Minggu, 18 Oktober 2015

sarah fauziah audina_orang sehat lebih sejahtera_tugas ke3

Sarah Fauziah Audina

PMI'5 (1113054000010)

 

Orang Sehat Lebih Sejahtera

 

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan  istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

Upaya Kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Dan kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna bagi kita semua. Karena kesehatan adalah modal dasar bagi setiap orag untuk melakukan segala aktivitas dengan baik dan maksimal. Menurut WHO (1947) sehat itu dapat diartikan suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, social serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Menurut Edelman dan Mandle, 1994), karateristik konsep sehat menurut WHO ialah:

1.      Memperhatikan individu sebagai sebuah system yang menyeluruh.

2.      Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.

3.      Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

Sementara itu definisi kesehatan menurut UU No. 23 tahun 1992 ialah kesehatan adalah sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara social dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan social di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.     

Menurut Dian Mohammad Anwar dari Kesweis (Forum Komunikasi dan Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya. Perlindungan Allah itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara sempurna kecuali bagi orang-orang yang mematuhi petunjuk-Nya. Dengan demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya. Kesehatan bersifat menyeluruh dan mengandung empat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

1.      Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit, semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

2.      Kesehatan mental yaitu pikiran, emosional dan spiritual

3.      Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

4.      Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya

Contoh Kasus:

Di daerah tempat tinggal saya ada satu keluarga yang sangat berkecupan ekonominya, penghasilannya sebulan bias mencapai 15juta, tempat tinggalnyapun sangat besar. Keluarga ini mempunyai 3 (tiga) orang anak, tetapi sangat di sayangkan kedua anak laki-laki mereka tidak seperti yang diharapkan keluarganya. 2 orang anak laki-lakinya bias dikatakan sangat nakal, setiap sekolah anaknya selalu bolos dan ia mengahabiskan uang yang tidak sedikit untuk kedua anaknya itu.

Menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

Keluarga ini memang dikatakan sehat karena jasmaninya tidak memiliki penyakit, cacat atau kelemahan lainnya, tetapi dalam segi kesehatan rohaninya orang tua dari anak ini sangat tidak baik. Ia harus selalu memikirkan bagaimana kehidupan anaknya jika ia sudah tidak ada ?, siapa yang mencari nafkah untuk anaknya, mengingat anaknya tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk mendapatkan pekerja yang bagus. Belum lagi ia harus memikirkan apa perkataan orang nanti. Banyak sekali yang harus dipikirkan olah bapak Adi ini. Harapannya hanya bertumpuh kepada anak perempuan satu-satunya.

Gaji perbulannya yag hamper mencapai 15juta ini pun tidak cupuk untuk menghidupi keluarganya. Karena banyak sekali yang dipikirkan bapak Adi ini akhirnya ia menjadi sakit (rohani, jasmani, psikologinya) uang yang seharusnya ia bias sisihkan untuk keperluannya yang lain akhirnya harus ia keluarkan untuk biaya berobat setiap bulannya. Dan akhirnya ia tidak bias menikmati hasil jerih payahnya di usianya yang sudah setengah abad ini. Ini lah mengapa orang sehat dikatakan sejahtera. Karena jika jasmani, rohani, psikologinya dan lain sebagainya sehat maka ia bias menikmati kehidupannya dengan nyaman. Tidak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk biaya kesehatan yang semakin hari semakin mahal.  

 

Sumber Bacaan:

http://richahardiyanti22.blogspot.co.id/2013/03/definisi-kesehatan.html. Dikutip pada 19 oktober 2015 pukul 10.32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini