaga yang secara intens mengelola dan memfasilitasi anak yatim di daerah tersebut apalagi sampai menyekolahkan dan menanggung biaya hidupnya.  Namun kini Yayasan Gemilang Bersama hadir sebagai wadah dan fasilitator bagi anak-anak yatim di daerah tersebut. Sebagai tempat bernaung, belajar dan menjadi keluarga sekaligus teman bagi anal-anak yatim setelah mereka pulang sekolah. Dengan kegiatan mendalami agama dan lainnya seperti pengembangan bakat juga pendalaman spiritual.

 

BAB III

ANALISIS HASIL

            Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan.Sosiologi ini mengkaji secara sistematis perilaku manusia dalam bermasyarakat.Memeriksa pengaruh sikap dan tingkah laku manusia dalam hubungan sosial.Maka sosiologi merupakan suatu ilmu yang melibatkan dirinya dengan penafsiran dan pemahaman tindakan manusia secara sensitif. Definisi Weber yang terkenal tentang tindakan tersebut adalah sebagai berikut " suatu tindakan sosial itu merupakan suatu tindakan yang subjektif yang juga meliputi tindakan yang lainnya" dan diorientasikan dalam bentuk tindakan sosial.Weber menolak bahwa sosiologi tidak lebih dari sekedar formform,melainkan arti sosial itu sendiri.Dia sepakat bagaimanapun bahwa satuan analisis begitu di tetapkan menjurus pada kajian ilmiah murni dengan metode yang sama. Weber setuju sosiologi berurusan dengan persolan makna, akan tetapi dia tidak setuju bahwa sosiologi tidak memerlukan prosedur ilmiah.

            Melalui kejadian empiric Weber mendapat bayangan secercah sinar dari ketetapan empiris berkaitan dengan apa-apa yang ya atau tidak dalam kasus tertentu itu,menstabilkan tindak tanduk secara rasional,etikal,efektif atau model tradisional tak diragukan Weber hidup untuk melaksanakan projgramnya suatu sosiologi murni,analisinya mengenai isu-isu seperti yang di kemukakan merupakan salah satu yang paling fundamental dari permasalahan-permasalahan teoritisnya.Langkah teortis berikutnya dalam sosiologi Weber pengenalan konsep dasar untuk membuat peralihan dari aksi-aksi perolehan terhadap pola-pola perilaku.Ini merupakan konsep penting ilnmu seseorang berubah secara serta merta dari aksi sosial ke orang sosial atau kelompok-kelompok sosial atau lembaga-lembaga dan komunitas-komunitas.

             Sosiologi, dalam arti yang dalam hal ini digunakan kata  yang sangat ambisius, yaitu mengupayakan pemahaman interpretative mengenai tindakan sosial dalam kerangka menghadirkan ekplanasi kausal mengenai tindakan sosial dan pengaruh pengaruhnya Seperti para Idealis,ia menafsirkan, sosiologi dengan pengetahuan kausal.Hal ini muncul lagi konsep aksi/tindakan.Tindakan sosial adalah sejauh dengan makna subyektif yang dilakukan padanya dengan aksi orang atau orang-orang tertentu,menempatkan perilaku orang lain pada tempatnya.

            Kini kita dapat mengartikan dari pelajaran sosiologi ini bahwa manusia tidak mampu berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.Seperti magnet yang saling tarik menarik,manusia butuh kesinambungan terhadap masyarakat lainnya.Namun tindakan sosial yang merupakan teori milik Max Weber tidak banyak kita temui di berbagai hal-nya lingkugan bermasyarakat.Dengan realita yang ada bahwa tidak seluruh masyarakat sekitar mempunyai sebuah emosionalitas yang tinggi terhadap lingkungannya.Kenyataan yang dapat  kita ketahui secara jelas bahwa angka masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungannya lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat yang mempunyai emosionalitas terhadap lingkungan setempat.

            Namun tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang mempunyai emosionalitas yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.Bahkan bukan hanya di kalangan tempat tinggalnya saja akan tetapi di beberapa tempat tinggal masyarakat lainnya yang terlihat sangat minim akan kehidupan pokoknya, terutama dalam persoalan pendidikan yang harus di miliki oleh anak-anak seusia dini.Biasanya orang-orang yang kurang mampu ini tidak dapat menyekolahkan anaknya.Bahkan anak-anak yang berstatus tidak memiliki ayah(yatim),kini kesulitan untuk mendapatkan pendidikan karena kendala terhadap uang yang dimiliki tidak mencukupi untuk biaya sekolah.Sehingga anak-anak yang memiliki semangat dan ruang hati yang kuat ber keinginan sekolah menjadi tertunda karena  keadaan orang tua yang menyita studi pendidikan mereka tidak dapat dilaksanakan.

            Dengan keadaan seperti ini seharusnya masyarakat yang berkemampuan untuk membiayai pendidikan bertindak langsung untuk membantu membangun kembali semangat anak-anak yang seharusnya mendapatkan hak pendidikannya.Namun sangat menyayangkan karena tidak halnya semua manusia mempunyai sebuah ke sensitifan terhadap  masyarakat sekitar sehingga tindakan sosial kemasyarakatan ini sangat jarang di lakukan oleh manusia yang mampu untuk melakukannya. Dengan pengertian semacam ini, maka sosiologi merupakan suatu ilmu yang melibatkan dirinya dengan penafsiran dan pemahan tindakan manusia secara sensitive.Namun harus kita ketahui bahwa sebagian besar tindakan manusia berkaitan dengan orang lain. Tindakan yang berhubungan dengan orang lain disebut sebagai tindakan sosial (sosial action). Suatu tindakan dianggap sebagai tindakan sosial apabila tindakan tersebut memengaruhi atau dipengaruhi oleh orang lain. Bila kamu tersenyum di depan cermin seorang diri, maka tindakan kamu tersebut tidak dapat digolongkan sebagai tindakan sosial.

            Dapat kita sambungkan dengan penelitian yang kami dapatkan.Sosok teladan ini dapat meluangkan waktunya di sela-sela waktu mengajarnya untuk melakukan tindakan sosial  bagi masyarakat setempat.Sebuah emosionalitas yang tinggi serta kepekaan yang tumbuh pada dirinya kini semakin hari berkembang mekar dengan sendirinya tanpa adanya paksaan dari faktor apapun dia selalu melakukannya dengan sukar hati. Sebut saja namanya Pak Nur,orang ini memulai tindakan sosialnya pada usianya yang memasuki 32 tahun dan semua berawal dari rasa ketakutannya terhadap perkembangan anak-anak usia dini.Realita membuka batin Pak Nur semakin tergerak untuk membantu keadaan para kaum duafa dan anak yatim yang belum mendapatkan hak pendidikannya.Sehingga pak Nur membuat sebuah yayasan di daerah Larangan guna menampung anak-anak yatim serta kaum dhuafa.

             Yayasan  ini mempuyai santri yang berisikan anak yatim serta kaum dhuafa, mereka semua berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peran Pak Nur dalam yayasan gemilang bersama cukup banyak yaitu berperan dan bertanggung jawab dalam tumbuh kembang anak yatim serta kaum duafa yang sesuai dengan tujuan yayasan gemilang bersama. Masyarakat menyambut baik dengan adanya yayasan ini  karna sebelum yayasan ini didirikan kondisi lingkungan setempat banyak terdapat anak - anak yang putus sekolah, mereka bermain kesana-kesini dengan tidak mempunyai tujuan secara jelas dan mereka seperti orang yang tidak  mempunyai tempat untuk berlindung.

            Setelah yayasan ini didirikan mereka diminta untuk bergabung dan bernaung di yayasan gemilang bersama dan menganggap pengasuh sebagai orang tua mereka di yayasan tersebut. Di tengah-tengah kegiatan mengajarnya dengan kesabaran dan ketangkasannya Pak Nur ini selalu menjadikan kegiatannya sebuah kenikmatan yang tidak berujung akan sebuah penyesalan.Karena dengan tindakan yang dia lakukan ini dia meyakini bahwa anak didiknya akan menjadi sesosok generasi yang juga ikut peduli dengan keadaan masyarakat sekitar.Dengan adanya bibit yang Pak Nur  tanami ini pasti akan ada sebuah buah yang nantinya akan  dia panen kembali.Sehingga anak-anak yang Pak Nur didik mengetahui cara hidup bersosial dengan baik,saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya.

            Peran Pak Nur ini,dalam yayasan gemilang bersama dapat di katakan sebagai komunikator dalam mengasuh santri dengan memberikan beberapa pengetahuan, latihan dan ketrampilan kepada santri untuk membantu mereka dalam mengembangkan kemampuannya. ia seperti layaknya orangtua santri, beliau sebagai wadah keluhan, curahan hati dan jawaban bagi santri dari permasalaha-permasalahan yang di alami oleh santri. Beliau juga sebagai motivator dalam mendidik santri untuk merangsang, mendorong dan mendampingi santri agar mereka memiliki perasan yang senang dan mempunyai semangat hidup yang tinggi.

            Dengan gagasan pokok dalam sosiologi ini diri seseorang manusia yang sudah berkembang dalam rangkaian intelektual yang panjang dalam meniliti konsep diri karakternya yang merupakan hal-hal yang mendasar dalam dirinya,perubahannya,serta peranannya dalam menciptakan tatanan sosial dan kesinambungan nilai-nilai dasar manusia.Sisi dalam diri kita akan menanyakan jati diri kita dalam kegiatan sosial,dan bertindak untuk membentuk jembatan penghubung yang diperlukan di antara seseorang yang berciri khas khusus dan makhluk sosial yang memiliki karakter yamg lebih luas.Dengan karakter ini dapat kita lihat jelas bahwa tindakan sosial yang Pak Nur lakukan memiliki nilai dampak yang positif terhadap hubungan sosial.

            Tindakan sosial yang dilakukan oleh Pak Nur ini semata-mata karena dipengaruhi emosi atau perasaannya terhadap lingkungan sekitar daerah Larangan Utara yang kian lama semakin memperihatinkan.Anak-anak yang seharusnya mendapat naungan serta hak pendidikan di usia dininya terasa seperti menghilang dari bagian dinding kehidupan manusia di daerah setempat.Sangat menyayangkan sekali jika orang tua mereka tidak memperdulikan perkembangan anaknya pada usia dini.Jika saja orang tua mereka tidak peka dengan keadaan, bagaimana dengan orang lain yang bahkan tidak mengenal mereka sama sekali. Karena itu sebuah kepekaan terhadap orang lain akan membantu kita untuk berkembang sebagai makhluk sosial yang selalu bertindak dengan masuk akal dan bahkan maju.Hal tersebut menegaskan bahwa cara kita dalam berkomunikasi sosial melalui dan dengan orang lain dalam hidup ini tergantung pada sesuatu yang ada pada diri kita.

            Kecakapan yang terjadi tergantung pada ikatan komunikasi dan sosial yang sudah ada sebelumnya. Untuk melakukannya, kita selalu menghubungkan, bahkan menyeimbangkan jiwa dalam diri kita serta emosi (yang bersifat genetis) dengan apa yang kita temukan di sekitar kita yang berasal dari diri orang lain, jauh dan dekat, yang telah memberikan bantuan yang cukup berarti untuk hidup kita. Kita tidak pernah sendirian.Siapa sebenarnya diri kita, selalu tercermin pada diri kita sendiri layaknya berkaca di cermin dari orang lain, kita mulai menempati pikiran mereka. Kita merangkai cermin tersebut seperti jaringan komunikasi alur semiotik (seperti symbol dan tanda-tanda) di saat orang lain menjadi penentu tindakan kita berikutnya.

            Pada Teori Tindakan Sosial Menurut Max Weber - Eksemplar paradigma definisi sosial ini salah satu aspeknya yang sangat khusus adalah dari karya Max Weber yakni, mengartikan sosiologi sebagai studi tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial. Intinya adalah "tindakan yang penuh arti" dari individu.Dalam keadaan ini dapat kita analisa bahwa dengan teori Max Weber salah satu aspek yang sangat khusus yakni mengartikan sosiologi sebagai tindakan sosial dan antar hubungan sosial dapat kita hubungkan dengan tindakan sosial yang telah Pak Nur lakukan terhadap hubungan sosial masyarakat yang kurang mampu.

 

            Tindakan nyata yang dilakukan Pak Nur ini mengarahkan kepada anak didiknya kepada arahan yang baik. Sebagai pengelolah dalam yayasan Pak Nur harus memberikan kegiatan - kegiatan yang sangat bermanfaat dan menyenangkan bagi santrinya dan memberikan segala kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh santri terutama dalam hal pendidikan dan keperluan sehari-hari. Perhatian utama yang diberikan yayasan gemilang bersama adalah:

 

            Pedidikan Agama Islam, yaitu Kegiatan keislaman merupakan hal yang terpenting yang diberikan dengan tujuan menanamkan kebiasaan anak panti agar memiliki jiwa islam dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan Al-Quran dan hadist dan untuk menjadikan santri yang bermoral dan bertawakal kepada Allah. Kegiatan keislaman di panti tersebut adalah beribadah, mengaji,  menghafal Al-Quran, belajar keislaman.

 

            Pendidikan Sekolah Umum, Kegiatan sekolah umum ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan akal dan ilmu serta teknologi dan untuk menerima pendidikan secara umumnya. Lebih-lebih saat ini dan masa yang akan datang seseorang tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi akan merasa sulit dalam mecapai sasaran dan harapan. Sehubungan dengan itu kesadaran behwa menuntut ilmu adalah sesuatu keharusan bagi setiap manusia.

 

            Keretampilan, Kegiatan keterampilan ini berupaya pembinaan kemandirian hidup dalam upaya mencegah pengangguran dan kebergantungan. Usaha ini merupakan perwujudan dari pengefektifan waktu dengan hal yang positif sehingga bermanfaat untuk sekarang dan masa yang akan datang. Kegiatan keterampilan ini bertujuan untuk melatih kemandirian hidup dan melatih potensi santri untuk berwirausaha dan memiliki keterampilan dalam membuat sesuatu agar dapat di upakayakan pekerjaan melalui mitra kerja. Kegiatan keterampilan santri gemilang bersama adalah di bidang seni dan membuat olahan makanan untuk di jual dan dipasarkan.

            Kesenian dan olah raga, kesenian di yayasan gemilang bersama merupakan suatu bentuk bimbingan yang berhubungan dengan penggalian bakat yang dimiliki oleh para santri. Bimbingan kesenian ini bertujuan untuk menambah kreatifitas berdasarkan bakat yang dimiliki untuk mengembangkan karya karya terutam seni islami. Sedangkan pendidikan olah raga selain untuk menambah kreatifitas juga untuk menjaga kesehatan jasmani

            Kini dengan adanya sebuah yayasan anak-anak yang bermula tidak mempunyai kegiatan bahkan tidak mempunyai tujuan hidup dapat memulai dan merintih kehidupannya dengan bersekolah serta kegiatan lainnya yang di buat dengan ketua yayasan dan pembina lainnya di yayasan.Dilihat banyak perkembangan yang berubah bahwa asal mula ketakutan anak-anak dari sebuah perlindungan yang sangat minim dari orang tua mereka kini berubah menjadi sebuah perlindungan yang sangat kuat bagi mereka yang tinggal di yayasan. 

            Dengan ini tindakan sosial yang dilakukan oleh pak Nur ini membawa hal positif  bahkan sebuah motivasi terhadap anak didiknya juga untuk masyarakat setempat terutama bagi pemuda/i yang memiliki semangat hidup rendah dan hanya memperdulikan sebuah kesenangan sementara.Dengan tindakan ini dapat memberi contoh serta gambaran terhadap mereka para pemuda-pemudi bahwa tindakan sosial dapat dilakukan oleh siapa saja yang mempunyai tujuan dan semangat hidup yang tinggi dalam membangun sebuah kepekaan terhadap kehidupan sosial.

            Dan sebagaimana yang kita ketahui bahwa suatu tindakan sosial ini berperan penting karena ada sesuatu yang menekankan terhadap sebuah pemikiran dan semangat manusia itu sendiri sehingga menimbulkan tindakan sosial sesuai dengan Teori yang digunakan oleh Max Weber akan analisis tindakan sosial .Kemudian tindakan manusia muncul dari kesadarannya sendiri sebagai subyek bukan dari sebuah penekanan dari orang lain  dan dari situasi eksternal dalam posisinya sebagai obyek.Sebagai subyek manusia bertindak atau berperilaku untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.Jadi tindakan manusia bukan tanpa tujuan.Walau dengan berbagai kendala,manusia itu sendiri akan segera mengatasinya karena dengan tindakan sosial yang dilakukan atas keinginannya sendiri manusia dapat memposisikannya terhadap segala hal yang menimbulkan sebuah hasil akan tindakannya.

            Tujuan yang menjadikan Pak Nur titik acuan terhadap tindakan sosialnya ini adalah sebuah keridhoan yang secara berproses dia tanami untuk mencapai kebahagiaan dunia juga akhirat. Dengan tujuan semacam ini yang membuat dirinya sebagai acuan atau titik dasar manusia itu sendiri untuk terus bersemangat  melakukan tindakan sosialnya.Tindakan sosial jenis ini hampir serupa dengan kategori atau jenis tindakan rasionalitas intrumental. Hanya saja dalam Werk Rational tindakan-tindakan sosial ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan atas dasar keyakinan individu pada niIai-nilai estetis, etis, dan keagamaan.Karena selain mendidik anak –anak di yayasan.Pak Nur ini membantu kegiatan rutinitas masyarakat setempat di daerah lingkugannya untuk membantu pembangunan masjid serta berperan menjadi tokoh masyarakat di antara masyarakat yang tinggal di daerah lingkungan Pak Nur tinggal.Pak Nur ini menjadikan solat jamaah menjadi rutinitas yang beliau lakukan untuk bersosialisasi mendekati masyarakat setempat serta mengajak masyarakat lainnya yang tidak pernah bersosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya menjadi sebuah kerukunan dan kepekaan yang dibangun secara bertahap.

            Karena ketika manusia melakukan sholat berjamaah,masyarakat yang di sibukkan oleh pekerjaan di setiap waktunya ia pasti akan menyempatkan waktunya untuk solat berjamaah di waktu panggilan kewajibannya.Sehingga interaksi bersosialisasi akan sekitarnya akan tetap terjalin setelah sholat berjamaah dengan cara bersalaman dan berbincang ringan setelahnya.Gagasan mengenai diri tersebut menyatakan adanya sebuah sisi dalam diri seseorang yang diajak melakukan percakapan dengan dunia luar. Hal ini merupakan proses ketika kita melakukan percakapan dengan diri kita sendiri dan orang lain, dan dengan percakapan itu kita kemudian berusaha memahami siapa diri kita dan akan membuat hidup  dan dunia ini masuk akal.  

            Terhadap tindakan-tindakan yang telah Pak Nur lakukan sebuah permasalahan yang selalu menjadi pertimbangan tindakan sosial beliau adalah sebuah dana yang terkadang menjadi sebuah kendala dalam aksi sosialnya.Dengan sebuah kreatifitas manusia tindakan  yang Pak Nur lakukan adalah mencari sebuah dana dengan meminta sumbangan atau membuat proposal terhadap donator tetap untuk penyumbangan yayasan tersebut.Akan tetapi dengan adanya kendala tersebut tidak mematahkan semangat Pak Nur terhadap tindakan sosialnya dan aksi inilah yang akan berlangsung secara permanen.Mengapa disebut permanen karena apabila aksi ini terhentikan maka ada sebuah kausal yang fatal untuk pribadi dan juga masyarakat.

            Disinilah sekecil mungkin terjadi orientasi dari tindakan sosial,dengan demikian isi dari sosial menjadi mendekati keragaman.Keragaman dalam bentuk sebuah tindakan yang di lakukan secara berbeda-beda, proses yang di jalani dan tidak semua orang melakukan sebuah aksi dengan proses yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Nur.Mengikuti istilah pemerintah Amerika Serikat bahwa kita memandang bahwa banyak orang bertindak menurut cara-cara tertentu meski kendala tindakannya cukup memberatkan dirinya.Namun mereka melakukan sesuai apa yang mereka inginkan bukan menurut atas pikiran orang lain.Seperti A melakukan tugas sesuai proses A dan B melakukan tugas sesuai proses B.Dan tidak mungkin si A melakukan tugas sesuai proses B karena pada hakikatnya manusia mempunyai pemikiran yang kreatif dan imajinatif. Dan pada realitanya menurut Weber pemikiran manusia atau individu masing-masing memiliki bentuk dan metode yang berbeda-beda, sehingga memunculkan tindakan-tindakan yang berbeda dan saling mempengaruhi.

            Selain itu dengan adanya meminta bantuan untuk dana yayasan ini menggambarkan bahwa konsep hubungan sosial itu dipergunakan untuk menandai perilaku pruralitas dan para pelaku sejauh,di dalam isinya yang bermakna aksi tiap-tiap orang merupakan bagian dari perilaku yang lain dan berorientasi pada makna itu hubungan sosial meliputi keberadaan yang suatu kemungkinan akan terjadi.Hubungan sosial dapat berhubungan sementara atau permanen.Seperti contoh donatur yayasan bisa saja bersifat tetap maupun sementara,karena  donatur pun memiliki hak atas memberi maupun tidak memberi.Hubungan sosial ini pun menjadikan tindakan sosial yang juga menghubungkan terhadap individu yang berinteraksi dengan individu lain dan hasilnya individu tersebut dapat mempengaruhi perilaku individu lainnya.Pak Nur yang mengelola Yayasan Gemilang Bersama ini mempengaruhi masyarakat lainnya untuk saling berbagi rezeki terhadap anak-anak yayasan.Seperti pembahasan diatas bahwa seorang donatur menyumbangkan dana terhadap yayasan guna melengkapi kebutuh pokok anak-anak yayasan.Proses ini yang membawa pengaruh positif terhadap individu lainnya.

            Sesuai dengan penelitian diatas kini kita mengerti bahwa tindakan sosial ini sangat mempengaruhi antara individu ke indiviu lainnya bahkan mempengaruhi perubahan lingkungan sekitar.Berawal dari ketidak pastian kini menjadi pasti  karena tindakan sosial yang di lakukan oleh Pak Nur memberi pengaruh positif terhadap sekitar.Terutama terhadap anak-anak yang tidak mempunyai naungan, kini mereka tinggal pada tempat yang sangat tepat.Ini semua berkat tindakan sosial yang dilakukan Pak Nur,berawal dari sebuah emosi/ perasaan yang dia lihat terhadap sekitar dan pada akhirnya tindakan sosial itu tumbuh dengan kesadaran individu.

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

              Di tengah kondisi sosial masyarakat daerah Larangan Utara. Dengan segala permasalahan yang umumnya terjadi pada sebuah kelompok masyarakat. Gejala sosial, kesenjangan sosial, konflik sosial dan fenomena sosial lainnya. Melahirkan sebuah panggilan sosial bagi Bapak H. Nurrokhman dan rekannya untuk hadir menjadi sosok perubahan. D

            Di sela-sela kesibukkan sebagai guru dan juga konsultan travel. Mampu menyempatkan diri untuk mengabdikan diri mendirikan sebuah yayasan bernama Gemilang Bersama yang di dalamnya bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan keagaman untuk para anak yatim yang tinggal di daerah Larangan Utara. Yang hanya mampu bersekolah formal namun setelah itu tidak ada kegiatan yang menyatukan mereka dalam sebuah wadah guna membentuk karakter, akhlak dan perilaku anak-anak yatim utamanya mereka karena tidak mendapat didikan penuh sepeninggal orang tua mereka.

            Yayasan Gemilang Bersama lahir sebagai sebuah panggilan jiwa seorang sosok perubahan yang tidak nyaman melihat sebuah ketidak seimbangan sosial yakni kondisi dimana ada sebagian kecil kelompok sosial yakni yatim tidak mendapat pendidikan secara khusus utamanya pendidikan karakter dan agama.

            Yayasan  Gemilang bersama lewat H. Nurrokhman tidak hanya bergeriliya kesana kemari mencarikan dana untuk operasional sehari-hari, biaya sekolah dan biaya lain dari para yatim. Namun lebih dari itu mengkondisikan mereka dalam sebuah kondisi keluarga dengan segenap elemen yang saling mengisi dan membantu juga membekali mereka dengan kehidupan yang beraturan dalam tanda kutip, dengan segala tata-tertib keasramaan yang dimaksudkan agar dapat menjadi bekal dan latihan dalam mengarungi kehidupanyang sebenarnya nanti setelah mereka para yatim dewasa.

            Kehadiran Yayasan Gemilang Bersama dibawah asuhan Bapak H. Nurrakhman adalah sebuah angin segar yang berhembus bagi masyarakat Larangan Utara. Bukan hanya soal tuntasnya masalah tanggung jawab para yatim namun juga kondisi pendidikan yang mampu merangkul tiap elemen masyarakat di daerah Larangan Utara dengan mengadakan berbagai pengajian, acara dan majelis talim. Yang mampu mewadahi kepentingan silaturrahim dan kebutuhan rohani masyarakat yang tinggal di sekitar yayasan.

            Kehadiran yayasan adalah sebuah jawaban atas berbagai permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarat Larangan Utara. Kondisi ketidak seimbangan tadi kini seolah berbanding terbalik. Karena semua elemen masyarakat utamanaya anak-anak yatim memiliki tempat bernaung dan belajar. Tempat mendalami ilmu agama dan berkreasi serta beraktifitas dalam rangka melanjutkan kehidupan pasca ditinggal orang tua mereka.  Yayasan memfasilitasi tiap kebutuhan mereka mulai dari yang primer hinggga pembekalan keterampilan dan lainnya yang sungguh membuat kondisi dan sikap mental anak-anak yatim ini kembali terisi.

 

           

           

 

Daftar Pustaka

 

Sunarto, Kamanto. 2011. Sosiologi the Basic. Jakarta: Raja Grafindo

Bachtiar, Wardi. 2006. Sosiologi Klasik. Bandung : Remaja Rosda Karya

Scott, John. 2012. Teori Sosial. Jogjakarta; Pustaka Pelajar

 

 

                        Lampiran :

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini