Senin, 21 Maret 2016

Wiwi Wihdatul Aliah_Metodelogi Penelitian_Tugas 1

Nama: Wiwi Wihdatul Aliah
NIM: 11140530000054
Matkul: Metodelogi Penelitian Dakwah
Jurusan/semester: Manajemen Dakwah/4
Secara etimologi penelitian berarti "mencari kembali" yaitu mencari fakta-fakta baru yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tersebut. Sedangkan menurut Dr.Juliansyah Noor,S.E.,M.M dalam bukunya yang berjudul " Metodologi Penelitian" menyatakan bahwa penelitian adalah penyelidikan atau investigasi yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap suatu masalah yang spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi yang terkait.
Ditinjau dari segi bahasa "Da'wah" berasal dari kata bahasa Arab yaitu da'a yad'u-da'watan yang berarti mengajak, menyeru, dan memanggil.[1] Muhammad Thahir Harun, mengemukakan bahwa dakwah adalah bekerjanya para ulama dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dalam agama, sehingga akan membuka mata mereka kepada urusan agama.[2]
Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. (Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek : 151, Suharsini Arikunto, Rineka Cipta, Jakarta, 1998). Jadi metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.[3]
Jenis-jenis penelitian sangat beragam macamnya, disesuaikan dengan cara pandang dan dasar untuk memberikan klasifikasi akan jenis penelitian tersebut. Yang pertama berdasarkan fungsi diantaranya yaitu penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian evaluatif. Peneliatan dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research) adalah penelitian yang diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru. Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Sedangkan penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program, produk atau kegiatan tertentu (Danim, 2000).
Yang kedua berdasarkan metode diantaranya penelitian historis, penelitian filosofis, penelitian observasional dan penelitian eksperimental. Yang ketiga berdasarkan sifat permasalahannya diantaranya penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian kasus dan penelitian lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal-komparatif, penelitian eksperimental, dan penelitian tindakan.
Yang keempat berdasarkan bidang ilmu seperti penelitian pendidikan, ketekhnikan, ruang angkasa, pertanian perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya. Yang kelima berdasarkan jenis data diantaranya penelitian primer dan penelitian sekunder. Yang keenam penelitian berdasarkan tempat atau latar diantaranya penelitian laboratorium, penelitian lapangan dan penelitian perpustakaan. Yang ketujuh penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi diantaranya penelitian deskriptif, penelitian komparatif dan penelitian asosiatif/ hubungan, kemudian yang terakhir yaitu penelitian rekayasa.[4]
Jenis-jenis data penelitian ada berbagai macam diantaranya yaitu data orisinal (data asli yang belum teruji, belum terkena kritik sehingga tingkat keilmiahannya rendah. Data derivatif adalah data yang diperoleh dari kutipan hasil penelitian sebelumnya. Data kuantitatif adalah data yang terukur yang biasanya dinyatakan dalam satuan-satuan tertentu. Data kualitatif adalah data yang pada umumnya sukar diukur atau menunjukkan kualitas tertentu. Data primer adalah data yang langsung berkaitan dengan objek penelitian, tidak soal mendukung atau melemahkannya. Data mutakhir adalah data yang terbaru, up to date, masih hangat, atau data yang setidak-tidaknya memberi gambaran tentang lima tahun yang lalu. Data historis adalah data yang telah out of date, sudah ketinggalan zaman, tetapi masih berguna untuk menyusun sejarah. Data insidental adalah data tentang objek yang bersifat insidental atau kasuistik. Data berlanjut dan data periodik. Data berlanjut adalah data data yang yang harus diamat-amati terus-menerus sedangkan data periodik adalah data tentang suatu objek yang berkembang secara relatif teratur.[5]


[1] Samsul Munir Amin, M.A, Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam, ( Jakarta: Reneka Cipta, 2008), hlm.3.
[2] Muhammad Thahir Harun, Pengantar Ilmu Dakwah, Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN Ar-Ranir, Banda Aceh, 1984. H. 1-2
[3] Sugiyono; 1, Metode Penelitian Administrasi, cetakan ke-14, Alfabeta, Bandung, 2006.
[4] Pengawas sekolah Pendidikan Menengah. 2008. Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian Pendidikan.
[5] Andi Prastowo, S.PD.I, M.Pd.I, Memahami Metode-metode Penelitian, cet. 1. 2011. Ar-Ruzz Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini