Kamis, 24 September 2015

Faizah Azizah jurnalistik IB 11150510000212 konflik sosial dan perebutan sumber daya Tugas 2

KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBER DAYA


Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

 Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).

Berikut faktor yang menyebabkan terjadinya konflik.

1.Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan, 

2.Perbedaan latar belakang budaya yang berbeda sehingga terjadi pribadi yang berbeda

3. Perbedaan kepentingan antar individu atau kelompok,

4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Adapun macam-macam konflik social yaitu :

a.       Konflik Gender

b.      Konflik Rasial dan Antar suku

c.       Konflik Antar Umat Agama

 

PEREBUTAN SUMBER DAYA

Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada pula sumber daya yang kekal (selalu tetap). Selain itu, dikenal pula istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan (renewable resources) dan sumber daya tak terbarukan (non-renewable resources).

Sumber daya alam berdasarkan jenis, yaitu sumber daya alam hayati / biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Contoh, tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain. Lalu sumber daya alam non hayati / abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. Contoh bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain.

Dalam beberapa tahun terakhir ini fenomena konflik sumber daya alam mencuat ke permukaan secara terbuka. Konflik itu tidak hanya terjadi dalam kegiatan eksploitasi sumber daya alam yang tergolong non-renewable resources (tidak dapat di perbaharui) seperti minyak dan mineral, tetapi juga yang tergolong reneweble resources (dapat diperbaharui) seperti hutan dan perkebunan.

 


 

Setiadi, Elly M. dan Usman Kolip. 2011.Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana Prenada Media group.

 https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini