Sabtu, 29 Maret 2014

ZAENAL_TUGAS SOSIOLOGI KE_4 TENTANG PEMBANGUNAN PEDESAAN

NAMA: ZAENAL ARIFIN

NIM: 1113054000029

PMI.2

PEMBANGUNAN PEDESAAN

A.    latar belakang pembangunan pedesaan

 

Pembangunan pcdesaan tidak lain dari pembangunan usaha tani atau membangun pertanian (Mosher, 1974, Bertrand, 1958). Di samping batasan-batasan tersebut, pembangunan desa di Indonesia memiliki arti: pembangunan nasional yang ditujukan pada usaha peningkamn taraf hidup masyarakat pedesaan, menumbuhkan partisipasi aktif setiap anggota masyarakat terhadap pembangunan, dan menciptakan hubungan yang selaras antara masyarakat dengan lingkungannya (berdasarkan GBHN dan Repelita-repelita). Dalam pada itu, istilah asing untuk pcmbangunan desa bukan hanya rural development (RD), rnelainkan juga community development (CD).`Dua istilah ini sering muncul dalam berbagai wacama tentang pembangunan masyarakat desa. Sekalipun ada yang Cenda- rung tidak memperlihatkan perbedaannya, namun sebcnamya tcrdapat perbedaan antara dua konsep itu. CD merupakan pendekatan pemba- ngunan yang mengutamakan panisipasi aktif masyarakat. CD berlaku baik di desa maupun di perkotaan. RD di lain pihak hanya berlaku di pedesaan, dan mengutamakan keserasian masyarakat dengan Iing- kungannya.

Konsep pembangunan berkelanjutan pertama kali di kumandangakan dalam konfrensi di Stockholm pada tahun 1972. Selanjutnya konfrensi ini dikenal dengan “Stockholm Conference on Human and Environment”. Secara singkat definisi pembangunan berkelanjutan adalah sebagai berikut:Sustainable development is defined as a process of meeting the present needs without compromising the ability of the future generations to meet their own needs (WCED, 1987 : 8).

Dari kutipan di atas, dapat dijelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses pembangunan yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan (segala sesuatu yang kita perlukan dan nikmati) sekarang dan selanjutnya diwariskan kepada generasi mendatang. Jadi dengan pola pembangunan berkelanjutan, generasi sekarang dan generasi yang akan datang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati alam beserta isinya ini.

Sehubungan dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Bali, pola pembangunan berkelanjutan tersebut di atas sangat cocok diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Bali. Ini bertujuan untuk melestarikan (merajegkan) keberadaan pariwisata yang ada sekarang ini kepada generasi yang akan datang.

 

B.     Pengertian Pembangunan Menurut Para Ahli

 

Ø  Seers (1977), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu istilah teknis, yang berarti membangkitkan masyarakat di Negara-negara berkembang dari kemiskinan, tingkat melek huruf (literacy rate) yang rendah, pengangguran, dan ketidakadilan sosial.

Ø  Rogers (1969 dan 1971), mendefinisikan pembangunan sebagai proses yang terjadi pada level atau tingkatan system sosial, sedangkan modernisasi sebagai proses yang terjadi pada level individu.

Ø  Inayatullah (1976), mendefinisikan pembangunan sebagai perubahan menuju polapola masyarakat yang ebih baik dengan nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan dan tujuan politiknya, juga memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri mereka sendiri.

Ø  Berger (1987), memandang modernisasi sebagai suatu rangkaian fenomena historis yang jauh lebih spesifik, yang diasosiasikan dengan tumbuhnya masyarakatmasyarakat industrial.

Ø  Dissaynake (1984), mendefinisikan pembangunan sebagai proses perubahan sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dari seluruh atau mayoritas masyarakat tanpa merusak lingkungan alam dan cultural tempat mereka berada dan berusaha melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat dalam usaha ini dan menjadikan mereka penentu dari tujuan mereka sendiri.

Ø  Rogers dan Shoemaker (1971), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu jenis perubahan sosial, dimana ide-ide baru diperkenalkan pada suatu sistem sosial untuk menghasilkan pendapatan per kapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi sosial yang lebih baik. Pembangunan adalah modernisasi pada tingkat sistem sosial.

 

C.    Pendekatan Sistem Pembangunan Desa

 

·         Definisi Pendekatan

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses perencanaan pembangunan, pendekatan pembangunan desa harusnya berfokus pada penduduk desa (citizen centered system).

·         Definisi Sistem

Sesuai dengan pengertian di atas, suatu “sistem” adalah merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerja bersama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasar atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap “sistem” pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari komponen-komponen adalah diarahkan untuk menuju tercapainya tujuan tersebut. .Contoh: Pemerintah, Sekolah, Pendidikan. Unsur-unsur suatu sistem: (1) Input (masukan) misalnya: sumber, biaya, personel dan (2) Output (keluaran) misalnya: hasil, produk, atau keuntungan.

·         Sifat-sifat suatu sistem

Sifat-sifat suatu sistem antar lain: Terbuka vs Tertutup. Terbuka berarti menerima informasi dari luar, tertutup berarti tak dapat menerima informasi dari luar. Sederhana vs Komplek.

1). Sederhana : a) Secara relatif hanya terdiri atas beberapa komponen, misalnya: amuba, sel-sel tubuh. (b) Hasil/produknya mungkin sederhana, misal hasilnya sama un¬tuk sepanjang waktu (hasil cetakan bata).

 2). Komplek (rumit); (a) Terdiri banyak komponen yang saling berinteraksi, misalnya pabrik televisi. (b) Keseluruhannya (totalitasnya) lebih daripada sekedar jumlah dari bagian-bagian.(c) Bagian-bagiannya tak bisa dipahami kalau berdiri terpisah satu sama lain. (d) Bagian-bagiannya saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain. Memilih satu cara yang terbaik menurut pertimbangan atau penilaian kita. Kita juga memperhatikan faktor-faktor lain yang sangat penting dalam pembuatan keputusan. Faktor yang dimaksud misalnya waktu dan biaya.

 Peranan Prasarana Dalam Pembangunan Pedesaan

Strategi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan seringkali dikritik karena ketergantungannya yang luar biasa pada investasi prasarana. Investasi tersebut memungkinkan perluasan elit perkotaan menikmati gaya hidup dunia maju. Tetapi, strategi pembangunan ini tidak banyak mengurangi kesenjangan yang tumbuh antara si kaya dan si miskin di negara-negara berkembang.

Investasi prasarana sebagai sebuah komponen yang penting dalam paket investasi yang diusulkan. Empat kategori prinsip investasi prasarana pada awal proyek pembangunan pedesaan adalah irigasi, pengadaan air, listrik desa dan jalan. Investasi jalan desa selalu mendapat prioritas utama. Karena jalan desa memainkan peranan yang penting dalam akumulasi dan distribusi barang. Sehingga, menciptakan volume lalu-lintas yang cukup besar untuk mendukung investasi utama pada jalan raya, pelabuhan dan sebagainya. Prasarana jalan selalu diprioritaskan karena  memungkinkan terjadinya mobilitas perseorangan dan perbaikan mutu kehidupan masyarakat.  Oleh karena itu, agar lebih mudah perbaikan jalan harus disertai oleh perkembangan pelayanan angkutan, baik angkutan pemerintah maupun swasta. Partisipasi masyarakat dalam proyek peerencanaan prasarana dapat memenuhi kebutuhan pembangunan lainnya.

Permasalahan Yang Dihadapi

 

Pembangunan perdesaan diupayakan melalui peningkatan keberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat meliputi bidang ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan. Keberdayaan dan kemandirian tercermin pada terpenuhinya sarana dan prasarana sosial dan ekonomi perdesaan, serta meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat dan berperannya lembaga sosial ekonomi masyarakat dalam penyediaan permodalan yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat dan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat. Pembangunan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan masih belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. Dalam usaha untuk mendukung akses masyarakat perdesaan terhadap informasi, ditemui adanya permasalahan utama dalam pembangunan pos dan telematika sepanjang tahun 2004 hingga Juni 2009 yaitu terbatasnya dan belum meratanya jumlah

akses, kapasitas, jangkauan, dan kualitas infrastruktur pos dan telematika. Hingga akhir tahun 2008 masih terdapat lebih dari 31 ribu desa yang belum memiliki fasilitas telekomunikasi dan internet. Kondisi ini secara langsung membatasi aksesibilitas masyarakat perdesaan akan informasi dan mengakibatkan semakin lebarnya kesenjangan digital baik antardaerah, antara kota dan desa di Indonesia maupun antara Indonesia dan negara lain.

Proses perubahan desa

Proses perubahan desa itu seringkali hanya merupakan proses perubahan. biasa-saja, yang hakekatnya secara umum, terjadi-di semua kelompok masyarakat. Mcnurut Ro1and L Warren, proses perubahan yang menunjukkan terjadinya rnetamorpose, dari; desa rnenjadi kota hanya dapat disimak lewat adanya gejala yang Olehnya disebut great change. Indikator dan adanya great change ini adalah:

(1) division of labor, yakni bila desa itu telah menunjukkan tumbuh dan.berkernbangnya kelompok-kelompok kerja yang berbeda-beda tetapi saling ada ketergantungan atau jalinan;

(2) munculnya diferensiasi kepentingan dan asosiasi;

 (3) semakin bertambahnya hubungana yang sistemik déngan masyarakat yang lebih luas;

(4) muncul dan berkembangnya fenomena birokratisasi dan impersonali- sasi dalam kegiatan usaha;

(5) pengalihan fungsi-fungsi ke lembaga pémerintahan dan ke bidang-bidang usaha yang menguntungkan;

(6) adanya proses penyerapan gaya hidup perkotaan dan

(7) adanya proses perubahan nilai-ni1ai.(RoIand L Warren, 1963: 54). Yang sering,     diu1as, da1am berbagai; pembahasan adalah konsep urbanasasi dalam artian pergeseran penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi dalam artian ini banyak diulas berkaitan dengan kerugian- Kerugian yang dialarni desa. Dari sekian banyak penelitian yang ada' di Amerika Serikat misalnya, kebanyakan mengungkapkan betapa besar kerugian yang diderita desa; akibat adanya urbanisasi ini. Beberapa penelitian itu berkesimpulamsani, yakni bahwa urbanisasi meng- akibatkan desa-desa kehilangan tenaga-tenaga terbaik' (kaum muda) dan terpandainyaa.


Kesimpulan

Jadi secara garis besar suku bangsa Bali merupakan suatu suku bangsa yang memiliki potensi kebudayaan yang sangat tinggi dan sebagai sumber devisa tertinggi di negara Indonesia.

Dengan memanfaatkan kebudayaan Bali tersebut diharapkan mampu membangun masyarakat Desa Jimbaran lebih maju lagi dengan membuka tempat pariwisata yang indah dan diminati oleh turis domestik maupun lokal.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

harmawan. A. H. 2002, Pengembangan Komunitas dan Pedesaan Berkelanjutan. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Faperta IPB.

 Eko, Sutoyo. 2005. Manifesto Pembaharuan Desa. APMD Press Yogyakarta,Yogyakarta  

Hetifah, Sj Sumarto, 2003. Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance. Yayasan, Obor Indonesia. Jakarta.

Kamaluddin, Rustian. 1992. Bunga Rampai Pembangunan Nasional dan, Pembangunan Daerah. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Jakarta.

Jumat, 28 Maret 2014

TUGAS KE4 PEMBANGUNAN PEDESAAN

AHMAD ALI NIDAULHAQ

1113054000027

PMI2

TUGAS KE4 PEMBANGUNAN PEDESAAN

A.  Pengertian Pembanguanan Pedesaan

Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antarmasyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.

Sedangkan, Pembangunan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seorang manusia atau sekumpulan manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sebagai makhluk berbudaya yang mempunyai keinginan untuk terus maju, tentu kita semua ingin memperoleh kemajuan dalam hidup kita. Kita melakukan kegiatan pembangunan, baik itu membangun kehidupan pribadi kita sendiri maupun kehidupan bangsa negara, karena kita merasa mempunyai kemampuan untuk membangun dan mempunyai pandangan yang optimis tentang masa depan.

Jadi, Pembanguanan pedesaan merupakan salah satu prasyarat bagi upaya peningkatan pendapatan masyarakat untuk mencapai kondisi sosial dan ekonomi yang lebih baik dan tentunya juga diikuti dengan peningkatan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.

B.     Tujuan

v  Tujuan

Tujuan pembangunan pedesaan jangka panjang adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara langsung melalui peningkatan kesempatan kerja, kesempatan berusaha dan pendapatan berdasarkan pendekatan bina lingkungan, bina usaha dan bina manusia, dan secara tidak langsung adalah meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi pembangunan nasional.

Tujuan pembanguan pedesaan jangka pendek adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan ekonomi dan pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam.

Tujuan pembanguan pedesaan secara spasial adalah terciptanya kawasan pedesaan yang mandiri, berwawasan lingkungan, selaras, serasi, dan bersinergi dengan kawasan-kawasan lain melalui pembangunan holistik dan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera.

 

C.  Ruang Lingkup Pengembangan Pedesaan

Pengembangan pedesaan mempunyai ruang lingkup, yakni:

a)    Pembangunan sarana dan prasarana pedesaan (meliputi pengairan, jaringan jalan, lingkungan permukiman dan lainnya).

b)   Pemberdayaan masyarakat.

c)    Pengelolaan sumberdaya alam (SDA) dan sumberdaya manusia (SDM).

 

D.  Prinsip-Prinsip Pembangunan Pedesaan

Ada dua prinsip pembanguan pedesaan yaitu:

1.   Kebijaksaan dan langkah-langkah pembangunan di setiap desa mengacu kepada pencapaian sasaran pembangunan berdasarkan Trilogi Pembangunan.

Ketiga unsur Trilogi Pembangunan tersebut yaitu (a) pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, (b) pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan (c) stabilitas yang sehat dan dinamis, diterapkan di setiap sektor, temasuk desa dan kota, di setiap wlayah dan antar wilayah secara saling terkait, serta dikembangkan secara selaras dan terpadu.

2.   Pembangunan desa dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan mensyaratkan setiap daerah lebih mengandalkan sumber-sumber alam yang terbaharui sebagai sumber pertumbuhan. Disamping itu setiap desa perlu memanfaatkan SDM secara luas, memanfaatkan modal fisik, prasarana mesin-mesin, dan peralatan.

E.  Strategi Pembangunan Pedesaan

pembangunan pedesaan, terdapat paling sedikit empat jenis strategi, yaitu:

1.    Strategi Pertumbuhan

Strategi pertumbuhan umumnya dimaksudkan untuk mencapai peningkatan secara cepat dalam nilai ekonomis melalui -peningkatan pendapatan perkapita, produksi dan produktivitas sektor pertanian, permodalan, kesempatan kerja dan peningkatan kemampuan partisipasi masyarakat pedesaan.

2.    Strategi Kesejahteraan

Strategi kesejahteraan pada dasarya dimaksudkan untuk memperbaiki tanaf hidup atau kesejahteraan penduduk pedesaan melalui pelayanan dan peningkatan program-program pembangunan sosial yang berskala besar atau nasional, seperti peningkatan pendidikan, perbaikan kesehatan dan gizi, penanggulangan urbanisasi, perbaikan permukiman penduduk, pembangunan fasilitas transportasi, penyediaan prasarana dan sarana sosial lainnya.

3.    Strategi Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Strategi mi merupakan reaksi terhadap strategi kesejahteraan yang dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan pembangunan yang dirumuskan oleh masyarakat sendini mungkin saja dengan bantuan pihak luar (self need and assistance) untuk memperlancar usaha mandiri melalui pengadaan teknologi dan tersedianya sumber-sumber daya yang sesuai kebutuhan di pedesaan.

Ketiga strategi pertumbuhan di atas memiliki kelemahannya masing-masing. Strategi pertumbuhan mempunyai kelemahan yaitu semakin lebamya ketimpangan anggota masyarakat yang kaya dan yang miskin. Kelemahan strategi kesejahteraan yaitu menciptakan ketergantungan masyarakat yang sangat kuat kepada pemerintah. Strategi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sangat sulit untuk direalisasikan, diadaptasikan dan ditransformasikan secara luas karena terlalu idealis, sehingga sukar dilaksanakan secara efektif.

4.    Strategi Terpadu dan Menyeluruh

Strategi terpadu dan menyeluruh ini ingin mencapai tujuan-tujuan yang menyangkut kelangsungan pertumbuhan, persamaan, kesejahteraan dan partisipasi aktif masyarakat secara simultan dalam proses pembangunan pedesaan

F.   Program Pembangunan Pedesaan

Berikut ini program-program yang harus dilakukan :              

1. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

2.  Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia

3. Pembangunan Infrastruktur

 

 

 

 

G. Faktor penghambat pembangunan Desa

1.      Sikap tradisionalistis

2.      Vested interest

3.      Prasangka buruk terhadap sesuatu yang baru

4.      Kekhawatiran terjadi kegagalan pada integrasi budaya

5.      Hambatan yang bersifat ideologis

6.      komunikasi yang belum lancer

7.      tingkat pendidikan rendah

selain itu, terdapat pula sikap mental yang tidak cocok untuk pembangunan, seperti:

a.       sikap pasrah menerima

b.      sikap kurang disiplin

c.       sikap kurang suka kerja keras

d.      sikap kurang jujur

e.       sikap hidup boros

f.       sikap ketergantungan terhadap orang lain

g.      sikap prasangka buruk terhadap pembaruan

h.      ikap mengisolasi terhadap pembaruan

 

 




 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2275110-pengertian-dan-definisi-desa/#ixzz1q6KitUtF

http://fachurodji-geografidesakota.blogspot.com/2012/01/ruang-lingkup-pedesaan.html

http://www.kosmaext2010.com/tujuan-dan-sasaran-pembangunan-desa.php diakses hari Minggu 20 Mei 2012.

http://www.sekolahdasar.net/2010/10/strategi-pembangunan-desa .html diakses hari Sabtu 19 Mei 2012.

http://id.shvoong.com/social-sciences/anthropology/2135188-strategi-pembangunan/#ixzz1uuI2E8g7

 

IRSYADI FARHAN SOSIOLOGI PEDESAAN


SOSIOLOGI PEDESAAN


Kamis, 27 Maret 2014

Rizky Arif Santoso_Tugas 4_Pembangunan Pedesaan dan Realitas yang Menyedihkan

Nama              :           Rizky Arif Santoso

Kelas              :           PMI 2

NIM                :           1113054000001

 

PEMBANGUNAN PEDESAAN SERTA REALITAS YANG MENYEDIHKAN

 

A.     Pengertian Pembangunan Pedesaan

Pembangunan pedesaan merupakan salah satu prasyarat bagi upaya peningkatan pendapatan masyarakat untuk mencapai kondisi sosial dan ekonomi yang lebih baik dan tentunya juga diikuti dengan peningkatan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.

 

B.         Tujuan Dan Sasaran Tujuan

Tujuan pembangunan pedesaan jangka panjang adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja, berusaha dan pendapatan berdasarkan pendekatan bina lingkungan, bina usaha dan bina manusia, dan secara tidak langsung adalah meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi pembangunan nasional.

Tujuan pembanguan pedesaan jangka pendek adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan ekonomi dan pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam.

Tujuan pembanguan pedesaan secara spasial adalah terciptanya kawasan pedesaan yang mandiri, berwawasan lingkungan, selaras, dan bersinergi dengan kawasan lain melalui pembangunan holistik dan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya saing, maju dan sejahtera.

 

Sasaran pembangunan pedesaan adalah terciptanya:

a.          Peningkatan produktivitas dan prakarsa serta partisipasi masyarakat.

b.         Percepatan pertumbuhan desa

c.          Pengembangan lapangan kerja dan lapangan usaha produktif.

d.         Perkuatan kelembagaan.

e.          Pembangunan pedesaan sesuai dengan potensi yang dimiliki, serta aspirasi dan prioritas masyarakat pedesaan.

 

C.     Ruang Lingkup Pengembangan Pedesaan

Pengembangan pedesaan mempunyai ruang lingkup, yakni:

a)    Pembangunan sarana dan prasarana pedesaan (meliputi pengairan, jaringan jalan, lingkungan permukiman dan lainnya).

b)   Pemberdayaan masyarakat.

c)    Pengelolaan sumberdaya alam (SDA) dan sumberdaya manusia (SDM).

d)   Penciptaan lapangan kerja, kesempatan berusaha, peningkatan pendapatan (khususnya terhadap kawasan-kawasan miskin).

e)    Penataan keterkaitan antar kawasan pedesaan dengan kawasan perkotaan (inter rural-urban relationship).

 

D.  Prinsip-Prinsip Pembangunan Pedesaan

Ada tiga prinsip pembanguan pedesaan yaitu:

1.   Kebijaksaan di setiap desa mengacu kepada pencapaian sasaran pembangunan berdasarkan Trilogi Pembangunan ; (a) pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, (b) pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan (c) stabilitas yang sehat dan dinamis disetiap sektor, temasuk desa dan kota, di setiap sektor serta dikembangkan secara selaras dan terpadu.

2.  Pembangunan desa dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan. Dengan syarat setiap daerah lebih mengandalkan sumber-sumber alam yang terbaharui sebagai sumber pertumbuhan. Disamping perlu memanfaatkan SDM secara luas.

3.  Meningkatkan efisiensi masyarakat melalui kebijaksanaan deregulasi, debirokratisasi dan desentralisasi dengan sebaik-baiknya.

 

            Melalui kerjasama antara daerah-daerah/wilayah-wilayah dapat diusahakan keseimbangan pertumbuhan antara sektor pertanian dan sektor-sektor lain baik dari segi nilai tambah maupun dari segi penyiapan tenaga kerja.

 

E.  Strategi Pembangunan Pedesaan

Ada empat jenis strategi pembangunan pedesaan, yaitu:

1.        Strategi Pertumbuhan

          Melalui peningkatan pendapatan perkapita, produksi dan produktivitas sektor pertanian, permodalan, kesempatan kerja dan peningkatan kemampuan partisipasi masyarakat pedesaan.

2.    Strategi Kesejahteraan

Melalui pelayanan dan peningkatan program-program pembangunan sosial yang berskala besar atau nasional, seperti peningkatan pendidikan, perbaikan kesehatan dan gizi, penanggulangan urbanisasi, perbaikan permukiman penduduk, pembangunan fasilitas transportasi, penyediaan prasarana dan sarana sosial lainnya.

3.    Strategi Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Ini merupakan reaksi terhadap strategi kesejahteraan yang dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan pembangunan yang dirumuskan oleh masyarakat sesuai kebutuhan di pedesaan.

4.    Strategi Terpadu dan Menyeluruh

Ini menyangkut kelangsungan pertumbuhan, persamaan, kesejahteraan dan partisipasi aktif masyarakat secara simultan dalam proses pembangunan pedesaan

 

F.   Program Pembangunan Pedesaan

Berikut ini program-program yang harus dilakukan :             

1. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

2.  Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia

3. Pembangunan Infrastruktur

4. Pengembangan Pariwisata

5. Pelestarian Pembangunan desa yang berwawasan lingkungan

 

 

G. Faktor penghambat pembangunan Desa

1.          Sikap tradisionalistis

2.          Prasangka buruk terhadap sesuatu yang baru

3.          Kekhawatiran terjadi kegagalan pada integrasi budaya

4.          Hambatan yang bersifat ideologis

5.          Komunikasi yang belum lancer

6.          Tingkat pendidikan rendah

 

            Realitas yang menyedihkan pemerintah hanya melindungi buruh formal dengan upah berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dari tahun ke tahun buruh formal menurun jumlahnya karena deindustrialisasi dan mereka berubah menjadi buruh informal (buruh tani, buruh nelayan, kuli ba-ngunan, dan lain-lain). Jumlah persentase pekerja sektor informal di negeri ini sekarang mencapai 62 persen dari total pekerja. Jumlah ini jauh lebih  tinggi  dibanding Thailand (55%), Cina (51%), dan Malaysia (31%).

 

            Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak seiring dengan kemakmuran rakyat? Pertumbuhan itu berasal sebagian besar dari sektor “nontradeable” dan komoditas sumber daya alam yang sangat kecil peran serta rakyat di sana. Itu sebabnya pemerintah kurang memperkuat kemandirian produksi sehingga lebih baik impor untuk mendapatkan harga murah daripada produksi harga mahal. Maka, jangan kaget program produksi tidak didukung oleh infrastruktur ekonomi yang luas, belum lagi bunga bank yang tinggi,  birokrat  yang  suka  disuap, system logistik yang tidak efisien, berbagai pungutan  dan  pajak  yang  melilit.  Semua  itu membuat  Indonesia  bukan  tempat  yang kompetitif  untuk  membuat  pabrik.Untuk  mengatasi  permasalah  diatas,maka sudah saatnya  pemerintah memperbaiki  fundamental ekonomi lewat kebijakan industrialisasi.  Kebijakan  industrialisasiada  lima  yaitu:  (1)  kebijakan  inflasi harus dilonggarkan, agar suku bunga bisa turun; (2) perbaikan infrastruktur ekonomi; (3) perbaikan sistem logistik; (4) insentif pajak untuk industri selama 5 tahun;  dan (5)  kemudahan  perizinan  atau desentralisasi untuk semua izin.

 

Dalam konteks itu maka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi harus digerakkan ke pedesaan sehingga desa menjadi tempat yang menarik sebagai tempat tinggal dan mencari penghidupan. Infrastruktur desa, seperti irigasi, sarana dan prasarana transportasi, listrik, telepon, sarana pendidikan, kesehatan dan sarana-sarana lain yang dibutuhkan, harus bisa disediakan sehingga memungkinkan desa maju dan berkembang.

 

Referensi :

1.      http://kasmatyusufgeo10.blogspot.com/2012/12/prinsip-pembangunan-pedesaan.html

2.      http://pelitaonline.com/opinions/buruh-dan-upah-antara-idealisme-dan-realita

3.      http://www.kemenegpdt.go.id/artikel/75/pembangunan-pedesaan

Selasa, 25 Maret 2014

MUHAMMAD DZUL AZMI TUGAS 3 PROPOSAL EKOLOGI MANUSIA

Nama               : Muhammad Dzul Azmi
Jurusan            : PMI 6
No nim            : 1111054000011
Judul proposal : kerukunan antar warga di suku baduy
Latar belakang masalah
Kerukunan antar warga sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Karena apabila kerukunan itu sudah terjalin dengan sempurna, maka kehidupan pun akan berjalan secara sempurna juga. Dalam artian tidak memiliki musuh atau lawan dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan apabila didalam kehidupan kita memiliki musuh atau lawan, maka kita tidak akan tentram dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan kali ini kami akan meneliti kerukunan antar warga didaerah suku baduy banten. Berikut sepotong pengetahuan kami tentang suku baduy. Dimana  sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes".
Disana kami akan meneliti kerukunan antar warga baduy apakah kerukunan antar warga suku baduy, apakah kehidupan suku warga disuku baduy itu sama seperti kehidupan seperti warga di kota-kota besar umumnya. Dimana warga di kota-kota besar kebanyakan masih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan umum atau lingkungan sekitarnya, yang biasa disebut individualisme.
Kegiatan yang akan dilaksanakan
1.      Mendatangi warga-warga sekitar suku baduy untuk meneliti apakah kerukunan itu terjalin dengan sempurna atau tidak.
2.      Apabila tidak terjalin dengan baik kerukunan antar warga di suku baduy, maka kami akan mengadakan sebuah kegiatan diskusi bersama dengan warga dan tokoh dari suku baduy untuk mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi, dan menyelesaikannya secara bersama.
3.      Mengadakan kerja bakti bersama untuk selalu menjaga kelestarian alam di suku baduy dengan tujuan untuk mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan antar warga disuku baduy.
Manfaat bagi yang diteliti
1.      Dapat mengerti betapa pentingnya kerukunan antar warga.
2.      Terjalinnya kerukunan antar warga di suku baduy dan dapat merasakan kesempurnaan hidup dengan tanpa adanya musuh diantara para warga di suku baduy.
Manfaat bagi peneliti
1.      Dapat mengetahui kehidupan sehari-hari warga suku baduy
2.      Menambah dan menjalin tali persaudaraan kepada warga suku baduy
3.      Menambah pengalaman dan wawasan
 

Cari Blog Ini